Anda di halaman 1dari 20

EARLY-ONSET BIPOLAR DISORDERS

EPIDEMIOLOGI
NCS (National Comorbidity Survey): ggn bipolar-I menurut DSM-III-R 0,4% pd usia 15-54 thn. Peter M.Lewinsohn dkk 1% (terutama ggn bipolar-II) pd remaja usia 14-18 thn. Studi retrospektif onset pd usia 12 thn. Studi berbasis komunitas tdk ada kasus ggn bipolar-I sblm usia 13 thn.

Estimasi prevalensi tdk jelas


Diagnosis yg sesuai utk anak2 prapubertas menunjukkan gejala2 mood yg labil, iritabilitas yg ekstrim, rapid mood cycles merupakan suatu pertanyaan yg tdk terjawab apakah ini sbg bentuk awal dari ggn bipolar atau harus diklasifikasikan berbeda??? kontroversi ini menantang para klinisi dlm memandang ggn bipolar pd anak2 sbg kejadian yg sangat jarang.

GANGGUAN BIPOLAR ATIPIKAL PADA ANAK manik masa kanak


Iritabilitas yg berat, menetap & sering bersifat kejam/ kekerasan. Ledakan2nya sering berupa perilaku mengancam atau menyerang terhadap anggota keluarga, anak2 lain, orang dewasa atau gurunya. Diantara ledakan2nya, anak2 ini dapat digambarkan memiliki mood yang mudah tersinggung atau mudah marah yang persisten. Sering didiagnosis dgn gangguan tingkah laku (GTK). Gejala agresif merupakan alasan utama untuk hospitalisasi angkanya tinggi.

Perjalanan gangguan manik cenderung kronis & berkelanjutan. Cth: penelitian Geller & Joan Luby (1990-an) pada anak2 yg manik manik onset masa kanak bersifat non episodik, kronis, rapidcycling, mixed manic state. Carlson dkk: manik onset dini komorbid dgn gangguan perilaku pada masa kanak & memiliki episode remisi yg lebih sedikit dlm periode 2 thn dibanding dgn kasus2 manik onset dewasa.

Ggn bipolar pada anak2 cenderung memberi gambaran atipikal mood iritabel, manik bercampur dgn gejala2 depresi mayor, perjalanan yg kronis. Meski gbran atipikal pd anak2 dgn manic-like symptom memungkinkan utk salah diagnosis, namun ggn bipolar pada remaja lebih dapat diterima. Faraone dkk: membandingkan gbran manik pd anak2 dgn diagnosis remaja dgn manik onset masa kanak & remaja dgn manik onset remaja.

Dgn perkecualian lebih euforia diantara remaja dgn manik onset remaja, frekuensi gejala manik lainnya hampir sama antara anak & remaja dgn manik. Gbran klinis manik diantara remaja dgn onset masa kanak jarang yg bifasik; biasanya kronis & bercampur dgn onset yg simultan antara depresi & manik.

KOMORBIDITAS DENGAN GPPH


Gejala yg membingungkan & tumpang tindih antara ggn bipolar dgn GPPH. Studi sistematik pd anak2 & remaja menunjuk kan angka GPPH berkisar dari 60-90% pd pasien anak dgn ggn bipolar. Meski angka GPPH tinggi pd sampel anak muda dgn ggn bipolar, namun usia onset memodifikasi risiko utk komorbid GPPH.

Wozniak dkk: 90% anak manik juga mengalami GPPH. West dkk: hanya 57% remaja dgn manik komorbid GPPH. Meski onset GPPH lebih dini dibanding dgn manik pd anak2, gejala & sindromnya tumpang tindih antara manik pd anak2 & GPPH timbul pertanyaan: apakah anak2 yg menunjukkan gejala manik & GPPH akan mengalami GPPH atau manik atau keduanya??

Satu metode menguji transmisi ggn komorbid pd keluarga bila GPPH & manik dikaitkan dgn faktor etiologi familial studi keluarga menemukan manik dlm keluarga pasien GPPH & GPPH dlm keluarga pasien manik. GPPH & ggn bipolar berbagi kriteria diagnosis. cth: 7 kriteria utk episode manik dari DSM-IVTR, 3 diantaranya utk kriteria GPPH mudah teralih perhatiannya, hiperaktivitas motorik & banyak bicara.

KOMORBIDITAS DENGAN GANGGUAN TINGKAH LAKU GTK juga berkaitan kuat dengan gangguan bipolar anak2. Wozniak dkk: anak2 praremaja diwawancara terstruktur memenuhi kriteria utk ggn bipolar & sering komorbid dgn GTK. Usia onset manik hampir sama pd subyek dgn atau tanpa komorbid GTK. Pd ke-2 kelompok ini manik digbrkan dgn mood yg iritabel, perjalanan yg kronis & tercampur dgn gejala depresi mayor.

Hanya 2 gejala manik yg membedakannya physical restlessness & poor judgment yg umum terjadi pd manik dgn GTK. Ggn bipolar komorbid GTK dikaitkan dgn fungsi yg lebih buruk & meningkatnya risiko utk dirawat.

KOMORBIDITAS DENGAN GANGGUAN CEMAS

Cemas sering dilewatkan pada studi ggn bipolar. Anak2 dengan ggn panik & anak2 dgn ggn bipolar sering tumpang tindih. Wozniak dkk lebih banyak ggn panik & cemas lainnya pada anak2 dengan ggn bipolar. L.Trevor Young dkk pasien2 dgn ggn bipolar & angka kecemasan yg tinggi mengalami perilaku bunuh diri, penyalahgunaan alkohol, siklotimik, gangguan cemas & cenderung tidak responsif terhadap lithium.

KOMORBIDITAS DENGAN GANGGUAN PENYALAHGUNAAN ZAT Ggn bipolar onset juvenil faktor risiko utk ggn penyalahgunaan zat. Timothy Wilens dkk: ggn bipolar meningkat secara bermakna utk risiko ggn penyalahgunaan zat, terlepas dari GTK. Risiko utk penyalahgunaan zat dilaporkan pd subyek dgn ggn bipolar onset remaja.

Biederman dkk: studi keluarga terhadap risiko ggn penyalahgunaan zat yg dikaitkan dgn ggn bipolar & GTK, termasuk adiksi zat psikoaktif & alkohol. Perlu utk melihat hubungan antara penggunaan zat & disregulasi mood pd remaja. Identifikasi dini & tatalaksana pd anak muda dgn ggn bipolar dpt mencegah onset atau komplikasi ggn penyalahgunaan zat.

GANGGUAN BIPOLAR DAN TRAUMA PADA ANAK


Pernah diduga bahwa ggn bipolar pada anak2 merupakan akibat dari trauma & hubungan antara trauma & ggn bipolar yg pernah dilaporkan pada org dewasa penelitian masih terbatas. Laporan ini menduga masalah perilaku mencuri, berbohong, membolos, vandalisme (sering merusak), kabur, berkelahi, berkelakuan buruk di sekolah, pengalaman seksual dini, penyalahgunaan zat, diusir dari sekolah, pencapaian akademis yg rendah, & kenakalan sebelum usia 15 tahun diprediksi kelak akan menjadi PTSD/GSPT.

RESPONS TERAPI
Magda Campbell dkk: efikasi mood stabilizer (lithium carbonate & carbamazepine) untuk tatalaksana GTK yang agresif pada anak2. GTK yg dirawat inap pada anak2 yg berat, tidak dapat dikontrol & agresi yg kacau. Keuntungan terapeutik yg diamati pd anak2 yg diterapi dgn antimanik dapat disebabkan oleh efek antimaniknya dlm tatalaksana anak manik yg agresif yg memenuhi kriteria GTK.

Meski terapi dgn mood stabilizer dikaitkan dgn penurunan gejala manik yg bermakna, namun perbaikan ini lambat & dikaitkan dgn seringnya kekambuhan. Biederman dkk: 65% anak2 mengalami perbaikan bila diterapi dgn lithium carbonate selama 2 thn. Studi retrospektif pd 28 anak muda dgn ggn bipolar 82% menunjukkan perbaikan dlm gejala manik & agresif dgn menggunakan Risperidone.

Pavuluri dkk: perbaikan pd anak2 dgn ggn bipolar yg menggunakan Risperidone & dikombinasi dgn asam valproat atau lithium. Frazier dkk: monoterapi dgn olanzapine perbaikan yg bermakna pd skala Childrens Depression Inventory & Young Mania Rating Scale pd 23 anak manik setelah 8 minggu monoterapi dgn kisaran dosis antara 2,5-20 mg/hari.

THANK YOU