Anda di halaman 1dari 42

Oleh : Anisa Karamina Wardani 04101401003

Pembimbing I Pembimbing II Penguji

: dr. Yuli Doris Memy, Sp.THT-KL : dr. Erial Bahar, M.Sc : dr. Yoan Levia Magdi, Sp.THT-KL

Sebanyak 12.5% dari 5.2 juta anak-anak dan remaja usia 6-19 tahun mengalami NITS (Noised Induced Threshold Shifts).
17% dari 26 juta orang dewasa berusia 20-69 tahun menderita kerusakan pendengaran permanen akibat terpajan bising yang berlebihan (NIDCD, 2008).

Sebanyak 5-10 juta pekerja di AS yang terpajan bising > 85 dB mengalami risiko terkena GPAB. Lebih dari 28 juta penduduk Amerika mengalami gangguan pendengaran 10 juta orang mengalami ketulian akibat terpajan bising yang berlebihan yang didapatkan dari lingkungan pekerjaan ataupun dalam kegiatan sehari-hari

Bising dapat timbul dari lingkungan pekerjaan. SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif tanpa disadari dapat menjadi lingkungan yang memiliki tingkat kebisingan yang cukup tinggi.

Data PGPKT dari Departemen Telinga (THT) RSMH Palembang didapatkan :


SMK 2 : Intensitas bising dari mesin kerja adalah 90,6 dB, 89,9 dB, dan 94,5 dB SMK 7 : Intensitas bising dari mesin kerja adalah 80,1 dB dan 103,2 dB

Sebagian besar siswa belum menyadari bahaya dari kebisingan Siswa jarang menggunakan alat pelindung telinga

Maka dari itu penelitian ini dilakukan

1. Bagaimana Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Para Siswa SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif yang Terpapar Bising ?

Umum : 1. Untuk mengetahui Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Para Siswa SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif yang Terpapar Bising. Khusus : 1. Untuk mengetahui intensitas bising yang terdapat di SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif di Palembang.

2. Untuk mengetahui lama pajanan bising pada siswa dan guru di SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif di Palembang. 3. Untuk mengetahui berapa banyak siswa SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif yang menggunakan alat pelindung diri selama praktikum. 4. Untuk mengetahui jenis pajanan bising yang dialami siswa SMK Jurusan Teknik Mesin/Otomotif.

1.

Sebagai referensi bagi pihak yang berkepentingan sehingga dapat melakukan pencegahan yang tepat dan dapat mengurangi risiko gangguan pendengaran akibat bising.

2.

Sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya.

Gangguan Pendengaran Akibat Bising ( Noise-Induced Hearing Loss )

Kebisingan adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat proses produksi / alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran
Secara audiologik bising adalah campuran bunyi nada murni dengan berbagai frekuensi

GPAB gangguan pendengaran sensorineural yang dimulai pada frekuensi antara 3000-6000 Hz dan berkembang secara bertahap karena seringnya terpapar bising yang berlebihan

Hal-hal yang mempengaruhi :


Intensitas bising Frekuensi bising Lamanya terpapar bising Sumber bising dapat berasal dari okupasi maupun rekreasi

Table 1.1 Common Sources of Noise


Sound Loudness 140 to 170 140 110 to 120 100 90 85 * 60 50 30 to 40

Gunshot (peak level) Jet take off Rock concert, chain saw Diesel locomotive, stereo headphones Motorcycle, lawnmower OSHA level for hearing conservation program Conversation Quiet room Whisper

Pada intensitas bising sebesar 90 dB adalah 8 jam per hari, dan pada setiap peningkatan bising sebesar 5 dB waktu pajanan harus dikurangi sebesar 50 % Waktu pajanan bising pada intensitas bising sebesar 85 dB adalah 8 jam, dan pada setiap peningkatan 3 dB waktu pajanan harus dikurangi sebesar 50%

Table 1.2 Nilai Ambang Batas Kebisingan (Keputusan Menteri Tenaga Kerja, 2011) Tidak boleh terpajan bising lebih dari 140 dBA, walaupun sesaat (Keputusan Menteri Tenaga Kerja, 2011)

Sound Level Meter Octave Band Analyzer Noise dosimeter Impuls meter

Bising yang kontinyu Bising terputus-putus (Intermitten) Bising impulsif.

Peningkatan ambang dengar sementara (Temporary Threshold Shift) Peningkatan ambang dengar menetap (Permanent Threshold Shift)

Pengaruh Auditorial berupa Tuli akibat bising (Noise Induced Hearing Loss/NIHL) Pengaruh Non Auditorial

Terjadi kerusakan di telinga dalam :

Disosiasi organ Corti, rupture membran Reissner, perubahan stereosilia dan organel subseluler Terjadi respon inflamasi koklea Kerusakan sel rambut bagian luar (Outer Hair Cells) dan kerusakan rambut bagian dalam (Inner Hair

Cells)

Anamnensis Pemeriksaan fisik dan otoskopik Audiometri

Sebaiknya dipindahkan kerjanya dari lingkungan bising


Pemasangan alat bantu dengar / ABD (hearing aid)

Penggunaan APD seperti sumbat telinga (ear plug), tutup telinga (ear muff) dan pelindung kepala (helmet)

Program Konversi Pendengaran (PKP)

3.1 Jenis Penelitian : survey deskriptif.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian : SMK Negeri 2 Palembang, 20 September 2013 sampai dengan 20 Desember 2013
3.3 Populasi : Semua siswa SMK Teknik Mesin / Otomotif di Palembang yang terpapar oleh bising

3.3.1 Populasi Terjangkau : Siswa SMK Negeri 2 Palembang yang dalam praktikum terpapar oleh bising. 3.4 Sampel : Siswa SMK Negeri 2 Palembang yang dalam praktikum terpapar bising dan mempunyai kriteria keikutsertaan.

3.4.1 Besar Sampel : N = ZPQ d = (1,96) (0,5) (1-0,5) (0,1) = 96,04 = 96

Sampel : 106

3.4.2 Pemilihan Sampel :

Simple random sampling. Sampel diambil dari


siswa kelas 2 dan 3 di SMK Negeri 2 Palembang.

3.5 Kriteria Inklusi dan Eksklusi :


3.5.1 Kriteria Inklusi : - Para siswa SMK Negeri 2 yang telah terpapar bising. - Dapat bekerjasama dengan baik dan bersedia mengikuti penelitian.
3.5.2 Kriteria Eksklusi : Subjek menolak atau tidak bersedia untuk ikut serta dalam penelitian.

3.6 Variabel Penelitian :


1. Pengetahuan, sikap, dan perilaku para siswa SMK

Teknik Mesin/Otomotif yang terpapar bising. 2. Jenis kelamin. 3. Usia. 4. Intensitas bising. 5. Jenis / pola bising. 6. Lama terpapar bising. 7. Pemakaian alat pelindung diri.

3.9 Analisis Data : Univariat, deskriptif dan disajikan dalam bentuk :


Tabel distribusi dan frekuensi untuk data yang bersifat kategori. Mean dan standar deviasi untuk data yang bersifat kuantitatif.

3.12 Kerangka Operasional

Lampiran

Berdasarkan landasan scientific yang kuat Dijaga kerahasiaannya Tidak merugikan pihak manapun

TERIMA KASIH