Anda di halaman 1dari 8

BUKU AJAR MODUL 6.

TEKNOLOGI PRODUKSI

TEKNOLOGI PRODUKSI A.PENDAHULUAN Produksi merupakan proses yang saling berkaitan antara beberapa faktor produksi untuk menghasilkan sebuah produk. Kegiatan tersebut harus dirancang dengan baik agar efektif dan efisien sehingga memerlukan kerja sama tim yang kompak. Modul Teknologi Produksi dimaksudkan untuk mengantarkan pengetahuan tentang proses produksi kepada siswa agar memahami proses produksi. B.TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari modul ini, siwa dapat: 1. Merancang kegiatan produksi. 2. Menjelaskan secara umum tahapan proses produksi 3. Menjelaskan faktor-faktor produksi 4. Merencanakan proses produksi seri atau masal 5. Merancang waktu yang digunakan dalam proses produksi 6. Membuat daftar / bagan material yang diperlukan dalam sistim perakitan produk (Bill of Material) 7. Menjaga lingkungan dan keselamatan kerja. C.ALUR PEMBELAJARAN Modul Teknologi Produksi pembelajarannya bersifat proyek. Setiap kelas dibagi dalam 4 kelompok. Rata-rata anggotanya terdiri atas 8-10 siswa. Tiap kelompok diketuai oleh manajer, berhak untuk mengatur pembelajaran teknologi produksi. D. PEMAHAMAN KONSEP PROSES PRODUKSI Produksi adalah kegiatan manusia dengan alat untuk membuat suatu produk barang maupun jasa. Bila kita mengamati kegiatan produksi , banyak keterkaitan satu dengan yang lain dan melibatkan banyak faktor produksi, yakni : bahan baku, peralatan, dan tenaga. Produksi keranjang bambu sebagai contohnya. Dari contoh tersebut kita sebagai manusia memikirkan bagaimana agar produk keranjang bambu tersebut dapat dibuat dengan efektif dan efisien. Apabila kita berfikir seperti itu berarti kita telah memikirkan Teknologi Produksi Jadi dengan demikian teknologi produksi merupakan cara manusia untuk membuat produk dengan melibatkan berbagai faktor secara praktis, cepat, mutu baik dan murah. Kenyataan yang Anda bisa lihat sehari-hari proses produksi dilakukan dengan cara : 1. Manual / tradisional : dilakukan dengan menggunakan tangan contoh pembuatan anyaman, ukiran 2. Semi otomatis ; sudah ada alat bantu yang menggunakan mesin 3. Otomatis / modern ; menggunakan mesin sistim robot yang diprogram dengan bantuan computer. Produksi merupakan suatu sistem, maka pasti di dalamnya terkandung tiga unsur yaitu : INPUT, PROSES dan OUTPUT, ditunjukan/bagan berikut ini.
INPUT PROSES FEEDBACK OUTPUT

Input dalam proses produksi terdiri atas: bahan baku/bahan mentah, energi yang digunakan dan informasi yang diperlukan. Sedangkan proses merupakan kegiatan yang mengolah bahan, energi dan informasi
1

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

perubahan sehingga menjadi barang jadi sebagai output. Output barang jadi sebagai hasil yang di kehendaki sedangkan out put limbah harus diminimalkan agar tidak mengganggu lingkungan. E. PROSES PRODUKSI Di Indonesia banyak produk dibuat dengan tangan/secara manual(tradisional), misalnya pembuatan keranjang, martil, sekop, stempel dan produk-produk pecah belah. Selain itu ada juga pabrik-pabrik yang memproduksi barang secara manual, semi otomais dan otomatis. Produk yang dibuat secara manual sering lebih mahal dari pada produk yang dibuat dengan mesin. Untuk itu produk yang ditampilkan seperti kain/taplak ini orang cenderung ingin tampil beda tau tidak ada yang menyamai. Sehingga harga kadang-kadang tidak begitu dipersoalkan oleh pembeli. Semua kegiatan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah produk disebut proses produksi. Proses produksi berlangsung dalam sebuah sistem produksi. Seperti hal pada sistem teknis, kita dapat membedakan melalui analisis input, proses, Output dan feed back. Selain itu dalam berproduksi kita selalu bekerja dengan materi, Energi dan informasi. Perbedaan antar produksi secara manual, dengan mesin dan secara otomatis adalah pada proses pembuatannya Sudah sejak lama sekali produk dibuat oleh tangan manusia, baik oleh pria maupun wanita, dimana hampir tidak ada penggunaan mesin, mereka adalah para pekerja tangan, Sekarang produk-produk makin banyak yang diproduksi dalam jumlah besar. Produksi seperti ini disebut produksi masal dan produksi serial.

Produksi seperti ini dapat dilaksanakan dengan berbagai cara. Contoh industri keranjang, rotan, setiap pekerja membuatnya produknya secara lengkap, mulai dari bahan jadi sehingga produk akhir. Kemungkinan lain setiap karyawan hanya membuat satu bagaian saja, dan secara berurut akhirnya menghasil produk akhir. Sistem ini sering menggunakan ban berjalan (alur produksi). Setiap bagian produk yang telah selesai, ditempatkan pada ban berjalan dan ditransportasikan ke tempat kerja berikutnya. Pada sistem ini pekerjaan dilaksanakan pada satu tempat yang sama. Yang pentingnya diperhatikan dalam sistem ini adalah jangan sampai terjadi penumpukan pada satu bagian. Bila ini tidak diperhatikan, maka akan terjadi kemacetan dalam proses produksi. Pekerjaan seperti ini, ada saling ketergantungan di antara pekerja, sehingga mereka harus memiliki tanggung jawab terhadap rekan mereka dan proses produksi secara keseluruhan di dalam pabrik yang menggunakan ban berjalan terjadi proses perakitan hingga dihasilkan produksi jadi. F. PERENCANAAN PRODUKSI Perencanaan produksi merupakan penyesuaian antara permintaan (demand) yang berasal dari peramalan dengan keseluruh kemampuan terbatas, sehingga kita tidak dapat begitu saja mengikuti hasil ramalan permintaan. Perencanaan merupakan suatu fungsi dari manajemen yang menentukan usaha dan tindakantindakan yang perlu diambil oleh pimpinan perusahaan serta mempertimbangkan masalah yang akan timbul pada masa yang akan datang. Perencanaan dapat dibedakan antara perencanaan yang bersifat umum dan perencanaan produksi.

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

a. Perencanaan bersifat umum adalah perencanaan kegiatan dilaksanakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan pada jangka panjang. b. Perencanaan produksi adalah perencanaan dan pengorganisasian mengenai pekerja, bahan, mesin, dan peralatan serta modal yang diperlukan untuk memproduksi barang pada suatu metode tertentu sesuai yang diramal dan kemampuan pada perusahaan. G. JENIS-JENIS PERENCANAAN PRODUKSI Jenis perencanaan produksi dapat dibedakan atas perencanaan produksi jangka pendek berupa penentuan kegiatan produksi yang dilakukan dalam jangka waktu kurang dari satu tahun yang akan datang berhubungan dengan pengaturan operasi. Sedangkan perencanaan produksi jangka panjang adalah dilakukan dalam jangka waktu lebih dari lima tahun dan berhubungan dengan pengembangan produk. H. KESELAMATAN KERJA Didalam keselamatan kerja ada empat hal yang diperhatikan sebelum melakukan pembuatan benda kerja : a) Diri sendiri. b) Pada orang lain c) Lingkungan d) Peralatan. Rambu-rambu keselamatan kerja pada dasarnya sama dengan rambu-rambu lalu lintas jalan raya, sehingga bentuknya hampir mirif. Rambu-rambu keselamatn kerja terdiri dari ; Larangan, Perintah, Peringatan dan Pemberitahuan. a) Larangan Gambar lingkaran dengan diagonal berwarna merah di atas putih, berarti suatu larangan. Contoh. Sebatang rokok sedang menyala dengan warna hitam, berarti larangan merokok.

b) Perintah Gambar putih di atas biru mempunyai arti suatu perintah, contoh ; Gunakan kaca mata Gunakan helm Gunakan sarung tangan Gunakan pelindung pendengar Gunakan sepatu c) Peringatan Tanda peringatan ini berbentuk segitiga dengan warna hitam diatas putih, sedangkan gambar nyala api di dalamnya jingga, artinya sesuatu yang mudah terbakar. d) Pemberitahuan Tanda/petunjuk ini berbentuk segi empat dengan gambar sebuah palang tengah-tengah warna putih di atas biru. Ini berarti tempat untuk memberikan pertolongan pada waktu terjadi kecelakaan atau PPPK. I. DISAIN PRODUKSI

Untuk mewujudkan produk perlu gambar disain produksi, sebagi acuan bentuk dan ukuran. Gambar disain produksi dapat diwujudkan dalam bentuk dua dimensi atau tiga dimensi. Salah satu bentuk gambar tiga dimensi adalah proyeksi isometris, sedangkan bentuk gambar dua dimensi dapat dibuat dalam bentuk proyeksi cara Eropa atau Amerika.

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

Tampak Depan

Tampak samping Kiri. PROYEKSI ISOMETRIK PROYEKSI ISOMETRIK PROYEKSI ISOMETRI K

ATAS

Gambar 2. proyeksi cara Eropa Cara. 2 (Isometris)

Tampak AtasN

Tampak Atas MUKA

Tampak samping Kiri

Tampak Depan Tampak Bawah

KANAN

Tampak Samping kanan

Tampak Belakang

ATAS

TAMPAK ATAS TAMPAK SAMPING KANAN MUKA

PD

TAMPAK DEPAN MUKA P.S. KIRI KANAN KANAN

Gambar 3. proyeksi cara Amerika

PA PA

Gambar 1. proyeksi cara Eropa Cara. 1. (Isometris)


PROYEKSI AMERIKA CATATAN : PERHATIKAN TATA LETAK PANDANGAN

ATAS

PD

P.S. KANAN PROYEKSI EROPA 4

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

Gambar 4. Proyeksi Cara Amerika Cara. 1. (Isometris) Untuk menggambarkan suatu gambar proyeksi Amerika hampir sama dengan proyeksi Eropa dalam pembuatan suatu bidang yang dilihat dari 3 sudut pandang. J. SISTEM PRODUKSI PERAKITAN

dimana waktu kerjanya akan diukur memilih posisi tempat dia berdiri, mengamati dan mencatat. Tujuan melakukan pengukuran pendahuluan adalah untuk mengetahui beberapa kali pengukuran harus dilakukan untuk tingkat ketelitian dan keyakinan yang dinginkan. M. PETA PROSES OPERASIONAL PRODUKSI

Kegiatan perakitan adalah kegiatan penggambungan dua buah bagian atau lebih sehingga membentuk produk jadi. Jadi tata letak yang digunakan umumnya adalah tata letak berdasarkan produk.. Sistem perakitan dapat didefinisikan sebagai suatu sistem terintegrasi dari mesin dan operator yang melakukan kontruksi sub sistem atau produk jadi dengan karakteristik tertentu, menggunakan komponen-komponen dan material penyambungan jika diperlukan. Integrasi tersebut dapat dicapai dengan operasi kerja perakitan yang memperhatikan faktor material, energi, dan informasi. K. FUNGSI PERAKITAN Fungsi utama perakitan adalah untuk menggambungkan komponen, material penyambung, sub rakitan menjadi barang jadi.

Peta proses operasional produksi merupakan suatu diagram yang menggambarkan langkah-langkah proses yang akan dialami bahan baku mengenai urutanurutan operasi dan pemeriksaan, sejak dari awal sampai menjadi produk utuh maupun sebagai komponen. Peta ini memuat informasi-informasi untuk analisa lebih lanjut, seperti waktu yamng dihabiskan, material yang digunakan, dan tempat atau alat/ mesin yang akan dipakai. N. Lambang-Lambang Peta Kerja Dalam Peta kerja terdapat empat lambang yang merupakan hasil dari pengembangan dan sederhana yang dilakukan oleh Gilberth. Lambang-lambang tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

Fungsi perakitan terdiri atas 3 unsur : a. Menyiapkan komponen. b. Penggambungan komponen-komponen. c. Pemeriksaan kualitas produk. L. PENENTUAN WAKTU Penentuan waktu baku adalah pekerjaan mengamati pekerjaan dan mencatat waktu kerja baik setiap elemen ataupun siklus dengan menggunakan alat-alat yang telah disiapkan diatas. Bila seorang (operator) telah siap didepan mesin atau ditempat kerja lain

= OPERASI. Operasi termasuk kegiatan yang paling banyak terjadi dalam suatu mesin atau stasiun kerja. Beberapa contoh penggunaan kegiatan operasi : 1. Pekerjaan penggergajian. 2. Pekerjaan Merakit. = PEMERIKSAAN.

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

Suatu kegiatan pemeriksaan terjadi apabila benda kerja atau peralatan mengalami pemeriksaan baik untuk segi kualitas maupun kuantitas. Beberapa contoh penggunaan kegiatan pemeriksaan : 1. Mengukur dimensi kerja. 2. Memeriksa warna benda. = TRANSPORTASI. Suatu kegiatan transportasi terjadi apabila benda kerja, pekerjaan atau perlengkapan mengalami perpindahan tempat yang bukan merupakan bagian dari suatu operasi. Beberapa contoh penggunaan kegiatan pemeriksaan : 1. Benda kerja diangkut dari mesin bor ketempat mesin gergaji untuk mengalami operasi berikutnya. 2. Suatu objek dipindahkan dari meja satu kemeja lainnya. = MENUNGGU. Proses menunggu apabila benda kerja, pekerja atau perlengkapan tidak mengalami kegiatan apa-apa selain menunggu. Kejadian ini menunjukkan bahwa suatu objek ditinggalkan untuk sementara tanpa pencacatan sampai diperlukan kembali. Beberapa contoh penggunaan kegiatan menunggu : 1. Objek menunggu untuk diproses atau diperiksa. 2. Peti menunggu untuk dibongkar. = PENYIMPANAN.

Proses penyimpanan terjadi apabila benda kerja disimpan untuk jangka waktu yang cukup lama. Jika benda kerja tersebut akan diambil kembali, biasanya memerlukan suatu prosedur perizinan tertentu. Beberapa contoh penggunaan kegiatan penyimpanan : 1. Dokumen-dokumen disimpan dalam brankas. 2. Bahan baku disimpan dalam gedung. = AKTIVITAS GABUNGAN. Kegiatan ini terjadi apabila antara aktivitas operasi dan pemeriksaan dilakukan bersamaan atau dilakukan pada suatu tempat kerja..

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

O. FORMAT PETA PROSES OPERASINAL PRODUKSI PETA PROSES OPERASIONAL PRODUKSI


Nama Objek Nomor Peta Dipetakan Oleh Tanggal Dipetakan
LABEL ` Ukur / Pola ( Pinsil )

: Amplop Arsip : 1 ( Satu ) : Kelompok 1 ( Satu ) : 4 Agustus 2002


BAHAN AMPLOP ARSIP

0 -1

0,63

Pemotongan ( Cutter )

05

0,23 Pemotongan ( Cutter )

0 -2

1,16

Pelipatan ( Penggaris ) LEM

0 -3

0,72

Pengelemenan

04

0,99

Penempelan Label Dan Pemeriksaan Penyimpanan

0-6 I1

0,62 WS = 4,12

KEGIATANJUMLAHWAKTUOPERASI PEMERIKSAAN6 1.. ..TOTAL..4,12

BUKU AJAR MODUL 6. TEKNOLOGI PRODUKSI

P.

DAFTAR KOMPONEN PRODUK

Daftar komponen produk merupakan daftar dari semua material, bagian dan sub bagian, serta jumlah dari masing-masing yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit barang Daftar ini merupakan arsip yang menentukan penggambungan secara jelas, Daftar ini dilengkapi informasi untuk setiap komponen yang meliputi : 1. Jenis komponen. 2. Jumlah yang dibutuhkan. 3. Ukuran material 4. Tingkat penyusunan. Contoh proses perakitan suatu benda kerja disajikan berikut ini.

LEVEL 0

OTOMOTIF

LEVEL 1

LEVEL 2
Ban. 4

jJok
R. As Chasis

Tiang

Crb

Cap

Setir

Gambar 6. Proses Perakitan Suatu Benda Kerja