Anda di halaman 1dari 3

Alindina Anjani 20080310078 FKIK UMY RSUD TEMANGGUNG MATERI KULTUM PADEPOKAN PUASA DAN KESEHATAN

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillahi robbil alamin. Washsholatu wassalamu ala asrofil anbiyai wal mursalin. Waala alihi washohbihi ajmain. Amma badu. Puasa berarti menahan diri dari perkara yang membatalkannya dari terbitnya fajar hingga matahari tenggelam dengan niat mendekatkan diri kepada Allah. Puasa dapat menjadi perisai dari api neraka, syahwat dan maksiat, serta penyakit. Al-Imam Ibnu Qayyim (pakar kedokteran Nabi) berkata puasa itu berfungsi sebagai perisai dari segala penyakit ruh, hati dan badan. Manfaatnya sangat banyak dan tidak dapat dihitung. Puasa memiliki pengaruh yang menakjubkan untuk menjaga kesehatan. Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling dinanti oleh umat muslim. Saat itu, dianggap sebagai bulan yang penuh berkah dan rahmah. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Meskipun untuk sebagian orang ibadah puasa cukup berat, tetapi terdapat keistimewaan untuk mendapatkan hikmah dari Allah berupa kebahagian, pahala berlipat, dan bahkan suatu muhjizat dalam kesehatan. Allah berjanji akan memberikan berkah kepada orang yang berpuasa. Seperti ditegaskan sabda Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim: "Berpuasalah maka kamu akan sehat." Dengan berpuasa, akan diperoleh manfaat secara biopsikososial berupa sehat jasmani, rohani dan sosial. Rahasia kesehatan yang dijanjikan dalam berpuasa inilah yang menjadi daya tarik ilmuwan untuk meneliti berbagai aspek kesehatan puasa secara psikobiologis, imunopatofisilogis dan biomolekular. Para pakar nutrisi dunia mendefinisikan puasa atau kelaparan (starvasi) sebagai pantangan mengkonsumsi nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep puasa dalam Islam secara substansial adalah menahan diri tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga puasa memiliki perbedaan dibandingkan starvasi biasa. Beberapa manfaat puasa bagi kesehatan antara lain adalah 1. Mengistirahatkan pencernaan Puasa memberi kesempatan kepada alat-alat pencernaan untuk beristirahat setelah bekerja keras sepanjang tahun. Lambung dan usus beristirahat selama beberapa jam dari kegiatannya, sekaligus memberi kesempatan untuk menyembuhkan infeksi dan luka yang ada sehingga dapat menutup rapat. Proses penyerapan makanan juga berhenti sehingga asam amoniak, glukosa dan garam tidak masuk ke usus. Dengan demikian sel-sel usus tidak mampu lagi membuat komposisi glikogen, protein dan kolesterol. Di samping dari segi makanan, dari segi gerak (olah raga), dalam bulan puasa banyak sekali gerakan yang dilakukan terutama lewat pergi ibadah

2. Menurunkan resiko terjadinya sindroma metabolik dengan cara: Secara fisiologis, puasa dapat menurunkan kadar gula darah, kolesterol dan tekanan darah sistolik. Menjaga kadar gula darah dalam batas normal. Meningkatkan sensitivitas insulin pada sel tubuh. Menurunkan LDL dan TG dan meningkatkan HDL. Mengurangi timbunan lemak dalam tubuh. 3. Mengatur sekresi asam lambung Sekresi asam lambung dirangsang oleh antisipasi makanan (fase sefalik) dan juga oleh masuknya makanan ke dalam lambung (fase gastrik). Puasa bisa menurunkan kejadian dispepsia fungsional karena mengatur cicardian (bioritme) dari sekresi asam lambung. Pada puasa, sensory dan input mental bisa dilatih sehingga mengurangi fase sefalik pada sekresi asam lambung 4. Keseimbangan anabolisme dan katabolisme Berbeda dengan kelaparan atau starvasi dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Saat puasa terjadi keseimbangan anabolisme dan katabolisme yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen. Hal ini tidak terjadi pada starvasi jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik. 5. Tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. Asam amino teroksidasi dengan pelan dan zat keton tidak meningkat dalam darah sehingga tidak akan mengakibatkan pengasaman dalam darah. 6. Memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerja sel Saat puasa terjadi perubahan dan konversi yang masif dalam asam amino yang terakumulasi dari makanan, sebelum didistribusikan dalam tubuh terjadi format ulang. Sehingga, memberikan kesempatan tunas baru sel untuk memperbaiki dan merestorasi fungsi dan kinerjanya. Pola makan saat puasa dapat mensuplai asam lemak dan asam amino penting saat makan sahur dan berbuka. Sehingga terbentuk tunas-tunas protein , lemak, fosfat, kolesterol dan lainnya untuk membangun sel baru dan membersihkan sel lemak yang menggumpal di dalam hati. 7. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh Penelitian menunjukkan saat puasa terjadi peningkatan limfosit hingga sepuluh kali lipat. Kendati keseluruhan sel darah putih tidak berubah ternyata sel T mengalami kenaikkan pesat. 8. Melatih kesehatan mental Pada puasa seseorang dilatih untuk mengendalikan emosi dan bersabar menghadapi ujian puasa. Allah berfirman: Orang-orang yang bersabar akan diberi pahala dengan tanpa batas. (QS. Az-Zumar: 10) Puasa juga mempersempit gerak syetan dalam aliran darah manusia. Rasulullah bersabda:

Sesungguhnya syetan berjalan dalam diri manusia pada tempat aliran darah. (HR. Bukhari: 1897, Muslim: 4040, Abu Dawud: 2113, At-Tirmidzi: 1092 dan Ibnu Majah: 1769) 9. Bermanfaat bagi kesehatan sosial Saat puasa, seseorang dididik untuk mengingat dan merasakan penderitaan orang lain. Merasakan lapar dan haus juga memberikan pengalaman kepada kita bagaimana beratnya penderitaan yang dirasakan orang lain. Sebab pengalaman lapar dan haus yang kita rasakan akan segera berakhir hanya dengan beberapa jam, sementara penderitaan orang lain entah kapan akan berakhir. Bahkan keadaan Rasulullah pada bulan Ramadlan: Bahwa Nabi adalah orang yang paling dermawan, yang paling dermawan pada bulan Ramadlan ketika bertemu Jibril .. Maka beliau adalah orang lebih dermawan dari pada angin yang berhembus. (HR. Bukhari: 3290, Muslim: 4268, An-Nasai: 2068) Masih banyak manfaat puasa yang lain. Puasa sangat berguna untuk menjaga kesehatan fisik, mental dan social. Pada perintah Allah SWT tentang puasa terdapat kemaslahatan yang besar baik di dunia maupun di akhirat Wabillahi taufiq wal hidayah, Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.