Anda di halaman 1dari 18

BAB IV SELEKSI IDE (IDEA SELECTION) 4.

1 Ide dan Konsep Desain Setelah melakukan pengumpulan data berupa kuisioner kepada konsumen, maka diketahui bahwa masih banya konsumen yang belum mengetahui variasi rasa dari produk nata yang sudah ada. Sedangkan sebagian yang lainnya sudah tahu berbagai macam nata, tetapi nata dari kulit nanas belum berkembangan. Respon konsumen yang cukup positif dengan sebagian besar mau untuk mencoba produk yang akan dihasilkan dengan rasa yang membuat konsumen penasaran yaitu dengan inovasi yang akan diberikan dalam pemanfaatan bahan yang terbuang dari buah nanas ini. Maka dari itu dilakukan penyaringan ide-ide yang gunanya meningkatkan kualitas produk nata de pina dari kulit nanas sebagai kebutuhan konsumen. Penentuan ide dan konsep desain terdiri atas tahapantahapan sebagai berikut : 1. Splitting (Decomposising) 2. Produk sehat yang sudah diproduksi sebelumnya (Existing healthy product) 3. Konsep ide produk baru (New ideas concept product). 4.1.1 Splitting (Decomposing) Splitting (Decomposing) bertujuan untuk memecahkan masalah utama yang menjadi tema dasar desain produk ke dalam sub-sub masalah sehingga menjadi lebih sederhana dan mudah. Selain itu, splitting juga bertujuan untuk menganalisa sub-fungsi dari permasalahan utama. Splitting untuk desain produk nata de pina dari kulit nanas adalah sebagai berikut : a. Adakah bahan dasar selain air kelapa untuk produk olahan nata. b. Apa saja bahan dasar yang bisa digunakan untuk bahan dasar nata. c. Seberapa banyak variasi rasa nata yang telah ada dipasaran.

27

d. Seberapa besar prospek pemanfaatan bahan buangan buah nanas yaitu berupa kulit nanas. e. Dapatkah dibuat suatu produk olahan yang berasal dari kulit nanas, sehingga dapat meminimalkan limbah kulit nanas dari pengolahan buah nanas. f. Dapatkah kulit nanas dijadikan sebagai bahan baku pembuatan nata sebagai minuman sehat dengan banyak manfaat dan bernutrisi tinggi, memiliki cita rasa yang enak dengan harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dari pemecahan masalah utama ke dalam sub masalah di atas, langkah berikutnya adalah penyusunan dan penemuan ide yang berhubungan dengan tema dasar desain, yaitu nata de pina dari kulit nanas dengan mengacu pada ide-ide yang telah ada sebelumnya (existing ideas concept) maupun ide-ide baru yang belum ada sama sekali atau masih dalam tahap pengembangan. 4.1.2 Existing Healthy Food of Nata Menu makanan di jaman modern banyak yang diawetkan dan tidak alami sehingga kandungan seratnya kurang. Menurut penelitian Puslitbang Gizi Depkes RI, rata-rata konsumsi serat penduduk Indonesia hanya 10,5 gram serat per hari, padahal kebutuhan serat orang dewasa sekitar 30 gram per hari. Kebutuhan serat salah satunya dapat dipenuhi dengan mengkonsumsi nata dari berbagai buah. Karbohidrat yang terkandung dalam berbagai buah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan nata. Selama ini bahan baku pembuatan nata yang sering digunakan adalah air kelapa (nata de coco), nanas (nata de pina), tomat (nata de tomato), dan buah-buahan lain yang cukup banyak mengandung karbohidrat (gula). Nata merupakan jenis makanan yang banyak dikomsumsi dan digemari oleh masyarakat. Pada saat ini nata yang paling banyak beredar di pasaran adalah nata yang bahan bakunya air kelapa, atau yang dikenal dengan nata de coco. Konsep minuman sehat berupa produk nata yang yang akan dibuat disusun dengan merujuk kepada berbagai sumber, seperti artikel ilmiah, existing product,

28

paten, browsing internet, maupun literatur lainnya. Ada beberapa existing produk minuman nata dapat dilihat pada Gambar 4.1 :

NATA NATA Buah BuahKelapa Kelapa Air Airkelapa kelapa Santan SantanKelapa Kelapa Tebu Tebu Ekstrak/sari Ekstrak/saribuah buah Tetes Tetes(molasses) (molasses) Limbah Limbahcair cair Nanas Nanas Melon Melon Pisang Pisang Jeruk Jeruk Jambu JambuBiji Biji Strawberry Strawberry Tomat Tomat

Gambar 4.1 Diagram bahan baku nata yang telah diproduksi Dari berbagai existing product nata yang telah diproduksi, maka dapat dituliskan ide-ide untuk menemukan bahan baku nata baru yang lebih variatif. Karakteristik untuk pemilihan bahan baku nata adalah bahan baku yang terdapat sumber karbon, nitrogen, sulfur, fosfor, magnesium, maupun unsur yang lain yang optimum untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum. Pada fermentasi nata, bakteri Acetobacter xylinum dapat tumbuh dengan baik apabila di dalam cairan fermentasi terdapat kondisi yang optimum untuk pertumbuhannya. Pada awal fermentasi nata terjadi kenaikan jumlah sel yang cepat dan setelah hari kedua tampak adanya substansi berbentuk lapisan tipis yang terdapat di permukaan cairan. Lapisan tipis yang disebut sebagai nata setiap harinya semakin tebal, setelah proses fermentasi berlangsung selama 14 hari, penebalan tidak bertambah lagi. Pada saat ini fase pertumbuhan bakteri sudah mencapai fase stasioner, artinya bertambahnya jumlah sel bakteri dengan jumlah kematian sel seimbang. Bahkan dimungkinkan jumlah sel yang mati lebih banyak, sehingga proses fermentasi di dalam nata tidak aktif lagi. Hal ini dapat ditunjukkan dengan

29

sering terjadinya kontaminasi yang disebabkan oleh jamur pada fermentasi nata yang berlangsung selama lebih dari 14 hari (Endang S. Rahayu, 1993 : 84). Pada awal fermentasi dengan cairan fermentasi, bakteri, lingkungan serta sanitasi yang baik, jarang fermentasi terkontaminasi oleh jamur. Hal ini disebabkan bakteri Acetobacter xylinum yang dominan tumbuh serta menghasilkan asam, sehingga mampu mencegah terjadinya kontaminasi. Tetapi setelah fermentasi berlangsung lebih dari 14 hari, aktivitas bakteri sudah menurun serta didukung dengan suasana yang aerob, mempermudah terjadinya kontaminasi. Pada kondisi fermentasi yang kurang baik, misalnya sumber karbon, nitrogen, mineral dalam jumlah terlalu sedikit, serta pH yang sangat rendah atau diatas netral mengakibatkan pertumbuhan Acetobacter xylinum terhambat. Akibat yang ditunjukkan oleh terhambatnya pertumbuhan bakteri tersebut adalah nata yang dihasilkan tipis serta lunak, bahkan pada kondisi yang sangat tidak menguntungkan tidak dihasilkan nata, walaupun masih nampak adanya pertumbuhan. Pada kondisi ini fermentasi nata mudah diserang oleh mikroba kontaminan. Cairan fermentasi mudah diserang oleh khamir (ragi) maupun bakteri kontaminan, sedang nata hasil fermentasinya mudah ditumbuhi jamur. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam fermentasi nata adalah pengaturan kondisi fermentasi sehingga diperoleh kondisi yang optimum untuk pertumbuhan bakteri Acetobacter xylinum, yaitu meliputi derajat keasaman, suhu, sumber karbon, maupun nutrisi lainnya (nitrogen, sulfur, posfor dan lain-lain). Sel bakteri harus muda dan jumlahnya dalam cairan fermentasi harus cukup. Aerasi juga sangat berpengaruh karena bakteri ini bersifat aerob (Endang S. Rahayu, 1993 : 84). 4.1.3 Konsep Ide baru (New Ideas Concept) dari Nata Dari beberapa produk nata yang telah ada beserta kelebihan dan kekurangannya, maka terciptalah ide baru untuk membuat nata dari bahan baku kulit nanas yang telah memenuhi kriteria untuk bahan baku nata. Melihat prospek bahan makanan jenis nata yang makin ramai di pasaran, terlebih bila bahan baku

30

yang digunakan merupakan limbah buah-buahan yang untuk mendapatkannya tidak memerlukan biya tinggi tetapi dapat mendatangkan penghasilan dengan keuntungan yang relative tinggi. Pada umumnya limbah itu terbuang begitu saja tanpa ada pemikiran untuk diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Padahal bila dilihat limbah buah-buahan tersebut masih mengandung karbohidrat yang dapat dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan nata. Kekurangan dari produk ini adalah pemasaran produk yang masih sangat minim, hal ini dikarenakan variasi nata jenis ini masih sangan minim di pasaran sehingga membutuhkan strategi-strategi jitu dalam konsep pemasaran. Beberapa hal yang harus diperatikan dalam pembuatan nata ini adalah pada saat proses fermentasinya yang menjadi pokok perhatian yaitu kondisi optimum dalam penumbuhan bakteri, kemudian daya tahan produk setelah diproduksi dengan meminimalkan pengawet yang digunakan, serta manfaat yang diberikan oleh produk yang dihasilkan.

4.2

Seleksi Konsep Ide Seleksi konsep ide merupakan suatu proses pengevaluasian konsep-konsep

ide yang telah ada, baik ide lama maupun ide baru dengan mempertimbangkan daftar kebutuhan konsumen dan kriterian lainnya. Membandingkan keunggulan dan kelemahan relatif dari setiap ide dan memilih satu atau lebih konsep ide untuk pengembangan lebih lanjut. Tahapan seleksi konsep ide (concept selection) terdiri atas dua tahap proses, yaitu concept screening dan concept scoring. Baik concept screening maupun concept scoring menggunakan matriks basis dari enam langkah tahapan seleksi. Langkah-langkah tersebut adalah : 1. Prepare the selection matrix 2. Rate the concepts 3. Rank the concepts 4. Combine and improve the concepts 5. Select one or more concepts 6. Reflects on the result and the process

31

4.2.1

Concept Screening Concept screening adalah suatu sistem perbandingan antara konsep dengan

tujuan mempersempit konsep-konsep berdasarkan kriteria-kriteria seleksi tertentu. Concept screening menggunakan konsep referensi yang dijadikan sebagai acuan untuk konsep ide-ide lainnya berdasarkan kriteria seleksi yang ada. Pada sub bab 4.1.2 telah dijabarkan beberapa bahan baku dalam produksi nata. Pada produk nata de pina dari kulit nanas ini dilakukan dengan cara mengeliminasi bahan baku yang tidak memenuhi kriteria, dimana kriteria yang ditinjau adalah sebagai berikut : 1. Makanan sehat (Healthy food) 2. Ketahanan 3. Praktis 4. Kebersihan 5. Mudah didapat 6. Ketersediaan bahan baku banyak 7. Pemanfaatan bahan yang terbuang (limbah)

Dengan mengeliminasi beberapa bahan baku, selanjutnya dipilihlah bahan yang dianggap mempunyai prospek untuk dijadikan bahan baku nata adalah buah nanas dan kulit nanas yang telah memenuhi kriteria yang diajukan. Pemenuhan kriteria ini dapat diaktualkan seperti berikut : 1. Nata dari kulit nanas merupakan makanan sehat untuk memenuhi kebutuhan serat dalam tubuh konsumen

32

2. Produk yang dihasilkan dapat tahan dalam jangka waktu yang ditentukan sesuai dengan kriteria produk dengan mencantumkan tanggal kadaluarsa 3. Nata de pina dari kulit nanas merupakan makanan untuk pemenuhan serat yang praktis dan dikemas semenarik mungkin 4. Kebersihan dan kehigienisan produk diutamakan 5. Dengan teknik pemasaran sedemikian rupa, sehingga masyarakan akan mudah memperoleh sumber serat dengan harga yang terjangkau 6. Banyaknya bahan makanan olahan dari buah nanas, maka akan menghasilkan kulit nanas dengan jumlah yang banyak juga sehingga cukup untuk dijadikan sebagai bahan baku nata 7. Dengan memanfaatkan kulit nanas, maka hal ini merupakan langkah kecil untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah sehingga dapat dijadikan makanan penuh manfaat berupa nata. Ketujuh ide ini merupakan aplikasi dari memungkinkan atau tidaknya ide ini direalisasikan untuk menghasilkan suatu produk yang bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan bahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal yaitu kulit nanas. 4.2.2 Concept Scroning Setelah melakukan consept screening tahapan selanjutnya adalah concept scroning. Tahapan ini dilakukan untuk mengerucutkan konsep-konsep ide pasca consept screening untuk dipilih menjadi suatu ide yang digunakan sebagai dasar pengembangan produk pada tahapan selanjutnya. Concept scroning menggunakan kriteria seleksi yang sama pada concept screening, tetapi pada tahapan ini disertai dengan bobot nilai dan skala ratting. Concept scroning yang dijabarkan pada Tabel 4.1 dilakukan dengan menetapkan standar berupa skala nol (0), plus (+) dan minus (-). Setiap konsep ide diberikan skala dengan mengacu kepada konsep yang dijadikan sebagai referensi. Adapun keterangan dari skala yang diberikan adalah :

33

0 + -

= sama seperti konsep referensi = lebih baik dari konsep referensi = lebih buruk dibandingkan konsep referensi

Tabel 4.1 Concept scroning produk nata de pina dari kulit nanas Kriteria Seleksi Healthy food function Manufacture ability Ease of use Low cost Outlook features Ease of handling Environmental effect Durability Mudah didapat Digemari masyarakat Bersih dan Higienis Daya jual dipasaran Pengawet buatan Sum +s Sum 0s Sum s Net score Rank Continue Konsep Referensi (buah nanas) Produk (kulit nanas) 0 0 0 + 0 + 0 + 0 0 0 + 0 + 0 0 0 + 0 0 0 + 0 + 0 0 8 13 4 0 1 0 6 2 1 No Yes

Penjelasan dari kriteria seleksi pada tabel di atas adalah sebagai berikut : 1. Healthy food function Meliputi kebutuhan konsumen akan minuman nata yang terbuat dari nanas yang sehat, kaya serat, tinggi kalori, bersih dan higienis serta harga yang terjangkau. 2. Manufacture ability Kemudahan pengaplikasian konsep ide yang ada dalam manufaktur minuman nata yang terbuat dari nanas yang ada sampai saat ini.

34

3. Ease of use Meliputi kemudahan produk minuman nata yang terbuat dari nanas yang menggunakan suatu konsep ide yaitu praktis dan siap saji. 4. Low costs Harga produk, biaya manufaktur dan keekonomisan dari produk minuman nata yang terbuat dari nanas yang memanfaatkan suatu konsep ide. 5. Ease of handling Temperatur penyimpanan, keamanan produk terhadap bahan-bahan tertentu yang berpotensi menimbulkan bahaya, dan kemudahan penanganan produk dalam pendistribusian merupakan bagian dari kriteria seleksi ini. 6. Enviromental effect Efek lingkungan yang ditimbulkan dari produk minuman nata yang terbuat dari nanas yang menggunakan salah satu konsep ide. Parameter yang dijadikan berupa limbah padat maupun emisi yang dihasilkan. 7. Durability Ketahanan merupakan kriteria seleksi yang mengakomodasi kebutuhan konsumen akan sifat minuman nata yang terbuat dari nanas yang tahan lama, tahan terhadap kondisi lingkungan yang ekstrem, tahan akan bau dan basi, kemasan baik, dan memiliki resistensi yang baik terhadap perubahan sifat fisik dan kimia akibat kondisi tertentu. 8. Harga terjangkau dan mudah didapat Dalam produksi minuman nata yang terbuat dari nanas ini akan dibuat dengan harga terjangkau. 9. Digemari masyarakat berbagai kalangan

35

Minuman nata yang terbuat dari nanas yang akan diproduksi diharapkan merupakan makanan yang dinikmati dan digemari oleh semua kalangan. 10. Bersih dan higienis Dengan menggunakan kemasan biodegradable dan tidak mengandung adittif, maka produk minuman nata yang terbuat dari nanas ini dapat direalisasikan menjadi produk yang bersih dan higienis serta dilengkapi dengan sertifikasi kehalalan. 11. Pengawet buatan Peoduk diberikan pengawet dengan takaran yang sesuai dengan standar yang diperbolehkan dan pengawet diusahakan yang berasal dari bahanbahan organik.

4.3

Pengujian Konsep (Consept Testing) Concept testing bertujuan untuk menguji apakah konsep yang telah dipilih

pada tahap sebelumnya dapat diterima oleh masyarakat serta untuk menganalisa pansa pasar dari produk yang akan dibuat. Concept testing ini dapat dilakukan dengan berbagai cara dan dapat dilakukan pengambilan beragam respon, seperti pemilihan respon dari konsumen yang berpotensi terhadap produk yang akan dibuat. Berikut ini adalah tahapan yang harus dilakukan untuk membuat suatu Concept testing : 1. Penentuan tujuan concept testing 2. Penentuan target survei 3. Penentuan format survei 4. Mengkomunikasikan konsep 5. Melihat respon masyarakat 6. Interprestasi hasil 4.3.1 Contoh Kuisioner untuk Respon Masyarakat

36

Berikut ini adalah contoh kuisioner yang dibuat untuk melihat respon masyarakat terhadap produk nata de pina dari kulit nanas : NATA DE PINA DARI KULIT NANAS Nama Umur Pekerjaan : : :

Jenis Kelamin :

Kami ingin mengetahui respon anda terhadap produk kami yaitu nata de pina dari kulit nanas yang merupakan variasi rasa nata yang baru dengan banyak manfaat untuk pemenuhan kebutuhan serat yang sehat dan harga terjangkau. 1. Apakan Anda Suka mengkonsumsi sumber serat seperti nata? 2. Nata jenis apa sajakah yang pernah Anda konsumsi? 3. Seberapa sering Anda mengkonsumsi nata? 4. Apa yang Anda harapkan untuk perkembangan produk nata yang telah ada? 5. Tahukah Anda nata bisa dibuat dari kulit nanas? 6. Bagaimanakah biasanya Anda mendapatkan minuman jenis nata? (sulit/mudah) 7. Produk minuman nata yang kami tawarkan adalah nata de pina dari kulit nanas, selain menghasilkan minuman yang bernutrisi tinggi, penuh serat dan pastinya juga sehat kami juga memanfaatkan bahan yang selama ini terbuang. Jadi selain bermanfaat untuk kesehatan, dengan mengkonsumsi nata ini Anda juga dapat membantu dalam rangka penyelamatan lingkungan dari tumpukan bahan-bahan yang selama ini diabaikan. Produk ini juga dijual dengan harga yang terjangkau. Apakah Anda tertarik untuk mencoba dan mengkonsumsi produk ini ? a. Akan beli b. Mungkin beli c. Mungkin tidak beli d. Pasti tidak akan beli

37

4.3.2

Hasil Analisis Kuisioner Kuisioner disebarkan kepada 100 orang responden secara random dengan

variasi umur dan pekerjaan yang mewakili masyarakat sebagai tujuan konsumen utama. a. Pekerjaan Responden Responden dipilih secara acak dengan berbagai jenis pekerjaan. Seperti dapat dilihat pada Gambar 4.2 berikut.

Gambar 4.2 Diagram Pekerjaan Responden Pada Gambar 4.2 dapat dilihat persentasi pekerjaan seratus responden yang dilakukan survei. Yaitu 31 % responden adalah mahasiswa, 24 % adalah siswa, 21 % adalah ibu rumah tangga, 13 % adalah wiraswasta, dan 11 % adalah karyawan. b. Jenis Kelamin Responden

38

Gambar 4.3 Diagram Jenis Kelamin Responden Pada Gambar 4.3 terlihat bahwa survei dilakukan pada responden laki-laki dan perempuan yaitu terdiri dari 46% responden laki-laki dan 54% responden perempuan. c. Range Usia Responden Responden terdiri atas beberapa range usia seperti pada diagram berikut.

Gambar 4.4 Diagram Range Usia Responden

Dari Gambar 4.4 dapat dilihat bahwa survei dilakukan pada range usia yang berbeda-beda. Dimana 42% responden berusia 19-22 tahun, 24% responden berusia 7-18 tahun, 19 % responden berusia 23-30 tahun, serta 15% responden berusia 31-60 tahun. d. Apakan Anda Suka Mengkonsumsi Sumber Serat Seperti Nata? Pertanyaan pertama ini bertujuan untuk melihat seberapa banyak konsumen yang menyukai produk minuman berupa nata.

39

Gambar 4.5 Diagram Kesukaan Responden dengan Nata Dari Gambar 4.5 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden menyukai minuman nata yaitu 89% responden, sedangakan sisanya 11 % tidak suka nata. e. Nata Jenis Apa Sajakah yang Pernah Anda Konsumsi ? Dari beberapa jenis nata, ada bebera jenis yang sudah pernah dikonsumsi oleh responden yaitu sebagai berikut.

Gambar 4.6 Diagram jenis nata yang pernah dikonsumsi oleh responden Dari Gambar 4.6 dapat dilihatjenis nata yang sering dijumpai dan dikonsumsi oleh masyarakat adalah nata de coco, sedangkan jenis nata yang lain masih belum begitu dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat. Dapat dilihat bahwa 69% responden telah mengkonsumsi nata de coco, 21% responden telah

40

mengkonsumsi nata de pina, 7% responden telah mengkonsumsi nata de aloe dan sisanya telah mengkonsumsi nata de aloe. f. Seberapa sering Anda mengkonsumsi nata?

Gambar 4.7 Diagram Seberapa Sering Responden Mengkonsumsi Nata

Dari

Gambar

4.7

dapat

dilihat

bahwa

77%

responden

sering

mengkonsumsi nata, 13% sangat sering mengkonsumsi nata dan sisanya jarang mengkonsumsi nata, serta tidak ada diantara responden yang tidak pernah mengkonsumsi nata. g. Apa yang Anda harapkan untuk perkembangan produk nata yang telah ada?

Gambar 4.8 Diagram Perkembangan Produk Nata Yang Diinginkan Responden

41

Dari Gambar 4.8 dapat dilihat permintaan responden untuk perkembangan produk nata yaitu 68% responden menginginkan variasi rasa pada produk nata, 18 % responden menginginkan variasi bahan baku dan sisanya menginginkan variasi warna. h. Tahukah Anda nata bisa dibuat dari kulit nanas?

Gambar 4.9 Pengetahuan Responden terhadapa Nata de Pina dari Kulit Nanas Dari Gambar 4.9 dapat dilihay 90% responden menyatakan tidak tahu dengan nata de pina dari kulit nanas dan yang tahu hanya 10% dari responden.

i. Bagaimanakah biasanya Anda mendapatkan minuman jenis nata? (sulit / mudah)

Gambar 4.10 Diagram Cara Mendapatkan Nata

42

Dari Gambar 4.10 dapat dilihat bagaimana responden mendapatkan nata di pasarana 96% responden menyatakan nata mudah didapatkan dan sisanya menyatakan sulit. Jadi produk nata sudah banyak dan mudah didapatkan dipasaran.

j. Promo Produk Produk minuman nata yang kami tawarkan adalah nata de pina dari kulit nanas, selain menghasilkan minuman yang bernutrisi tinggi, penuh serat dan pastinya juga sehat kami juga memanfaatkan bahan yang selama ini terbuang. Jadi selain bermanfaat untuk kesehatan, dengan mengkonsumsi nata ini Anda juga dapat membantu dalam rangka penyelamatan lingkungan dari tumpukan bahanbahan yang selama ini diabaikan. Produk ini juga dijual dengan harga yang terjangkau. Apakah Anda tertarik untuk mencoba dan mengkonsumsi produk ini ? a. Akan beli b. Mungkin beli c. Mungkin tidak beli d. Pasti tidak akan beli

Gambar 4.11 Respon Konsumen terhadap Produk Nata de Pina dari Kulit Nanas Pada Gambar 4.10 dapat dilihat dari 100 orang responden 51% nya mungkin akan membeli produk nata de pina dari kulit nanas, 24% nya akan membeli, 17% nya mungkin tidak membeli dan sisanya pasti tidak akan membeli produk yang dihasilkan.

43

4.4

Perbandingan Nata de Pina dari Sari Buah Nanas dan dari Sari Kulit Buah Nanas Dari analisis konsumen yang dilakukan maka dapat dilihat perbandingan

antara kedua pilihan yang tersisa, yaitu dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 4.2 Nata de Pina dari Sari Buah Nanas dan dari Sari Kulit Buah Nanas Kriteria Makanan sehat Tahan lama (dalam jangka waktu tertentu) Praktis dengan kemasan menarik Bersih dan higienis Mudah didapat Enak Bahan baku alami Sari Buah Nanas Sari Kulit Buah Nanas

Maka dari tabel di atas dapat dilihat bahwa kulit buah nanas berkompetensi untuk dijadikan bahan baku pembuatan nata de pina. Sehingga dari analisis yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pemakaian kulit nanas untuk bahan baku nata de pina dapat dilanjutkan ke tahap produksi, karena respon masyarakat akan variasi jenis bahan baku nata cukup bagus dan mempunyai peluang untuk bersaing dengan jenis bahan baku yang lainnya.