Anda di halaman 1dari 32

Demam Tifoid

Sari Budi Pertiwi (0810312093) Meirina Khairat (0810312106)

Demam Tifoid
suatu penyakit infeksi sistemik yang disebabkan oleh Salmonella Typhi, yang biasanya mengenai saluran pencernaan dengan gejala demam yang lebih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan dan juga dapat memberikan gejala gangguan kesadaran

Etiologi
Bakteri gram negatif yang tidak memiliki kapsul tetapi memiliki flagela
Salmonella typhi Salmonella paratyphi Salmonella typhimurium

Salmonella typhi
Antigen somatik O (oligosakarida) Antigen flagellar H (protein) Antigen selubung K (polisakarida)

Penularannya melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi dari feses, muntahan maupun cairan badan penderita (faecal-oral) Salmonella typhi dapat menyebar melalui tangan penderita, lalat dan serangga lain.

Epidemiologi
CDC
0,2/100000 penduduk

indonesia
2000 9,2

Dinegara berkembang mungkin bisa lebih tinggi

2004 15,4

1990200035,8% :19.59626.606

Patogenesis

Manifestasi Klinis
Masa inkubasi 10-14 hari Gejala-gejala klinis yang timbul sangat bervariasi dari ringan sampai yang berat, dari asimtomatik hingga gambaran penyakit yang khas disertai komplikasi hingga kematian.

Minggu pertama Demam Nyeri kepala Anoreksia Mual Muntah Gangguan saluran cerna (diare, konstipasi, rasa tidak enak diperut)

Pemeriksaan Fisik
Pada minggu pertama demam yang meningkat terutama pada sore dan malam hari Pada minggu kedua demam menjadi semakin jelas, bradikardi relatif, lidah berselaput, hepatomegali, splenomegali, meteorismus, gangguan atau penurunan kesadaran, bisa muncul rose spot

Pemeriksaan laboratorium
darah perifer lengkap leukosit dapat normal, meningkat atau leucopenia Anemia ringan Trombositopenia Hitung jenis leukosit aneosinofilia LED dapat meningkat SGOT dan SGPT seringkali meningkat, tetapi akan kembali normal setelah sembuhKenaikan SGOT dan SGPT tidak memerlukan penanganan khusus.

Uji Widal
Tujuan dari uji widal adalah untuk menentukan adanya agglutinin dalam serum penderita tersangka demam tifoid yaitu : Aglutinin O (dari tubuh kuman), Aglutinin H (flagella kuman), dan Aglutinin Vi (simpai kuman) Dari ketiga aglutinin tersebut hanya aglutinin O dan H yang digunakan untuk mendiagnosis demam tifoid semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinan terinfeksi kuman ini.

Tatalaksana
Istirahat dan perawatan Diet dan terapi penunjang Pemberian antibiotik

Komplikasi
Komplikasi demam tifoid

Kompliksai intestinal : perdarahan usus, perforasi usus, ileus paralitik, pancreatitis. Komplikasi ekstra-intestinal :
Komplikasi kardiovaskuler : gagal sirkulasi perifer, miokarditis, tromboflebitis Komplikasi darah : anemia hemolitik, trombositopenia, KID, trombosis Komplikasi paru : pneumonia, empiema, pleuritis Komplikasi hepatobilier : hepatitis, kolestitis Komplikasi ginjal : glomerulonefritis, pielonefritis, perinefritis Komplikasi tulang : osteomielitis, periostitis, spondilitis, arthritis Komplikasi neuropsikiatri

Laporan Kasus
Seorang pasien laki-laki umur 27 tahun masuk bangsal interne RSUD Pariaman pada tanggal 15 September 2013 dengan : Keluhan Utama : Demam sejak 8 hari sebelum masuk RS Riwayat Penyakit Sekarang : Demam sejak 8 hari sebelum masuk RS, demam tinggi, naik turun, tidak menggigil dan tidak berkeringat Mual dirasakan semenjak sakit, muntah tidak ada, mencret tidak ada

Rasa tidak enak di perut (+) Sakit kepala dirasakan semenjak sakit Pasien sudah berobat ke bidan dan diberi obat penurun panas, namun demam tidak turun setelah minum obat BAB dan BAK biasa

Riwayat Penyakit dahulu Tidak pernah menderita sakit seperti ini sebelumnya. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini. Riwayat sosial, kebiasaan, pekerjaan Pasien seorang buruh bangunan, memiliki kebiasaan makan makanan dipinggir jalan

Pemeriksaan Fisik

Vital sign : Keadaan umum Kesadaran Tekanan Darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu

: sakit sedang : CMC : 100/60 mmHg : 86x /menit : 20x /menit : 38,7 C

Status Generalisata : Kepala : tak ditemukan kelainan Kulit : turgor baik, ikterik (-) Mata : konjungtiva tak anemis, sklera tak ikterik THT : lidah kotor (+), tremor (+) Leher : Kelenjar getah bening tak membesar Kelenjar thyroid tidak membesar JVP 5-2 CmH2O

Thorax Paru

: normochest
I : simetris kiri dan kanan Pa : fremitus kiri sama dengan kanan Pe : sonor kiri sama kanan Aus: vesikuler, ronchi -/- , wheezing -/-

Jantung I : iktus tidak terlihat Pa : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V Pe : batas jantung kiri 1 jari medial LMCS RIC V, kanan linea sternalis dextra, atas : RIC II sinistra Aus : bunyi jantung murni, irama teratur, bising (-)

Abdomen: I : tak membuncit Pa : hepar dan lien tidak teraba, nyeri tekan epigastrium (+) Pe : tympani Aus : Bising usus (+) normal
Genitalia : tidak dilakukan pemeriksaan

Extremitas

: edem -/reflex fisiologis +/+ reflex patologis -/-

Diagnosis Kerja : Demam Tifoid Pemeriksaan penunjang : Pemeriksaan darah rutin Hb : 12,6 gram/dl Leukosit : 4600 /mm Trombosit : 210.000 /mm Ht : 37

Terapi
IVFD RL 20gtt / menit Inj ceftriaxone 2x 2gr inj ranitidine 1 amp/ 8 jam mucogard syr 3x15 ml paracetamol tab 3x500 mg banyak minum dan diet makanan lunak rendah serat

Rencana : Tes Widal Hasil (tanggal 16-9-2013) : S ty O : (+) 1/80 S ty H : (+) 1/80

Darah Lengkap
GDR Total kolesterol Trigliserida Total bilirubin Bilrubin indirek Bilirubin direk Total protein Albumin Globulin SGOT SGPT Ureum Kreatinin Asam urat : 95 gr / dl : 125 mg / dl : 101 mg / dl : 0,76 mg / dl : 0,31 mg /dl : 0,45 mg /dl : 7,0 gr / dl : 3,9 gr / dl : 3,1 gr / dl : 46 u / L : 26 u / L : 20 mg / dl : 0,6 mg dl : 3,1 mg / dl

Follow up
Tanggal 16 september 2013 S/ demam (+) Nyeri perut (+) BAB & BAK biasa O/ KU : sakit sedang TD : 100/60 RR : 18x/mnt sakit kepala (-) mual (+) muntah (-)

kes : CMC nd : 72x/mnt T : 38,2 C

Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Lidah : kotor (+), hiperemis (+), tremor (-) Thoraks : cor dan pulmo dalam batas normal Abdomen : hepar dan lien tidak teraba nyeri tekan (+), Nyeri lepas (-), defans muscular (-), perkusi : normal Ekstremitas : edema -/-, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/ A/ terapi : IVFD RL 20gtt / menit Inj ceftriaxone 2x 1gr inj ranitidine 1 amp/ 12 jam mucogard syr 3x15 ml paracetamol tab 3x500 mg banyak minum dan diet makanan lunak rendah serat

timpani, BU (+)

Tanggal 17 september 2013 S/ demam (+) sakit kepala (-) Nyeri perut (+) mual (-) muntah (-) BAB & BAK biasa O/ KU : sakit sedang kes : CMC TD : 110/70 nd : 78x/mnt RR : 19x/mnt T : 37,6 C Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Lidah : kotor (-), hiperemis (+), tremor (-) Thoraks : cor dan pulmo dalam batas normal Abdomen : hepar dan lien tidak teraba nyeri tekan (+), Nyeri lepas (-), defans muscular (-), perkusi : timpani, BU (+) normal Ekstremitas : edema -/-, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/ A/ terapi : IVFD RL 15gtt / menit Inj ceftriaxone 2x 1gr inj ranitidine 1 amp/ 12 jam mucogard syr 3x15 ml paracetamol tab 3x500 mg banyak minum dan diet makanan lunak rendah serat

Tanggal 19 september 2013 S/ demam (-) sakit kepala (-) Nyeri perut (-) mual (-) muntah (-) BAB & BAK biasa O/ KU : sakit sedang kes : CMC TD : 110/70 nd : 82x/mnt RR : 19x/mnt T : 36,8 C

Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/Lidah : kotor (-), hiperemis (-), tremor (-) Thoraks : cor dan pulmo dalam batas normal Abdomen : hepar dan lien tidak teraba nyeri tekan (-), Nyeri lepas (-), defans muscular (-), perkusi : timpani, BU (+) normal Ekstremitas : edema -/-, refleks fisiologis +/+, refleks patologis -/A/ pasien dipulangkan

Diskusi
Telah dilaporkan seorang laki-laki, umur 27 tahun dengan diagnosis Demam tifoid. Diagnosa ditegakkan berdasarkan anamnesis berupa adanya demam sejak 8 hari sebelum masuk RS, demam tinggi, tidak terus menerus meningkat saat malam, tidak menggigil dan tidak berkeringat. Pasien merasakan mual semenjak sakit dan rasa tidak enak di perut. Dari pemeriksaan fisik didapatkan suhu 38,7o C, terdapat lidah kotor pada pasien dan adanya nyeri tekan pada epigastrium. Dari pemeriksaan laboratorium ditemukan adanya leukopenia (leukosit 4600/mm3).

Pada awal masuk pasien ini diberikan terapi IVFD RL 20 gtt / menit, ceftriaxone 2x1gr Ranitidin 1amp / 12 jam (IV), Mucogard 3x 15ml, Paracetamol 500 mg 3x1, dan pasien disuruh untuk banyak minum dan makan makanan lunak rendah serat. Pada pasien dilakukan tes Widal pada hari berikutnya dan didapatkan hasil aglutinin O (+) 1/80 dan aglutinin H (+) 1/80.