Anda di halaman 1dari 7

Organisasi Kemahasiswaan

Organisasi kemahasiswaan, seperti yang kita ketahui semestinya bahwa organisasi mahasiswa adalah organisasi yang ada pada ruang lingkup mahasiswa. Pada esai kali ini, saya akan membahas tentang organisasi kemahasiswaan secara luas, apa saja yang menjadi manfaat daripada kegiatan ini, lalu bagaimana cara menyikapinya, efek apa yang akan ditimbulkan nantinya, secara abstrak bagaimana akan berjalannya suatu kehidupan mahasiswa yang harus me-manage waktunya untuk kegiatan berorganisasi dengan kewajiban yang ada di punggungnya yaitu belajar, organisasi-organisasi apa saja yang mungkin dapat membantu mahasiswa untuk lebih spesifik dalam mengeksplorasi kemampuan internalnya, organisasi-organisasi yang dalam kehidupan sehari-harinya dapat untuk diterapkan secara langsung, dan lain-lain. Sesudah mengganti jabatan kita dari siswa menjadi mahasiswa, kita akan menjadi seseorang yang mempunyai cara berpikir berbeda dari anak SMA. Mengapa ? karena itu adalah sebuah tuntutan kita sebagai mahasiswa yang identik dengan jiwa kepemimpinan, oleh karena itulah proses cara berpikir kita tidak boleh linier, kita harus berpikir global. Dan mengapa harus seperti itu ? karena dengan berpikir global maka kita akan kritis dalam menghadapi berbagai permasalahan yang nantinya pasti akan banyak ditemui dalam tingkat mahasiswa. Dengan cara berpikir global itu pula kita bisa menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan, karena berpikir global mengajari kita untuk mencari berbagai macam solusi yang bisa di ambil dari sebuah pengalaman di luar kegiatan kuliah, tentu saja dengan berorganisasi. Organisasi sangat penting sekali karena selain untuk tambahan aktifitas mahasiswa yang seringkali mempunyai banyak waktu luang, bisa juga untuk membangun karakter mahasiswa untuk bisa ikut serta dalam dalam berbagai event yang menunjang, dalam hal ini bisa juga disebut aktifis. Selain itu juga, pengorganisasian diri juga dapat memberikan jaringan terhadap orang-orang maupun instansi yang nantinya pasti akan berguna. Apabila mempunyai banyak sekali link, nantinya kita juga tidak akan merasa kesulitan dalam mengadapi masalah, karena tiap-tiap orang pasti mempunyai solusi yang berbeda.

Dapat diperjelas bahwa dengan hal semacam ini seorang mahasiswa dapat bertukar solusi dalam pemecahan suatu masalah dan saling membantu. Menurut dari cerita beberapa orang yang pernah saya dengar adalah bahwa pada saat kuliah, ikut serta dalam sebuah organisasi itu sangat penting sekali, tak tahu kenapa jejak orang-orang yang sukses sebagian besar selalu di kaitkan dengan dengan keikutsertaannya dalam sebuah organisasi dulu pada saat menjadi mahasiswa. Sebenarnya ada yang benar dengan pernyataan tersebut, dengan ikut serta dalam sebuah organisasi, secara tidak langsung kita menjadi pribadi yang aktif dengan kemampuan intelektual yang otomatis bertambah seiring dengan bertambahnya pengalaman. Tetapi secara logis, jika kita aktif dalam sebuah organisasi, apa akan menjadi efektif belajar kita nanti ? jika mengikuti organisasi terlalu serius maka konsentrasi kita dalam belajar juga pasti akan terbagi dua. Maka dengan ini, saya akan membahas secara rinci tentang organisasi kemahasiswaan yang menimbulkan pertanyaan pro dan kontra serta misteri tentang bagaimana menjadi orang yang sukses karena keaktifannya dalam sebuah organisasi. Cara menyikapi sebuah organisasi kemahasiswaan dengan benar akan membuat seorang mahasiswa menjadi pribadi yang baik, bertanggung jawab, serta menjadi pribadi yang sukses karena pengalaman yang di dapatkannya dapat ia manfaatkan dengan sebaikbaiknya. Mahasiswa yang mampu menghadapi segala dampak negatif dengan pemikiranpemikaran global yang ia dapatkan saat berorganisasi, pasti akan menjadi bibit unggul untuk nanti tumbuh pada dunia kerja. Pasalnya kita dituntut untuk bisa menyelesaikan suatu masalah itu dengan jiwa yang bersih, penuh rasa tanggung jawab dan dengan jiwa kepemimpinan juga. Itu semua akan didapatkan pada saat mengikuti berbagai organisasi yang ada untuk ruang lingkup mahasiswa. Pada hari sabtu saya melakukan riset kepada beberapa teman saya yang berbeda fakultas. Riset saya tentang apa saja manfaat daripada mengikuti organisasi, apa saja dampak negative yang ditimbulkan apabila mengikuti organisasi, apa yang harus dilakukan pada saat berorganisasi agar menjadi sukses, serta tiga macam organisasi yang kiranya mampu untuk diambil nilai-nilai yang bertajuk kesuksesan.

Pertama saya akan membahas tentang manfaat apa saja yang kita dapatkan apabila mengikuti sebuah organisasi. Manfaat yang pertama adalah untuk menambah link komunikasi kita dengan orang lain. Itu hal yang sangat penting, pasalnya link yang banyak akan dapat membantu kita dalam berbagai hal, misalnya meminjam buku pada kakak angkatan yang mengikuti organisasi juga. Bayangkan apabila kita tidak memiliki link seperti itu, maka kita pasti akan kesulitan dalam menhadapi masalah tersebut. Itu semua sudah saya paparkan sedikit dipembuka pada esai ini. Lalu yang kedua, sebagai sarana untuk mencari pasangan hidup, paling tiad ada upaya untuk mencari pasangan. Pasalnya, dalam sebuah organisasi kita bertemu dengan orang-orang yang banyak, kita akan mengenal mereka sebagai teman. Mungkin dalam sebuah pertemanan itu nantinya akan menjadi chemistry, tentunya lawan jenis. Tidak jarang dalam kehidupan ini pasangan hidup sering muncul dalam perspektif berorganisasi. Yang ketiga adalah cara belajar manajemen konflik. Maksutnya kita akan belajar bagaimana rasanya menjadi bagian dalam sebuah organisasi. Misal kita menjadi ketua dalam sebuah organisasi, mau tidak mau kita harus bisa menjadi pemimpin yang baik, bertanggung jawab. Dari situlah kita bisa menjadi seorang pemimpin masa depan. Misal lagi sebagai bendahara dalam sebuah organisasi, apabila menjadi bendahara maka kita pasti akan menjumpai konflik dalam bentuk pengaturan keuangan. Apabila kita membeli alat-alat yang di butuhkan oleh organisasi, maka kita akan belajar sebaik-baiknya cara me-manage uang dengan benar dan melaporkan segala hasil keuangan kepada ketua organisasi. Contoh lain adalah sekretaris, dengan menjadi seorang sekretaris dalam sebuah organisasi, kita akan dituntut untuk mencatat semua hal yang dikira penting dalam sebuah keorganisasian tersebut. Itu semua merupakan contoh dari manajemen konflik yang kita dapatkan ketika mengikuti organisasi. Yang keempat adalah mendapatkan pengalaman. Pengalaman yang baik dapat kita terapkan dalam kehidupan di masyarakat, sebagai wujud konkret jiwa seorang kepemimpinan. Dengan mendapat banyak pengalaman, kita pasti akan menjadi lebih waspada terhadap hidup kita. Apabila ada masalah, pasti kita juga dapat mengatasinya dengan mudah. Itu semua berkat pengalaman yang didapatkan ketika kita berorganisasi. Ada pepatah juga yang mendukung pengalaman adalah Guru yang sebaik-baiknya, dan

itu benar. Yang kelima adalah memiliki kemampuan berorganisasi. Kemampuan ini pastinya hanya akan kita dapatkan pada saat mengikuti organisasi. Ketika lulus dan menjadi seorang sarjana nanti, kita akan dihadapkan dengan ruang organisasi yang besar, yaitu sebuah pekerjaan. Apabila kita hanya menjadi kutu buku pada saat mahasiswa, maka akan sulit untuk bekerja dibandingkan dengan mahasiswa yang memiliki kemampuan berorganisasi. Tentunya dia akan lebih mudah untuk menjadi seorang yang sukses apabila kemampuannya dijalankan dengan sangat optimal. Yang keenam, suatu bentuk metode pengenalan diri. Maksutnya dengan berorganisasi kita akan mengenali potensi yang ada dalam diri kita. Dengan bisa mengetahui potensi itu, kita bisa mengembangkannya menjadi lebih berarti, dan bukan itu saja potensi yang baik akan sangat bermanfaat dalam dunia kerja sehingga memudahkan kita untuk mencapai kesukesan. Yang ketujuh, sarana untuk menjalin hubungan positif antara fisik dan kepribadian. Disini maksutnya, dengan berorganisasi kita bisa menjadi orang yang ulet, terbuka, yaitu apresisasi terhadap petualangan,seni,emosi, ide-ide unik, imajinasi, dan berbagai macam pengalaman. Lalu kita juga bisa mengurangi sifat neurositisme yaitu kecenderungan mengalami emosi negatif, marah, cemas, depresi, dan sebagainya, itu semua adalah bentuk ketidakstabilan emosi. Saya mendapatkan ini semua saat saya mengikuti softskill beberapa hari yang lalu. Lalu yang kedelapan, yaitu mengubah pola pikir kita menjadi lebih luas, tidak hanya berpikir secara linier, tetapi berpikir secara global. Cara berpikir seperti ini menjadikan kita seorang mahasiswa yang siap dalam bersaing di dunia masyarakat. Dengan cara berpikir yang masih seperti kacamata kuda, maka kita tidak akan pernah dapat mengetahui segala yang ada di sekeliling kita, dalam kata lain tidak peka terhadap lingkungan. Yang kesembilan adalah menumbuhkan motivasi/ semangat untuk menjalani hidup layaknya orang yang sukses. Dengan berorganisasi, ada kaitannya erat dengan jaringan komunikasi yang luas, dengan itu banyaklah cerita-cerita inspiratif yang di share dari individu satu ke individu lain. Dengan banyaknya cerita pengalaman itu maka, akan menumbuhkan jiwa semangat individu lain untuk menjadi orang yang sukses. Tanpa adanya komunikasi maka hal seperti itu tidak akan pernah terjadi.

Ada beberapa dampak negatif dalam mengikuti kegiatan berorganisasi. Menurut riset yang saya lakukan beberapa hari yang lalu, dampak negative yang pertama adalah waktu belajar menjadi berkurang. Mengikuti kegiatan organisasi identik dengan waktu yang harus kita manage dengan baik. Meskipun menjadi akitifis itu suatu hal yang sangat baik, tapi apabila tidak diimbangi dengan manajemen waktu yang baik, maka akan menjadi suatu hal yang buruk bagi seorang mahasiswa. Salah satu contoh misalnya mereka terlalu sibuk dalam kegiatan berorganisasi, sehingga mereka meniggalkan kewajiban mereka sebagai mahasiswa, yaitu belajar. Maka dari itu akan menjadi lebih baik apabila seorang aktifis itu juga bisa memanajemen waktu mereka dengan sangat baik. Jangan sampai kewajiban mereka terganggu karena sibuk menjadi aktifis. Disitulah letak kesulitannya. Yang kedua adalah waktu untuk refresing menjadi lebih sedikit. Jangan diremehkan, setiap orang perlu yang namanya istirahat, jangan sampai menjadi orang yang stress karena terlalu keras memikirkan hal. Jadi mencari waktu untuk istirahat itu juga penting. Yang ketiga adalah mudah lelah karena banyaknya kegiatan dan kebutuhan pribadinya akan tersampingkan. Tak dapat di pungkiri, terlalu lelah karena terlalu banyak kegiatan sering dialami oleh mahasiswa aktifis, oleh karena itu pula mereka sering sekali mengesampingkan kebutuhan pribadinya, misal saja makan, mandi, tidur dan lain-lain. Misalnya makan tadi terkesampingkan maka akan menjadi suatu hal yang buruk bagi kesehatan mahasiswa. Apalagi dengan keadaan tubuh yang sering lelah, maka harus diimbangi dengan istirahat yang cukup dan tidak mengesampingkan kebutuhan pokoknya. Karena akan sangat fatal sekali apabila itu semua tidak diperhatikan. Yang kelima adalah kurang fokus dalam proses perkuliahan karena banyak beban pikiran. Hal ini pasti dan akan selalu terjadi apabila mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi tiadk dapat melakukan halhal tersebut diatas. Apabila ini sampai terjadi, prestasi akademik mahasiswa akan sangat terganggu. Misalkan IP menjadi turun gara-gara tidak konsen dalam menyerap ilmu yang disampaikan ketika berada dalam ruang kelas. Apa saja yang harus dilakukan ketika berorganisasi, yang pertama adalah menjadi seorang leader dalam sebuah organisasi. Itu sangat penting karena jiwa seorang kepemimpinan harus bisa didapatkan ketika berorganisasi semacam ini. Maka dari itu

saling berlomba-lomba untuk menjadi leader dalam sebuah organisasi. Yang kedua adalah mencari jaringan/link yang banyak. Rugilah kalau hanya menjadi anggota pasif dalam sebuah organisasi, karena pada dasarnya kita berorganisasi juga untuk mencari jaringan komunikasi yang luas sehingga manfaatnya dapat kita rasakan seperti yang telah saya jelaskan diatas. Yang ketiga adalah kita harus mampu mengolah data visual sehingga mampu kita serap dan akan kita kembangkan menjadi suatu pembelajaran yang positif untuk menuntun kita menjadi seorang pemimpin. Istilah pendeknya, kita harus mencari pengalaman-pengalaman untuk nantinya diterapkan dalam kehidupan kita. Lalu organisasi apa saja yang dapat kita ambil nilai-nilainya agar bisa menjadi orang yang sukses. Sebenarnya semua kegiatan oraganisasi kemahasiswaan pada dasarnya mendidik kita untuk menjadi seorang pemimpin, jadi tanpa terkecuali. Disini saya akan membahas tiga unit kegiatan mahasiswa yang bisa saya serap nilai-nilainya. Yang pertama adalah organisasi mahasiswa yang disebut BEM-KM. Dari sini kita bisa dapatkan jaringanjaringan komunikasi yang banyak, tentunya dari berabagai jurusan dalam satu fakultas atau bahkan fakultas-fakultas yang lain dalam satu universitas. Sehingga kenalan kita menjadi banyak sekali. Sebenarnya semua organisasi mahasiswa itu secara umum saling melengkapi. Yang kedua teater, dari sini kita bisa belajar caranya menghargai karaya milik orang lain. Memang simpel, tetapi bermula dari hal kecil seperti ini kita bisa menjadi seorang berjiwa pemimpin yang selalu menghargai karya-karya orang lain. Dan tidak pernah meremehkan pekerjaan orang. Dari situlah jiwa-jiwa pemimpin dapat terlahir, memulai dari hal-hal yang kecil. Yang ketiga adalah jurnalistik. Sebagai mahasiswa kita harus bisa cara menulis yang baik. Kita harus mampu menjembatani ide-ide yang terlintas pada pikiran kita untuk nantinya di tuangkan dalam bentuk tulisan. Tanpa adanya berlatih kita tidak akan bisa secara instan dengan mudah menulis. Oleh karena itu kita harus mampu menulis, menjadi seorang pemimpin harus diawali dengan langkah yang simpel. Jadi pada dasarnya pengolahan jiwa melalui proses pengorganisasian diri adalah cara yang sangat manjur untuk mendidik jiwa kita menjadi jiwa seorang pemimpin muda yang intelektual, bertanggung jawab serta memerhatikan nilia-nilai yang kecil tetapi mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Sebagaimana uraian diatas kita

harus mampu berorganisasi sejak dini untuk melatih kepribadian kita, merubah cara berpikir kita menjadi global, menambah jaringan koneksi antar mahasiswa, menambah wawasan tentunya, serta mendidik kita untuk menjadi personal yang memiliki nilai-nilai tanggung jawab yang tinggi. Selain itu berorganisasi akan mengajarkan kita cara memanage waktu dengan baik, belajar tentang manajemen konflik dalam kehidupan bahkan mengajari kita untuk menghargai hasil karya orang lain. Itu semua merupakan ciri-ciri yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Sebagaimana pasalnya mahasiswa adalah pionerpioner masa depan, sudah sepatutnya memiliki ciri-ciri tersebut diatas tanpa terkecuali. Karena di masa depan akan banyak menghadapi tantangan/persoalan yang akan lebih rumit, sehingga pemantapan kepribadian harus ditanamkan sejak dini dengan mengajak mahasiswa untuk ikut serta dalam sebuah Organisasi Kemahasiswaan.