Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN DISKUSI TUTORIAL RUANG 13 KASUS 2 Skenario Nyonya Conny, 44 tahun, datang ke tempat praktek dokter dengan keluhan

keluar darah dari kemaluan apabila senggama. Keluhan ini mulai dirasakan penderita sejak 6 bulan yang lalu. Saat ini, sejak 10 hari yang lalu, darah yang keluar terjadi terus-menerus dan berbau busuk. Penderita tidak mengalami keluhan pada BAB dan BAK. Kata Sulit : Kata Kunci : Wanita 44 tahun PCB sejak 6 bulan lalu Darah berbau busuk sejak 10 hari lalu

Masalah Dasar : Wanita 44 tahun datang dengan keluhan keluar darah dari kemaluan apabila sanggama Pertanyaan dan Pembahasan : 1. Anamnesis Jawab -Identitas ( wanita 44 tahun ) -Keluhan utama : ( keluar darah dari kemaluan apabila sanggama) - Sudah sejak kapan keluar darah saat senggama? - Bagaimana frekuensinya (hilang timbul / terus-menerus) -Keluhan penyerta : ( darah yang keluar terus-menerus dan berbau busuk sejak 10 hari yang lalu) - Apa ada keluar keputihan juga (berbau busuk, gatal, berwarna coklat, merah / hitam, encer) ? - Apa disertai nyeri bersenggama (dispareunia) ? - Apa terjadi perdarahan diantara 2 siklus haid ? - Apa ada masalah pada BAB dan BAK (sulit BAK, nyeri saat BAK, saat BAB keluar darah pervaginam) - Apa ada nyeri panggul ? - Apa ada penurunan nafsu makan, cepat lelah, BB menurun ?

o Riwayat penyakit umum - Pernah DM, hipertensi, penyakit jantung o Riwayat perkawinan / koitus - Berapa kali kawin? - Menikah usia berapa ? - Kapan pertama kali koitus ? o Riwayat obstetrik - Punya anak berapa? - Berapa kali melahirkan? - Bagaimana persalinannya (normal / operasi) ? o Riwayat ginekologis - Pernah menderita penyakit ginekologis (polip, mioma dll) - Pernah menderita PMS sebelumnya? o Riwayat haid - Kapan menarche ? - Kapan terakhir haid ? - Siklusnya lancar atau tidak - Lamanya haid - Seberapa sering pasien haid - Apakah banyak darah yang keluar saat haid ? - Berapa kali ganti pembalut dalam 1 hari ? - Konsistensinya bagaimana Warna darahnya bagaimana Saat haid nyeri hebat atau tidak o Riwayat penyakit keluarga - Adakah riwayat menderita tumor ginekologis dalam keluarga ? o Riwayat obat-obatan - Adakah penggunaan obat-obatan hormone sebelumnya ? 2. Pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Jawab Pemeriksaan fisik o Pemeriksaan umum - Tanda-tanda vital : TNRS - Tanda-tanda anemis dan limfadenopati - Penilaian pasien gemuk / kurus - Penilaian pertumbuhan rambut, terutama didaerah pubis, betis, dan kumis yang menunjuk ke arah gangguan endokrin o Pemeriksaan ginekologis - Pemeriksaan pelvis

- Pemeriksaan organ genetalia eksterna a. Inspeksi - Lihat mons veneris apakah ada lesi / pembengkakan - Lihat bagaimana pola rambut pubis - Lihat vulva apakah ada kemerahan, ekskoriasi, massa, leukoplakia, dan pigmentasi - Lihat apakah ada pus / peradangan pada meatus eksterna uretra - Lihat apakah ada peradangan / pembengkakan kelenjar bartolini - Lihat introitus vagina, apakah ada peradangan, keluar nanah, eversi bibir belakang, sepit / lebar - Apakah ada parut di perineum b. Palpasi - Palpasi kelenjar bartolini, dinilai apakah ada peradangan / pembengkakan - Periksa keadaan perineum, bagaimana tebalnya, tegangnya, dan elastisitasnya Pemeriksaan organ genetalia interna a. Inspekulo - Lihat dinding vagina (rugae vaginalis, sinoma, fluor albus) - Lihat porsio vaginalis servisis uteri (bulat, terbelah melintang, mudah berdarah, erosio, peradangan, polip, tumor/ulkus) b. Vagina toucher - Perabaan vagina dan dasar panggul Introitus vagina sempit / luas Dinding vagina licin / kasar, bergaris-garis melintang Apakah teraba polip, tumor / benda asing, teraba lubang (fistula) Apakah puncak vagina teraba kaku oleh jaringan parut / karsinoma serviks Perabaan kavum douglasi dengan menempatkan ujung jadi di forniks posterior - Perabaan serviks Ke mana menghadapnya Bentuknya bagimana (bulat/terbelah melintang) Besar dan konsistensinya Apakah agak turun ke bawah Apakah kanalis servikalis dapat dilalui oleh jari, terutama ostium uteri internum - Perabaan korpus uteri Letakya Bentuknya Besar dan konsistensinya Permukaan Gerakannya - Perabaan parametrium dan adneksum

Normalnya parametrium dan tuba tak teraba, kalau teraba bisa pada pasien kurus / pada tumor ovarium / kelainan tuba (hidrosalphynx) Pemeriksaan penunjang Tes laboratorium Darah lengkap, urinalisis IVA Tes lugol Pemeriksaan sitologi vagina (Paps smear) Biopsi USG Kolposkopi

3. Diagnosis dan diagnosis banding Jawab

4. Etiologi dan epidemiologi Jawab Etiologi : Penyebab utamanya adalah virus yang disebut Human Papilloma (HPV) yang dapat menyebabkan kanker. HPV 16 dan 18 secara bersama mewakili 70% penyebab kanker serviks. Biasanya sebagian besar infeksi akan sembuh dengan sendirinya namun kadang bisa menjadi infeksi persisten yang dapat berkembang menjadi kanker serviks. Faktor Resiko : Usia > 35 tahun Meningkatnya resiko kanker leher rahim pada usia lanjut merupakan gabungan dari meningkatnya dan bertambah lamanya waktu pemaparan terhadap karsinogen serta makin melemahnya system imun akibat usia. Usia pertama kali sanggama. Pada usia muda, sel-sel mukosa pada serviks belum matang (masih rentan). Karena masih rentan, sel-sel mukosa bisa berubah sifat menjadi kanker. Dengan adanya rangsangan, sel bisa tumbuh lebih banyak. Kelebihan sel ini akhirnya bisa berubah sifat menjadi sel kanker. Wanita dengan aktivitas seksual yang tinggi dan berganti-ganti pasangan. Penggunaan antiseptic Dapat menyebabkan iritasi di serviks yang merangsang terjadinya kanker. Wanita yang merokok. Riwayat penyakit kelamin.

Paritas (jumlah kelahiran) Dengan seringnya seorang ibu melahirkan, maka akan berdampak pada seringnya terjadi perlukaan di organ reproduksinya yang akhirnya memudahkan terjangkitnya HPV. Penggunaan kontrasepsi oral. Epidemiologi : Sampai saat ini, setiap tahun di dunia terdapat 500.000 kasus baru kanker serviks dan lebih dari 250.000 kematian. Di Indonesia yang berpenduduk kira-kira 220 juta jiwa, terdapat sekitar 52 juta perempuan yang terancam kanker serviks. Data dari Globocan tahun 2011 bahwa 37 wanita Indonesia ditemukan menderita kanker serviks setiap hari, serta setiap jam, satu wanita meninggal karenanya. 5. Patogenesis dan Patofisiologi Jawab Kausa utama karsinoma serviks adalah infeksi virus Human Papilloma yang onkogenik. Risikoterkena HPV sendiri meningkat setelah melakukan aktivitas seksual. Pada kebanyakan wanita, infeksi ini akan hilang dengan spontan. Tetapi jika infeksi ini persisten maka akan terjadi integrasi genom dari virus ke dalam genom sel manusia, menyebabkan hilangnya kontrol normal dari pertumbuhan sel serta ekspresi onkoprotein E6 atau E7 yang bertanggung jawab terhadap perubahan maturasi dan diferensiasi dari epitel serviks (WHO 2008). Menurut Budiningsih (2007) dalam Sawono (2007), lokasi awal dari terjadinya karsinoma serviks biasanya pada atau dekat dengan pertemuan epitel kolumner di endoserviks dengan epitel skuamous di ektoserviks atau yang juga dikenal dengan squamocolumnar junction. Terjadinya karsinoma serviks yang invasif berlangsung dalam beberapa tahap. Tahapan pertama dimulai dari lesi pre-invasif yang ditandai dengan adanya abnormalitas dari sel yang biasa disebut dysplasia. Displasia ditandai dengan adanya anisositosis (sel dengan ukuran yang berbeda-beda), poikilositosis (bentuk sel yang berbeda-beda), hiperkromatik sel, dan adanya gambaran sel yang sedang bermitosis dalam jumlah yang tidak biasa. Displasia ringan bila ditemukan hanya sedikit sel-sel abnormal, sedangkan jika abnormalitas tersebut mencapai setengah ketebalan sel, dinamai dysplasia sedang. Displasia berat terjadi bila abnormalitas sel pada seluruh ketebalan sel, namun belum menembus membrane basalis. Perubahan pada dysplasia ringan sampai sedang ini masih bersifat reversible dan sering disebut dengan Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN) derajat 1-2. Displasia berta (CIN 3) dapat berlanjut menjadi karsinoma in situ. 6. Manifestasi klinik (Ivana) Jawab Tanda-tanda dini Ca cervix :

tidak menimbulkan tidak spesifik (seperti secret vagina yang agak berlebihan dan kadang-kadang disertai dengan bercak perdarahan) Gejala umum : - Perdarahan per vaginam (pasca sanggama, perdarahan di luar haid) dan keputihan. - Pada penyakit lanjut keluar cairan per vaginam yang berbau busuk, nyeri panggul, nyeri pinggang dan pinggul, sering berkemih, buang air kecil/ buang air besar yang sakit. 7. Penatalaksanaan (Ivana) Jawab Rujuk Pembedahan : dilakukan sampai stadium II A Radioterapi : dapat dilakukan pada semua stadium, terutama mulai stadium yang lebih kecil tetap tidak merupakan kandidat untuk pembedahan. Kemoterapi : sebagai gabungan radio-kemoterapi ajuvan atau untuk terapi paliatif pada kasus residif. Paling aktif : Cisplatin. Jenis kemoterapi lain : Carboplatin, Ifosfamid, dan Paclitaxel. 8. Komplikasi dan prognosis Jawab Setelah pengobatan : Komplikasi berkaitan dengan interverensi pembedahan sudah sangat menurun yang berhubungan dengan peningkatan tenknik-teknik pembedahan tersebut. Komplikasi tersebut meliputi : fistula organ, disfungsi kandung kemih, emboli pulmonal, limfosit, infeksi pelvis, obstruksi usus besar dan fistula rektovaginal. Komplikasi berkaitan pada kemoterapi tergantung pada kombinasi obat yang digunakan. Masalah efek samping yang sering terjadi adalah supresi sumsum tulang, mual, muntah karena penggunaan kemoterapi yang mengaung sisplatin komplikasi lainnya yaitu Pendarahan yang dapat menyebabkan anemia. Infeksi karena sel serviks menjadi sumber infeksi, Metastasis ke organ/jaringan lain yaitu dapat menginfeksi ke daerah lain. Faktor-faktor yang menentukan prognosis ialah : 1. Umur penderita 2. Keadaan umum 3. Tingat klinik keganasan contoh menurut FIGO,1978 4. Ciri-ciri histologik sel tumor 5. Kemampuan ahli atau tim ahli yang menangani 6. Sarana pengobatan yang ada

Menurut ANGKA KETAHANAN HIDUP (AKH) 5 tahun menurut data internasional adalah sebagai berikut : T1S T1 T2 T3 T4 Hampir 100% 70-85% 40-60% 30-40% <10%

9. Edukasi Jawab Miliki pola makan yang bergizi untuk merangsang system kekebalan tubuh. Misalnya, mengkonsumsi berbagaikarotena, vitamin A, C, dan E, dan asam folat dapat mengurangi resiko terkena kanker serviks. Hindari merokok. Hindari seks usia muda Hindari hubungan seks selama masa haid Hindari hubungan seks dengan banyak partner Menjalani tes Pap Smear secara rutin 2 tahun setelah bersenggama pertama. Tes IVA Pemberian vaksin Melakukan pembersihan organ intim 10. Jelaskan hormone yang bekerja pada perempuan yang menopause. Jawab Saat menopause, estrogen dan progesterone menurun, ovarium sekresi testosterone dan andostenedion