Anda di halaman 1dari 12

http://ariefrvi.blogspot.com/2013/07/makalah-pik-industri-klor-alkali.

html

Makalah PIK Industri Klor Alkali

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Industri klor-alkali seperti pembuatan soda abu, soda kaustik dan klor merupakan salah satu industri kimia dasar yang penting. Bahan bahan ini hampir setingkat dengan asam sulfat dan amonia. Peranannya sangat penting, sehingga dapat dikatakan tidak ada barang konsumsi yang diperjualbelikan yang tidak bergantung pada klor dan alakli pada salah satu tahap pembuatannya. Ketiga produk ini hampir seluruhnya dijual ke industri dan digunakan untuk pembuatan sabun, deterjen, serat dan plastik, kaca, petrokimia, pulp dan kertas, pupuk, bahan peledak, pelarut dan berbagai bahan kimia lainnya. Soda abu, soda kaustik dan klor merupakan zat kimia yang sangat penting dalam perindustrian dan kehidupan sehari-hari. Maka sebagai mahasiswa teknik kimia perlu mempelajari dan mengulas tentang proses pembuatannya. Agar dapat diaplikasikan di dunia industri nantinya.

1.2 Tujuan Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengulas dan membahas tentang industri klor alkali seperti soda abu, soda kaustik dan klor serta beberapa uraian prosesnya.

1.3 Rumusan Masalah

1. Apa pengertian soda abu? 2. Bagaimana uraian proses pembuatan soda abu? 3. Apa pengertian soda kaustik dan klor? 4. Bagaimana uraian proses pembuatan soda kaustik dan klor?

BAB II ISI

2. 1 Industri Soda Abu Soda abu adalah zat padat ringan yang agak larut dari air dan biasanya mengandung 99,3% Na2CO3. Sodium carbonat (Na2CO3) adalah bahan lunak yang larut dalam air dingin dan kelarutan dalam air kira-kira 30% berat larutan, dalam industry kimia dikenal dengan soda ash. Sifat Fisik dan Kimia Sodium Karbonat adalah sebagai berikut : - Berat molekul - Bentuk - Warna - Titik lebur, 0oC - Densitas, 20oC - Kapasitas panas, 85oC : 106 g/mol : Kristal : Putih : 7,1 g/100 g H2O : 2,533 g/ml : 26,41 cal/gmoloC

Sodium karbonat dalam industri kegunaanya sangat luas. Sodium karbonat dalam industri di gunakan sebagai bahan baku industri kimia, industri-industri yang menggunakan sodium karbonat untuk bahan baku antara lain : industri sabun industri gula industri gelas industri obat industri kertas industri tekstil

industri metalurgi industri keramik

2. 2 Proses Pembuatan Soda Abu Sodium karbonat (soda abu) dalam perdagangan lebih dikenal dengan istilah alkali. Kandungan soda ash di alam ini jumlahnya terbatas. Pasir dan clay pada tempat tertentu di gurun pasir biasanya menunjukan adanya kandungan sodium karbonat. Kebutuhan akan sodium karbonat baik untuk industri dan rumah tangga semakin meningkat. Untuk memenuhi akan kebutuhan sodium karbonat selain proses alam bisa juga dilakukan dengan proses sintetik di antaranya : 1. Proses Leblanc 2. Proses Soda Ammonia (solvay)

2.2.1

Proses Leblanc Proses Leblanc adalah proses pembuatan soda Ash sintetik yang pertama di lakukan

pada tahun 1775. Perusahaan pertama yang memproduksi soda ash dengan proses Leblanc di bangun di Inggris pada tahun 1823. Proses Leblanc pada umumnya adalah proses pengolahan garam dengan asam sulfat untuk membuat sodium sulfat dan asam hydro chloric : NaCl(l) + H2SO4(l) NaHSO4(l) + HCl(l) NaCl(l) + NaHSO4(l) Na 2SO4(S) + HCl(l) Sodium sulfat di panaskan dengan batu kapur dan batu bara (kokas) untuk memproduksi black ash yang mengandung sodium karbonat, Kalsium sulfida dan beberapa batu bara yang tidak bereaksi. Na2SO4(l) + 2 C(s) Na2S(s) + 2 CO2(g) Na2S(s) + CaCO3(s) Na2CO3(s) + CaS(s) Sodium karbonat dapat di pisahkan dengan air dari black ash dan di Kaustisasi dengan kapur mentah, cara ini digunakan untuk mengembalikan sulfur dari kalsium sulfida. Proses Leblanc masih di gunakan di Inggris dan benua Eropa selama perang dunia pertama, tetapi jumlahnya terus berkurang selama perang dunia kedua. Pada saat ini proses Leblanc sudah tidak dilakukan lagi karena beberapa kelemahan diantaranya : 1. Konsumsi energi yang sangat besar pada saat pelelehan.

2. Membutuhkan tenaga kerja yang intensif karena prosesnya merupakan proses batch yang memerlukan banyak tahap. 3. Menimbulkan dampak lingkungan. Karena alasan-alasan di atas tersebut maka pada tahun 1880 proses ini tergeser oleh proses yang lebih bersih dan lebih efisien yaitu proses soda ammonia (proses solvay).

2.2.2

Proses Soda Ammonia (Proses Solvay) Ernest solvay pada tahun 1861 mulai mengembangkan proses soda ammonia. Pada

mulanya proses ini mengalami kesulitan besar dalam bersaing dengan proses Leblanc yang lebih tua dan lebih mapan, namun dalam beberapa tahun saja proses solvay berhasil menurunkan harga soda ash sebanyak sepertiganya. Pada tahun 1915 proses soda ammonia akhirnya berhasil menggantikan proses Leblanc. Proses solvay pertama kali di perkenalkan di Eropa pada tahun 1866 di Couillt di dekat Charleroi Belgia. Pabrik ini telah memproduksi 1,5 ton per hari pada tahun 1866 dan pada tahun 1872 meningkat jadi 10 ton per hari Penggunaan proses solvay di industri semakin berkembang, di Eropa misalnya dibangun pabrik Dombasle di dekat Nancy Perancis dan di Amerika di bangun pabrik stracause di New York. Bahan baku proses solvay adalah garam, batu gamping, dan kokas atau gas bumi dan menggunakan ammonia sebagai reagen siklus. Keberhasilan proses ini bergantung pada kenyataan bahwa ammonia, karbon dioksida dan air, dalam perbandingan yang tepat bereaksi membentuk natrium bikarbonat. Ammonium bikarbonat bereaksi dengan natrium klorida membentuk natrium bikarbonat yang relativ tidak larut dalam larutan yang digunakan oleh, karena itu dapat di saring keluar dan di panggang menjadi soda abu. Proses yang digunakan adalah proses solvay, yang mana di bandingkan dengan proses yang lain lebih ekonomis dan efisien. Pertimbangan-pertimbangan dibawah ini dapat mendukung akan terlaksananya pendirian pabrik tersebut, di antaranya yaitu : - Bahan baku yang digunakan lebih murah yaitu garam dan batu kapur di bandingkan dengan proses Leblanc, dan Energi yang di gunakan lebih kecil. - Proses yang digunakan lebih efisien karena menggunakan proses kontinue. dan karyawan yang di butuhkan lebih kecil. - Limbah yang dihasilkan tidak membahayakan bagi lingkungan dan sesuai dengan Dan ketentuan peraturan perundangan. - Kapasitas produksi lebih besar di bandingkan dengan proses Leblanc sehingga dapat di produksi dalam jumlah yang sangat besar.

Dari uraian diatas maka akan dibahas bagaimana alur proses industri abu soda dengan proses yang sedang digunakan sampai sekarang, yaitu proses solvay. persamaan dari proses keseluruhannya dapat ditulis : CaCO3 + 2NaCl Na2CO3 + CaCl2

Secara Narasi, proses tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut :

NaCl jenuh dialirkan ke absorber bersama dengan CO2 dan NH3 maka akan terjadi reaksi 4,5,6. Reaksi ini berlangsung pada suhu 40- 50 C. Hasil larutan dan sisa gas dari reaksi dikeluarkan lewat bawah absorber untuk dialirkan ke menara carbonatasi dari puncak. Akrena reaksi eksoterm,maka perlu pendingin untuk menjaga suhu reaksi.pada menara ini akan terjadi reaksi no.7 pada suhu 25-60 C dan tekanan 2-3 atm disamping itu juga terbentuk reaksi no.5,6 ( reaksi penyempurnaan).

Hasil reaksi berupa lumpur NaHCO3 dialirkan ke dalam rotary filter untuk memisahkan padatan NaHCO3 dari larutannya. NaHCO3 dikeringkan dalam kalsinator,disini terjadi reaksi no. 8 karena reaksi bersifat endoterm maka perlu energi yang diberikan dari bahan bakar. Soda abu yang terbentuk didinginkan dalam pendingin dengan disemprotkan H2O . Tapisan dari rotary filter dialirkan ke menara pemulihan untuk membebaskan NH3 dan Ca (OH)2 Slury ini bagian terbesar mengandung NH4CL 193 gr/lt. Larutan buangan CaCL2 dari hasil analisa mengandung : CaCl2 = 90-95 gr/lt, NH3 = 6-12 ppm. Sumber Ca ( OH )2 dan CO2 berasal dari pembakaran batu kapur dan C reaksi no.1,2,3 2. 3 Industri Soda Kaustik dan Klor

2.3.1 Soda kaustik Dalam sebuah industri, industri kimia kaustik soda atau NaOH memiliki peranan yang sangat penting dalam proses produksi. Dalam pembuatan pulp dan kertas, tekstil, air minum, sabun dan deterjen dan sebagai pembersih drain, bahan ini (kaustik soda) berguna sebagai penetralisir sifat keasaman yang di akibatkan dalam pemakaian DDBS. Oleh karenanya menjadikan kaustik soda sebagai bahan yang memiliki peranan sangat penting dalam industri. Oleh karena itu, kami akan menjabarkan beberapa kegunaan kaustik soda (NaOH) dalam suatu proses industri.

Kostik soda juga di kenal dengan NaOH. Kostik merupakan basa kuat, natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. Natrium hidroksida merupakan nama lain dari caustic soda, coustic soda biasa diproduksi secara komersial melalui dua metode dasar yaitu sel elektrolisis dan proses kimia. Kebanyakan produk soda kaustik dihasilkan dari sel elektrolitik. Ada tiga jenis sel elektrolisis yaitu diafragma, merkuri, dan membran . Bahan baku proses pembuatan caustic soda adalah garam, air, dan listrik. Caustic soda memiliki rumus kimia yaitu NaOH yang bersifat basa, tidak berbau dan tidak berwarna . soda caustic merupakan bahan kimia yang sangat korosif dan reaktif. larutan soda caustic mudah bereaksi dengan logam seperti aluminium, magnesium, seng, timah, kromium, perunggu, kuningan, tembaga, dan paduan mengandung logam. Beberapa industri yang menggunakan coustic soda antara lain yaitu pabrik sabun, detergen pulp dan kertas, soda juga digunakan dalam alumina seperti industri minyak dan gas serta tekstil. Kaustic soda adalah bahan kimia komoditas penting bagi industri pulp dan kertas. Pokok menggunakan dalam industri pulp dan kertas termasuk memasak / pengolahan pulp Kraft, ekstraksi lignin selama urutan pemutihan pulp, dan pembuatan on-situs natrium hipoklorit. Prosedur pemutihan pulp umum melibatkan urutan pemutihan selama kotoran dan materi berwarna pulp adalah teroksidasi dan diubah ke bentuk alkali larut, dan urutan ekstraksi selama kotoran dihapus. Tahap Ekstraksi pada pulp hampir selalu digunakan soda kaustik sebagai bahan baku ekstraksinya. Sifat fisik dan kimia dari Produk 1. a. Natrium hidroksida (NaOH) sifat fisik Natrium hidroksida (NaOH)

- berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. - bersifat lembab cair - secara spontan menyerap karbon dioksida dari udara bebas. - sangat larut dalam air dan akan melepaskan panas ketika dilarutkan. - larut dalam etanol dan metanol - tidak larut dalam dietil eter dan pelarut non-polar lainnya - Larutan natrium hidroksida akan meninggalkan noda kuning pada kain dan kertas. - Sangat basa, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan hablur.

- Titik leleh 318 C - titik didih 1390 C. - NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air - densitas NaOH adalah 2,1 - Senyawa ini sangat mudah terionisasi membentuk ion natrium dan hidroksida

b.

Sifat kimia Natrium hidroksida (NaOH) Dengan larutan natrium hidroksida, (HCl)asam klorida dinetralkan dimana akan

terbentuk garam dan air NaOH + HCl NaCl + H2O

2.3.2 Klor Pada awalnya klor ditemukan pada tahun 1774 oleh Scheele, yang awalnya disangka oksigen. Tetapi diberi nama Klor pada tahun 1810 oleh Davy yang bersikeras bahwa zat ini adalah sebuah unsur. Saat di temukan Klor bersenyawa terutama dengan natrium sebagai garam (NaCl), karnalit dan silfit. Sifat Klor sendiri yaitu termasuk unsur halogen (pembentuk garam) dan diperoleh dari garam klorida dengan mereaksikan zat oksidator atau lebih sering dengan proses elektrolisis. Merupakan gas berwarna kuning kehijauan. Yang akan kita bahas disini yaitu pembelajaran tentang Industri klor dan alkali. Dapat membantu kita dalam proses pemahaman tentang proses-proses di industri klor dan alkali. Mungkin bagi para teman-teman dari kimia murni atau dari teknik kimia sudah tak asing lagi dengan yang nama nya industri klor alkali ini, proses klor alkali adalah proses elektrolisa garam(NaCl) menjadi gas klorin(Cl2), gas hidrogen(H2) dan NaOH. (itu kalau produknya dipisahkan). Kalau produknya dicampur saja maka akan menghasilkan sodium hypochloride atau sodium chlorate. Klor dalam bahasa yunani adalah: Chloros, (hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol Cl . Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok halogen atau grup 17 .Dalam bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.

Unsur-unsur halogen dapat diidentifikasi melalui warna dan sifatnya. Misalnya Cl : berupa gas warna kuning kehijauan pada suhu kamar, nonpolar, kelarutan dalam air kecil dan larut dalam pelarut non polar seperti heksana. Pemutih Klorin (bleaching agent) mengandung larutan hipoklorit (NaClO). Ion ClOmerupakan suatu oksidator, daya oksidasinya sama dengan klorin namun ion ClO- berbeda dengan Cl- sebab asam hipoklorit. HClO adalah asam lemah dan ion ClO- adalah basa yang cukup kuat, sedangkan Cl- mempunyai sifat netral dan merupakan basa konjugat dari HCl kuat.

2.4 Proses Pembuatan Soda Kaustik dan Klor Produksi soda kaustik dengan cara elektrolitik sudah dikenal pada abad ke delapan belas, tetapi barulah pada tahun 1890 soda kaustik diproduksi dengan cara lain. Sampai beberapa tahun sebelum perang dunia I, kuantitas soda kaustik yang dihasilkan sebagai koproduk klordari proses elektrolitik sudah boleh dikatakan dapat diabaikan bila dibanding dengan yang dibuat dari soda abu dengan kaustisasi gamping. Bahan yang digunakan dalam proses ini Natrium klorida (NaCl), Natrium karbonat (Na2CO3), air dan bahan baku samping seperti Asam Sulfat (H2SO4), Mercury (Hg), Hidrogen (H2). Bahan bahan di atas dapat di diolah dan diproses dalam beberapa cara : 1. Diafragma sel

Menggunakan teknologi sel diafragma, klorin, soda kaustik dan hidrogen diproduksi secara bersamaan. air garam jenuh memasuki kompartemen anoda dari sel, di mana gas klor dibebaskan. Fungsi diafragma adalah memisahkan air garam dari larutan kaustik (sel yang disebut effluent) pada sisi katoda, yang juga di mana gas hidrogen dilepaskan. 2. Merkuri sel

Menggunakan larutan NaCl jenuh dengan garam padat, yang terlarut 70% kaustik langsung 3. Membran sel

Teknologi sel Membran merupakan perkembangan yang relatif baru. Ini berbeda dari teknologi diafragma sel dalam bahwa solusi sekitar elektroda masing-masing dipisahkan oleh sebuah membran daripada diafragma. Membran ini sangat selektif dan terutama memungkinkan migrasi ion natrium dari ruang anoda ke ruang katoda. Air garam jenuh memasuki kompartemen anoda sel dimana gas klor dibebaskan. Karena ion natrium hanya dapat melewati membran ke katoda (air garam tidak dapat melewati membran), soda kaustik (sel limbah cair) mengandung natrium klorida substansial kurang. kemampuan garam penghapusan Tidak diperlukan seperti pada proses diafragma sel. Klorin dan hidrogen yang

dihasilkan dalam proses membran sel elektrokimia meninggalkan pada tekanan sedikit lebih tinggi daripada tekanan atmosfer. Setelah pendinginan pada penukar panas, gas dapat mengalami proses tambahan dalam bentuk likuifaksi klorin, produksi atau produksi asam klorida hipoklorit. Proses elektrolitik dari produksi chlorine-caustic soda Umpan berupa garam NaCl bersama air dimasukkan ke dalam tangki pencampur (brine Purifier) untuk mendapatkan larutan garam, sehingga terjadi reaksi :

NaCl + H2O

NaOH + H2 + Cl2

Dan pada bagian atas brine purifier ditambahkan Na2CO3 sehingga terjadi endapan, kemudian endapan di dasar tangki akan langsung dikeluarkan pada bagian bawah tangki yang berupa kadar Ca,Mg, dan Fe, sedangkan sisanya keluar dari bagian atasnya menuju ke filter. Endapan yang mungkin masih tersisa disaring dengan filter, dan diteruskan pada proses pemanasan dengan steam sebelum menuju diaphragma sel, kemudian hasil dari penyaringan tadi diteruskan langsung menuju diaphragma sel dimana pada proses ini menggunakan anoda dan katoda yang dialiri arus DC (direct current / arus bolak balik) sebagai sumber energi, reaksi utama yang terjadi yaitu :

Notasi sel : Cl2, C

NaCl + anoda

NaOH Fe, H2 - katoda

Reaksi sel : Anoda Katoda : Cl- - e : Na+ + H2O + e Cl2 Na+ + OH - + H2 NaOH + H2 + Cl2

Keseluruhan : NaCl + H2O

Hasil samping dari proses diaphragma sel berupa gas Cl2 dan gas H2 keluar dari bagian atas diaphragma sel. Kemudian gas Cl2 akan diproses lebih lanjut sedangkan NaOH yang keluar dari diaphragma sel dimasukkan menuju evaporator untuk di pekatkan menjadi 50% NaOH, NaOH di evaporasi menggunakan steam sehingga akan menghasilkan 50% NaOH.

Pada proses evaporator, Larutan sisa yang tidak terbentuk menjadi 50% NaOH, diolah kembali untuk mendapatkan produk 70% NaOH, dimana berlanjut pada proses centrifugasi dengan penambahan sisa garam, kemudian di aduk pada tangki salurator sambil di murnikan dengan proses penyaringan (filter) , setelah larutan murni, diletakkan pada tangki konsentrasi (consentrat head feed tank) untuk mengatur kestabilan konsentrasi pada larutan, setelah itu diteruskan menuju mercury sel, dengan terjadi penambahan Hg, dimana pada proses ini terjadi reaksi :

Notasi sel Cl2, C NaCl aq +Anoda Reaksi sel Anoda Katoda : Cl- - e : Na+ + e Na Sisa + Hg Cl2 Na NaHg NaOH + H2 + Hg Na NaHg - katoda

: NaHg + H2O

Keseluruhan : NaCl + H2O

NaOH + H2 + Cl

Setelah terjadi reaksi mercury sel menghasilkan gas samping yang berupa gas Cl2 yang nanti akan diteruskan pada pembentukkan Cl2 liquid. Dan senyawa NaHg yang akan diteruskan pada denuding tower (menara penguraian) dimana terjadi pelepasan Hydrogen dan penambahan air, yang akan diolah dengan reaksi yang terbentuk :

NaHg + H2O

NaOH + H2 + Hg

Pada reaksi ini terjadi pembentukkan NaOH kembali, lalu dilakukan penyaringan dengan menggunakan filter press dimana akan terbentuk produk 70% NaOH. Pada proses hasil samping yang berupa Cl2 gas ( dari diaphagma sel dan mercury sel) dimanfaatkan untuk membentuk Cl2 Liquid dengan bantuan air yang kemudian dilanjutkan pada tempat tangki pengeringan, dimana disini terjadi penambahan H2SO4 sebagai penyerap air berlebih pada proses pengeringan, setelah Cl2 kering, dibasahkan kembali dengan penambahan air dan kemudian di kompres dengan kompresor dengan suhu -30 C, dimana akan didapat produk Cl2 yang berupa cairan (liquid) yang dapat dimanfaatkan.

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil dari makalah ini adalah : 1. Soda abu adalah zat padat ringan yang agak larut dari air dan biasanya mengandung 99,3% Na2CO3. 2. Proses pembuatan Sodium karbonat (Soda abu) selain proses alam bisa juga dilakukan dengan proses sintetik, di antaranya Proses Leblanc dan Proses Soda Ammonia (solvay) 3. Kostik soda di kenal dengan NaOH dan Kostik merupakan basa kuat, natrium hidroksida murni berbentuk putih padat dan tersedia dalam bentuk pelet, serpihan, butiran ataupun larutan jenuh 50%. 4. Proses produksi soda kaustik dilakukan dengan cara elektrolitik dengan beberapa cara, yaitu Diafragma sel, Merkuri sel dan Membran sel

3.2 Saran Saran yang dapat diberikan melalui makalah ini hendaknya pembaca bisa lebih mempelajari lagi proses-proses pembuatan soda abu agar dapat diterapkan di industri nantinya.

Makalah di atas ada beberapa hal yang di hilangkan, seperti gambar, FDP, serta beberapa hal disebabkan kesulitan mengcopas langsung. Karena itu, untuk melihat file aslinya silahkan download di makalah PIK lengkap. Di dalam rar terdiri dari beberapa makalah PIK lengkap seperti 1. Semen Portland 2. Pembuatan Metanol dengan Gasifikasi Batubara 3. Karbon Industri 4. Asam Sulfat

5. Industri Klor-Alkali Selain itu dilengkapi dengan power point presentasinya. Materi Kuliah, PIK