Anda di halaman 1dari 4

Leadership TVE -Minggu 1

Nature of Leadership

Kepimpinan tidak lepas daripada sifat-sifat seorang pemimpin.Hakikatnya mengetahui sifat pemimpin perlu agar kita tidak memilih pemimpin yang salah. Misalnya dalam pilihan raya. Kita mestilah mengundi. Wajib kita mengetahui pemimpin yang tepat dalam menentukan hak dan halatuju untuk kita dan masyarakat pada masa akan datang. Ciri-ciri kepimpinan merangkumi aspek pengurusan diri, perhubungan dengan keluarga, guru, rakan-rakan dan masyarakat umum. Dengan lain perkataan ciri-ciri kepimpinan ini mampu membina modal insan yang berkualiti, berakhlak mulia, berketrampilan, berwawasan dan mewujudkan kesejahteraan diri dan kemakmuran Negara. Ilmu, kemahiran dan pengalaman dalam sesuatu aktiviti merupakan elemen yang penting dalam aspek kepimpinan. Setiap aktiviti memberi pendedahan dan peluang untuk mendapat ilmu seperti ilmu kemanusiaan, ilmu kemasyarakatan, ilmu sains dan sebagainya. Dalam bidang akademik tumpuan diberikan pada ilmuilmu yang dapat merungkai dan menerokai rahsia sesuatu kejadian, peristiwa atau permasalahan untuk memberi ruang penyelesaian.

Kejayaan yang dicapai adalah hasil daripada pengalaman yang dilaluinya setelah mampu menghadapi pelbagai cabaran. Cabaran yang dilaluinya itu adalah hasil daripada kejayaannya mengawal dan memimpin diri. Setelah berjaya memimpin diri, maka ia akan berjaya memimpin generasi yang lain untuk mencapai kejayaan.

Leadership TVE -Minggu 1

Sifat kepimpinan Rasulullah Islam adalah sebuah agama yang sangat memperhatikan terhadap pemerintah, sebab Islam sangat menekankan ajaran tentang kepemimpinan. Bahkan sejarah peradaban Islam pun cenderung diawali dengan persoalan kepemimpinan. Rasulullah adalah seorang pemimpin, bahkan negarawan sejati yang benarbenar memahami kondisi bangsanya, sehingga oleh Allah swt ia bukan hanya diangkat pemimpin bangsa Arab saat itu, akan tetapi juga oleh seantero dunia dengan menyatakan bahwa Rasulullah adalah rahmatan lil 'alamin. Rasulullah mampu mempersatukan dalam sebuah kebersamaan antara kaum muhajirin dan Anshar. Rasulullah mampu mempersatukan dalam sebuah kebersamaan antara suku Aus dan Khazraj yang dulunya saling berperang. Bahkan Rasulullah mampu mempersatukan antara masyarakat yang beragama Islam dengan masyarakat yang beragama lainnya dalam sebuah masyarakat madani, masyarakat yang berperadaban, masyarakat yang menjunjung nilai-nilai etika dan akhlak. Memang kita berat mencontoh kepemimpinan Rasulullah dan kita juga sulit mencari pemimpin seperti sifat kepemimpinan Rasulullah, tapi bagaimana pun kita adalah pemimpin terhadap diri kita sendiri, ban kadangkala kita juga harus mencari pemimpin di kota kita, mencari pemimpin kita di semua tingkatan. Oleh karena itu, mari kita meneladani dan memilih orang yang meneladani sifat kepemimpinan Rasulullah. Dalam menentukan seorang pemimpin, Rasulullah telah menjadikan dirinya sebagai figur dan pelaku. Empat sikap yang menjadi sifat-sifat wajib baginya adalah amanah, fathanah, siddiq dan tabligh ternyata sangat erat kaitannya

Leadership TVE -Minggu 1

dengan tugasnya sebagai khalifah Allah di muka bumi ini, yang mana tanpa keempat sifat tersebut dalam pribadi beliau maka mustahil kepemimpinan beliau dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan pujian oleh masyarakat. Mencari pemimpin yang tepat berarti menemukan empat sifat Nabi ini dalam pribadi seorang pemimpin. Keempat sifat ini tentu saja tidak secara tibatiba ada dalam diri seseorang, sebagaimana halnya dengan Rasulullah yang telah melalui perjuangan dan pembinaan yang intensif baik secara jasmani maupun ruhani hingga menjadi pemimpin sejati. Sikap yang amanah menjadi syarat pertama yang harus dimiliki oleh pemimpin daerah dan bangsa ini, sebab amanah yang berarti kejujuran dan kesetiaan, dan transparansi menjadi kunci penting yang harus ditegakkan. Sikap amanah ini menjadi sangat penting sebab salah satu penyebab kemerosotan bangsa ini adalah pengelolaannya yang tidak didasarkan pada sikap amanah, kejujuran, transparansi dan keadilan. Rasulullah telah digelari sebagai orang yang al-amin sebelum beliau menjadi seorang Rasul, yang gelar itu bukan diproklamirkan oleh beliau, melainkan oleh seluruh masyarakat yang ada baik anggota sukunya maupun suku-suku yang lain. Sifat yang kedua adalah fathanah, yang berarti cerdas dan cerdik, kecerdasan yang dimiliki oleh Rasulullah tidak hanya kecerdasan intelektual, tapi juga kecerdasan emosional, spiritual dan sosial. Rasulullah dekat dengan rakyatnya. Sehingga semua lapisan rakyatnya merasa mendapatkan perhatian darinya. Lebih dari itu Rasulullah bukan hanya mengerti hanya sebatas persoalan duniawi semata, melainkan juga persoalan agama dan ruhani mereka, sehingga kecerdasan yang dimilikinya menyangkut akal dan qalbunya.

Leadership TVE -Minggu 1

Sifat

selanjutnya

adalah siddiq ertinya

kebenaran,

artinya

seorang

pemimpin mestilah orang yang mampu membedakan kebenaran dan kebathilan, dan selalu berpihak pada kebenaran. Keberpihakan kepada kebenaran menjadi dasar yang amat penting dalam upaya menegakkan hukum di suatu negara. Kaburnya yang benar dari yang salah menyebabkan kesalahan dalam membuat suatu kebijaksanaan dan pada lahirnya menabur kezhaliman dan ketidakadilan. Selanjutnya sifat yang mesti dimiliki seorang pemimpin adalah tablig, yang berarti penyuluh, penerang bagi rakyat menyangkut persoalan yang dihadapi dan sekaligus penjelas terhadap ajaran-ajaran Allah swt yang akan dilaksanakan dalam kehidupan. Sifat tablighjuga dapat mengandung arti adanya komunikasi yang baik, keterbukaan terhadap rakyat, di samping perlunya kemampuan seorang pemimpin untuk memahamkan rakyatnya tentang program-program yang akan dijalankannya. Dari huraian di atas, dapat disimpulkan bahwa empat sifat yang diwajibkan kepada Nabi sebenarnya juga harus dimiliki oleh setiap pemimpin, sebab setiap pemimpin sebenarnya adalah pewaris Nabi. Isyarat Nabi yang menyatakan bahwa "ulama adalah pewaris para Nabi", sama sekali bukan hanya diarahkan pada ulama dalam arti sempit, melainkan ulama dalam arti yang sangat luas. Maka setiap yang memiliki empat sifat dan karakter di atas, akan dikategorikan sebagai ulama. Oleh karenanya seorang ulama bukan hanya pewaris dari salah satu tugas Nabi yaitu sebagai guru, melainkan ia harus mewarisi semua aspek yang ditangani oleh Rasulullah termasuk sebagai pemimpin dan negarawan dan itu tentu saja harus dengan memiliki keempat sifat tersebut dalam dirinya. Sebab hanya dengan mengemban semua tugas kenabianlah seseorang pantas digelari sebagai pewaris Nabi.