Anda di halaman 1dari 7

PEMERIKSAAN LABORATORIUM GLUKOSA URINE DAN PROTEIN URINE

PEMERIKSAAN LABORATORIUM GLUKOSA URINE DAN PROTEIN URINE JUMLAH URINE ( PRODUKSI URINE PER 24 JAM ) Bayi : 30 - 500 ml Anak ( 1-14 th ) : 500 1400 ml Dewasa : 600 1600 ml anuria : 100 ml oliguria : 100 600 ml poliuria : > 1600 ml Proteinuria Adanya protein dalam urine Orang sehat : ekskresi urine < 30 mg/24 jam Proteinuria : ekskresi 300 mg/24 jam Mekanisme :

prerenal proteinuria glomerular proteinuria tubular proteinuria Mikroalbuminuria Mikroalbuminuria : ekskresi 30-300/24 jam yang diperoleh 2 kali dari 3 kali pemeriksaan PROTEINURIA Normal : protein diekskresi ke dalam urine < 150 mg/24 jam Urine normal terdiri dari : albumin 30%, globulin 30%, Tamm-Horsfall protein 40% Protein dengan BM > 20.000 dalton sukar melewati dinding kapiler glomerulus Glomerular basement membrane bermuatan negatif, demikian juga albumin menghalangi keluar

Anatomi usus halus Usus halus terdiri dari 3 bagian yaitu duodenum, yejunum dan ileum. Panjang duodenum 26 cm, sedangkan yejunum + ileum : 6 m Dimana 2/5 bagian adalah yejunum (Snel, 89). Sedangkan menurut schrock 1988 panjang usus halus manusia dewasa adalah 5-6 m. Batas antara duodenum dan yejunum adalah ligamentum treits. Yejunum dan ileum dapat dibedakan dari :

1. Lekukan lekukan yejunum terletak pada bagian atas rongga atas peritoneum di bawah sisi kiri mesocolon transversum ; ileum terletak pada bagian bawah rongga peritoneum dan dalam pelvis. 2. Jejunum lebih besar, berdinding lebih tebal dan lebih merah daripada ileum Dinding jejunum terasa lebih tebal karena lipatan mukosa yang lebih permanen yaitu plica circularis, lebih besar, lebih banyak dan pada yejunum lebih berdekatan ; sedangkan pada bagian atas ileum lebar, dan pada bagian bawah lipatan ini tidak ada. 3. Mesenterium jejunum melekat pada dinding posterior abdomen diatas dan kiri aorta, sedangkan mesenterium ileum melekat dibawah dan kanan aorta. 4. Pembuluh darah mesenterium jejunum hanya menmbentuk satu atau dua aarkade dengan cabang-cabang yang panjang dan jarang yang berjalan ke dinding usus halus. Ileum menerima banyak pembuluh darah yang pendek, yang beraal dari 3 atau 4 atau malahan lebih arkade. 5. Pada ujung mesenterium jejunum, lemak disimpan dekat pangkalan dan lemak jarang ditemukan didekat dinding usus halus. Pada ujung mesenterium ileum lemak disimpan di seluruh bagian , sehingga lemak ditemukan dari pangkal sampai dinding usus halus. 6. Kelompokan jaringan limfoid (Agmen Feyer) terdapat pada mukosa ileum bagian bawah sepanjang pinggir anti mesentrik. Perbedaan usus halus Perbedaan eksterna dan usus besar pada anatomi adalah :

1. Usus halus (kecuali duodenum) bersifat mobil, sedang kan colon asenden dan colon desenden terfiksasi tidak mudah bergerak. 2. Ukuran usus halus umumnya lebih kecil dibandingkan dengan usus besar yang terisi. 3. Usus halus (kecuali duodenum) mempunyai mesenterium yang berjalan ke bawah menyilang garis tengah, menuju fosa iliaka kanan. 4. Otot longitudinal usus halus membentuk lapisan kontinyu sekitar usus. Pada usus besar (kecuali appendix) otot longitudinal tergabung dalam tiga pita yaitu taenia coli. 5. Usus halus tidak mempunyai kantong lemak yang melekat pada dindingnya. Usus besar mempunyai kantong lemak yang dinamakan appandices epiploideae.

6. Dinding usus halus adalah halus, sedangkan dinding usus besar sakular. Perbedaan interna 1. Mucosa usus halus mempunyai lipatan yang permanen yang dinamakan plica silcularis, sedangkan pada usus besar tidak ada. 2. Mukosa usus halus mempunyai fili, sedangkan mukosa usus besar tidak mempunyai. 3. Kelompokan jaringan limfoid (agmen feyer) ditemukan pada mukosa usus halus , jaringan limfoid ini tidak ditemukan pada usus besar.

Metode: 1. Skin flap (Pedicle Flap)

Suatu teknik operasi untuk dapat memperbaiki skar dan kontraktur dimana kulit dan subkutan dll dipindah dari suatu bagian badan ke bagian badan yang lain dengan suatu pedicle vascular. Design flap harus memperhatikan :

Supply vaskuler Daerah jangkauannya Arah putar rotasi Ikut sertanya fascia profunda yang kaya pembuluh darah

Macam:

1.

Random Flap

Misal: Z-plasti, advancement flap, rotation flap, transpotition, interpolation. 1. Axial Flap

Vaskularisasi langsung dari pembuluh darah arteri kulit. Panjang flap tergantung daerah vaskularisasi arteri. Misal: Forehead flap, deltopectoral flap, inguinal flap. 1. Musculocutaneus Flap

Pedicle vascular di dalam otot-otot tertentu (perlu tahu vascularisasi otot-otot tertentu) 1. Free Flap

Flap kulit / musculocutaneus dilepaskan dari vaskularisasinya disambungkan kembali pada pembuluh darah resipien. Perlu teknik bedah mikro. Tipe-tipe skin flap menurut lokasi: 1. Lokal A.

Flap yang diputar pada titik poros (Pivot Point)

Rotation flap/ pemutaran Transpotition flap/ pemindahan Interpotition flap/ penyisipan Advancement Flap/Pemajuan Simple V-Y Bipedicle Jauh A. Direct (langsung): dari donor defek

1.

1.

Trunk: abdominal, groin manus Extr. superior: cross arm flap muka Cross finger flap jari-jari

Extr. Inferior: Cross leg flap Indirect (tidak langsung) Donor (tube) pergelangan tangan defek muka Leher (tube) hidung, bibir, auricular Extr. Inferior (tube paha) tibia anterior

1.

Metode Z-plasti Metode Z-plasti adalah suatu teknik operasi untuk memperbaiki skar dan kontraktur. Pada metode ini, kulit di sekitar jaringan parut akan dibuat flap dalam bentuk segitiga-segitiga kecil yang biasanya mengikuti bentuk huruf Z. teknik yang dipilih disesuaikan dengan bentuk jaringan parut yang ada. Kemudian flap dijahit kembali sesuai garis dan lipatan asli kulit. Jaringan skar yang baru biasanya akan tampak lebih samara. Metode Z-plasti berguna pula mengurangi tekanan pada jaringan yang terjadi kontraktur. 1. 2. Skin Graft

Pada prosedur skin graft, jaringan kulit diambil dari bagian yang sehat kemudian ditransplantasikan ke bagian tubuh yang terkena jejas. Jaringan kulit yang diambil yaitu segmen epidermis dan dermis dipisah sempurna dari blood supply donor sebelum ditanam di daerah lain tubuh (resipien). Metode skin graft tidak selalu memberikan hasil yang memuaskan, karena sering kali struktur dan warna jaringan kulit yang ditransplantasikan berbeda dengan jaringan kulit di sekitarnya. Area kulit yang diambil untuk skin graft biasanya juga akan digantikan oleh jaringan parut, tetapi skin graftdapat mengembalikan fungsi kulit dengan baik. Macam-macam skin graft: 1. STSG (Split Thickness Skin Graft/Tandur Alih Kulit Sebagian) Jenis-jenis: 1. 2. 3. Thin Split Thickness Graft (tipis) Medium (tebal kulit sedang) Thick split Thickness Graft (tebal)

Berbagai lokasi donor menurut kebutuhan resipien (paling sering paha). Alat untuk mengambil: dermatom

Ketebalan kulit dapat diatur 10-25 perseribu inchi

Misal: pisau humby, brown elektrik, brown air driver dermatom, reese dermatome.

1.

FTSG (Full Thickness Skin Graft/Tandur Kulit Seluruh Tebal)

Ketebalan : epidermis dan seluruh dermis Sifat-sifat:

Mendekati tekstur kulit normal meliputi: tekstur/kelenturan, warna, pertumbuhan rambut, retraksi kulit lebih sedikit.

Donor:

Makin dekat resipien sifat makin mirip Paling sering dipakai: retro auricular, supra clavicular, lengan atas sebelah dalam, lipat paha (inguinal), abdomen bagian bawah.

Alat mengambil: pisau bedah (lemak dibuang dengan gunting) Baik untuk: muka, daerah sendi

1.

Ekspansi/Perluasan jaringan Setelah

Pada prosedur ekspansi jaringan, sebuah balon dimasukkan ke dalam kulit di sekitar jaringan parut, balon diisi dengan cairan saline agar kulit dapat meregang. jumlah kulit yang meregang cukup, yaitu setelah beberapa minggu atau beberapa bulan, balon dilepaskan. Selanjutnya, kulit baru yang terbentuk ditarik untuk menggantikan jaringan parut yang ada. 1. Resurfacing kulit dengan laser

Terdapat dua macam laser yang digunakan untuk memperbaiki permukaan jaringan parut yang tidak rata, yaitu laser CO2 dan laser Erbium (laser YAG). Laser CO2 digunakan pada jaringan parut yang lebih superficial. Kedua jenis laser tersebut bekerja dengan cara mengelupas lapisan kulit paling luar, sehingga jaringan kulit baru dan lebih halus terbentuk. 1. Dermabrasi

Metode dermabrasi dapat memperhalus permukaan jaringan parut yang tidak rata dengan cara mengelupas lapisan paling atas kulit. Kulit akan diinjeksi dengan cairan anestesi, kemudian diampelas dengan hati-hati menggunakan sikat yang berputar atau butiran permata sampai sejumlah kulit yang diharapkan hilang terkelupas.