Anda di halaman 1dari 2

Journal Reading Tanggal : 28 Januari 2013 Oleh : Gita Aryanti Pembimbing : dr.

Sri Primawati Indraswari , SpKK

Pola Klinis dari penyakit vitiligo dan hubungannya dengan komorbiditas : sebuah prospeksi terkontrol di studi banding di India Selatan D.S. Krupa Shankar, K. Shashikala, Rama Madala
Indian Dermatology Online Journal May-August 2012-volume 3-issue 2 Abstrak Tujuan: Tujuan dari studi banding ini adalah untuk menilai pola klinis dan hubungan vitiligo, fungsi audiometri, dan keterlibatan mata serta hubungan morfologi, tingkah laku dan komorbiditas dengan vitiligo. Pengaturan dan perencanaan : Untuk sudut pandang ini dan studi banding 80 pasien melaporkan diri di kisaran umur 7 75 tahun dengan vitiligo mendatangkan departemen rawat jalan di Rumah Sakit Manital selama periode Agustus 2008 sampai dengan Februari 2010 yang di diseleksi dan datanya sudah di analisa. Material dan metode : Pasien yang bersangkutan ditanyakan tentang riwayat penyakitnya secara detail, dilakukan pemeriksaan fisik, dan di cek darah lengkap, hitung jenis terutama eosinophil, laju sedimen eritrosit, hormone yang menstimulasi tiroid, jumlah vitamin B12, gula darah puasa, dan gula darah setelah makan 2 jam, jumlah dari titer antitiroid peroksidase, antitiroglonulin (ATA), anti nuclear antibody (ANA), analisis urin, evaluasi audiometrik, dan pemeriksaan mata. Analisa statistik yang digunakan : Aanalisis yang digunakan adalah test Nelayan (the Fisher exact test) digunakan untuk menemukan parameter studi banding yang signifikan pada skala dengan kategori dua atau lebih kelompok. Hasil : Pada 80 kasus , 41 (51,25%) adalah laki-laki, dan 39 (48,75%)

adalah wanita. Perbandingan umur laki laki dan wanita adalah 1,05 : 1. Pada studi banding ini, 20% kasus mempunyai riwayat keluarga dengan vitiligo, dan pasien pada kelompok usia 20 30 tahun paing banyak menderita penyakit ini. Vitiligo generalisata (31,3%) adalah tipe yang paling sering ditemukan diikuti dengan vitiligo segmental 30 %, fokal 18,8%, akrofasial 8,8%, dan vitiligo mucosal 11,3%. Pada studi terkini, terdapat insiden yang tinggi pada penyakit akibat auto-antibodi sebanyak 22,5%, defisiensi vitamin B12 30%, hipotiroid 11,3%, peningkatan absolut pada penghitngan eosionfil 16,3%, hipoakusis 10%, dan perubahan retina 8,8%. Hal ini menunjukkan adanya multisystem autoimun pada vitiligo Kata kunci : kebutaan, perubahan retinal, penyakit tiroid, vitiligo, defesiensi vitamin B12