Anda di halaman 1dari 18

Oleh: ASMAWIRAWATI (06171083)

Glaukoma adalah penyakit mata yang terjadi karena peningkatan tekanan bola mata dan mempengaruhi kepekaan atau kejelasan penglihatan.

Umur Riwayat

anggota keluarga yang terkena glaukoma Tekanan bola mata Pemakai steroid secara rutin Riwayat trauma pada mata Penyakit lain

Aqueous humor diproduksi oleh epitel tidak berpigmen dari prosesus siliaris, yang merupakan bagian anterior dari badan siliar. Aqueous humor mengalir kedalam kamera okuli posterior, kemudian mengalir melalui pupil ke dalam kamera okuli anterior, memberikan nutrisi kepada lensa, iris dan kornea. Drainase aqueous melalui sudut kamera anterior yang mengandung jaringan trabekular dan kanal Schlemm dan menuju jaringan vena episklera. (Barbara, 1999)

Berdasarkan fisiologi dari sekresi dan ekskresi cairan aqueous, maka terdapat tiga faktor utama yang berperan dalam meningkatnya tekanan intraokular, antara lain:
Kecepatan produksi aqueous humor oleh badan siliar 2. Resistensi aliran aqueous humor melalui jaringan trabekular dan kanal Schlemm 3. Tekanan vena episklera
1.

Tekanan intraokular normal yang secara umum diterima adalah 10-21 mmHg.

(A).Aliran

normal melalui anyaman trabekula (panah besar) dan rute uveasklera (panah kecil) dan anatomi yang berhubungan. Kebanyakan aliran humor aquos melewati anyaman trabekula. Setiap rute dialirkan ke sirkulasi vena mata. (B).Pada glaukoma sudut terbuka primer, aliran humor aquos melalui rute ini terhalang. (C).Pada glakuoma sudut tertutup, posisi abnormal iris sehingga memblok aliran humor aquos melewati sudut bilik mata depan (iridocorneal).

Glaukoma

Sudut Terbuka Glaukoma Sudut Tertutup Glaukoma Kongenital Glaukoma Sekunder

Gejala:
Mata sakit tanpa kotoran. Kornea suram. Disertai sakit kepala hebat

terkadang sampai

muntah. Kemunduran penglihatan Nyeri di mata dan sekitarnya. Udema kornea. Pupil lebar dan refleks berkurang sampai hilang. Ada nya gambaran halo disekitar lampu

Menurut

Sidharta Ilyas (2004) glaucoma akan memperlihatkan gejala sebagai berikut: Tekanan bola mata yang tidak normal Rusaknya saraf optik Menciutnya lapang penglihatan akibat rusaknya saraf optik yang dapat Berakhir dengan kebutaan

Tujuan utama terapi glaukoma adalah dengan menurunkan tekanan intraokular serta meningkatkan aliran humor aquos (drainase) dengan efek samping yang minimal

Glaukoma Primer

a) Pemberian tetes mata Beta blocker (ex:timolol 0,25 - 0,5 % 2X tiap 20 mnt) b) Pilocarpine 2 4 % 4X tiap 15 mnt c) epinephrine 0,5 2 % 2 x1 tts/hr d) hiperosmotik:gliserin 50%,1-1,5 gr/kgbb) e) Inhibitor karbonik anhidrase (ex:acetazolamide 250mg 4x1 tab/hr) f) jika masih belum turun,infus Manitol 20%.

Glaukoma sekunder Jika penyebabnya adalah peradangan, diberikan corticosteroid dan obat untuk melebarkan pupil. Glaukoma kongenitalis Untuk mengatasi Glaukoma kongenitalis perlu dilakukan pembedahan.

Terapi Laser a) Laser iridotomy b) Laser trabeculoplasty

Terapi Pembedahan a) Trabeculectomy b) Iridektomi