Anda di halaman 1dari 9

IST AKPRIND, YOKYAKARTA

LAS LISTRIK
Macam-macam elektroda dan pengelasan nya
Sapta Adi Setya Pramuji

2013

[TYPE

THE COMPANY ADDRESS]

MACAM ELEKTRODA, berdasarkan bentuk/ konstruksinya elektroda di bagi menjadi, sebagai berikut:

1.pH Elektroda 1.1 terpisah (separate)

pH elektroda yang berfungsi sebagai elektroda utama, sehingga harus digunakan elektroda referensi dalam penggunaannya.

1.2 Gabung (combine)

pH elektroda dimana fungsi elektroda utama dan referensi tergabung dalam satu elektroda, elektroda jenis inilah yang umumnya ditemui.

2. Elektroda Logam: 2.1 terpisah (separate)

a. elektroda dengan logam tunggal menjadi elektroda potensiometri bila dikombinasikan dengan elektroda referensi, elektroda-elektroda perak umum digunakan untuk Argentometri dan pLatina atau emas untuk titrasi redoks (reduksi-oksidasi).

b. elektroda dengan logam ganda digunakan sebagai elektroda indicator pada voltametri atau amperometri, yang umum digunakan pada penetapan kadar air metoda Karl Fischer. 2.2 gabung (combine)

Elektroda gabung perak digunakan untuk titrasi Argentometri dan elektroda gabung platina atau emas untuk titrasi dan pengukuran reduksi-oksidasi.

3. elektroda ion selektif Elektroda ion selektif dapat mendeteksi ion-ion tertentu yang sesuai dengan sensor atau membrannya. Janis membrane ini yang umum dipakai yaitu membrane gelas untuk ion H+ dan Na+, membrane Kristal untuk ion-ion Ca++, K+, NO4-, BF4- dan Surfaktan.

4. elektroda referensi Elektroda ini berfungsi sebagai referensi dari elektroda utama. Elektroda referensi memberikan tegangan yang konstan dan tidak bergantung dari komposisi larutan contoh, oleh karena itu dibuat dari konduktor logam yang berhubungan dengan garam dari logam tersebut dan suatu larutan yang komposisinya tetap. Yang umum digunakan sebagai elektroda referensi adalah kalomel (Hg/Hg2Cl2), elektroda referensi Hg/Hg2SO4 dan elektroda referensi Ag/AgCl.

5. elektroda karbon Elektroda ini berfungsi sebagai elektroda utama pada pengukuran atau titrasi redoks. Atau sebagai elektroda bantu dan elektroda referensi pada beberapa metode titrasi.

6. sel-sel konduktifitas, Terbagi menjadi 4 macam berdasarkan fungsi dan konstruksinya yaitu:

1. Imersi, sel ini untuk pengukuran konduktansi secara umum tetapi juga digunakan untuk titrasi 2. Pipet, untuk pengukuran contoh yang statis atau dinamis lambat 3. Titrasi, untuk pengukuran sebagai alat bantu deteksi pada tittrasi 4. Sel jones, untuk pengukuran contoh yag mengalir dengan konduktifitas rendah sampai tinggi sekali. Sel-sel konduktifitas dilapisi oleh platina hitam,agar permukaannya lebih peka terhadap ionion dalam contoh, juga untuk menghindari efek polarisasi pada contoh dengan konduktifitas tinggi. Sel konduktifitas jenis imersi dikelilingi oleh tabung gelas untuk mencegah kesalahan pengukuran, karena pengukuran konduktifitas harus dengan volume contoh yang tetap untuk menghindari perubahan distribusi ion-ion dalam larutan contoh.

Macam-Macam Las 1. Las Listrik

Las listrik merupakan proses penyambungan logam dengan memanfaatkan tenaga listrik sebagai sumber panasnya. Pengelasan dengan tenaga listrik dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu las tahanan listrik dan las busur nyala listrik.

Las tahanan listrik adalah proses pengelasan yang dilakukan dengan jalan mengalirkan arus listrik melalui bidang atau permukaan benda yang akan disambung. Kemudian dengan tekanan yang akan diberikan, kedua bahan akan menyatu.

Las busur nyala listrik adalah pengelasan dengan cara mengubah arus listrik menjadi panas untuk melelehkan atau mencairkan permukaan benda kerja dengan membangkitkan busur nyala listrik melaui sebuah elektroda. Arus yang digunakan untuk pengelasan dapat berupa arus AC maupun DC, tergantung mesin las yang digunakan.

Bahan yang digunakan untuk las busur listrik adalah elektroda. Elektroda akan dialiri oleh arus listrik untuk menghasilkan nyala busur yang akan melelehkan elektroda sampai habis. Jenis dan macam elektroda sangat banyak, sehingga perlu pemilihan jenis elektroda dengan benar. Berdasarkan selaput pelindungnya elektroda dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu elektroda polos dan elektroda berselaput. Elektroda berselaput terdiri dari inti dan pelapis atau fluks. selaput pelindung akan terbakar dan menghasilkan gas CO2 yang berfungsi untuk melindungi cairan las, busur listrik, dan sebagian benda kerja dari udara luar. Udara luar mengandung oksigen yang dapat menyebabkan terjadinya oksidasi sehingga akan mempengaruhi kekuatan mekanis hasil pengelasan.

2. Las Asetilen

Las karbit atau las asetilen adalah salah satu perkakas perbengkelan yang sering ditemui. Pengoperasiannya yang cukup mudah membuatnya sering digunakan untuk menghubungkan dua logam atau welding. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan dan diperlukan dalam penangan alat perkakas ini. Berikut ulasannya. Las Karbit Secara Umum Las karbit adalah pembahasaan yang umum berada di masyarakat untuk menyebut pengelasan Asetilin. Secara umum, perkakas las asetilen adalah alat penyambung logam melalui proses pelelehan logam dengan menggunakan energi panas hasil pembakaran campuran gas asetilin dan gas oksigen. Kegunaan Las Asetilen Perangkat perbengkelan las karbit digunakan untuk memotong dan menyambung benda kerja yang terbuat dari logam (plat besi, pipa dan poros) Bagian-Bagian dan Fungsinya Tabung gas oksigen, berisi gas oksigen yang berfungsi dalam proses pembakaran. Tabung gas asetilen, berisi gas asetilen yang berfungsi sebagai bahan bakar dalam proses pembakaran. Regulator, berfungsi untuk mengatur aliran dari masing-masing gas. Selang penyalur, berfungsi untuk menghubungkan atau mengalirkan gas dari tabung gas oksigen dan asetilen menuju brander. Brander, berfungsi untuk mengatur campuran gas oksigen dan asetilen serta pembakarannya.

Macam macam las busur listrik Beberapa macam proses pengelasan yang dapat digolongkan pada las busur listrik, dan banyak digunakan pada praktek antara lain : 1. Las busur dengan elektroda berselaput fluks. 2. Las busur gas TIG (Tungsten Insert Gas). 3. Las busur gas MIG (Metal Insert Gas). 4. Las busur rendaam (submerged)

Las busur dengan elektroda berselaput Las busur ini lebih dikenal umum dan banyak pemakaianya. Busur listrik yang terjadi di antara elektroda dan benda kerja akan mencairkan elektroda dan sebagian bahan dasar. Selaput elektroda yang turut terbakar akan mencair dan menghasilkan gas yang melindungi ujung elektroda, kawah las, busur listrik, dan daerah las di sekitar busur listrik terhadap pengaruh udara luar (oksidasi)

Las busur gas TIG (Tungsten Insert Gas) Las busur gas TIG menggunakan elektroda wolfram yang tidak berfungsi sebagai bahan tambah. Busur listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber panas pengelasan. Elektroda wolfram yang mempunyai titik cair tinggi (3800C), tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik. Tangkai las dilengkapi denganm nosel keramik untuk menyambung gas pelindung yang melindungi daerah las dari pengaruh luar pada saat pengelasan. Sebagai gas pelindung digunakan gas argon, helium, atau campuran keduanya, tergantung dari jenis logam yang akan disambung. Tangkai las TIG biasanya didimgimkan dengan air yang bersirkulasi. Sebagai bahan tambah digunakan kawat las tanpa adanya selaput, yang digerakan dan didekatkan ke busur listrik yang trjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.

Las busur gas MIG (Metal Isert Gas) Pada las busur MIG, digunakan kawat las yang sekaligus berfungsi sebagai elektroda. Elektroda tersebut berupa gulungan kawat yang gerakanya diatur olehmotor listrik. Kecepatan gerakan elektroda dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Tangkai las dilengkapi dengan nosel logam untuk menyemburkan gas pelindung yang dialirkan dari tabung gas melalui selang gas. Gas yang adalah CO2 untuk pengelasan baja dan baja lunak. Argon atau campuran argon dan helium, digunakan untuk pengelasan alumunium dan baja tahan karat.

Las busur rendam (submerged) Las busur jenis ini umumnya bekerja secara otomatis dan semi otomatis menggunakan fluks serbuk sebagai bahan pelindungnya. Busur listrik di antara ujung elektroda dan bahan dasar berada dalam timbunan fluks serbuk, sehingga tidak terjadi sinar las yang keluar seperti pada las busur yang lainya, dan operator las tidak perlu menggunakan kaca pelindung. Pada waktu pengelasan, fluks serbuk mencair dan membeku menutuo lapisan las. Sebagian fluks serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak terak las. Elektroda berupa kawat tanpa selaput berbentuk gulungan, digerakan oleh motor listrik yang kecepatanya dapat diatur sesuai kebutuhan

MACAM-MACAM ELEKTRODA
MACAM-MACAM ELEKTRODA

1.pH Elektroda 1.1 terpisah (separate) Fungsi dari pada elektroda pH sebagaielektroda utama, sehingga jika ingin digunakan harus ada referensi dalam menggunakannya. 1.2 Gabung (combine) Fungsi elektroda utama yang direferensikan menjadi satu dalam elektroda, dan elektroda jenis ini yang biasanya sering di temui di masyarakat. 2. Elektroda Logam: 2.1 terpisah (separate) a. elektroda potensiometri bila dikombinasikan dengan elektroda dengan logamtunggal, bahan perak pada umumnya digunakan untuk argentometri dan platina atau emas untuk titrasi . b. elektroda dengan logam ganda digunakan sebagai elektroda indicator pada voltametri atau amperometri, yang umum digunakan pada penetapan kadar air metoda Karl Fischer. 2.2 gabung (combine) Elektroda gabung perak digunakan untuk titrasi Argentometri dan elektroda gabung platina atau emas untuk titrasi dan pengukuran reduksi-oksidasi. 3. elektroda ion selektif Elektroda ion bias terdeteksi ion-ion tertentu yang sesuai dengan sensor atau membrannya, Yang umum dipakai untuk jenis membrane ini adalah membrane gelas untuk ion H+ dan Na+, membrane Kristal untuk ion-ion Ca++, K+, NO4-, BF4- dan Surfaktan.

4. elektroda referensi Fungsi elektroda yang menjadi referensi dari elektroda utama. Elektroda referensi memberikan tegangan yang konstan serta tidak mengandalkan dari komposisi larutan. Maka dari itu dibuatlah konduktor logam yang ada kaitannya dengan garam, logam itulah serta larutan yang menjadi komposisi tetapnya. Yang umum digunakan sebagai elektrodareferensi adalah kalomel (Hg/Hg2Cl2), elektroda referensi Hg/Hg2SO4 dan elektroda referensi Ag/AgCl. 5. elektroda karbon Elektroda ini berfungsi sebagai elektroda utama pada pengukuran atau titrasi redoks. Atau sebagai elektroda bantu dan elektroda referensi pada beberapa metode titrasi. 6. sel-sel konduktifitas, Terbagi menjadi 4 macam berdasarkan fungsi dan konstruksinya yaitu: 1. Imersi, sel ini untuk pengukuran konduktansi secara umum tetapi juga digunakan untuk titrasi 2. Pipet, untuk pengukuran contoh yang statis atau dinamis lambat 3. Titrasi, untuk pengukuran sebagai alat bantu deteksi pada tittrasi 4. Sel jones, untuk pengukuran contoh yag mengalir dengan konduktifitas rendah sampai tinggi sekali. Sel-sel konduktifitas dilapisi oleh platina hitam,agar permukaannya lebih peka terhadap ion-ion dalam contoh, juga untuk menghindari efek polarisasi pada contoh dengan konduktifitas tinggi. Sel konduktifitas jenis imersi dikelilingi oleh tabung gelas untuk mencegah kesalahan pengukuran, karena pengukuran konduktifitas harus dengan volume contoh yang tetap untuk menghindari perubahan distribusiion-ion dalam larutan contoh.