Anda di halaman 1dari 2

Penggabungan dari dua jenis obat-obatan Methusalem untuk pengobatan psoriasis?

Pendapat untuk percobaan percontohan dengan metformin sebagai pelengkap untuk methotrexate
Hartmut Glossmann1,* and Norbert reider2
1

institute for Biochemical Pharmacology; Department of Dermatology; Medical University of innsbruck; innsbruck, Austria Department of Dermatology; Medical University of innsbruck; innsbruck, Austria

Kata Kunci: psoriasis, metformin, methotrexate, AMP-activated protein kinase, anti-inflammatory Singkatan: AICA, 5-aminoimidazole-4-carboxamide; AICART, AICAR transformylase; AICAr, 5aminoimidazole-4- carboxamide ribonucleoside; AICAR, 5-aminoimidazole-4-carboxamide ribonucleotide, synonymous with ZMP; AICART, AICAR transformylase; AMPK, AMP-activated protein kinase (Thr/Ser); DPP, Diabetes Prevention Program; IL, interleukin; LDL, low density lipoprotein; LPS, lipopolysaccaride; MATE, multidrug and toxin extrusion proteins; mTORC1, Mammalian Target of Rapamycin Complex I; MTX, methotrexate; MTXPG, methotrexate polyglutamate; OCT, organic cation transporter; PASI, Psoriasis Area and Severity index; PCOS, polycystic ovary syndrome; PTP, permeability transition pore; ROS, reactive oxygen species; TLR, toll like receptor; TNF, tumor necrosis factor; PTP, permeability transition pore

Dalam artikel ini kami menyajikan pendapat bahwa obat anti diabetes yaitu metformin dapat berguna sebagai pelengkap terapi methotrexate untuk pengobatan psoriasis dan mungkin untuk rheumatoid arthtritis juga. Data biokimia menunjukkan bahwa kedua obat tersebut dapat berbagi target seluler yang umum, protein kinase AMP-Activated (AMPK). Enzim ini adalah pengatur utama dari metabolisme dan mengontrol sejumlah target ke hilir, misalnya penting untuk pertumbuhan sel atau fungsi dalam banyak jaringan termasuk Tlymphocytes. Observasi klinis serta hasil eksperimen bertentangan dengan kegiatan antiinflamasi, antineoplastik dan antiproliferatif dari metformin dan kontrol terhadap studi kasus yang menunjukkan bahwa obat tersebut mengurangi resiko psoriasis. Pasien dengan gejala psoriasis memiliki resiko lebih tinggi terhadap sindrom metabolik, diabetes tipe 2 dan mortalitas kardiovaskular. Metformin telah memiliki kemanjuran yang telah terbukti dalam pengobatan pradiabetes dan penurunan berat badan yang berkelanjutan pada individu yang kelebihan berat badan. Kami berharap bahwa penambahan metformin pada methotrexate dapat memberikan hasil positif yang berhubungan dengan skor PASI, pengurangan dosis methotrexate mingguan dan faktor resiko kardiovaskular pada pasien dengan sindrom metabolik dan psoriasis. Untuk alasan, akan dijelaskan nanti. Kami sarankan bahwa hanya laki-laki dari pasien kelebihan berat badan yang akan dimasukkan dalam uji coba percontohan. Di sisi lain dari koin adalah kekhawatiran bahwa efek samping gastrointernal dari metformin tidak dapat ditoleransi untuk pasien dibawah dosis rendah terapi methotrexate yang berselang. Metformin memiliki efek samping lain, yaitu gangguan dengan vitamin B12 dan metabolisme folat yang mengarah ke tingkat serum homo-sistein yang tinggi. Pasien harus menerima suplementasi folat dan akan dikontrol sehubungan dengan status B12 yang meningkat, toksisitas hematologi tidak mungkin untuk dihasilkan. Pengenalan Ini adalah fakta yang tak terbantahkan bahwa terjadi perubahan paradigma untuk salah satu "penyakit kulit" yang paling umum yaitu psoriasis. Sekarang lebih diakui sebagai disorder1 sistemik. Hal yang paling sering ditanyakan untuk disiapkan dalam pembicaraan (berturut-

turut adalah farmakologis dan dermatologis) untuk sebuah konferensi yang diadakan di Wina atas nama peringatan 50 tahun methotrexate. Kami menemukan studi kasus menunjukkan bahwa risiko psoriasis dapat diturunkan dengan menggunakan salah satu diantaranya adalah glitazones atau metformin2. Pengurangan risiko bagi metformin hanya diamati pada laki-laki. Penulis menyarankan bahwa kemungkinan mekanisme umum, yaitu aktivasi AMP-activated protein kinase (AMPK) adalah penjelasan yang sangat mungkin terjadi. Meskipun glitazones dapat merangsang AMPK dalam sistem selular setelah mengikat reseptor mitokondria (mitoNEET)3 aktivasi AMPK tidak pernah (berbeda dengan metformin) menunjukkan ex-vivo pada manusia. Studi yang berkaitan tidak membuktikan hubungannya, tetapi dapat merangsang untuk penelitian lebih lanjut. Mengabaikan glitazones dengan alasan untuk tidak rinci disini, kami berkonsentrasi pada metformin untuk mengumpulkan penjelasan untuk percobaan percontohan dengan menambahkan hal ini "antidiabetes" sebagai "anti-inflamasi" agen dengan dosis rendah, metotreksat regiment mingguan. Dermatologists telah akrab dengan methotrexate tapi kurang begitu akrab dengan metformin, sehingga lebih fokus pada hal yang terakhir.