Anda di halaman 1dari 14

A.

Profil Perusahaan
PT. Mustika Ratu awalnya merupakan usaha rumah tangga yang dirintis pada tahun 1973. Berawal dari pembuatan jamu di rumah, Bendara Raden Ayu (BRA) Mooryati Soedibyo merintis usahanya dengan modal usaha sebesar Rp. 25.000,00. Ternyata usaha tersebut berjalan dengan baik dan lancer serta didukung oleh situasi pasar yang baik. Melihat keadaan itu akhirnya diputuskan untuk memindahkan industri rumah tangga ke industry manufaktur. Tahun 1975 didirikan PT. Mustika Ratu, nama ini diambil karena memiliki makna yang mendalam. Mustika berarti pusaka atau warisan kekuatan, sedangkan Ratu berarti istri dari raja. Jadi, Mustika Ratu berarti kekuatan atau pusaka dari seorang ratu (wanita). Pada awalnya jamu yang diproduksi hanya terdiri dari 5 macam, yaitu : perawatan wanita, perawatan remaja putrid, sedet saliri (pelangsing tubuh), sepetan sari (keputihan), kesepuhan (menopause), dan berbagai macam kosmetik lainnya seperti lulur, mangir, bedak dingin, dan air mawar.

DR. Hj. BRA Mooryati Soedibyo, S.S, M.Hum Founder Mustika Ratu

Pada tahun 1978 PT. Mustika Ratu sudah berbadan hokum berdasarkan akta No. 35 tanggal 14 Maret 1978. Perusahaan mulai melakukan kegiatan uasaha secara komersial pada tahun 1978. Perusahaan berada di Jakarta dan pabrik berlokasi di Ciracas, Jakarta Timur. PT. Mustika Ratu Tbk yang bergerak di bidang jamu dan kosmetik secara terus menerus melakukan inovasi, antara lain melalui peningkatan kualitas produk

dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan dalam mempertahankan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9002 dan sistem manajemen lingkungan ISO 14001 Untuk memperkuat pangsa pasar di dalam negeri, perusahaan terus menerus memperluas penyebaran produk melalui jaringan distribusi produkproduknya. Disamping itu, PT. Mustika Ratu juga memperluas pasar ekspor dengan menambah jaringan distribusi di Malaysia, Eropa Timur, Brunei, Timur Tengah, serta beberapa negara Afrika.

Logo Mustika Ratu Lokasi PT. Mustika Ratu Graha Mustika Ratu Jl. Jend. Gatot Subroto Kav 74-75 Menteng Dalam Tebet Jakarta Selatan DKI Jakarta, 12870 (021) 8312323 Falsafah dan tujuan PT. Mustika Ratu Suatu organisasi yang ingin terus bertambah dan memperoleh kesuksesan harus memiliki keyakinan (filosofi) yang cukup baik untuk menjalankan kebijakan dan kegiatan usahanya karena falsafah merupakan pandangan dasar tujuan dan nilai-nilai pokok dari perusahaan. Falsafah mengilhami kehidupan atau perjalanan ibu Mooryati Soedibyo yang bercita-cita melestarikan nilai-nilai budaya tradisional warisan leluhur bangsa Indonesia.

Adapun falsafah dan tujuan dari PT. Mustika Ratu yaitu : 1. Melestarikan nilai-nilai budaya tradisional warisan leluhur bangsa Indonesia khususnya dibidang sarana perawataan dalam bentuk produk jamu dan kosmetik tradisional. 2. Membantu program pemerintah dalam pembangunan pelayanan kesehatan diseluruh pelosok nusantara. 3. Memegang teguh komitmen kemitraan social khususnya komitmen kewirausahaan yang dilandasi oleh semangat pengabdian kepada kepentingan masyarakat.

Tujuan PT. Mustika Ratu : 1. Memberikan manfaat bagi kepentingan masyarakat luas. 2. Pengabdian bagi pembangunan sosial ekonomi Indonesia dalam mengurangi pengangguran dan mencapai kesejahteraan karyawan serta kemajuan perusahaan.

Visi PT. Mustika Ratu o Membangun Mustika Ratu menjadi perusahaan utama yang memperkenalkan, mengembangkan serta melestarikan jamu dan kosmetika tradisional Indonesia ke dunia internasional. o Menjadikan Mustika Ratu unggul dalam mutu dan inovasi produk yang senantiasa mewarisi tradisi perawatan kesehatan dan kecantikan puteri keraton sebagai warisan leluhur bangsa Indonesia.

Misi PT. Mustika Ratu o Mewujudkan kepuasan konsumen dengan melahirkan produk produk perawatan kesehatan serta kecantikan paripurna yang disesuaikan dengan keinginan dan selera pasar. o Menghasilkan produk-produk bermutu yang terbuat dari bahan alami dengan penerapan teknolagi demi peningkatan kualitas, untuk menjadi pemimpin pasar industri jamu.

Budaya PT. Mustika Ratu o o o o Mengutamakan peningkatan kepuasan pelanggan. Bekerja dengan budaya kekeluargaan dan keakraban. Meghargai integritas dan profesionalisme yang tinggi. Menunjang kerjasama dan gotong royong dalam mencapai tujuan.

B. Struktur Organisasi

C. Tugas dan Wewenang


Berikut ini adalah penjelasan mengenai tugas dan wewenang dari bagan struktur organisasi tersebut : 1. The board of commissioners (dewan komisaris) Bertanggung jawab terhadap pengawasan pengelolaan perusahaan yang dilaksanakan oleh para direksi. Memberikan nasihat kepada direksi terkait dengan hal penyusunan strategi serta rencana kerja dan anggaran perusahaan. Bertanggung jawab mengawasi kinerja dan kepatuhan direksi terhadap anggaran dasar perusahaan dan semua peraturan perundang-undangan yang berlaku. 2. Audit committee (komite audit) Melakukan penelaahan atas informasi keuangan yang akan dikeluarkan perusahaan, seperti laporan keuangan, proyeksi, dan informasi keuangan yang lain. Melakukan penelaahan atas ketaatan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Melakukan penelaahan atas pelaksanaan pemeriksaan oleh auditor internal. Melaporkan kepada komisaris berbagai resiko yang dihadapi perusahaan dan pelaksanaan manajemen resiko oleh direksi. Melakukan penelaahan dan melaporkan kepada komisaris atas pengaduan yang berkaitan dengan perseroan publik. Menjaga kerahasiaan dokumen, data dan informasi perusahaan. 3. President director (direktur utama) Bertanggung jawab atas organisasi dan jalannya organisasi. Mengusahakan untuk efisiensi pelaksanaan, pengawasan, dan pengendalian perusahaan secara terus menerus. Mencari kesempatan dan peluang untuk memajukan perusahaan. Mengangkat dan memberhentikan setiap manajer atau kepala bagian. 4. Vice president director (wakil presiden direktur)

Membantu pimpinan perusahaan. Membantu memberikan nasihat dan saran kepada presiden direktur. 5. Finance Director (direktur keuangan) Menyebarkan dan melaksanakan kebijaksanaan dalam bidang keuangan dan akuntansi yang ditetapkan direksi. Mengelola keuangan perusahaan dan membuat proyeksi

penerimaan dan pengeluaran keuangan. Mengkoordinir penyusunan perencanan dan program kerja serta anggaran perusahaan. Mengendalikan perencanaan kas dan dana, baik dari dalam maupun luar perusahaan. Mengkoordinir penyusunan rencana dan program kerja, anggaran perusahaan dan mengevaluasi antara anggaran dan realisasinya. Menyusun laporan keuangan secara berkala dalam bentuk neraca dan laporan laba rugi perusahaan. Menyampaikan laporan kepada pimpinan secara berkala. Mengadakan penilaian kerja kepada bawahannya. 6. Assistant finance director (asisten direktur keuangan) Membantu perusahaan. Membantu direktur keuangan dalam menyusun laporan keuangan perusahaan. 7. Finance and accounting department Mengendalikan dan mengawasi seluruh kekayaan perusahaan baik berupa uang, surat-surat berharga dan investasi perusahaan. Bertanggung jawab atas laporan keuangan perusahaan. 8. Purchasing Department Mengendalikan dan mengkoordinir secara langsung aktivitas pada pembelian rutin maupun non rutin. 9. Marketing director (direktur pemasaran) direktur keuangan dalam mengelola keuangan

Menguraikan kebijaksanaan umum dalam bidang pemasaran dan mengkoordinasi penyusunan program kerja bidang pemasaran serta pelaksanaanya. Mengevaluasi hasil kerja pemasaran untuk mengetahui apakah sudah sesuai dengan rencana atau belum. Melaporkan semua kegiatan pemasaran yang menjadi tanggung jawab kepada direktur. 10. Cooperate secretary Menangani semua perencanaan perusahaan. Menangani para investor yang berhubungan dengan saham-saham. 11. GM HRD dan GA Mengatur sumber daya manusia perusahaan dan kebijakan peraturan perusahaan. 12. Personnel Department Bertanggung jawab terhadap segala aturan personalia maupun pelayanan umum. Mengendalikan proses perekrutan, promosi, maupun mutasi. 13. General affair department Bertanggung jawab terhadap pengendalian dan mengkoordinasikan secara langsung seluruh aktivitas yang menyangkut perawatan mesin-mesin pabrik, instalasi listrik, telepon serta perawatan bangunan. 14. GM sales and distribution Merencanakan dan menyelenggarakan semua pemasaran dan penjualan. Mengusulkan agar jumlah penjualan meningkat. Memperluas jangkauan pemasaran. 15. Sales and distribution department Membuat target penjualan. Membuat strategi untuk mencapai sasaran penjualan. Mengatur dan mendistribusikan produk jadi kepada distributor. Memberikan perhatian terhadap keluhan pelanggan.

16. GM export Bertanggung jawab terhadap seluruh aktivitas kegiatan ekspor perusahaan ke berbagai negara. Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengawasi semua aktivitas ekspor. 17. Export department Membuat perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, dan mengkoordinasikan semua kegiatan dalam menetapkan kebijakan serta strategi untuk mencapai target penjualan dan tingkat laba yang diharapkan. 18. GM marketing Bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran produk. Melakukan survey pasar atau produk. Memperkenalkan produk baru. 19. Marketing product, development and research department Melakukan penelitian pasar dan program promosi. Mengembangkan produk-produk yang ada. Melakukan penelitian terhadap produk-produk baru. 20. Cooperate plan and development manager Bertanggung jawab atas proyek-proyek perusahaan yang

berhubungan dengan konstruksi perusahaan. 21. Cooperate audit manager Membuat laporan perkembangan harga saham. Membuat laporan ke direksi atas hasil audit. 22. Cooperate legal manager Bertanggung jawab terhadap semua hal yang berhubungan denga perizinan perusahaan dan hal-hal yang berhubungan dengan instansi-instansi pemerintah. 23. Cooperate new project development manager Melakukan fungsi dan tanggung jawab dalam tugas-tugas koordinasi, komunikasi dan pengendalian pada seluruh tahap kegiatan proyek di perusahaan.

24. Cooperate management information system/investment relation manager Bertanggung jawab atas semua hal yang berhubungan dengan sistem informasi manajemen. Memonitor seluruh kegiatan electronic data processing. Melakukan sistem prosedur yang berhubungan dengan manual kan komputerisasi. 25. GM plant Bertanggung jawab atas pengendalian secara langsung aktivitas perusahaan. Mengatur seluruh karyawan baik di pabrik maupun di kantor. Bertanggung jawab atas aktivitas produksi sehingga tercipta kelancaran sistem peroduksi. 26. Project development manager Bertanggung jawab dalam koordinasi, komunikasi dan

pengendalian pada seluruh tahap kegiatan proyek di lingkungan pabrik. 27. PPIC/WH manager Menyusun rencana produksi dan penggunaan bahan baku. Bertanggung jawab terhadap segala aturan personalia ataupun layanan umum. 28. PEM Manager Mengendalikan dan mengkoordinasikan secara langsung seluruh aktivitas yang menyangkut perawatan mesin-mesin operasi pabrik. 29. Quality assurance/quality control manager Mengkoordinasikan secara langsung aktivitas yang berkaitan dengan kebijakan tentang quality control terhadap seluruh produk. 30. Production manager Mengkoordinir, mengendalikan, dan mengawasi seluruh fungsifungsi yang ada di bawah production manager.

D. Program Kerja
Pada tahun 2011 PT. Mustika Ratu memiliki program kerja berupa koperasi karyawan PT. Mustika Ratu. Pada awalnya koperasi karyawan ini hanya berkonsentrasi pada program mini market, dimana mini market tersebut menjual kebutuhan pokok sehari-hari bagi para karyawan. Namun untuk tahun 2012 ini PT. Mustika Ratu memiliki program kerja baru untuk lebih mengembangkan koperasi karyawan tersebut. Adapun rincian program kerja yang akan dilaksanakan tahun ini adalah sebagai berikut : 1) Program mini market Mini market akan menambah jumlah rak yang sudah ada dan merelokasi mini market ke Gedung Tirta, sehingga dapat menambah item/jenis produk beserta menambah jumlah produknya. Hal ini

dilakukan sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan barang atau sembako para anggota beserta para karyawan PT. Mustika Ratu. 2) Pengadaan produk elektronik Selain menjual sembako dan barang-barang untuk kebutuhan seharihari, koperasi ini juga akan menjual berbagai macam produk elektronik. PT. Sun Prima dipilih sebagai penyandang dana dan juga bekerja sama dengan PT. Galery Telephone.

E. Evaluasi Kerja
Evaluasi kerja merupakan suatu proses menganalisa, memperhatikan dan memeriksa hasil kerja karyawan / pegawai dalam suatu perusahaan. Dalam evaluasi kerja harus diawali dengan perencanan (plan) yang memiliki standar operasional prosedur (SOP) sebagai alat ukur ketercapaian target dan acuan proses evaluasi. Tujuan adanya evaluasi kerja antara lain : 1) Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tindakantindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja melalui feedback yang diberikan oleh perusahaan.

2) Mengukur dan megidentifikasikan kecenderungan kinerja karyawan 3) Sebagai informasi untuk mengkompensasi karyawan secara layak. 4) Penempatan karyawan sesuai dengan keahliannya. 5) Mengetahui kelemahan-kelemahan dari karyawan sehingga dapat dilakukan program pelatihan dan pengembangan yang lebih efektif. 6) Perusahaan dapat memberikan perencanaan karir bagi karyawan. Manfaat adanya evaluasi kerja antara lain : a) Bagi karyawan : 1) Meningkatkan motivasi kerja 2) Meningkatkan produktivitas kerja karyawan 3) Menigkatkan kepuasan hidup 4) Karyawan akan mengetahui kelebihan dan kelemahannya b) Bagi penilai (supervisor / manager) 1) Meningkatkan kepuasan kerja 2) Mendapat kesempatan untuk menjelaskan kepada karyawan apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh perusahaan dari para karyawan 3) Menigkatnya interpersonal relationship antara manager dan karyawan c) Bagi perusahaan 1) Meningkatkan kualitas perusahaan 2) Meningkatkan kualitas komunikasi 3) Peningkatan segi pengawasan dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh karyawan Tahapan Evaluasi Kerja 1) Perencanaan 2) SOP 3) Target 4) Hasil Setelah sebelumnya telah dijelaskan secara umum gambaran PT. Mustika Ratu dari mulai profil perusahaan sampai dengan program kerja perusahaan, dijelaskan pula secara umum tentang evaluasi kerja, tujuan dari evaluasi kerja sampai manfaat evaluasi kerja. Selanjutnya akan dijelaskan secara khusus

tahapan evaluasi kerja terhadap program kerja yang sudah ada. Berikut adalah tahapan evaluasi kerja tersebut. 1) Perencanaan o Mengadakan rapat untuk menentukan SDM yang akan melaksanakan evaluasi. Rapat dipimpin oleh pengurus koperasi, peserta rapat terdiri dari anggota koperasi dengan sistem perwakilan 1 orang untuk 10 sepuluh anggota, pejabat perusahaan juga diundang sebagai peserta rapat. o Menentukan jadwal dan pelaksanaan rapat. o Menentukan sumber dana koperasi. Sumber dana koperasi terdiri dari modal sendiri dan modal pinjaman. Modal sendiri terdiri dari simpanan pokok, simpanan wajib dan sukarela. Sedangkan untuk modal pinjaman terdiri dari bank, seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Panin, Bank Bukopin, Bang Niaga, BTN Syariah, Bank Danamon Syariah, dan Bank Muamalat. 2) SOP Dalam evaluasi kerja yang dilakukan oleh koperasi karyawan PT. Mustika Ratu ini, , mereka menerapkan metode TQM (total quality management) untuk menentukan kualitas yang dapat dicapai dalam program kerja. Kualitas yang dimaksud adalah tingkat kepuasan pelanggan yang dalam hal ini adalah para anggota koperasi dan seluruh karyawan PT. Mustika Ratu. Berikut adalah rincian dari SOP menggunakan metode TQM : Fokus utama kepada pelanggan Koperasi karyawan PT. Mustika Ratu berkomitmen untuk

mengutamakan pelanggan dengan cara mengikuti dan tanggap terhadap apa yang menjadi kebutuhan pelanggan. Koperasi PT. Mustika Ratu menggunakan 2 metode yang dipakai dalam megukur kepuasan pelanggan, yaitu : o Lost Customer Analysis : koperasi menganalisis / meneliti pelanggan yang telah berhenti membeli atau menggunakan produk utnuk mengetahui kualitas dari produk tersebut.

o Survei kepuasan pelanggan : metode ini untuk memperoleh tanggapan dan umpan balik secara langsung dari pelanggan. Metode ini juga digunakan untuk mengungkapkan kekurangan dan kelebihan dari produk dan pelayanan yang diberikan, 3) Target Target yang ingin dicapai oleh koperasi karyawan PT. Mustika Ratu tahunnya. 4) Hasil Pada tahun 2012 ini, koperasi karyawan PT. Mustika Ratu, Tbk. Menghasilkan laba sebesar Rp. 212.000.645,25. Artinya program kerja pada tahun 2012 ini telah menghasilkan laba bersih yang lebih besar dari tahun 2011, yaitu mengalami kenaikan sebesar 15,62% dimana sebelumnya pada tahun 2011 laba bersih yang dihasilkan sebesar Rp. 183.355.472.56. Kenaikan tersebut jauh lebih besar dari target yang diinginkan.