Anda di halaman 1dari 15

Assalamualaikum ! Salam Sejahtera! Selamat Sore !

1. 2. 3. 4. 5.

Berikut persembahan singkat dari kami, Kelompok V,yaitu: SUPARNO, M.Si (Meh Sedoyo iS0) SRIWANTO, Prof. (Protolan Pemuda Ansor) Tulus Darsono,S.Pd (Sarjana Pancet dedel) Slamet Riyanto MM ( memang Manteb ) Edi Purwanto ST ( Selalu Tersenyum ) yang masih selalu belajar demi perbaikan dan kesempurnaan. Yang masih sangat membutuhkan kritik dan saran dari semua pihak Doakan kami, agar kami bisa lancar, ikhlas dalam dalam tugas presentasi ini.

MENGELOLA KERAGAMAN DAN KESETARAAN DALAM PEKERJAAN


Keragaman :Perbedaan diantara orang-orang Konsep Keragaman ( diversity ) adalah mengenali bahwa terdapat perbedaan diantara orang orang untuk membantu dalam mengindentifikasi masalah yang terlibat dalam keragaman angkatan kerja, penting untukmengklarifikasi terminologi , istilah yg sering digunakan. Kesetaraan Kesempatan dalam pekerjaan : individu harus mendapatkan perlakuan yang setara, sama dalam semua tindakan yang berhubungan dengan pekerjaan Kesetaraan Kesempatan dalam pekerjaan ( Equel Employment opportunity EEO ) adalah sebuah konsep luas yang menganggap bahwa individu harus mendapatkan perlakuan yang setara dalam semua tindakan yang berhubungan dengan pekerjaan , dilindungi hukum dari diskriminasi ilegal.
24-Sep-13 UPK Kecamatan Ngawi 2

Tindakan Afirmatif
(bersifat menguatkan atau mengesahkan)

Tindakan Afirmatif (Affirmative action ) terjadi ketika para pemberi kerja mengindentifikasi area masalah, menetapkan tujuan , dan mengambil langkah positif untuk meningkatkan kesempatan bagi anggota golongan yang dilindungi, tetapi ada kekhatiran yg timbul mengenai diskriminasi Tebalik yaitu ketika seseorang tidak diberi kesempatan karena pilihan cenderung diberikan kepada org yg mgkn kurang memeuhi syarat.

AAP
Tindakan Afirmatif berfokus pada perekrutan, pelatihan dan promosi dari anggota yang dilindungi dimana mereka kurang terwakili dalam organisasi dan para pemberi kerja telah melembagakan tindakan afirmatif secarasuka rela tetapi sering kali para pemberi kerja juga harus melakukan beberapa tindakan afirmatif (affirmative action plan_AAP)

Isi dari rencana tindakan afirmatif : analisis ketersediaan :mengidentifikasi jumlah dari anggota golongan yg dilindungi u/ bkerja di pasar yg tepat dlm pkrjaan tertentu analisis penggunaan :mengidentifikasi jumlah dari anggota golongan yg dilindungi yang dipekerjakan & Jenis pkerjaan yg mreka pegang dlm sbua organisasi
Dua pendekatan EEO/ Kesetaraan Kesempatan dalam pekerjaan: 1. Tidak ada pengaruh yang berbeda dari: Kebijakan, prosedur kerja, tanpa memandang maksud dari pemberi kerja. Pengaruh yg berbeda terjadi ketika anggota golongan yg dilindungi scra nyata sgt kurang terwakili dlmkeputusan pkerjaan. 2. Pengesahan yang berpengaruh dengan pekerjaan dgn menggunakan stiap faktor u/ mbuat keputusan yg terkait dgn: perekrutan, seleksi, promosi, pemecatan, disiplin, & pnilaian kinerja, hrus berkaitan dgn dgn pekerjaan scr spesifik.

Validitas : sejauh mana sebuah tes benar-bnar mengukur apa yg disebutkan dlm pengukuran tsb. Tes Pekerjaan: Prosedur Kerja apa saja yang digunakan sebagai dasr u/ mbuat sbuah kputusan yg ber kaitan dgn pekerjaan harus valid & handal, Reliabilitas ( konsistan dari sbuah tes u/ mngukur suatu hal

Validitas & Ksetaraan Dlm Pkerjaan


Strategi pengesahan mengukur jenis- jenis Validitas Validitas Isi ( content validity ) adlah metode yang logis dan nonstatistis yang digunakan untuk mengidentifikasi PKK (Pengetahuan Ketrampilan & Kemampuan )dan karakteristik lainya yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah pekerjaan Validitas yg berkaitan dgn kreteria : Validitas yg diukur dgn sbuah prosedur yg menggunakan tes sbg peramal dari sberapa baik seorg individu mampu makukan pkerjaan. Validitas csara bersamaan : diukur saat pemberi kerja menguji karyawan yg ada skarang dan nilainya dikorelasikan ( dihub. timbal balik) dgn tingkat kinerja mreka. Validitas prediktif : diukur saat hasil tes dari pelamar dibandingkan dgn kinerja mreka pada pkerjaan sesudahnya. Validitas Konsep :mnunjukan hub. Antara karakteristik abstrak dgn kinerja pada pkerjaan.

Pernyataan Kbijakan EEO Komitmen organisasional pda ksetaraan dlm pkekerjaan & memasukkan dlm golongan yg dilindungi Tanggapan Pemberi kerja thdp Keluhan EEO u/ mngurangi tuntutan EEO & memperbaiki tindakan diskriminatif. Eriksa Klaim & Arsip Personal Karyawan u/ dpt mnentukan indifidu &age mana yg mnangani masalah penyalidikan. Jangan mlakukan tindakan pembalasan dgn menghina yg mngajukan keluhan EEO

Unsur-unsur dari pemenuhan EEO Equel Employment opportunity = Kesetaraan Kesempatan dalam pekerjaan

MENGELOLA KERAGAMAN dari dimensi : cacat tubuh, Status perkawinan/kluarga, usia,Etnis, jenis kelamin dsb.

Ini dapat dilakukan pendekatan dari berbagai perspektif yang berbeda mulai dari perlawanan sampai ada peciptaan dari budaya keragaman. Smakin beragamnya keragaman dari angkata kerja yg tersedia disertai smakin tinggi kurangnya pkekerjaan dlm banyak jabatan dan industri,telah mamaksa para pemberi kerja u/ mnyadari bahwa keragaman harus dihadapi.

Pelatihan Keragaman
Komponen Komponen Managemen Keragaman yang umum saling mempengaruhi

Komitmen Managemen Puncak pada Keragaman

Akuntabilitas Managemen untuk Hasil Keragaman

Membentuk Komite Keragaman Melakukan Pelatihan Keragaman

Mengadakan Program Keragaman

Mengadakan Sistem Mentor

Mengadak an tim Kerja Multi Menegaskan budaya Keragaman dalam Pergantiaan Kepemimpinan dan Promosi

MASALAH PADA KESETARAAN DALAM PEKERJAAN


Nepotisme : Praktik memasukkan sanak saudara untuk bekerja pada pemberi kerja yg sama.

Glass ceiling : Praktik diskriminatif yg mencegah para wanita & anggota golongan yang dilindungi lainna untuk naik ke pekerjaan tingkat eksekutif.

MASALAH PADA KESETARAAN DALAM PEKERJAAN


Nepotisme : Praktik memasukkan sanak saudara untuk bekerja pada pemberi kerja yg sama.

Glass ceiling : Praktik diskriminatif yg mencegah para wanita & anggota golongan yang dilindungi lainna untuk naik ke pekerjaan tingkat eksekutif

Pelecehan seksual 1. Jenis Quid pro quo : Pelecehan seksual dimana hasil pekerjaan dihubungkan pada diberikannya imbalan seksual oleh seorang individu 2. Lingkungan yg bermusuhan (histile environment) : pelecehan seksual dimana kinerja seorang individu atau kenyaman psikologisnya sangat terpengaruh oleh kondisi-kondisi kerja yang mengintimidasi atau menghina.

Masalah-masalah Lain
Keragaman agama dan spiritualitas, Usia dgn pensiunan bertahap dimana karyawan mengurangi beban kerja gaji, Individu penyandang Cacat dalam angkatan kerja hingga individu dgn gaya hidup dan orentasi seksual yang berbeda

Demikian persembahan dari Kelompok Kami

Ucapan terima kasih kepada semua pihak

15