Anda di halaman 1dari 39

Jenis Dan Macam Sambungan Kayu,

Macam-macam sambungan kayu ada 2 yaitu : 1. Sambungan Arah Memanjang 2. Sambungan Arah Melebar

SAMBUNGAN ARAH MEMANJANG Sambungan arah memanjang terdiri dari bermacam-macam antara lain ada sambungan : Bibir Lurus

Bibir Lurus Berkait Bibir Miring Bibir Miring Berkait Sambungan Tiang, Sambungan Balok Kunci , dsb.

SAMBUNGAN ARAH MELEBAR Sambungan arah melebar antara lain adalah :

Sambungan Alur lidah Sambungan Alur lidah lepas Sambungan menyudut dapat dilakukan: * Sambungan takikan lurus

* Sambungan pen dan lubang tertutup

* Sambungan pen dan lubang terbuka

* Sambungan ekor burung

* Sambungan pen dan lubang dengan spatpen

* Sambungan klip dengan satu satu sisi verstek

Sambungan melebar dapat dilakukan dengan @ Sambungan alur dan lidah lepas

Sambungan kayu melebar jenis lidah lepas dan alur 2d

@ Sambungan alur dan lidah Sambungan kayu melebar jenis lidah lepas dan alur 3d

Sambungan kayu melebar jenis lidah dan alur 2d

Sambungan memanjang dapat dilakukan dengan * Sambungan bibir lurus @ Sambungan dowel Sambungan kayu melebar jenis lidah dan alur 3d

Sambungan sudut lidah bersponing dan alur 2D

Sambungan sudut lidah bersponing dan alur 3D

* Sambungan bibir lurus berkait

Sambungan bibir lurus berkait 3D

* Sambungan bibir miring Sambungan bibir lurus berkait 2D

Sambungan lidah miring 2D

* Sambungan bibir miring terkait Sambungan lidah miring 3D

Sambungan bibir miring berkait 3D

* Sambungan bersusun dengan gigi Sambungan bibir miring berkait 2D

* Sambungan bersusun dengan schei

* Sambungan dengan pengunci atas bawah

* Sambungan dengan pengunci bawah

* Sambungan dengan pengunci di samping

Sambungan kayu dengan pengunci di samping 2D

Sambungan kayu dengan pengunci di samping 3D * Sambungan takik lurus rangkap

Sambungan takikan lurus rangkap 2D

Sambungan takikan lurus rangkap 3D

The structure

The structure of wood (II) Wood has extreme anisotropy because 90 to 95% of all the cells are elongated and vertical (i.e. aligned parallel to the tree trunk). The remaining 5 to 10% of cells are arranged in radial directions, with no cells at all aligned tangentially. The diagram below shows a cut-through of a tree trunk:

A cut-through of a tree trunk In the trunk there are three main sections, the heartwood , which is physiologically inactive, the sapwood , where all conduction and storage occurs, and the bark , which protects the interior of the tree trunk. The two main types of tree, softwoods and hardwoods , have distinct internal structures. Coniferous trees are softwoods, with vertical cells, tracheids , 2 to 4 mm long and roughly 30 m wide. These cells are used for support and conduction; they have an open channel and a thin cell wall:

Cross-section of tracheid cell typical of a softwood The storage cells, parenchyma, are found in the radial direction. Scots pine is an example of a softwood tree. Below is shown a 3D model of the trunk interior of Scots pine made from micrographs of sections cut in the tangential, radial and transverse planes:

Broad-leaved trees are called hardwoods. The vertical cells in hardwoods are mainly fibres , which are 1 to 2 mm long and 15 m wide. These are thick -walled with a very narrow central channel and are for support only.

Cross-section of fibre cell found in hardwoods These cells are unsuitable for conduction, and so the tree needs vessels for this purpose. Vessels are either xylem, which are dead cells that carry water and minerals, or phloem, which are live cells and transport energy sources made by the plant. Vessels are 0.2 to 1.2 mm long, open -ended and are stacked vertically to form tubes of less than 0.5 mm in diameter. H ardwoods also have a small number of tracheid cells, and parenchyma cells are still present radially for storage. Both balsa and greenheart wood are examples of hardwoods. Below is shown a 3D model of the trunk interior of greenheart made from slides taken in the tangential, radial and transverse directions:

Kayu Gubal (Sapwood) dan Kayu Teras (Heartwood)

Gubal adalah bagian, lebih lembut bagian luar dan lebih muda dari pohon yang terletak diantara kambium (lapisan dibawah kulit dalam) dan kayu teras/hati (heartwood). Biasaya lebih permeabel, kurang tahan lama dan warnanya lebih terang daripada kayu teras. Kayu gubal mempunyai fungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat makanan dari pohon tersebut.

Kayu Teras/hati adalah bagian yang lebih tua dan lebih keras dari pusat pohon (kayu). Ini biasanya berisi deposit dari berbagai bahan yang sering memberikan warna lebih gelap dari gubal.

Jumlah

relatif

dari heartwood dan gubal dalam

satu

batch lantai kayudapat jadi

mempengaruhi cara menerima dan dari lantai. Secara yang tegak dan lebih dari heartwood akan besar gubal. Pengeringan Kayu menyusut kurang gubal dari lantai plainsawn,dan

menyelesaikan pewarnaanuntuk tampilan akan cenderung memiliki merata.Heartwood juga yang dari lantai danmembengkak kurang

umum, quartersawn danriftsawn lantai akan mengandung penampilan lebih stabil tinggi yang sebagian

daripada dimensinya gubal, sehingga lantaidengan persentase

Pengeringan adalah salah satu cara yang penting dalam usaha memperbaiki sifat kayu. Pengeringan yang dilakukan dengan baik, selain memantapkan dimensi juga membebaskan dari tegangan yang dapat menimbulkan retak, pecah, atau berbagai perubahan bentuk.

Teknologi pengeringan kayu saat ini yang cukup dikenal ada 4 jenis yaitu Solar Kiln, Conventional Kiln, Vacuum Kiln dan Dehumidification Kiln.

Solar Kiln Ada beberapa tipe pengering kayu menggunakan tenaga matahari tapi pada dasarnya memiliki prinsip yang sama yaitu mengumpulkan energi panas matahari sehingga mencapai suhu tertentu dan suhu ini digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam kayu. Ukuran dan kapasitas tentu saja berbeda dengan penghasil energi dari sinar matahari di rumah kita.

Kelemahan tipe pengering ini adalah kecepatan dan kapasitas pengeringan. Volume kayu dan lama pengeringan sangat tergantung dengan keberadaan panas matahari. Untuk di negara yang memiliki empat musim hal ini akan kurang menguntungkan tapi termasuk jenis pengeringan yang paling murah dalam hal investasi awal. Oleh karena itulah teknis ini lebih populer di negara yang memiliki 4 musim.

Conventional Kiln Pengering Kayu Konvensional menggunakan uap air panas yang didorongkan ke dalam ruangan dan disirkulasikan oleh kipas ventilasi di dalamnya. Tipe pengeringan ini hanya mengalirkan uap panas dan kemudian mengalirkan keluar udara lembab melalui ventilasi yang terdapat di dalamnya. Proses ini menghasilkan hasil pengeringan dengan kualitas yang baik karena proses dilakukan secara bertahap dan stabil. Akan tetapi apabila dibandingkan dengan sistem lain tipe ini membutuhkan energi yang cukup besar, aliran uap air ke dalam ruangan pengering tidak boleh terhenti.

Teknis pengeringan ini paling dikenal di Indonesia dan negara asia lainnya. Terutama pada industri skala menengah ke bawah bahkan industri rumah tangga.

Vacuum Kiln

Proses berjalan dengan cepat, lebih cepat daripada pengering yang konvensional karena air di dalam kayu juga menguap dengan cepat sekali. Ini adalah keunggulan sistem pengeringan vacuum dibanding dengan yang lain dan masih tetap menghasilkan kualitas yang baik pada kayu yang dikeringkan.

Kekurangannya adalah pada ukuran kayu yang dikeringkan tidak bisa besar karena kapasitas vacuum kiln (tabung) cukup terbatas. Volume total dalam sekali proses juga jauh lebih kecil daripada kiln konvensional. Sistem ini mutlak membutuhkan operator yang berkualitas karena tidak boleh ada kesalahan sama sekali dan berbiaya operasional cukup besar dibandingkan kiln konvensional. Lagipula biaya investasinya juga besar, bisa 3 hingga 4 kali investasi kiln dry konvensional. Jadi mengapa memilih vacuum kiln? Ketika waktu dan lingkungan menjadi prioritas utama, vacuum kiln adalah pilihan terbaik. Menggunakan tenaga listrik yang tidak menimbulkan polusi udara sebagaimana kiln konvensional yang menggunakan kayu atau gas untuk pembakaran. Dehumidification Kiln Sebagai satu2nya keunggulan sistem ini adalah karena dehumidificaton kiln mendaur ulang suhu udara panas di dalam ruangan pengering untuk berputar kembali melalui sela-sela tumpukan kayu. Ini berarti penghematan energi panas yang pada sistem kiln konvensional senantiasa mengalir tanpa henti. Kalau di sistem konvensional udara lembab yang berasal dari penguapan air dari dalam kayu disalurkan/dibuang keluar melalui ventilasi output, maka dalam dehumidification kiln udara tersebut dialirkan melalui koil pendingin sehingga uap air terurai kembali. Air yang terurai dialirkan melalui saluran khusus pembuangan dan udara panas mengalir kembali ke dalam ruangan pengering. Apabila suhu udara berlebih di dalam ruangan, ada fan khusus yang akan mengalirkan suhu tersebut keluar.

Waktu

pengeringan

tidak

berbeda

dengan

kiln

jenis

konvensional,

dan

cara

penanganannya-pun cukup mudah.

Peralatan yang digunakan untuk tipe ini sedikit lebih mahal daripada tipe konvensional, namun biaya akhir setelah tambahan beberapa komponen biaya pada saat anda harus membangun boiler (asuransi, pajak dll) sistem ini lebih murah.

Beberapa metode pengeringan yang sampai saat ini umum dilakukan adalah: a. Pengeringan alami

Cara ini seluruhnya mengandalkan faktor alam yaitu sinar matahari, kelembaban nisbi dan angin. Lama pengeringan bergantung pada iklim. Kelemahannya yaitu watu pengeringan yang lebih panjang dan kadar air yang masih terlalu tinggi.

b.

Pengeringan dalam dapur pengering (dry kiln)>

Cara ini menjadi pilihan karena waktu yang relative singkat dan kadar akhir air yang dicapai dapat disesuaikan dengan keperluan. Faktor penting dalam cara ini adalah ketepatan pemilihan bagan pengeringan yang digunakan agar diperoleh waktu pengeringan yang sesingkat mungkin dengan cacat kayu yang minimal.

Sumber : http://vano-architect.blogspot.com/ http://www.tentangkayu.com


Sambungan kayu type Bibir Miring Berkait

Type sambungan BIBIR MIRING BERKAIT ini biasa digunakan pada balok kayu dengan arah memanjang. Untuk detailnya silakah lihat gambat berikut.

Sambungan bibir miring berkait 3D

Sambungan bibir miring berkait 2D

Minggu, 18 April 2010 Sambungan bibir lurus Sambungan Bibir Lurus

1. Bahan dan Alat a. Bahan : Balok ukuran 8/12 cm panjang 50 cm x 2

b. Alat : Gergaji, ketam, siku, meteran, palu kayu, pensil, dan pahat 2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3) a. Praktikan harus memakai pakaian kerja. b. Letakkan alat-alat pada tempat yang aman (di alur kerja bangku). c. Gunakan alat-alat sesuai dengan fungsinya. d. Bekerjalah dengan hati-hati dan penuh perhatian (konsentrasi). e. Selalu ikuti petunjuk keselamatan kerja yang ada f. Ikuti petunjuk instruktor. 3. Langkah kerja a. Siapkan semua peralatan yang diperluakan. b. Siapakan bahan berupa balok berukuran 8/12 panjang 100 cm. c. Ketam keempat bidangnya hingga menjadi rata, lurus, halus, dan siku. d. Lukis bentuk sambungan bibir lurus pada balok yang telah diketam dengan cara sebagai berikut : 1) Lukis bentuk sambungan bibir lurus pada kedua ujung balok. 2) Lukisan dibuat sama, dimana ujung yang satu dibuat menghadap ke atas dan yang lainnya menghadap ke bawah. 3) Beri tanda bagian-bagian kayu yang akan dihilangkan e. Potong bagian kayu yang diberi tanda untuk dihilangkan hingga membentuk sambungan bibir lurus dengan menggunakan gergaji agar hasilnya dapat lurus dan rata. f. Dengan cara sama sama kerjakan pembuatan sambungan ujung kayu yang lain. g. Ketemukan kedua kayu yang telah dibuat sambungannya tersebut, kontrol bentuk sambungan dan berilah tanda bagian-bagian yang perlu dibenahi lagi.. h. Benahi bentuk sambungan sehingga menjadi rangkaian sambungan yang baik (lurus, rata, halus, dan siku). i. Periksakan hasil kerja pembuatan sambungan kepada instruktor.

Sesuai namanya, kontruksi ini memang berbentuk seperti ekor burung. Dan kekuatannya terletak pada bentuk menyudut pen yang lebih lebar pada arah keluar sehingga memiliki daya tahan terhadap gaya tarikan. Konstruksi ini dibuat apabila sambungan pen dan lubang

terbuka masih kurang kuat bagi komponen yang digunakan. Tapi apabila kita salah memperhitungkan detail pembuatan konstruksi ini, hasilnya akan tidak berguna atau bahkan membuat konstruksi kurang kuat. Hal paling penting pada pembuatan konstruksi ini antara lain: Sudut; jangan membuat sudut kemiringan terlalu besar atau terlalu kecil. Paling mudah menentukan baik atau tidaknya sudut adalah dengan mengambil ukuran A (lihat gambar). Ukuran lebar A sebaiknya antara 1/5 - 1/4 lebar bidang B (lebar kayu). Ketepatan; pemotongan dan pengupasan lubang & pen harus benar2 tepat tanpa lubang. kesalahan garis akan membuat kontruksi menjadi kendur dan mengurangi kekuatan tariknya. Jumlah; jika anda ingin membuat kontruksi ekor burung pada bidang lebar, perhatikan jumlahnya. Sebaiknya satu bagian minimal sama lebar dengan ketebalan komponen lawannya. Saat ini banyak mesin kayu yang khusus didesain untuk membuat kontruksi ini baik untuk papan lebar ataupun batangan biasa. Konstruksi ini biasanya dipakai pada sambungan papan samping laci dan papan samping almari. Mengapa? Konstruksi ekor burung membantu menjaga kestabilan kayu dan perabot dari perubahan bentuk karena penyusutan. Anda bisa mencoba konstruksi ini pada plywood atau papan buatan lainnya, tapi tidak direkomendasikan JENIS-JENIS SMAMBUNGAN KAYU

JENIS-JENIS SMAMBUNGAN KAYU

Karena kayu merupakan bahan bangunan alam, maka dari pohonnya kayu dapat dibentuk berbagai macam ukuran yang berupa balok dan papan. Ukuran kayu umumnya yang ada dipasaran sudah ditentu, antara lain : 6/12, 6/10, 8/12, 10/10, 15/15 2/15, 2/20, 3/25, 3/30, 4/40 4/6, 5/7 2/3, 1/3, 1/4, 1/6 disebut balok disebut papan disebut usuk atau kaso disebut reng disebut plepet

Karena keterbatasan panjang kayu yang ada dipasaran, maka untuk suatu konstruksi kayu yang panjang diperlukan adanya sambungan kayu Pengertian sambungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling disambungkan satu sama lain sehingga menjadi satu batang kayu yang panjang. Pengertian hubungan kayu adalah dua batang kayu atau lebih yang saling dihubungkan satu sama lain pada satu titik tertentu sehingga menjadi satu bagian konstruksi. Perlu diperhatikan juga syarat-syarat hubungan kayu, antara lain : Dibuat sesederhana mungkin tapi kokoh, hindari menakik kayu yang dalam, perhatikan penempatan sambungan, harus tahan terhadap gaya yang bekerja padanya, konstruksi sambungan dibuat yang pas, jangan menggunakan kayu yang cacat. Maka dari itu diperlukan sambungan dan hubungan terhadap kayu tersebut

Pada prinsipnya sambungan kayu dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu : 1. Sambungan Kayu Arah Memanjang. Sambungan kayu arah memanjang ada dua, macam yaitu: a. Memanjang arah mendatar ( misalnya sambungan bibir lurus, sambungan bibir lurus berkait, sambungan bibir miring, sambungan bibir miring berkait) Sambungan Bibir Lurus

Sambungan Bibir Lurus Berkait Sambungan Bibir Miring Sambungan Bibir Miring Berkait

b. Memanjang arah tegak ( misalnya sambungan takikan lurus, sambungan mulut ikan, sambungan takikan lurus rangkap, sambungan purus lurus). Sambungan Takikan Lurus Sambungan Mulut Ikan Sambungan Takikan Lurus Rangkap Sambungan Purus Lurus

2.

Sambungan kayu arah melebar.

Sambungan kayu ada dua macam yaitu: a. b. melebar arah horizontal (kebanyakan digunakan konstruksi lantai) melebar arah vertikal (yang sebagaian besar digunakan pada konstruksi dinding).

Ada beberapa macam sambungan kayu melebar, yaitu : a. b. c. d. e. Sambungan lidah dan alur. Sambungan lidah lepas dan alur. Sambungan lidah bersponing dan alur. Sambungan lidah miring. Sambungan papan melebar arah tegak

Melebar arah vertikal (yang sebagaian besar digunakan pada konstruksi dinding).

3.

Sambungan Kayu Menyudut.

Sambungan kayu menyudut, yaitu sudut siku dan kedua yang membentuk sudut miring. Bentuk sambungan kayu menyudut ada tiga macam yaitu sambungan sudut, sambungan pertemuan, dan sambungan persilangan. Beberapa macam sambungan kayu menyudut yaitu : a. b. c. d. e. f. g. h. i. Sambungan takikan lurus, sambungan purus dan lubang terbuka, sambungan purus dan lubang dengan spatpen purus alur. Sambungan takikan lurus ekor burung, sambungan purus dan lubang terbuka, sambungan purus dan lubang tertutup, sambungan purus dan lubang dengan gigi garis bagi, sambungan takikan lurus ekor burung, sambungan raveling ekor burung.Sambungan voor loef.

Kayu dan Jenis Sambungannya


Kayu adalah salah satu jenis bahan bangunan yang telah ribuan tahun digunakan oleh manusia, terutama di daerah tropis yang kaya akan jenis kayu. kayu juga bisa dijadikan salah satu elemen dalam konstruksi bangunan. Jenis-jenis kayu yang umum digunakan sebagai konstruksi bangunan diantaranya: kayu besi/ kayu merbau/ kayu ulin

kayu jati kayu kelapa kayu kamper kayu mahoni kayu linggua

Ukuran-ukuran Kayu Berdasarkan ukuran penampangnya, kayu digolongkan sebagai berikut : balok kayu: 6/12, 6/15, 8/12, 8/15, 12/12 bingkai kayu (kusen): 5/15 kaso kayu: 4/6, 5/7, 5/10 reng kayu: 2/3, 3/4 papan kayu: 2/20, 3/30 lis dan jalusi kayu: 1/3, 1/5 Jenis-jenis Sambungan Kayu Karena keterbatasan panjang kayu yang ada di pasaran, maka untuk suatu konstruksi kayu panjang diperlukan adanya sambungan kayu. Sambungan Kayu adalah sebuah konstruksi untuk menyatukan dua atau lebih batang kayu untuk memenuhi kebutuhan panjang, lebar atau tinggi tertentu dengan bentuk konstruksi yang sesuai dengan gaya-gaya yang akan bekerja pada batang kayu tersebut sesuai penggunaan konstruksi kayu tersebut. Pada prinsipnya sambungan kayu dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu : 1. Sambungan kayu ke arah memanjang. 2. Sambungan kayu ke arah melebar. 3. Sambungan kayu ke arah menyudut Sambungan kayu memanjang sambungan kayu arah memanjang ada 2 macam, yaitu: memanjang arah mendatar (sambungan bibir lurus, sambungan bibir lurus berkait, sambungan bibir miring dan sambungan bibir miring berkait)

Sambungan Bibir Lurus

Sambungan Bibir Lurus Berkait

Sambungan Bibir Miring

Sambungan Bibir Miring Berkait

memanjang arah tegak (Sambungan Takikan Lurus, Sambungan Mulut Ikan, Sambungan Takikan Lurus Rangkap, Sambungan Purus Lurus)

Sambungan Takikan Lurus

Sambungan Mulut Ikan

Sambungan Takikan Mulut Rangkap

Sambungan Purus Lurus Sambungan Kayu Arah Melebar. Sambungan kayu ada dua macam yaitu: a. melebar arah horizontal (kebanyakan digunakan konstruksi lantai)

b. melebar arah vertikal (yang sebagaian besar digunakan pada konstruksi dinding).

Ada beberapa macam sambungan kayu melebar, yaitu : a. b. c. d. e. Sambungan lidah dan alur. Sambungan lidah lepas dan alur. Sambungan lidah bersponing dan alur. Sambungan lidah miring. Sambungan papan melebar arah tegak

Melebar arah vertikal (yang sebagaian besar digunakan pada konstruksi dinding)

Sambungan kayu Menyudut Sambungan kayu menyudut, yaitu sudut siku dan kedua yang membentuk sudut miring. Bentuk sambungan kayu menyudut ada tiga macam yaitu sambungan sudut, sambungan pertemuan, dan sambungan persilangan. Beberapa macam sambungan kayu menyudut yaitu : a. b. c. d. e. f. g. h. Sambungan takikan lurus, sambungan purus dan lubang terbuka, sambungan purus dan lubang dengan spatpen purus alur. Sambungan takikan lurus ekor burung, sambungan purus dan lubang terbuka, sambungan purus dan lubang tertutup, sambungan purus dan lubang dengan gigi garis bagi, sambungan takikan lurus ekor burung,

i.

sambungan raveling ekor burung.Sambungan voor loef.

MEBEL KAYU JATI DAN CARA MEMBEDAKAN KUALITASNYA Saturday, January 12th 2013. Posted in Uncategorized MEBEL KAYU JATI memang banyak digemari oleh konsumen mebel, Baik di dalam maupun di luar negeri. Serat kayu jati yang indah serta daya tahan yang sangat kuat baik terhadap cuaca extrim maupun terhadap serangan kutu dan hama adalah hal utama yang menjadi pertimbangan konsumen untuk membeli produk Mebel Kayu Jati. dan kayu jati juga banyak di gunakan untuk pembuatan rumah dan kapal kayu sejak dahulu kala karena kekuatannya yang memang sudah teruji. Penggunaan pada mebel dan perabotan kerajaan zaman dahulu juga telah membuktikan kelas dan kualitas dari kayu jati. Pada industri mebel di jepara mayoritas penggunaan material kayu nya adalah juga menggunakan kayu jati, Mereka melayani kebutuhan produk mebel untuk pasar domestik dan juga untuk pasar export, Baik untuk aplikasi dalam ruangan atau indoor furniture maupun untuk kebutuhan luar ruangan atau outdoor furniture. Penggunaan kayu jati untuk outdoor furniture dimungkinkan karena kayu jati memiliki kandungan minyak alami yang berfungsi sebagai pelindung dari cuaca maupun kondisi yang extrim sekalipun. Namun dari sekian banyak keistimewaan kayu jati ini, Ada hal yang perlu di perhatikan oleh konsumen mebel terutama Mebel Kayu Jati yaitu pada kelas atau kualitas nya, Kami menyebutnya sebagai Grade. Ada 3 grade yang umum di pakai oleh produsen mebel di jepara yaitu A, B dan C, Masing masing mempunyai spesifikasi dan harga tersendiri dengan alasan yang teknis dan masuk akal. Hal ini banyak tidak di ketahui oleh konsumen mebel di tanah air, Mereka hanya beranggapan bahwa kayu jati adalah kayu yang bagus, Kuat dan tahan lama. Tapi para konsumen tidak tahu bahwa Grade kayu jati juga berpengaruh terhadap performa keseluruhan dan harga produk Mebel Kayu Jati, Itulah mengapa terkadang mereka heran jika mendapati harga di toko satu dengan toko yang lain perbedaan harganya sangat jauh. Hal ini bisa jadi adalah toko satu menjual produk Mebel Kayu Jati dengan grade A dan toko yang lain menjual produk mebel dengan kualitas C, Dalam hal ini Grade A lebih tinggi harganya dibandingkan dengan Grade C.

Ada beberapa alasan mengapa Mebel Kayu Jati dengan Grade A harganya lebih tinggi dibandingkan dengan Grade C, Alasan yang pertama adalah pemakaian Kayu.

Pada Mebel Kayu Jati dengan Grade A pemakaian kayu hanya menggunakan kayu bagian tengah atau heart wood ( liat gambar ilustrasi disamping ) tanpa penggunaan kayu bagian pinggir atau sapwood yang berwarna putih, Hal ini menghasilkan produk Mebel Kayu Jati yang sangat indah dengan warna dan serat kayu yang seragam walaupun pada permukaan yang sambungan seperti pada daun meja atau pintu almari. keuntungan dan keistimewaan dari heartwood adalah strukstur nya yang sangat stabil, Cincin kambium atau lapisan serat kayu yang rapat menandakan usia dari kayu jati tersebut. Semakin rapat cincin tersebut berarti semakin tua umur pohon jati, Jika semakin tua pohon kayu jati maka semakin stabil juga papan kayu yang dihasilkan, Papan kayu jati yang diambil dari bagian tengah batang tidak mudah bengkok, bowing atau menggulung dan juga tidak mudah menyusut. Hal ini menguntungkan dari segi konstruksi produk Mebel Kayu Jatii yang dihasilkan menjadi sangat awet dan tahan lama tanpa mengalami deformasi atau perubahan bentuk yang merusak seperti pecah atau retak pada sambungan nya. Bisa jadi Mebel Kayu Jati dengan Grade A yang anda beli sekarang masih bisa di temukan dan di pakai oleh anak cucu kita karena keawetannya yang luar biasa. Namun tentu saja semua tidak terlepas dari proses produksi Mebel Kayu Jati yang baik dan benar sesuai dengan aturan good furniture manufacturing. Proses pengeringan yang baik dan benar pada material mentah adalah hal yang mutlak dilakukan oleh setiap

produsen Mebel Kayu Jati. Kekurangan atau kerugian dari Mebel Kayu Jati dengan Grade A adalah pada banyaknya bahan yang terbuang, Itu karena kita hanya memakai bagian tengah dari papan kayu jati, Bagian pinggir dan sekitar Sap Wood harus kita buang, Hal ini sangat merugikan dari segi biaya produksi yang berakibat kepada harga jual yang tinggi. Namun bukankah Harga = Kualitas ? Semakin tinggi harga maka semakin tinggi pula kualitas produk yang dihasilkan. Sedangkan pada Mebel Kayu Jati dengan Grade C pemakaian sap wood masih di perbolehkan dengan prosentase 50% dari penampang komponen, Itu artinya pada setiap papan komponen harus masih ada bagian heartwood atau kayu tengah minimal setengah dari ukuran papan. Penekanan biaya produksi dalam pemakaian material bisa di tekan seminim mungkin pada Mebel Kayu Jati dengan Grade C ini, Hal ini di karenakan sedikit sekali bagian papan yang terbuang. Kekurangannya adalah tingkat stabilitas kayu yang kurang jika di bandingkan dengan Mebel Kayu Jati dengan Grade A, Para produsen harus extra hati hati dalam proses produksinya, Papan yang hendak di produksi sudah harus dalam keadaan kering sepenuhnya sehingga resiko retak dan bengkok pada komponen barang jadi bisa di hindari, Selain itu warna dari produk yang dihasilkan juga akan kurang seragam karena bagian sapwood yang berwarna putih masih di gunakan, Walaupun hal itu bisa di atasi dengan pewarnaan yang baik sehingga hasil akhir hampir tidak kelihatan perbedaan warnanya, Namun bagaimanapun juga kualitas tidak bisa bohong dan akan menunjukkan dirinya sendiri.

Pemakaian komponen dengan cacat mata kayu seperti gambar disamping juga harus di batasi karena bisa menimbulkan resiko retak dan

pecah pada permukaan papan. Dalam produk Mebel Kayu Jati dengan Grade A pemakaian kayu dengan cacat mata kayu di batasi dengan hanya 5 titik pada permukaan lebar seperti daun meja besar, 2 titik pada komponen ukuran medium seperti pada sandaran kursi dan bangku dan 0 toleransi untuk komponen yang lebih kecil. Sedangkan pada produk Mebel Kayu Jati dengan Grade C toleransi cacat kayu lebih besar meskipun cacat seperti ini tidak selalu di temukan dalam setiap Log kayu jati. Ada beberapa hal lain yang menjadi dasar dari pembagian Grade dari Mebel Kayu Jati seperti pemakaian hand made, semi machine made atau full machine made dalam proses produksinya, atau juga kualitas material Finishing atau pewarnaan akhir, Jenis Finishing akhir yang di aplikasikan dan lain2, Namun hal ini tiidak kami ungkapkan dalam kesempatan kali ini. Anda bisa mendapatkan Produk Mebel Kayu Jati berkualitas dari Perusahaan Kami, Pilih produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda dalam halaman web ini dan silahkan menghubungi kami untuk pemesanan atau untuk mendapatkan informasi Harga Mebel Minimalis Jepara Tips Memilih dan Merawat Gergaji Mar 5, 2013 - Rumah.com Oleh: Anto Erawan Komen E-mail ke teman Bookmark & Share RumahCom Pernahkah Anda kesulitan menggergaji atau mendapatkan hasil potongan yang jelek? Mungkin saja hal ini terjadi karena Anda salah menggunakan jenis gergaji. Saat ini, banyak jenis gergaji dijual di pasaran, namun tidak semua orang bisa memilih gergaji sesuai kebutuhan. Salah memilih jenis gergaji, bisa membuat gergaji cepat tumpul, macet, atau mata gergaji patah. Dilihat dari fungsinya, ada gergaji yang khusus untuk memotong kayu, tripleks, pipa, atau besi. Untuk gergaji pemotong kayu, pada umumnya tampilan mata gergaji terlihat kasar dengan jarak antarmata gergaji renggang. Tampilan fisik gergaji jenis ini terlihat besar.

Sementara, gergaji pemotong besi memiliki mata gergaji lebih halus dan jarak mata gergajinya lebih rapat. Aneka Jenis, Beragam Fungsi Jenis gergaji pemotong tripleks atau coping saw dapat digunakan untuk memotong bentukbentuk rumit pada bagian yang sempit pada tripleks dan papan. Tampilan gergaji jenis ini seperti huruf U yang mempermudah dalam memotong dalam dalam lengkungan atau lekukan. Mata gergaji (blade) jenis ini berbentuk kecil, tipis, dan tajam. Mata gergajinya pun dapat diganti jika sudah tumpul atau patah. Gergaji untuk memotong balok kayu disebut handsaw atauripsaw. Gerg aji jenis ini khusus untuk membelah dan memotong balok kayu. Mata gergaji kayu ini terlihat besar seperti pahat yang berfungsi mengikis serat kayu. Gergaji kayu ini dirancang untuk memotong kayu yang jalur uratnya searah. Mata gergajinya tidak dapat diganti. Jika tumpul, biasanya dipertajam lagi dengan menggunakan kikir khusus. Jenis crosscut saw digunakan untuk memotong kayu secara melintang. Gergaji ini mempunyai gigi penyeimbang yang lebih kecil. Gergaji jenis crosscutbernomor delapan sangat baik digunakan untuk berbagai pekerjaan. Gergaji jenis backsaw yang berukuran kecil sangat tepat jika dipakai untuk membuat potongan diagonal, seperti membuat sambungan bingkai foto atau lemari. Selain itu ada pula general purpose saw yang paling banyak digunakan. Gergaji ini dapat memotong kayu searah atau melintang dari seratnya. Sementara itu, dikenal pula keyhole saw, gergaji khusus berukuran kecil untuk memotong di bagian-bagian super sempit. Hacksaw adalah gergaji khusus pemotong logam, bisa juga dipakai untuk memotong plastik atau pipa keras. Mata gergajinya halus dan jarak mata gergajinya pun rapat. Bahannya terbuat dari besi baja dancarbon steel. Jika mata gergaji telah tumpul, tidak dapat dikikir dan harus diganti. Tips Merawat Gergaji 1. Jangan simpan di dalam kotak perkakas, karena akan merusak mata gergaji. Penempatan gergaji adalah digantung di dinding.

2. Mata gergaji diberi pelindung dari plastik atau bahan lain. 3. Untuk menjaga ketajaman mata gergaji saat digunakan, hindari menggergaji besi, beton, atau batu (umumnya terjadi secara tidak sengaja). Untuk itu, singkirkan paku dari kayu sebelum Anda menggergajinya. 4. Untuk mencegah karat, gosok mata gergaji dengan lilin atau oleskan cairan antikarat. Anto Erawan antoerawan@rumah.com

sumber: http://www.interiormagazine.org/2012/08/jenis-kayu-untuk-bangunan.html https://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND.TEKNIK_SIPIL/196012241991011NANDAN_SUPRIATNA/KB_D-3/Sambungan_kayu1.pdf Diposkan oleh Nisa Anisa di 23.46