Anda di halaman 1dari 4

Judul: Tokoh dan Karakter Agus Martoyo Nama: Jupiter Eresta Jaya NPM: 1206230183 Data Publikasi: Kompas,

2 Febuari 2013

Agus Martoyo Latar Belakang Pendidikan: D-1 Keterampilan Teknik, IKIP Jakarta, 1977 Jurusan Mesin, Akademi Teknik Nasional Jakarta, 1982 Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Singaperbangsa Karawang, 1992 Prestasi: Tokoh Invator 2012 untuk mengembangkan riset dan inovasi dari Dewan Riset Daerah Provinsi DKI Jakarta, 2012 Anugerah Peduli Pendidikan Kategori Individu/Invoator Pendidikan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, 2012

Agus Marotoyo adalah seorang insinyur dan Inovator yang mengembangkan Mesin Computer Numeric Control (CNC) grafir dalam pembuatan pola dasar batik tulis yang dinamakan mesin batik Kelowong. Dengan penggunaan mesin batik Kelowong ciptaanya, pengerjaan penulisan batik tulis dengan menggunaakn mesin batik Kelowong dapat dipersingkat dari tadinya memakan waktu lama berbulan-bulan, menjadi 2 jam untuk pola batik tulis sederhana dan 3-5 jam untuk pola batik tulis yang rumit. Selain itu, Agus, yang juga berprofesi sebagai guru SMK

juga merupakan pemilik dari Citralab, suatu perusahaan yang mengkhususkan diri dalam membuat alat peraga pendidikan murah untuk disalurkan ke sekolah-sekolah kejuruan di Indonesia Menurut saya, Insinyur dan Inovator seperti Agus Martoyo ini merupakan bukti bahwa Indonesia bisa memproduksi mesin buatan sendiri. Temuan Agus Martoyo yang berupa mesin batik Kelowong tersebut selain mempercepat pembuatan batik tulis juga akan membuat batik tulis tidak hanya dinikmati kalangan menengah-atas karena ongkos produksi dapat ditekan. Mesin tersebut juga tidak merusak pakem pembuatan pola batik tulis dengan tangan karena temuannya tersebut tetap memerlukan perajin batik sehingga tidak membuat seni batik tulis hilang. Jika dikembangkan lebih jauh, menurut saya inovasi Agus Martoyo ini dapat memberdayakan masyarakat Indonesia. Temuan mesin ini akan mendorong pengerjaan batik kecil dan mikro yang pembuatannya melibatkan ibu rumah tangga. Selain itu, sifat keuletan dari Agus Martoyo merupakan suatu yang dapat kita teladani. Kurangnya perhatian dari pemerintah tidak membuat dia patah arang dalam membuat bati semakin mendunia dengan mesin miliknya. Dengan modal sendiri, ia membuat Pondok Batik di dekat rumahnya yang pengerjaannya melibatkan ibu-ibu rumah tangga. Kekuatan dan Keutamaan Karakter Kekuatan kognitif yang berupa kebijksanaan dan pengetahuan merupakan kekuatan karakter yang sangat mendarah daging pada sokok Agus Martoyo. Kreativitas dari Agus Martoyo merupakan sifat yang menonojol dari dirinya. Kegaulannya melihat minimnya peralatan peraga pendidikan yang dibutuhkan sekolah menengah kejuruan tempatnya bekerja membuatnya memutar otak untuk berkeinginan untuk mengembangkan alat peraga pendidikan dengan komponen lokal. Dengan menggunakan komponen lokal, harga-harga alat peraga pendidikan dapat ditekan setengahnya atau bahkan sampai sepertiganya, sehingga kecenderungan sekolahsekolah menengah kejuruan di Indonesia untuk memiliki alat peraga tersebut dapat meningkat. Keinginannya tersebut akhirnya tersampaikan saat ia mendirikan, Citralab, perusahaan pembuat alat peraga pendidikan SMK komponen lokal atas modalnya sendiri. Selain itu Kekuatan Kognitif dari Agus Martoyo juga tercermin dari karakternya sebagai seorang yang mencintai kegiatan belajar mengajar. Semua Inovasi yang ia buat bersama perusahaan miliknya, Citralab, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK yang selama ini kurang efektif

akibat minimnya alat-alat peraga pendidikan di sekolah-sekolah kejuruan tersebut. Cintanya pada kegiatan belajar mengajar juga dapat kita lihat saat ia tidak meninggalkan pekerjaannya sebagai seorang guru sekolah menengah kejuruan saat ia membesut Citralab, perusahaan miliknya, karena kecintaanya pada dunia belajar mengajar. Kekuataan kemanusiaan merupakan keutamaan yang mencakup kemampuan interpersonal. Kekuatan kemanusiaan yang berupa kedermawanan dan kepedulian merupakan hal yang tidak dapat terpisahkan dari Agus Martoyo. Kepeduliannya terhadap pelajar di sekolah menengah kejuruan di Indonesia yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah akibat mahalnya alat peraga pendidikan merupakan alasan terbesarnya untuk terus berinovasi. Bentuk

kedermawanannya juga dilihat dengan harga murah produk alat peraga pendidikan perusahaannya yang membuat alat peraga pendidikan dan dimiliki oleh lebih banyak sekolah menengah kejuruan. Kekuatan emosinal adalah kekuatan melibatkan kemauan kuat untuk mencapai suatu tujuan meskipun mendapat halangan atau tantangan. Kekuatan emosional Agus Martoyo mencakup kemauan kuat yang ia miliki dalam menggapai sesuatu yang merupakan tujuannya. Agus meyakini bahwa keahliannya dalam berinovasi harus dikembangkan. Ia tengah fokus untuk membuktikan bahwa mesin batik kelowong yang dibuatnya tahun 2011 dapat meningkatkan pamor batik Indonesia. Kurangnya tindak lanjut dari pemerintah terhadap mesin batik dari dirinya setelah penghargaan yang ia terima dari pemerintah, tidak membuat ia patah semangat. Dengan modal yang ia miliki, ia mendirikan Pondok Batik di dekat rumahnya sebagai tempat para ibu rumah tangga belajar membatik. Ini merupakan salah satu bentuk dari perwujudan ia atas keyakinan bahwa kreativitas dia dalam berinovasi dapat bernafaat bagi orang banyak. Keutamaan keadilan mendasari kehidupan yang sehat dalam suatu masyarakat. Dalam diri agus martoyo terdapat kekuatan karakter yang tercakup pada keutamaan keadilan. Adalah kewarga negaraan atau dedikasi dan kesetiaan demi keberhasilan bersama yang merupakan keutamaan yang ia miliki. Cintanya pada Negara Indonesia membuatnya menolak saat ada orang Malaysia yang hendak membeli hak paten mesin batik Kelowong ciptaanya. Walaupun ia sedikit tergoda, ia menolaknya dan memutuskan untuk mematenkan dan mengembangkan sendiri mesin batik Kelowong ciptaanya.

Kekuatan menghadapi dan mengatasi hal-hal yang tak menyenangkan merupakan bagian dari pengolaan diri seseorang. Agus Martyo pernah beberapa kali diabaikan oleh pemerintah yang sering kali lebih memilih mengimpor produk dari luar negeri daripada membeli karya lokal ciptaanya. Namun, berkat keyakinannya, minimnya perhatian pemerintah tersebut bukan merupakan batu sandungan Agus untuk terus berinovasi Sebagai seorang manusia Agus Martoyo juga tentu memiliki sifat yang dimiliki oleh semua manusia yaitu keutamaan untuk menikmati hidup yang penuh suka cita. Sama seperti manusia lainnya, ia tidak menampik suatu kemewahan. Mobil Mercedes-Benz miliknya merupakan bukti bahwa setiap orang tentu ingin menikmati kehidupan agar hidup terasa ringan meski dalam situasi-situasi yang sulit dan berat.