Anda di halaman 1dari 7

3.1.5.3.

Lapisan pasir dan kerikil (gravel pebble layer) Agar tidak mahal harus dicari bahan yang tidak memerlukan proses mencuci atau memecah dengan alat pemecah batu. Jadi biasaanya langsung diambil dari sumber pasir dan kerikil baik dari sungai maupun dari darat. Untuk pasir dapat pula diambil dari batu sungai atau batu gunung yang pecah dengan mesin pemecah batu. Dengan sendirinya hal ini lebih mahal dan hanya dipakai kalau tidak ada alternatif lainnya. Apabila diambil dari sungai kadang-kadang kadar airya masih terlalu tinggi maka untuk menurunkannya ditumpuk dahulu di daalam stockpile (tempat pengumpulan) dan ditunggu beberapa hari. Seesudah memenuhi syarat kadar airya barulah dapat dipakai. 3.1.5.4. Lapisan hilir (downstream) Apabila terdapat kesulitan membuang tanah hasil penggalian, biasanya tanah ini ditimbun. di bagian hilir (beIakang bendungan). Tentu saja hal ini harus diadakan pemeriksaan dari segi stabilitas benndungan. Lapisan hilir dapat ditutup dengan batu belah (rockzone) atau dengan gebalan rumput (sod facing). 3.1.6. Saluran drainase (pengering) Dibuat dari pasir dan kerikil yang memenuhi gradasi tertentu dan bersih. Dapat pula diadakan pemrosesan dengan dipecah memakai alat pemecah batu tetapi dengan sendirinya biayanya lebih mahal. 3.1.7. Perkuatan lereng sebelah hilir (downstream) Karena tanah liat, tanah biasa atau pasir mudah longsor maka harus diberi perkuatan sehingga menjadi stabil terhadap angin dan erosi dari air hujan. 3.1.7.1. Batu belah (rock) Apabila di sekitar lokasi proyek terdapat batu dengan jumlah yang cukup maka dapat dilaksanakan dengan cara ini. Batu harus keras dan tahan lama. 3.1.7.2. Batu Dulat (cobbles) Inipun dapat digunakan apabila di sekitar lokasi proyek terrdapat batu bulat yang cukup jumlahnya. Batu bulat harus keras dan tahan lama. 3.1.7.3. Gebalan rumput (sod facing) Pada umumnya gebalan rumput lebih murah dibanding dengan batu belah dan batu bulat. Hanya saja Untuk daerah tertentu, kemungkinan besar banyak binatang dapat masuk (sapi, kerbau dan kambing), cara ini kurang disukai karena rumput dapat rusak karena dimakannya. cara ini memerlukan pemeliharaan secara terus menerus. Dari segi pelestarian alam dan keindahan gebalan rumput saangat baik, Bendungan Wlingi, Parang Joho dan Cacaban mengguunakan cara ini. 3.2. Bendungan urugan batu berlapis.-Iapis (zoned dams) Menggunakan bahan yang relatif lebih baik dibanding dcngan bendungan urugan tanah maka kemiringan sebelah hulu dan hilir dapat dibuat lebih tegak dan lebih Linggi. Bendungan urugan batu berlapis-Iapis dapat dibagi menjadi 3 tipe yaitu: dengan lapisan kedap air tegak, lapisan kedap air miring dan lapisan kedap air tegak tidak simetris. 3.2.1. Bendungan urugan batu berlapis-Iapis dengan lapisan kedal! air tegak (vertical core rockfill dams, vertical impenious core rock fill dams). Kcuntungannya : - Lebih tahan terhadap bahaya rembesan yang sering terdapat di pertemuan antara lapisan kedap air dengan pondasi. - Dengan jumlah volume lapisan kedap air yang sama akan menjadi lebih tebal dibanding dcngan lapisan kedap air miring sehingga akan lebih Stabil. Kerugiannya : - Untuk daerah yang sering hujan, waktu pelaksanaan lebih lambat karena untuk memadatkan lapisan kedap air sering mendapat gangguan yaitu kadar air yang melebihi batas optimal. - Memerlukan daya dukung tanah yang lebih besar, sehingga lokasi yang memenuhi syarat tidak banyak.

(1) Bendungan Nurek (Uni Sovyel).

Gambar 3.12. Penampang melintang Bendungan Nurek (Uni Soviet). Tinggi 300 m, mcrupakan bendungan yang nomor dua tingginya di dunia. Panjang puncak 704 m dengan volume urugan: 58 000 000 m3. Digunakan unluk PL TA dengan daya terpasang 2 700 MW dan air irigasi. (2). Bendungan Sempor.

Gambar 3.13. penampang melintang Bendungan Sempor Pada tanggal 27 November 1967 sewakLu pelaksanaan bendungan pengelak (cofferdam) sedang berlangsung Lc\ah mengalami musibah, Lerjadi limpahan air melcwaLi puncaknya, sehingga mcngakibaLkan 127 orang pcnduduk di sebclah hilir Lewas. TeLapi akhimya diilanjuLkan kembali pembangunannya dan sc\esai serLa diresmikan olch Bapak Presiden SoeharlO pada k1hun 1978. Pengalaman adalah guru yang Lerbaik, demikian bunyi peribahasa sehingga kejadian ini dapat diambil hikmahnya. Semoga di datam pembangunan bendungan pada kemudian hari dapat dilaksanakan dellgun baik dun dijauhkan dari musibah sepcrLi ini, Amin. (3). Bendungan Ouchi (Jepang)

Gambar 3.14. Penampang melintang Bendungan Ouchi (Jepang). Tinggi: 102 m, dcngan panjang puncak 340 m. Volume urugan: 4 400 ()()() m3. (4). Bendungan Nanakura (Jepang).

Gambar 3.15. Penampang melintang Bendungan Nanakura (Jepang). Tinggi: 125 m dengan panjang puncak 348 m. volume urugan 7 190 000 m3 (5). Bendungan Shin Takase (Jepang, fOtO 2.14, Takasegawa)

Gambar 3.16. Penampang melintang Bendungan Shin Takase. 3.2.2. Bendungan urugan batu dengan lapisan kedap air miring (innclined impervious core rockfill dams, sloping impervious core rockkfill dams). Keuntungannya : - Waktu pclaksanaan akan Icbih ccpal karcna lapisan lulus air dan filter dapat dilaksanakan Icbih dahulu walaupun lapisan kcdap aimya bclum seelesai. - Sementasi pondasi dapal dilal<sanakan bcrsamaan dcngan pcngurugan bahan bcndungan. - Lapisan filler di antara lapisan kcdap Z-ir dan Iapis3J' balu pcilyangga di sebclah hulu maupun hilir dapal !cbih lipis. jadi relatif !cbih murah. - Untuk lokasi yang iulus air, yang ada kcmungkinan pcrlu ditambah laapisan kedap air di scbclah hulu, lcbih mudah karena jaral< lapisan kcdap airnya lebih pcndck dibanding dcngan lapisan kedap air legak. Kerugiannya : Apabila kedalaman pandasi meragukan clan di dalam pelaksanaan lCrrnyata pondasinya harus diperdalam, maka akan mengalami kesulitan guna mencntukan letak dari semen:asi. (I) Bendungan Ir. H. Juanda (Jawa Barat, foto 2.12)

Gambar 3.17. Penampang melintang Bendungan Ir. H. Juanda. Tinggi: 100 m. Diresmikan oleh Bapak Presidcn Socharto pada tahun 1967.

(2). Bendungan Kuzuryu (Jepan)

Gambar 3.13. Penampang melintang Bendungan Kuzuryu. Tinggi: 128 m. (3). Bendungan Miboro (Jepang, foto 2.2.).

Gambar 3.19. Penampang melintang Bendungan Miboro. Tinggi: 131 m.

Keterangan : I. Bendungan kiri urugan tanah (left earrhfill dam. Ul). 2. Bendungan kiri urugan baw (lefl rock/ill dam. UB). 3. Bangunan kontrol saluran pengelak (diversion conirole structlUe. BBM). 4. Bendungan utama (main dam. BBB). S. Bendungan sayap kanan (right wing dam. BP). 6. Bendungan kanan urugan tanah (right earthfill dam. Ul) 7. Bangunan pelimpah (spillway). 8. Saluran pengelak (diversion channef). 9. Bendungan pengelak hulu (upstream cofferdam). 10. Bendungan pengelak hilir (downstream cofferdam) 11. Gedung sentra1 (powerhQuse).

3.2.3. Bendungan urugan batu berlapis-Iapis dengan lapisan kedap air tegak yang tidak simctris (asymmetrical impenious core rockJill dams). Merupakan kombinasi antara kedua tipe tersebut. di alas, antara butir (1) dan (2). Biasanya digunakan apabila tanah liat yang lcrdapat kuaiitasnya kurang bagus dan terdapat di daerah gempa sehingga dikhawatirkan penurunannya besar.

(1). Bendungan Inamura (Jcpang).

Cambar 3.21. Penampang me!intang Bendungan Inamura. Tinggi: 88 m dcngan panjang puncak 352 o1. Volume urugan: 3 100 000 013. (2). Bendungan Atlaturk (Turki).

Cambar 3.22. Penampang meiintang Bendungan Atlaturk. Tinggi: 172 m dengan panjang puncak 1 800 o1. Volume urugan: 84 500 000 013. Daya terpasang 2590 M'"" (8 unit) dengaa cnergi 8 100 000 000 Kwh per lahun. Daerah irigasi seluas 900 000 Ha. (3). Bcndungan Mrica (Jawa Tengah).

Gamhar 3.23. Penampang melin:ang Bendungan Mrica. Tinggi: 109 m. Selelah tinggi benndungan utama mcncapai elcvasi 194 maka cofferdam dipolong dan balunya dipakai sebagai balu umgan bcndungan uLama. (4). Bendungan ltaipu (BrasiI - Paraguay).

Gamhar 3.24. Pcnampang mciL'Itang Bendungan ltaipu. Tinggi: 70 m. 3.2.4. Lapisan-lapisan Jang ada Pada umumnya lapisan-Iapisan Y<lng ad<! adalah sebagai bcrikut: 3.2.4.1. Lapisan batu teratur Scpcrti uraian di dalam pasal 3.1.4.1.