Anda di halaman 1dari 3

C. DIAGNOSA KEPERWATAN Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul menurut (Doengoes, 1999) antara lain : 1.

Cemas berhubungan dengan krisis situasi kesehatan, fungsi peran dan pola interaksi. 2. Berduka berhubungan dengan kehinlangan potensi fungsi tubuh. 3. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri, harga diri berhubungan dengan perubahan gaya hidup. 4. Nyeri berhubungan dengan inflamasi penyakit. 5. Perubahan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan status hipermetabolik berkenaan dengan kanker, kemoterapi, radiasi, dan pembedahan. 6. Resiko tinggi terhadap kekurangan volume cairan berhubungan dengan status hipermetabolik. 7. Keletihan berhubungan dengan reproduksi energy metabolic. 8. Resiko tinggi infeksi dengan factor resiko ketidakadekuatan pertahanan sekunder. 9. Resiko tinggi kerusakan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status nutrisi, anemia. 10. Kurang pengetahuan mengenai penyakit dan pengobatan berhubungan dengan tidak mengenal informasi. 11. Resiko tinggi konstipasi berhubungan denfan tumor yang mengeskresi hormone. Diagnosa keperawatan yang mungkin muncul menurut ( Carpenito, 2001) antara lain : 1. Diare yang berhubungan dengan (contoh) proses penyakit, kemoterapi, radiasi, dan obatobatan,

D. FOKUS INTERVENSI Intervensi keperawatan menurut (Doengoes, 1999 dan Carpenito, 2001) : 1. Cemas berhubungan dengan krisis situasional kesehatan fugsi peran dan pola interaksi. Tujuan : cemas dan takut pasien berkurang sampai dengan criteria evaluasi. Kriteria evaluasi : a. Menunjukkan rentang yang tepat dari perasaan dan berkurangnya rasa takut, b. Tampak rileks dan melaporkan cemas berkurang pada tingkat yang dapat diatasi. c. Mendesmontrasikan penggunaan mekanisme koping efektif dan partisipasi. d. Aktif dalam aturan pengobatan. Tabel 1. Cemas berhubungan dengan krisis situasional kesehatan fungsi peran dan pola interaksi. INTERVENSI a. Dorong pasien untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan. b. Pertahankan kontak sering dengan pasien. Bicara dengan menyentuh pasien bila tepat. a. RASIONAL Memberikan kesempatan untuk memeriksa rasa takut realistis serta kesalahan konsep tentang diagnosis. Memberikan keyakinan pada pasien tidak sendiri atau ditolak, berikan respek dan penerimaan individu, mengembagkan keperacayaan. Tujuan pengobatan kanker adalah menghancurkan nsel-sel kanker maligna smabil meminimalisasi kerusakan pada sel yang normal. Pengobatan dapat meliputi pembedahan (kuratif, preventif, dan paliatif) serta kemoterpai, radiasi, (internal dan eksternal) atau pengobatan lebih spesifik seperti hipertemia seluruh tubuh atau bioterpai. Transplantasi sumsum tulang mungkin dianjurkan untuk beberapa tipe kanker. Informasi akurat memnugkinkan pasien menghadapi situasi lebih efektif dengan realitas, karenanya menurunkan ansietas dan rasa takut karena ketidaktahuan. Mengurangi perasaan isolasi. Bila system keluarga tidak tersedia,

b.

c. Jelaskan pengobatan yang dianjurkan tujuannya dan potensial efek samping.

c.

d. Jelaskan prosedur, beri kesempatan untuk bertanya dan jawaban jujur.

d.

e. Dorong dan kembangkan interaksi pasien demgam system pendukung

e.

sumber luar mungkin tidak tersedia, sumber luar mungkin diperlukan dengan segera, missal : kelompok pendukung kanker local.