Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

FILOSOFI KEBIDANAN

Di susun oleh : Wida juliantika Astin Imaniar Indriyanti utokoy Bilha anike tse Dwi ayu savitri Robiatun Elsie malinda

STIKES GUNA BANGSA Tahun Pelajaran 2013/2014

Kata Pengantar Syukur alhamdulillah, merupakan satu kata yang sangat pantas kami ucakan kepada Allah STW, yang karena bimbingannyalah maka kami bisa menyelesaikan sebuah makalah tentangKonsepKebidanan.

Makalah ini dibuat dengan berbagai observasi dalam jangka waktu tertentu sehingga menghasilkan karya yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya.Saya mengucapkan terimakasih kepada teman-teman terkait yang telah membantu saya dalam menghadapi berbagai tantangan dalam penyusunan makalah ini.

Saya menyadari bahwa masih sangat banyak kekurangan yang mendasar pada makalah ini. Oleh karna itu saya mengundang teman-teman untuk memberikan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kemajuan ilmu pengetahuan kita bersama

Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan nilai positif bagi kita semua. Amin..

Yogyakarta, 19 September 2013

(Penyusun)

FILOSOFI KEBIDANAN Dari segi bahasa filosofi adalah filsafat atau falsafahFalsafah adalah apa yang dipercayai dan tentang nilai apayang di pegangMelalui falsafah kebidanandalam memberikan pelayanan bidan diharapkan dapat :merancang bagaimanamenemukan kebutuhanindividu, bayi , dan keluarga

memberi dukungan terhadapkepercayaan yang dianut klien. Merencanakan kerja sama denganibu dan keluarga. Memberikan kesempatan pada ibudan keluarganya untuk memilih danmembuat keputusan dalammerencanakan asuhan.

memiliki kesadaran dan kepercayaan akan kompetensinya. Falsafah kebidanan menurut IBI merupakan pandangan hidupatau penuntun bagi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan

Pengertian filosofiFilosofi menurut (chin dan kramer, 1997), adalah disiplin ilmu yang difokuskan pada pencarian dasar-dasar dan penjelasan yang nyata.

Filosofi menurut (Moya Davis, 1993) , adalah ungkapan seseorang terhadap nilai, sikap, dankeyakinan, meskipun pada waktu yang lain ungkapan tersebutmerupakan kepercayaan kelompokyang lebih sering disebut dengan ideologi

Filosofi menurut(pearson dan fughan, 1998),adalah pendekatan berpikirtentang kenyataan, meliputitradisi, masyarakat. agama, fenomena, daneksistansialisme berhubungandengan kesehatan

Jadi, dapat di simpulkan bahwa filosofi adalah suatu yang dapat memberikan gambaran dan berperan sebagaidasar dalam memberikan informasi Ataupun meningkatkan praktik Profesional.Tanpa filosofi sebagai acuan, keyakinanseseorang mudah di pengaruhi tradisi danAdat istiadat.

Pengertian Filosofi Asuhan KebidananFilosofi asuhan kebidanan adalah keyakinan atau pandanganhidup bidan Yang di gunakan sebagai kerangka pikir dalammemberikan asuhan Kebidanan.Filosofi kebidanan menjelaskan beberapa keyakinan yangmewarnaiasuhan

kebidanan berikut : Keyakinan tentang kehamilan dan persalianan Keyakinan tentang perrempuan Keyakinan tentang fungsi dari profesi dan pengaruhnya Keyakinan tentang pemberdayaan dan pembuat keputusan Keyakinan tentang asuhan Keyakinan tentang kolaborasi

Memperhatikan keamanan klienMemperhatikan kepuasan klienMenghormati martabat manusia Menghormati perbedaan kulture

danetik Berpusat kepada kontek keluarga Berorientasi kepadada promosi kesehatan Pengertian Bidan Menurut IBI Bidan adalah seorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikanpendidikan bidan yang diakui pemerintahdan oraganisasi profesi di wilayah negara RI serta memiliki kopetensi dan lulus ujian sesuai dengan persyaratan yangtelah berlaku, dicatat, sertifikasi dan atau diberi izin secara sah untuk melaksanakan praktek.

Menurut

ICM,2005Seorang

bidan

adalah

seseorang

yang

telah

berhasil

atau

suksesMenyelesaikan pendidikan bidan yang terakreditasi dan di akuinegara Memperoleh kualifikasi untuk sertifikasi atau lisensiresmi dalam melakukan praktik kebidanan. Menurut Kepmenkes No.KH.02.02/Menkes/149/1/2010 BAB 1 pasal 1 Seorang perempuan yang lulus pendidikan kebidanan Yang telah teresgitrasi sesuai dengan peraturan Perundang-undangan

Kebidanan Kebidanan adalah seni dan praktik yang mengombinasikan filosofiilmiah, pendekatan pada manusia sebagai syarat dan ketetapan dalamPemeliharaan kesehatan perempuan, serta proses reproduksinya yang normal termasuk kelahiran bayi dan mengikutsertakan keluarga dan atau Orang yang berarti lainnya.(Lang,1979) Fungsi Kebidanan adalah untuk memastikan kesejahteraan Ibu dan janin/bayinya, bermitra dengan perempuan, menghormati martabat, dan memberdayakan segala potensi Yang ada padanya

Pelayanan Kebidanan Pelayanan Kebidanan adalah penerapan ilmu kebidanan,Dimana Bidan bertanggung jawab atas keputusan dan tindakan Dalam memberikan pelayanan asuhan kebidanan pada klien selama Hamil, bersalin, dan nifas, termasuk keluarga berencana (KB) Serta akuntabel terhadap hasil yang terkait dengan asuhan Bagi perempuan dan bayi baru lahir

Praktik Kebidanan Praktik Kebidanan adalah asuhan yang diberikan olehbidan secaraMandiri pada perempuan yang menyangkut proses reproduksi Serta kesejahteraan ibu dan Pelayananjanin/bayinyaPraktik kebidanan meliputi tiga area yaitu : Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Keluarga BerencanaKebidanan

Asuhan KebidananAsuhan Kebidanan adlah prosedur tindakan yang dilakukan oleh bidan Sesuai dengan wewenang dalam lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan Kiat kebidanan dengan memperhatikan pengaruh-pengaruh sosial Budaya, psikologi dll.Asuhan.

kebidanan diberikan dengan mempraktikkanprinsip-prinsip bela Rasa, kompetensi, suara hati, salingpercaya, dan komitmen untuk Memelihara Sertameningkatkan kesejahteraan ibu dan janin/bayi.

A. Pengertian filosofi Filosofi : Filsafat, Falsafah Secara harafiah filosofi adalah cinta pada kebijaksanaan (Neil Thompson, 2001 : 64) Filosofi merupakan ilmu yang mengkaji tentang akal budi mengenai hakekat yang ada (sebab, asal dan hukuman).

B. Filosofi Kebidanan Pengertian filosofi kebidanan adalah keyakinan / pandangan bidan yang digunakan sebagai kerangka pemikiran dalam memberikan asuhan kepada klien yaitu : 1. keyakinan tentang kehamilan dan persalinan Bidan yakin bahwa kehamilan dan persalinan adalah proses alamiah, namun tetap waspada.

2.

Keyakinan tentang perempuan Bidan yakin bahwa setiap perempuan merupakan pribadi yang unik, tidak sama baik fisik, emosional, spiritual dan budayanya. Dia punya hak untuk mengontrol dirinya, keingian, harapan, dan kebutuhan patut dihormati.

3.

Keyakian memgenai fungsi profesi dan pengaruhnya Fungsi utama dari askeb adalah memastikan kesejahteraan janin dan ibunya. Bidan mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi klien dan keluarganya. Proses fisiologi normal harus dihargai dan dipertahankan bila bermasalah serta rujuk bila perlu.

4.

Keyakinan tentang pemberdayaan dan membuat keputusan

Bidan yakin bahwa pilihan dan keputusan dalam asuhan terhadap perempuan patutdihormati. Keputusan merupakan tanggung jawab bersama antara perempuan, keluarga dan pemberi asuhan.

5.

Keyakinan tentang asuhan Bidan yakin bahwa focus asuhan kebidanan adalah upaya pencegahan dan peningkatan bidan yakin bahwa kesehatan secara menyeluruh meliputi pemberian informasi yang relavan dan obyektif, konseling serta memfasilitasi klien yang menjadi tanggung jawabnya. Asuhan harus diberikan dengan keyakinan bahwa dengan dukungan dan perhatian,perempuan akan bersalin dengan aman dan selamat.

6.

Keyakinan tentang kolaborasi dan kemitraan Bidan yakin bahwa dalam memberikan asuhan tetap mempertahankan, mendukung, dan menghargai prosesfisiologi, intervensi dan penggunaan teknologi dalam asuhan hanya atas indikasi, rujukan yang efektif dilakukan untuk menjamin kesejahteraan ibu dan bayinya.

7.

Keyakinan tentang fungsi profesi dan manfaatnya Bidan yakin bahwa dalam mengembangkan kemandirian profesi, kemitraan dan pemberdayaan perempuan serta tim kesehatan lainnya selama memberikan asuhan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Asuhan ,dukungan, bimbingan serta kepedulian kepada klien dalam membantu mengatasi masalah kesehatan reproduksinya dilakukan secara berkesinambungan.

Menurut Linda V Walsh filosofi kebidanan berprinsip pada asuhan kebidanan meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Proses kelahiran merupakan sesuatu yang fisiologis. Non intervensi / cara sederhana Aman berdasarkan evidence based Orientasi pada ibu secara komprehensif Menjaga prifasi / kerahasiaan ibu Membantu ibu dalam menciptakan proses yang fisiologis Memberikaninformasi, penjelasan dan konseling yang cukup Mensuport ibu dan keluarga agar aktif Menghormati praktek (adat, keyakinan dan agama)

10. Menghormati kesehatan fisik,psikologis spiritual

Prinsip dasar filosofi kebidanan meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Hubungan antara ibu dan bidan adalah dasar dalam memberikan asuhan yang baik Ibu adalah focus dalam memberikan asuhan Memberikan pilihan pada ibu untuk melahirkan Menggunakan seluruh keterampilan bidan Asuhan yang berkesinambungan Asuhan dasar komunitas Bertanggung jawab dalam memberikan asuhan Memberikan asuhan yang ramah kepada ibu dan bayinya.

Filosofi asuhan kebidanan:

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Memperhatikan keamanan klien (safety) Memperhatikan kepuasan klien (satisfying) Menghormati martabat manusia dan self determination Menghormati akan perbedaan kultur dan etik Berpusat pada konteks keluarga Berorientasi pada promosi kesehatan Bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan Memberikan asuahan yang ramah kepada ibu dan bayinya.

C.

Ditinjau dari pendapat para ahli

Filosofi adalah disiplin ilmu yang difokuskan pada pencarian dan penjelasan yang nyata (Chinn & Karamer, 1991). Filosofi, pendekatan berfikir tentang kenyataan meliputi tradisi, agama dan fenomena yang berhubungan dengan kesehatan masyarakat (Pearson aand Vaughan, 1988) Filosofi, ungkapan seorang tentang nilai, sikap dan kepercayaan meskipun pada waktu lain ungkapan tersebut merupakan kepercayaan kelompok yang lebih sering disebut ideology (Moya Davis, 1993).

Filosofi, sesuatu yanggg bisa memberikan gambaran dan berperan sebagai tantangan untuk memahami dan menggunakan filosofi sebagai dasar untuk memberikan informasi dan meningkatkan praktek professional.

Tinjauan Keilmuan

1.

Pendekatan Ontologis Secara ontologism ilmu membatasi pada ilmu penelaahan keilmuannya hanya pada daerahdaerah dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek penelaahan yang berbeda dalam batas pra pengalaman (penciptaan manusia) dan pasca pengalaman diserahkan ilmunya kepada pengetahuan lain. 2. Pendekatan Epistomologis

Landasan epistomologis ilmu yang tercermin secara oprasional dalam metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan :

a.

Kerangka pemikiran yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten denga pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun

b. c.

Menjabarkan hipotesis yang merupakan dedukasi dari kerangka pemikiran tersebut. Melakukan verfikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataan secara factual.

3.

Pendekatan Aksiologis Keberadaan disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam perjalanannya mulai dipertanyakan identitas dirinya sebagai satu disiplin keilmuan mandiri. Lebih lanjut bahwa cirri-ciri karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan dengan keilmuan lainnya. Dimensi kefilsafatan kelimuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tingkatan karakteristik yaitu :

a. Bersifat unifersal : berlaku untuk seluruh disiplin ilmu yang bersifat keilmuaan b. Bersifat generic : mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah c. Bersifat spesifik : memiliki cirri-ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dari disiplin keilmuan yang lain.

Falsafah kebidanan merupakan pandangan hidup atau penuntun bagi bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Falsafah kebidanan tersebut adalah : 1. Profesi kebidanan secara nasional diakui dalam Undang Undang maupun peraturan pemerintah Indonesia yang merupakan salah satu tenaga pelayanan kesehatan professional dan secara internasional diakui oleh International Confederation of Midwives (ICM), FIGO dan WHO.

2.

Tugas, tanggungjawab dan kewenangan profesi bidan yang telah diatur dalam beberapa

peraturan maupun keputusan menteri kesehatan ditujukan dalam rangka membantu program pemerintah bidang kesehatan khususnya ikut dalam rangka menurunkan AKI, AKP, KIA, Pelayanan ibu hamil, melahirkan, nifas yang aman dan KB. 3. Bidan berkeyakinan bahwa setiap individu berhak memperoleh pelayanan kesehatan

yang aman dan memuaskan sesuai dengan kebutuhan manusia dan perbedaan budaya. Setiap individu berhak untuk menentukan nasib sendiri, mendapat informasi yang cukup dan untuk berperan di segala aspek pemeliharaan kesehatannya. 4. Bidan meyakini bahwa menstruasi, kehamilan, persalinan dan menopause adalah

proses fisiologi dan hanya sebagian kecil yang membutuhkan intervensi medic.

5.

Persalinan adalah suatu proses yang alami, peristiwa normal, namun apabila tidak

dikelola dengan tepat dapat berubah menjadi abnormal. 6. Setiap individu berhak untuk dilahirkan secara sehat, untuk itu maka setiap wanita

usia subur, ibu hamil, melahirkan dan bayinya berhak mendapat pelayanan yang berkualitas. 7. Pengalaman melahirkan anak merupakan tugas perkembangan keluarga yang

membutuhkan persiapan mulai anak menginjak masa remaja. 8. Kesehatan ibu periode reproduksi dipengaruhi oleh perilaku ibu, lingkungan dan

pelayanan kesehatan. 9. Intervensi kebidanan bersifat komprehensif mencakup upaya promotif, preventif,

kuratif dan rehabilitative ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat

10.

Manajemen kebidanan diselenggarakan atas dasar pemecahan masalah dalam rangka

meningkatkan cakupan pelayanan kebidanan yang professional dan interaksi social serta asas penelitian dan pengembangan yang dapat melandasi manajemen secara terpadu.

11.

Proses kependidikan kebidanan sebagai upaya pengembangan kepribadian berlangsung

sepanjang hidup manusia perlu dikembangkan dan diupayakan untuk berbagai strata masyarakat.