Anda di halaman 1dari 3

LAHIRNYA KIMIA Mohamad Ade Septriyadi (41610110069) Sejarah kimia dimulai lebih dari 4000 tahun yang lalu

dimana bangsa Mesir mengawali dengan the art of synthetic wet chemistry. 1000 tahun SM, masyarakat purba telah menggunakan tehnologi yang akan menjadi dasar terbentuknya berbagai macam cabang ilmu kimia. Ekstrasi logam dari bijihnya, membuat keramik dan kaca, fermentasi bir dan anggur, membuat pewarna untuk kosmetik dan lukisan, mengekstraksi bahan kimia dari tumbuhan untuk obat-obatan dan parfum, membuat keju, pewarna, pakaian, membuat paduan logam seperti perunggu. Mereka tidak berusaha untuk memahami hakikat dan sifat materi yang mereka gunakan serta perubahannya, sehingga pada zaman tersebut ilmu kimia belum lahir. Tetapi dengan percobaan dan catatan hasilnya merupakan sebuah langkah menuju ilmu pengetahuan. Para ahli filsafat Yunani purba sudah mempunyai pemikiran bahwa materi tersusun dari partikel-partikel yang jauh lebih kecil yang tidak dapat dibagi-bagi lagi (atomos). Namun konsep tersebut hanyalah pemikiran yang tidak ditunjang oleh eksperimen, sehingga belum pantas disebut sebagai teori kimia. Ilmu kimia sebagai ilmu yang melibatkan kegiatan ilmiah dilahirkan oleh para ilmuwan muslim bangsa Arab dan Persia pada abad ke-8. Salah seorang bapak ilmu kimia yang terkemuka adalah Jabir ibn Hayyan (700-778), yang lebih dikenal di Eropa dengan nama Latinnya, Geber. Ilmu yang bari itu diberi nama al-kimiya (bahasa Arab yang berarti perubahan materi). Dari kata al-kimiya inilah segala bangsa di muka bumi ini meminjam istilah: alchemi (Latin), chemistry (Inggris), chimie (Perancis), chemie (Jerman), chimica (Italia) dan kimia (Indonesia). Sejarah kimia dapat dianggap dimulai dengan pembedaan kimia dengan alkimia oleh Robert Boyle (16271691) melalui karyanya The Sceptical Chymist (1661). Baik alkimia maupun kimia mempelajari sifat materi dan perubahan-perubahannya tapi, kebalikan dengan alkimiawan, kimiawan menerapkan metode ilmiah. Pada tahun 1789 terjadilah dua jenis revolusi besar di Perancis yang mempunyai dampak bagi perkembangan sejarah dunia. Pertama, revolusi di bidang politik tatkala penjara Bastille diserbu rakyat dan hal ini mengawali tumbuhnya demokrasi di Eropa. Kedua, revolusi di bidang ilmu tatkala Antoine Laurent Lavoisier (1743-1794) menerbitkan bukunya, Traite Elementaire de Chimie, hal ini mengawali tumbuhnya kimia modern. Dalam bukunya Lavoisier mengembangkan hukum kekekalan massa. Penemuan unsur kimia memiliki sejarah yang panjang yang mencapai puncaknya dengan diciptakannya tabel periodik unsur kimia oleh Dmitri Mendeleyev pada tahun 1869. Kimia modern dimulai oleh kimiawan Perancis Antonie Laurent Lavoiser (1743-1794). Ia menemukan hukum kekekalan massa dalam reaksi kimia, dan mengungkapkan peran oksigen dalam pembakaran.

Oksigen sebenarnya ditemukan oleh 2 kimiawan yaitu: Joseph Priestley (1733-1804) seorang kimiawan Inggris dan Swedia Carl Wilhelm Scheele (1742-1786). Kimia merupakan ilmu pengetahuan yang relatif muda jika dibandingkan dengan Fisika dan Matematika. Berdasarkan sifat-sifat kimia modern yang terorganisir dengan baik dan sistematik metodologinya, akar sebenarnya kimia modern mungkin dapat ditemui di filosofi Yunani Kuno. Di Yunani kuno terjadi perselisihan yang tajam antara teori atom dan penolakan keberadaaan atom. Di awal abad ke-19, kimiawan Inggris John Dalton (1766-1844) melahirkan ulang teori atom kuno namun tidak semua ilmuwan pada saat itu dapat menerima teori ini. Sampai awal abad 20 teori atom dibuktikan sebagai fakta, hal ini dicapai dengan percobaan yang terampil oleh kimiawan Perancis Jean Baptiste Perrin (1870-1942). Kimia berkembang sejak kelahirannya dibedakan menjadi: a. Teori atom kuno Filosofi atomik Yunani kuno sering dihubungkan dengan Democritos (460 BC-370 BC), namun Democritos tidak meninggalkan tulisan apapun. Oleh karena itu kita mengambil sumber dari De rerum natura sebuah puisi yang ditulis oleh seniman Romawi Lucretius (kira-kira 96 BC- kira-kira 55 BC). Atom adalah entitas abstrak. Atom memiliki bentuk yang khas dengan fungsi yang sesuai dengan bentuknya. Atom anggur bulat dan mulus sehingga dapat melewati kerongkongan dengan mulus sementara atom kina kasar dan sukar melalui kerongkongan. Teori struktural modern molekul menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat dekat antara struktur molekul dan fungsinya. Sejak zaman kuno sampai zaman pertengahan teori 4 unsurnya filsuf Yunani Aristotele (384 BC-322 BC) masih menguasai, namun di awal abad modern otoritas Aristotele menurun banyak filsuf yang mulai mengembangkan teori teori yang lebih kurang dipengaruhi oleh teori atom, diantaranya adalah fisuf Perancis Rene Descartes (1596-1650), filsuf Jerman Gottfried WilhelmFreiherr von Leibniz (1646-1716), dan ilmuan Inggris Sir Issac Newton (1642-1727). b. Teori Atom Dalton Adalah: (i) Partikel dasar yang menyusun unsur adalah atom. Semua atom unsur tertentu identik.

(ii) Massa atom yang berjenis sama akan identik tetapi berbeda dengan massa atom unsur jenis lain. (iii) Keseluruhan atom terlibat dalam reaksi kimia. Keseluruhan atom akan membentuk senyawa. Jenis dan jumlah atom dalam senyawa tetentu tetap. Dasar teoritik teori Dalton terutama didasarkan pada hukum kekekalan massa dan hukum perbandingan tetap. Senyawa tertentu selalu mengandung perbandingan massa unsur yang sama.

Dengan demikian Atom Democritos dapat dikatakan sebagai sejenis miniatur materi, jadi jumlah jenis atom akan sama dengan jumlah materi. Sedangkan Atom Dalton adalah penyusun materi, dan banyak senyawa dapat dibentuk oleh sejumlah terbatas atom, jadi akan terdapat sejumlah terbatas jenis atom. Bukti Keberadaan Atom Di awal abad 20, terdapat perubahan besar dalam minat sains. Sederet penemuan penting termasuk keradioaktifan, menimbulkan minat pada sifat atom, dan lebih umum, sains struktural. Bahwa atom ada secara percobaan dikonfirmasikan dengan percobaan kesetimbangan sedimentasi oleh Perrin. Botanis Inggris, Robert Brown (1773-1858) menemukan gerak tak beraturan partkel koloid dan gerakan ini disebut dengan gerakan Brow. Menurut teori ini, gerak Brow dapat diungkapkan dengan persamaan yang memuat bilangan Avogadro. D=(RT/N).(1/6) (1.1) dimana: D = gerakan partikel R = tetapan gas T = temperatur inti ide Perrin adalah: i. Partikel koloid bergerak secara random dengan gerak Brown dan secara simultan mengendap ke bawah oleh pengaruh gravitasi. ii. Kesetimbangan sedimentasi dihasilkan oleh kesetimbangan dua gerak ini, gerak random dan gerak sedimentasi.
http://industri17mohamad.blog.mercubuana.ac.id/2010/10/09/ringkasan-materikuliah/

N = bilangan Avogadro = jari jari partikel, dan = viscositas larutan