Anda di halaman 1dari 23

DAUN SIRIH SEBAGAI OBAT HERBAL

KARYA TULIS Disusun sebagai salah satu syarat kenaikan kelas XII

Oleh, Nama NIS Kelas : Ayuk Ningrom : 9266 : XI.IPA.2

SMA ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA 2012


Yayasan Pusat Pendidikan Islam Sudirman Ambarawa
Jalan Jendral Sudirman No. 2A Telp. (0298) 592479 Fax. (0298) 596373 E-mail smaissuda@yahoo.co.id Ambarawa 50612 Kab. Semarang Jawa Tengah

DAUN SIRIH SEBAGAI OBAT HERBAL

KARYA TULIS Disusun sebagai salah satu syarat kenaikan kelas XII

Oleh, Nama NIS Kelas : Ayuk Ningrom : 9266 : XI.IPA.2

SMA ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA 2012


Yayasan Pusat Pendidikan Islam Sudirman Ambarawa
Jalan Jendral Sudirman No. 2A Telp. (0298) 592479 Fax. (0298) 596373 E-mail smaissuda@yahoo.co.id Ambarawa 50612 Kab. Semarang Jawa Tengah

PENGESAHAN

Karya tulis ini telah disahkan dihadapan pembimbing karya tulis SMA Islam Sudirman Ambarawa sebagai salah satu syarat kenaikan kelas XII

Pada hari Tanggal

: ..... : .....

Pembimbing I

Pembimbing II

Hanifika Frindianita, S.Pd.

Rini Haryanti, S.Pd.

Mengetahui, Kepala SMA Islam Sudirman Ambarawa

RIYANTO, BA.

ii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO Orang baik akan mati, tetapi kebaikan tidak akan pernah mati. Seorang anak akan ingat kelakuan orang tuanya daripada mengingat ajarannya. Tidak ada kegagalan yang lebih besar daripada tidak mau mencoba. Tanpa keberanian orang tidak akan menemukan kebenaran. Warnailah hidupmu dengan kejujuran. Be the best and not feel the best. Belajarlah selagi kau bisa.

PERSEMBAHAN Karya tulis ini penulis persembahkan kepada : 1. Bapak Rianto, BA. selaku Kepala Sekolah SMA Islam Sudirman Ambarawa 2. Ibu Hanifika Frindianita, S.Pd. selaku wali kelas. 3. Ibu Rini Haryanti,S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia. 4. Bapak dan ibu dewan guru SMA Islam Sudirman Ambarawa. 5. Bapak dan ibu tercinta yang telah membantu secara moriil dan materiil atas pembuatan karya tulis ini. 6. Petugas perpustakaan. 7. Teman-teman sekelas senasib dan seperjuangan. 8. Para pembaca yang budiman.

iii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadiran Allah SWT telah melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan karya tulis ini. Dengan penulisan karya tulis ini penulis banyak mengalami kesulitan. Berkat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga kesulitan-kesulitan dapat tteratasi. Oleh karena itu, tidak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Riyanto, BA. selaku Kepala Sekolah SMA Islam Sudirman Ambarawa. 2. Ibu Hanifika Frindianita, S.Pd. selaku wali kelas. 3. Ibu Rini Haryanti, S.Pd. selaku guru Bahasa Indonesia. 4. Bapak dan ibu tercinta yang telah membantu secara moriil dan materiil atas pembuatan karya tulis ini. 5. Teman-teman sekelas senasib dan seperjuangan. 6. Semua pihak yang telah membantu penulis, yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis dengan senang hati menerima kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca. Penulis berharap semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis dan bagi pembaca. Ambarawa, ..... Februari 2012

Penullis

iv

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ................................................................................. PENGESAHAN ................................................................................. i ii iii iv v 1 1 1 1 2 2 3 3 4 4 4 5 5

MOTTO DAN PERSEMBAHAN................................................................ KATA PENGANTAR................................................................................. DAFTAR ISI.............................................................................................. BAB I PENDAHULUAN............................................................................ A. Latar Belakang masalah.............................................................. B. Permasalahan............................................................................. C. Tujuan....................................................................................... D. Manfaat..................................................................................... E. Sistematika penulisan................................................................. BAB II LANDASAN TEORETIS................................................................ A. Daun Sirih.................................................................................. BAB III METODE PENELITIAN................................................................ 1. Metode Wawancara.................................................................... 2. Metode Studi Pustaka................................................................. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN....................................................... A. Pengertian sirih...........................................................................

B. Sebutan sirih di daerah-daerah............ 5 C. Ciri-ciri tumbuhan sirih........... 6 D. Sifat, kandungan, dan guna daun sirih............ 6 BAB V PENUTUP............ 13 A. Simpulan.......... 13 B. Saran............ 13 DAFTAR PUSTAKA............ 14 LAMPIRAN.......... 15

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang ppohon lain. Sebagai budaya dan buahnya biasa dimakan denngan cara mengunyah bersama gambir, pinang, dan kapur. Namun, mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan.

B. Permasalahan Dalam penulisan karya tulis ini ada beberapa masalah yang perlu mendapatkan jawaban agar masalah itu dapat dimengerti. Permasalahan yang akan dibahas dalam karya tulis ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimanakah pengertian sirih? 2. Bagaimanakah sebutan sirih di daerah-daerah? 3. Bagaimanakah ciri-ciri tumbuhan sirih? 4. Bagaimanakah sifat, kandungan, dan guna daun sirih?

C. Tujuan Tujuan penulisan karya tulis ini untuk mengetahui : 1. Pengertian sirih 2. Sebutan sirih di daerah-daerah 3. Ciri-ciri tumbuhan sirih 4. Sifat, kandungan, dan guna daun sirih

D. Manfaat Penulisan karya tulis ini mempunyai manfaat sebagai berikut : 1. Agar masyarakat lebih mengutamakan penggunaan obat herbal atau alami. 2. Untuk mengetahui cara mencegah bau mulut, keputihan, dan penyakit yang lainnya. 3. Untuk menambah wawasan. 4. Untuk mengetahui berbagai macam sebutan sirih diberbagai daerah.

E. Sistematika Penulisan Karya tulis ini terdiri atas lima bab, yaitu pendahuluan, landasan teoretis, metode penelitian, hasil dan pembahasan, serta penutup. Bagian awal arya tulis ini ialah bab I pendahuluan. Bab ini memberi petunjuk arah pembicaraan karya tulis yang meliputi latar belakang masalah, permasalahan, tujuan, manfaat, dan sistematika penulisan. Pada bagian bab II landasan teoretis berisi tentang pengertian daun sirih. Selanjutnya bab III metode penelitian berisi tentang sumber dalam penulisan karya tulis ini. Selanjutnya bab IV hasil dan pembahasan berisi tentang penjelasan dari permasalahan. Bagian akhir karya tulis ini ialah bab V penutup yang berisi simpulan dan saran secara keseluruhan.

BAB II LANDASAN TEORETIS

A. Daun Sirih Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya dan buahnya biasa dimakan dengan cara mengunyah bersama gambir, pinang, dan kapur. Namun, mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulutdan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat maligna. Tanaman yang bisa tumbuh subur di pekarangan dan mudah dijumpai pada penjual bunga ini tternyata memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit, diantaranya untuk menghilangkan bau mulut, kaputihan, dan sebagainya. Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 5-15 m. Batang sirih berwarna cokelat kehijauan, kasar dan berkerut, berbentuk bulat, beruas atau bernodul besar dan merupakan tempat keluarnya akar. Daun tebalnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tepi rata, tulang daun melengkung, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang aromatik bila diremas. Panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebar 2-5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantann panjangnya sekitar 1,5-3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekkitar 1,5-6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnnya buah buni berbentuk bulat, berdaging, bersambung menjadi bulat panjang, berwarna kuning kehijauan dan menjadi merah setelah masak. Tumbuhan merambat ini memounyai biji bulat. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Sirih sering ditanam di halaman atau di kebun.

BAB III METODE PENELITIAN

Penulis menggunaka dua metode dalam penulisan karya tulis ini, yaitu sebagai berikut : 1. Metode Wawancara (lampiran) 2. Metode Studi Pustaka

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Pengertian Sirih Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain. Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dimakan denagn cara mengunyah bersama gambir, pinang, dan kapur. Nammun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentuka squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat rumpun Melayu.

B. Sebutan Sirih Di Daerah-Daerah Sumatera : furu kuwe, purokuwo (Enggano), ranub (Aceh), blo, sereh (Gayo), blo (Alas), belo (Batak Karo), demban (Batak Toba), burangir (Angkola, Mandailing), ifan, taufuo (Simalur),afo, lahina, tawuo (Nias), cabai (Mentawai), ibun, serasa, seweh (Lubu), sireh, sirieh, sirih, suruh (Palembang, Minangkabau), canbai (Lampung). Jawa : seureuh (Sunda), sedah, suruh (Jawa), sere (Madura). Bali : Base, sedah. Nusa Tenggara : Nabi (Bima), kuta (Sumba), mota (Flores), orengi (Ende), taa (Sikka), malu (Solor), mokeh (Alor). Kalimantan : Uwit (Dayak), buyu (Buyungn), uduh sifat (Kenyah), sirih (Sempit), uruesipa (Seputan). Sulawesi : ganjang, yapura (Bugis), baulu (Bare), buyu, dondili (Buoi), bulo (Parigi), komba (Selayar), lalama, sangi (Talaud). Maluku : ani-ani (Hok), papek, raunge, rambika (Alfuru), nein (Bonfia), kakina (Waru), kamu (Piru, Sapalewa), amu (Rumakai, Elpaputi, Ambon Ulias), garmo (Buru), bido (Bacan). Irian : reman (Wendebi), manaw (makimi), namuera (Saberi), etouwan (Armahi), nai wadon (Sarmi), mera (Sewan), mirtan (Berik), afo (Sentani), wangi (Sawa), freedor (Awija), dedami (Marind). 5

C. Ciri-Ciri Tumbuhan Sirih Tanaman merambat ini bisa mencapai tinggi 5-15 m. Batang sirih berwarna coklat kehijauan, kasar, dan berkerut-kerut, berbentuk bulat, beruas atau bernodul besar dan merupakan tempat keluarnya akar. Daun tebalnya yang tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, tepi rata, tulang daun melengkung, tumbuh berselang-seling, bertangkai, dan mengeluarkan bau yang aromatik bila diremas. Panjangnya sekitar 5-8 cm dan lebar 2-5 cm. Bunganya majemuk berbentuk bulir dan terdapat daun pelindung 1 mm berbentuk bulat panjang. Pada bulir jantan panjangnya sekitar 1,5-3 cm dan terdapat dua benang sari yang pendek sedang pada bulir betina panjangnya sekitar 1,5-6 cm dimana terdapat kepala putik tiga sampai lima buah berwarna putih dan hijau kekuningan. Buahnya bauh buni berbentuk bulat, berdaging, bersambungan menjadi bulat panjang, berwarna kuning kehijauan dan menjadi merah setelah masak. Tumbuhan merambat ini mempunyai biji bulat. Akarnya tunggang, bulat dan berwarna coklat kekuningan. Sirih sering ditanam di halaman atau di kebun. Di Jawa, tanaman ini tumbuh pada ketinggian 60-300 m di permukaan laut. Ada beberapa macam sirih, seperti daun berwarna hijau tua dengan rasa pedas merangsang, daun berwarna kuning, daun berwarna kuning denngan tulang daun berwarna merah yang disebut sirih kaki merpati, dan sirih hitam yang ditanam khusus untuk obat.Daun sirih pada masyarakat tradisional dikunyah bersama pinang, kapur sirih, dan tembakau ( kadang disertai dengan perasan jeruk nipis) yang menimbulkan sensasi riang dan perasaan tubuh lebih sehat. Mengunnyah daun sirih menghasilkan warna merah pada air liur. D. Sifat, Kandungan, dan Guna 1. Sifat Daun Sirih Rasa pedas, beersifat hanngat, astringen, aromatik, dan stimulan. Berhasiat anti radang, anti septik, anti bakteri, penghenti pendarahan (hemostatis), pereda batuk, peluruh kentut, merangsang keluarnya air liur, mencegah infeksi cacing, menghilangkan gatal, dan penenang (ssedatif sentral). Daun sirih juga bersifat menahan

pendarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan pendarahan. 2. Kandungan Daun sirih asiri mengandung 0,8-1,8% minyak terbang (betlephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula, dan zat samak dan kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida, anti jamur. Sirih berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Daun sirih juga bersifat menahan pendarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan gangguan saluran pencernaan. Selain itu juga bersifat mengerutkan, mengeluarkan dahak,

meluruhkan ludah, hemostatis, dan menghentikan pendarahan. Biasanya untuk obat hidung berdarah, dipakai 2 lembar daun segar Piper betle, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung. Selain itu, kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap. 3. Kegunaan Kegunaan atau khasiat daun sirih yaitu, sebagai berikut : a. Batuk b. Sariawan c. Bronchitis d. Jerawat e. Keputihan f. Sakit gigi karena berlubang (daunnya) g. Demam brdarah h. Bau mulut i. Haid tidak teratur j. Asma k. Radang tenggorokan (daun dan minyaknya)

l. Busi bengkak (grtahnya) m. Membersihkan mata n. Bau ketiak Untuk pemakaian luar, yaitu sebagai berikut : a. Eksim b. Luka bakar c. Koreng (pyodermi) d. Kurap kaki e. Bisul f. Mimisan g. Sakit mata h. Pendarahan gusi i. Mengurangi produksi ASI yanng berlebih j. Menghilangkan gatal Dalam pengobatan Ayurvedic, daun sirih berkhasiat afrodisiak dan tonik pada saraf. Di Cina, daun, akar, dan buahnya berkhasiat tonik riang dan menenangkan lambung. Daun sirih sering dikunyah oleh nenek-nenek kita buat nginang (bhs. Jawa). Konon untuk menguatkan gigi. Tanaman yang bisa tumbuh subur di pkarangan dan mudah dijumpai pada penjual bunga ini memiliki banyak khasiat untuk mencegah gangguan kesehatan dan mengobati penyakit, diantaranya untuk mnghilangkan bau mulut, keputihan dan sebagainya. Sayang sekali belum dibudidayakan secara optimal di pekarangan dan dimanfaatkan untuk obat. Untuk itu, ada baiknya anda mengetahui multi khasiat Daun Sirih. Sirih yang nama latinnya Piper betle L mempunyai kandungan kimia minyak atsiri (kadinen, kavikol, sineol, eugnol, karvakol), zat samak. Bagian yang digunakan daun, getah, dan minyaknya. Manfaatnya untuk obat bisul, hidung berdarah, radang selaput lendir mata, trachoma, mulut berbau, keputihan, gigi goyah, gusi bengkak, radang tenggorokan, encok, jantung berdebar-debar, kepala pusing, terlalu banyak

keluar air susu, batuk kering, demam nifas, sariawan.(Ir.Arif Aliadi et.al, 1996). Pemanfaatan sirih bisa tunggal atau dikombinasikan dengan tanaman obat lainnya. Berikut ini beberapa ramuan dari sirih. a. Hilangkan bau mulut dan cegah kerusakan gigi Satu lembar daun sirih setelah dicuci bersih dikunyah-kunyah, ditahan beberapa menit dalam mulut, lalu diludahkan. Kerjakan hal itu 2-3 kali sehari. Cara lainnya : rebus 5-6 lembar daun sirih dengan 2 gelas air sampai mendidih. Dinginkan dan saring dan setlah itu untuk kumur-kumur setiap pagi dan sore. b. Pembengkakan gusi/mulut Ambil daun sirih 5-6 lembar rebus dengan 3 gelas air sampai mendidih. Angkat dan saring, tambahkan garam. Selanjutnya untuk kumur-kumur 3 kali sehari. c. Pendarahan geraham Sehabis cabut gigi (geraham biasanya) selalu mengalami pndarahan yang banyak. Untuk menghentikan pendarahan, gunakan ramuan ini. Ambil daun sirih 10 lembar. Setelah dicuci rebus dengan air sebanyak 5 gelas sampai mendidih. Angkat dan saring. Selanjutnya kumur dengan ramuan tersebut setiap 1 jam satu kali. Ramuan tersebut juga dapat menghilangkan bau mulut yang disebabkan oleh kerusakan gigi yang sudah banyak berlubang. d. Menghilangkan bau mulut Ambil daun sirih 2-3 lembar direndam dalam air panas gelas ditambah satu sendok teh gula putih. Biarkan sampai air suam-suam kuku. Setelah itu sirihnya diambil, airnya diminum. e. Untuk menghilangkan bau pada ketiak Ambil slembar daun sirih beri kapur sdikit, lantas diremasremas, lumatannya dioleskan pada ketiak, agar baunnya hilang.

10

f. Obat batuk Daun sirih 5 lembar, cengkeh, kapulaga, kemukus, masingmasing 11 biji, kayu manis 1 jari tangan. 1) Cara membuat Setelah dicuci, semua bahan direbus dengan air sebanyak 2 gelas hingga airnya tinggal 1 gelas, kemudian angkat dan saring. 2) Aturan minum Anak umur 1 s/d 3 tahun 3 kali sehari 1 sendok makan. Anak umur 4 s/d 5 tahun 3 kali sehari 3 sndok makan. Anak umur 6 s/d 11 tahun 3 kali sehari 5 sendok makan. Dewasa 3 kali sehari.

g. Keputihan Cuci daun sirih 10 lembar, daun sanbiloto ukuran sedang 15 lembar, dan daun ketepeng China 7 lembar. Rebus dengan 2.5 liter air sampai mendidih selama 15 menit. Setelah dingin, gunakan untuk cebok. Lakukan 3-4 kali sehari. Untuk mencegah atau mengatasi keputihan, mengurangi gatalgatal pada vagina gunakan rebusan daun sirih buat cebok. Sedangkan ramuan untuk diminum biasanya dikombinasikan dengan kumis kucing, kunyit, tapak liman atau sambiloto. Bahkan sekarang sudah ada yang menbuat dalam bentuk instan diberi gula berupa ramuan kunir dan sirih. h. Jerawat Tumbuk daun sirih segar 7-10 lembar sampai halus. Seduh dengan air panas, tutup dan biarkan sampai dingin. Saring dan hasilnya dipakai untuk membasuh muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.

11

i. Payyudara bengkak dan nyeri akibat bendungan air susu (ASI) Cuci daun sirih segar beberapa lembar, lalu olesi minyak kelapa. Hangatkan di atas api sampai maenjadi layu. Tempelkan di seputar payudara yang bengkak saat masih hangat. Lakukan 3-4 kali sehari. Cara ini bisa mengurangi kaluarnya air susu (ASI) yang terlalu banyak. j. Luka bakar Cuci daun sirih segar secukupnya, lalu giling halus. Peras dan saring kemudian bubuhkan keempat yang luka bakar. k. Mimisan Cuci daun sirih segar, lallu remas sampai remuk. Gulung daun untuk menyumbat hidung yang berdarah. Penderita sebaiknya dalam posisi berbaring. l. Bisul Cuci daun sirih segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Turapkan pada bisul dan sekelilingnya, lalu balut. Ganti 2 kali sehari. m. Mata gatal dan merah Cuci daun sirih muda yang segar 5-6 lembar. Rebus dengan air satu gelas air sampai mendidih. Setelah dingin, mata dicuci dengan air rebusan tadi dengan memakai gelas cuci mata. Lakukan 3-4 kali sehari sampai sembuh. n. Koreng dan gatal Rebus daun sirih yang cukup tua 120 lembar dengan 5 gelas air sampai mendidih. Setelah dingin gunakan untuk membasuh koreng. o. Sariawan Cuci daun sirih segar 2-3 lembar, lalu bilas dengan air matang. Kunyah sampai halus dan biarkan sebentar dalam mulut. Airnta ditelan, ampasnay dibuang.

12

p. Bronkitis, suara paruh, batuk Rebus daun sirih 7 lembar, gula batu (sebesar telur puyuh) dengan 2 gelas air sampai tersisa satu gelas. setelah dingin, saring. minimal 3 kali sehari, masing-masing 1/3 gelas.

BAB V PENUTUP

A. Simpulan Daun sirih mempunyai khasiat untuk mencegah berbagai macam penyakit dan luka. kandungan kavikol dalam sirih yang menyebabkan sirih berbau khas dan memiliki khasiat anti bakteri (daya bunuh bakteri lima kali lebih kuat daripada fenol biasa) serta imunomodulator. Dan mempunyai banyak sebutan di berbagai daaerah.

B. Saran Setelah penulis menguraikan secara ringkas, penulis ingin menyampaikan sedikit saran pada pembaca diantaranya : 1. Kandungan minyak asiri daun sirih mudah menguap. Tutup panci selama merebus agar zat aktifnya tidak hilang dengan penguapan. 2. mengunyah daun sirih bersama dengan bauh pinang dalam jangka waktu panjang akan meningkatkan kejadian kanker mulut dan lidah.

13

DAFTAR PUSTAKA

dr. Dalimartha Setiawan. 2006. Atlas Tumbuhan Obat Indonesia. Jakarta : Puspa Swara, Anggota IKAPI. http://id.wikipedia.org/wiki/Sirih http://indonesiaindonesia.com/f/6147-daun-sirih-memiliki-khasiat-serba-guna/

14

LAMPIRAN

Metode Wawancara Keterangan : Narasumber Penanya : ibu Atik : penulis

Penulis Ibu Atik Penulis Ibu Atik Penulis Ibu Atik Penulis Ibu Atik

: Bu, bolehkah saya bertanya tentang sirih kepada ibu? : Oh ya, mau tanya apa? : Sudah berapa lama ibu memakan sirih? : Kurang lebih 15 tahun. : Dari usia berapa Ibu memakan sirih? : Pertama memakan sirih sekitar usia 60 tahun. : Kenapa ibu memakan sirih? : Karena membuat gigi menjadi lebih kuat dan mulut menjadi tidak bau. : Terimakasi ya Bu atas jawabannya. : Iya, sama-sama.

Penulis Ibu Atik

15

16

Nama : Ayuk Ningrom Tgl Lahir : 20 November 1995 Alamat : -