Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM

Remote Laboratory
Disipasi Kalor Hot Wire
Nama : Martha Veraida
NPM : 1206240133
Fakultas/Prodi : Teknik / Sipil
Judul modul : Disipasi Kalor Hot Wire
Nomor modul : KR01
Tanggal praktikum : 2 dan 10 Oktober 2012
LABORATORIUM FISIKA DASAR
UPP IPD
UNIVERSITAS INDONESIA
2012
KR01 Disipasi Kalor Hot Wire
I. Tujuan Praktikum
Menggunakan hotwire sebagai sensor kecepatan aliran udara.
II. Alat
1. kawat pijar (hotwire)
2. Fan
3. Voltmeter dan Ampmeter
4. Adjustable power supply
5. Camcorder
6. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis
III. Teori
Single normal probe adalah suatu tipe hotwire yang paling banyak digunakan
sebagai sensor untuk memberikan informasi kecepatan aliran dalam arah axial
saja. Probe seperti ini terdiri dari sebuah kawat logam pendek yang halus yang
disatukan pada dua kawat baja. Masing masing ujung probe dihubungkan ke
sebuah sumber tegangan. Energi listrik yang mengalir pada probe tersebut akan
didispasi oleh kawat menjadi energi kalor. Besarnya energi listrik yang terdisipasi
sebanding dengan tegangan , arus listrik yang mengalir di probe tersebut dan
lamanya waktu arus listrik mengalir.
P = v i t .........( 1 )
Bila probe dihembuskan udara maka akan merubah nilai resistansi kawat
sehingga merubah besarnya arus listrik yang mengalir. Semakin cepat udara yang
mengalir maka perubahan nilai resistansi juga semakin besar dan arus listrik yang
mengalir juga berubah.
Jumlah perpindahan panas yang diterima probe dinyatakan oleh overheat ratio
yang dirumuskan sebagai :
Rw =resistansi kawat pada temperatur pengoperasian (dihembuskan udara).
Ra =resistansi kawat pada temperatur ambient (ruangan).
Hot wire probe harus dikalibrasi untuk menentukan persamaan yang
menyatakan hubungan antara tegangan kawat (wire voltage , E) dengan
kecepatan referensi (reference velocity , U) setelah persamaan diperoleh,
kemudian informasi kecepatan dalam setiap percobaan dapat dievaluasi
menggunakan persamaan tersebut. Persamaan yang didapat berbentuk
persamaan linear atau persamaan polinomial.
Pada percobaan yang akan dilakukan yaitu mengukur tegangan kawat pada
temperatur ambient dan mengukur tegangan kawat bila dialiri arus udara
dengan kecepatan yang hasilkan oleh fan. Kecepatan aliran udara oleh fan akan
divariasikan melalui daya yang diberikan ke fan yaitu 70 , 110 , 150 dan 190 dari
daya maksimal 230 m/s.
IV. Cara Kerja
a. Mengaktifkan web cam,
b. Memberikan aliran udara dengan kecepatan 0 m/s , dengan mengklik
pilihan drop downpada iconatur kecepatan aliran,
c. Menghidupkan motor penggerak kipas dengan mengklik radio buttonpada
iconmenghidupkan power supplykipas,
d. Mengukur Tegangn dan Aru listrik di kawat hot wiredengan cara mengklik
icon ukur,
e. Mengulangi langkah 2 hingga 4 untuk kecepatan 70, 10, 150, 190, dan 230
m/s.
V. Pengolahan Data
Membuat grafik dari data yang di dapat
1,960
1,980
2,000
2,020
2,040
2,060
2,080
2,100
2,120
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
T
e
g
a
n
g
a
n

(

V
)
Grafik Tegangan terhadap Waktu
Kec. Angin 0 m/s
Kec. Angin 70 m/s
Kec. Angin 110 m/s
Kec. Angin 150 m/s
Kec. Angin 190 m/s
Kec. Angin 230 m/s
Waktu (s)
Mencari persamaan kecepatan angin sebagai fungsi dari tegangan hot wire.
x 0 70 110 150 190 230
y 2,112 2,0753 2,0316 2,0241 2,0183 2,0156
Keterangan: X : kec. Angin (m/s)
Y: tegangan (V)
Metode Least Square:
x = 7Su xy = 1SSu,711
y = 12,2769 x
2
= 128Suu
x = 125 y =2,04615
y = o + bx o = y bx b =
Sx
Sxx
1.96
1.98
2
2.02
2.04
2.06
2.08
2.1
2.12
0 70 110 150 190 230
T
e
g
a
n
g
a
n

R
a
t
a
-
r
a
t
a

(
V
)
Kecepatan Angin (m/s)
Grafik Tegangan dan Kecepatan Angin
Tegangan
b =
xy
xy
n
x
2

(x)
2
n
b =
1SSu,711 1SS4,612S
128Suu 9S7Su
b =
16,u98S
S47Su
b = 4,6S 1u
-4
o = y bx
o = 2,u461S 4,6S 1u
-4
(12S)
o = 1,99
Jadi, dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa persamaan kecepatan
angin sebagai fungsi hot wire adalah y = 1,99 + (4,6S 1u
-4
)x .
VI. Analisis Praktikum
1. Analisis Percobaan
Percobaan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kecepatan
aliran udara dengan menggunakan media atau alat bernama hot wire sebagai
sensor atau pendekteksi. Menurut teori yang ada, aliran udara dan tegangan
berbanding terbalik, sehingga semakin aliran udara yang terjadi, makan
tegangan akan semakin kecil. Hal ini dikarenakan oleh aliran udara memiliki
efek mendinginkan (dalam percobaan ini angin).
Ketika kecepatan angin masi 0 m/s, tergangan pada hot wire belum
mendapatkan pengaruh atau efek apapun. Namun, dengan adanya variasi
kecepaan angin sebagaimana dilakukan dalam percobaan KR01 ini, maka
tegangan berangsur-angsur terpengaruh. Berawal dari kecepatan angin 70
m/s sampai 230 m/s, tegangan pada hot wire semakin kecil karena adanya
pengaruh angin terhapad hot wire itu sendiri secara fisik.
2. Analisis grafik
Pada grafik pertama, yaitu grafik tegangan dengan waktu, ketika
kecepatan angin masih 0 m/s, maka tegangan yang terjadi pada hot wire
selama 10 detik adalah konstan, yaitu 2,112 V. Sedangkan pada kecepatan 70
m/s garis pada grafik berada di bawah garik kecepatan 0 m/s. Dan begitu juga
dengan kecepatan 110, 150, 190, dan 230 m/s. Hal ini membuktikan teori
sebelumnya, bahwa semakin cepat aliran udara (dalam percobaan ini angin)
maka tegangan pada hot wire akan semakin mengecil.
Pada grafik kedua, yaitu grafik tegangan dan kecepatan, tegangan
yang diambil adalah tegangan rata-rata. Terlihat bahwa kurva yang terjadi
mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan adanya efek pendinginan yang
diberikan angin terhadap hot wire. Dan membuktikan bahwa kecepatan
aliran udara berbanding terbalik dengan tegangan.
3. Analisis hasil
Data yang diperoleh dari hasil percobaan hot wire menunjukkan
bahwakecepatan aliran udara berbanding terbalik dengan tegangan. Selama
sepuluh detik durasi percobaan, terlihat bahwa adanya fluktuansi pada hasil
percobaan. Namun hal ini tidak berlaku pada kecepatan angin 0 m/s.
Ketidakberlakuan ini disebabkan karena memang tidak ada udara yang
mengalir yang mempengaruhi atau memberi efek pada hot wire.
Dari grafik yang telah dibuat berdasarkan data pengamatan,
persamaan fungsi kecepatan angin pun dapat dibuat. Pembuatan persamaan
fungsi tersebut menggunakan metode Least Square, yaitu suatu metode di
mana suatu garis tidak lurus pada grafik dapat dicari persamaangarisnya dan
juga gradiennya.
VII. Kesimpulan
1. Hot wire dapat digunakan sebagai media pendeteksi untuk mengukur
kecepatan aliran udara, namun hasil yang didapat tidak akurat 100%.
2. Persamaan kecepatan angin sebagai fungsi hot wire adalah y = 1,99 +
(4,6S 1u
-4
)x .
3. Terbukti bahwa kecepatan aliran udara berbanding terbalik dengan
tegangannya.
VIII. Referensi :
1. Giancoli, D.C.; Physics for Scientists &Engeeners, Third Edition, Prentice Hall,
NJ, 2000.
2. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended
Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005
LAMPIRAN
TABEL DATA PENGAMATAN