Anda di halaman 1dari 6

TUGAS ELEKTRODINAMIKA

Diusulkan oleh: 1. Iim abdul mafahir 2. Happy Susi Agus Tina 3. Ade Narsa 4.Iis Muliyana (11306141006) (11306141008) (11306141014) (11306141016)

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2013

PERCOBAAN KECEPATAN CAHAYA MELALUI PANTULAN SINAR LASER YANG DIDETEKSI DENGAN BANTUAN DETEKTOR

1. Tujuan Menentkan kecepatan cahaya elektromagnetik melalui cahaya laser. 2. Alat Dan Bahan - Laser -Detektor -Cermin -CRO (osiloskop) -Penggaris -Meteran -ATK 3. Langkah kerja - menyambungkan CH1 dengan laser - menyambungkan CH2 dengan detektor - menyambungkan GND dengan CH1 dan CH2 - Menyalakan alat-alat yang telah disediakan - mengarahkan laser pada cermin dengan jarak tertentu (yang diinginkan) - mengatur pantulan cahaya laser sampai fokus pada detektor - melihat perbedaan fase watu antara CH1 dan CH2 - mencatat data yang didapatkan. 4. Data hasil pengamatan

5. Pengolahan data hasil pengamatan dengan origin

6. Pengolahan data dengan cara perhitungan


Dalam percobaan ini kami menganalisis denganmengunakan origin dan deng menggunakan hitungan matemetis yaitu menggunakan persamaan . dan utuk menghitung ketidak pastianya (eror) dengan menggunakan | | | | | | | |

Kecepatan cahaya dengan rumus diatas:

(m/s) 1 2 3 4 5 6 7 4,7 2,8 3,6 3,0 2,6 3,2 3,5

Ketidakpastian kecepatan cahaya dari pengukuran dengan osiloskop


No ( ) ( ) ( )

1 2 3 4 5 6 7

No 1 2 3 4 5 6 7

| | |

| | |

No 1 2 3 4 5 6 7

(m/s)

Kecepatan rata-rata kecepatan cahaya (4,7+ 2,8+3,6+3,0+2,6+3,2+3,5) :7 = (3,34


1,60) x 108 m/s2

7. Grafik data kecepatan dari perhitungan

8. Pembahasan Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kecepatan cahaya menggunakan sinar inframerah yang dipantulkan dengan cermin dan masuk detektor. Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan, pada perhitungan yang telah dilakukan ternyata diperoleh kecepatan cahaya yang bervariasi, ada data yang mendekati nilai rataratanya dan beberapa data berada diluar jangkauan ralatnya. Hal pertama disebabkan karena sinar pantul dari cermin yang masuk dalam detektor tidak tepat atau kurang maksimal terdeteksi karena arah fokusnya yang kurang maksimal dilakukan oleh praktikan. Hai ini bisa dilihat dari data percobaan berikut: No. 1 2 3 4 5 6 7 S1 (meter) 0,44 0,54 0,70 0,90 1,02 1,27 1,47 S2 (meter) 0,49 0,57 0,74 0,92 1,04 1,29 1,48 (meter) 0,05 0,03 0,04 0,02 0,02 0,02 0,01

ketika selisih S1 (jarak antara sumber cahaya laser kecermin pantul) dan S2 (jarak antara detektor kecermin pantul) tidak terlalu besar 2 cm, maka kecepatan

yang diperoleh mendekati nilai teoritis sedangkan untuk data selisih berbeda jauh menghasilkan kecepatan cahaya yang jauh dari nilai teoritis 3x108 m/s2 Hasil beda fase yang digunakan untuk kesalahan menghitung kecepatan cahayapun menyumbangkan kesalahan yang cukup besar karena praktikan hanya melihat skala terkecil dari CRO/osiloskop 0,5x4 = 2 nS, sehingga untuk hasil yang diperolehpun mempunyai ralat yang cukup besar. Selain hal tersebut hasil percobaan menunjukkan gabungan anatar jarak dengan beda fase, sinar yangh digunakan bersifat linear.Hal ini secara tidak langsung membuktikan bahwa kecepatan cahaya konstan dan tidak ada eter yang befungsi sebagai medium cahaya. Karena secara teoritis jika sinar datang dan sinar pantul mempunyai arah yang berbeda maka arah sangat mempengaruhi.

9. Kesimpulan Dari percobaan yang telah dilakukan didapatkan kecepatan cahaya sinar elektromagnetik dari cahaya laser berdasarkan pengukuran adalah adalah (3,34 1,60) x 108 m/s2 sedangakan secara teoritis adalah 3 x108 m/s2 dan kecepatan cahaya bersifat konstan dan tidak ada medium eter untuk cahaya.