Anda di halaman 1dari 19

Kelompok I : Devi fibriani (2081210046) Aryan permata putri (2091210002) Aden nur iman (2091210004) Eka fitria (2091210007)

Muchamad zubaid (2091210011) Arina aftritia izzati (2091210012)

Limfadenitis adalah manifestasi ekstra pulmonar yang paling umum dari TBC. Kesulitan diagnosis sering kali membutuhkan biopsi. Perjalanan penyakit dan pemeriksaan fisik, pewarnaan acid-fast bacilli, aspirasi jarum halus dan PCR sangat membantu dalam mendapatkan diagnosis dini. Sekarang ini penting untuk membedakan TB dari limfadenitis serviks nontuberculous mikobakteri karena protokol pengobatan mereka bervariasi.

Ada hampir 9 juta kasus baru dan 2 juta kematian dari tuberkulosis di seluruh dunia setiap tahunnya. Insiden limfadenitis mikobakteri telah meningkat secara paralel dengan peningkatan kejadian infeksi mikobakteri di seluruh dunia. Limfadenitis TB terlihat di hampir 35 % dari TB paru yang merupakan sekitar 15 sampai 20 % dari semua kasus TB.

Limfadenitis adalah gambaran klinis yang paling umum dari TB ekstrapulmonar. Limfadenitis TB paling sering melibatkan KGB servikal (Gambar 1) diikuti oleh mediastinal, aksila, mesenterika, porta hepatika, perihepatik dan KGB inguinalis.

Unilateral Tunggal atau multiple Tanpa rasa sakit Tumbuh lambat (beberapa minggu ke bulan) sebagian besar berada di posterior servikal dan jarang di daerah supraklavikula Fistula (10% dari mikobakteri limfadenitis servikal)

Demam ringan Penurunan BB Kelelahan Keringat malam Batuk bukanlah fitur yang menonjol dari limfadenitis TB Trias nodul: multiple, matting & caseation

Tahap 1; membesar, keras, mobile, nodul terpisah menunjukkan non-spesifik hiperplasia reaktif. Tahap 2; nodul elastis besar menetap di sekitar jaringan pada periadenitis. Tahap 3; sentral melunak karena pembentukan abses. Tahap 4; pembentukan abses di collar-stud, dan Tahap 5; pembentukan saluran sinus.

Untuk membantu menegakkan diagnosis pada pasien selain dari anamnesa dan pemeriksaan fisik adalah: Pewarnaan: Pewarnaan dapat diperoleh baik dari drainase sinus ataupun melalui FNA. Sensitivitas 88% dan spesifisitas 96%.

Kultur : Pemeriksaan ini memiliki spesifitas yang tinggi namun memiliki sensitivitas yang rendah karenanya hasil negatif dari kultur bukan berarti dapat menyingkirkan adanya diagnosis limfadenitis TB pada pasien tersebut. adanya basil 10-100 per kubik milimeter spesimen cukup untuk menyatakan hasil kultur positif.

Tes Tuberkulin (tes Mantoux) :digunakan untuk menunjukkan reaksi hipersensitivitas tipe lambat terhadap antigen mikobakterium. Reaksi positif (indurasi> 10 mm) dpt terjadi pd infeksi M. tuberculosis. Reaksi menengah (indurasi 5-9 mm) dapat terjadi setelah vaksinasi BCG, infeksi M. Tuberculosis atau infeksi mikobakteri nontuberculous. Reaksi negatif (<4-mm indurasi) terjadi kurangnya tuberkulin sensitisasi.

PCR : adalah tehnik yang cepat dan berguna untuk mengetahui DNA mikobakteri pada pasien dengan kecurigaan klinis mycobacterial lymphadenitis. Sensitivitasnya berkisar antara 43 dan 84%, dan spesifisitas nya antara 75 dan 100%. dapat membedakan antara limfadenitis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis dan yang disebabkan oleh NTM

Histopatologi : dapat melihat sel raksasa Langerhans, nekrosis kaseosa, peradangan granulomatosa dan kalsifikasi. Radiologi : Foto thoraks, USG, CT scan, dan MRI leher dapat dilakukan dalam menegakkan diagnosa limfadenitis mikobakteri

Menurut DOTS guidelines bahwa limfadenitis TB merupakan kategori III dan pengobatannya adalah dengan pendekatan kemoterapi. Tuberculous infection berespon baik pada kemoterapi sedangkan non-infection biasanya membutuhkan terapi pembedahan.

Eksisi nodus tidak dianjurkan pada tuberculosis infection. Namun, hanya dianjurkan pada nontuberculous adenitis dan beberapa kasus lainnya. Sedangkan pengobatan kortikosteroid masih menjadi persoalan.

Penanganan limfadenitis mycobacterial yang juga terinfeksi HIV, pengobatannya sama seperti pasien tanpa infeksi HIV. Rifampicin menurunkan konsentrasi serum anti retroviral dilevel subtherapeutic

Tuberkulosis adalah penyakit sistemik dan limfadenitis adalah manifestasi ekstra pulmoner yang paling umum dari penyakit ini. Adenitis TB lebih baik diobati dengan obat anti tuberkulosis di samping pengobatan bedah lebih bermanfaat dalam kasus-kasus tertentu.