Anda di halaman 1dari 20

Gangguan Somatoform

Dokter pembimbing: Dr. Justina Evy Tyaswati Sp.KJ


Oleh : Ade Churie Tanjaya 092011101016

SMF Ilmu Kesehatan Jiwa RSD dr. Soebandi Fakultas Kedokteran Universitas Jember 2013

Definisi
GANGGUAN SOMATOFORM:

kelompok

gangguan yang ditandai keluhan tentang fisik yang tidak dapat dijelaskan oleh penyebab kerusakan fisik (Nevid, dkk, 2005).

suatu kelompok gangguan yang memiliki gejala

fisik (sebagai contohnya, nyeri, mual, dan pusing) di mana tidak dapatditemukan penjelasan medis yang adekuat. (Pardamean E,2007).

Klasifikasi (F45.0-F45.9)
gangguan somatisasi

gangguan somatoform tak terperinci


gangguan hipokondrik disfungsi otonomik somatoform gangguan nyeri somatoform menetap gangguan somatoform lainnya gangguan somatoform YTT

Gangguan Somatisasi (F45.0)


PEDOMAN DIAGNOSIS:
Adanya keluhan fisik yang bermacam-macam yang

tidak dapat dijelaskan atas dasar adanya kelainan fisik, yang sudah berlangsung sedikitnya 2 tahun dari beberapa dokter bahwa tidak ada kelainan fisik yang dapat menjelaskan keluhan-keluhannya masyarakat dan keluarga, yang berkaitan dengan sifat keluhan-keluhannya dan dampak dari perilakunya

Tidak mau menerima nasehat atau penjelasan

Terdapat disabilitas dalam fungsinya di

Kriteria Diagnostik
Keluhan fisik dimulai sebelum usia 30 tahun, terjadi selama

periode beberapa tahun

Tiap kriteria berikut ini harus ditemukan,

4 gejala nyeri: sekurangnya empat tempat atau fungsi

yang berlainan (misalnya kepala, perut, punggung, sendi, anggota gerak, dada, rektum, selama menstruasi, selama hubungan seksual, atau selama miksi)

Epidemiologi
wanita : pria = 10 :1, bermula pada masa remaja

atau dewasa muda

rasio tertinggi usia 20- 30 tahun pasien dengan riwayat keluarga pernah

menderita gangguan somatoform(beresiko 1020x > besar dibanding yang tidak ada riwayat)

Terapi
Psikoterapi
Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter

yang sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan kemasalah sosial
Psikofarmakological
Diberikan hanya bila indikasinya jelas Anti anxietas dan antidepressan

Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi

Gangguan somatoform tak terperinci (f45.1)


Etiologi : unknown
Epidemiologi : di USA 10%-12% terjadi pada

usia dewasa, dan 20 % menyerangwanita

Kriteria Diagnostik
Keluhan-keluhan fisik bersifat multipel, bervariasi

dan menetap, akan tetapi gambaran klinis yang khas dan lengkap dari gangguan somatisasi tidak terpenuhi

Kemungkinan ada ataupun tidak faktor penyebab

psikologis belum jelas, akan tetapi tidak boleh ada penyebab fisik dari keluhan-keluhannya

atau :

Satu atau lebih keluhan fisik (misalnya kelelahan,

hilangnya nafsu makan, keluhan gastrointestinal atau saluran kemih)

Gejala

menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya, Durasi gangguan sekurangnya enam bulan

Gangguan tidak dapat diterangkan lebih baik oleh

gangguan mental lain (misalnya gangguan somatoform, disfungsi seksual, gangguan mood, gangguan kecemasan, gangguan tidur, atau gangguan psikotik)

Gejala tidak ditimbulkan dengan sengaja atau dibuat-

buat (seperti pada gangguan buatan atau berpurapura)

Gangguan Hipokondrik (F45.2)


Hipokondriasis adalah keterpakuan (preokupasi)

pada ketakutan menderita, atau keyakinan bahwa seseorang memiliki penyakit medis yang serius, meski tidak ada dasar medis untuk keluhan yang dapat ditemukan atau ketakutan bahwa gejala fisik yang dialami seseorang merupakan akibat dari suatu penyakit serius yang mendasarinya, seperti kanker atau masalah jantung

Ciri utama dari hipokondriasis adalah fokus

Kriteria Diagnostik
Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya

satu penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhankeluhannya, meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang tidak menunjang adanya alasan fisik yang memadai, ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya (tidak sampai waham) Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau abnormalitas fisik yang melandasi keluhankeluhannya

Terapi
Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial
Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang

Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik

sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Therapi kognitif-behaviour
Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Usahakan untuk mengurangi gejala hipokondriasis

dengan SSRI (Fluoxetine 60-80 mg/ hari) dibandingkan dengan obat lain

Disfungsi otonomik somatoform (f45.3)


Ada

gejala bangkitan otonomik seperti palpitasi, berkeringat, tremor, muka panas, yang sifatnya menetap dan mengganggu subjektif tambahan mengacu sistem atau organ tertentu (tidak khas) pada

Gejala

Preokupasi

dengan penderitaan mengenai kemungkinan adanya gangguan yang serius yang menimpanya, yang tidak terpengaruh oleh hasil pemeriksaan maupun penjelasan dari dokter

Tidak terbukti adanya gangguan yang cukup

berarti pada struktur/fungsi dari sistem/organ yang dimaksud


Jantung dan Sistem Kardiovaskular Saluran Pencernaan Bagian Atas Saluran Pencernaan Bagian Bawah Sistem Pernapasan Sistem Genito-Urinaria Sistem atau Organ Lainnya

Kriteria ke 5, ditambahkan :

Gangguan nyeri somatoform menetap (f45.4)


Gangguan nyeri ditandai oleh gejala nyeri yang

semata-mata berhubungan dengan faktor psikologis atau secara bermakna dieksaserbasi oleh faktor psikologis

Kriteria Diagnostik
Nyeri pada satu atau lebih tempat anatomis

Nyeri menyebabkan penderitaan yang bermakna secara

klinis atau gangguan dalam fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lain dalam onset, kemarahan, eksaserbasi atau bertahannya nyeri

Faktor psikologis dianggap memiliki peranan penting

Gejala atau defisit tidak ditimbulkan secara sengaja

atau dibuat-buat (seperti pada gangguan buatan atau berpura-pura)

Nyeri tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan

mood, kecemasan, atau gangguan psikotik dan tidak memenuhi kriteria dispareunia.

Terapi
Strategi dan teknik psikoterapi dan psikososial
Pengobatan yang konsisten, ditangani oleh dokter yang

Strategi dan teknik farmakologikal dan fisik

sama Buat jadwal regular dengan interval waktu kedatangan yang memadai Memfokuskan terapi secara gradual dari gejala ke personal dan ke masalah sosial Nyeri kronik: pertimbangkan terapi fisik dan pekerjaan, serta terapi kognitif-behavioural
Diberikan hanya bila indikasinya jelas Hindari obat-obatan yang bersifat adiksi Akut: acetaminophen dan NSAID (tidak dicampur) atau

sebagai tambahan pada opioid Kronik: Trisiklik anti depresan, acetaminophen dan NSAID

Gangguan somatoform lainnya (F.45.8)


Keluhan yang ada tidak melalui saraf otonom,

terbatas secara spesifik pada bagian tubuh/sistem tertentu Tidak ada kaitan dengan adanya kerusakan jaringan Termasuk didalamnya, pruritus psikogenik, globus histericus(perasaan ada benjolan di kerongkongan>>>disfagia) dan dismenore psikogenik