Anda di halaman 1dari 24

TUGAS MEDIA PEMBELAJARAN

MAKALAH MEDIA PEMBELAJARAN

Kelompok 4: 1. 2. 3. 4. 5. Miftakhul Jannah Nely Fitriani Dita Anjarini Safar Galih N. Adi Nugroho (113174003) (113174010) (113174038) (113174043) (113174046)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN MATEMATIKA 2013

PENGERTIAN MEDIA PEMBELAJARAN

Dalam pengertian teknologi pendidikan, media atau bahan sebagai sumber belajar merupakan komponen dari sistem intruksional di samping pesan, orang, tekniklatar dan peralatan. Media atau bahan adalah perangkat lunak (software) berisi pesan atau informasi pendidikan yang biasanya disajikan dengan mempergunakan peralatan.Sedangkan peralatan atau perangkan keras (hardware) sendiri merupakan sarana untuk dapat menampilkanpesan yang terkandung pada media tersebut (AECT, 1977). Adapun beberapa pendapat para ahli tentang media sebagai berikut: a. Menurut Santoso S. Hamidjojo, media adalah semua bentuk perantara yang dipakai orang penyebar idea, sehingga gagasannya sampai pada penerima. b. Menurut Mc Luhan, media adalah sarana yang disebut pula channel, karena pada hakikatnya media telah memperluas atau memperpanjang kemampuan manusia untuk merasakan, mendengar dan melihat batasbatas jarak, ruang dan waktu tertentu, kini dengan bentuan media batasbatas itu hampir menjadi tidak ada. c. Menurut Blake dengan Horalsen, media adalah saluran dimana perantara ini merupakan jalan atau alat untuk lalu lintas suatu pesan antara komunikator dengan komunikan. d. Menurut Martin R. Wrong, media adalah alat atau mekanisme untuk menyalurkan pesan. e. Menurut Gagne (1970), media adalah berbagai jenis elemen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar. f. Menurut Brigg (1970), media adalah alat perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar. g. Menurut Beown (1973), media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar mengajar pada diri siswa.

h. Menurut P. Ely, media secara luas dapat diartikan dengan manusia, benda ataupun peristiwa yang membuat konsisi siswa untuk memungkinkan memperoleh: Pengetahuan (knowledge) Keterampilan (skill) Sikap (attitude)

Lebih lanjut DR. Nursid Sumaatmadja (Metodologi Pengajaran IPS), mengemukakan: Media adalah segala alat dan benda yang digunakan untuk membantu pelaksanaan proses belajar mengajar seperti proyektor, peta, globe, grafik, diagram, film, dll. Dari bebrapa pendapat-pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Media dapat membantu dan mempermudah proses belajar dan mengajar. 2. Media tidak hanya sekedar meragakan alat dan benda ( hal-hal yang harus diragakan) tetapi lebih dari itu , media digunakan untuk

mengungkapkan lebih jauh pokok-pokok dan konsep-konsep yang harus dibina pada diri anak didik. Dengan melihat pengertian tersebut, maka alat peraga merupakan bagian dari media pembelajaran. Alat peraga adalah media pengajaran yang digunakan untuk memeragakan benda atau gejala yang tidak dapat secara langsung ke dalam kelas.

Karakteristik/ Jenis-Jenis Media Pembelajaran Karakteristik media dapat dilihat menurut kemampuan membangkitkan rangsangan indera penglihatan, pendengaran, perabaan, pengecapan, maupun penciuman. Atau kesesuaian dengan tingkat hirarki belajar seperti yang digarap oleh gagne, dan sebagainya. Karakteristik media ini sebagaimana dikemukakan oleh Kemp (1975) merupakan dasar pemilihan media sesuai dengan situasi belajar

tertentu. Dia mengatakan The question of what media attributes are necessary for a given learning situation becomes the basis for media selection. Jadi klasifikasi media, karakteristik media dan pemilihan media merupakan kesatuan yang tak terpisahkan dalam penentuan strategi pembelajaran di bawah ini akan dijelaskan beberapa jenis media pembelajaran yang lazim dipakai dalam kegiatan belajar mengajar khususnya di Indonesia. A. Media Grafis/Media Berbasis Manual Media grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain, media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan. Slauran yang dipakai menyangkut indera penglihatan. Pesan yang disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Symbol-simbol tersebut perlu dipahami benar artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisisen. Secara khusus grafis berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak di grafiskan. Selain sederhana media grafis juga termasuk media yang relatif murah ditinjau dari segi biayanya. Berikut beberapa jenis media grafis, diantaranya : a. Gambar/foto Gambar/foto adalah media yang paling umum dipakai. Pepatah cina mengatakan bahwa sebuah gambar berbicara lebihbanyak daripada seribu kata. Kelebihan media grafis: 1. Sifatnya konkrit. Gambar/foto lebih realistis menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata. 2. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. 3. Media gambar/foto dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Sel atau penampang daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar atau foto.

4. Dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dpat mencegah atau membetulkan kesalafahaman. 5. Murah harganya dan gampang didapat serta digunakan, tanpa memerlukan peralatan khusus.

Kelemahan-kelemahan media grafis: 1. Gambar/foto hanya menekan persepsi indera mata. 2. Gambar/foto benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran. 3. Ukuran sangat terbatas untuk kelompok besar. b. Sketsa Sketsa adalah gambar yang sedeharna, atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokoknya tanpa detail. Sketsa, selain dapat menarik perhatian murid, menghindarkan verbalisme dan dapat memperjelas penyampaian pesan, harganya pun tak perlu dipersoalkan sebab media ini dibuat langsung oleh guru. c. Diagram Diagram merupakan suatu gambar sederhana yang menggunakan garis dan simbol. Diagram menggambarkan struktur dari objeknya secara garis besar dan menunjukkan hubungan antar komponennya atau sifat-sifat proses yang ada disitu. Beberapa ciri-ciri diagram yang perlu diketahui: 1) Diagram bersifat simbolis dan abstrak sehingga kadang-kadang sulit dimengerti. 2) Untuk dapat membaca diagram, seseorang harus mempunyai latar belakang tentang apa yang didiagramkan. 3) Walaupun sulit dimengerti karena sifatnya yang padat, diagram dapat memperjelas arti.

d. Bagan/chart

Bagan merupakan media visual yang menyajikan ide-ide atau konsep-konsep yang sulit bila hanya disampaikan secara tertulis. Di dalam bagan sering kita jumpai jenis media grafis yang lain seperti gambar, diagram, kartun atau lambing-lambang verbal. Sebagai media yang baik, bagan haruslah: 1. Dapat dimengerti anak 2. Sedeharna dan lugas, tidak rumit atau berbelit-belit 3. Diganti pada waktu-waktu tertentu agar selalu tetap termasa (up-to date), juga tidak kehilangan daya tarik. Menurut sifatnya, chart dibagi menjadi dua: 1. Chart yang bersifat menunda penyampaian pesan (pesan disampaikan secara bertahap). Contoh: bagan tertutup (hidden chart) dan bagan balikan (flip chart). 2. Chart yang menyampaikan pesan sekaligus. Contoh: bagan pohon (tree chart), bagan arus (flow chart), bagan garis waktu (time line chart), dan stream chart. e. Grafik (graphs) Sebagai suatu media visual, grafik adalah gambar sederhana yang menggunakan titik-titik, garis atau gambar. Untuk melengkapi seringkali simbol-simbol verbal digunakan pula di situ. Fungsi adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti, menerangkan perkembangan atau perbandingan sesuatu objek atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas. Beberapa manfaat/kelebihan grafik sebagai media: 1. Grafik bermanfaat sekali untuk mempelajari dan mengingat datadata kuantitatif dan hubungan-hubungannya. 2. Grafik dengan cepat memungkinkan kita mengadakan analisis, interpretasi dan perbandingan antara data-data yang disajikan baik dalam hal ukuran, jumlah, pertumbuhan dan arah. 3. Penyajian data grafik: jelas, cepat, menarik, ringkas dan logis.

Ada beberapa macam grafik diantaranya : i. Grafik Garis. Grafik garis atau line graphs termasuk dalam kelompok grafik dua skala, atau dua proses yang dinyatakan dalam garis vertikal dan garis horizontal yang saling bertemu. Baik pada garis horizontal maupun vertikal dicantumkan angka-angka yang akan menyampaikan informasi tertentu dari pesan yang akan disajikan. Contoh:

ii.

Garafik Batang Seperti halnya grafik garis, grafik batang juga menggunakan proses vertikal dan horizontal. Grafik batang bermanfaat untuk membandingkan sesuatu objek, atau

peristiwa yang sama dengan waktu yang berbeda, atau menggambarkan berbagai hal/objek yang berbeda tetang sesuatu yang sama. Contoh:

iii.

Grafik Lingkaran (circle graph atau pie graph) Menggambarkan bagian-bagian dari suatu keseluruhan serta perbandingan bagian-bagian tersebut. Penggambaran bagian-bagian prosentase. Contoh: tersebut dilakukan dengan pecahan atau

iv.

Grafik gambar Grafik gambar menggunakan simbol-simbol gambar sederhana. Jumlah simbol gambar tersebut menggambarkan data kuantitatif. Selain dapat menunjukkan perbandingan dalam bentuk yang jelas dan singkat grafik gambar juga mudah dibaca karena menggunakan gambar-gambar tersebut. Contoh:

f. Kartun Kartun sebagai salah satu bentuk komunikasi grafis, adalah suatu gambar interpretatif yang menggunakan simbol-simbol untuk

menyampaikan sesuatu pesan secara cepat dan ringkas atau sesuatu sikap terhadap orang, situasi, atau kejadian-kejadian tertentu. Kemampuanya besar sekali untuk menarik perhatian, mempengaruhi sikap maupun tigkah laku. Jika kartun mengena, pesan yang besar bisa disajikam secara ringkas dan kesannya akan tahan lama diingatan. Contoh: g. Poster Poster tidak saja penting untuk menyampaikan kesan-kesan tertentu tetapi dia mampu pula untuk mempengaruhi dan memotivasi tingkah orang yang melihatnya. Poster dapat dibuat diatas kertas, kain, batang kayu, seng, di pohon, di tepi jalan, dinding, di majalah. Ukuranya bermacam-macam tergantung kebutuhan. Secara umum poster yang baik hendaknya : Sederhana Menyajikan satu ide dan untuk mencapai satu tujuan pokok. Berwarna Slogannya ringkas dan mengena Tulisannya jelas Motif dan desain bervariasi

h. Peta dan Globe Pada dasarnya peta dan globe berfungsi untuk menyajikan datadata lokasi. Tetapi secara khusus peta dan globe tersebut

memberikan informasi tentang : o Keadaan permukaan bumi, daratan, sungai-sungai, gununggunung, dan bentuk-bentuk daratan serta perairan lainnya. o Tempat tempat serta arah dan jarak dengan tempat yang lain. o Data-data budaya dan kemasyarakatan seperti misalnya populasi atau pola bahasa/adat istiadat

o Data-data ekonomi seperti misalnya pertanian, industri atau perdagangan internasional. Kelebihan penggunaan peta/globe sebagai media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar adalah : Memungkinkan siswa mengerti posisidari kesatuan politik, daerah kepulauan, dll. Merangsang minat siswa terhadap penduduk dan pengaruhpengaruh geografis. Peta dan globe sangat penting untuk mengkonkritkanpesan-pesan yang abstrak. i. Papan Flanel / Flannel Board Papan flanel adalah media grafis yang efektif sekali untuk menyajikan pesan-pesan tertentu kepada sasaran tertentu pula. Papan berlapis kain flanel ini dapat dilipat sehingga praktis. Gambar-gambar yang akan disajikan dapat dipasang dan dicopot dengan mudah sehingga dapat dipakai berkali-kali. Selain gambar, dikelas rendah sekolah dasar atau kanak-kanak, papan flanel ini dipakai pula untuk menempel huruf dan angka-angka. Karena penyajiannya yang seketika, kecuali menarik perhatian siswa, penggunaan papan flanel dapat membuat sajian lebih efisien.

j. Papan Buletin (Bulletin Board) Berbeda dengan papan flanel, papan buletin ini tidak dilapisi kain flanel melainkan langsung ditempel gambar-gambar atau tulisan. Fungsinya selain menerangkan sesuatu, papan buletin dimaksudkan untuk memberitahukan kejadian dalam waktu tertentu. Berbagai jenis media grafis dapat dipakai sebagai bahan pembuatan papan buletin. Selain itujuga pesan-pesan verbal tertulis seperti karangan-karangan anak, berita, feature, dan sebagainya.

B. Media Pembelajaran Berbasis ICT

1. Pengertian Media Pembelajaran Berbasis ICT Media pembelajaran berbasis ICT adalah alat yang

digunakan dalam proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi. Dalam sistem ini interaksi antara pengajar (guru) dan peserta (murid) ajar tidak harus saling bertatap muka (bertemu) secara fisik seperti halnya dalam sistem pendidikan konvensional, mereka bertemu dalam ruang teknologi informasi (internet) dengan memanfaatkan suatu media yang disebut komputer.

2. Unsur Pengembangan Pembelajaran ICT Beberapa media yang dapat digunakan dalam pembelajaran berbasis ICT, adalah: a. Internet Internet adalah media sesungguhnya dalam pendidikan berbasis TI, karena perkembangan internet kemudian muncul model model e-learning, distance learning, web base learning, dan istilah pendidikan berbasis TI lainnya. Internet merupakan jaringan komputer global yang mempermudah, mempercepat akses dan distribusi informasi dan pengetahuan (materi pembelajaran) sehingga materi dalam proses belajar mengajar selalu dapat diperbaharui. Sudah seharusnya dalam penerapan pendidikan berbasis TI tersedia akses internet. Saat ini wilayah Indonesia yang terjangkau jaringan internet semakin meluas hal ini sebagai dampak dari perkembangan yang pesat dari jaringan telekomunikasi. Mulai dari jaringan telpon rumah/kantor, jaringan Speedy telkom, leased line ISP, sampai dengan komunikasi melalui GPRS, 3G, HSDPA dengan memanfaatan modem GSM dan CDMA dari provider seluler adalah sederetan teknologi yang dapa digunakan

untuk akses internet. Dengan kata lain, saat ini tersedia banyak pilihan teknologi untuk melakukan koneksi pada jaringan global. Menurut Haughey, (1998) dalam Suhariyanto,

mengungkapkan bahwa pemanfaatan internet dalam media pembelajaran dapat dilakukan dalam tiga bentuk, yaitu : 1) Web Course, yaitu: Penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, di mana seluruh bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Bentuk ini tidak memerlukan tatap muka baik untuk pembelajaran maupun evaluasi dan ujian. Proses pembelajaran sepenuhnya dilakukan melalui penggunaan email, chat rooms, bulletin board dan online conference. Bentuk ini juga biasa digunakan untuk pembelajaran jarak jauh (distance education / learning). Aplikasi bentuk ini antara lainVirtual campus / university. 2) Web Centric Course, yaitu: Sebagian bahan belajar, diskusi, konsultasi,

penugasan, dan latihan disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian konsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka. Dalam bentuk ini presentasi tatap muka lebih sedikit dibandingkan penggunaan internet. Pusat kegiatan pembelajaran bergeser dari kegiatan kelas melalui kegiatan melalui internet. Sama dengan web course siswa dan guru terpisah, tetapi ada waktu waktu yang telah ditetapkan mereka bertatap muka. Bentuk ini banyak diterapkan di perguruan tinggi perguruan tinggi yang menerapkan sistem belajar off campus. 3) Web Enhanced Course, yaitu

Pemanfaatan

internet

untuk

pendidikan, untuk

menunjang peningkatan kualitas kegiatan pembelajaran di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan istilah web lite course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Bentuk ini lebih dominan kegiatan tatap muka dibanding penggunaan internet sebagai media pembelajaran. Bentuk ini dirujuk sebagai langkah awal untuk

menyelenggarakan pembelajaran berbasis internet, sebelum menyelenggarakan pembelajaran dengan internet secara lebih kompleks. b. Intranet Apabila penyediaan infrastruktur internet mengalami suatu hambatan, maka intranet dapat dijadikan alternatif sebagai media pendidikan berbasis TI. Karakteristik intranet hampir sama dengan internet, hanya saja untuk area lokal (dalam suatu kelas, sekolah, gedung, atau antar gedung). Model model pembelajaran sinkron dan tidak sinkron dapat dengan mudah dan lebih murah dijalankan pada intranet. Menurut penulis, pada kondisi kondisi tertentu intranet justru dapat menjadi pilihan tepat dalam menerapkan pendidikan berbasis TI. c. Mobile Phone Pembelajaran berbasis TI juga dapat dilakukan dengan menggunakan media telepon seluler, hal ini dapat dilakukan karena kemajuan bisa teknologi telepon materi seluler yang

pesat. Seseorang mengikuti

mengakses

pembelajaran, Begitu

pembelajaran melalui

telepon seluler.

canggihnya perkembangan teknologi ini sampai memunculkan istilah baru dalam pembelajaran berbasis TI yang disebut Mlearning (mobile learning). d. CD ROM / Flash Disk Media CD ROM atau flash disk dapat menjadi pilihan apabila koneksi jaringan internet / intranet tidak tersedia. Materi

pembelajaran disimpan dalam media tersebut, kemudian dibuka pada suatu komputer. Pemanfaatan media CD ROM / flash disk merupakan bentuk pembelajaran berbasis TI yang paling sederhana dan paling murah. Berikut ini adalah contoh software dan kegunaannya: 1. MS Word: dapat digunakan untuk membuat tampilan tekstual (berupa tulisan) maupun gambar. 2. MS Power Point: dapat digunakan untuk membuat slide presentasi, mempunyai kemampuan menampilkan teks, suara, animasi, video, serta untuk membuat media interaktif dengan fasilitas hyperlink yang dimiliki. 3. MS Excel: software pengolah lembar data, dapat digunakan untuk membuat media yang berupa grafik, maupun untuk membuat simulasi. 4. Software untuk menggambar dan mengolah citra seperti MS Paint, Correl Draw, dll. 5. Software pengolah video seperti MS Movie Maker, VideoLiead, dll. 6. Software pengolah suara seperti MS Sound Recorder. 7. Software untuk membuat animasi flash seperti Macromedia Flash. 8. Bahasa pemrograman umum seperti Pascal, Delphi, Visual Basic, Java, dll.

3. Fungsi dan Manfaat Media Pembelajaran Berbasis ICT Internet and Communication Technology (ICT) memilliki tiga fungsi utama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, yaitu 1. Teknologi berfungsi sebagai alat (tools), untuk membantu pembelajaran, misalnya dalam mengolah kata. 2. Teknologi berfungsi sebagai ilmu pengetahuan (science).

3. Teknologi berfungsi sebagai bahan dan alat bantu untuk pembelajaran (literacy). Dalam hal ini teknologi dimaknai sebagai bahan pembelajaran sekaligus sebagai alat bantu untuk menguasai sebuah kompetensi berbantuan komputer. Dalam hal ini posisi teknologi tidak ubahnya sebagai guru yang berfungsi sebagai: fasilitator, motivator, transmitter, dan evaluator. Sebagai bagian dari pembelajaran, teknologi / ICT memiliki tiga kedudukan, yaitu sebagai suplemen, komplemen, dan substitusi (Riyana, 2008). Encyclopedia of Educational Research dalam Hamalik (1994:15) berikut: 1. Meletakkan dasar dasar yang konkret untuk berpikir. 2. Memperbesar perhatian siswa. 3. Meletakkan dasar dasar yang penting untuk perkembangan belajar. 4. Memberikan pengalaman nyata yang dapat menumbuhkan kegiatan berusaha sendiri di kalangan siswa. 5. Menumbuhkan pemikiran yang teratur dan kontinu. 6. Membantu tumbuhnya pengertian yang dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa. 7. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, dan membantu efisiensi dan keragaman yang lebih banyak dalam belajar. Sudjana dan Rivai (1992;2) mengemukakan manfaat media pembelajaran dalam proses belajar siswa, yaitu: 1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa hingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. merinci tentang fungsi media pembelajaran sebagai

2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran. 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi , tidak semata mata komunikasi verbal melalui penuturan kata kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan mengajar pada setiap jam pelajaran. 4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan,

memerankan dan lain-lain. Moldstad (dalam Harsya W Bachtiar, 1984) menyatakan bahwa media pembelajaran berbasis ICT dalam proses pembelajaran akan dapat menimbulkan kondisi kondisi positif, seperti : 1. Belajar lebih banyak terjadi jika media diintegrasikan dengan program instruksional yang tradisional. 2. Jumlah belajar yang setara sering dapat tercapai dalam waktu yang lebih singkat dengan menggunakan teknologi

instruksional. 3. Program instruksional dengan menggunakan berbagai media yang didasarkan pada suatu pendekatan sistem, seringkali memudahkan siswa dalam belajar secara lebih efektif. 4. Program program multimedia dan atau tutorial audio untuk pembelajaran biasanya lebih disukai siswa bila dibandingkan dengan pengajaran tradisional.

Secara umum, manfaat penggunaan media pembelajaran berbasis ICT, yaitu :

1. Materi abstrak. 2. Kekuatan Hypertext. 3. Penggambaran ulang objek belajar dan pola pikir siswa. 4. Meningkatkan retensi / daya ingat siswa dengan belajar secara multimedia. 5. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan tenaga. 6. Memungkinkan siswa belajar mandiri, sesuai bakat,

kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya. 7. Memberikan rangsangan yang sama, mempersamakan

pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama. 8. Pembelajaran dapat lebih menarik. 9. Waktu pelaksanaan dapat diperpendek. 10. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan

dimanapun diperlukan. Berbagai upaya telah dilakukan oleh dunia pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan ICT. Selain fungsinya sebagai alat bantu pemecahan masalah manusia, ICT juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran yang dipercaya dapat (Elang Krisnadi, 2009): 1. Meningkatkan kualitas pembelajaran. 2. Memperluas akses terhadap pendidikan dan pembelajaran. 3. Mengurangi biaya pendidikan. 4. Menjawab keharusan berpartisipasi dalam ICT. 5. Mengembangkan keterampilan ICT (ICT skills) yang

diperlukan siswa ketika bekerja dan dalam kehidupannya nanti. Strategi pemanfaatan ICT di dalam pembelajaran mencakup: 1. ICT sebagai alat bantu atau media pembelajaran. 2. ICT sebagai sarana / tempat belajar. 3. ICT sebagai sumber belajar.

4. ICT sebagai sarana peningkatan profesionalisme. 4. Prinsip Prinsip Pembelajaran Berbasis ICT Prinsip umum penggunaan teknologi, dalam hal ini ICT adalah sebagai berikut : 1. Efektif dan efisien. Penggunaan ICT harus memperhatikan manfaat dari teknologi ini dalam hal mengefektifkan belajar meliputi pemerolehan ilmu, kemudahan dan keterjangkauan, baik waktu maupun biaya. 2. Optimal. Dengan menggunakan ICT, paling tidak pembelajaran menjadi bernilai lebih daripada tanpa menggunakannya. Nilai lebih yang diberikan ICT adalah keluasan cakupan, kekinian (up to date), kemodernan dan keterbukaan. 3. Menarik. Artinya dalam prinsip ini, pembelajaran dikelas akan lebih menarik dan memancing keingintahuan yang lebih. Pembelajaran yang tidak menarik dan memancing

keingintahuan yang lebih akan berjalan membosankan dan kontra produktif untuk pembelajaran. 4. Merangsang daya kratifitas berpikir pelajar. Dengan menggunakan ICT tentu saja diharapkan pelajar mampu menumbuhkan kreativitasnya dengan maksimal yang terdapat didalam diri mereka. Seorang anak yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya berbeda dengan pelajar yang mempunyai kreativitas rendah. Pelajar yang mempunyai kreativitas tinggi tentunya akan mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan tanggap terhadap permasalahan yang muncul. Begitu pula sebaliknya dengan pelajar yang berkreativitas rendah. 5. Aplikasi Pembelajaran Berbasis ICT

Beberapa aplikasi teknologi informasi dan komunikasi dalam pengembangan pembelajaran yang dapat dikembangkan antara lain: 1. Media Audio Media audio merupakan media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Seperti : Radio, Alat Perekam Pita Makhnetik, Laboratorium bahasa

2. Media Proyeksi diam Media proyeksi diam mempunyai persamaan dengan media grafis dalam arti menyajikan rangsangan-rangsangan visual. Contohnya : Film Bingkai, Film Rangkai, Media Transparansi, Proyektor tak Tembus Pandang, Mikrofis, Film, Fil Gelang, Televisi, Video, Permainan dan simulasi. 3. Pembelajaran Berbasis Komputer Pembelajaran berbasis komputer yaitu penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. Penggunaan komputer secara langsung dengan peserta didik untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengevaluasi kemajuan belajar peserta didik. Materi pembelajaran dibuat dalam bentuk powerpoint atau CD pembelajaran interaktif. Pembelajaran berbasis computer merupakan program pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran dengan menggunakan software komputer (CD pembelajaran) berupa program komputer yang berisi tentang judul, tujuan, materi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. 4. E learning Blended E-Learning adalah pembelajaran terintegrasi / terpadu dengan menggunakan jaringan internet (network), intranet (LAN), atau ekstranet (WAN) sebagai pengantar materi, interaksi atau fasilitas. Blended E-Learning disebut juga

online learning. Pada pembelajaran model ini pembelajaran dapat disajikan dalam format: a. E-mail (pengajar dan peserta didik berinteraksi dalam pembelajaran dengan menggunakan fasilitas e-mail). b. Mailing List/grup diskusi, bisa menggunakan fasilitas email atau fasilitas jejaring sosial seperti facebook atau twitter. c. Mengunggah bahan ajar dari internet, peserta didik dapat mencari bahan ajar melalui internet untuk menambah pengetahuan tentang pokok bahasan yang sedang dipelajari. d. Pembelajaran interaktif melalui web / blog. e. Interactive Conferencing berupa pembelajaran langsung jarak jauh. 5. Pembelajaran berbasis web Sekolah harus menyediakan/membuat website sekolah yang diantaranya berisi materi materi pelajaran. Setiap pengajar harus memiliki blog sendiri yang berisi mata pelajaran yang diajarkan, bisa berkomunikasi tentang materi pelajaran dengan peserta didik di dunia maya, dengan demikian akan tercipta virtual class room (kelas dunia maya) yang dapat memotivasi dan menambah wawasan pengetahuan peserta didik. 6. Penilaian berbasis TIK Penilaian hasil belajar peserta didik memerlukan pengolahan dan analisis yang akurat, obyektif, transparan dan integral agar bisa dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu perlu dikembangkan penilaian berbasis komputer yang bisa diakses oleh peserta didik, pengajar dan orang tua.

7. Perpustakaan online

Sumber belajar pokok bagi peserta didik adalah buku buku pelajaran dan buku buku referensi yang lengkap. Buku buku tersebut biasanya ada di perpustakaan sekolah. Semakin banyaknya buku dan banyaknya peserta didik yang

memanfaatkan

perpustakaan,

membutuhkan

manajemen

perpustakaan yang baik. Salah satu strategi pelayanan perpustakaan berbasis komputer adalah perpustakaan online. Perpustakaan online adalah fasilitas perpustakaan dalam dunia digital yang ada di internet yang memungkinkan seorang pencari informasi dapat mengakses ke segala sumber ilmu pengetahuan dengan cara yang mudah tanpa adanya batasan waktu dan jarak.

6. Dampak Positif dan Negatif Pembelajaran yang Menggunakan ICT / TIK Seiring berkembangnya zaman, ICT / TIK semakin digunakan di dunia pembelajaran, hal itu bisa terjadi karena ICT / TIK dirasa membawa keuntungan baik bagi pengajar maupun pelajar, keuntungan atau dampak positif dari pembelajaran yang menggunakan ICT / TIK tersebut antara lain adalah : a. Pelajar jadi lebih mudah dalam belajar, karena kebanyakan pelajar lebih suka praktek dibandingkan teori. b. Pengajar jadi lebih mudah mengajar dan mudah menyampaikan materi dengan membuat presentasi presentasi. c. Bagi pelajar maupun pengajar, pemberian dan penerimaan materi atau tugas tidak harus bertatap muka, jadi jika pengajar berhalangan hadir tetap dapat member tugas atau materi melalui e mail. d. Dalam membuat laporan, baik bagi pelajar maupun pengajar jadi lebih mudah karena jika memakai computer akan mudah dikoreksi jika ada kesalahan.

e. Dalam belajar, baik pengajar maupun pelajar akan lebih mudah mencari sumber karena adanya internet. f. Pembelajaran yang menggunakan ICT/TIK bisa dibuat lebih menarik, misalnya dengan memunculkan gambar atau suara sehingga pelajar lebih antusias untuk belajar. Segala sesuatu pasti ada dampak positif dan negatif, tidak terkecuali diantaranya: a. Pembelajaran yang menggunakan ICT / TIK hanya bisa dilaksanakan oleh sekolah yang mampu, bagi sekolah sekolah yang kurang mampu akan ketinggalan, dan siswanya akan kesulitan jika mereka masuk ke sekolah lanjutan di kota besar yang sudah sering menggunakan ICT / TIK. b. Setiap pelajar harus mendapat fasilitas yang sama, jadi dalam pembelajaran yang menggunakan komputer, setiap pelajarnya harus memakai 1 komputer yang memadai, jika komputer yang dalam kondisi baik hanya sebagian, akan ada siswa yang hanya menonton, sehingga mereka tidak menguasai penggunaan komputer. c. Dalam pembelajaran, siswa siswa yang tidak antusias dalam penerimaan materi sering kali lebih suka main game selama pembelajaran, sehingga mereka tidak konsentrasi dan tidak menerima materi yang diajarkan. d. Dalam pembelajaran yang menggunakan internet yang tidak dibatasi, sering kali pelajar menggunakan internet bukan untuk keperluan belajar, misalnya membuka situs youtube untuk menonton video dalam proses belajar. pembelajaran yang menggunakan ICT / TIK,

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN PEMBELAJARAN ICT Kelebihan dari pembelajaran berbasis ICT : 1. Melaui ICT, gambar gambar dapat lebih mudah digunakan dalam proses mengajar dan memperbaiki daya ingat dari para murid. 2. Melalui ICT, para pengajar dapat dengan mudah menjelaskan instruksi instruksi yang rumit dan memastikan pemahaman dari para murid. 3. Melalui ICT, para pengajar dapat membuat kelas interaktif dan membuat proses belajar mengajar lebih menyenangkan, yang dapat memperbaiki tingkat kehadiran dan juga konsentrasi dari para peserta didik. Kekurangan dari pembelajaran berbasi ICT :

1. Permasalahan dalam pengaturan dan pengoprasian dari alat tersebut. 2. Terlalu mahal untuk dimiliki. 3. Kesulitan untuk para pengajar dengan pengalaman yang sangat minim
dalam penggunaan alat ICT.

4. Sering terjadi penyalahgunaan teknologi

DAFTAR PUSTAKA http://sulistyoriniwng.blogspot.com/2012/07/konsep-dasar-mediapembelajaran.html (diakses tanggal 15 September 2013, pukul 21:56) Suhariyanto.2009. Makalah Pembelajaran Berbasis ICT, (FKIP UNILA, 2009) hal.17-16 Pratama,Dinar. 2011. Makalah Media Belajar Berbasis ICT.(Pascasarjana UNJ) Pambudi, Muhammad Nasir.2013.Makalah Model Pembelajaran Berbasis ICT I. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga. Kasrori, Jusuf, dkk. 1995. Media Pengajaran Pengelolaan Kelas Pengajaran Remidi. Surabaya: University Press IKIP Surabaya. Sadiman, Arif S. 1984. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan, Dan Pemanfaatannya. Jakarta: Rajagrafindo Persada.