Anda di halaman 1dari 28

PENGUKURAN TEKANAN DARAH

DEFINISI
Tekanan darah adlh : tenaga yg digunakan oleh darah terhadap setiap satuan daerah dr dinding pembuluh darah Tekanan darah merujuk kepada tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri darah ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia Unit/ satuan untk tekanan darah adalh : mmHg Jk ssorang mempunyai tekana darh 120 mmHg artinya tenaga yg digunakan dpt mendorong kolom air raksa setinggi 120 mm

Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya diukur seperti berikut 120 /80 mmHg. Nomor atas (120) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung, dan disebut tekanan sistole. Nomor bawah (80) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastole. Tekanan atas & bawah

TEKANAN SISTOLIK & DIASTOLIK


Tekanan sistolik adalah tekanan darah pada saat terjadi kontraksi otot jantung. Istilah ini secara khusus digunakan untuk merujuk pada tekanan arterial maksimum saat terjadi kontraksi pada lobus ventrikular kiri dari jantung Rentang waktu terjadinya kontraksi disebut systole Tekanan diastolik adalah tekanan darah pada saat jantung tidak sedang berkonstraksi atau beristirahat

KLASIFIKASI TEKANAN DARAH


Classification Normal Prehypertension Systolic blood pressure (mmHg) < 120 120 - 139 Diastolic blood pressure (mmHg) < 80 80 89

Stage I Hypertension
Satage II Hypertention

140 - 159
160

90 - 99
100

Saat yang paling baik untuk mengukur tekanan darah adalah saat Anda istirahat dan dalam keadaan duduk atau berbaring. Tekanan darah dalam satu hari juga berbeda; paling tinggi di waktu pagi hari dan paling rendah pada saat tidur malam hari.

Tekanan darah akan berubh sesuai dgn pertambahan usia sampai pd nilai tertentu Nilai tekanan drah menurut usia
Golongan usia Dewasa, sehat - normal
Baru lahir normal

Systolic (mmHg) 90 - 120


50 - 60

Diastolic (mmHg) 60 80
30 40

peningkatan tekanan darah berlangsung secraca gradual Selisih tekanan darah sistol dn diastol disebut pulse pressure/ tekanan denyut (30 40) mmHg Jika sistolik rendh diastol akan mengikuti

PENGENDALIAN TEKANAN DARAH


Meningkatnya tekanan darah di dalam arteri bisa terjadi melalui beberapa cara : 1. Jantung memompa lebih kuat sehingga mengalirkan lebih banyak cairan pada setiap detiknya 2. Arteri kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku. Karena itu darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.

3. Bertambahnya cairan dalam sirkulasi bisa menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Hal ini terjadi jika terdapat kelainan fungsi ginjal sehingga tidak mampu membuang sejumlah garam dan air dari dalam tubuh.

Sebaliknya, jika: 1. aktivitas memompa jantung berkurang 2. arteri mengalami pelebaran 3. banyak cairan keluar dari sirkulasi maka tekanan darah akan menurun. Penyesuaian terhadap faktor-faktor tersebut dilaksanakan oleh perubahan di dalam fungsi ginjal dan sistem saraf otonom (bagian dari sistem saraf yang mengatur berbagai fungsi tubuh secara otomatis).

TEKANAN DARAH TINGGI


Bila tekanan darah diketahui lebih tinggi dari biasanya secara berkelanjutan Jk tekanan sistolik > 150 mmHg Diastolik > 90 mmHg Kondisi diatas menetap seblum usia pertengahan (45 tahun) Jika faktor emosi dn stress sudah disingkirkan

PENYEBAB DARAH TINGGI


1. 2. 3. 4. 5. Keturunan Usia Garam Kolestrol Obesitas 6 Stress 7 Rokok 8 Caffein 9 Alkohol 10 < olh raga

Menurut profesor D.G.Beevers, dalam buku Seri Kesehatan mengenai Tekanan Darah, disebutkan konsumsi garam yang tinggi selama bertahun-tahun akan meningkatkan tekanan darah karena kadar sodium dalam sel-sel otot halus pada dinding arteriol juga meningkat. Kadar sodium yang tinggi ini memudahkan masuknya kalsium ke dalam sel-sel tersebut. Hal ini kemudian menyebabkan arteriol berkontraksi dan menyempit pada lingkar dalamnya.

mereka yang menderita hipertensi karena faktor keturunan, memiliki kemampuan yang rendah dalam mengeluarkan garam dari tubuh mereka Salah satu cara untuk menjaga agar tensi tetap rendah lewat makanan adalah dengan mengonsumsi banyak makanan yang mengandung potasium, seperti buah-buahan dan sayuran. Hal ini karena sel-sel tubuh bereaksi terhadap kandungan potasium yang tinggi dengan membuang sodium (dalam garam).

Konsumsi kafein dn alkohol secra berlebihan (kopi, teh, cola) meningktkn resiko TD Alkohol bersift meningkatkn aktivits saraf simpatis karna dpt merangsang sekresi corticotropin releasing hormone (CRH) yg berujung pd peningkatan TD Kafein dpt menstimulasi jantung untk bekerja > cepat Stress merangsang kelenjar anak ginjal melepaskan hormon adrenalin & memicu jantung bekerja > cepat & > keras

TEKANAN DARAH RENDAH


Hipotensi Jk sistolik < 90 mmHg Diastolik < 40 50 mmHg Menetap sebelum usia pertengahan

Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.

Seblum usia pertengahan : tkanan drh perempuan 5 10 mmHg lebih rendh dr laki laki Pd usia muda tidak ada perbedaan Pd anak anak tekanan darah lebih rendah di banding dewasa Pd orang yg mengalami TD rendah, jk berdiri mendadak tekananya akan lebih rendah Pd kondisi normal, TD posisi tidur 25 - 30 mmHg > rendah dibanding berdiri

FAKTOR FAKTOR YG MEMPENGARUHI TD SITOLIK

1. 2. 3. 4. 5.

Posisi tubuh Posisi lengan Kondisi fisik Usia (artherosklerosis) Emosi (TS s.d = 26,7 mmHg; TD s.d = 14,9 mmHg 6. Stress 7. Sakit 8. Merokok

Agar hasi pengukuran dpt dipercaya, mk dpt dilakukan > 1 kali. (bbrp hari, setiap minggu, setiap bulan, kondisi relax) Cara pengukuran 1. Langsung 2. Tidak langsung

CARA PENGUKURAN
Langsung Dgn kateterisasi jantung. Hanya dilakukan di RS besar. Pengukuran bersifat invasive Tdk langsung a. > mudh dilakukan b. Hasilnya > kasar

Pengukuran TD yg dilakukan sehari hari merupakan pengukuran sesaat Hasil pengukuranya sangat besar variasinya Sering tdk mencerminkan tekanan darah rata rata Hampir selalu > tinggi di banding pengukuran di rumah

CARA PENGUKURAN TD
1. Biarkan pasien berbaring 5 menit 2. Posisi pengukur : duduk bersandar, lengan disangga setinggi jantung 3. Untk penderta DM, usia > 65 tahun, Px dgn terapi hipertensi maka pengukuran dilakukan langsung setelah berdiri atau sesudah berdiri 5 menit

SYARAT PASIEN
1. 1 jam sebelum pengukuran tdk minum kopi atau makanan lain yg mengandung caffein 2. 15 menit sebelum pengukuran tdk merokok, tdk mengonsumsi obat obatan dekongestan nasal, midriatika 3. Suasana tenang dan hangat

PERALATAN. Disebut sphigmomanometer atau dikenal


juga dengan tensimeter

1. Manset (harus menutupi 2/3 panjang lengan), atur 2-3 jari di atas fossa cubiti 2. Manometer (air raksa) 3. Stetoskop
Pengukuran minimal dilakukan 2 kali, jika hasil pengukuran berbeda > 5 mmHg harus diulangi sampai hasil berdekatan Untuk diagnosis, pengukuran sebaiknya dilakukan 3 kali dengan selang waktu 1 minggu Pengukuran dilakukan pada ke dua lengan, kemudian pakai hasil yang lebih tinggi

PENENTUAN KETINGGIAN PEMOMPAAN


Kenyaman px hrus diperhatikan, jangan memompa terlalu tinggi. Ketinggian pemompaan dpt di tentukn dgn teknik palpasi arteri radialis : 1. Pasang manset 2. Raba arteri radialis 3. Pompa sampai arteri tak teraba turunkan 4. Angka ini mrupkan TS kasar (X) panduan untk memompa dgn auskultasi : setinggi X + 20 mmHg

PENGUKURAN TD
1. Pompa sampai angka menunjukkan X + 20 mmHg 2. Turunkan perlahan (3 mmHg/detik) sambil didengarkan suara detak & diamati angka penunjuk pd manometer air raksa 3. Suara terdengar saat turun = TS 4. Dengarkan sampai suara menghilang = TD