Anda di halaman 1dari 14

PERTEMUAN V

KEWAJIBAN LANCAR (CURRENT LIABILITIES)

Pengertian Kewajiban (Hutang) adalah pengorbanan ekonomi yang harus dilakukan perusahaan di masa datang karena tindakan atau transaksi sebelumnya. Pengorbanan ekonomi dapat berbentuk penyerahan uang, aktiva lain, jasa-jasa atau dilakukannya pekerjaan tertentu. Tindakan atau transaksi itu dapat berupa diterimanya uang, barang atau jasa, diakuinya suatu biaya atau kerugian. Kewajiban mengakibatkan adanya ikatan yang memberikan hak kepada kreditur untuk mengklaim aktiva perusahaan. Kewajiban biasanya dapat ditentukan jumlahnya atau mudah ditaksir dan dinyatakan dalam satuan uang. Dari segi pembelanjaan, kewajiban merupakan salah satu sumber pembelanjaan untuk memperoleh aktiva perusahaan. Seperti telah dibahas sebelumnya, pembelanjaan dalam perusahaan pada hakekatnya dapat berasal dua sumber yakni, pemilik dankreditur. Kewajiban adalah sumber pembelanjaan yang berasal dari kreditur. Klasifikasi Kewajiban dapat diklasifikasikan menjadi 2 golongan: 1. kewajiban lancar atau kewajiban jangka pendek adalah kewajiban-kewajiban yang penyelesaiannya harus dilakukan dengan penggunaan aktiva lancar atau pembentukan kewajiban lancar lainnya. Dalam bab lalu istilah kewajiban lancar diartikan sebagai kewajiban-kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Jangka waktu satu tahun ini merupakan jangka waktu arbiter yang banyak dipilih dan digunakan dalam akuntansi. 2. kewajiban jangka panjang. Kewajiban-kewajiban yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun diklarifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Tetapi, bagian kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu 1 tahun digolongkan sebagai kewajiban lancar. Dari sudut nilai, ada dua macam kewajiban yakni: praktek karena sesuai dengan periodisasi

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

1. jumlahnya telah pasti dan 2. jumlahnya merupakan taksiran. Kewajiban dapat digolongkan menjadi: 1. yang status kewajibannya telah pasti dan 2. kepastian mendatang. Kebanyakan kewajiban berasal dari jenis pertama, yakni jumlah serta statusnya telah pasti ditemukan.contoh kewajiban jenis ini adalah hutang dagang, wesel bayar, hutang bank, hutang pajak, pajak penghasilan, hutang obligasi dan hutan g sewa jangka panjang. Kewajiban yang kemungkinan timbulnya masih tergantung pada kejadian di masa mendatang dapat juga dibagi menjadi: a. jumlahnya telah pasti b. harus ditaksir kemungkinan yang bisa terjadi untuk jenis kewajiban ini ada dua: 1. kewajiban tersebut betul-betuk menjadi kenyataan sehingga timbul kewajiban membanya 2. kejadian di masa datang tersebut mengakibatkan hapusnya huntang sehingga tidak ada lagi kewajiban untuk membayar. Kewajiban ini biasanya disebut kewajiban bersyarat (contingent liabilities). Contoh kewajiban bersyarat yang jumlahnya merupakan taksiran ada;ah apabila perusahaan dituntut di muka pengadilan untuk suatu ganti rrugi tertentu. Pada saat tuntutan belum diputuskan pengadilan, maka merupakan kewajiban bersyarat bagi perusahaan. Ia akan betul-betul menjadi kewajiban atau kewajiban itu hapus sama sekali, semuanya tergantung pada hasil keputusan pengadilan. Kewajiban macam ini dapat dicatat, dijelaskan saja dalam laporan keuangan atau diabaikan sama sekali, tergantung pada beberapa keadaan yang terdapat dalam kewajiban tersebut. Buku ini tidak akan membahas lebih mendalam mengenai kewajiban bersyarat. Contoh kewajiban bersyarat yang jumlahnya telah pasti adalah wesel tagih yang didiskontokan. timbunya kewajiban masih tergantung pada kejadian masa

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Kewajiban lancar yang biasanya terdapat dalam sebuah perusahaan: 1. hutang dagang 2. wesel bayar 3. hutang bank 4. hutang biaya 5. hutang pajak penghasilan 6. bagian kewajiban jangka pangjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun mendatang. Kewajiban jangka panjang biasanya meliputi: 1. hutang obligasi 2. hutang bank 3. hutang sewa jangka panjang Hutang dagang adalah kewajiban lancar yang timbul sebagai akibat dari kegiatan usaha normal perusahaan, seperti pembelian barang dagang dan jasa. Jenis kerwajiban ini biasanya merupakan sumber pembelanjaan yang dgunakan untuk melakukan pembelian barang dagangan. Wesel bayar, seperti halnya hutang dagang, dapat berasal dari pembelian barang dagangan. Tetapi wesel bayar dapat juga berasal dari penerimaan pinjaman.wesel bayar, sebagai kebalikan dari wesel tagih, adalah janji tertulis untuk membayar dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu tertentu. Hutang bank biasa nya timbul sebagai akibat dari pinjamgan yang diterima. Hutang bank dapat berupa kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang, tergantung pada jangka waktu pembayaran yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Hutang biaya adalah hutang-hutang yang timbul sebagai akibat dari biaya-biaya rutin untuk menjalankan kegiatan perusahaan yang belum dibayar. Hutang biaya kadang-kadang digunakan untuk biaya-biaya yang masih harus dibayar (accrued liabilities). Hutang pajak penghasilan, adalah pajak penghasilan tahun berjalan yang masih harus dibayar, setelah diperhitungkan pajak yang dibayar dimuka.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo dlam 1 tahun mendatang, telah dengan jelas menyebutkan apa yang dimaksud. Ketentuan dalam perjanjian hutang jangka panjang, pada umumnya, menyebutkan bahwa pembayaran kembali akan dilakukan dalam beberapa kali cicilan. Bagian cicilan hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun mendatang digolongkan sebagai kewajiban lancar. Hutang obligasi adalah janji tertulis untuk membayar sejumlah uang tertentu dalam jangka waktu tertentu. Berbeda dengan wesel bayar yang mempunyai definisi sama,, obligasi merupakan hutang jangka panjang dan biasanya menyangkut jumlah kreditur yang banyak. Obligasi dapat diperdagangkan dalam bursa seperti halnya saham-saham perusahaan. Hutang sewa jangka panjang (long term lease obligation). Akhir-akhir ini banyak perusahaan memilih untuk menyewa aktiva tetap dari pada membelinya. Sering terjadi masa sewa berlangsung dalam jangka waktu lama. Bahkan tidak jarang selama jangka waktu kegunaan aktiva. Dalam keadaan tertentu, sewa jangka panjang ini akan menimbulkan hutang sewa jangka panjang. Penilaian Secara teoritis nilai uang (atau aktiva lain) yang dikeluarkandi masa datang akan lebih kecil kalau dinyatakan pada waktu sekarang (pada tanggal neraca). Ada beberapa sebab mengapa nilai uang yang akan datang lebih kecil daripada nilai saat sekarang.: 1. jumlah yang diterima di masa datang mengandung risiko kemungkinan tidak diterima. 2. apabila uang diterima sekarang, maka, terdapat kemungkinan untuk memutarkannya sehingga akan mendatangkan hasil. Proses menentukan berapa nilai yang harus dicantumkan sekarang untuk jumlah yang masih akan diterima di masa datang disebut pendiskontoan(discounting). Proses tersebut sangat penting artinya pada waktu membahas kewajiban jangka panjang. Kewajiban ini dinilai dengan cara itu. Sebaliknya, penilaian dengan cara diskonto kurang jamak dilakukan untuk kewajiban lancar. Biasanya, kewajiban lancar dinilai dan disajikan di neraca sebesar jumlah yang akan dibayarkan, tanpa harus didiskontokan. Alasannya, kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu pendek, sehingga jumlah diskonto, apabila dihitung, toh tidak berarti. Manfaatnya tidak seimbang dengan biayanya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Hutang Dagang Hutang dagang merupakan kebalikan dari piutang datang. Seperti halnya piutang dagang dan kebalikan wesel bayar, untuk hutang ini perusahaan tidak membuat janji tertulis, sehingga kedudukannya berada di bawah wesel bayar. Hal yang perlu diperhatikan pada waktu menyusun laporan keuangan adalah memastikan bahwa semua hutang dagang yang berasal dari pembelian barang dagangan dan jas telah dicatat. Untuk ini perlu diperhatikan syarat jual beli yang disetujui. Untuk menggambarkan hal tersebut anggaplah bahwa pada tanggal 30 Desember 199A perusahaan A membeli barang dagangan seharga Rp. 15.000 dengan syarat franco gudang. Barang sudah diterima pada tanggal 31 Desember 199A dan sudah dimasukkan ke dalam persediaan. Pembelian ini harus sudah dicatat sebagai hutang pada tanggal 31 Desember 199A, walaupun faktur penagih dari supplier belum datang (dan oleh karena itu belum sempat dicatat dalam buku pembelian). Seperti telah dijelaskan dalam bab lalu, dalam keadaan demikian, jurnal penyesuaian seperti dilihat dibawah ini perlu dibuat pada tanggal 31 Desember 199A. (D) Pembelian (K) Hutang dagang 15.000 15.000

Ayat jurnal seperti diatas juga perlu dibuat apabila syarat jual belinya loko gudang dan barangnya sudah dikirim. Walaupun barang serta faktur penagihan dari supplier belum diterima pembelian tersebut sudah merupakan hutang. Dalam hal ini nilai persediaan pada tanggal 31 Desember 199A harus ditambah dengan jumlah yang masih dalam pengiriman. seperti telah disebutkan, hutang dagang dinilai dan dilaporkan di neraca sejumlah uang yang harus dikeluarkan untuk melunasi kewajiban tersebut. Jumlah ini sama dengan aktiva (dalam hal ini persediaan barang) yang diterima. Perhatikan bahwa cara penilaian hutang dagang berbeda dengan piutang dagang. Piutang dagang dinilai dan dilaporkan sejumlah yang diharapkan dapat diterima. Yaitu, sebesar jumlah bruto dikurangi penyisihan untuk piutang tidak tertagih. Untuk hutang dagang pembentukan penyisihan untuk hutang-hutang yang tidak akan dibayar tidak diperkenankan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Wesel Bayar Wesel bayar merupakan kebalikan wesel tagih. Klarifikasi wesel. Seperti telah dijelaskan dalam bab yang lalu,berlaku juga untuk wesel bayar. Sebagai ikhtisar dapat dikatakan bahwa wesel bayar dapat diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar atau kewajiban jangka panjang tergantung pada jangka waktu jatuh temponya. Disamping itu, wesel dapat pula digolongkan ke dalam wesel berbunga atau wesel tak berbunga. Cara menentukan tanggal jatuh tempo serta bunganya tidak berbeda denganwesel tagih yang telah dibahas sebelumnya. Wesel Bayar Jangka Pendek dan Bagian Lancar Utang Jangka Panjang. Kelompok kewajiban lancar pada neraca memuat pos-pos yang digunakan dalam membiayai operasi perusahaan, misalnya wesel bayar dan bagian utang jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam periode berikutnya. Wesel Bayar Jangka Pendek. Wesel bayar biasanya diterbitkan pada saat pembelian barang dagang atau aktiva lain. Wesel bayar juga bisa diterbitkan kepada kreditor untuk mengganti utang usaha yang telah dibuat sebelumnya. Sebagai contoh ; misalnya suatu perusahaan menerbitkan wesel bayar berjangka waktu 90 hari bunga 12%, senilai $1.000, tertanggal 1 agustus 2006, kepada Murray Co. Untuk membayar utang usaha senilai $1.000 yang jatuh tempo. Ayat untuk mencatat penerbitan wesel bayar ini adalah sbb : 1 Agustus Utang Usaha Murray Co. Wesel Bayar 1.000 1.000

Menerbitkan wesel bayar 90 hari , 12%. Pada wesel bayar jatuh tempo, ayat jurnal untuk mencatat pembayaran pokok $1.000 ditambah bunga $30 ($1000x12%x90/360) adalah sebagai berikut : 30 Okt Wesel Bayar Beban Bunga Kas Melunasi pokok dan bunga. Beban bunga dilaporkan pada bagian Beban lain-lain dalam laporan Laba rugi untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2006, Akun beban bunga ditutup pada tanggal 31 Desember. 1.000 30 1.030

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Ayat jurnal diatas untuk wesel bayar, serupa dengan yang telah dibahas dalam bab sebelumnya untuk wesel tagih (note payable). Ayat jurnal wesel bayar disajikan dari sisi peminjam, sementara wesel tagih disajikan dari sisi kreditor atau pemberi pinjaman. Misalnya , ayat jurnal berikut mencatat dari sisi peminjam (Bowden Co.), yang menerbitkan wesel bayar kepada kreditor (Coker C.).
1 Mei Bowden Co. Membeli barang secara kredit dari pokok dagang Co. bayar , 60 12% hari Wesel bayar Beban Bunga Kas 10.000 200 10.200 Kas Wesel Tagih 10.200 200 10.000 Utang Usaha Wesel Bayar 10.000 10.000 Coker Co. Sebesar $10.000 , 2/10,n/30. penjualan Harga barang Harga Pokok penjualan 7.500 Persediaan Barang Dagang 7.500 Wesel tagih 10.000 10.000 Bowden Co. (Peminjam) Persediaan Barang Dagang 10.000 Utang Usaha 10.000 Coker Co.(Kreditor) Piutang Usaha 10.000 Penjualan 10.000

tersebut adalah $7.500 31 Mei Bowden Menerbitkan bernilai berjangka wesel waktu $10.000

Piutang Usaha

kepada Coker Co. 30 Juli Bowden Co. Melunasi wesel bayar yang jatuh tempo beserta bunganya kepada Coker Co. Bunganya adalah $200 ($10.000x12%x60/360)

Pendapatan Bunga

Wesel bayar juga bisa diterbitkan pada saat perusahaan meminjam uang dari bank. Contoh : 19 Sept sebuah perusahaan meminjam sebesar $ 4.000 dari First National Bank dengan memberikan wesel bayar berbunga 15%, berjangka waktu 90 hari kepada bank tersebut. Ayat jurnal untuk mencatat penerimaan kas dan penerbitan wesel tersebut : 19 Sept Kas Wesel Bayar 4.000 4.000

Menerbitkan wesel bayar berbunga 15% jangka waktu 90 hari Pada saat wesel tersebut jatuh tempo (18 desember), peminjam harus melunasi pokok pinjaman sebesar $4.000, ditambah bunga $150 ($4000 x 15% x 90/360). Ayat jurnal untuk mencatat pembayaran wesel bayar tersebut. 18 Des Wesel Bayar Bunga Kas 4.000 150 4.150

Membayar pokok pinjaman + bunga yang jatuh tempo.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Kadang-kadang

peminjam

lebih

suka

menerbitkan

wesel

bayar

yang

didiskontokan(discounted note) dari pada wesel berbunga kepada kreditor. Walaupun wesel bayar semacam itu tidak secara eksplisit menyebutkan adanya bunga, sebenarnya kreditor telah menentukan tingkat bunga dan mengurangkannya dari jumlah nilai nominal wesel bayar. Bunga ini dinamakan diskonto(discount). Tingkat bunga yang digunakan untuk menghitung disconto dinamakan tingkat diskonto(discount rate). Sedangkan sisa yang didapatkan oleh peminjam disebut hasil diskonto(proceeds). Contoh : 10 Agustus Cary Company menerbitkan wesel bayar dengan nilai nominal $20.000, berjangka waktu 90 hari kepada Rock Company sebagai pembayaran pembelian persediaan. Rock mendiskontokan wesel tersebut dengan tingkat diskonto 15%, cary Company mencatat jumlah diskonto sebesar $750 dengan mendebit Persediaan Barang Dagang. Wesel Bayar dicatat dengan mengkreditkan sebesar nilai nominal dari wesel yang juga merupakan nilai jatuh tempo (maturity value). Ayat jurnal untuk transaksi tersebut adalah : 10 Agt Persediaan Barang dagang Beban Bunga Wesel Bayar Menerbitkan wesel bayar berjangka 90 hari kepada Rock Co. Dengan tingkat diskonto 15% Pada saat pembayaran wesel bayar ayat jurnalnya : 8 Nov Wesel Bayar Kas Membayar wesel yang jatuh tempo. 20.000 20.000 19.250 750 20.000

Bagian Dari Utang Jangka Panjang.


Kewajiban jangka panjang biasanya dilunasi secara periodik yang disebut angsuran atau cicilan (installments), seperti yang kita tahu pinjaman pemilikan mobil. Angsuran kewajiban jangka panjang yang akan jatuh tempo dalam jangka waktu satu tahun harus diklasifikasikan sebagai kewajiban lancar. Sedangkan jumlah sisa angsuran yang akan jatuh tempo lebih dari satu tahun diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang. Sebagai contoh , Starbucks Corp. Melaporkan jadwal pembayaran utang yang berbentuk wesel bayar pada laporan keuangan per 30 September 2002 kepada pemegang saham sebagai berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Akhir tahun fiskal 2003 2004 2005 2006 2007 Periode setelahnya $ 710.000 722.000 735.000 748.000 762.000 2.109.000

Total pembayaran pokok $5.786.000 Utang sebesar $710.000 yang jatuh tempo pada tahun 2003 dilaporkan sebagai kewajiban lancar pada neraca 30 september 2002. Sisa utang sebesar $5.076.000($5.786.000-$710.000) dilaporkan sebagai utang jangka panjang . Penarikan Seperti telah dibahas sebelumnya, suatu wesel dapat ditarik untuk mengganti hutang dagang yang telah jatuh tempo, oleh karena dalam syarat jual beli memang harus diterbitkan wesel, atu karena pinjamanyang diberikan. Sebagai contoh anggaplah bahwa tanggal 7 Nopember 199A PT XYZ menarik wesel tak berbunga, berjangka waktu 60 hari sejumlah Rp. 5.000 . Wesel tak berbunga ini ditarik karena pembelian barang dagangan kepada PT ABC. Ayat jurnal yang dibuat untuk transaksi ini adalah sbb: (D) Pembelian (K) Wesel bayar 5.000 5.000

Pada tanggal yang sama, sebuah wesel berbunga 24%, berjangka waktu 90 hari sejumlah Rp. 10.000,- ditarik untuk PT PQR guna mengganti hutangnya yang telah jatuh tempo. Ayat jurnal yang dibuat adalah sbb: (D) Hutang dagang (K) Wesel bayar 10.000 10.000

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

Pembayaran Pada tanggal 6 Januari 199B wesel tak berbunga yang ditarik kepada PT ABC akan jatuh tempo. Apabila pada tanggal ini wesel tersebut dibayar maka ayat jurnal yang dibuat adalah sbb: (D) Wesel bayar (K) Bank 5.000 5.000

Pada tanggal 5 Pebruari 199B, ganti wesel berbunga yang ditarik untuk PT PQR jatuh tempo. Pembayaran wesel ini serta bunganya sebesar Rp. 600 akan dicatat sbb: (D) Wesel bayar (D) (K) Biaya bunga Bank 10.000 600 10.600

Jurnal Penyesuaian Pada tanggal 31 Desember 199A, saat perusahaan yang menarik wesel menutup bukunya, akan dibuat jurnal penyesuaian untukbunga yang terhutang dari tanggal 7 Nopember 199A, saat ditariknya wesel, sampai dengan 31 Desember 199A. Apabila pada saat jatuh tempo, perusahaan yang menarik wesel tidak dapat membayar, maka wesel yang bersangkutan harus dipindahkan ke perkiraan hutang dagang. Pengecualian dilakukan bila ia memperbaharui wesel tersebut. Kadang-kadang penerima wesel membebankan biaya administrasi atas tidak terbayarnya wesel. Biaya administrasi yang dibebankan ini akan dicatat sebgai biaya . anggaplah bahwa wesel berbunga yang ditarik untuk PT PQR tidak dapat dibayar dan atas penolakan wesel ini dibebani biaya administrasi sebesar Rp.25. ayat jurnal yang perlu dibuat adalah sbb: (D) Wesel bayar (D) Biaya bunga (D) Biaya lain-lain (K) Hutang dagang 10.000 600 25 10.625

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

10

Hutang Lain-lain Pos-pos yang termasuk dalam kelompok ini di antaranya adalah: 1. Hutang biaya 2. Pendapatan ditangguhkan (deferred revenue) atau sering disebut pendapatan diterima dimuka (unearned revenue). 3. hutang pajak 4. Uang jaminan yang diterima dari langganan 5. Hutang kepada pemegang saham atau perusahaan afiliasi Hutang Biaya Pos ini kadang-kadang disebut biaya masih harus dibayar (accrued liabilities). Seperti halnya biaya dibyar dimuka, pos ini timbul karena perbedaan waktu antara saat biaya sudah harus menjadi beban dengan saat dibayarnya biaya. Perbedaaan tersebut juga tidakakan menimbulkan masalah, apabila perusahaan tidak membagi dan melaporan kegiatannya dalam periode-periode akuntasi tertentu. Oleh karena itu, pada saat akan dibuat laporan keuangan, terdapat kemungkinan bahwa ada biaya yang sudah menjadi beban tapi, oleh karena beberapa alasan, baru akan dicatat pada saat dibayar. Walaupun belum dibayar, tapi apabila manfaat barang dan jasa sudah diterima dan digunakan untuk menghasilkan pendapatan, maka biayanya sudah harus dibebankan dalamperiode diterima dan digunakannya barang dan jasa tersebut. Hal ini sesuai konsep yang mengatakan bahwa semua biaya yang terjadi sehubungan dengan usaha untuk memperoleh pendapatan dalam suatu periode harus dibebankan periode yang sama dari diperolehnya pendapatan itu. Pada saat dibuat laporan keuangan, pada umumnya hutang biaya ini belum dicatat. Hal itu, biasanya, disebabkab karena sistem akuntasi yang diterapkan dalam perusahaan memang belum memungkinkan adanya pencatatan. Pembayaran gaji/upah dan bunga yang telah banyak dibahas dalam bab-bab lalu, merupakan salah satu contoh. Oleh karena belum dicatat, maka sebelum laporan keuangan disusun,perlu dibuatkan jurnal penyesuaian untuk hutang biaya. Seperti hutang biaya pada akhir tahun

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

11

dibuat dengan mendebit perkiraan dan menkredit hutang biaya. Pada awal periode berikutnya, atas jurnal penyesuaian hutang biaya dibuat jurnal balik. utang biaya biasanya bukan merupak bagian yag cukup besar dibandingkan dengan total kewajiban perusahaan. Apabila demikian, maka beberapa pos hutang biaya dapat disajikan secara gabungan. Tetapi, apabila salah satu pos dari hutang biaya ini jumlahnya cukup besar, maka pos itu perlu disajikan secara terpisah. Hutang biaya pada umumnya akan digolongkan ke dalam kewajiban lancar. Dalam literatur Indonesia hutang biaya kadang-kadang disebut pos antisipasi pasif. Pendapatan Diterima Di Muka Pendapatan yang diterima selama periode tertentu mungkin tidak seluruhnya merupakan hasil periode itu. Hal ini karena kriteria untuk dapat diakui sebagai pendapatan belum terpenuhi (tentang kriteria pengakuan pendapatan akan dibahas dalam bab tersendiri). Misalnya, oleh karena barang atau jasanya belum diserahkan. Selama belum dapat diklasifikasikan sebagai pendapatan, uang yang diterima tersebut disajikan sebagai pendapatan diterima di muka (unearned revenue). Kadang-kadang pendapatan diterima di muka disebut pendapatan masih harus dihasilkan. Pendapatan diterima di muka dimasukkan sebagai bagian dari kewajiban lancar. Tetapi, tidak seperti halnya dengan hutang yang lain, pendapatan diterima di muka akan dilunasi dengan penyerahan barang atau jasa. Kesimpulannya, pos pendapatan diterima di muka timbul karena: 1. perbedaan waktu antar saat diterimanya uang dengan saat diakuinya pendapatan (dalam hal ini uang diterima terlebih dahulu) 2. keharusan adanya pelaporan secara berkala contoh dari pendapatan diterima di muka dapat digambarkan dengan pemilik sebuah pusat perbelanjaan yang menyewakan ruangannya kepada orang atau perusahaan lain. Anggaplah bahwa pada tanggal 1 juli 199A PT Adil Makmur yang mempunyai Karet Shopping Plaza menyewakan ruangannya seluas 50 m2 kepada Toko Laris untuk jangka waktu 2 th. Uang sewa sebesar Rp. 15/m2 perbulan harus dilunasi pada saat perjanjian sewa ditandatangani. Jumlah sewa untuk 2 tahun adalah 50 x 2 x Rp.15 x 2 = Rp. 18.000. Ayat jurnal yang perlu dibuat PT Adil Makmur pada waktu kontrak sewa menyewa ditandatangani adalah sbb:

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

12

(D) Bank (K) Pendapatan diterima di muka

18.000 18.000

Pada akhir tahun(anggap 31 Desember 199A) pedapatan sewa yang sudah dihasilkan berjumlah Rp. 4.500 (sewa dari tanggal 1 Juli s/d 31 Desember 199A). Dalam halini terlihat bahwa pendapatan sewa diakui bersamaan dengan berlakunya masa sewa atau dapat pula dikatakan pada saat manffaat sewa telah digunakan. Ayat jurnala penyesuaiannya; (D) Pendapatan diterima di muka (K) Pendapatan sewa ruangan 4.500 4.500

Sebaliknya, apabila pada waktu penandatangan kontrak, jumlah Rp. 18.000 tadi dicatat ke dalam perkiraan pendapatan (Pendapatan Sewa Ruangan), maka ayat jurnal penyesuaiaannya: (D) Pendapatan sewa ruangan (K) Pendapatan diterima di muka 13.500 13.500

Hutang Pajak Bagian terpenting dari hutang pajak adalah hutang pajak penghasilan ini merupakan penghasilan yang dikenakan terhadap laba perusahaan dalam suatu tahun setelah dikurangi dengan angsuran pajak, pembayaran di muka pajak lainnya seta kredit pajak yang diperkenankan. Pembahasan lebih lanjut mengenai hutang-hutang pajak akan dibahas dalam bab tersendiri. Uang Jaminan Uang jaminan adalah uang yang diterima perusahaan sebagai jaminan aktiva atau kegiatan yang dipercayakan kepada langganan. Misalnya, seorang yang membeli minuman dalam botol harus menyerahkan uang untuk jaminan botol. Uang jaminan akan dikembalikan apabila botol dikembalikan. Bagi perusahaan yang menjual minuman dalam botol tersebut, uang yang diterima sebagai jaminan akan dicatat sebagai debit Bank, kredit uang jaminan (botol). Pada saat aktiva (botol ) dikembalikan,

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

13

perkiraan uang jaminan didebit, bank dikredit. Pos uang jaminan disajikan sebagai bagian dari kewajiban lain-lain. Hutang kepada Pemegang Saham atau Perusahaan Afiliasi Hutang kepada pemegang saham pada umumnya berasal dari pinjaman yang diberikan oleh pemegang saham diluar setoran modal. Hutang kepada perusahaan afiliasi dapat berasl dari pinjaman atau dari transaksi-transksi lain, misalnya pembelian barang atau jasa.

--oo00oo

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Dra. Rumini, MM.

PENGANTAR AKUNTANSI II

14