Anda di halaman 1dari 14

Glukoneogenesis

Dr. Hairrudin, MKes

Glukoneogenesis
Pembentukan glukosa dari senyawa yang bukan karbohidrat, yaitu:
Laktat Piruvat Gliserol Asam amino glukogenik

Penting untuk mempertahankan kadar glukosa darah.

Kepentingan Biomedis
Syaraf & eritrosit : hanya bisa memakai glukosa sebagai sumber energi Otot :Glukosa merupakan satu-satunya sumber energi dalam suasana anaerobik Mammae: untuk membuat laktosa Jaringan adiposa: menjaga keperluan senyawa intermediet dari siklus Krebs Membersihkan darah dari asam laktat dan gliserol

Glukosa Darah
N: 50-150 mg/dl Sumber:
Makanan Glukoneogenesis glikogenolisis

Hormon yang Berperan Pada Pengendalian Glukosa Darah


Insulin Hormon hipofisis anterior (corticotropin dan GH) Hormon medulla adrenal (epinefrin dan glukagon) Hormon korteks adrenal

Insulin
Pabrik: sel pankreas Sekresi pararel dengan kadar glukosa darah Dapat merangsang sekresi insulin: asam amino, asam lemak bebas, senyawa keton, glukagon dan tolbutamid Menghambat sekresi insulun: epinefrin dan norepinefrin

Kortikotropin (ACTH) & GH


Efek berlawanan dengan insulin GH : menurunkan pengambilan (uptake) glukosa oleh jaringan Secara tidak langsung GH menyebabkan pelepasan asam lemak bebas dari jaringan adiposa yang dapat menghambat uptake glukosa Kortikotropin: meningkatkan kadar glukosa darah melalui hormon kortek adrenal

Hormon Kortek Adrenal


= glukortikoid = kortikosteroid Meningkatkan kadar glukosa darah Penderita DM tidak boleh diberikan kortikosteroid

Epinefrin
Disekresi di medulla klj. Adrenal Meningkatkan glukosa darah karena dapat merangsang glikogenoliosis:
Di otot: menghasilkan glukosa 6 fosfat karena otot tidak mempunyjai enzim glukosa 6 fosfatase Di hati: menghasilkan glukosa

Glukagon
Pabrik: sel alpha pankreas Dirangsang hipoglikemia Meningkatkan kadar glukosa darah dengan cara:
Merangsang glikogenolisis Merangsang glukoneogenesis

HMP Shunt
Hexose monophosphate shunt = pentose phosphate pathhway = oksidasi glukosa langsung= jalur fosfoglukonat Aktif di hepar, jaringan adiposa, kortek adrenal, glandula tiroid, sel darah merah, testes dan mammae yang sedang menyusui

Fungsi
Pruduksi NADPH:
Dibutuhkan pd sintesis asam lemak, steroid dan asam amino tertentu Melindungi eritrosit dari H2O2

Produksi ribosa: dibutuhkan pada sintesis nukleotida (asam nukleat) Gangguan pada alur ini mengakibatkan penderitanya mudah mengalami hemolisis terutama saat mengkonsumsi polong-polongan dan obat malaria

Puasa / kelaparan
Meningkat
Glikogenolisis glukoneogenesis

Menurun
Glikolisis Glikogenesis HMP Shunt