Anda di halaman 1dari 7

Transmisi V- Belt Pulley Pulley merupakan salah satu bagian dari mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya

dengan mengandalkan gesekan antara pulley dengan V-belt. Sebagian besar transmisi menggunakan V-belt karena mudah penanganannya dan harganya murah. Selain itu pemilihan pulley dengan profil V mudah di dapat dan dapat mentransmisikan daya yang besar. a. Gaya Pada Pulley Gaya pada pulley yang bekerja yaitu akibat tegangan dari sabuk dan berat pulley itu sendiri. Tegangan sisi tarik sabuk (T 1) dapat dicari dengan rumus (Khurmi, 1984): T1 = T Tc ......(2.11) Tegangang maksimum sabuk (Khurmi, 1984): T =fxa ....(2.12) Tengangan sentrifugal antara sabuk dengan pulley (Khurmi, 1984): Tc =
W xV2 G

...(2.13)

Keterangan: T = Tegangan maksimum sabuk (kg.mm) Tc = Tegangan sentrifugal antara sabuk dengan pulley (kg) f = Kekuatan tarik sabuk (kg/cm2) a = Luas penampang sabuk (cm2) W = Berat persatuan panjang (kg/m) V = Kecepatan keliling sabuk (m/s) c. Tegangan sabuk pada sisi kendor (T2) dapat dicari dengan rumus (Khurmi, 1984): 2,3 log T1 = . cos ec (2.14) Keterangan: T2 = Tegangan sabuk sisi kendor (kg)

= Koefisien gesek antara sabuk dengan pulley


= Sudut kontak antara sabuk dengan pulley (rad)

= Sudut profil pulley (o)


d. Diameter luar pulley (Sularso, 1997) : Untuk pulley penggerak (dk1) dapat dicari dengan : dk1 = d1 + 2k ..(2.15) Untuk pulley yang digerakkan (dk2) dk2 = d2 + 2k ......(2.16) Keterangan: d1 = Diameter pulley penggerak (mm) d2 = Diameter pulley yang digerakkan (mm) Sabuk V (V-belt)

Pada perencanaan sabuk-V ini, besarnya daya yang ditransmisikan tergantung beberapa faktor : a. Kecepatan linier sabukV Kecepatan linier sabukV dapat dihitung dengan rumus (Sularso, 1997):
x d1 n1 v= 60 x 1000

...(2.17)

Keterangan: v = Kecepatan linier sabuk (m/dt) d1 = Diameter pulley (mm) n1 = Putaran poros motor (rpm) b. Panjang keliling sabuk (Sularso, 1997): L = 2C + Keterangan: L = Panjang Keliling sabuk(mm) dp = Diameter pulley yang digerakkan (mm) Dp = Diameter pulley penggerak (mm) C = Jarak antara poros (mm) c. Sudut kontak antara pulley dan belt Besarnya sudut kontak antara pulley dan belt dapat dicari dengan menggunakan rumus (Sularso, 1997):
57 ( D p d p ) C

(dp + Dp) +

1 (Dp dp)2 ......(2.18) 4C

=180 0
Keterangan:

......(2.19)

= Sudut kontak( o)
dp = Diameter pulley yang digerakkan (mm) Dp = Diameter pulley penggerak (mm) C = Jarak antara poros (mm) d. Jumlah sabuk yang diperlukan (Sularso, 1997):
N= Pd Po K

. (2.20)

Keterangan: N Pd Po = Jumlah sabuk yang diperlukan = Daya rencana (kW) = Daya yang ditransmisikan oleh sabuk (kW)

K = Faktor koreksi

Perancangan Elemen Mesin

Pemilihan Pulley Pulley yang digunakan adalah pulley dengan tipe sabuk A dengan spesifikasi: - -e -f - Ko = 38o = 15 mm = 10 mm =8
n1 1450 = = 3,152 n2 460

-W - Lo -K

= 12,30 = 12,5 mm = 4,5 mm

a. Perbandingan reduksi
i=

b. Diameter pulley yang digerakkan Dp = dp . I = 95 . 3,152 = 300 mm c. Diameter luar pulley penggerak dk = dp + 2K = 95 + (2 . 4,5) = 104 mm d. Diameter luar pulley yang digerakkan Dk = Dp + 2K = 300 + (2 . 4,5) = 309 mm e. Lebar sisi luar pulley B =2.f = 2 x 1 = 2 mm f. Berat pulley Berat pulley 1 = 0,5 kg Berat pulley 2 = 1,5 kg Perhitungan Sabuk-V V-Belt tipe A, dengan diameter pulley penggerak (dp) 95 mm dan diameter pulley drum pisau potong (Dp) 300 mm. a. Kecepatan sabuk
V =

.d p .n

60.1000 3,14.95.1450 = 60000

= 7,208 m < 20 m/s (baik) s


b. Panjang sabuk ( L )
L =2C+ 1 ( DP d P ) 2 2 4C 3,14 1 L = 2.425 + (300 + 95) + (300 95) 2 2 4.425 L = 1494,52mm ( DP + d P ) +

Dari tabel diperoleh panjang sabuk 1499 mm = 59 inch c. Jarak antar sumbu poros (C) adalah: b = 2 L 3,14 (Dp + dp) = 2 x 1499 3,14 (95 + 300) = 2998 1240,3 = 1757,7 mm

C= C=

b + b - 8(D p - d p ) 2 8

1757,7 + 1757,7 2 - 8(300 - 95) 2 8 1757,7 + 1659,3 = = 427,125mm 8

d. Sudut Kontak antara Pulley dan V-belt () = 180 = 180 57 (D p d p ) C

57 (300 95) 427,125

= 152,5 = 2,66 rad Dari tabel di peroleh faktor koreksi sudut kontak (K0) = 0,93 Harga tambahan Po untuk kapasitas yang ditransmisikan karena perbandingan putaran 3:1 adalah 0,18(Sularso, 1997). Po = 0,454 + 0,18 = 0,634 kw e. Jumlah sabuk efektif N=
Pd P0 .K 0
0.544

N = 0,634 x0,93 = 0,923 Jika N = 0,758 mka jumlah sabuk yang digunakan adalah 1 buah. f. Gaya tarik efektif
F1 =
=

Po .102 v
0,634.102 = 8,97 Kg 7,208

g. Tarikan pada sisi tarik


Fe = F1 e 1
1

e
1

=8,97

15 0 ,3.2, 65 1 15 0, 3.2 , 65

= 7,82 Kg h. Tarikan pada sisi kendor F2 = F1 - Fe = 8,97 7,82 = 1,15 Kg

Beban Pada Poros a. Perhitungan gaya pada poros Analisa gaya yang terjadi: Wpisau =1,5kg Fpuli = 9,32 kg

70 Ra

100 Rb

80

Dimana data yang telah diketahui : Total gaya vertikal (Fpuli) = 7,82 kg + 1,5 kg = 9,32 kg Berat pisau potong (Wpisau) = 1,5 kg