Anda di halaman 1dari 36

KONSEP DASAR PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATIF

METODOLOGI PENELITIAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 23 APRIL 2013

KONSEP DASAR PENELITIAN KUALITATIF Setelah Mahasiswa mengikuti perkuliahan diharapkan mampu : 1. Menjelaskan Konsep Dasar Penelitian Kualitatif 2. Membedakan Penelitian Kualitatif & Kuantitatif dalam Pendidikan 3. Menjelaskan karakteristik penelitian kualitatif

PENELITIAN KUALITATIF

tidak diperoleh melalui proses statistik atau bentuk hitungan lainnya

datanya dapat dihitung ex. census

analisanya bersifat kualitatif

melalui interview, dan pengamatan

PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF (1)


1. Menggunakan hiopotesis yang ditentukan sejak penelitian 2. Definisi yang jelas dinyatakan sejak awal 3. Reduksi data menjadi angka-angka lebih memperhatikan reliabilitas skor yang diperoleh melalui instrumen l 4. Penilaian validitas menggunakan berbagai prosedur dengan mengandalkan hitungan statistik 5. Mengunakan deskripsi prosedur yang jelas (terinci) 6. Menggunakan desain khusus untuk mengontrol bias prosedur menyimpulkan hasil menggunakan statistik 7. Memecah gejala-gejala menjadi bagian-bagian untuk dianalisis 8. Memanipulasi aspek, situasi atau kondisi dalam mempelajari gejala yang kompleks 1. Hipotesis dikembangkan sejalan dengan penelitian/saat penelitian 2. Definisi sesuai konteks atau saat penelitian berlangsung 3. Deskripsi naratif/kata-kata, ungkapan atau pernyataan 4. Lebih suka menganggap cukup dengan reliabilitas penyimpulan 5. Penilaian validitas melalui pengecekan silang atas sumber informasi 6. Menggunakan deskripsi prosedur secara naratif 7. Menggunakan analisis logis dalam mengontrol variabel ekstern 8. Mengandalkan peneliti dalam mengontrol bias 9. Menyimpulkan hasil secara naratif/kata-kata 10. Tidak merusak gejala-gejala yang terjadi secara alamiah /membiarkan keadaan aslinya

PERBEDAAN PENELITIAN KUANTITATIF & KUALITATIF (2)


1. Desain tidak terinci, fleksibel, timbul 1. "emergent" serta 2. berkembang sambil jalan antara lain mengenai tujuan, subjek, 3. sampel, dan sumber data. 2. Desain sebenarnya baru diketahui dengan jelas setelah penelitian 4. selesai (retrospektif). 3. Tidak mengemukakan hipotesis sebelumnya, hipotesis lahir sewaktu penelitian dilakukan; hipotesis berupa "hunches", petunjuk yang bersifat sementara dan dapat 5. berubah; 4. hipotesis berupa pertanyaan yang mengarahkan pengumpulan data. 6. 5. Analisis data dilakukan sejak mula penelitian dan dilakukan bersamaan dengan pengumpulan data, walaupun analisis akan lebih banyak pada tahaptahap selanjutnya. Desain terinci dan mantap Desain direncanakan sebelumnya pada tahapan persiapan (projektif) Mengemukakan hipotesis sebelumnya, yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis menentukan hasil yang diharapkan; hasil telah diramalkan (apriori); hasil penelitian telah terkandung di dalam hipotesis, jumlah variabel terbatas Dalam desain jelas langkahlangkah penelitian serta hasil yang diharapkan Analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul pada tahap akhir.

ALASAN MEMILIH PENELITIAN KUALITATIF

1. Demi kemantapan peneliti berdasarkan pengalaman penelitiannya. 2. Untuk tidak terjebak pada angka-angka hasil pengolahan dengan menggunakan teknik statistik yang cenderung berlaku untuk populasi. 3. Ketiga, adalah alasan dari sifat masalah yang diteliti. dalam beberapa bidang studi, pada dasarnya lebih tepat digunakan jenis penelitian kualitatif.

KARAKTERISTIK PENELITIAN KUALITATIF

Naturalistic inquiry
Inductive analysis Holistic perspective Qualitative data Personal contact and insight Dynamic systems Unique case orientation Context Sensitivity Emphatic Netrality design flexibility

Mempelajari situasi dunia nyata secara alamiah, tidak melakukan manipulasi,; terbuka pada apapun yang timbul. Mendalami rincian dan kekhasan data guna menemukan kategori, dimensi, dan kesaling hubungan. Seluruh gejala yang dipelajari dipahami sebagai sistem yang kompleks lebih dari sekedar penjumlahan bagian-bagiannya. Deskripsi terinci, kajian/inkuiri dilakukan secara mendalam.

Peneliti punya hubungan langsung dan bergaul erat dengan orang-orang, situasi dan gejala yang sedang dipelajari. Memperhatikan proses; menganggap perubahan bersifat konstan dan terus berlangsung baik secara individu maupun budaya secara keseluruhan Menganggap setiap kasus bersifat khusus dan khas Menempatkan temuan dalam konteks sosial, historis dan waktu Penelitian dilakukan secara netral agar obyektif tapi bersifat empati Desain penelitiannya bersifat fleksibel, terbuka beradaptasi sesuai perubahan yang terjadi (tidak bersifat kaku)

10

PENELITIAN KUANTITATIF
Penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubunganhubungannya Penelitian kuantitatif adalah definisi, pengukuran data kuantitatif dan statistik objektif melalui perhitungan ilmiah berasal dari sampel orang-orang atau penduduk yang diminta menjawab atas sejumlah pertanyaan tentang survei untuk menentukan frekuensi dan persentase tanggapan mereka

Tujuan Penelitian Kuantitatif


Mengembangkan dan menggunakan modelmodel matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dan mempunyai kelelasan unsur.

Contoh:
240 orang, 79% dari populasi sampel, mengatakan bahwa mereka lebih percaya pada diri mereka pribadi masa depan mereka dari setahun yang lalu hingga hari ini. Menurut ketentuan ukuran sampel statistik yang berlaku, maka 79% dari penemuan dapat diproyeksikan ke seluruh populasi dari sampel yang telah dipilih. pengambilan data ini adalah disebut sebagai survei kuantitatif atau penelitian kuantitatif.

Metode penelitian kualitatif dan kuantitatif sering dipasangkan dengan sebutan metode modern dan tradisional. Metode kualitatif disebut sebagai metode modern, karena metode ini belum lama menghiasi dunia penelitian. Sedangkan metode kuantitatif disebut sebagai metode tradisional, karena metode ini telah digunakan sejak lama dan menjadi tradisi dalam melakukan penelitian.

Metode penelitian kuantitatif dan metode penelitian kualitatif


Perbedaan Aksioma Dasar Tentang Realitas a. Sifat Realitas b. Hubungan Peneliti dengan yang Diteliti c. Hubungan Variabel d. Kemungkinan Generalisasi e. Peranan Nilai

Kuantitatif
1.

Kualitatif
1. Bersifat ganda, holistik, dinamis, yang merupakan hasil konstruksi dan pemahaman. 2. Bersifat interaktif dengan sumber data yang valid, agar data yang dianalisis memperoleh makna. 3. Bersifat timbal balik atau interaktif. 4. Cenderung transferability, yaitu hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu.

Bersifat terukur.

2. Bersifat independen, agar terbangun objektivitas dari peneliti. 3. Bersifat kausal atau sebabakibat. 4. Cenderung membuat generalisasi pada hasil akhirnya. 4. Cenderung bebas nilai 5. Menentukan masalah, merumuskan masalah, menentukan konsep dan teori dari para ahli yang relevan, pengajuan hipotesis, menemukan asumsi

Proses Penelitian

5. Cenderung terikat dengan nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data yang diperoleh
Menentukan masalah, merumuskan masalah, menentukan konsep dan teori dari para ahli yang relevan, pengajuan hipotesis, menemukan asumsi terhadap hubungan antar variabel, menyusun instrumen penelitian dan menentukan metode atau strategi pendekatan. Setelah ditentukan strateginya, lalu penemuan yang berupa data dikumpulkan kemudian dibuat kesimpulan.
Terdapat tiga tahap dalam proses penelitian kualitatif yaitu Tahap 1, tahap deskripsi, memasuki situasi sosial terdapat komponen tempat, responden, dan aktivitas. Tahap 2, reduksi, peneliti menentukan fokus penelitian yaitu memilih di antara hal yang telah dideskripsikan. Tahap 3, tahap seleksi, peneliti mengurai fokus yang telah dipilih menjadi komponen-komponen yang lebih rinci dan mendalam. Desainnya lebih fleksibel, dapat berkembang dan muncul dalam proses penelitian, serta bersifat umum

Perbedaan dalam Karakteristik Penelitian a. Desain b.Tujuan c.Teknik Pengumpulan Data d. Instrumen Penelitian e.Sumber Data

PROSES PENELITIAN KUANTITATIF


1. Merumuskan masalah penelitian. 2. Berdasar teori-teori yang dijadikan landasaan untuk menyusun hipotesa, 3. Menyusun rancangan penelitian (research design) 4. Mengumpulkan data. 5. Mengolah dan menganalisis data 6. Menulis laporan dengan cara menafsirkan hasil dan melaporkan apakah hipotesis terbukti.
Bukan membenarkan hipotesa tetapi membuktikan Mengkaji ulang kesimpulan, sudah or t idak, ada bias or obyektif Melihat kembali prosesnya , pengolahan dan analisa data Melihat instrumen sudah valid dan reliable, peneliti telah

Hal yang perlu diperhatikan dalam penelitian kuantitatif:


1. Langkah penelitian : Segala sesuatu direncanakan sampai matang ketika persiapan disusun. Dapat menggunakan sampel dan hasil penelitiannya diberlakukan untuk populasi. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti, sedangkan populasi merupakan keseluruhan dari subjek penelitian. 2 Hipotesis : Mengajukan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian hipotesis menentukan hasil yang diramalkan. 3. Desain : Dalam desain jelas langkah-langkah penelitian dan hasil yang diharapkan. 4. Pengumpulan Data : Kegiatan dalam pengumpulan data memungkinkan untuk diwakilkan. 5. Analisis Data : Dilakukan sesudah semua data terkumpul.

Penelitian epidemiologi mencari faktor penyebab maupun hubungan sebab akibat terjadinya penyakit serta gangguan kesehatan lainnya dlm masyarakat.
1. Experimental study

1. Dgn randomisasi 2. Tanpa randomisasi

Penelitian Epidemiologi
2. Observational study

1. P. deskriptif 2. P. analitik

Penelitian eksperimental melakukan kegiatan intervensi atau perlakuan khusus pada obyek yang diteliti.
Eksperimental study terdiri dari 2 macam yaitu: 1. Eksperimental dgn randomisasi (eksperimental murni) Sering digunakan di lab maupun klinik Setiap individu dalam penelitian mempunyai kesempatan yg sama untuk terpilih dlm kelompok kasus atau kontrol

Percobaan lab dgn cara uji hipotesis penyebab thdp efek biologis atau percobaan perilaku Trial klinik dgn uji hipotesa penyebab melalui perlakuan klinik & melihat hasil dlm waktu tertentu Intervensi usaha kesehatan pd masyarakat tertentu dgn uji kemampuan suatu bentuk intervensi & melihat hasil melalui perubahan status kesehatan yg terjadi

2. Eksperimental tanpa randomisasi (eksperimental semu) Penelitian laboratorium/klinik tanpa randomisasi Evaluasi suatu program/kebijaksanaan tertentu Membandingkan efisiensi dari suatu program intervensi

Penelitian observasi Didasarkan pd kejadian peristiwa secara alami tanpa suatu perlakuan khusus terhadap kelompok yg diteliti. Terdiri dari 2 bentuk utama yaitu : 1. Penelitian deskriptif 2. Penelitian analitik, tdd : - cross sectional study - case controle study - cohort study

Penelitian deskriptif lebih sering disebut analisis deskriptif untuk mengetahui keadaan prevalensi kejadian penyakit atau masalah kesehatan lainnya & untuk mengetahui sifat kejadian tsb dlm masyarakat serta kecenderungannya untuk masa mendatang. Cara termudah untuk menjelaskan kejadian serta distribusi suatu penyakit atau masalah pd suatu populasi adalah dgn mengajukan pertanyaan : Who,when & where

Penelitian analitik Bentuk penelitian epidemiologi yg paling sering digunakan dlm mencari faktor penyebab serta hubungan sebab akibat terjadinya penyakit maupun gangguan kesehatan lainnya.
RETROSPEK TIF PROSPEKTI F

Cross sectional study Merupakan penelitian prevalensi penyakit & sekaligus dgn prevalensi penyebab/ faktor resiko. Tujuan penelitian ini untuk mengamati hubungan antara faktor resiko dgn akibat yg terjadi berupa penyakit atau keadaan kesehatan tertentu dlm waktu yg bersamaan.

Kelebihan : 1. Cepat, dpt dilakukan dgn hanya sekali pengamatan atau interview 2. Murah 3. Berguna untuk informasi bagi perencanaan mis; menentukan lokasi RS, penganggaran obat & peralatan medis & jenis-jenis peralatan yg diperlukan 4. Untuk mengamati kemungkinan hubungan berbagai variabel yg ada

Kelemahannya : 1. tidak dapat memberikan gbrn hubungan kausal, hanya memberikan informasi tentang hub antara karaktristik epidemiologi dgn masalah kesehatan yg diamati 2. Umumnya hanya menemukan kasus yg selamat. Tidak dapat menemukan mereka yg mati krn penyakit yg diteliti 3. Sulit dilakukan thdp penyakit atau masalah yg jarang dlm masyarakat 4. Sulit dipakai untuk penyakit yg akut, pendek masa inkubasi & masa sakitnya.

Case Control Study


Didasarkan pd kejadian penyakit yg sudah ada sehingga memungkinkan untuk menganalisa dua kelompok tertentu yakni kelompok kasus yg menderita penyakit/terkena akibat yg diteliti, dibandingkan dgn kelompok yg tidak menderita/tidak terkena akibat.

CASES

EXPOSE D NOT EXPOSED

(PEOPLE WITH DISEASE)


POPULASI

CASES

(PEOPLE WITHOUT DISEASE

EXPOSE D

NOT EXPOSED

Kelebihan : 1. Sangat baik digunakan untuk menliti kejadian jarang dlm masyarakat ataupun penyakit yg masa latennya lama 2. Relatif lebih cepat dalam pelaksanaanya 3. Biaya relatif lebih murah 4. Subyek untuk perbandingan jumlahnya tidak besar 5. Berbagai data/ laporan/ catatan yg sudah ada dapat digunakan sbg bahan/sumber keterangan tentang obyek yang diteliti 6. Tidak banyak resiko/kesulitan yg dibebankan ke subyek 7. Memungkinkan untuk mengamati/ mempelajari berbagai jenis penyebab yg potensial termasuk penyebab jamak dari suatu penyakit

Kelemahan : 1. Informasi mengenai peristiwa-peristiwa yg lalu tergantung kepada memori subjek shg memungkinkan terjadi bias 2. Data yg diperoleh secara sekunder, yg sering tidak lengkap atau tidak menyediakan informasi yg dibutuhkan 3. Kriteria yg dipakai untuk diagnosa berbeda antara petugas kesehatan shg terjadi perbedaan dlm diagnosa kasus maupun kontrol 4. Kasus yg diperoleh adalah kasus yg selamat, dgn demikian kasus yg diperoleh mungkin tidak representatif 5. Kasus yg diperoleh di RS mungkin tidak representatif dari populasi sakit

Cohort Study
Penelitian observasi yang didasarkan pada pengamatan sekelompok penduduk tertentu dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini kelompok penduduk yang diamati merupakan kelompok penduduk dengan 2 kategori tertentu yakni yang terpapar & yang tidak terpapar terhadap faktor yang dicurigai sebagai faktor penyebab

DISEASE EXPOSED PEOPLE

NOT DISEASE

POPULAS I

WITHOUT DISEASE DISEASE

NOT EXPOSED
NOT DISEASE

Kelebihan
1. merupakan desain yg terbaik dlm menntukan insidens & perjalanan penyakit atau efek yg ditelit 2. dapat dipakai u/ mengtahui ada tidaknya asosiasi antara faktor resiko & penyakit 3. Dapat memberi ket yg lebih lengkap ttg faktor resiko yg dialami o/ individu & riwayat alamiah perjalanan penyakit 4. Dapat sangat mereduksi bias informasi, tidak akan terjadi masalah recall atau memori

6. Masalah etika lebih sedikit dibandingkan dgn studi eksperimental 7. Dapat dipakai langsung untuk menghitung insidens rate dari penyakit & resiko relatif dari faktor resiko yg sedang diteliti 8. Informasi mengenai studi mudah dimengerti o/ orang yg bukan ahli epidemiologi 9. Karena pengamatan dilakukan secara kontinyu & longitudinal maka studi kohort memiliki kekuatan untuk meneliti berbagai masalah kesehatan yg semakin meningkat

Kelemahan :
1. Memerlukan ukuran sampel yg besar,terutama untuk jenis penyakit yg sedikit dijumpai di masyarakat 2. Memerlukan waktu follow up yg cukup lama 3. Biaya yg dibutuhkan cukup besar 4. Follow up kadang2 sulit dilakukan & loss follow up dpt mempengaruhi hasil penelitian 5. Rumit 6. Kurang efisien 7. Terancam terjadi drop out atau terjadinya perubahan intensitas paparan atau faktor resiko yg dpt mengganggu analisis 8. Dapat menimbulkan masalah etika