Anda di halaman 1dari 306

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.

com/

Seri Kesatria Baju Putih Karya : Wen Rui Ai Penterjemah/editor : Liang YL/Adhi

Jian Shi Tian Xia

Persembahan : SEE YAN TJIN DJIN

Tiraikasih website http://kangzusi.com/ http://kang-zusi.info/ http://dewikz.byethost22.com/ http://ebook-dewikz.com/ http://tiraikasih.co.cc/ http://cerita-silat.co.cc/


EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

Sumber djvu : Manise Dimhader Convert, edit & EBook: Dewi KZ

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sepatah kata dari pengarang Yi Bai Bu Zhan Cheng (Baju putih yang tidak berdebu) Baju putih Fang Zhen Mei' selalu menjadi "pikiran yang bersemayan di dalam hatiku, dan aku selalu ingin menuliskan kisahnya. Baju putihnya seperti salju, dan baju putihnya tidak pernah terkena noda darah Karena dia tidak pernah menggunakan kekerasan untuk memecahkan semua masalah. Di dalam cerita silat orang-orang persilatan biasanya selalu bertarung, dan darah menjadi ciri khas dalam buku silat manapun. Tapi ini bukan suatu kebaikan karena walaupun hal ini bisa membuat pembaca merasa tegang, tapi cerita dalam buku silat kadang-kadang terlalu dibesar-besarkan. Buku Bai Yi Fang Zhan Mei' berusaha untuk tidak berlaku seperti buku silat biasa, dalam buku Bai Yi Fang Zhen Mei' dijelaskan cara penyelesaian dan membereskan suatu masalah tanpa menggunakan kekerasan dan darah. Karena itu pada tahun 1973 aku mulai menulis cerita silat panjang yang bernama Long Hu Feng Yun' (Naga Harimau, Angin Awan) tapi sayang, pada akhirnya cerita ini diacak-acak oleh orang lain. Aku sendiri bersifat seperti kerbau, selalu mengingat suatu persoalan ini dan sulit untuk melupakannya. Mengapa tanpa alasan orang-orang itu telah membuat karanganku di acak-acak dan di hapus? Karena itu pada akhir tahun 1974, aku terpaksa menulis ulang cerita Long Hu Feng Yun', dan mengganti judulnya menjadi 'Jian Shi Tian Xia (Pendekar Sejagat)'. Pada tahun 1975, aku menulis cerita kedua Bai Yi Fang Zhen Mei' dengan judul 'Chang An Yi Zhan' (Pertarungan di kota Chang An), aku berusaha menulis dengan adil dan benar, membereskan hujan darah yang berbau amis. Pada tahun 1976, aku menulis Luo Re Da Qi' (Panji Akbar Matahari Terbenan), buku ini menceritakan semua harapanku dan rasa cintaku kepada negara dan bangsaku. Akupun sangat menyukai puisi-puisi Li Bai dan Xin Qi Ji. Akupun sangat menyukai puisi-puisi
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Ji. Tahun 1977, aku telah menyelesaikan cerita ke-4 yaitu Shi Jian Shan Zhuang' (Wisma Pedang). Semua orang tahu waktu menulis cerita ini, aku sedang berada dalam dunia nyata yang sulit dan kejam, tapi aku berusaha menceritakan Shi Jian Shan Zhuang seperti cerita-cerita dalam dongeng yang tidak pernah ada. Setelah menyelesaikan cerita ke empat ini, sepertinya aku dan Fang Zhen Mei sudah tidak berjodoh lagi. Lalu aku menulis cerita Da Zhong Shi', 'Shen Zhou Qi Xia', dan 'Si Da Ming Pu tidak ada kesempatan untuk aku menceritakan tentang si Baju putih lagi. Setelah lewat beberapa tahun, baju putih telah dipenuhi debu, baju putih, baju putihku yang kucintai, baju putih yang sering muncul di bukuku, dia sudah menemaniku melewati beberapa kali kesuksesan dan juga kematian. Akhirnya pada tahun 1981 di Hong Kong, aku menulis lagi cerita Bai Yi Fang Zhen Mei' memasuki cerita ke-5 yang berjudul Xiao Xue Chu Qing' (Putri Es). Tapi sayang, akibat pengalaman 3 tahun yang lalu, keadaanku yang kacau dan sulit. Sebenarnya "Xiao Xue Chu Qing' bisa ditulis lebih bagus, akhirnya Xiao Xue Chu Qing' bisa juga ku selesaikan juga. Proses penulisannya agak singkat dan tidak begitu teliti pada saat menuliskan ceritanya. Seorang Fang Zhen Mei adalah sosok yang sangat lucu, ilmu silatnya tinggi, tapi dia jarang mengeluarkan kemampuannya, dia seorang yang sangat perasa tapi tidak banjir dengan cinta asmara, dia selalu memperhatikan perempuan tapi dia tidak pernah menunjukan perasaan romantisnya. Berpandangan lurus tapi tidak monoton, membela keadilan secara tidak terang-terangan, jujur tapi bukan orang yang naif, percaya diri tapi tidak sombong.... yang lucunya lagi dia hanya mempunyai beberapa teman yaitu Wo Shi Shui yang selalu ingin menjadi pahlawan, Shen Tai Gong yang selalu ingin membuat orang tahu tentangnya, Xiao Xue (Es Kecil) yang pengertian.... Sifat-sifat dari orang-orang ini adalah sifat dari temanteman yang ada di sekelilingku.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Walaupun banyak yang tahu, di antara teman-temanku itu ada yang telah melukai bahkan merusak namaku tapi aku tidak pernah mengingat orang yang telah melukai perasaan atau merusak nama baikku. Aku hanya ingat kalau aku pernah berteman dengan mereka. Dan aku selalu menganggap kalau mereka adalah teman baikku. Bukankah kita harus berlaku demikian? Di dalam kehidupan ini, kalau tidak mempunyai teman dan mengarang cerita, kita akan merasa kesepian, karena itu Fang Zhen Mei menjadi sosok yang ramah dan hangat. Fang Zhen Mei yang berbaju putih, muncul dan bercahaya di dalam cerita silatku. ---ooo0dw0ooo---

BAB 1 Zue He Tu ( Peta Sungai Darah) Di kota Chang An, ada markas Biao Xue Hun (Pengiriman barang Darah dan Roh), setelah kentongan pukul 3 dini hari di sebuah gang panjang, di markas Biao Xue Hun yang megah, tiba-tiba muncul sesosok bayangan manusia di atas atap markas Biao itu. Orang ini berjalan cepat sekali di atas bubungan atap. Langit begitu gelap bumi pun gelap, tidak ada bulan ataupun bintang. Orang ini dengan cepat melewati bangunan loteng markas Biao Xue Hun, kemudian dia melihat ke kiri dan ke kanan lalu dengan cepat meloncat turun dari sana. Baru saja dia turun dia langsung berlari dengan cepat di halaman markas Biao yang panjang dan berliku-liku, di setiap belokan terdapat sebuah lampu yang masing-masing tidak sama terangnya. Orang itu dengan cepat keluar dari halaman itu, dia berlari begitu cepat, tapi langkahnya sama sekali tidak terdengar sedikitpun, dari sini dapat diketahui bahwa ilmu meringankan tubuhnya sangat
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tinggi, boleh dikatakan sudah mencapai tingkat tertinggi. Begitu keluar dari halaman, segera dia memasuki ruang utama markas Biao Xue Hun. Ruangan itu sangat gelap, di sana sangat luas tapi sebuah lampu pun tidak ada. Di kedua belah tembok terpasang deretan senjata, seperti barisan pengawal yang berdiri dengan gagah di sana. Orang ini merasa sedikit terkejut, dia sedang memikirkan sesuatu tiba-tiba terdengar suara senjata yang berbunyi, orang ini melihat ke sekelilingnya, ternyata di bubungan rumah sudah terdapat 4 orang yang sedang meluncur turun ke bawah. Disebut 4 orang sepertinya itu tidak tepat, mungkin kata-kata yang tepat adalah ada 4 buah golok, 4 golok yang tipis, sangat cepat dan beracun, yang dinamakan Yan Ling Dao (Golok Ekor Walet). Yang terlihat hanya golok tidak terlihat adanya sosok orang, mereka menggerakkan golok mereka dari atas mengarah pada kepala orang yang datang tidak diundang itu. Orang itu menghindar dengan meloncat, tubuhnya masih berada di dalam ruangan, empat buah golok menyerangnya, tidak ada satu pun yang mengenai tubuhnya, kaki orang itu belum menapak tanah, dari ruangan dalam muncul lagi empat orang yang memegang golok, mereka bergerak dengan cepat dan golok tampak berkilauan, mereka menyerang ke arah kakinya. Orang itu berteriak, "jurus golok Menyapu, benar-benar bagus!" Suaranya menggetarkan ruangan itu, kakinya secara berturutturut nenendang 4 golok itu, semua terkena tendangannya langsung melayang jauh, ketika kakinya baru menginjak tanah, keempat orang itu karena melihat teman mereka tidak berhasil meringkus orang itu, dengan cepat mereka masuk ke dalam kegelapan, orang itu hendak bertanya, tapi senjata rahasia kembali sudah menyerangnya. Waktu itu terdengar sebuah suara yang berwibawa keluar dari kegelapan, "berhenti!" cahaya lilin langsung menerangi ruangan itu, orang yang tidak diundang itu berdiri di tengah ruangan, sepasang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangannya, jari-jari tangannya menjepit 10 panah, 3 buah biao, dan 7 buah biao berbentuk paku. Di ruangan itu terdapat meja besar, di sana sudah duduk 3 orang laki-laki, salah satunya adalah seorang tua dengan tubuh yang tinggi besar, matanya terlihat sangat bersemangat, sepertinya dia adalah seorang pesilat tangguh. Orang yang berada di sisi kirinya wajahnya dipenuhi dengan cambang, dia pun berperawakan tinggi besar, kedua kepalan tangannya bila disatukan besarnya seperti sebuah kepala orang, begitu melihatnya akan segera diketahui bahwa dia mempunyai tenaga yang besar dan juga pemberani. Orang yang berada di sisi kanannya berwajah putih dan tidak bercambang, tangannya selalu memegang kipas, tulang jarinya panjang dan terlihat sangat.santai. Dari sisi ruangan itu muncul sekitar 40-50 orang, orang tua yang berbadan tegap itu tertawa dan berkata, "aku kira siapa yang datang, ternyata adalah Elang Sakti Zhong Yuan, Kakak Shang, kami beri hormat kepada Anda." Orang itu baru melepaskan rasa tegangnya dan dia berkata, "apakah ini adalah cara kalian menyambut tamu?'' Orang tua itu berdiri dan berjalan mendekati orang itu, dia tertawa dan dengan akrab menepuk pundak orang itu dan bicara, "Kakak Shang, aku minta maaf, kau sendiri tahu bahwa musuh sudah kami undang jam 4 dini hari, dia ingin mengambil Xue He Tu (Peta Sungai Darah), tentu saja kami harus lebih berhati-hati." Si Wajah Putih pun berdiri dan tertawa, "maaf, Pendekar Shang, meskipun markas Biao kami memiliki halaman yang berliku dan senjata Golok Langit dan Bumi, serta ada senjata rahasia lainnya, semua ini mana bisa mencegah langkahmu?" Si Elang Sakti Zhong Yuan, Shang Bu Yun adalah seorang rase tua yang sudah berpengalaman di dunia persilatan. Dan dia adalah seorang penjahat tunggal yang terkenal, karena terus menerus dipuji, membuat hatinya serasa melayang karena senang, dia berkata, "tidak, tidak, markas Biao Xue Hun penjagaannya lumayan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ketat, sebenarnya kedatanganku kali ini pun tidak bisa membantu apa-apa, Kakak Shen dan Kakak Luo terlalu memuji." Orang tua itu adalah ketua markas Biao Xue Hun, dia dijuluki Telapak Sakti Xue Hun, Luo Tian Chi yang berwajah putih yang kelihatannya seperti pelajar adalah wakil ketuanya, dia dijuluki Xiu Li Re Yue (Lengan Baju Matahari Bulan), Shen Qi Shan dan laki-laki tua yang penuh dengan cambang, dia adalah ketua persilatan Ma Zhou Fa, dia dijuluki dengan Zhang Er Jin Gang (Dua Emas Baja), Zhang Er Jin Gang (diibaratkan orang yang tinggi besar dan kuat). Luo Tian Chi tertawa dan berkata, "kalau begitu Kakak jangan merasa sungkan, silakan duduk!" Tiba-tiba dari luar terdengar suara dingin yang berkata, "Luo Tian Chi, mengapa kau pilih kasih?" seseorang telah datang lagi bersamaan dengan perkataannya yang selesai, dia adalah seorang tua yang tinggi, kurus, dan kering. Luo Tian Chi terpaku, segera dia mengerti apa yang dimaksud orang tua itu, ternyata dia adalah si Mayat Kering, "Kakak Qu, ilmu meringankan tubuhmu sangat tinggi, tiba-tiba saja kau sudah berada di sini, tapi kami masih belum menyadari kedatanganmu." Si Mayat Kering, Qu Li Ren berkata, "aku ikut dengan Lao Shang ke sini, dia sudah membantuku melewati banyak cobaan, aku belum sempat berterima kasih kepadanya." Kata-kata ini seperti memuji tapi juga seperti menertawakan Shang Bu Yun, dia merasa tidak enak, dia ingin marah, Xiu Li Ri Yue, Shen Qi Shan memutar matanya, segera dia tertawa dan berkata, "kedua pendekar, duduklah dulu. Pelayan, suguhkan teh kepada kedua pendekar ini!" Luo Tian Chi pun berkata, "Kakak Shang, Kakak Qu, kali ini apakah Xue He Tu bisa dipertahankan? Kami benar-benar mengandalkan kalian berdua, bila aku hanya mengandalkan tujuh teknik halaman dan golok Langit Bumi, jangankan Wo Shi Shui
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

(nama orang), Guo Ao Bai pun tidak bisa kami tahan." Shang Bu Yun mengerutkan dahinya dan bertanya, "apakah Pendekar Wo Shi Shui pun menginginkan Xue He Tu? Dengan suara pelan Luo Tian Chi berkata, "benar, kalau tidak aku tidak akan meminta kepada ketua Kakak berdua datang ke sini membantu kami, harus diketahui Xue He Tu milikku, kami mendapatkan Xue He Tu setelah kami membunuh keluarga Zhong Yuan yang menitipkan barang Biao nya kepada kami, markas Biao Xue Hun pun sudah kehilangan 30-40 orang pesilat tangguh, setelah Xue He Tu jatuh ke tangan kami, kami berusaha mendapatkan harta karunnya, dan tentu saja nanti akan kami bagikan rata kepada ketua kalian masing-masing, Chang Xiao Bang (Perkumpulan Panjang Tertawa) sedang menambah sayap kekuasaannya, kalau mereka bisa mendapatkan harta ini, berarti kita hanya memdapat angin." Wajah Qu Li Ren sangat serius, "kedatangan Guo Ao Bai saja sudah cukup merepotkan dengan ilmu pedang Qi Chong Tian Jian. (Tujuh Macam Jurus Pedang), menurut orang-orang dia tidak terkalahkan, sekarang ditambah lagi dengan Wo Shi Shui, hal ini benar-benar membuatku menjadi sakit kepala, Wo Shi Shui yang selalu menganggap dirinya adalah seorang pendekar, mengapa dia pun ikut-ikutan menginginkan Xue He Tu?" Xiu Li Re Yue, Shen Qi Shan berkata, "langit tahu siapa yang pantas disebut pendekar, bila sudah mendapatkan Xue He tu, dia pasti akan menolong orang-orang miskin, di dunia ini banyak sekali orang miskin, mana bisa kita menolong mereka semua? Lebih baik berikan saja kepada kami, Chang Xiao Bang, yang akan menjadi perkumpulan silat nomor satu di dunia persilatan." Telapak Sakti, Luo Tian Chi berkata, "aku takut Wo Shi Shui sudah mengetahui bahwa markas Biao Xue Hun bergabung dengan Chang Xiao Bang, dan dia sengaja datang untuk mengacau, sebenarnya Biao yang dititipkan mereka seperti mengantarkan kambing masuk ke mulut harimau, yang aku takutkan bila kita sering melakukan pekerjaan seperti ini, maka semuanya akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

diketahui oleh orang-orang dunia persilatan." Si Elang Sakti, Shang Bu Yun berkata, "aku tidak percaya bahwa Wo Shi Shui begitu kuat, kita menasehati supaya dia merampok orang yang kaya saja untuk menolong yang miskin." Si Mayat Kering, Qu Li Ren dengan wajah serius berkata, "Adik Luo, tadi kau mengatakan mereka sudah tahu bahwa kalian telah bersekongkol dengan Chang Xiao Bang, apakah masih ada orang lain yang menginginkan Xue He Tu?" saat mereka mengobrol terdengar bunyi kentongan menunjukkan pukul 4 subuh. "Sudah pukul 4, kalian harus bersiap dan hati-hati," kata Luo Tian Chi,, wajahnya terlihat tegang, dia berkata lagi, "malam ini ada seseorang lagi yang akan datang...." Kata Shang Bu Yun dengan dingin, "siapa lagikah yang datang untuk mengantarkan kematiannya sendiri?" Jawab Luo Tian Chi, "orang berbakat dari Jiang Nan, Fang Zhen Mei!" Shang Bu Yun dan Qu Li Ren secara bersama-sama mundur 2 langkah dan berseru, "apa? Fang Zhen Mei?" Tepat pada saat itu masuklah seseorang dengan cara seperti melayang ke dalam ruangan itu, sekali bergerak seperti bayangan sekejap empat orang dan empat golok yang di pegangnya ternyata sudah patah, juga keempat telinga orang itu ternyata sudah terlepas, ada luka menganga bekas sayapan pedang, darah masih terus mengalir, kelihatanya bila lawan ingin mengambil nyawa keempat orang itu, bisa dilakukan dengan mudah. Qu Li Ren berkata, "orang yang mengantarkan kematiannya sudah datang!" Luo Tian Chi berteriak, "siapa kalian? Harap sebutkan nama!" dari luar muncul seseorang mengenakan baju berwarna hijau, pedangnya panjang, sepatah demi sepatah kata dia mulai bicara, "aku datang dari Qing Chong Shan, namaku adalah Guo Ao Bai, Luo Tian Chi, kau sudah membunuh orang dan mengambil benda
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berharga, cepat keluarkan Xue He Tu, dan kemudian potong tanganmu sendiri, maka aku akan membiarkanmu hidup!" Walaupun Luo Tian Chi sangat berpengalaman, tapi dipelototi dengan sorot mata seperti pedang oleh pemuda itu, tidak terasa dia sudah mundur dua langkah, tanpa sadar dia memegang Xue He Tu yang tersimpan di balik bajunya. Tiba-tiba ada yang membentak, "jangan keluarkan!" Seorang laki-laki yang tinggi dan besar, Chang Er Jin Gang, Ma Zhao Fu seperti seekor elang bergerak melayang ke arah mereka, dengan pentungan besi seberat 32 kilogram, dia memukul kepala Guo Ao Bai. Si Mayat Kering, Qu Li Ren segera membentak, "jangan ceroboh!" tapi tidak keburu, tubuh Ma Zhou Fu yang tingginya seperti gunung sudah berada di atas kepala Guo Ao Bai. Bahu Guo Ao Bai bergetar, kilauan pedang seperti riak air yang bergerak, Ma Zhou Fu mengeluarkan suara aneh, kedua telapak tangannya Sudah berlubang oleh tusukan pedang. Tapi terlihat Guo Ao Bai tetap santai, tangannya pun tidak m'emegang pedang. Si Mayat Kering, Qu Li Ren berteriak, jurus cakar mayat yang sudah dilatihnya selama 40 tahun, mulai dikeluarkan, jurus itu seperti bayangan cakar, bayangan tangan sepertinya mengarah kepada Guo Ao Bai. Shang Bu Yun berkata kepada Luo Tian Chi, "ilmu silat bocah itu sangat tinggi, aku akan membantu untuk membunuhnya!" Luo Tian Chi pun sebenarnya merasa jengkel, ketua pelatih kantor Biao tidak bisa menahan serangan dari seorang pemuda yang usianya pun belum mencapai 20 tahun, dia merasa malu dan juga sedih. Shang Bu Yun segera maju, dengan jurus cakar elangnya dia memasuki arena pertarungan. Harus diketahu bahwa Mayat Kering dan Elang Sakti adalah dua dari 5 tetua bendera hitam di Chang Xiao Bang, ilmu silat mereka
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sangat tinggi, bila mereka bergabung melawan musuh, sepertinya pesilat tangguh mana pun akan sulit untuk bertahan. Tapi setelah mereka berdua bertemu dengan Guo Ao Bai, mereka sama sekali tidak bisa berbuat banyak, begitu bahu Guo Ao Bai bergoyang, segera cahaya pedang tampak berkilauan, mereka berdua berusaha bertahan, tetapi Guo Ao Bai pun tidak gampang menahan serangan dari mereka berdua, karena itu pula maka mereka bertiga terus bertarung terus dengan sengit. Tiba-tiba di luar ada yang tertawa dan berkata, "baiklah, aku juga akan ikut bergabung dengan kalian!" Luo Tian Chi sangat terkejut dan dia berteriak, "cepat halangi dia dari pintu!" Sekitar 30-40 guru Biao sudah berlari ke depan pintu, tapi seseorang yang mengenakan baju berwarna hitam tetap bisa masuk ke dalam ruangan, semua yang menghalangi langkahnya berhasil dipukul hingga roboh. Begitu banyak orang yang menyerangnya tapi dalam waktu singkat sudah banyak yang terluka atau bahkan roboh. Terdengar orang itu berkata lagi, "aku akan membantumu!" Shang Bu Yun marah, ilmu cakar elangnya bergerak mulai menyerang dari atas ke bawah, tiba-tiba dia melihat sepasang mata yang bersinar dari orang itu. Sebuah pukulannya membuat Shang Bu Yun roboh, mungkin tidak akan bisa bangun dalam waktu 3 jam! Guo Ao Bai melihat ada orang yang datang membantunya, dia marah dan berkata, "tidak perlu membantuku!" Tapi si baju hitam sudah memukul Shang Bu Yun hingga jatuh terkapar, dia segera menyerang si baju hitam dengan pedang, dalam suasana yang serba kacau itu, si baju hitam masih bisa menghindar, sambil menahan serangan dia berteriak, "baiklah, aku berniat untuk membantumu tapi kau membalasnya dengan cara seperti ini, kalau saja kau bukan orang baik kau sudah kupukul!" Dia mengeluarkan tangan untuk memukul, Qu Li Ren yang akan melarikan diri, sudah tidak dapat menghindari serangannya, kemudian terdengar suara BUUK, dia sudah jatuh terlentang.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Guo Ao Bai tampak lebih marah lagi, segera dia menyerang orang itu dengan beberapa jurus pedang, tapi si baju hitam itu sudah berada di dalam ruangan. Luo Tian Chi melihat orang yang datang begitu ganas, dia merasa terkejut dan berkata, "apakah dia adalah Pendekar Wo Shi Shui?" Dia mendengar jawaban, "benar!" segera sepasang tangannya sudah tertotok dan Xue He Tu yang tersinpan di balik bajunya berhasil diambil oleh orang itu, Luo Tian Chi pun terjatuh. Guo Ao Bai berteriak, "Wo Shi Shui, jangan pergi!" Wo Shi Shui dengan jurus menyapu, dia menyapu Shen Qi Shan yang masih terpaku karena terkejut, kemudian dia berbalik ke arah Guo Ao Bai dan berkata, "malam ini aku. tidak mempunya; waktu untuk mengobrol, aku harus mengembalikan Xue He Tu kepada keluarga Zhong Yuan." Guo Ao Bai marah dan mengejarnya, tapi karena Shen Qi Shan yang disapu oleh orang berbaju hitam sehingga terjatuh ke arahnya, maka tangannya yang memegang kipas dengan cepat menotok Guo Ao Bai. Guo Ao Bai membalikkan tangannya, pedangnya sudah membelah kipas Shen Qi Shan menjadi dua bagian, pada waktu itu juga lutut Shen Qi Shan bertambah 2 lubang dan tampak bekas tusukan pedang. Dia jatuh dengan posisi berlutut. Guo Ao Bai masih berniat untuk mengejar Wo Shi Shui, ternyata dia sudah menghilang. Wo Shi Shui sudah meloncat ke atas bubungan atap dan berlari, angin berhembus dengan dingin, angin subuh membuat orang merasa dingin. Dengan tersenyum Wo Shi Shui mengeluarkan Xue He Tu dari balik bajunya, begitu melihat, dia langsung terkejut karena Xue He Tu yang dirampasnya hanya berupa gulungan kertas putih kosong dan tidak ada gambar petanya, di atas kertas itu tertulis : Xue He Tu. Xue He Tu. Akan kukembalikan kepada keluarga Zhong Yuan.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tuan hanya mendapatkan rasa lelah. Chen Mei yang berdosa memberitahukan. Yang bertanda tangan di bawah adalah si Baju Putih Jiang Nan, Fang Chen Mei. Wo Shi Shui segera menggulung kertas itu dan dia menghela nafas panjang, baju hitamnya tertiup angin tampak berkibar di atas atap. Bulan yang bulat dengan diam melewati kepalanya. ---ooo0dw0ooo--BAB 2 Wisma Shi Jian Pedang Sakti Xue He Salah satu dari tiga tempat terkenal di dunia persilatan adalah Wisma Shi Jian( Wisma Menguji Pedang). Wisma Shi Jian adalah sebuah tempat yang tenang di dunia persilatan, tanah seluas 100 kilometer persegi, terdapat 19 rumah mewah, 37 rumah biasa, masih ada 5 kolam, dan 11 halaman panjang. Di dalam wisma suasananya terasa sangat tenang, banyak pesilat tangguh setahun sekali selalu ingin tinggal di sini selama beberapa hari untuk melepaskan rasa lelah. Pemilik Wisma Shi Jian sangat senang melayani tamu-tamunya, ketua Wisma Shi Jian bernama Shi Tu ke!2, sekarang dia sudah berusia 67 tahun, pada saat usianya baru 3 tahun ayahnya sudah meninggal dunia, ketika umur 5 tahun ibunya menyusul ayahnya meninggalkannya, pada umur 7 tahun kesebelas orang kakaknya meninggal karena dibunuh oleh musuh, dan hanya tinggal dia sebatang kara yang masih hidup di dunia ini, selama 30 tahun dia membangun Wisma Shi Jian, dengan empat jurus Pedang Xue He ( Pedang Sungai Darah ), dia telah bisa mengalahkan semua pesilat tangguh, akhirnya dia dijuluki pesilat pedang nomor satu di dunia, tapi dia membalas musuhnya dengan kebaikan, membuat musuh yang pernah membunuh kakak-kakaknya, menggantungkan golok
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang biasa mereka gunakan untuk membunuh orang dan berubah menjadi orang baik. Dia selalu tinggal di Wisma Shi Jian untuk membela kebenaran dan membuat dunia persilatan menjadi tenang dan aman. Sudah 30 tahun Wisma Shi Jian berdiri di dunia persilatan, Feng Dan Fei yang pernah merebut gelar pendekar pedang nomor satu di dunia persilatan pernah datang ke Wisma Shi Jian dan mengajak Shi Tu ke 12 bertarung, dan hanya dalam satu jurus Shi Tu telah mengalahkan Feng Dan Fei, dan dengan penuh rasa kekaguman Feng meninggalkan Wisma Shi Jian. Kemudian gurunya Feng Dan Fei yang sudah berpengalaman 30 tahun, merupakan pendiri dua pedang Jian Dao karena tidak bisa menerima perlakuan Shi Tu ke 12, dia pun pergi ke Wisma Shi Jian dan mengajak Shi Tu ke 12 bertarung, tapi dia pun hanya bisa menerima satu jurus serangan dari Shi Tu ke 12, memasuki jurus kedua sepasang pedangnya sudah patah menjadi dua, dia menerima kekalahan total dan dengan lesu kembali ke rumahnya. Semenjak itu Shi Tu ke 12 jarang bertarung lagi, hingga 20 tahun kemudian muncul seorang gila yang dijuluki Iblis Jian, dia bernama Ni Qing Feng. Dia sangat mahir menggunakan jurus-jurus pedang, dan dia selalu membunuh orang yang menggunakan pedang, semua ini dia lakukan hanya untuk mendapatkan gelar pendekar pedang nomor satu di dunia persilatan, dan orang ini tidak terkalahkan, oleh karena itu Shi Tu ke 12 kemudian keluar dari wismanya, menantang Ni Qing Feng, ternyata Ni Qing Feng hanya bisa menerima 2 jurus serangan Shi Tu ke 12, pada jurus ketiga, pedang Ni Qing Feng patah dan dia pun melarikan diri. Karena itu dalam jangka 10 tahun ini, tidak ada seorang pun yang berani mengajak Shi Tu ke 12 bertarung lagi, dunia persilatan menganggap Shi Tu ke 12 sangat tinggi dan ilmu pedang yang dimilikinya tak ada tandingannya. Tapi Shi Tu ke 12 tidak ingin menerima pujian ini, meskipun dia sangat percaya diri dengan ilmu pedang yang dirnilikinya. Shi Tu 12 sangat menyayangi pedangnya, pedang yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

membuatnya terkenal adalah pedang dengan panjang kurang dari satu meter, pedangnya disebut dengan Pedang Sakti Xue He. Yang membuat orang-orang menjadi kaget adalah karena sekarang ini Pedang Xue He tiba-tiba saja lenyap. Ketika Pedang Sakti Xue He lenyap. Kekuatan dunia persilatan pada waktu ini ada 3 yang menonjol yaitu Chang Xiao Bang, Wisma Shi Jian, dan kantor Biao Feng Yun, menjadi kalut dengan kabar menghilangnya Pedang Sakti di Wisma Shi Jian. ---ooo0dw0ooo--Jumlah orang yang berada di ruang tamu ada 7 orang. Orang yang paling tua di sana adalah seorang pak tua yang mengenakan baju berwarna hijau, kedua matanya tampak bersemangat. Dia berdiri dan bercerita dengan tenang, dia bercerita seperti menceritakan hal sepele yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia, tapi ketiga orang yang berada di sisinya tampak marah. Yang dia ceritakan bukan masalah kecil melainkan masalah yang membuat dunia persilatan menjadi geger, karena pedang Shi Tu ke 12 tiba-tiba menghilang, pak tua yang sedang bercerita dengan tenang adalah ketua Wisma Shi Jian, Shi Tu ke 12. Di sisinya tampak seorang laki-laki setengah baya, tubuhnya kelihatan kuat, wajahnya sangat biasa, mulutnya selalu tersenyum, dia adalah ketua ke 2 Wisma Shi Jian, dia dijuluki Yi Dao Duan Hun (Golok Pemutus Jiwa), dia bernama He Bu Le, orang ini berpandangan sangat lurus dan terbuka, dalam bertarung dia belum pernah terkalahkan. Di sisi Shi Tu ke 12 masih ada seseorang yang umurnya sudah setengah baya, dia tampak hitam kekuningan, dia kurus dan selalu mengenakan baju berwarna hitam. Sepasang tangannya seperti terbuat dari besi, tangannya diletakkan di atas meja, bajunya tampak melengkung seperti yang terbuat dari besi juga. Orang itu adalah ketua ke-3 Wisma Shi Jian, dia mendapat julukan Bai Bu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shen Quan (Seratus Langkah Kepalan Sakti) Yin Yang Hei. Sewaktu berumur 17 tahun orang ini dengan seorang diri telah menghancurkan 16 sarang perampok, selama 30 tahun ini dia juga tidak terkalahkan. Di sisi He Bu Le, ada ketua ke-4 Wisma Shi Jian, dia dijuluki Tie Gong Yin Dan (Ketepel Besi Peluru Perak), Lu Ying Feng, dia hampir berumur 50 tahun, tapi tetap terlihat gagah. Di sisi Yin Yang Hei Shen ada seorang pak tua yang mengenakan baju berwarna hijau, dia kelihatan biasa tapi tetap berwibawa, dia adalah pengurus Wisma Shi Jian, Tuan Ma Er. Di hadapan Shi Tu ke 12 ada seorang pemuda yang mengenakan baju berwarna putih, dia terlihat sangat santai, matanya memancar penuh harapan, dia seperti sangat memperhatikan dan mendengarkan berita dunia persilatan, pemuda itu tersenyum, dia terlihat sangat luwes, tapi tidak memberikan kesan bahwa dia tidak sopan atau tidak serius. Yang tampak santai dan alami hanya pemuda itu dan Yi Dao Duan Hun, He Bu Le, yang lainnya setelah mendengar cerita Shi Tu ke 12, langsung merasa marah dan terlihat tegang. "Begitulah mengapa Pedang Sakti Xue He menghilang, aku selalu menggantungkan pedang itu di kamar tidurku, yang bisa masuk ke dalam kamar itu kecuali kalian, tentu orang yang memiliki ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi. Dia datang mencari masalah dengan Shi Tu ke 12," sambil tertawa dia terus bercerita. "Benar-benar kurang ajar!" Yin Yang Hei menggebrak meja dan marah, "apakah ada orang yang bisa berlalu lalang di Wisma Shi Jian ini dengan seenaknya?" "Orang biasa pasti tidak akan bisa melakukannya, tapi tetap bisa saja ada yang nekad melakukannya," kata He Bu Le. "Siapakah dia?" urat nadi di dahi Yin Yang Hei tampak bertonjolan. Jawab Shi Tu ke 12, "mungkin Tuan Muda Fang yang..."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Oh tidak! Wisma Shi Jian memangnya tempat apa? Aku datang pun tidak bisa bergerak dengan bebas. Ketua benar-benar terlalu memujiku," kata pemuda berbaju putih itu. "Tuan Muda terlalu merendah, sebenarnya Tuan Muda mempunyai kemampuan ini, aku tahu mengenai hal itu," kata Shi Tu ke 12. "Kecuali Tuan Muda Fang, masih ada Pendekar Wo Shi Shui, dia pun memiliki ilmu silat yang tinggi. Walaupun wisma ini dijaga dengan ketat tapi kalian tetap tidak akan merasa kesulitan masuk ke sini." "Kalau begitu pelakunya pasti Wo Shi Shui," kata Yin Yang Hei. Shi Tu ke 12 mengerutkan dahinya, dia tampak berpikir kemudian berkata, "Pendekar Wo Shi Shui sangat ternama, dia tidak akan melakukan perbuatan seperti ini, dan dia adalah keponakan Ketua Chang Xiao Bang, Zheng Bai Shui, walaupun Wo Shi Shui tidak menyukai kelakuan Chang Xiao Bang, tapi dia gentar kepada Zheng Bai Shui, aku takut dia diperalat oleh Ketua Zheng untuk mencuri pedangku, yang harus kalian ketahui, di atas Pedang Sakti itu terdapat ukiran jurus pedang Xue He Si Shi (Empat Jurus Sungai Darah), bila Ketua Zheng bisa menguasai Xue He Si Shi maka jika jurus ini digabung dengan jurus yang dimiliki olehnya yaitu jurus Chang Xiao Qi Ji (Tujuh Pukulan Tertawa Terus), dia akan mencelakai dunia persilatan dan tidak akan terkalahkan." Tanya Chen Mei, "bila keempat jurus Pedang Sakti Xue He berhasil dikuasai oleh Zheng Bai Shui, bukankah dunia persilatan akan menjadi kacau balau?" Jawab Shi Tu ke 12, "tidak juga, bila empat jurus Xue He tidak berhasil diketahui oleh Zheng Bai Shui, maka tidak akan tercipta Pedang Sakti Xue He dan juga tidak akan menghasilkan jurus yang bagus. Bila dalam waktu 3 bulan ini kita bisa mengambil kembali Pedang Sakti Xue He, maka Zheng Bai Shui tidak akan mendapatkan apa-apa." Kata He Bu Le, "Tuan Fang, Chang Xiao Bang adalah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

perkumpulan yang paling besar dan mengusasai Zhong Yuan sejak lama. Meskipun kantor Biao Feng Yun adalah kantor Biao yang paling besar, tapi letaknya jauh di Kai Feng, karena itu Wisma Shi Jian menjadi musuh utama yang dapat menghalangi mereka menguasai dunia persilatan. Bila Zheng Bai Shui mendapatkan Pedang Sakti Xue He dan melatih keempat jurus Xue He, mungkin Zheng Bai Shui bisa menguasai dunia persilatan." Kata Shi Tu ke 12, "Tuan Fang, kecuali kita-kita yang berada di sini, hanya Guo Wei saja yang mengetahuinya, aku tidak ingin menyebar luaskan peristiwa ini, karena orang-orang Chang Xiao Bang sangat banyak, melawan-mereka seperti mencari mati saja!" Laki-laki yang sejak tadi diam adalah Tie Gong Yin Dan, Lu Ying Feng yang secara tiba-tiba berkata, "Ketua, tadi aku menerima kabar dari Tuan Ma Er yang mengatakan bahwa Ketua Gao Wei karena ada perlu, maka dia tidak bisa datang ke sini, dia menyuruh putranya Guo Ao Bai datang ke sini untuk mewakilinya, beberapa hari lagi dia akan tiba di sini." Kata Shi Tu ke 12, "itu sangat baik." "Demi kebaikan dunia persilatan, aku akan berusaha dengan sekuat tenaga," kata Fang Zhen Mei, lalu dia melanjurkan lagi, "kali ini Ketua telah memanggilku, asal aku bisa membantu, aku pasti akan membantu, Ketua hanya tinggal memberikan petunjuk." Kata Shi Tu ke 12, "Tuan Muda Fang, kau senang menolong orang dunia persilatan, aku sudah lama mendengar hal ini, sekarang aku pun tidak akan berpura-pura dan bersikap sungkan kepadamu, Tuan Muda Fang berteman dengan Pendekar Wo Shi Shui, tolong tanyakan kepadanya mengenai pedang yang hilang, itu saja sudah cukup membantuku, bila pelakunya memang dia, aku kira dia akan mengakuinya. Pendekar Wo Shi Shui selalu berkelana kemanamana, dalam waktu dekat ini aku telah mencarinya, tapi tidak pernah menemukannya. Karena itu aku meminta bantuanmu, katanya sewaktu dia mengambil Xue He Tu, Pendekar Wo Shi Shui dan Tuan Muda Fang saling rebut, akhirnya Tuan yang mendapatkannya terlebih dahulu, apakah semua berita ini benar?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei tertawa dan menjawab, "kemarin kami bertemu secara kebetulan, bila aku tahu Wo Shi Shui akan turun tangan mengenai Xue He Tu, aku tidak menghalanginya, sebenarnya kami sudah lama saling mengagumi, tapi kami belum pernah saling bertatap muka, tapi titipan dari Ketua akan kulaksanakan, harap Ketua bisa menjadi tenang." Kata Yin Yang Hei, "Chang Xiao Bang memang seperti itu, bersikap sok jago, apakah kita akan membiarkannya begitu saja?" Jawab Shi Tu ke 12, "pastinya tidak akan seperti itu, kita tidak bisa membuktikan siapa pelakunya, kita juga tidak bisa membuktikan bahwa Chang Xiao Bang lah yang melakukan semua ini, kita tidak boleh sembarangan menuduh, aku akan mengajak Ketua Zheng berbicara." Tuan Ma Er yang duduk di sisinya segera berdiri, bila dia sedang duduk, orang lain tidak akan merasa ada yang tidak sama, tetapi setelah dia berdiri, baru diketahui bahwa dia lebih tinggi dari pada orang lain, paling sedikit tingginya lebih setengah dari orang normal. Shi Tu ke 12 berkata lagi, "aku minta besok kau mengantarkan undangan ini ke Cheng Xiao Bang, kau boleh menyuruh 3 bersaudara Yen pergi ke sana, kau mengawasi secara diam-diam, itu sudah cukup." Dengan sikap hormat Ketua Ma Er menyahut, kemudian dia membalikkan kepada melihat Fang Zhen Mei. "Tuan Muda Fang, aku pamit dulu." Fang Zhen Mei dengan terburu-buru berdiri dan berkata, "ilmu tuan sangat hebat, berjalan 1.5 meter sampai 3.5 meter diataspermukaan tanah masih bisa membunuh orang, benar-benar ilmu yang hebat." Ternyata ilmu silat Tuan Ma memang yang paling lihai adalah melayang 1.5 meter dari permukaan tanah, bila Tuan Ma berjalan dia tidak biasa menapak diatas tanah tapi melayang di atas permukaan tanah berjarak 1.5 an. Begitu dia meninggalkan rapat itu dia bergerak seperti air, meloncat setinggi 1.5 meter dan meluncur
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

keluar dari ruangan itu. Kemudian turun dan kakinya meloncat lagi, dia seperti sebuah panah yang meluncur, dan sosoknya pun tidak terlihat jelas. Kata Fang Zhen Mei, "benar-benar ilmu meringankan tubuh yang sangat tinggi." Shi Tu ke 12 berkata, "Tuan Muda Fang benar-benar orang yang banyak pengetahuan, tapi tidak banyak menggembar-gemborkan keluar, Tuan Fang, aku mengundangmu menginap semalam di sini dan aku ingin mengobrol denganmu, bagaimana?" Jawab Fang Zhen Mei sambil tertawa, "aku pun bermaksud seperti itu." ---ooo0dw0ooo--Seorang tua dan seorang muda, berjalan dengan perlahan melewati hutan bambu yang berwarna hijau, dalam kabut yang tipis seperti sebuah lukisan pemandangan yang indah. Shi Tu ke 12 mengenakan baju berwarna hijau sedangkan Fang Zhen Mei mengenakan baju berwarna putih, dengan pelan mereka berjalan bersama. Fang Zhen Mei menghela nafas dan berkata. "Wisma Shi Jian benar-benar wisma nomor satu, pemandangannya indah, meskipun tidak ada yang menjaga tapi pesilat tangguh yang bisa keluar dari hutan bambu ini bisa dihitung dengan jari." Kata Shi Tu ke 12, "Tuan Muda Fang terlalu memuji, semua dekorasi yang berada di wisma ini semua ditata oleh Tuan He, hanya dia yang bisa menata tempat seperti ini, membuat tempat ini terlihat begitu alami, tidak akan membahayakan jiwa meskipun penuh dengan perangkap." Fang Zhen Mei dengan suara kecil berkata, "dia sedang mendengar kita mengobrol, pastinya dia bukan orang wisma ini." Mereka berdua yang masih mengobrol, tiba-tiba pada saat itu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

juga, mereka berdua yang satu bergerak ke kiri dan yang lainnya bergerak ke kakan, menuju hutan bambu, bayangan orang itu pun bergerak, Fang Zhen Mei dan Shi Tu ke 12 berhenti melangkah, karena di hutan bambu itu sudah tidak terlihat bayangan seorang pun. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "ilmu meringankan rubuh orang itu sangat cepat." Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi, "anehnya orang itu sepertinya sangat hafal dengan perangkap yang dipasang di sini." Kata Fang Zhen Mei, "lain kali bila aku melihat orang itu lagi, aku pasti akan langsung mengenalinya." Shi Tu 12 dengan ekspresi aneh melihat ke arahnya. Fang Zhen Mei menunjuk ke bawah dan tertawa, dia berkata, "melihat jejak kakinya, aku menjadi percaya dengan semua omonganku." Shi Tu ke 12 melihat ke bawah ternyata di hutan bambu yang dipenuhi dengan kabut tebal membuat tanah di sana menjadi basah, di tanah itu terlihat sepasang jejak kaki, air masih terus mengalir, tapi jejak kaki itu lambat laun menghilang. Begitu Fang Zhen Mei kembali ke Wisma Shi Jian, waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam, setelah mengobrol dengan Shi Tu ke 12 dia merasa sangat senang, dan dia merasa sedikit mabuk, Shi Tu ke 12 pun mengantarkan dia ke kamarnya kemudian dia kembali seorang diri ke kamarnya. Fang Zhen Mei melihat pak tua yang pernah menggegerkan dunia persilatan kembali ke tempatnya, melihat hutan bambu yang penuh dengan embun, hatinya kusut dan tidak bisa tenang. Sekarang dia sudah bersiap untuk tidur. Dia mulai bernafas dengan teratur, kemudian terdengar suara dengkurannya, tiba-tiba ada bayangan di luar jendela yang bergerak-gerak dengan ringan. Dia membuka jendela dan dengan diam-diam meloncat masuk, sama sekali tidak terdengar suara
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

langkahnya. Bahkan saat membuka mata untuk melihat pun kau tidak akan percaya bahwa di dunia ini ada orang yang begitu ringan gerakan tubuhnya. Si baju hitam itu masuk ke dalam kamar dan berjalan dua langkah melihat Fang Zhen Mei yang tertidur dengan pulas. Saat itu tiba-tiba saja Fang Zhen Mei terbangun, dia pun tidak bisa menjelaskannya, dia seperti seekor binatang, tidak perlu diperintah, nalurinya setiap kali ada bahaya yang mendekatinya dia sudah langsung mengetahuinya, nalurinya sudah beberapa kali menolongnya, sekarang Fang Zhen Mei benar-benar sudah terbangun. Melihat Fang Zhen Mei tiba-tiba bangun si baju hitam tidak meyangkanya sama sekali, dia benar-benar kaget hingga terpaku, kemudian Fang Zhen Mei melihat mata si baju hitam yang tampak terang dan hangat. Si baju hitam pun melihat sorot mata Fang Zhen Mei yang tenang dan jujur. Tapi si baju hitam segera menyerangnya, di tengah malam masuk ke kamar seseorang dan keberadaannya diketahui, di baju hitam terpaksa harus melakukan tindakan seperti ini. Fang Zhen Mei pun terpaksa mengeluarkan ilmunya, tengah malam seperti ini ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya, dia pun terpaksa mengeluarkan keahliannya, saat mengeluarkan serangan mereka sama sekali tidak mengeluarkan suara, si baju hitam menyerangnya dengan cepat, Fang Zhen Mei menyerangnya dengan ringan, tapi pada saat serangan kedua, Fang Chen Mei merasa lawannya menyerang dengan keras, dia tergetar, kemudian dengan cepat dia berkata, "apakah kau adalah Pendekar Wo Shi Shui?" Si baju hitam merasakan serangan Fang Zhen Mei, dia merasa tenaga lawannya tidak bisa diukur, hatinya pun bergetar, dan dia berteriak, "Baju Putih Fang Zhen Mei!" dengan cepat dia melayang keluar dari jendela dan melarikan diri. Fang Zhen Mei masih terpaku, dia ingin mengejar orang itu, tapi
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pintu kamarnya sudah dibuka dengan paksa, di bawah sinar bulan yang berwarna keperakan terlihat rambut Shi Tu ke 12 berwarna putih dan kumisnya pun berwarna putih, tiba-tiba muncul di depannya dan bertanya, "ada apa?" Pada saaat mereka berdua bertarung dan tidak mengeluarkan suara itu, Shi Tu ke 12 terbangun dan dengan cepat berlari ke kamar Fang Zhen Mei, pendengarannya sangat tajam dan ilmu meringankan tubuhnya pun sangat tinggi, hingga pada tarap yang tidak terpikirkan oleh siapa pun. ---ooo0dw0ooo--BAB 3 Chang Xiao Bang Long Hu Shan berdiri dengan megah di pegunungan Long Hu (Naga dan Harimau). Salah dari perkumpulan terbesar yaitu Chang Xiao Bang pun berkedudukan di Gunung Long Hu. Hari itu di Gunung Long Hu tiba-tiba ada empat ekor kuda sehat yang lewat di tempat itu, kuda-kuda itu dengan cepat berlari ke puncak Gunung Long Hu. Begitu tiba di markas Chang Xiao Bang, kuda-kuda itu langsung berhenti, kuda pertama ditunggangi oleh seorang pak tua yang mengenakan baju berwarna hijau, orang itu kelihatan ramah dan berwibawa, sedangkan ketiga kuda lainnya ditunggangi oleh tiga orang pemuda yang mengenakan baju berwarna perak, mereka tak lain adalah Pengurus Wisma Shi Jian, Tuan Ma Er dan tiga orang putra dari Ketua Pelatih, Yin Jia Ya, yaitu Yin Fei Xiong, Yin Qing Xiong, dan Yin Zhen Xiong. Ayah mereka diibaratkan seperti harimau, tentu saja anak-anaknya pun bukan anak anjing, mereka bertiga adalah pesilat tangguh dan masih muda, mereka pun tinggal di Wisma Shi Jian.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kuda-kuda itu berhenti di pintu utama perkunpulan Chang Xiao Bang, kata Ma Er kepada mereka, "kalian bertiga, berikan undangan ini kepada orang Chang Xiao Bang, ingat jangan membuat keributan di sini!" Tiga bersaudara Yin itu dengan bersamaan menjawab, "ya!" dan mereka pun turun dari kuda, berjalan ke depan kantor Chang Xiao Bang. Para penjaga mencegat mereka, tapi begitu mengetahui apa maksud kedatangan mereka, segera mereka dibawa masuk ke dalam kantor. Tiga bersaudara Yin itu terpaku, tidak ada seorang pun yang meladeni mereka, setelah menunggu lama baru terlihat ada seseorang dengan malas menghampiri mereka dan bertanya, "kalian ada perlu apa datang kemari? Cepat bicaralah!" dengan malasmalasan dia duduk di sebuah kursi. Lao Da (paling besar) dari ketiga pemuda itu yaitu Yin Fei Xiong segera menjawab,' "kami datang sebagai perwakilan dari Wisma Shi Jian, ingin bertemu dengan Ketua Zheng." Orang itu malah tertawa kemudian dia berdiri, dia masih tertawa terbahak-bahak, lalu berkata, "aku kira siapa yang dikirim dari Wisma Shi Jian, ternyata hanya 3 orang bodoh yang datang ke sini, si Tua Shi Tu ke 12 benar-benar bodoh, bila kalian ingin bertemu dengan ketua kami, terimalah dulu 3 jurus dari Ketua Qing Qi (Panji Hijau), Sun Yu Tang, bila kalian bisa menerimanya, baru kalian boleh bertemu dengan ketua kami...." Ternyata di Chang Xiao Bang, kecuali Ketua Zheng Bai Shui dan putrinya yang bernama Zheng Dan Feng, masih ada wakil ketua, si Kepalan Tangan Besi, Qu Lei dan ketua bagian pedang kilat, Fang Zhong Pin. Di bawah Fang Zhong Pin masih terbagi lagu menjadi 5 kelompok, kelompok itu antara lain : merah, kuning, biru, putih, dan hitam, di bawah kelompok 5 warna ini masih ada ketua panji, Elang Sakti, Shang Bu Yun dan si Mayat Kering, Qi Li Ren, adalah ketua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

panji. Di bawah ketua panji masih ada 5 ketua Shi Xiang, di bawah ketua Shi Xiang (warna dan wangi) barulah para anak buah dari Chang Xiao Bang, ilmu silat mereka pun sangat berbeda jauh. Di bawah ketua Chang Xiao Bang masih terdapat 18 orang pesilat tangguh, ilmu silat mereka sangat lihai, bila semua perkumpulan silat bersatu pun belum tentu bisa menahan serangan dari Chang Xiao Bang. Yang bernama Sun Yu Tang adalah salah satu dari 5 Xiang Chu, ketua dari panji hijau. Begitu dia mengeluarkan kata-katanya, membuat 3 bersaudara Yin merasa sangat malu. Lao Da, Yin Fei Xiong yang lebih berpengalaman, dia tertawa dan berkata, "kami mana berani mencoba, Feng Huang Gou milik Tuan Sun (Kait Burung Feng Huang), Anda diibaratkan ke atas bisa mengait matahari dan ke bawah mengait kepala manusia, semua orang sangat kagum kepada Feng Huang Gou milik Anda, aku hanya diperintahkan membawa surat ke Chang Xiao Bang, bila Ketua Zheng memang sibuk, kami harap Tuan Sun mau mewakili untuk menerimanya dan menyampaikannya kepada Ketua Zheng." Sun Yu Tang sangat senang, dengan sombong dia berkata, "mana suratnya?" Yin Fei Xiong segera bertanya, "apakah Tuan Sun setuju dengan permintaan kami?" Sun Yu Tang marah dan berkata, "cerewet amat, cepat berikan kepadaku!" Terpaksa Yin Fei Xiong memberikan surat itu dengan kedua tangannya, Sun Yu Tang menerima surat itu dengan tertawa terbahak-bahak, tanpa membaca surat itu dia langsung merobeknya. Yin Fei Xiong dengan terpatah-patah berkata, "kau...." Yin Zhen Xiong orang yang paling muda di antara mereka, menjadi tidak sabar menerima perlakuan Sun Yu Tang, dia berkata, "mengapa kata-kata Tuan Sun tidak bisa dipercaya dan begitu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

seenaknya bicara? Bagaimana aku harus mengatakannya kepada ketua kami? Mengapa Tuan Sun menghalangi niat baik ketua kami?" Sun Yu Tang tertawa terbahak-bahak, gendang telinga 3 bersaudara Yin itu menjadi menurunkan perintah, surat yang datang baik Jian maupun dari kantor Biao Feng Yun tidak langsung dihancurkan saat itu juga!" tawanya membuat sakit, "ketua sudah itu dari Wisma Shi perlu dibaca, boleh

Yin Zhen Xiong dan Yin Qing Xiong menjadi marah mendengar kata-kata itu, mereka siap-siap bertarung, tapi langsung dicegah oleh Yin Fei Xiong, dia melihat surat yang telah dirobek itu, tidak ada yang bisa dikatakannya lagi, tangan yang satu menghalangi langkah adik-adiknya yang ingin maju untuk bertarung, dengan suara kecil dia berkata, "sudahlah, jangan membuat keributan di sini, kami akan pulang dan meminta ampun kepada ketua," kemudian dia berkata lagi, "terima kasih Tuan Sun, kami pamit untuk pulang." Tiga bersaudara Yin membalikkan badan dan ingin pergi dari sana, tiba-tiba Sun Yu Tang membentak, "diam di tempat!" Secara bersamaan mereka memalingkan kepala, Yin Fei Xiong bertanya, "apakah masih ada yang ingin disampaikan oleh Tuan Sun?" Sun Yu Tang tertawa terbahak-bahak lagi, dia berkata, "wakil ketua kami sudah menurunkan perintah, orang yang datang dari Wisma Shi Jian ataupun kantor Biao Feng Yun, harus memotong kakinya sendiri baru boleh meninggalkan tempat ini, dan kalian akan memotongnya sendiri atau perlu bantuanku?" Tiga' bersaudara Yin sangat terkejut, mereka benar-benar sangat marah, Yin Zhen Xiong sudah tidak tahan lagi, dia berseru, "Sun Yu Tang, apakah kau mengira kami takut kepadamu?!" Yin Qing Xiong pun sangat marah dan berkata, "bila kau berani, hayo ke sini dan angkat kakiku!" Yin Feng Xiong segera berkata, "ada yang tidak beres, cepat
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

keluar dan temui Tuan Ma Er!" Tiga bersaudara itu langsung bergerak keluar dari kantor Chang Xiao Bang. Tapi Sun Yu Tang sudah membentak, "kalian yang berada di kiri dan kanan, segera bergerak! Tangkap mereka!" Tiga bersaudara itu sudah hampir mencapai pintu keluar, tapi dari bubungan atap yang tinggi turunlah 3 bayangan orang dengan membawa senjata. Mereka bertiga segera menyerang Yin Fei Xiong, Yin Qing Xiong, dan Yin Zhen Xiong. Cahaya golok segera menutupi kepala mereka. Yin Qing Xiong berteriak, "hati-hati!" dan dia segera mencabut pedangnya, dia maju untuk bertarung dengan anak buah Chang Xiao Bang, Yin Zhen Xiong menggulingkan tubuhnya untuk menghindari golok yang melewati kepalanya, kemudian dia pun mencabut pedangnya dan segera bertarung dengan mereka, begitu golok hampir mengenai kepala Yin Feng Xiong, dia menendang orang yang memegang golok itu, dia segera keluar dari pintu. Begitu dia akan keluar dari pintu dia menoleh ke belakang, ternyata Yin Zhen Xiong dan Yin Qing Xiong sedang bertarung dengan orang-orang Chang Xiao Bang, setelah dia melihat kedua adiknya sedang bertarung, dia pun mencabut pedang dan goloknya, dia masuk kembali ke dalam dan bertarung dengan empat orang Chang Xiao Bang. Tiga bersaudara ini adalah putra-putra dari Yin Jia Ya, mereka sangat mahir memainkan pedang dan golok, dalam waktu sekejap mereka berhasil melukai banyak orang-orang Chang Xiao Bang, tapi anak buah Chang Xiao Bang yang datang senakin banyak, mereka berhasil mengurung tiga bersaudara Yin ini. Yin Qing Xiong berhasil menahan tiga orang musuh, dia melihat ada seorang anak buah Chang Xiao Bang yang melayang ke atas dan berniat menusuk Yin Zhen Xiong yang sedang sibuk bertarung dengan 5 orang. Yin Qing Xiong takut adiknya akan terkena
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serangan dari orang itu, dengan cepat dia meloncat dan mencegah niat orang itu, goloknya pun menusuk wajah orang itu. Begitu Yin Qing Xiong turun kembali, darah orang itu sudah muncrat dan mengalir ke bawah, orang-orang di ruangan itu banyak yang terpana dan berhenti bertarung. Dalam hati Yin Fei Xiong berpikir, "kali ini kita akan celaka." Terdengar Sun Yu Tang yang berteriak, "kalian tidak mungkin bisa keluar hidup-hidup dari Chang Xiao Bang!" Dia seperti seekor burung besar terbang ke depan pintu. Yin Fei Xiong yang ingin keluar sudah di halangi oleh Sun Yu Tang. Yin Qing Xiong membentak juga menyerang Sun Yu Tang dengan gerakan cepat dan tepat. Begitu golok hampir mengenai tubuh Sun Yu Tang,' terlihat tangan Sun Yu Tang yang terjuntai ke bawah, sudah memegang 2 buah kaitan. Dengan cepat dia bergerak mengait pedang milik Yin Qing Xiong. Hati Yin Qing Xiong bergetar, dia berusaha melepaskan pedangnya dari kaitan itu, Sun Yu Tang membentaknya. Kait itu ditariknya kemudian didorong. Yin Qing Xiong sudah tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan dia terjatuh ke depan. Yin Zhen Xiong yang melihat saudaranya terjatuh, merasa kaget. Dia ingin menolong kakaknya, tapi 2 orang Chang Xiao Bang menghalangi langkahnya. Tapi Yin Fei Xiong yang berada di depan. Kedua goloknya diayunkan. Yin Fei Xiong ingin menolong adiknya, dia tidak mundur tapi terus maju. Dengan sekuat tenaga dia menabrak orang yang berada di depan dan menusuk salah satu dari anak buah Chang Xiao Bang. Kali ini dia membuat kekacauan lebih besar lagi. Begitu berjalan ke depan dia langsung menyerang Sun Yu Tang. Sun Yu Tang pun tidak sempat membunuh Yin Qing Xiong. Kait Feng Huang dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kuat sudah mengait golok milik Yin Fei Xiong. Yin Qing Xiong yang terjatuh beberapa saat segera membalikkan tubuhnya dan menusuk ke pinggang Sun Yu Tang. Sun Yu Tang marah dan berkata, "baiklah, aku tidak percaya kalau aku tidak bisa mengalahkan kalian." Terdengar suara senjata yang terpotong, ternyata golok Yin Fei Xiong sudah dijepit hingga putus. Kait di tangan kanan menahan golok Yin Qing Xiong dan kait di tangan kiri sudah menancap ke pundak Yin Fei Xiong. Sementara bertarung, Yin Zhen Xiong melihat kakaknya terluka. Dengan gerakan cepat dia berlari ke arah mereka dan pedangnya dengan cepat menusuk ke arah leher Sun Yu Tang. Dengan tenang tangan kiri Sun Yu Tang menyeret Yin Fei Xiong yang pundaknya penuh darah ke depan. Sekarang tubuh Yin Fei Xiong melayang terbang ke arah ujung golok Yin Zhen Xiong. Yin Zhen Xiong menarik kembali pedangnya tapi dia tidak bisa menahan tubuh Yin Fei Xiong yang terbang ke arahnya. Mereka bertabrakan dan terjatuh ke tanah. Yin Qing Xiong yang masih berada di sana dipaksa oleh Sun Yu Tang melanjutkan pertarungan. Keadaan ini sungguh sangat berbahaya, kait di tangan kirinya menghindari serangan Yin Qing Xiong, kait yang satu lagi membawa Yin Oing Xiong masuk ke jalan kematian karena kaitnya sudah diarahkan ke tenggorokan Yin Qing Xiong. Jurus ini membuat Yin Qing Xiong tidak berdaya, ingin mundur pun sudah tidak ada waktu lagi. Dia hanya bisa menutup matanya menunggu kematian yang akan menjemputnya. Karena serangan Sun Yu Tang sangat cepat, Yin Fei Xiong dan Yin Zhen Xiong yang berada dalam posisi tumpang tindih, tidak sempat bangun untuk menolong saudaranya. Mereka tidak berdaya menolong Yin Qing Xiong, kait itu sudah hampir mengenai Yin Qing Xiong. Tiba-tiba ada sepasang tangan yang kurus dan kering, dengan tenang dan cepat sudah datang. Kelima jarinya menangkap
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kait itu. Sun Yu Tang tidak percaya ada orang, sekali dia bergerak sudah bisa menangkap kaitan Feng Huang miliknya. Dia melihat orang itu, ternyata hanya seorang pak tua yang penuh dengan wibawa. Sepasang kakinya berada di tengah-tengah udara, jaraknya 1.5 meter dari permukaan tanah. Mata orang tua itu terus melotot kepadanya. Sun Yu Tang kaget dan berkata, "serangan 1.5 meter dari permukaan tanah, jarak 3.5 meter membunuh orang, apakah Anda adalah Tuan Ma Er?" Pak tua itu dengan santai menjawab, "benar, Tuan Sun sudah terkenal selama puluhan tahun tapi ingin membunuh anak muda yang baru tumbuh dewasa, apakah ini tidak keterlaluan?" Sun Yu Tang tertawa dingin dan berkata, "siapa pun dia, bila masuk ke dalam kantor Chang Xiao Bang harus dibunuh!" Kata Tuan Ma Er, "benarkah seperti itu? Kedatanganku ke Chang Xiao Bang sudah kulaporkan kepada perkumpulan Anda. Tiga bersaudara Yin ini pun sudah memberitahukan maksud mereka dan mereka sudah dipersilakan masuk, kami tidak secara sembunyisembunyi menerobos masuk ke sini." Wajah Sun Yu Tang memerah. Dia marah dan berkata, "aku tidak mau tahu dengan alasan kalian mau itu diundang masuk atau masuk sendiri, bila dia datang dari Wisma Shi Jian, akan dibunuh oleh Chang Xiao Bang." Kata Tuan Ma Er, "bila Tuan Sun ingin menyalahkan kami, tidak usah bicara dengan alasan yang tidak-tidak." Sun Yu Tang marah dan berkata, "Ma Er, jangan sok jago di wilayah Chang Xiao Bang! Terimalah jurusku!" Tapi Sun Yu Tang tidak menyerang, yang menyerang adalah dua orang yang membawa golok yang berada di belakang Ma Er. Punggung Tuan Ma Er seperti mempunyai mata, dia berteriak, "pergilah!" Kemudian tubuhnya direndahkan kemudian dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

cepat dia sudah melayang di atas kepala 3 orang yang ingin menyerangnya dan dia mendekati tiga bersaudara Yin. Sun Yu Tang berteriak, "jaga pintu!" Dia pun melayang, kedua kaitnya diarahkan ke tenggorokan Ma Er. Begitu Tuan Ma Er mendekati 3 bersaudara itu, mereka masih dalam keadaan bengong. Telapak Tuan Ma sudah mendorong mereka, tenaga yang kuat telah mendorong tiga bersaudara marga Yin ke arah pintu. Begitu Tuan Ma Er membalikkan badan, sepasang kait milik Sun Yu Tang sudah mengait dekat ke lehernya. Tiba-tiba Tuan Ma Er jongkok, Sun Yu Tang hanya melihat bayangan hijau bergerak, kedua kaitnya ternyata tidak mengenai sasaran, tiba-tiba dia teringat pada jurus jarak 1.5 meter dari permuakaan tanah, jarak 3. 5 meter membunuh orang, ini adalah adalah sebuah ilmu silat yang aneh, Sun Yu Tang terkejut dan dia pun mundur dari sana. Sepasang kaki Ma Er baru saja mendarat di permukaan tanah. Dia sudah meloncat lagi seperti bintang jatuh, kesepuluh jarinya dikeluarkan dan menusuk Sun Yu Tang. Sun Yu Tang tidak menghindar malah balas menyerang, sepasang kaitnya dibalikkan, dia menyerang tangan Tuan Ma Er. Sekali Tuan Ma Er mengeluarkan serangan, dengan tepat mencakar kedua kait itu. Karena kait itu ditarik-tarik tidak bisa lepas, Sun Yu Tang menendang perut Tuan Ma Er. Tuan Ma Er mengangkat kakinya, tubuhnya tiba-tiba direndahkan kemudian dia meloncat. Kedua kakinya secara bersamaan menendang. Begitu melihat tubuh Tuan Ma Er direndahkan, Sun Yu Tang tahu bahwa keadaan sangat berbahaya, dia segera melepaskan kedua kaitnya. Dia berusaha untuk menghindar. Setelah bertarung beberapa jurus dengan Sun Yu Tang, sambil memaksa Sun Yu Tang mundur, Tuan Ma Er melihat 3 bersaudara Yin masih bertarung dengan anak buah Chang Xiao. Dia tidak
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mengejar Sun Yu Tang, dengan cepat dia sudah meluncur ke arah pintu. Dia memasuki arena pertarungan, dengan segera banyak anak buah Chang Xiao Bang yang terlempar. Dan dengan cepat Tuan Ma Er berkata, "cepatlah pergi dari sini! Aku yang akan menahan mereka!" Melihat Tuan Ma Er ikut bertarung, ketiga bersaudara Yin ini menjadi bertambah bersemangat. Mereka sudah hampir mencapai pintu keluar sudah ada suara seseorang yang membentak dari dalam, "siapa yang berani datang ke sini dan membuat keributan?" Segera muncul 15-16 orang mengelilingi 3 bersaudara Yin ini. Kedua telapak Tuan Ma didorong dan hal ini membuat 3 orang anak buah Chang Xiao Bang terjatuh. Tiba-tiba dia merasa di atas kepala ada benda yang menghampirinya. Kedua telapak tangannya mendorong ke atas. Terdengar ada orang yang terjatuh dari atas. Dengan dingin Tuan Ma Er bertanya "apakah Anda adalah ketua panji putih Chang Xiao Bang, Zhou Kun?" Si baju putih juga bertanya, "apakah yang datang adalah pengurus Wisma Shi Jian, Tuan Ma Er?" Sun Yu Tang berteriak, "Lao Zhou, mereka tidak ada ijin masuk ke sini, tangkap saja si tua itu!" Segera jurus Jiu Huan Dao Ke dimainkan, dia memainkan jurus golok 9 lingkaran. Setiap lingkaran saling beradu membuat ada angin keras berhembus. Dia berkata, "Ma Er, Ketua Shen sudah lama ingin membunuhmu. Hari ini kau sendiri yang datang mengantarkan nyawamu, itu sangat bagus!" Ternyata 20 tahun yang lalu, Tuan Ma Er pernah bergabung bersama dengan 3 orang temannya. Mereka menamakan dirinya adalah 4 Naga Sakti. Dengan nama ini mereka sering menolong orang yang lemah dan membasmi orang jahat. Mereka sengaja melawan Chang Xiao Bang untuk membela kebenaran. Kemudian
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

karena ketua Chang Xiao Bang Zheng Bai Shui menyogok 2 orang di antara mereka dengan uang yang banyak dan membunuh salah satu orang dari mereka, kelakuan mereka ini diketahui oleh Tuan Ma Er. Dia pun menjadi bertarung dengan mereka, tapi karena terluka, dia dipukul oleh mereka hingga terjatuh ke dalam jurang dan terluka parah. Secara kebetulan Shi Tu ke 12 lewat di sana dan menolongnya. Semenjak itu dia tinggal di Wisma Shi Jian dan menjadi pengurus untuk membalas budi kepada Shi Tu ke 12. Semenjak itu Tuan Ma Er tidak ingin mencari dan membunuh mereka karena dia tidak ingin Wisma Shi Jian bentrok dengan Chang Xiao Bang. Tapi lawannya berdua selalu ingin membunuh Tuan Ma Er. Sekarang temannya yang bernama Shen Si sudah menjadi ketua perkumpulan panji merah, dan mempunyai kekuasaan besar. Sesudah Tuan Ma Er mendengar, dia berkata, "benar, kepala Ma Er ada di sini! Kalau bisa, ambillah!" Jiu Huan Dao Ke, Zhou Kun tertawa sinis. Tuan Ma Er berjongkok kemudian dia meloncat seperti bintang jatuh. Dan dia sudah berada di sekeliling Zhou Kun. Zhou Kun tidak sempat mencabut pedangnya, dia mundur beberapa langkah. Terlihat Tuan Ma Er jongkok lagi. Seperti anak panah dengan cepat melesat ke arah Zhou Kun, terpaksa Zhou Kun menerima serangan ini. Tuan Ma Er mengetahui bagaimana keadaan di Chang Xiao Bang, bila urusan tidak dengan cepat dibereskan, sepertinya sudah tidak bisa melarikan diri dari sana. Karena itu dia hanya menggunakan 90% dari seluruh kemampuannya. Zhou Kun sudah terlempar kurang lebih 3.5 meter dari sana dan hampir saja dia tidak bisa berdiri lagi. Kemudian Ma Er jongkok kembali dan meluncur. Zhou Kun terkejut, dia sudah tidak bisa menghindar lagi. Kedua telapak Ma Er sudah membelah ke arah Zhou Kun.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pada waktu ini, tiba-tiba ada cahaya kait yang berkilau. Kait Feng Huang dikeluarkan lagi dan mengarah pada Tuan Ma Er. Tapi telapak Tuan Ma Er dibalikkan untuk menghindari kaitan itu. Tuan Ma Er berteriak, "kalian marga Yin, cepat keluar dari sini!" Yin Zhen Xiong dengan semangat memaksa musuh mundur terus. Mereka hampir sampai di depan pintu, tiba-tiba ada suara dingin yang berkata, "kalian datang begitu mudah, apakah pergi dari sini pun akan seperti itu?" Suara itu sepertinya datang dari dalam ruangan. Hingga kata-kata terakhir diucapkan dia sudah berada di depan mata. Yin Zhen Xiong mengangkat kepalanya dan bisa melihat dengan jelas. Ada seseorang yang sangat aneh, mengenakan baju berwarna merah, rambutnya berwarna perak. Dia sudah berada di depan pintu. Cahaya matahari dari luar seperti tertutup olehnya. Hanya ada sedikit cahaya yang masuk melalui rambutnya yang berwarna putih. Ruangan itu menjadi gelap. Yin Zhen Xiong marah dan berseru, "minggir!" Dia menusuk pedangnya ke orang itu. tapi tangannya malah dicengkram oleh musuh. Yin Zhen Xiong benar-benar kaget bukan kepalang. Dia memberontak, tapi telapak orang itu sudah menutupi tubuhnya dari atas. Yin Zhen Xiong memejamkan mata menunggu maut menjemputnya. Tiba-tiba dari atas ada sekelebat bayangan hijau yang melambai dan menekan. Orang aneh itu melepaskan tangannya dan mendorong ke atas, baju hijau itu dibuatnya bergetar dan turun di dekat Yin Zhen Xiong. Orang aneh itu pun mundur beberapa meter, tapi dia tetap berada di depan Yin Zhen Xiong, menghalangi sinar matahari yang masuk. Yin Zhen Xiong seperti terbangun dari mimpi dan juga seperti berputar sebentar di depan pintu dewa kematian. Rasa kaget membuat keringat dinginnya keluar. Orang yang memakai baju hijau itu tak lain adalah Tuan Ma Er, wajahnya pucat karena menahan marah. Dengan dingin dia berkata, "dua puluh tahun kita tidak bertemu ,Liu Yang Jin Gang Shou milikmu sudah sangat maju." (Enam Telapak Emas Bersinar
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terang). Si baju merah tiba-tiba tertawa membuat atap rumah bergoyang, kemudian dia berkata, "Kakak Ma, adikmu ini sudah 20 tahun ingin menyaksikan ilmu jarak 1.5 meter dari permukaan tanah, jarak 3.5 meter membunuh orang dan juga tendangan Yuan Yang. Hari ini aku ingin melihatnya." Zhou Kun dan Sun Yu Tang berlari menghampiri mereka, dengan sikap hormat mereka memanggil, "Ketua Shen!" Pesan Shen Si kepada mereka, "kalian tangkap ketiga bocah itu, biar aku yang mengurus Tuan Ma Er." Zhou Kun dan Sun Yu Tang secara berbarengan menjawab, "ya!" Tuan Ma Er marah dan berkata, "Shen Si, apa yang kau inginkan?" Dia ingin mencegah Sun Yu Tang dan Zhou Kun menangkap 3 bersaudara Yin, tapi Shen Si sudah tertawa mengejek. Dia menyerang Ma Er dan berkata, "Ma Er, lebih baik kau menurut kepadaku dan berbaring di sini!" Tadinya Tuan Ma Er ingin melayang untuk mencegah tindakan Sun Yu Tang dan Zhou Kun tapi baru saja dia akan meloncat, terasa ada tenaga telapak yang besar menyerang ke arahnya. Karena Tuan Ma Er ingin tiga bersaudara Yin terlepas dari bahaya, dia tidak mempedulikan serangan dari belakang. Dia tetap mengumpulkan tenaga dan bersiap meloncat. Shen Si melihat Tuan Ma Er tidak menerima serangan telapaknya, dia berteriak dan menyerang lagi. Walaupun Tuan Ma Er terbang dengan cepat, tapi Shen Si sudah berada di belakangnya. Tenaganya sangat besar membuat Tuan Ma Er merasa sakit, tapi dia meminjam tenaga ini dan dengan cepat mencegah Zhou Kun. Sun Yu Tang melihat Tuan Ma Er seperti turun dari langit, karena dia pernah dipukul Ma Er, dia tidak ingin bertarung dengan Tuan Ma Er, dia berlari ke arah pintu. Tiga bersaudara itu berusaha keluar dari pintu. Mereka sudah hampir mencapai pintu, tapi Sun Yu Tang sudah memainkan kedua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kaitnya, membuat mereka gagal meloloskan diri dari sana. Zhou Kun yang pernah dipukul oleh Tuan Ma Er, melihat Tuan Ma Er yang tiba-tiba turun dari langit, dia merasa sangat terkejut. Tuan Ma Er berusaha membereskan kedua orang itu dan membantu 3 bersaudara Yin meloloskan diri dari sana. Dia sudah menyerang Zhou Kun. Walaupun Zhou Kun berlari dengan cepat, tapi dia tidak bisa lolos dari serangan Tuan Ma Er, terpaksa dia menyerang Ma Er dengan goloknya untuk mempertahankan diri. Shen Si segera datang membantu Zhou Kun. Zhou Kun sangat senang melihat Shen Si datang membantunya. Tuan Ma Er menjadi merasa berat dengan dikeroyok seperti itu. Dia tahu bila dia bertarung dengan Shen Si, dia pasti akan kalah dan 3 bersaudara Yin pun pasti akan mati. Ma Er sudah mengambil keputusan, dia harus membunuh Zhou Kun. Walaupun Zhou Kun sudah menyerangnya dengan jurus golok 9 lingkaran tapi tetap tidak mengenai Ma Er. Dia tahu Shen Si datang membantu, dengan semangat dia menyerang dengan jurus golok 9x9 sama dengan 81 jurus. Pisau seperti bayangan dan berat seperti gunung menindih Tuan Ma Er. Ma Er berjongkok, kemudian terbang ke atas. Dengan kecepatan seperti kilat dia menendang. Shen Si yang berada di belakang Tuan Ma Er. Melihat jurus ini dia berteriak, "itu adalah jurus Yuan Yang Lian Hua Tui, cepat menghindar!" Zhou Kun melihat tendangan seperti kilat, dengan cepat dia menghindar ke pinggir. Walaupun dia bisa menghindari tendangan pertama, tapi tendangan kedua membuat goloknya terlepas dari tangan. Shen Si yang berada di belakang Tuan Ma Er tahu bagaimanapun juga Zhou Kun akan tetap kalah. Segera dia menyerang Ma Er dengan telapak tangannya. Yang dia pakai adalah jurus Liu Yang Jin
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gang Shou, bila Tuan Ma tidak mau mati, dia harus melepaskan Zhou Kun dan menahan serangan ini. Tapi Ma Er tidak peduli dengan serangan ini juga tidak membalikkan badannya. Sepasang telapak tangan hanya menepak ke bagian belakang kaki dan tetap menendang Zhou Kun. Zhou Kun kaget bukan kepalang, dia berusaha menghindari tendangan Ma Er, tapi Yuan Yang Lian Huan Tui adalah jurus yang sangat dahsyat. Tendangan pertama bisa ditahan, tapi tangan Zhou Kun langsung patah. Tendangan kedua diarahkan ke kepala. Terdengar teriakan Zhou Kun, kepalanya langsung pecah berantakan. Liu Yang Jin Gang Shou milik Shen Si juga sangat kuat, kedua jurus ini pun terlihat beradu. Terlihat Tuan Ma seperti layanglayang yang benangnya terputus, dia melayang beberapa meter. Begitu dia membalikkan tubuh, dia memuntahkan darah. Walaupun Ma Er mempunyai ilmu yang tinggi tapi kalau tidak sepenuh hati menerima serangan Shen Si, dia tetap akan terluka. Ma Er tahu kalau dia ingin keluar hidup-hidup dari Chang Xiao Bang, dia harus mengalahkan Shen Si, kalau tidak dia akan mati di sini. Shen Si melihat Ma Er yang terluka, dia merasa sangat senang karena dia dulu tahu kalau mengukur kemampuan ilmu silat dari 4 Naga Sakti, yang paling tinggi adalah Lu Da Tian, kedua adalah Ma Er. Kemampuan Shen Si berada di bawah Yuan San. Dulu Ma Er bisa melukai Yuan San, berarti ilmu Ma Er lebih tinggi darinya. Dulu dia bisa memaksa Ma Er jatuh ke jurang, itu hanya secara kebetulan. Sekarang Ma Er sudah terluka oleh jurus Liu Yang Jin Gang Shou, dia tidak merasa takut lagi. Segera dia berteriak, "Ma Er, hari ini kita tentukan siapa yang hidup siapa yang mati!" Segera dia menyerang dengan dahsyat. Ma Er meladeni dia dengan telapak tangan. Shen Si melihat Ma Er yang sudah terluka tapi masih berani menerima serangan ini, dia merasa sangat senang. Dengan tenaga
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

penuh dia menyerang Ma Er. Begitu kedua telapak tangan mereka akan beradu, Ma Er mengganti telapaknya menjadi jari dan menotok nadi Shen Si. Jurus ini perubahannya sangat cepat, Shen Si sama sekali tidak menyangkanya. Tenaga telapak Ma Er sangat dahsyat tapi Shen Si masih bisa menerima semua itu dengan tenang. Serangan ini membuat ruangan Chang Xiao Bang bergetar. Shen Si mengubah telapaknya menjadi cakar, dia mencengkram jari Ma Er. Cengkraman ini sepertinya akan berhasil, tapi Ma Er mengubah tangannya menjadi seperti golok dan menepis kelima jari Shen Si. Shen Si segera mengubah jarinya membentuk kepalan tangan dan memukul tangan Ma Er. Dengan cepat Ma Er mengubah menjadi tusukan. Dia menusuk nadi di kepalan tangan. Jurus yang berubah secara berturut-turut dalam sekejap membuat orang tidak bisa melihat dengan jelas. Begitu tangan Ma Er menusuk, Shen Si sudah menotok tangan kanan Ma Er. Karena itu tusukan Ma Er tidak berfungsi. Kepalan tangan Shen Si berubah menjadi cakar harimau. Kelima jarinya mencengkram tangan Ma Er. Jika ditarik tangan Ma Er akan putus. Tapi tangan kiri Ma Er bergerak secepat kilat, dia memegang nadi Shen Si dan bisa mencairkan serangan cengkraman harimau Shen Si. Sekarang posisi mereka, tangan kiri Ma Er memegang tangan kanan Shen Si, tangan kiri Shen Si memegang tangan kanan Ma Er. Mereka berdua saling memandang dengan rasa amarah. Perubahan ini bisa dilihat oleh orang-orang yang berada di pinggir, semua berubah dalam waktu singkat tapi semua kejadian ini sangat mempertaruhkan nyawa dan jurus yang berbahaya memenuhi seluruh aliran darah dan dengan semangat kedua pesilat tangguh itu tetap bertarung. Perubahan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan oleh pesilat mana pun. Ada pertarungan yang terjadi di tempat lain, Yin Qing Xiong dan Yin Zhen Xiong melawan 20 orang lebih dari anak buah Chang Xiao
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Bang. Mereka masih bisa bertarung dengan santai tapi Yin Fei Xiong melawan Sun Yu Tang berada dalam keadaan sangat sulit. Sudah beberapa kali dia berada dalam posisi nerbahaya. Begitu ada anak buah Chang Xiao Bang berhasil dibunuh, Yin Zhen Xiong segera bergabung dengan kakaknya melawan Sun Yu Tang. Tapi mereka masih tidak bisa menahan ketangguhan jurus Sun Yu Tang. Yin Qing Xiong melawan 20 orang lebih, dia pun lama kelamaan merasa semakin lelah. Sun Yu Tang melihat Yin Zhen Xiong datang untuk membantu, dia merasa marah karena puluhan tahun dia berkelana di dunia persilatan belum pernah kalah dari anak-anak ingusan seperti mereka, semua ini membuat dia kehilangan muka di depan orangorang Chang Xiao Bang. Dia membentak dan terus menyerang dengan gencar kepada Yin Fei Xiong dan Yin Zhen Xiong. Yin Zhen Xiong dan Yin Fei Xiong mencoba menerima serangan Sun Yu Tang berturut-turut. Yin Fei Xiong maju dengan mengibaskan tangan kiri dan kanan, menyerang Sun Yu Tang. Tiba-tiba kait Sun Yu Tang mengait pedang dan golok Yin Fei Xiong. Yin Zhen Xiong yang melihat kakaknya berada dalam bahaya, langsung menyerang ke pinggang Sun Yu Tang. Sun Yu Tang berpikir jika dua bersaudara ini tidak cepat dibereskan, maka Shen Si akan marah, kelak semua hal mengenai dirinya akan dipersulit oleh Shen Shi. Karena itu dia ingin cepat-cepat memenangkan pertarungan, tangan kirinya pun dilonggarkan. Jurus ini sangat aneh. Begitu tangan kiri Sun Yu Tang melonggar, golok Yin Zhen Xiong sudah berada di dekat perut Sun Yun Tang, dia menghela nafas panjang, perutnya menjadi keras seperti besi, dia menjepit golok Yin Zhen Xiong dengan perutnya. Yin Zhen Xiong merasa sangat terkejut dan juga kesal, dia tidak bisa menarik goloknya dari perut Sun Yu Tang, perut Sun Yu Tang hanya sedikit mengeluarkan darah.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ketika Sun Yu Tang melonggarkan tangan kirinya, karena golok dan pedang yang ditarik Yin Fei Xiong terlalu kencang dan tangan kanan Sun Yu Tang melepaskan pegangan golok dan pedang, hal ini membuat Yin Fei Xiong jatuh terjengkang ke belakang. Pada saat itu, Sun Yu Tang menendang. Tendangannya ini tepat mengenai tangan yang memegang kait, dan kait itu pun melayang. Dia seperti sebuah panah yang meluncur ke arah Yin Fei Xiong. Karena Yin Fei Xiong kehilangan keseimbangan, dia terjengkang ke belakang, tapi tangan kirinya masih sempat terkait oleh kaitan Sun Yu Tang, karena tidak sempat untuk menghindar, sebuah kait Sun Yu Tang mengenai kepala Yin Feng Xiong. Yin Feng Xiong berteriak kesakitan, dia terjatuh, segera anak buah Chang Xiao Bang membacok Yin Feng Xiong, hingga akhirnya Yin Feng Xiong mati dengan mengenaskan. Yin Zhen Xiong melihat kakaknya mati dengan begitu mengenaskan, dia merasa sangat sedih, Sun Yu Tang bisa membunuh kakaknya dengan satu jurus pamungkas saja, saat itu Sun Yu Tang sedang membanggakan dirinya, Yin Zhen Xiong segera memeluknya dari belakang, Sun Yu Tang belum pernah melihat ada orang yang bertarung dengan cara seperti itu, dia benar-benar merasa terkejut. Golok Yin Zhen Xiong ditusukkan ke dalam perut Sun Yu Tang beberapa sentimeter, dengan sekuat tenaga Sun Yu Tang menjepit tusukan golok itu. Yin Zhen Xiong berteriak, "Kakak Kedua, cepat, bunuh dia! Balaskan dendam kakak kita!" Yin Qing Xiong yang melihat kepala Yin Fei Xiong tertancap kaitan milik Sun Yu Tang, dia. segera marah, dia membawa pedangnya dan mendekati Sun Yu Tang. Sun Yu Tang melihat Yin Qing Xiong yang berlari ke arahnya, tapi sepasang tangannya tidak bisa digerakan, dia merasa keadaan ini sangat berbahaya, dia berteriak, "kau cari mati!" tangan kanannya memasukkan kaitan ke perut Yin Zhen Xiong. Walaupun Yin Zhen Xiong berteriak kesakitan, tapi tangannya tidak melepaskan Sun Yu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tang. Yin -Qing Xiong sambil berlari menghampiri Sun Yu Tang, dia tetap bertarung dengan anak buah Chang Xiao Bang. Karena tidak bisa bergerak, Sun Yu Tang marah besar, dia berkata, "aku lihat, sampai kapan kau tidak akan melepaskanku?" begitu kaitnya diputar, Yin Zhen Xiong sudah tidak tahan lagi menahan rasa sakit. Tapi walaupun dia kesakitan dia tetap tidak mau melepaskan pelukannya. Terlihat pundak Yin Qing Xiong terbacok. Tapi dia tetap membunuh orang-orang yang menghalangi langkahnya dan segera berlari menghampiri adiknya, Sun Yu Tang sangat kaget, kaitnya menembus perut Yin Zhen Xiong dan keluar dari pinggangya, walaupun Yin Zhen Xiong memuntahkan darah, pelukannya tidak terlepas. Karena Sun Yu Tang tidak bisa bergerak, dengan tangan kiri dia menahan serangan Yin Qing Xiong, tapi kaitannya sudah terlepas, dan Yin Qing Xiong sudah berada di depannya, dia langsung menusuk ke dada dan tembus ke belakang, pedang itu mengenai Yin Zhen Xiong, adiknya. Akhirnya Yin Zhen Xiong sudah tidak bisa bertahan lagi dan dia kehabisan tenaga, ditambah dengan tusukannya, dia tidak bergerak lagi. Sampai mati pun dia tidak melepaskan Sun Yu Tang, begitu dada Sun Yu Tang tertusuk, dia masih ingin membalas, sekali lagi Yin Qing Xiong menusuk perut Sun Yu Tang, akhirnya dia pun mati. Yin Qing Xiong melihat adiknya mati karena terkena tusukan pedangnya, dia benar-benar merasa sedih hingga tidak bisa bergerak, anak buah Chang Xiao Bang sudah mendatanginya, dan dengan pentungan mereka memukul Yin Qing Xiong. Yin Qing Xiong tidak menghindari pukulan mereka, dan kepalanya langsung pecah saat itu juga, akhirnya dia pun ambruk. Tiga bersaudara Yin sudah mati, hal ini cukup mengganggu konsentrasi Shen Si dan Ma Er.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tadinya mereka berdua masih memelototi satu sama lain, sekarang Ma Er sudah meloncat tinggi dan turun di belakang Shen Si. Kedua tangan Ma Er sudah mengeluarkan jurus dan mengarah ke punggung Shen Si, Jurus ini adalah jurus yang aneh dan cepat. Tiba-tiba Shen Si membalikkan badannya sambil melayang, kali ini dia mendarat di depan Ma Er. Secara otomatis serangan Tuan Ma Er tidak mengenai sasaran. Shen Si menendang Ma Er. Mereka terus berguling-guling dari ruangan bagian dalam menggelinding keluar, tiba-tiba Ma Er membalikkan badannya dan membanting Shen Si. Walaupun Shen Si terbanting, tapi pada saat dia turun, kakinya mendarat terlebih dulu, kemudian dia pun balas menendang. Ma Er terbanting sejauh beberapa meter, wajahnya membentur tembok dan punggungnya menghadap Shen Si. Saat itu Tuan Ma Er sudah melihat kematian 3 bersaudara Yin, Ma Er merasa yakin mulai saat ini Wisma Shi Jian dan Chang Xiao Bang akan menjadi musuh besar, dia pun tahu 3 bersaudara Yin sudah mati walau bagaimanapun dia harus bertahan hidup dan melaporkan kejadian semuanya kepada Ketua Shi Tu ke 12. Dia menempelkan kedua telapak tangannya ke tembok itu, dia merendahkan badannya. Shen Si sudah membanting Ma Er, dia merasa sangat senang, karena sejak tadi dia selalu kalah cepat, Liu Yang Jin Gang Shou sudah dikeluarkannya, suara guntur menggetarkan ruangan itu, jurus itu hampir mengenai kedua bahu Ma Er, tiba-tiba saja Ma Er membalikkan badannya- dan wajahnya menghadap Shen Si, mata Ma Er memelototinya. Hati Shen Si bergetar, sorot mata Ma Er begitu tajam dan berwibawa, Shen Si percaya jurus Liu Yang Jin Gang Shou miliknya bisa memecahkan batu karena itu dia mengarahkannya kepada Ma Er.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ma Er sama sekali tidak menghindari jurus ini. Liu Yang Jin Gang Shou benar-benar sudah mematahkan tulang bahu Ma Er, artinya tangan kanan Ma Er menjadi cacat, hati Shen Si dipenuhi dengan kegembiraan. Bersamaan waktu itu juga Ma Er meloncat ke atas, kaki kirinya menendang, kaki kanan menyusul menendang, sangat cepat dan tepat mengenai sasaran. Shen Si mengetami begitu Ma Er jongkok, dia akan segera meloncat, tapi karena dia ingin dengan cepat memenangkan pertarungan, dia mengira setelah berhasil mematahkan tulang bahu Ma Er, dia bisa memperoleh kemenangan, karena dia telah mematahkan tulang bahu Ma Er dengan telapak tangannya secara otomatis jarak antara mereka pun sangat dekat. Begitu Ma Er membalas Shen Si tidak bisa menghindar lagi. Sepasang telapak tangan yang dikeluarkan, bagian dadanya tidak ada pertahanan sama sekali, akhirnya nyawa Shen Si tidak tertolong lagi. Tendangan Ma Er mengenai perut Shen Si, sebelum Shen Si terjatuh, tendangan kedua sudah menyusul dan melukai dada kirinya. Terdengar suara tulang yang berderak hancur. Shen Si terjatuh, secara berturut-turut Ma Er menendang kembali dua kali, sasaran pertama ke tenggorokan, saat itu Shen Si belum ambruk, hanya saja dari mulutnya keluar darah berwarna merah. Tendangan kedua diarahkan ke kepala Shen Si, tendangan itu membuat Shen Si langsung mati seketika. Begitu Ma Er mendarat tubuhnya pun limbung, Ma Er tahu bila dia tidak segera membunuh Shen Si, dia tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari Chang Xiao Bang, karena itu dia mengorbankan tangan kanannya menjadi cacat. Semua ini dia lakukan untuk mengambil kesempatan, sekarang Shen Si sudah terkapar di tanah dan sudah mati, dia pun langsung ambruk. Begitu Shen Si mati, anak buah Chang Xiao Bang ribut. Ada seorang anak buah Chang Xiao Bang yang melihat Ma Er juga
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terluka berat, mereka segera mengepungnya. Dua buah pedang menyerang dari depan dan belakang Ma Er, Keringat mengalir dengan deras dari kepala Ma Er tapi dia tetap meloncat dan menendang. Dua orang anak buah Chang Xiao Bang segera tertendang dan mati. Kemudian Tuan Ma Er jongkok lagi dan meloncat ke luar pintu sambil berteriak, "siapa yang menghalangi langkahku dia akan mati!" Ma Er baru saja membunuh ketua panji merah, Shen Si.kejadian ini membuat Chang Xiao Bang menjadi geger. Tadinya mereka mengira karena dia sudah terluka parah dia tidak berdaya, tapi ternyata dia masih bisa membunuh anak buah Chang Xiao Bang. Begitu melihat Ma Er turun dari langit, mereka segera menghindar. Sedikit lagi Ma Er bisa keluar dari Chang Xiao Bang karena saat itu dia sudah berada di depan pintu. Tapi tiba-tiba dari sisi ruangan itu muncul lagi 60-70 orang. Ma Er mengumpulkan tenaga dan bersiap lari dari sana. Dari arah depan, dia melihat ada seorang pemuda yang mengenakan baju berwarna putih yang menghalangi pintu. Begitu pemuda itu muncul, semua orang Chang Xiao Bang memberi hormat kepadanya dan berkata, "kami memberi hormat kepada Ketua Ni Xiang Tian." i, Ma Er melihat pemuda yangi berbaju putih ini wajahnya tidak biasa, hawa membunuh yang terpancar sangat kuat dan dia terlihat sangat sombong. Usianya tidak lewat dari 25 tahun tapi sikapnya tampak tenang. Dari sana terlihat bahwa dia memiliki pembawaan seorang pesilat tangguh. Kemudian dengan tidak sopan dia melihat Ma Er dan berkata, "apakah kau adalah pengurus Wisma Shi Jian?" Dengan dingin Ma Er menjawab, "betul!" Pemuda itu tertawa dingin dan berkata, "aku adalah ketua panji putih, Ni Xiang Tian, kau harus mengingat nama ini supaya bisa membalas dendam di depan dewa kematian."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ma Er marah dan berkata, "usia masih begitu muda tapi kau sudah begitu sombong." Di bagian depan telah diceritakan bahwa di Chang Xiao Bang, ilmu silat yang paling tinggi dimiliki oleh Ketua Zheng Bai Shui, kemudian posisi berikutnya dutempati oleh wakil ketua si Kepalan Besi, Qu Lei dan ketua Tang, si Pedang Cepat, Fang Zhong Pin. Ni Xiang Tian ini adalah ketua panji putih. Dia paling muda, ilmu silatnya pun paling rendah. Dia dijuluki si Pedang Kilat, Selama 17 tahun dia mempelajari ilmu pedang yang sangat aneh. Setelah itu dia membunuh gurunya juga membunuh teman-teman seperguruannya. Karena itu dari perkumpulan pedang kilat dan yang menguasai ilmu pedang kilat hanya tinggal dia saja. Sifatnya yang licik tidak disukai oleh banyak orang. Dia tahu orang-orang dunia persilatan benci dan marah kepadanya, maka itu dia menjadi anggota Chang Xiao Bang. Di bawah perlindungan Chang Xiao Bang, orang dunia persilatan tidak bisa berbuat apa-apa kepadanya. Ni Xiang Tian tertawa dan berkata, "hei pak tua, pundakmu sudah terluka oleh Liu Yang Jin Gang Shou milik Shen Si, apakah benar?" Hati Ma Er bergetar dan hati dia berpikir, "orang ini masih begitu muda tapi telah bisa melihat aku terluka." Segera dia menjawab, "betul!" Ni Xiang Tian tertawa dan berkata, "bertarung dengan orang yang terluka, sama sekali tidak ada harganya." Ma Er marah dan berkata, "kau sangat sombong. Siap-siaplah bertarung denganku!" Baru selesai berkata, kaki Ma Er mulai menendang seperti kilat. Terdengar Ni Xiang Tian berteriak, "rebahlah!" Tiba-tiba Ni Xiang Tian mencabut pedangnya. Pedang itu ditarik dan diulur, sedangkan dia sama sekali tidak bergerak. Pedang itu seperti belum keluar dari sarungnya tapi terdengar Tuan Ma Er berteriak, karena kaki yang menendang Ni Xiang Tian ternyata sudah terpotong rata.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu kakinya terpotong, Ni Xiang Tian membalikkan badan dan masuk ke dalam ruangan. Ni Xiang Tian tertawa dengan dingin dan berkata, "pak tua semacam ini tidak bisa dibereskan? Kalian benarbenar hanya tukang makan! Hayo cepat bunuh dia!" ---ooo0dw0ooo--Di sebuah lembah yang aneh, tidak ada seorang pun yang tinggal di sana juga tidak ada binatang yang hidup di sana. Di bawah tanah hanya ada lubang. Yang berlalu lalang di sana hanya ada elang yang terbang melayang, ada pohon aneh, dan juga rumput-rumput yang penuh dengan duri. Tidak terasa waktu sudah lewat dari 1 jam, hari sudah hampir sore. Di lembah itu terlihat banyak mayat yang menumpuk. Ada yang sudah membusuk, ada yang baru mati. DI antara mayat-mayat itu ada yang tua, dan ada juga yang masih muda. Hanya satu persamaan yaitu mereka adalah murid-murid Wisma Shi Jian. Ternyata selama beberapa bulan ini, orang-orang Wisma Shi Jian sudah banyak yang menghilang. Mereka dibunuh oleh orang-orang Chang Xiao Bang dan dibuang ke lembah itu. Tumpukan mayat-mayat itu ditambah lagi dengan 3 mayat, terdiri dari seorang pak tua dan tiga anak muda. Tiba-tiba ada di antara mereka masih ada yang bergerak, dengan susah paya dia berusaha bangun. Dia adalah salah satu dari 3 bersaudara Yin, dia adalah Yin Qing Xiong. Dia membunuh Sun Yu Tang dengan pedangnya, tapi dia juga melihat Sun Yu Tang membunuh kakaknya, Yin Fei Xiong. Adiknya, Yin Zhen Xiong mati karena dia sudah salah menusuk, karena merasa sedih dia tidak melawan orang-orang Chang Xiao Bang yang memukulnya dengan pentungan dan dia pun pingsan. Sekarang dia sudah sadar, wajahnya penuh dengan darah. Dia tahu dia tidak akan bisa bertahan hidup lebih lama lagi. Tapi dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

harus berusaha kembali ke Wisma Shi Jian, untuk memberi tahu kepada ketua wisma, supaya dia berhati-hati dan membalaskan dendam ini. Dengan bersusah payah Yin Qing Xiong berdiri. Dia tidak tahu apakah dia masih memiliki tenaga untk berjalan pulang ke Wisma Shi Jian. Tapi dia tetap harus berusaha. Dengan mata yang dipenuhi dengan darah, dia menengadah melihat langit. Matahari hampir terbenam, sekarang hari sudah sore. ---ooo0dw0ooo--Di Wisma Shi Jian. Shi Tu ke 12 melewati beranda yang panjang dan hutan bambu yang panjang. Di tiba di Qing Yun (nama rumah). Baru saja dia ingin mengetuk pintu, tiba-tiba dari hutan bambu muncul seorang murid Wisma Shi Jian. Dengan penuh rasa hormat dia berkata, "lapor ketua! Tuan Muda Fang sejak pagi tadi sudah bangun. Dia melihatlihat pohon bambu kemudian dia mengatakan sesuatu kepadaku, agar melapor kepada Ketua dan memberitahu bahwa dia ada perlu lalu pergi keluar dari sini." "Baiklah!" jawab Shi Tu ke 12 sambil tertawa. Dia berkata pada dirinya sendiri, "aku mengira anak muda pasti akan bangun lebih siang karena itu aku baru datang menengoknya siang begini. Tidak kusangka dia ingin menikmati kabut pagi di Wisma Shi Jian." Kemudian Shi Tu ke 12 bertanya, "murid penjaga, apakah pengurus Ma dan tiga bersaudara Yin sudah kembali?" Dari balik semak-semak muncul seseorang dan dengan rasa hormat dia berkata, "lapor Ketua! Sama sekali tidak ada kabar dari mereka." Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi dan tiba-tiba dia mendengar ada yang memanggilnya. Walaupun suara itu datang dari kejauhan dan kecil serta lembut, tapi begitu selesai bicara, orang itu sudah berada di hadapan Shi Tu ke 12, dia datang dengan sikap begitu santai,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

seperti orang yang berjalan di pagi hari. Perlu diketahui ilmu meringankan tubuh orang ini begitu tinggi. Orang itu berusia kurang lebih 50 tahun, sepasang matanya masih tampak bersemangat. Dia adalah ketua keempat Wisma Shi Jian si Ketepel Baja dan Plat Besi, Lu Ying Feng. Begitu melihat Lu Ying Feng, Shi Tu ke 12 merasa hatinya menjadi hangat dan lembut, seperti melihat sinar matahari yang begitu terang. Dulu sewaktu dia baru mendirikan Wisma Shi Jian, dia adalah teman baiknya. Mereka bersama-sama membunuh musuh dan menjaga wisma ini. Sekarang Wisma Shi Jian bisa berdiri dengan kokoh di dunia persilatan yang berbahaya ini. Orang lain tidak akan tahu semua ini adalah didirikan dengan keringat dan darah yang telah dikorbankan. Shi Tu ke 12 dengan ramah tertawa, "ada apa, Ying Feng?" Lu Ying Feng seperti biasa memberi hormat dan berkata, "Ketua Ying Chou Yang (nama tempat), putra ketua Han Ying Bao (nama wisma) Guo Ao Bai ingin bertemu." "Persilakan dia masuk!" ---ooo0dw0ooo--BAB 4 Han Ying Bao, Guo Ao Bai Shi Tu ke 12 sedang berhadapan dengan seorang pendekar muda yang duduk di depannya. Sewaktu dia masih muda, dia pun seperti pemuda ini, ilmu silatnya tinggi juga mempunyai cita-cita tinggi dan sangat sombong tapi juga membenci orang-orang jahat yang berada di dunia persilatan. Begitulah kehidupan di dunia persilatan yang penuh irama dengan darah dan air mata. Shi Tu ke 12 dengan tersenyum melihat pendekar muda yang berusia kurang lebih 20 tahun ini seperti melihat dirinya pada waktu masih muda dulu. Tinggi, besar, dan gagah. Orang biasa atau
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mungkin pesilat tangguh yang melihatnya pasti akan merasa sedikit tidak tenang. Tapi pemuda ini tahu diri, dia tahu bagaimana kedudukannya dan duduk pun dia seperti tahu tempat seharusnya. Dengan tidak dibuat-buat dia duduk di sebuah kursi. Kedua alis pemuda ini sangat panjang. Yang sangat disayangkan adalah dia tidak setenang Fang Zhen Mei juga tidak seramah dan rendah hati Tidak ada senyum ramah dan tenang yang menghias wajahnya. Guo Ao Bai merasa sedikit kesal duduk di sana. Dia adalah pemuda yang mempunyai cita-cita dan juga agak sombong. Meskipun begitu sikapnya kepada Ketua Wisma Shi Jian yang begitu ternama, dia tetap terlihat sangat hormat. Sekali ini dia bertemu dengan pesilat tangguh yang belum pernah dia rasakan seumur hidupnya. Dia masih muda dan berilmu silat sangat tinggi. Dia jarang mengagumi orang lain tapi begitu melihat Shi Tu ke 12, dia merasa pak tua yang mengenakan baju putih ini tampak berwibawa dan dengan ramah melihatnya. Ayahnya Ying Zhou Yan ketua Han Ying Bao, Guo Tian Ding juga tidak mempunyai sikap yang begitu tenang dan berwibawa seperti pak tua di hadapannya. Dia merasa sedikit tidak tenang. Shi Tu ke 12 sambil tertawa bertanya, "Pendekar Muda Guo, apakah ayahmu sehat-sehat saja?" Guo Ao Bai segera menjawab dengan sopan, "ayahku baik-baik saja, terima kasih atas perhatian Paman. Kali ini ayahku tidak bisa datang karena orang-orang Chang Xiao Bang selalu muncul di daerah Ying Zhou Yan. Ayahku takut akan terjadi sesuatu bila dia meninggalkan Ying Zhou Yan, maka beliau menyuruhku datang kemari. Bila Paman mempunyai hal yang perlu dibereskan dan memerlukan tenagaku, Paman tinggal katakan apa yang harus ku bantu. Untuk hal kecil aku masih bisa membantu Paman." Kata-kata ini bisa disebut sebagai kata-kata rendah hati. Tapi di ujung ucapannya, dia masih menyiratkan kepercayaan dirinya untuk membantu persoalan yang sudah dianggap sangat sulit oleh Shi Tu ke 12.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu ke 12 tertawa dan berkata, "apakah ayahmu memberitahukanmu mengenai hilangnya Pedang Sakti Xue He?" Kemudian dia berkata lagi, "aku merasa sekarang Chang Xiao Bang sedang bergerak mungkin sasaran mereka bukan Wisma kalian saja. mereka ingin menguasai dunia persilatan, membunuh semua pendekar dan membangun kerajaan mereka. Aku merasa Chang Xiao Bang sudah mulai turun tangan dan ikur campur urusan wisma. Kalian harus berhati-hati dan melakukan penjagaan dengan ketat. Ini adalah kata-kata yang harus kau sampaikan kepada Ketua Han Ying Bao, harap Pendekar Muda bisa menyampaikannya." Dengan dingin Guo Ao Bai berkata, "sebenarnya dalam beberapa hari ini orang-orang Chang Xiao Bang selalu muncul. Aku tahu mereka berniat tidak baik tapi ayah selalu menyuruhku menahan diri. Tentang Pedang Sakti Xue He, aku akan pergi ke Charig Xiao Bang untuk bertanya-tanya...." Shi Tu ke 12 dengari cepat menggelengkan kepala dan berkata, "Pendekar Muda, jangan emosi dulu. Di dalam Chang Xiao Bang banyak pesilat tangguh. Yang dinamakan perkumpulan nomor satu memang bukan sekedar isapan jempol saja, sepertinya kekuatan mereka berada di atas Wisma kalian tapi tidak berada di bawah kantor Biao Feng Yun. Pendekar Muda, jangan bertindak ceroboh, apalagi untuk masalah Chang Xiao Bang. Semua ini hanya tebakanku, jika salah, paham bukankah kita akan menyalahkan oang yang tidak bersalah...." Dengan dingin Guo Ao Bai berkata, "pastilah mereka yang mencuri pedang itu. Si Mutiara Sakti Jiu Zhou telah membunuh banyak orang, mereka telah membunuh 76 orang murid-murid Shao Lin untuk mendapatkan Panji Sakti. Mereka juga membunuh ratusan rakyat, Ini semua adalah prilaku Chang Xiao Bang. Mengenai pedang Xue He, pasti iru adalah ulah mereka lagi-. Aku harus menangkap ketua mereka." Shi Tu ke 12 ingin mengatakan sesuatu tapi tiba-tiba ada orang wisma berteriak, "lapor Ketua! Marga Yin, Lao Er, Qing Xiong sudah kembali. Tubuhnya.. .tubuhnya.. .penuh.. .darah....." Dengan cepat Shi Tu ke 12 berdiri. Terlihat murid-murid wisma
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menggotong Yin Qing Xiong masuk. Sekarang hari sudah sore. ---ooo0dw0ooo--Malam sudah tiba, sore pun sudah berlalu. Shi Tu ke 12 berdiri di hadapan jenasah Yin Qing Xiong. Kedua matanya terpejam dan dia tidak mengatakan sesuatu. Shi Tu ke 12 teringat kepada Pengurus Tuan Ma Er, juga teringat pada semua masalah yang terjadi di Wisma Shi Jian. Sekarang Tuan Ma Er sudah meninggal, 3 bersaudara Yin pun sudah mati. Mereka mati karena menjalankan tugas darinya. Tuan Ma Er sebenarnya tidak boleh mati, bila dia tidak menolong 3 bersaudara Yin, dan 3 bersaudara itu, mereka lebih-lebih tidak boleh mati. Mereka begitu muda, dia seperti masih mendengar perkataan Yin Qing Xiong, walaupun tubuhnya penuh dengan darah, dia mencoba menahan sakitnya dan menceritakan apa yang telah terjadi di sana. Kemudian tiba-tiba dia terdiam dan tidak bergerak, dia menjadi dingin dan mati. Bagaimana dia memberitahukan semua peristiwa ini kepada ayah dari 3 bersaudara ini sekaligus sebagai ketua pelatih ilmu silat Wisma Shi Jian, Yin Jue Ya. Yin Qing Xiong sudah mati. Hati Shi Tu ke 12 ikut merasa dingin. Dia berdiri dengan pelan. Matahari sudah terbenam, dia mengambil sebuah keputusan. Dia harus meminta keadilan kepada Chang Xiao Bang. Waktu ini Guo Ao Bai dengan marah berkata, "Paman, biarkan aku yang akan memetik kepala Ni Xiang Tian untuk menyembahyangi Saudara Yin ini." Dia tidak menunggu persetujuan dari Shi Tu ke 12, dia sudah terbang keluar. "Sabar!" Shi Tu ke 12 melambaikan lengan bajunya, membuat Guo Ao Bai yang sudah berjarak sepuluh langkah lebih, merasa ada suatu tenaga yang menindihnya. Tiba-tiba dengan ringan dia turun ke bawah, hatinya kaget dan berpikir, "tenaga dalam Shi Tu ke 12 benar-benar tidak ada batasnya."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kau adalah putra dari Adik Guo, hal-hal yang menyangkut Wisma Shi Jian biar aku yang membereskannya, tidak akan kubiarkan kau mengalami bahaya." Dia tidak marah tapi dengan berwibawa dia berbicara hal itu membuat Guo Ao Bai tidak berani membantah. Shi Tu ke 12 berkata lagi, "murid-murid Wisma Shi Jian, dengarkan perintahku. Kelompok merpati, siapkan 16 orang untuk mencari tahu lembah yang diceritakan oleh Yin Qing Xiong. Semua mayat harus dibawa pulang. Ying Feng, siapkan upacara pemakaman, kau yang uruskan semuanya. Kelompok elang, siapkan 16 orang, perketat pengawasan terhadap gerakan Chang Xiao Bang. Kelompok harimau, mulai sekarang jagalah wisma ini dengan1 seluruh kekuatan. Semua shift ditiadakan, makanan-makanan disiapkan melebihi porsi biasa, kira-kira 2 kali lipat." Ini adalah perintah dari Shi Tu ke 12, tapi dia mengatur semuanya dengan teratur dan tidak terburu-buru. Dua orang membawa jenasah Yin Qing Xiong ke dalam. Semua orang yang berada di wisma harus mengikuti upacara duka cita ini. Tiba-tiba di ruangan ada seseorang yang memanggil, "anak Qing!" Shi Tu ke 12 menghela nafas panjang dan berkata, "Jue Ya...." Terlihat seorang laki-laki setengah baya datang menghampiri Shi Tu ke 12. Dia melihat mayat Yin Qing Xiong yang masih penuh dengan darah, dia langsung bengong. Shi Tu ke 12 berjalan menghampirinya. Dia menepuk pundak Yin Jue Ya dan berkata, "Jue Ya, kau harus tabah." Yin Jue Ya membalikkan tubuhnya, matanya dipenuhi dengan air mata, urat-urat di wajannya tampak bertonjolan "dan dia berkata, "apakah anak Fei dan anak Chen juga mati?" Dengan pelan Shi Tu ke 12 mengangguk. Yin Jue Ya dengan marah bertanya, "apakah Pengurus Ma pun mati?" Shi Tu ke 12 mengangguk lagi, Yin Jue Ya bertanya, "apakah ini adalah perbuatan dari Chang Xiao Bang?" Shi Tu ke 12 kembali mengangguk dan menjawab, "benar,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tapi...." Tiba-tiba Yin Jue Ya berteriak, "aku akan membalas dendam kepada Zheng Bai Shui, aku harus membunuhnya!!" Hanya dalam waktu sekejap keadaan Wisma Shi Jian sudah bergejolak. Sekitar 70-80 murid Wisma Shi Jian tampak marah. Shi Tu ke 12 berteriak, "diam semua! Tidak boleh sembarangan bertindak!" Semua orang terdiam hanya ketua pelatih, Yin Jue Ya masih berteriak seperti orang gila. "Zheng Bai Shui, aku atau kau, kalau salah satu tidak mati, dunia ini akan hancur!" Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi dan berkata, "Adik Keenam, kau harus tenang. Zheng Bai Shui membunuh Adik Kelima, Ma Er, dia bermaksud membuat kita menjadi kehilangan kepercayaan diri dan keadaan kita di sini akan lemah karena perbuatannya, semua itu akan membuat kita hanya mengantarkan kematian kita saja. Adik Keenam, perlakuan kita kepada orang seperti Zheng Bai Shui harus dihadapi dengan tenang dan kepala dingin." Kata-kata ini membuat orang-orang Wisma Shi Jian terdiam tapi tangan mereka tetap dikepal. Yin Jue Ya masih berteriak seperti orang gila, tiba-tiba seperti kilat dia sudah meloncat pagar dan keluar. Shi Tu ke 12 menarik nafas panjang. Dia menyusul dengan meloncat tinggi. Hanya dalam waktu singkat Yin Jue Ya berhasil ditotoknya, dia langsung lemas dan roboh. Shi Tu ke 12 menggendong dia masuk kembali ke dalam ruangan. Semua murid Wisma Shi Jian sudah bubar dan melaksanakan tugas mereka masing-masing. Yang tertinggal Hanya Guo Ao Bai, dia masih berada di halaman wisma yang gelap dan dingin, dia berdiri dengan angkuh. ---ooo0dw0ooo--Ketika Shi Tu ke 12 keluar, Guo Ao Bai sudah menghilang. Kali ini Shi Tu ke 12 keluar bersama bersama dengan Yi Dao Duan Hun
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

(Golok Pemutus Jiwa), He Bu Le dan Lei Shan Shen Ouan (Seratus Langkah Kepalan Sakti), Yin Yang Hei. Dalam hidupnya dia sudah mengalami banyak pertarungan. Mereka bertiga selalu berunding dan bersama-sama menghadapi musuh. He Bu Le selalu mempunyai banyak akal dan cara. Yin Yang Hei selalu bersikap keras dan lurus. Dengan bantuan mereka berdua, selalu membuat Shi Tu ke 12 bisa menghadapi musuh yang kuat bagaimanapun. Begitu tahu bahwa Guo Ao Bai sudah menghilang. Segera He Bu Le bertepuk tangan. Dari atas rumah segera turun seorang murid,Wisma Shi Jian. He Bu Le bertanya, "kemana Tuan Muda Gao pergi?" "Dia mengatakan bahwa ketua yang menyuruhnya pergi ke Chang Xiao Bang." Shi Tu ke 12 dengan marah berkata, "pemuda itu akan mendapat celaka!" Kata Yin Yang Hei, "kalau begitu, sekalian saja kita menyerang Chang Xiao Bang!" He Bu Le membalikkan tubuhnya dan berkata kepada Yin Yang Hei, "Lao San, kalau kita juga bertindak seperti itu, bukankah tindakan kita ini sama dengan perkumpulan-perkumpulan lain yang ingin merebut kekuasaan?" Hari sudah malam, cahaya bulan seperti susu menyirami wajah He Bu Le. Shi Tu ke 12 menghela nafas dan berkata, "Pendekar Muda Guo sudah pergi, terpaksa kita juga harus pergi ke sana!" Tiba-tiba di bawah sinar bulan tampak seorang yang berbaju putih. Suaranya terdengar begitu hangat dan ramah." Dia berkata, "Ketua, Pendekar He, Kak Yin Yang, Wisma Shi Jian tidak boleh bentrok dengan Chang Xiao Bang secara langsung, ini akan mengganggu stabilitas dunia persilatan, kali ini biarkan aku yang pergi ke sana untuk melihat situasi?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu ke 12 tertawa dan berkata, "ternyata Tuan Muda Fang sudah kembali." ---ooo0dw0ooo--Malam hari. Markas Chang Xiao Bang yang megah tiba-tiba muncul seorang pemuda yang memakai baju berwarna hijau. Chang Xiao Bang berdiri di daerah pegunungan. Angin berhembus dengan kencang dan besar, bulan bergantung di tengah-tengah langit dan memancarkan cahaya sangat terang. Langit hitam seperti warna baju. Dia menahan semua cahaya yang masuk tapi bintang-bintang seperti membuat lubang di baju hitam itu, dia tetap bercahaya. Begitu pemuda berbaju hijau itu muncul di puncak gunung itu, segera ada yang membentak dan menyuruhnya berhenti maju. Empat murid Chang Xiao Bang bersamaan datang dan mengurung Guo Ao Bai. Salah satu dari mereka yang memegang golok bertanya, "siapa kau?" "Suruh Zheng Bai Shui keluar!" "Siapa kau dan katakan namamu!" "Suruh Zheng Bai Shui keluar!" "Kau siapa? Berani menyuruh ketua kami keluar!" "Suruh Zheng Bai Shui keluar!" "Jawab dulu pertanyaan kami atau tidak!" "Aku bilang suruh Zheng Bai Shui keluar!" "Kalau kau berani mengatakannya sekali lagi, aku akan membunuhmu!" "Suruh Zheng Bai Shui keluar!" Kata-kata itu tidak berubah. Setelah mengatakan seperti itu, Guo Ao Bai dengan dingin terus berjalan. Laki-laki itu mulai marah.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Goloknya sudah membacok ke leher Guo Ao Bai. Tapi bersamaaan dengan waktu itu juga, goloknya sudah melayang jauh. Tubuhnya sudah terdapat lebih dari 7 lubang tusukan pedang dan dia terjatuh kesamping. Melihat pun tidak, Guo Ai Bai tetap berjalan lurus. Sisa dua orang murid lain Chang Xiao Bang menyerangnya lagi. Pundak Guo Ao Bai bergetar. Dua orang ini tubuhnya langsung melayang jatuh, dada mereka terdapat 7 lubang tusukan pedang. Satu orang lagi datang membawa golok, begitu melihat temantemannya bertarung, dia pun mencoba ikut mengeroyok tapi baru saja golok diayunkan dia sudah melihat 3 orang temannya terjatuh, dia belum melihat dengan jelas. Dalam hati dia berpikir, "mungkin pemuda ini bisa memainkan sulap." Karena itu golok tidak jadi diayunkan. Dengan dingin Guo Ao Bai melihat dia dan berkata, "lebih baik kau jangan membacokku, suruh ketua kalian keluar!" Murid itu segera berlari masuk ke dalam markas Chang Xiao Bang. Segera lampu-lampu dipasang. Lampu bersinar dengan terang sehingga dari kaki gunung tampak terang sampai ke puncak gunung. Lima puluh dua orang anak buah Chang Xiao Bang membawa lampion dan mengelilingi Guo Ao Bai. Bulan dengan cepat bersembunyi di balik awan, angin berhembus dengan kencang, awan pun dengan cepat berlalu dari sana.Guo Ao Bai tetap berdiri dengan tegap dan berkata, "kalian berbaju biru,, berarti kalian diketuai oleh ketua panji biru, Xiu Chao Yuan, suruh dia keluar!'' Tiba-tiba terdengar suara gendang Chang Xiao Bang yang berbunyi. Seorang laki-laki seperti seekor harimau dengan lengkah besar keluar, dia tertawa dan berkata, "kau benar, mereka adalah anak buahku, apakah kau bisa mengatakan namamu, aku akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melapor kepada ketua mengenai kedatanganmu." Guo Ao Bai tertawa dan berkata, "apakah kau adalah Xiu Chao Yuan?" Xiu Chao Yuan tertawa dan berkata, "aku adalah ketua panji biru, Xiu Chao Yuan." Dengan santai Guo Ao Bai berkata, "aku tahu julukanmu itu." Kata Guo Ao Bai lagi, "namamu adalah Zhi Ren Kou Mian (Tahu Orang Mulut dan Wajah) atau Fo Kou She Xin (Mulut Budha Berhati Ular), dari luar kau kelihatan seperti orang yang ramah, tetapi dari belakang diam-diam selalu menikam orang, sekalipun itu saudara kandungmu, itu tidak ada pengecualian, kakakmu sendiri mati di tanganmu, istrimu sendiri meminta agar kau membunuhnya, dan kau menuruti permintaannya karena istrimu sudah salah bicara kepada Ketua Zheng Bai Shui, maka kau tega membunuh istrimu sendiri untuk menyenangkan perasaan Ketua Zheng Bai Shui, orang sepertimu harus mati. Karena kau adalah seperti seekor binatang." Fo Kou She Xin, Xiu Chao Yuan hanya bengong, wajahnya memerah, akhirnya dengan terpaksa dia tertawa dan berkata, "Pendekar Muda, tentu sebelumnya kau sudah mencari tahu identitasku, aku harus mengacungkan jempol untukmu." Dengan dingin Guo Ao Bai berkata, "tidak perlu menjilat." Xiu Chao Yuan tertawa terbahak-bahak, "dalam hidupku selama ini, aku selalu menyukai pemuda yang mengetahui mana yang salah dan mana yang benar, baiklah, Adik Kecil, lebih baik kita berteman.'' Dia melangkah ke depan dan dengan sekuat tenaga dia menepuk pundak Guo Ao Bai, terlihat seperti sangat akrab. Tapi tiba-tiba saja kelima jari Xiu Chao Yuan membentuk kaitan dan mengait tenggorokan Guo Ao Bai. Tapi pada saat itu juga, Xiu Chao Yuan mengeluarkan teriakan, karena pada saat itu Guo Ao Bai menghilang dari hadapannya, tubuh Guo Ao Bai berubah menjadi cahaya pedang yang memutar dan menutupi Xiu Chao Yuan.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Jurus pedang mengalir seperti air, ini memerlukan tenaga yan sangat besar. Fo Kou She Xin melihat keadaan ini tidak menguntungkan baginya, dia bersiap-siap ingin meloloskan diri. Tapi baru saja dia ingin menghindari serangan, pada serangan kedua yang dilontarkan kepadanya dia melihat ada bayangan orang berubah menjadi kilauan pedang yang berribu-ribu datang kepadanya. Xiu Chao Yuan merasa perutnya menjadi sakit, dia berjongkok menahan sakit, dia melihat Guo Ao Bai sedang memasukkan pedang kedalam sarungnya, sepertinya Guo Ao Bai tidak pernah bergerak dan hanya diam melihat ke arah Xiu Chao Yuan. Xiu Chao Yuan hanya merasa perutnya sakit dan begitu dia melihatnya, di perutnya ada 7 buah lubang tusukan pedang, dia berteriak kesakitan dan roboh saat itu juga. Walaupun Xiu Chao Yuan sudah ambruk, tiba-tiba dari dalam markas muncul 30 orang yang memakai baju berwarna hitam, kemudian tampak seorang laki-laki setengah baya yang berteriak, "anak-anak panji biru, hayo serang dia, balaskan dendam ketua kalian!" Orang itu tak lain adalah ketua panji hitam, Ye Chang Zhou, dijuluki Jiu Zhi Zhui Hun (Sembilan Jari Mengejar Nyawa), begitu dia memberi perintah, segera kelima puluh dua orang dengan tangan kiri memegang lampion dan tangan kanan memegang golok, mereka yang mengenakan baju berwarna biru segera datang dari berbagai penjuru dan mulai menyerang Guo Ao Bai. Semua orang berteriak, angin berhembus dengan kencang, semua mengacungkan goloknya, mengikuti cahaya api yang berkobar. Suara teriakan memenuhi tempat itu. Terlihat Guo Ao Bai sudah dikurung oleh laki-laki yang memegang golok, dia berteriak, "pergi kalian, urusan ini tidak ada
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sangkut pautnya dengan kalian!" Tapi tidak ada seorang pun yang beranjak dari sana, perintah dari Chang Xiao Bang harus selalu dituruti, bila tidak keluarga mereka akan mati. ---ooo0dw0ooo--Bulan keluar lagi dari persembunyianya, keadaan kembali menjadi terang, semua cahaya lampu tiba-tiba padam, hanya terlihat satu dua tempat yang masih terang, di tempat itu telah terjadi pertarungan, hanya dalam waktu singkat, kelima puluh dua orang yang tadi masih hidup sekarang tampak terbaring tidak bergerak di bawah, tubuh mereka terdapat 7 lubang. Kelima puluh dua orang itu tiba-tiba berubah menjadi setan yang bergentayangan, Jin Zhi Zhui Hun merasa kepalanya menjadi besar, begitu angin gunung berhembus, dia merasa kedinginan dan gemetar. Dia hanya melihat Guo Ao Bai sedang menundukkan kepalanya melihat pedang yang dipegangnya. Pedangnya seputih giok, di bawah cahaya bulan, dia tampak seperti sedang menyesali sesuatu tapi juga seperti sedang memikirkan sesuatu. Kemudian Guo Ao Bai mengangkat kepalanya dan dia melihat Ye Chang Zhou, dia bergerak lagi, dia sangat berpengalaman bagaimana menghadapi pemuda itu, dia juga tampak seperti ketakutan. Terdengar pemuda itu berkata, "Ye Chang Zhou, apakah kau ingat dulu kau pernah membunuh orang dan membakar rumah mereka, lalu merampok barang Biao di Thai Shan?" Ye Chang Zhou bergetar, dia tidak berani menjawab, terdengar Guo Ao Bai berkata lagi, "hari ini aku tidak akan membunuhmu, bawa anak buahmu dan tinggalkan tempat ini, suruh Zheng Bai Shui keluar!" Ye Chang Zhou tanpak kebingungan, entah apa yang harus dikatakannya, tiba-tiba di belakangnya ada yang tertawa dingin,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"siapa yang berani berteriak-teriak di sini?" ---ooo0dw0ooo--BAB 5 Qi Chong Tian Jian Fa (Jurus Tujuh Macam Pedang Langit) Begitu Ye Chang Zhou membalikkan badannya untuk melihat, seorang pak tua sudah berdiri di belakangnya, dia segera memberi hormat, "aku, Ye Chang Zhou, memberi hormat kepada ketua panji hitam." Pak tua yang mengenakan baju berwarna hitam itu sangat pendek tubuhnya, tapi dia terlihat berwibawa, dengan sorot dingin Guo Ao Bai berkata, "apakah kau adalah ketua panji hitam, Duo Ming Fei Fu (Kapak Terbang Perengut Nyawa), Xie An Zheng." Pak tua itu tertawa dan berkata, "anak muda, bila kau takut kepadaku, bunuh diri saja di depanku, itu juga tidak apa-apa." Pak tua itu adalah ketua panji hitam, ilmu silatnya lebih tinggi dari ketua panji merah, Shen Si, kapaknya dalam jarak 3 meter bisa membunuh orang, kalangan dunia persilatan menjadi pusing dengan perbuatannya. Dengan dingin Guo Ao Bai melihat Xie An Zheng dan berkata, "malam ini adalah saatnya kau untuk mati!" Xie An Zheng hanya tertawa dan berkata, "kau sangat sombong." Kata Guo Ao Bai lagi dengan dingin, "tujuh tahun yang lalu di kota Luo Yang kau memperkosa dan membunuh perempuanperempuan di sana, dan kau pun membunuh pejabat yang baik dan lurus, Xie An Zheng, dalam 7 jurus aku akan mengambil nyawamu!" Xie An Zheng berkelana di dunia persilatan sudah puluhan tahun, dia tidak peduli Guo Ao Bai mengatakan apa pun, tapi kali ini dia melihat sorot mata Guo Ao Bai seperti kilat, hatinya merasa
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tercekat, kemudian dia melihat Guo Ao Bai meloncat ke atas, tubuhnya menjadi seperti gulungan cahaya pedang, dan menyerang ke arahnya. Begitu Xie An Zheng melihat Guo Ao Bai meloncat, dan tiba-tiba saja Guo Ao Bai sudah berada di hadapannya, Xie An Zheng terkejut, dia melemparkan kapaknya. Kapaknya melayang di udara menyerang ke arah Guo Ao Bai, tapi tubuh Guo Ao Bai tiba-tiba turun, sehingga kapak Xie An Zheng tidak mengenai sasaran, karena serangan Xie An Zheng tidak tepat, segera dia ingin mengambil kapaknya kembali, tapi segera Guo Ao Bai menyerang dengan pedangnya, Xie An Zheng bergerak menghindari sampai 7 kali, terdengar Guo Ao Bai berkata, "jurus kedua." Secara berturut-turut ketujuh buah pedangnya dikeluarkan. Kembali Xie An Zheng mundur 7 langkah baru bisa menghindari serangan pedang itu, dan kapaknya sudah berhasil diambilnya, terdengar Guo Ao Bai berteriak, "jurus ketiga!" Serangan tujuh buah pedang kembali dilancarkan, empat pedang menahan gerakan kapak, 3 pedang menyerang ke arah Xie An Zheng. Xie An Zheng berhasil menghindari serangan 3 jurus dari Gui Ai Bai, tubuhnya tampak menempel ke tanah. "Jurus keempat!" Guo Ao Bai memainkan pedangnya lagi. Beberapa kali Xie An Zheng harus berguling-guling di bawah baru bisa menghindari serangan tujuh pedang Guo Ao Bai, dan keadaan ini terlihat sangat memalukan, tiba-tiba Guo Ao Bai berteriak lagi, "jurus kelima!" terlihat bayangan pedang memenuhi udara, jurus yang dia mainkan adalah Qi Qi Si Shi Jiu Jian (7 x 7 = 49 jurus pedang). Xie An Zheng berteriak, dia menahan dengan kapaknya. Karena digetarkan maka'kapak pun melayang. Guo Ao Bai berteriak lagi, "jurus keenam!" dia memainkan jurus 49 kali pedang,' semua jurus tidak dimainkan dalam satu arah. Xie An Zheng bergeser di 49 tempat untuk menahan serangan,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dia berteriak, "kau telah memakai jurus Han Ying Bao Qi Chong Jian Fa, Guo Tian Ding adalah siapamu?" kata-katanya belum selesai, bayangan pedang berubah menjadi pedang sungguhan dan siap menusuk ke arah tenggorokan Xie An Zheng, kemudian pedang ditarik, cahaya pedang masih begitu terang, terdengar Guo Ao Bai dengan dingin berkata, "sekarang adalah jurus ketujuh, aku adalah putra dari Guo Tian Ding." Sampai hampir mati pun Xie An Zheng tidak percaya, dia terus melihat ke arah Guo Ao Bai, dia tidak percaya bahwa dia akan mati di tangan seorang pemuda sebagai pendatang baru di dunia persilatan, akhirnya dia pun roboh. Tiba-tiba bulan masuk ke balik tumpukan awan, di langit hanya ada awan hitam, awan tersebut menutupi langit dan juga bulan, semua menjadi gelap, tiba-tiba terdengar seperti suara laki-laki tapi juga seperti suara perempuan yang berteriiak, "pasang lampu!" Suara itu kecil dan lembut tapi terdengar sangat jelas, orangorang yang berada di lapangan tergetar mendengar suara itu, tibatiba muncul cahaya kuning, di depan markas Chang Xiao Bang dan dari balik kobaran api yang bergoyang terlihat ada seseorang yang mengenakan baju berwarna merah, dengan perlahan dia berjalan keluar. Semua orang yang berada di lapangan melihat orang itu keluar, dengan penuh rasa hormat mereka berkata, "kami, murid-murid panji hitam memberikan hormat kepada ketua panji merah." Harus diketahui bahwa dalam Chang Xiao Bang, kecuali kedudukan ketua, yang menjadi ketua panji mempunyai ilmu silat yang seimbang dengan ketua perkumpulan di dunia persilatan. Guo Ao Bai tetap berdiri dengan tenang di antara bumi dan langit, dengan dingin dia melihat, ternyata orang yang datang ke hadapannya memakai baju berwarna merah, dandanannya terlihat sangat aneh, tubuhnya seperti Yin Yang (banci), bagian kiri tubuhnya didandan seperti seorang perempuan yang cantik dan genit, sedangkan sebelah kanan tubuhnya didandan seperti seorang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

laki-laki dengan alis yang tebal dan kasar serta mata yang melotot, suaranya pun sulit dibedakan, apakah dia itu perempuan atau lakilaki, yang membuat orang sulit membedakannya juga adalah karena pada saat dia berjalan pantatnya bergoyang, hal ini membuat orang-orang menjadi kebingungan, ilmu silatnya bisa dibedakan, dia memiliki ilmu silat yang keras dan juga ilmu silat yang lembut. Dia selalu membuat kejahatan. Dengan dingin Guo Ao Bao berkata, "apakah kau adalah ketua panji merah, Tie Jiao Jiao?" Tie Jiao Jiao tertawa genit, membuat kepala orang menjadi gatal, "benar, bahkan ada yang memanggilku banci, karena aku memiliki benda milik laki-laki dan perempuan. Anak muda, kau sangat tampan, kemarilah, ibu ingin melihatmu." Guo Ao Bai marah dan berkata, "Tie Jiao Jiao, di dunia persilatan kau sudah membunuh banyak pemuda dan para gadis, sekarang aku menginginkan kau mati di bawah pedangku untuk menyembahyangi arwah orang-orang yang sudah kau bunuh!" "Tunggu!" dari markas Chang Xiao Bang muncul sederetan orang yang mengenakan baju berwarna putih, tidak terlihat bulan maupun bintang. Yang keluar adalah cahaya lilin yang aneh. Seorang pemuda yang mengenakan baju berwarna putih seperti petir keluar, dengan sombong dia berkata, "beberapa hari yang lalu, ada seorang pak tua yang datang mengantarkan kemari annya, sekarang bagaimana denganmu?" Guo Ao Bai dengan dingin menjawab, "apakah kau yang membunuh Tuan Ma?" Pemuda itu tertawa terbahak-bahak, sambil menengadah melihat langit, dia berkata, "apakah pak tua itu datang dari Wisma Shi Jian? Dia hanya terkena satu kali tusukan saja." Guo Ao Bai bertanya, "apakah kau adalah Ni Xiang Tian?" Pemuda itu menghentikan tawanya, dia melihat ke arah Guo Ao Bai dan berkata, "aku adalah ketua panji putih, Ni Xiang Tian."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Guo Ao Bai tertawa dan berkata, "kau juga menggunakan pedang, kita bertarung dengan pedang, aku ingin kau membayar kematian Tuan Ma Er!" Belum selesai dia bicara, dia sudah meloncat ke dalam kegelapan, dia menyerang Ni Xiang Tian dengan tujuh pedangnya. Guo Ao Bai menyerang dengan jurus 7 x 7 = 49 jurus. Pedang Ni Xiang Tian pun bergerak secepat kilat, digerakkan ke atas dan ke bawah, dia menyerang sebanyak 51 kali. Tiba-tiba dari tangan kirinya keluar juga sebuah pedang panjang, kedua pedang dipakai secara bersamaan, dia menyerang sebanyak 98 kali, cahaya berkilauan, angin dari hembusan pedang sangat kencang, orang-orang di sana tidak dapat melihatnya dengan jelas, si banci Tie Jiao Jiao pun tidak menyangka Guo Ao Bai begitu mahir memainkan pedang. Terdengar Ni Xiang Tian berkata, "ilmu pedang Qi Chang Tian Jian Fa milikmu sangat tinggi, kemampuanmu sudah melebihi Guo Tian Ding." Guo Ao Bai berkata, "bila ayahku datang, kau pun belum tentu bisa menerima 3 kali serangannya." Kata Ni Xiang Tian, "kau pun belum pernah melihat jurus pedangku." Hanya dalam sekejap, di mana orang lain baru mengeluarkan 1 jurus dia sudah mengeluarkan 9 jurus, jurus itu sangat tepat dan cepat, tapi semua itu dilakukannya dengan tenang. Tangan kanan Guo Ao Bai memegang pedang panjang, begitu juga dengan tangan kirinya. Dengan jurus Qi Chang Tian, jurus itu seperti gelombang, datang satu susun demi satu susun, dia mencoba untuk mementahkannya. Tiba-tiba Ni Xiang Tian meletakkan pedangnya, dengan arah horisontal dia menjepit pedang Guo Ao Bai yang berada di tangan kiri dan kanannya, dia mengeluarkan tenaga yang aneh, sepasang pedang Guo Ao Bai menempel di pedang Ni Xiang Tian, dan tidak
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bisa dilepas lagi. Selain mahir jurus Shan Dian Jian Fa (Jurus Pedang Kilat), Ni Xiang Tian pernah diajar oleh seorang biksu Kong Dong Pai, yang bernama Hua Yu. Biksu Hua Yu melihat saat Ni Xiang Tian masih muda tapi sudah sangat pintar, dia sangat sayang kepada Ni Xiang Tian, tapi Biksu Hua Yu pun sering merasakan adanya hawa pembunuh dalam diri Ni Xiang Tian, karena itu Biksu Hua Yu tidak pernah mengajarkan jurus pedang Hua Yu, dia hanya mengajarkan tenaga dalam Hua Yu. Biksu Hua Yu berharap Ni Xiang Tian dengan mempelajari tenaga dalam yang benar maka hatinya akan menjadi tenang kemudian dia akan berubah menjadi orang baik. Tidak disangka setelah Ni Xiang Tian menguasai Hua Qi Gong( tenaga dalam Hua ), dia terus meminta kepada Biksu Hua Yu agar mengajarkan Hua Yu Jian Fa, Biksu Hua Yu melihat Ni Xiang Tian serakah, dia pun menolaknya. Karena tidak mendapatkan keinginannya, dia takut Biksu Hua Yu akan mengajarkan jurus itu kepada orang lain, maka dia pun membunuh gurunya dengan jurus Shan Dian Jian, pedangnya menembus hingga ke jantungnya. Hua Yu Qi Gong terkenal bisa menempel senjata lawan, begitu melihat pedang Guo Ao Bai menempel di pedangnya, segera dengan Hua Yu Qi Gong dia menyerang ke dada Guo Ao Bai yang terbuka. Guo Ao Bai melihat pedangnya yang menempel, dengan tenang dia mengangkat pundaknya, sebuah pedang tiba-tiba terjatuh dari ketiak kanannya, dengan ketiaknya dia menjepit pegangan pedang, sekali dia bergerak, pedang sudah berada di tangannya lagi. Serangan Ni Xiang Tian hanya mengenai ujung pedang Guo Ao Bai. Ni Xiang Tian terkejut, tapi dia berusaha menenangkan dirinya, telapak tangannya berobah menjadi jari, kedua jarinya menjepit ujung pedang ketiga. Jurus ini sebenarnya sangat sulit tapi Ni Xiang Tian tetap bisa menerimanya. Tiba-tiba Guo Ao Bai menggoyangkan pinggangnya, sebuah pedang terjatuh dari kakinya, dengan kaki, Guo Ao Bai mengangkat
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pedang itu dan meloncat, dia menjepit dengan ketiak kirinya. Dengan tubuh dicondongkan ke depan, pedang dengan cepat ditusukkan ke arah Ni Xiang Tian. Pedang keempat datang dengan tiba-tiba, hal ini membuat Ni Xiang Tian menjadi terpaku, sepasang tangannya harus melayani 3 buah pedang milik Guo Ao Bai, bila dia melepaskannya maka dia akan mati. Ingin menghindar pun tidak bisa, tiba-tiba Ni Xiang Tian berteriak, kedua kakinya berada di atas, dengan kedua kaki yang berada di tengah udara menjepit pedang keempat. Jurus ini sangat berbahaya tetapi Ni Xiang Tian tetap bisa. melakukannya dan menerima jurus Guo Ao Bai. Si banci, Tie Jiao Jiao yang melihat ilmu pedang Guo Ao Bai begitu lihai, hawa membunuhnya segera timbul, dia ingin mengambil kesempatan ini untuk membunuh Guo Ao Bai. Tapi dia tidak segera berlari ke arah Guo Ao Bai, dia mengira Ni Xiang Tian masih bisa mengalahkan Guo Ao Bai. Ternyata keadaannya tidak seperti itu. Terlihat kilauan cahaya pedang. Guo Ao Bai melipat pinggangya, sebuah pedang keluar lagi dari sarungnya, pedang dilemparkan ke wajah Guo Ao Bai, dia membuka mulutnya, pedang pun digigit olehnya, pedang ini diarahkan ke depan dan siap menusuk Ni Xiang Tian, ini adalah pedang kelima. Dalam mimpi pun Ni Xiang Tian tidak menyangkanya, dia terkenal dengan jurus pedangnya, tapi dia tidak menyangka ada orang yang bisa menggunakan 5 buah pedang sekaligus, bila dia dengan jujur bertarung dan tidak menggunakan jurus Hua Yu Qi Gong untuk merampas pedang Guo Ao Bai, dia tidak akan kalah begitu cepat, pedang kelima sudah menusuk ke dada Ni Xiang Tian. Tampak Ni Xiang Tian kejang-kejang, kemudian dia berkata, "kau...kau bisa menggunakan 5 buah pedang." Guo Ao Bai melihatnya, dengan dingin dia menjawab, "aku bisa menggunakan 7 buah pedang."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pedang itu dicabut dari tubuh Ni Xiang Tian, darah pun muncrat dari bekas tusukan itu, darah mengalir hingga ke ujung pedang, pedangnya sudah kembali lagi dan tampak berkilau. Dan Ni Xiang Tian pun segera ambruk. Si banci Tie Jiao Jiao yang melihat Ni Xiang Tian mati tertusuk pedang, hatinya marah dan dengan 2 telapak tangannya dia menyerang Guo Ao Bai. Serangannya yang satu keras dan yang satu lembut, angin yang berasal dari kedua telapak tangannya mengikuti gerakan tubuhnya yang cepat ke arah Guo Ao Bai, sebenarnya Tie Jiao Jiao ingin membanti Ni Xiang Tian, tak disangka Ni Xiang Tian akan mati begitu cepat di tangan Guo Ao Bai, segera dia menyerang Guo Ao Bai dengan telapak tangannya, dia tidak memberi kesempatan kepada Guo Ao Bai untuk menarik nafas. Tapi begitu Tie Jiao Jiao mendekat, Guo Ao Bai sudah mengetahu aksi dari Tie Jiao Jiao, segera dia mengangkat kakinya dan mayat Ni Xiang Tian pun ditendangnya hingga melayang dan menghalangi gerakan Tie Jiao Jiao. Tie Jiao Jiao yang sudah berada di hadapan Guo Ao Bai dengan kekuatan penuh dia mengeluarkan telapaknya untuk menyerang Guo Ao Bai, dengan tiba-tiba saja dia melihat mayat Ni Xiang Tian melayang ke arahnya. Belum melihat dengan sejelasnya, Ni Xiang Tian sudah berdiri di depannya, dia mengira Ni Xiang Tian hanya terluka dan belum mati, sekarang dia sudah sadar dan bersiap untuk bertarung kembali, Tie Jiao Jiao sempat terpaku, dia mencoba melihat lebih jelas lagi, ternyata yang menghampirinya adalah punggung Ni Xiang Tian terlebih dulu, dia iflgin menhentikan gerakannya tapi sudah tidak keburu,'.kedua telapaknya sudah memukul tubuh Ni Xiang Tian, walaupun Tie Jiao Jiao sempat menarik tenaganya sebagian, tapi tenaga ini tetap membuat darah dari mayat Ni Xiang Tian keluar dari lubang hidung, telinga, dan anggota tubuh lainnya. Bola mata pun keluar dari tempatnya. Tie Jiao Jiao sadar dia telah salah menyerang, dia benar-benar sangat marah, dengan kedua tangan ditempelkannya ke mayat Ni
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Xiang Tian, dia mendorong dan melemparkan mayat itu ke arah Guo Ao Bai. Guo Ao Bai sudah menduga semua akan terjadi seperti ini, setelah Tie Jiao Jiao salah menyerang, dia pasti akan terkejut dan berhenti menyerang, tapi tidak disangka dia akan memukul mayat Ni Xiang Tian seperti itu, sekarang malah mendorong dan melemparkan mayat Ni Xiang Tian ke arahnya, gerakan ini membuat Guo Ao Bai menjadi terpaku. Tapi dia hanya sempat bengong sebentar, segera dia mengeluarkan pedangnya, dia menusuk dua kali ke mayat itu, melewati dada dan menembus ke telapak tangan Tie Jiao Jiao. Tiba-tiba Tie Jiao Jiao menarik telapak tangannya dan melayang ke atas, bayangan merah melewati mayat Ni Xiang Tian dan menyerang kedua tangan Guo Ao Bai. Guo Ao Bai tidak sempat menarik pedangnya lagi, terpaksa dia melepaskan pedangnya. Tie Jiao Jiao melihat Guo Ao Bai tidak memegang pedang, dia mengira serangannya sudah berhasil, dengan tenaga telapak tangannya yang satu keras dan yang satu lembut, mulai menyerang Guo Ao Bai. Terlihat tangan Guo Ao Bai melambai, sepasang pedang kembali sudah berada di tangannya, kedua pedang itu menyerang Tie Jiao Jiao. Tie Jiao Jiao yang melihat lawannya secara tiba-tiba memegang pedang, dia merasa sangat terkejut dan tidak berani memandang enteng kepada Guo Ao Bai lagi. Sebenarnya bila sejak awal Tie Jiao Jiao dan Ni Xiang Tian bergabung melawan Guo Ao Bai, dia pasti akan kalah, bila mereka hanya satu lawan satu, Ni Xiang Tian akan kalah, begitu pula dengan si banci Tie Jiao Jiao. Ye Chang Zhou yang berada di pinggir lapangan melihat keadaan berubah menjadi seperti itu, dengan diam-diam dia kembali ke
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

markas Chang Xiao Bang. Tie Jiao Jiao yang masih bertarung semakin lama dia merasa tekanannya semakin berat, semua ini membuatnya merasa gentar. Terlihat Guo Ao Bai seperti sudah menyatu dengan pedangnya lagi, dia sudah membuat lingkaran pedang, dan pedangnya pun tampak berputar di udara, kadang-kadang naik kadang-kadang turun, seperti capung yang sedang bermain di permukaan air. Kadang-kadang seperti air sungai dan laut, tiba-tiba putaran itu berhenti sebentar, cahaya pedang sudah memecahkan tembok. Tie Jiao Jiao berteriak dan dengan cepat dia mencengkram pedang lawannya, saat itu dari tubuh Guo Ao Bai terlihat tiga pedang panjang yang melayang keluar dari sarungnya. Yang membuat aneh adalah salah satu dari pedangnya terjatuh tepat di antara kedua kakinya, kakinya segera mengangkat pedang itu dan melayang ke atas. Begitu Guo Ao Bai terbang, kedua tangan dan kedua pedang, kedua kaki dan kedua pedang, dia terbang dengan gerakan yang aneh, dia meluncur dengan empat buah pedang, meluncur ke arah Tie Jiao Jiao. Perubahan ini hanya berlangsung sebentar, begitu Tie Jiao Jiao mencengkram pedang, dia melihat Guo Ao Bai membawa empat buah pedang terbang ke arahnya, satu-satunya cara untuk menghindar adalah dengan telapak Yin Yang, dia berusaha memecahkan serangan Guo Ao Bai, tapi dalam situasi yang sangat sulit seperti itu dia malah mencengkram pedang Guo Ao Bai, dan baru mengganti gerakan tangannya menjadi telapak, walaupun gerakannya sangat cepat tapi semua itu sudah tidak keburu, dia terjebak ke dalam perangkap Guo Ao Bai. Tie Jiai Jiao tampak marah dan dia terburu-buru, terpaksa kedua tangan yang memegang pedang Guo Ao Bai dibalikkan ke arah Guo Ao Bai lagi. Tie Jiao Jiao mengira Guo Ao Bai akan menarik pedangnya untuk
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menjaga dirinya, tidak disangka Guo Ao Bai dapat memainkan ketujuh pedangnya dengan sempurna, dan setiap pedang dimainkan dengan lincah terlihat Guo Ao Bai sangat bernafsu dan dia tetap menerjang Tie Jiao Jiao. Tapi tangan kanan Guo Ao Bai sudah melayang, terdengar suara senjata yang beradu, sepasang pedang yang dipegang oleh Guo Ao Bai dan dengan kecepatan penuh meluncur ke arah Tie Jiao Jiao. Tie Jiao Jiao ingin menghindari serangan ini tetapi semua sudah terlambat, tiga buah pedang akan menembus jantungnya, tiba-tiba dari atas langit terdengar teriakan elang, membawa angin yang lembab, dan dia pun mendarat, dia menyerang ke arah leher Guo ---ooo0dw0ooo--BAB 6 Pedang Tercepat Fang Zhong Pin Guo Ao Bai segera merasakan ada angin yang mendorongnya dengan kencang dan cepat. Segera dia membalikkan pedangnya, ada benda yang beradu dengan pedangnya, sehingga menimbulkan percikan api kecil, Guo Ao Bai melihat ternyata ada binatang yang besar naik ke udara, dia berkeliling di atas bersiap untuk menyerang Guo Ao Bai, ternyata itu adalah elang yang berwarna hitam kehijauan. Elang itu menyerang begitu cepat dan lincah, semua ini membuat Guo Ao Bai terkejut, dia langsung siap siaga menghadapi kekuatan elang yang tidak berbeda jauh dari Tie Jiao Jiao. Si banci Tie Jiao Jiao melihat elang raksasa itu, dia langsung tersenyum. Elang itu masih berputar-putar di atas, tiba-tiba ada suara seseorang yang memerintah, "anak Tie, kembalilah!" Elang itu segera terbang ke depan markas Chang Xiao Bang, kedua sayapnya membawa angin kencang, membuat nyala lilin bergoyang-goyang, murid-murid Chang Xiao Bang yang ilmu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

silatnya biasa-biasa saja, tidak bisa berdiri dengan tegak karena kencangnya kepakan sayap elang itu, kemudian elang itu turun dan hinggap dengan jinak di depan seseorang. Guo Ao Bai sudah mengetahui bahwa cakar elang itu sangat kuat seperti besi dan tenaganya pun sangat besar, sepertinya elang raksasa itu sudah dilatih ilmu silat oleh seseorang, burungnya saja sudah begitu kuat, apalagi majikannya. Guo Ao Bai melihat bahwa tuan dari elang itu adalah seorang pemuda, baju yang dikenakannya terlihat mewah. Sekarang langit dipenuhi dengan awan hitam, sepertinya hujan akan segera datang, tapi orang itu masih begitu tenang berdiri di tempatnya bila dibandingkan wajah Ni Xiang Tian dengan orang ini kalah jauh, di tengah kedua alisnya ada tahi lalat berwarna merah, kedua matanya seperti petir, sorot matanya tampak sedikit cabul, orang itu kelihatan sangat angkuh, dia tidak membawa senjata apa pun. Guo Ao Bai ingin bertanya, tapi tiba-tiba semua murid Chang Xiao Bang berlutut, dan Ye Chang Zhou yang berada di sisi kanan menunduk, sepertinya kedudukan dia lebih rendah dibandingkan dengan pemuda itu. Si banci Tie Jiao Jiao setelah melihat orang itu, langsung memberi hormat dan berkata, "ketua panji merah memberi hormat kepada ketua panji, hamba merasa berterima kasih karena Anda sudah menolong hamba dan hamba belum bisa membunuh musuh, hamba meminta maaf." Guo Ao Bai baru ingat bahwa kedudukan orang itu berada di bawah ketua dan wakil ketua Chang Xiao Bang, dia adalah ketua panji, dijuluki Pedang Tercepat di Dunia, Fang Zhong Pin. Terdengar Fang Zhong Pin berkata, "selama beberapa bulan ini Chang Xiao Bang berbuat hal yang memalukan, 3 bulan yang lalu ketua panji kuning dan ketua panji biru telah gagal merebut Xue He Tu di markas Biao Xue Hun, peristiwa ini benar-benar memalukan, beberapa hari yang lalu ada seorang pak tua dan 3 orang pemuda datang ke sini mewakili Wisma Shi Jian, dia sudah membunuh ketua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

panji dan dua wakil, malam ini datang seorang anak kecil, dia sudah membunuh 3 orang terpenting dalam Chang Xiao Bang, apakah di Chang Xiao Bang sudah tidak ada orang lagi?" Guo Ao Bai tertawa dingin, "kalian ingin menguasai dunia persilatan, kalian akan dihukum oleh Tuhan." Fang Zhong Pin membalikkan badannya dan berkata, "diam!" Guo Ao Bai yang dimarahi oleh Fang Zhong Pin, hatinya menjadi bergetar, dia tetap tertawa dan berkata, "siapa kau?" Tiba-tiba Fang Zhong Pin tertawa lagi, kemudian dia berkata, "kau kira ilmu silatmu sangat tinggi." Jawab Guo Ao Bai dengan sombong, "pedang selalu memiliki hawa, kebenaran selalu menang!" Kata Fang Zhong Pin, "baiklah, aku akan lihat apakah kau akan menang sampai di batas mana!" Belum habis dia berbicara, dia sudah seperti asap yang melayang. Guo Ao Bai memiliki 7 buah pedang. Dua pedangnya sudah menancap di badan Ni, sebuah pedangnya masih berada di tangan Tie Jiao Jiao, berarti hanya tersisa 4 buah pedang. Tubuh Guo Ao Bai bergetar, 2 buah pedangnya sudah masuk ke dalam sarungnya. Dia hanya menyisakan 1 pedang. Dengan 7 jurus dia mulai menyerang Fang Zhong Pin. Ujung pedang Guo Ao Bai hampir mengenai Fang Zhong Pin, tiba-tiba tampak sinar berkilau, Fang Zhong Pin berdiri dengan tegak. Tangannya tetap tidak memegang pedang, tapi pedang Guo Ao Bai sudah patah menjadi 2. Kata Fang Zhong Pin dengan dingin, "aku memotong pedangmu dengan pedangku, mungkin kau tidak bisa melihat dengan jelas pedangku berada di mana?" Guo Ao Bai merasa marah juga kaget, dia menyerang lagi dengan jurus 7x7 = 49, seperti hujan deras jurus itu mengurung Fang Zhong Pin.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu ujung pedang Guo Ao Bai hampir mengenai Fang Zhong Pin, tiba-tiba tangan Fang Zhong Pin terlihat ada pedang yang berkilau. Terdengar lagi ada pedang yang patah. Pedang yang berada di tangan Guo Ao Bai patah lagi menjadi dua. Dengan angkuh Fang Zhong Pin berkata, "apakah kau sudah melihat dengan jelas. Ini yang dinamakan Pedang Tercepat di Dunia." Guo Ao Bai melihat tangan Fang Zhong Pin sama sekali tidak memegang pedang. Gup Ao Bai tidak bisa melihat di mana Fang Zhong Pin menyembunyikan pedangnya. Kali ini Guo Ao Bai benarbenar kaget, tapi kekerasan hatinya tidak bisa menerima kejadian ini begitu saja. Dia berteriak, dengan sepasang pedang yang masih tersisa, dia mengeluarkan dari sarungnya. Tapi begitu pedang dikeluarkan dari sarungnya, tiba-tiba tampak ada pedang berkilau lagi, kali ini terdengar 2 kali bunyi benda patah. Kedua pedang Guo Ao Bai patah dan Guo Ao Bai hanya bengong melihat Fang Zhong Pin, kemudian dia berkata, "ilmu pedangmu adalah ilmu di mana pedang disembunyikan di dalam tangan baju?" Fang Zhong Pin tertawa terbahak-bahak dan berkata, "betul, sekarang kau baru melihat dengan jelas!" Lengan baju digulungnya, tampak pedang yang berkilau dan sedang bergerak menuju tenggorokan Guo Ao Bai. Guo Ao Bai tidak menyangka Fang Zhong Pin yang tadi masih tertawa dengan santai, begitu membalikkan tangan sudah menyerang dia dengan ganas. Untung dia masih bisa menghindari serangan pedangnya. Terdengar Fang Zhong Pin membentak, "baiklah!" Tetap dengan jurus pedang tadi, dia kembali menusuk. Guo Ao Bai tidak sempat menghindar, dia hanya memejamkan mata menunggu kematian. Dia merasa tenggorokannya dingin tapi tidak sakit. Mata Guo Ao Bai dibuka, terlihat Fang Zhong Pin sedang tertawa dengan menghina. Tangannya memegang pedang panjang yang tipis, kecil,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dan berkilau. Pedang itu diarahkan ke tenggorokannya. Kata Fang Zhong Pin, " kau bisa menghindari seranganku sekali ini. Baiklah, aku ingin melihatmu mati secara perlahan-pahan. Sesudah kau mati, kau pasti tidak akan melupakan aku yang bernama Fang Zhong Pin." Guo Ao Bai merasa ujung pedang Fang Zhong Pin terus bergerak. Bulu kuduknya menjadi merinding. Fang Zhong Pin tertawa dan berkata, "apakah kau takut mati? Apakah kau ingin menyaksikan aku memotong dagingmu, aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja, aku akan menaruh garam di lukamu, seperti apa ya rasanya? Terus kau akan melihat dagingmu dibakar hingga matang kemudian dimakan, bagaimanakah rasamu?" Keringat dingin Guo Ao Bai mulai menetes, tapi dia tetap berkata, "hei marga Fang, ilmu silatku memang lebih rendah darimu dan aku sudah tertangkap olehmu, terserah kau mau membunuh atau mencincangku, tidak perlu menakuti-nakutiku seperti anak kecil." Fang Zhong Pin tertawa terbahak-bahak dan berkata, "asal kau mau berlutut kepadaku dan memanggilku kakak, aku akan membunuhmu dengan cepat dan tidak menyiksamu terlebih dulu." Tiba-tiba ada suara seseorang yang ikut tertawa dan berkata, "dia benar-benar seorang laki-laki sejati, mengapa kau harus memaksanya?" Fang Zhong Pin segera membentak dan bertanya, "siapa?" 60 orang Chang Xiao Bang yang berada di lapangan tidak tahu dari mana datangnya suara itu, mereka saling melihat tetap tidak ada orang yang dicurigai. Tiba-tiba Fang Zhong Pin menarik kembali pedangnya. Begitu pedang ditarik, segera menghilang. Guo Ao Bai ingin menyerangnya tapi tangan Fang Zhong Pin sudah mencengkram nadi tangan Guo Ao Bai dan dengan suara keras dia berkata, "teman, kalau sudah datang, mengapa tidak keluar?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Murid-murid Chang Xiao Bang yang berada di sebelah utara mendengar ada suara seseorang yang datang dari dalam gerombolan, mereka pun merasa kaget. Mereka saling mencari tapi entah siapa yang berbicara tadi. begitu melihat ketua panji melihat ke arah mereka, mereka pun gemeteran. Fang Zhong Pin melihat mereka hanya terdiri dari 7-8 orang dan terlihat mereka sangat kaget, dan tidak berpura-pura. Dia ingin mengetahui lagi siapa sebenarnya yang bicara. Dengan wajah menghadap ke utara dia berkata lagi, "kawan, apakah kau datang ke sini karena Tuan Guo Ao Bai?" Suara yang ramah datang dari arah selatan dan dengan tertawa dia menjawab, "benar, apakah Ketua Fang bisa melepaskan Guo Ao Bai?" ' Fang Zhong Pin melihat lagi ke arah selatan, ke arah murid-murid Chang Xiao Bang. Murid-murid yang dipandangi ini merasa kaget. Fang Zhong Pin berpikir orang yang datang pasti bergerak dari arah utara ke selatan, bisa dibayangkan tenaga dalam yang dimilikinya pasti sangat kuat. Dia berkata, "kawan, lebih baik kau keluar, aku akan menyerahkan Tuan Guo kepadamu." Suaranya yang ramah seperti angin musim semi, tapi suara jawaban datang dari arah barat, "bila Ketua Fang berniat baik, lepaskanlah Tuan Guo, aku tidak perlu muncul di depanmu." Fang Zhong Pin seperti kilat membalikkan badannya, di bagian barat hanya ada 3 orang Chang Xiao Bang. Mereka dengan kaget dilihat Fang Zhong Pin. Fang Zhong Pin dengan marah berkata, "bila kau tidak keluar, aku tidak akan melepaskan Tuan Guo!" Suara yang ramah itu sama sekali tidak terpancing emosi, dia tertawa dan berkata lagi, "itu semua adalah isi hatimu, bila aku tidak keluar kau tidak akan melepaskannya, jika aku keluar, kau pasti membunuh Tuan Guo, apakah benar?" Fang Zhong Pin tidak perlu mencari lagi. Dia tahu orang ini mempunyai tenaga dalam yang sangat kuat, mungkin orang itu masih berada di tempat jauh. Dengan cara seperti itu dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mengelabui Fang Zhong Pin. Fang Zhong Pin tertawa dan berkata, "aku kira kau siapa, ternyata hanya seekor kura-kura yang hanya bisa bersembunyi di dalam rumahnya dan tidak berani keluar!" Guo Ao Bai berusaha melepaskan diri tapi tangan Fang Zhong Pin seperti penjepit. Guo Ao Bai merasa nadinya dipegang dengan kencang dan tubuhnya pun kesemutan. Dia tahu Fang Zhong Pin sengaja membuat orang yang akan menolongnya keluar dari tempat persembunyian. Dia berteriak, "kawan, jangan hiraukan aku! Orang ini berilmu silat tinggi, kau tidak perlu keluar!" Terdengar suara itu berhenti seperti berputar-putar di udara, kemudian berbunyi lagi, "Pendekar Muda Guo, kau tidak perlu merasa khawatir. Ketua Fang, pada saat yang tepat, aku pasti akan keluar. Kau tidak perlu terburu-buru dan jangan mendesak orang lain dengan kata-katamu!" Fang Zhong Pin menengadah ke langit yang hitam, tidak ada siapa pun. Elang itu berkeroak. Guo Ao Bai tahu orang itu tidak akan pergi. Dia pun tahu ilmu silat Fang Zhong Pin sangat tinggi, dia takut orang itu akan dirugikan oleh Fang Zhong Pin. Dia membentak orang itu supaya pergi, "pergilah! Aku Guo Ao Bai, tidak perlu ditolong oleh siapa pun. Jangan terlibat di air keruh, pergilah!" Suara itu berhenti sebentar, tiba-tiba seperti datang dari semua penjuru, orang itu berkata lagi dengan suaranya yang ramah membuat hati orang senang, "Pendekar Muda Guo, aku mengerti maksudmu tapi aku tidak akan pergi dan aku akan segera sampai di sana." Kata-kata ini baru selesai tiba-tiba di depan markas Chang Xiao Bang, api yang berada dalam lampion-lampion yang dibawa atau digantung berjumlah 70-80, padam semua. Segera murid-murid Chang Xiao Bang berteriak dan keadaan menjadi ribut, langit dan bumi tampak gelap gulita. Lilin mati, apa pun tidak terlihat. Hati Fang Zhong Pin bergetar, dia segera mengambil keputusan, pertama dia akan membunuh Guo Ao Bai.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Baru saja dia berpikir seperti itu, tiba-tiba ada seseorang menabraknya dan masuk ke dalam pelukannya. Fang Zhong Pin segera menusuk orang itu dengan pedangnya. Orang itu tidak berusaha untuk menghindar, malah terus menabraknya. Hati Fang Zhong Pin berpikir, "bila orang ini adalah orang yang tadi berbicara, mengapa ilmu silat begitu rendah? Dia sama sekali tidak bisa menghindar? Bila orang ini adalah murid Chang Xiao Bang, aku terlalu kejam membunuhnya?" Karena dia berpikir seperti itu, gerakan tangannya menjadi lambat. Begitu cahaya pedang bergerak, orang itu sudah tahu yang menggerakan pedang adalah Fang Zhong Pin. Karena hanya Fang Zhong Pin baru bisa bergerak begitu cepat Halgm memainkan pedang. Orang itu terkejut dan berteriak, "ketua panji, ini aku." Fang Zhong Pin mendengar suaranya, dia tahu itu adalah suara Tie Jiao Jiao. Tapi pedang sudah menusuk Tie Jiao Jiao, terpaksa Fang Zhong Pin menarik pedangnya. Pedang itu ditabrak oleh Tie Jiao Jiao hingga melengkung tapi tidak menusuk ke tubuh Tie Jiao Jiao. Kecepatan Fang Zhong Pin bisa dibayangkan, tenaga dalam dikeluarkan dan ingin ditarik kembali semua bisa diatur seenaknya. Kata Tie Jiao Jiao, "Ketua, mendorongku ke arah Ketua...." ada yang menotokku dan

Fang Zhong Pin memperhatikan Tie Jiao Jiao yang berada di kirinya, yang berada di sebelah kanan ada bayangan seseorang yang lewat. Bayangan orang itu dengan telapak tangannya memotong, tangan Fang Zhong Pin yang memegang Guo Ao Bai. Fang Zhong Pin tahu jurus orang itu sangat cepat, dia tidak sempat berpikir lagi, segera mengeluarkan pedang dan menusuk ke orang itu. Tapi bayangan orang itu sudah menghilang, tusukan Fang Zhong Pin juga tidak mengenai sasaran. Fang Zhong Pin menusuk dengan pedangnya, kemudian dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menarik pedangnya dan mencengkram dengan erat. Karena itu tangan Guo Ao Bai masih dipegang dengan kuat. Tiba-tiba terdengar suara elang berteriak dari langit. Fang Zhong Pin tahu Guo Ao Bai tidak akan bisa lolos, hatinya mulai merasa tenang. Dia berteriak, "pasang lampu!" Segera lampu dipasang, walaupun keadaan kacau, murid-murid Chang Xiao Bang dengan waktu yang singkat bisa menyalakan lampu dengan cepat. Lampu dinyalakan, dengan teliti Fang Zhong Pin melihat ke sekelilingnya. Tangan yang dipegang olehnya ternyata adalah tangan Ye Chang Zhou, yang sudah ditotok. Orang itu bisa mengeluarkan pedang dari lengan baju Fang Zhong Pin untuk menolong Guo Ao Bai dan menotok Ye Chang Zhou. Dan Fang Zhong Pin tidak merasakannya sama sekali. Fang Zhong Pin melihat kepada elangnya, bulu-bulu elang berhamburan di mana-mana. Ternyata karena mata elang bisa melihat di dalam kegelapan maka dia bisa melihat kepergian orang itu. Burung itu menyerangnya dan dipaksa oleh orang itu turun dari langit. Untung orang itu tidak membunuh. Elang itu tahu keadaan yang terjadi dibawahnya, kalau tidak dia tidak akan diam terus di sana. Orang itu dalam waktu singkat berada di depannya, mematikan api lilin sebanyak 70-80 buah, lalu menotok Tie Jiao Jiao dan juga Ye Chang Zhou kemudian menolong Guo Ao Bai. Tapi dia sama sekali tidak melukai orang-orangnya, siapakah orang itu? Siapa yang mempunyai ilmu silat begitu lihai? Fang Zhong Pin tidak terpikir. Tiba-tiba ada suara tua dan penuh wibawa berkata, "kalau tidak salah, orang itu adalah seorang yang sangat pintar dari Jiang Nan, dia bernama Fang Zhen Mei!" Fang Zhong Pin dengan hormat membalikkan badan dan berkata, "aku memberi hormat kepada ketua bagian." ---ooo0dw0ooo--EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dari markas Chang Xiao Bang dengan menunggang kuda yang berlari dengan cepat, bisa tiba dalam waktu beberapa jam. Sekarang adalah pagi yang hangat, Fang Zhen Mei sedang menunggang kuda. Dia merasa angin musim semi meniup tubuhnya dengan kencang, hatinya pun merasa girang. Dia sangat gembira karena dia telah berkenalan dengan seorang pendekar muda bernama Guo Ao Bai. Walaupun dia berhasil menolong Guo Ao Bai, tapi Guo Ao'Bai tetap bersikap angkuh. Fang Zhen Mei tetap saja menyukainya. "Terima kasih karena kau telah menolongku, tapi kau jangan senang dulu, aku pasti akan membalas budi ini." "Apakah aku yang telah menolongmu?" "Kau yang telah menolongku, aku berhutang budi kepadamu. Suatu hari aku akan menolongmu dan waktu itu kita tidak akan saling berhutang lagi." "Sebenarnya sekarang pun kau tidak mempunyai hutang apa-apa kepadaku." "Siapa yang mengatakan semua ini?" "Kataku, karena aku yang telah menolongmu. Aku merasa senang karena sudah menolongmu dan ini tidak percuma, kelak bila aku merasa ada kesulitan, atau kau tidak membutuhkan pertolonganku. Menolong sini menolong sana apa gunanya?" "Kalau begitu kau menyesal telah menolongku?" "Ha-.ha....." "Ha...ha....apa artinya ini?" "Ha, ha itu artinya tertawa." "Bila kau menyesal sudah menolongku, kau boleh ikuti denganku, aku tidak akan menolaknya." "Sekarang aku merasa lelah, tidak ingin kembali ke sana." Kata Guo Ao Bai, "kau menganggap enteng diriku? Kau kira aku
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tidak bisa menolongmu?" "Oh...oh...." "Apa artinya oh..oh..?" "Hai." "Aku sudah mengerti, kau sengaja membuatku marah supaya aku tidak membalas budimu. Kau tenang saja aku pasti akan menolongmu satu kali. Begini saja, aku akan menganggapmu sebagai temanku." "Terima kasih." "Namaku Guo Ao Bai." "Aku tahu." "Namamu siapa?" "Aku Fang Zhen Mei." "Apa...? Kau adalah....." ---ooo0dw0ooo--BAB 7 Pendekar Baju Hitam Wo Shi Shui Feng Zhen Mei dan Guo Ao Bai sepanjang perjalanan terus mengobrol, tiba-tiba ada seekor kuda hitam yang lewat. Di atas kuda ada seorang penumpang laki-laki yang sedang tidur dengan keadaan telentang, kepalanya berada di pantat kuda, wajah ditutup oleh topi caping. Dia membiarkan kudanya berjalan seenaknya, dengan posisi yang mantap orang itu tidur di atas kudanya. Laki-laki berbaju hitam itu sedang bernyanyi, suaranya terdengar merdu tapi juga gagah. Fang Zhen Mei tertawa, dia pun ikut bernyanyi. Tiba-tiba laki-laki berbaju hitam itu meloncat dan duduk ke posisi
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

normal. Dia menurunkan yang beralis "akhirnya aku

menghentikan kudanya. Dengan perlahan dia topi capingnya. Ternyata laki-laki ini adalah pemuda tebal dan bermata besar. Terdengar dia berkata, bisa bertemu denganmu."

Fang Zhen Mei tertawa dan bertanya, "apakah kau adalah pendekar Wo Shi Shui?" Jawab laki-laki berbaju hitam itu, "bukankah kau sudah tahu siapa aku ini?" Kata Fang Zhen Mei, "kau sengaja menungguku di sini." Wo Shi Shui dengan dingin berkata, "benar, aku memang menunggumu untuk bertarung!" Guo Ao Bai sangat terkejut. Nama Pendekar Wo Shi Shui sangat terkenal, baru bertemu dengannya sekarang dia langsung ingin bertarung dengan Fang Zhen Mei. Kata Fang Zhen Mei, "sepertinya tidak ada alasan bagi kita untuk bertarung." Kata Wo Shi Shui dengari suara berat, "tidak bisa!" Kata Fang Zhen Mei, "kalau begitu hitung saja aku kalah, bagaimana? Karena aku bukan musuhmu." Sorot mata Wo Shi Shui berubah menjadi gelap, segera dia berkata, "tidak! Kita harus bertarung, sampai salah satu hidup dan bisa pulang." Guo Ao Bai yang berada di pinggir dengan nada marah berkata, "Wo Shi Shui, jangan mengira karena ilmu silatmu tinggi maka bisa berbuat seenaknya, biar aku yang mencoba bertarung denganmu!" Wo Shi Shui memandang Guo Ao Bai dan bertanya, "siapa kau?" Jawab Fang Zhen Mei, "inilah Tuan Muda Han Ying Bao, dia seorang pesilat berbakat, namanya Guo Ao Bai, Pendekar Guo." Wo Shi Shui melihat Guo Ao Bai lalu dia berkata, "dia adalah pendekar berbakat, aku tidak mau membunuhnya."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei menghela nafas dan bertanya, "apa disebabkan karena aku tidak berbakat, maka kau ingin membunuhku?" Angin meniup pepohonan yang berada di hutan, tangkai pohon bergoyangan, bunga-bunga pun tampak bermekaran. Wo Shi Shui berkata, "kau pun berbakat, tapi di antara kita berdua, hanya ada satu orang bisa hidup!" Kata Fang Zhen Mei, "kalau begitu mengapa kau begitu ingin membunuhku?" Wo Shi Shui terdiam kemudian berkata, "karena aku sudah berjanji dengan seseorang." Tanya Fang Zhen Mei, "siapakah dia? Mengapa orang itu bisa membuatmu ingin membunuhku?" Wo Shi Shui mengangkat kepalanya dan berkata, "kau tidak perlu bertanya lagi, hayolah kita bertarung untuk menentukan hidup dan mati!" Kata Fang Zhen Mei sambil tertawa, "kalau begitu kita tidak perlu bertarung karena kondisimu sedang diancam oleh seseorang dan kau terpaksa ingin membunuhku, dengan begitu lebih baik aku diam dan menunggu kematianku." Tiba-tiba Wo Shi Shui merasa melengong, sepi dan sedih. Kemudian dengan marah dia berkata, "Fang Zhen Mei, sewaktu berada di Wisma Shi Jian aku mencarimu, maksudnya adalah aku ingin bertarung denganmu, tapi aku takut Shi Tu ke 12 ikut campur, oleh karena itu aku mundur dari sana, kita memang tidak mempunyai dendam, akulah yang memaksamu bertarung, kalau kau tidak mau bertarung, aku tidak akan membunuh orang yang tidak mau bertarung, tapi di antara kita berdua harus ada satu yang hidup, lebih baik aku yang memilih mati.'' Darah Guo Ao Bai serasa bergejolak, dia membentak, "Wo Shi Shui, Fang Zhen Mei tidak mau bertarung denganmu, biarkan aku yang mewakili dia bertarung denganmu." Kedua tangan Guo Ao Bai sudah mencabut pedang, bayangan pedang seperti pohon di hutan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mengarah kepada Wo Shi Shui. Tiba-tiba mata Wo Shi Shui menjadi terang. Dia tertawa dan berkata, "ternyata kau juga yang berada di markas Biao Xue Hun yang ingin merebut Xue He Tu. Aku pernah melihat ilmu pedangmu!" Sambil berbicara dia tidak mundur dari sana malah masuk ke dalam jala pedang itu, tapi kepalan tangan sudah dikeluarkan. Guo Ao Bai merasa matanya silau, ternyata Wo Shi Shui sudah masuk ke dalam lingkaran pedangnya dan mulai menyerang. Ilmu pedang Guo Ao Bai sangat tinggi, tapi begitu ada kepalan tangan yang datang, dia tidak sempat menarik pedangnya, terpaksa dia meloncat mundur. Dengan satu jurus saja sudah membuat Guo Ao Bai kewalahan, Wo Shi Shui membalikkan badan menghadap Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei berkata, "Semua menanggungnya, kau boleh mencariku!" akulah yang akan

Kata Wo Shi Shui, "baiklah, aku terima jurusmu!" Pada waktu itu, di belakahg mereka terdengar suara kuda berderap. Kuda yang berlari di atas tanah yang gersang dan kering, membuat debu tanah berhamburan ke mana-mana. Kuda yang berada di depan ditunggangi oleh 2 orang, seorang anak laki-laki dan seorang perempuan dalam satu kuda. Yang lakilaki itu berumur sekitar 10 tahun lebih, terlihat sangat tampan tapi tidak dewasa. Yang perempuan kira-kira berumur 16 tahun, dari sorot matanya bisa dilihat sifat yang dimiliki olehnya adalah 'semaunya' dan dia terlihat pintar, sedang kuda yang lainnya di tunggangi oleh seorang laki-laki' setengah baya. Mereka sepertinya sedang ketakutan. Yang laki-laki tua berkeringat sampai membasahi bajunya. Yang perempuan juga berkeringat deras membuat rambutnya basah dan melekat di wajahnya. Walaupun kedua orang ini masih berada di kejauhan, tapi Fang Zhen Mei dan yang lain bisa melihat orang yang datang itu. Kuda
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang berada di belakang, gadis dan laki-laki itu yang tiba-tiba berteriak dan terjatuh. Orang yang berada di kudanya pun terguling ke bawah. Gadis itu segera menghentikan kudanya dan anak laki-laki itupun turun. Mereka berlari ke arah orang yang terjatuh. Waktu itu di jalan yang mereka lalui muncul 6-7 ekor kuda. Dengan tergesa-gesa mereka ingin mengejar. Suaranya begitu besar hingga mengejutkan orang. Si gadis itu dengan cepat memapah laki-laki setengah baya itu dan ingin menaikkan laki-laki itu ke atas kudanya lagi. Laki-laki itu dengan nafas terengah-engah berkata, "Nona...Tuan Muda..., kalian pergi saja, jangan pedulikan...aku lagi." Mulut laki-laki itu mulai mengeluarkan darah. Punggungnya terdapat luka sebesar mulut mangkuk. Luka itu masih terus mengeluarkan darah. Dia berkata lagi, "...kami Shen Si Wu Bao (marga Shen Lima Rasa), hidup dan mati pasti akan bersama...sekarang...Lao Da, Lao Er...Lao San...Lao Wu...sudah meninggal...untuk apa aku hidup...Nona...Tuan Muda...kami sudah...tidak bisa.. .menjaga kalian.. .kalian.. .pergilah.. .pergi.. .ke Wisma Shi Jian...orang Chang Xiao Bang...sudah...hampir sampai...cepat..." Laki-laki itu kehabisan nafas. Fang Zhen Mei dan yang lainnya segera memperhatikan apa yang terjadi. Karena Shen Shi Wu Bao adalah pengawal Wisma Shi Jian. Ilmu silat mereka sederajat dengan Yin Shi San Xiong' Mereka yang sekarang dia panggil nona dan tuan muda apakah mereka adalah putra putri Shi Tu ke 12? Anak-anak Shi Tu ke 12 adalah yang bernama Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin? Orang-orang yang berada di belakang yang terus mengejar dan ingin membunuh mereka, pasti orang-orang Chang Xiao Bang, perkumpulan terbesar di dunia persilatan. Anak masih sebesar itu pun akan dibunuh, benar-benar terlalu kejam. Mereka sedang berpikir. Kuda yang mengejar mereka sudah mengurung adik dan kakak Shi Tu. Di atas kuda tampak seorang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

laki-laki berkata, "anak kecil dan nona, cepat ikut aku pulang! Ada keramaian yang bisa ditonton." Terdengar Shi Tu Tian Xin berkata, "kami boleh dibunuh tapi jangan menghina. Kalian coba bunuh saja aku, aku tidak akan tinggal diam." Pedang panjangnya sudah dikeluarkan. Pedang itu seperti ular yang baru keluar dari sarangnya, seakan siap menggigit orang itu. Orang itu dengan senjatanya berupa palu besar berusaha menghindari serangan itu. Pedang Shi Tu Tian Xin sangat ringan. Tangannya tergetar oleh benturan palu besi dan terasa kesemutan. Tapi dia adalah anak yang pintar, satu jurus tidak mengenanya, dia tidak menyerang dengan terang-terangan. Dia membalikkan tangannya berusaha menusuk kaki lawannya yang berada di perut kuda. Orang itu tidak menyangka bahwa dia akan diserang dengan cara seperti ini. Rasa sakit membuatnya berteriak lalu terjatuh dari atas kuda. Shi Tu Tian Xin ingin maju kembali untuk menyerangnya, ternyata sudah ada 2 orang Chang Xiao Bang yang datang menuju tempatnya dan mereka pun; mulai mengeluarkan golok. Tapi Shi Tu Qing Yan sudah maju menghadang mereka. Sebuah pisau berhasil melukai laki-laki itu. Mereka marah dan berkata, "perempuan centil, berani benar mencoba membunuh kami! Lihat jurus ini!" Mereka bertarung dengan Shi Tu Qing Yan. Pertarungan terjadi 4 lawan 2, walaupun keturunan Shi Tu ke 12 tidak menyukai ilmu silat tapi karena mereka sangat pintar, mereka selalu berada di atas angin, apalagi Shi. Tu Qing Yan, dia benarbenar seperti walet terbang, terbang ke sana dan ke sini. Dalam sepuluh jurus berhasil melukai lagi laki-laki yang tadi. Sekarang hanya tertinggal seorang Chang Xiao Bang yang belum terluka. Tiba-tiba ada suara berat membentak, "berhenti! Biar aku yang bertarung dengan mereka!" Suara ini berat dan berwibawa. Membuat orang-orang berhenti bertarung. Kakak beradik Shi Tu juga membalikkan badan dan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melihat orang itu. Kuda keenam yang datang adalah kuda yang tinggi besar, kuda itu berjalan dengan pelan. Seseorang turun dari kuda. Orang ini setengah baya. Warna wajahnya seperti besi, seluruh badannya dipenuhi dengan otot yang sangat kencang dan kuat. Bajunya seperti terbuat dari tembaga. Kepalan tangannya menonjol sebesar mangkuk, dia tampak hitam dan kasar, urat-uratnya bertonjolan. Begitu turun dari kuda, penanpilannya saja sudah membuat orang takut. Angin dingin bertiup, awan putih pun lewat dengan cepat. Angin musim semi kadang-kadang juga terasa menakutkan. Orang-orang Chang Xiao Bang dengan hormat mundur dan menjawab, "baik, wakil ketua Bang." Wakil ketua Bang? Wakil ketua perkumpulan terbesar? Dia adalah si Kepalan Besi, Qu Lei. Terdengar Shi Tu Qing Yan berkata, "siapa pun dia, di sini tidak akan bisa membuat keadaan ayahku terancam." Shi Tu Tian Xin yang masih kecil tidak mengerti apa-apa. Tibatiba dia menyerang Qu Lei dengan pedang dan berkata, "kau mempunyai kepandaian apa? Berani mencari masalah dengan Wisma Shi Jian?" Shi Tu Tian Xin menyerang Qu Lei dengan pedangnya, tapi Qu Lei seperti tidak merasakannya Kakak beradik Shi Tu tidak dipandang sama sekali. Dia hanya berkata, "cari mati saja!" Tibatiba dia sudah menyerang dengan kepalan tangannya. Hanya satu kali menyerang, kepalan tangan Qu Lei yang besar dengan tepat mengenai pedang Shi Tu Tian Xin. Pedang yang melayang dan menusuk kepalan tangan Qu Lei, telah menjadi hancur lebur. Sebuah pedang yang begitu tajam tidak kuat menahan serangan kepalan tangan Qu Lei. Shi Tu Tian Xin terkejut dan tidak sadar mundur satu langkah. Shi Tu Qing Yan dengan cepat maju dan berkata, "kami tahu kami
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bukan lawanmu. Kecuali kau membunuh kami, kami tidak akan ikut pulang denganmu yang bertujuan mengancam ayahku." Wajah Qu Lei sama sekali tidak ada ekspresi, dia tetap melihat ke depan dan berkata, "kalau begitu aku akan menuruti permintaanmu." Tiba-tiba dia mengeluarkan kepalan tangannya lagi. Biarpun ilmu meringankan tubuh Shi Tu Qing Yan tinggi tapi tetap tidak bisa menahan kecepatan kepalan tangan Qu Lei. Terpaksa Shi Tu Oing Yan mengeluarkan jurus pedangnya. Begitu kepalan tangan sampai, pedang itu malah putus dan kepalan Qu Lei masih maju dengan kecepatan tinggi menuju dada Qing Yan. Shi Tu Tian Xin sangat kaget. Shi Tu Qing Yan pun menutup mata menunggu kematian. Tiba-tiba dari langit ada sesosok baju putih yang berkelebat. Begitu dilihat dengan jelas lagi, Shi Tu Oing Yan sudah berpindah sejauh beberapa meter dari tempat tadi. Di depannya ada seorang yang tampak terpelajar mengenakan baju putih. Dia tampak santai, tangannya menuntun Shi Tu Tian Xin. Dia tertawa. Satu lagi adalah pemuda beralis hitam dan bermata besar, berbaju hitam, dan seorang pemuda berbaju hijau yang tampak angkuh. Mereka berjalan pelan-pelan ke tempat Qu Lei. Shi Tu Qing Yan melihat terus kepada mereka, pemuda berbaju putih tersenyum kepadanya. Shi Tu Qing Yan menjadi malu dan wajahnya memerah. Dengan suara kecil dia bertanya, "kau adalah...." Begitu Fang Zhen Mei mendekat, Qu Lei tidak memukul dengan kepalan tangannya. Dengan cepat dia menarik kembali kepalan tangannya. Kedua matanya tetap memandang lurus ke depan dan berkata, "ilmu meringankan tubuh Tuan sangat hebat." Kata Fang Zhen Mei, "tidak! Tidak! Wakil ketualah yang menarik kembali kepalan tangan." Ou Lei berkata lagi, "Tuan mempunyai ilmu meringankan tubuh begitu cepat, apakah Tuan adalah si Baju Putih, orang berbakat
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei?" Jawab Fang Zhen Mei tertawa, "aku tidak berbakat...." Shi Tu Qing Yan berteriak, "kau adalah Paman Fang...." Dia pernah mendengar tentang si Orang Berbakat, Fang Zhen Mei. Ayahnya pun sangat akrab dengan dia. Selama ini Shi Tu Qing Yan tidak mengira bahwa orangnya masih muda dan mempunyai ilmu silat tinggi, semua dikiranya hanya dilebih-lebihkan. Yang bernama Fang Zhen Mei pasti seorang pesilat yang gagah dan umurnya setengah baya, yang baru bisa diakui oleh ayahnya sebagai saudara angkat. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa orang yang berada di depan matanya, begitu ramah dan terpelajar, adalah orang yang menggegerkan dunia persilatan. Kata Taman', kata ini sulit untuk disebutkan. Qu Lei dengan dingin berkata, "ini adalah urusan antara Chang Xiao Bang dengan Wisma Shi Jian, lebih baik Tuan jangan ikut campur!" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "apakah kami hanya akan melihat orang yang terkenal di dunia persilatan membunuh orang muda di dunia persilatan dan kami sama sekali tidak boleh ikut campur? Orang seperti aku ini sangat aneh. Aku akan membuat keanehan lagi!" Guo Ao Bai yang berada di pinggir marah dan berkata, "Qu Lei, aku ingin tahu apakah pedangku lebih tajam atau kepalan tanganmu lebih tajam?" Qu Lei membalikkan badan dan bertanya, "siapa kau?" "Han Ying Bao, Guo Ao Bai." Qu Lei melihat Guo Ao Bai dan berkata, "tadi pagi aku mendengar kabar katanya ada yang membuat keributan di Chang Xiao Bang, apakah itu kau?" Dengan tegas Guo Ao Bai menjawab, "betul, tidak salah!" Qu Lei dengan suara berat berkata, "baiklah, aku akan menangkapmu dulu untuk dibawa pulang. Aku akan lihat bagaimana ketua menghukummu?" Matanya mengeluarkan hawa membunuh,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dia ingin membunuh, Guo Ao Bai hatinya bergetar. Wo Shi Shui yang berada di pinggir tiba-tiba berkata, "nanti dulu." Qu Lei membalikkan badan melihat Wo Shi Shui. Dia berkata, "Kau juga berada di sini?" Wo Shi Shui terdiam dan Qu Lei pun tertawa dingin, "Pendekar Wo Shi Shui, apakah kau pernah berjanji sesuatu kepada seseorang? Sekarang kau berada di sini, mengapa masih mau menunggu?" Shi Tu Qing Yan yang cantik lupa bahwa dia berada dalam keadaan berbahaya karena dia telah dibuat bingung oleh 3 orang pendekar muda. Sebentar Fang Zhen Mei berbicara, sebentar Pendekar Wo Shi Shui, satu lagi ada Guo Ao Bai, mereka masih muda. Dengan aneh dia terus melihat 3 orang ini. Terdengar Wo Shi Shui berkata, "tidak perlu kau beritahu, katakataku bisa dipegang!" Kemudian dia membalikkan tubuhnya dan berkata kepada Fang Zhen Mei, "sekarang kita bertarung untuk menentukan hidup dan mati. Bila kau menang aku akan memotong kepalaku untukmu. Bila aku menang, aku akan mengantar pulang kakak beradik Shi Tu dan membela Wisma Shi Jian membasmi Chang Xiao Bang untuk menyembayangi rohmu yang beraMa di langit." Kakak beradik Shi Tu dibuat bingung oleh kata-kata Wo Shi Shui, bukankah tadi Wo Shi Shui dan Fang Zhen Mei secara bersamaan muncul? Mengapa sekarang mereka harus bertarung satu lawan satu? Kakak beradik Shi Tu merasa aneh. Fang Zhen Mei sendiri pun sebenarnya merasa aneh. Dia tahu bahwa Wo Shi Shui seperti diancam oleh seseorang dan terpaksa harus bertarung dengan Fang Zhen Mei. Sepertinya ini ada hubungan dengan Chang Xiao Bang dan Qu Lei. Tapi Wo Shi Shui terus mengatakan bahwa dia ingin membasmi Chang Xiao Bang, benar-benar membuat orang menjadi bingung. Tanya Fang Zhen Mei, "kapan kita akan bertarung?" Jawab Wo Shi Shui dengan tegas, "sekarang!" Angin berhembus
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dengan kencang. Awan terus berubah. Baju putih Fang Zhen Mei melambai-lambai ditiup angin, dengan gagah dia berdiri. Baju hitam Wo Shi Shui seperti besi melambai dengan cepat. Dia maju selangkah dan berteriak, "mulai!" Dia sudah mulai menyerang. Serangan kepalan tangan sepertinya jurus itu tidak ada yang aneh, tapi membawa angin yang besar. Cepat dan tepat, angin ini terus menyerang ke arah Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei menarik nafas panjang, dia membalikkan serangan seperti tidak bertenaga. Waktu itu Qu Lei diam-diam mulai menyerang kakak beradik Shi Tu. Qu Lei bisa menyerang kakak beradik Shi Tu karena dia sudah mendengar sendiri kata-kata Wo Shi Shui. Siapa pun yang di antara mereka berdua, mereka pasti akan melarang dia menculik kakak beradik ini. Lebih baik sekarang dia membunuh mereka untuk menghindari kerepotan di kemudian hari. Dia pun tahu Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui bertarung, ilmu silat mereka begitu tinggi, siapa pun tidak akan bisa datang untuk melerai mereka. Jika salah satu dari mereka datang untuk menolong, dia pasti akan mati di tangan lawan. Kakak beradik Shi Tu bukan keluarga mereka, tidak perlu karena urusan mereka mengorbankan nyawa sendiri. Qu Lei pun tahu Shi Tu Qing Yan tidak akan bisa menerima serangannya dan dia masih ada waktu untuk membunuh Shi Tu Tian Xin. Guo Ao Bai berada di pinggir mereka, Guo Ao Bai bukan lawannya! Karena itu dengan tenang dia menyerang, begitu kepalan tangan dikeluarkan, suaranya seperti suara hujan dan guntur, juga seperti laut yang bergelora dan berdebur. Begitu suara hujan dan guntur berbunyi, Fang Zhen Mei segera mengubah jurusnya, tubuhnya seperti bayangan, kelima jarinya seperti petir mencakar kepalan tangan kiri Qu Lei. Tepat pada waktu itu juga Wo Shi Shui mengubah kepalan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangannya menjadi pisau tangan dan dia menepis tangan kiri Qu Lei. Sebenarnya Fang Zhen Mei pada saat mengubah jurus untuk menolong orang, jika Wo Shi Shui tetap menyerang, Fang Zhen Mei akan terbunuh saat itu juga. Tetapi pada waktu itu Wo Shi Shui pun ikut menolong Shi Tu Qing Yan dan tepat pada waktu itu juga Guo Ao Bai mengeluarkan pedang dan siap memotong tangan kanan Qu Lei. Fang Zhen Mei mengeluarkan serangan sangat tenang dan tidak bersuara. Wo Shi Shui mengubah jurus secepat kilat. Hanya Guo Ao Bai pada sat mengeluarkan jurus pedang bersuara. Suara ini membuat Qu Lei segera waspada, tapi kepalan tangan kiri tetap menyerang ke arah Shi Tu Qing Yan. Tangan kanannya dilayangkan. Tangannya memukul pedang Guo Ao Bai. Pedang itu pun patah dan terbang melayang. Segera Guo Ao Bai memegang pinggangnya. Dia mencabut pedang dan dikeluarkannya, dia siap untuk menyerang lagi tapi keadaan sudah menjadi tenang. Dan dia tidak perlu menyerang lagi. Waktu Qu Lei sedang bertarung dengan Guo Ao Bai, Fang Zhen Mei sudah mencengkram tangan kirinya. Qu Lei ingin menarik kembali tangannya tapi tenaga telapak Wo Shi Shui seperti pisau sudah memotong tangannya. Tangannya terputus dan terbang ke atas kemudian terjatuh ke bawah. Fang Zhen Mei segera melonggarkan tangannya, Qu Lei mundur beberapa langkah. Keringat dingin dengan deras mngucur keluar. Dia melotot kepada mereka bertiga. Fang Zhen Mei tidak menyangka Wo Shi Shui dan Guo Ao Bai bisa mengeluarkan jurus begitu dasyat. Wo Shi Shui juga tidak menyangka Fang Zhen Mei dan Guo Ao Bai akan mengeluarkan serangan. Apalagi Guo Ao Bai, dalam mimpi pun dia tidak menyangka Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui akan membantunya. Tiga orang pendekar telah bergabung dan menyerang secara
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bersamaan, bagaimana Ou Lei bisa bertahan menghadapi mereka. Dalam hidupnya dia sudah bertarung sebanyak 600 kali, dan dia belum pernah kalah. Sekarang hanya dalam satu jurus saja, tangan kirinya sudah putus. Shi Tu bersaudara, apalagi Shi Tu Qing Yan seperti baru saja bermain sebentar di depan pintu dewa kematian. D;a bersiap menunggu maut menjemputnya tetapi orang yang berbaju hitam, putih dan hijau lewat di dekat mereka dan Qu Lei yang gagah pun sekarang hanya memiliki sebelah tangan. Fang Zhen Mei dengan diam berdiri di tempatnya. Tiba-tiba dia menarik nafas dan berkata, "kau pulang dan beristirahat dulu!" Wo Shi Shui juga melihat ke arah Ou Lei dan berkata, "hari ini aku mematahkan sebelah tanganmu, ini sangat tidak adil. Tapi aku juga tidak mau membunuhmu. Pergilah!" Qu Lei melihat keadaan dirinya dia merasa sedih dan juga marah. Tapi keadaan itu hanya sebentar, sekarang dia sudah tampak tenang kembali. Sikapnya kembali lagi ke asal. Sepertinya tangan yang terpotong tadi bukan tangannya tapi tangan milik orang lain. Kemudian dia melihat 3 orang musuhnya ini, segera dia mengangkat kaki dan pergi dari sana. Fang Zhen Mei melihat Qu Lei sudah pergi, sisa murid Chang Xiao Bang yang tadi ikut mengejar pun sudah pada kabur. Mata Fang Zhen Mei melihat Wo Shi Shui, sorot mata Wo Shi Shui seperti sedang tertawa. Tawanya seperti angin musim semi, hangat melewati bumi dan langit. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "pertarungan ini kita robah waktunya, bagaimana?" "Mengapa?" "Aku harus mengantar Nona Shi Tu kembali ke Wisma Shi Jian dulu. Masih ada hal yang belum ku selesaikan. Chang Xiao Bang dan Wisma Shi Jian pasti memulai perang. Bila Shi Tu ke 12 tidak
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mempunyai Pedang Sakti Xue He, dia pasti akan kalah dari Ketua Zheng yang selalu menggunakan Chang Xiao Bang Qi Ji (Tujuh Pukulan Perkumpulan Selalu Tertawa)." Kata Wo Shi Shui, "baiklah!" Tiba-tiba dia tertawa dan berkata, "sebenarnya aku pun masih memiliki banyak persoalan yang belum diselesaikan." Tawanya mengandung kesedihan, "besok pagi, di sini di waktu yang sama kita bertarung lagi, bagaimana?" Jawab Fang Zhen Mei, "baiklah!" Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berkata, "aku ingin menanyakan satu hal kepadamu!" "Katakanlah!" "Apakah Pedang Sakti Xue He milik Wisma Shi Jian kau yang mencurinya?" tanya Fang Zhen Mei. "Tidak!" Dengan tegas Fang Zhen Mei berkata, "aku pun mengira bukan kau yang melakukannya!" Kali ini malah Wo Shi Shui yang bertanya dengan aneh, "aku menjawab bukan, mengapa kau percaya begitu saja?" Tanya Fang Zhen Mei, "bila aku tidak percaya, untuk apa aku bertanya kepadamu?" Tiba-tiba mata Wo Shi Shui memancarkan cahaya, persahabatan menimbulkan perasaan hangat, kepercayaan yang diberikan pun terasa hangat. Guo Ao Bai yang berdiri di pinggir, tiba-tiba merasa selama hidupnya yang hampir 20 tahun ini belum pernah dia merasakan hal seperti hari ini. Dia juga berkata, "kata-kata Fang Zhen Mei benar." Wo Shi Shui melihatnya, kemudian berkata kepada Fang Zhen Mei, "besok kita bertemu lagi di sini!" Kemudian dia tertawa dengan t$wa senang, tawanya terlihat sangat kekanak-kanakan tapi terasa hangat. Dia berkata, "kalau saja kita bertemu bukan di tempat dimana
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kita harus bertarung, aku sangat ingin...." Dia melihat Fang Zhen Mei dan juga melihat Guo Ao Bai, dengan suara kecil dia berkata, "ingin bersahabat dengan kalian!" ---ooo0dw0ooo--Matahari musim semi sudah terbit. Empat ekor kuda dengan cepat berlari melintasi jalan. Burung-burung berkicauan di pohon, di sana sini tampak penuh sesak oleh orang-orang, mengapa dunia ini begitu kejam? Shi Tu Tian Xin berkuda di belakang Guo Ao Bai, dia tertarik dengan Guo Ao Bai, mungkin karena umurnya lebih dekat dengan Guo Ao Bai. "Kakak Guo, senjatamu adalah pedang, aku pun seperti itu.Mengapa ilmuku tidak bisa sebagus ilmumu dan tidak secepat dirimu?'' "Tidak, ilmu pedangku bukan untuk dilihat dan dipamerkan. Jurus-jurus pedangku banyak, yang benar-benar disebut jurus pedang tapi banyak juga jurus yang bukan jurus pedang. Yang penting jurus-jurus pedangku bisa membuat orang merasa kebingungan dan tidak tahu mana yang benar dan mana yang palsu. Kemudian mereka akan tertusuk oleh pedangku tanpa sadar. Pedang dimainkan dengan cepat karena aku ingin dia pun bergerak dengan cepat." "Aku pun menginginkan pedangku bergerak dengan cepat, tapi pedangku tidak mau cepat." "Kau menginginkan pedangmu bergerak cepat, bila kau tidak melatihnya menjadi cepat, itu sama saja tidak berguna." "Maksudmu?" "Harus latihan!" "Kecuali rajin berlatih, apakah ada cara lain yang membuat ilmu pedangku menjadi cepat?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Tidak ada!" Dengan tegas Guo Ao Bai menjawab. Dia berkata lagi, "sejak umur 4 tahun ayahku sudah mengajarkan ilmu pedang kepadaku. Setiap hari aku harus mencabut pedang dari sarungnya ribuan kali. Qi Chong Tian Jian Fa hanya ada 7 jurus. Yang lainnya adalah perubahan. Setiap hari satu jurus aku latih seribu kali. Hingga tahun lalu aku baru bisa menguasai ilmu pedang ini. Paling cepat menusuk terus menerus sebanyak 98 kali, bila kau rajin berlatih semua jurus akan sangat mematikan. Bila kau malas, maka semua jurus bisa dikalahkan!" Shi Tu Tian Xin terpaku mendengarnya. Shi Tu Qing Yan yang berada di sebelah sana pun terus bertanya kepada Fang Zhen Mei, "mengapa ilmu silatmu begitu tinggi, apakah kau bisa mengajarkan kepadaku 1 atau 2 jurus?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "kau harus meminta ayahmu mengajar semuanya kepadamu. Ilmu silatku jauh di bawah tingkat ayahmu." "Aku tidak mau. Ilmu silat ayahku sangat monoton, aku tidak tertarik!" "Kalau begitu, ilmu silatku akan lebih tidak menarik bagimu?" "Tidak! Kau bohong. Kau sangat menarik, ilmu silatmu pun pasti akan menarik juga. Apakah kau membenciku sehingga tidak mau mengajariku?" Shi Tu Qing Yan terus memandang kepada Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei melihat Shi Tu Qing Yan yang masih naif dan polos, tidak sengaja dia memegang dahinya dan menarik nafas. Dia hampir memutuskan bahwa dia sudah tua' dan dia berkata, "baiklah, aku mengajarimu satu jurus!" Dengan senang Shi Tu Oing Yan meloncat dan turun dari kuda dan bertepuk tangan sambil tertawa, "baiklah, ajari aku sekarang! Ajari sekarang!" "Baiklah. Kau dengar baik-baik, setiap hari di sebuah papan yang licin yang sudah diberi minyak yang banyak. Kakimu diikat dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pemberat 5 kilogram dan di telapak sepatu dipaku 11 biji Yang Mei (plum). Kemudian kau bolak balik berlari di papan itu, semakin cepat maka itu akan semakin baik. Satu hari kau harus berlatih selama satu jam dan tidak boleh berhenti juga tidak boleh terjatuh. Pertama, kau berlatih langkah-langkah ilmu silat, kedua, berlatih ilmu meringankan tubuh. Ketiga baru latihan pernafasan...." Dia melihat Shi Tu Qing Yan yang sedang melotot kepadanya. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "benar kan kau tidak tertarik? Baiklah, bila kau tertarik, di atas kepalamu letakkan sebuah lilin. Pada saat kau berlari lilin itu tidak boleh jatuh. Nanti lilin itu akan dipasang api. Jika sedang berlari api lilin tidak boleh padam. Bila kau berlatih secara berturut-turut dalam 3 tahun kau bisa dan sama sekali tidak akan bersuara saat kau berlari." Shi Tu Qing Yan berkata, "lebih baik berlari ada suara, kalau tidak bersuara akan mengagetkan orang." ---ooo0dw0ooo--Di Wisma Shi Jian. Empat ekor kuda dan penunggangnya hampir tiba di sana. Sudah ada murid Wisma Shi Jian yang melapor kepada ketua keempat, Tie Gong Yin Dan, Lu Yi Feng. Dia bersiap menyambut di luar pintu. "Tuan Muda Fang dan Pendekar Muda Guo, akhirnya kalian kembali. Melihat kalian tidak pulang semalam, Ketua sangat risau. Hampir saja dia dan Kakak He, dan kakak ketiga Yin Yang pergi Chang Xiao Bang untuk mencari kalian." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "di tengah perjalanan kami bertemu dengan seorang kenalan, jadi kita jadi pulang agak terlambat, membuat ketua menjadi khawatir, aku benar-benar minta maaf!" Lu Yi Feng tertawa dan berkata, "jangan berkata seperti itu. Tuan Fang karena masalah yang terjadi di wisma kami harus berlari ke sini dan ke sana, itu sudah cukup melelahkan. Malah kami yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

harus berterima kasih!" Kata Fang Zhen Mei sambil tertawa, "orang yang sibuk berlari ke sini dan ke sana adalah Pendekar Guo. Dia sendiri masuk ke markas Chang Xiao Bang, dia berhasil membunuh beberapa orang ketua panji dan ketua lainnya. Kata-kata ini membuatku malu." Tiba-tiba Guo Ao Bai berkata, "Kakak Fang, kau terlalu memujiku. Kau adalah orang yang dalam kurun waktu 300 tahun ini, satusatunya pendekar yang belum pernah membunuh orang, dan tanganmu tidak pernah ternoda oleh darah. Dalam pertarungan kemarin, membuktikan bahwa hal ini bukan gosip." Lu Yi Feng tertawa dan berkata, "kalian berdua masih muda dan terlalu merendahkan diri...cepatlah turun! Ketua sedang risau menunggu kepulangan kalian." Terdengar Shi Tu Qing Yan dengan suara manja berkata, "Paman Lu, kau terus melayani orang-orang ini, kau sudah melupakan kami!" Melihat kakak beradik Shi Tu, dia seperti terkejut, dengan cepat dia tawanya kembali dan berkata, "hai, Xiao Yan, Tian Xin, mengapa kalian bisa pulang bersama dengan Tuan Muda Fang dan Pendekar Muda Guo?" Shi Tu Tian Xin dengan cepat menjawab, "tadinya kami ingin pergi ke markas Biao Qing Yun untuk mengunjugi Paman Yan, tapi di tengah perjalanan kami bertemu dengan orang-orang Chang Xiao Bang yang berniat menculik kami. Kami bertarung dengan mereka kemudian datang seseorang yang bermarga Lei, dia adalah wakil ketua Chang Xiao Bang. Begitu dia datang, kami tidak bertarung lagi. Paman Shen dan yang lainnya karena ingin melindungi kami, maka mereka semua mati." Tanya Lu Yi Feng, "apakah orang itu adalah si Kepalan Besi, Qu Lei?" Jawab Shi Tu Tian Xin, "benar. Kami bertarung sambil berlari. Dia sama sekali tidak mau bertarung, terakhir...kami bertemu dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tuan Muda Fang, Pendekar Muda Guo dan satu lagi yang bernama Wo Shi Shui. Mereka berhasil memukulnya dan dia pun melarikan diri." "Bagaimana Qu Lei keadaannya?" "Dia sudah melarikan diri!" Kata Shi Tu Qing Yan, "dia berhasil kabur dan tangannya pun putus sebelah." Lu Yi Feng terkejut dan berkata, "apa?" Dengan serius Shi Tu Tian Xin menjelaskan, "pertama, Pendekar Muda Guo menarik perhatiannya, kemudian Tuan Fang mencengkram tangannya dan Wo Shi Shui dalam sekali pukul, tangan Qu Lei langsung terputus." Lu Yi Feng terpaku dan terkejut. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "apakah sekarang kami bisa bertemu dengan ketua?" Lu Yi Feng seperti baru terbangun dari mimpi. Dengan cepat dia berkata, "boleh, boleh! Kalian berdua masuklah dulu, aku akan mengantar anak Yan dan anak Xin mengganti pakaian dan segera menyusul ke sana." ---ooo0dw0ooo--"Asal selamat," Shi Tu ke 12 mengerutkan alisnya yang putih dengan penuh rasa kekhawatiran. Dengan suara kecil dia berkata, "Adik Guo, kali ini kau pergi ke Chang Xiao Bang membuat musuh menjadi takut, ini perbuatan yang sangat mengagumkan, tapi bila terjadi sesuatu padamu, semua akan membuatku tidak memiliki muka bila bertemu dengan ayahmu." "Untung saja kali ini ada ada Tuan Fang yang datang menolong. Kalau tidak aku sudah jatuh ke tangan Fang Zhong Pin." "Demi wismaku, kalian berdua tidak takut akan bahaya yang menimpa kalian, ini benar-benar membuatku kaget." Shi Tu ke 12
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melihat Guo Ao Bai. Dalam waktu semalam kesombongannya sudah berkurang dan sikapnya pun menjadi ramah. Fang Zhong Pin adalah si Pedang Kilat. Katanya dia memiliki pedang yang paling cepat di dunia persilatan. Orangnya masih muda tapi bakatnya sudah sangat menonjol, hanya sayang hatinya jahat, suka iri dan cepat marah. Tapi pedangnya bisa dikatakan nomor satu di dunia persilatan, sampai sekarang tidak ada yang bisa melebihi kemampuannya. Sedangkan Qu Lei, di dalam perkumpulan Chang Xiao Bang ilmu silatnya berada di bawah Zheng Bai Shui. Sekarang tangannya dipatahkan oleh kalian, sepertinya hubungan kita dengan Chang Xiao Bang adalah taraf bermusuhan. Hanya saja Pendekar Wo Shi Shui adalah keponakan Zheng Bai Shui. Di satu sisi dia ingin membunuhmu tapi di lain pihak dia pun ingin membasmi penjahat yang berada di Chang Xiao Bang, benar-benar sulit diterka." Kata Fang Zhen Mei, "Kelihatannya karena terpaksa Wo Shi Shui ingin membunuhku. Mungkin dia pernah berjanji dengan seseorang... tapi pertarungan kan dilakukan besok, benar-benar membuatku berada di posisi sulit." Shi Tu ke 12 menarik nafas dan berkata, "kalian berdua adalah pendekar muda, untuk apa bertarung? Jika kalian bisa menjadi teman, bukankah itu lebih baik? Hai, tapi bila Tuan Fang bertarung dengan Wo Shi Shui, dugaanku Tuan Fang lah yang akan menang.. .kalau bukan karena wismaku, kalian tidak akan menjadi seperti ini." Fang Zhen Mei berkata, "tidak. Bila aku tidak membantu wisma ini, Wo Shi Shui tetap akau mencariku. Yang dia cari bukan Wisma Shi Jian melainkan aku!" Guo Ao Bai juga berkata, "aku berharap hidup ini bisa berharga, bila hanya hidup di dalam kesepian, lebih baik mati." Shi Tu ke 12 meminum tehnya. Dia melihat daun teh yang terapung di atas air tehnya, hijau, tipis, daun itu seperti sebuah perahu. Dia berkata, "aku merasa semua ini ada hubungannya dengan Chang Xiao Bang dan Wisma Shi Jian...."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba pintu didobrak oleh, seseorang yang berpakaian tidak rapi, dia masuk dan berteriak, "Ketua, Kakak, anak Yan dan anak Xin diculik." Segera Shi Tu ke 12 berdiri. Dia memapah Lu Yi Deng dengan perhatian, dia berkata, "Adik Keempat, apakah kau terluka? Apakah lukamu berat?" Dia ketua di sini, putra dan putrinya diculik. Dia belum bertanya dengan jelas dia malah menanyakan keadanan luka wakilnya, ini benar-benar sikap yang sangat baik. Terdengar Lu Yi Feng dengan suara keras berkata, "tadi aku mengantar anak Yan dan anak Xin ke Qing Feng Ge (nama rumah), tiba-tiba ada sesorang yang berbaju hitam. Dia mengeluarkan jurus sangat cepat seperti kilat dan menyerangku. Dia juga membacok 3 orang murid Wisma Shi Jian hingga terluka kemudian menculik anak Yan dan anak Xin. Waktu aku akan mengejar, dia memukulku dengan sebuah batu. Begitu aku menerima batu itu, dia sudah menghilang." Shi Tu ke 12 terdiam sebentar lalu bertanya, "apakah kau mengenali orang itu?" Jawab Lu Yi Feng, "tidak. Tapi dia mengatakan bahwa dia adalah Wo Shi Shui." Hati Shi Tu ke 12 bergetar dan berkata, "apa?" Lalu dia melihat ke arah Fang Zhen Mei. Dengan suara kecil Fang Zhen Mei bertanya, "apakah memang dia?" Shi Tu ke 12 bertanya kepada Lu Yi Feng lagi, "bagaimana keadaan murid-murid?" Dia tetap memperhatikan keadaan orang lain. Lu Yi Feng dengan terengah-engah menjawab, "semua sudah mati." Guo Ao Bai marah dan berkata, "mengapa Wo Shi Shui melakukan semua ini?" Lu Yi Feng mengeluarkan sebutir batu dan berkata, "di dalam
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

butiran batu ini ada sehelai kertas. Kakak, tulisan ini ditujukan untukmu." Shi Tu ke 12 menerima dan membuka kertas itu, tertulis:

"Ketua Shi Tu, Pedang Sakti Xue He, Shi Tu Qing Yan, dan Shi Tu Tian Xin, berada di tempatku dulu. Jika Tuan menginginkan pedang dan anak-anakmu, harap Ketua sendiri yang datang ke tempatku. Aku akan dengan senang hati menyambut kedatanganmu. Bila ada yang mengikutimu berarti kau sengaja mengajakku bertarung. Waktu itu juga pedang dan anak-anakmu akan kumusnahkan. Jangan mengatakan bahwa aku tidak mempunyai perasaan karena itu aku menasehati Kakak. Jangan langgar perjanjian malam ini supaya tidak menyesal di kemudian hari."
Yang tanda tangan adalah Zheng Bai Shui. Lu Yi Feng bertanya kepada Shi Tu 12, "Kakak, apa isi surat itu?" Shi Tu ke 12 melambaikan tangannya, dengan lesu dia berkata, "Adik Keempat, istirahatlah dulu. Biar aku yang mengurus masalah ini." Shi Tu ke 12 duduk di kursinya dan dia meminum tehnya. Fang Zhen Mei sudah membaca surat ini. Sekarang Guo Ao Bai sedang membacanya, begitu selesai membaca dia langsung menggebrak meja dan berkata, "mana boleh seperti itu, Zheng Bai Shui benarbenar hina! Malam ini aku akan mencari dia untuk membalas dendam!" Shi Tu ke 12 menarik nafas dan berkata, "jangan terbawa emosi." Dia membalikkan badan dan bertanya kepada Fang Zhen Mei, "Zheng Bai Shui mengaku secara terang-terangan bahwa dia mencuri Pedang Sakti Xue He, dia juga berani menyuruh orangnya masuk ke wismaku lalu menculik putra putriku, dia bermaksud memberikan sendiri undangannya. Bila dia bisa menyandera atau membunuhku, Wisma Shi Jian pasti tidak perlu bertarung lagi tapi semua ini berati kita kalah sebelum bertarung dulu. Dia terlalu menganggap enteng Wisma Shi Jian. Kecuali aku dan Bu Le, mereka sudah siap sehidup semati dengan Wisma Shi Jian. Dia mengundangku ke sana. Bila aku membawa orang dia pasti mengira
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

aku takut kepadanya, apalagi nyawa anak-anakku akan terancam. Bila aku tidak pergi, maka aku akan ditertawakan oleh semua orang. Nyawa anak Yan dan anak Xin tidak akan terjamin. Malam ini aku harus pergi ke Chang Xiao Bang. Walaupun Chang Xiao Bang adalah kandang harimau dan sarang naga, aku sudah siap. Aku berharap bila terjadi sesuatu padaku, aku mohon Tuan Fang melarang si hitam dan yang lainnya jangan mengorbankan nyawa dengan sia-sia dan jangan gegabah bergerak sendiri. Aku juga berharap Pendekar Muda Guo bisa membantu Bu Le, meminta keadilan di dunia persilatan ini." Kata Fang Zhen Mei, "Ketua, Anda jangan sendiri menghadapi keadaan yang berbahaya ini. Chang Xiao Bang hanya menentukan satu oiang yang boleh pergi ke sana. Tapi dia tidak menunjuk orang yang harus pergi. Aku bisa mewakili Ketua pergi ke Chang Xiao Bang." Kata Shi Tu ke 12 dengan singkat, "tidak! Ini adalah permasalahan Wisma Shi Jian. Harus orang-orang wisma sendiri yang melaksanakan semua ini. Kami sudah merepotkan kalian berdua. Kecuali aku, dalam perkumpulan Wisma Shi Jian ini sepertinya tidak ada orang yang bisa bersaing dengan Zheng Bai Shui karena itu aku yang harus pergi!" Segera Fang Zhen Mei berkata, "Ketua ada pepatah begini 'di dunia kita berteman, apa artinya teman? Dua orang teman diancam pisau, kita menganggap tidak apa-apa' apa artinya?" Shi Tu ke 12 berpikir, "Ini..." Kata Fang Zhen Mei, "Ketua tidak perlu banyak berpikir, kalau ketua memandang remeh kepadaku, aku segera pergi dari sini. Kelak akupun tidak akan menginjak Wisma Shi Jian lagi. Malam ini aku akan pergi ke Chang Xiao Bang, aku yang akan mewakilimu. Karena bila Wisma Shi Jian tidak ada ketua, dia tidak akan bisa apaapa, seperti naga yang tidak mempunyai kepala. Aku Fang Zhen Mei, tidak ada yang harus kupikirkan, pada saat bertarung dengan Zheng Bai Shui aku tidak ada beban apa pun!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu ke 12 tidak bisa menjawab, "ini...hai...." Tiba-tiba dia teringat sesuatu dan berkata, "Tuan Muda Fang, ilmu silatmu tinggi, kau adalah orang yang pantas pergi ke sana tapi Tuan Muda Fang, jangan lupa besok kau akan bertarung dengan Wo Shi Shui. Kalau tidak beristirahat dengan cukup, ini akan cukup menyulitkan." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "malam ini aku ingin mencari apakah Wo Shi Shui adalah orang yang berwajah dua? Kalau betul dia orang seperti itu, besok aku akan bertarung dengannya secara bebas. Kalau dia bukan orang seperti seperti itu, besok aku tidak bisa bertarung dengannya. Karena itu urusan pribadiku, aku pun harus pergi ke Chang Xiao Bang. Keahlian apa yang tidak dimiliki Fang Zhen Mei? Yang ada hanya keberanian. Jika Ketua menolak lagi, aku akan menganggap Ketua meremehkanku." Shi Tu ke 12 masih berpikir dan berkata, "ini tidak boleh...." Tiba-tiba Guo Ao Bai berkata, "menjaga keadilan, wajib dilakukan semua orang. Kalau Ketua terus menolak, ini benar-benar membuat orang marah. Jika ilmu silatku berada di atas Kakak Fang, aku juga akan mewakili Ketua pergi ke sana. Sekarang ilmu silatku hanya seperti ini, kalau aku yang pergi akan mencelakai putra putrimu dan juga akan mencelakai Kakak Fang. Aku mohon Ketua jangan raguragu lagi." Akhirnya Shi Tu ke 12 berkata, "baiklah. Aku berharap Tuan Muda beristirahat dulu. Sesudah makan malam, baru pergi ke Chang Xiao Bang. Bila malam ini kita bisa menepati janji kepada mereka, itu sudah cukup." Kata Fang Zhen Mei, "aku merasa hal ini sudah dekat dengan mata. Menolong orang seperti menolong api, lebih baik sekarang juga pergi." Shi Tu ke 12 tetap mempertahankan kata-katanya, "sekarang sudah siang, Tuan Muda pergi ke Chang Xiao Bang pun masih terlalu pagi. Aku akan menyiapkan sayur dan arak untukmu, supaya kau lebih berani menghadapi Chang Xiao Bang."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei melihat ke langit, akhirnya dia berkata, "Baiklah!" ---ooo0dw0ooo--BAB 8 Ketua Chang Xiao Bang Di Chang Xiao Bang. Dalam markas Chang Xiao Bang. Di halaman markas para pengawal sebaris demi sebaris menjaga Chang Xiao Bang, tetapi di dalam ruangan sangat sepi sepertinya tidak ada satu orang pun di sana. Tapi...tidak. Ada seseorang, ada satu orang. Orang ini mengenakan baju putih yang panjang, berdiri di tengah-tengah halaman. Matahari menyinari tubuhnya tampak seperti cahaya bulan. Sepertinya dia tidak takut kepada panasnya matahari, tapi dia pun menyukai gelap. Sinar matahari membuat bayangannya menjadi panjang. Orang ini meletakkan tangan di belakang badannya. Dia seperti memandang langit juga melihat bumi tapi juga seperti tidak melihat apa pun. Dia memandang semua yang ada di sekelilingnya. Misalnya ada seorang penjaga Chang Xiao Bang yang mengantuk sewaktu piket, hukumannya adalah jari kelingkingnya dipotong. Seperti sekarang di halaman tampak sebuah pohon tua yang tumbang kemudian ditanam sebuah pohon kecil di tempat itu. Dia sedang berpikir, Chang Xiao Bang sudah berkecimpung selama puluhan tahun di dunia persilatan dan selalu menepati apa yang dikatakan, termasuk terhadap orang-orangnya sendiri, dia harus sama kejam dan sama galaknya. Dengan begitu anak buahnya baru bisa takut dan tunduk kepadanya, seperti penjaga yang sudah dipotong jarinya jika sedang piket dia pasti tidak akan tertidur lagi. Orang lain juga tidak akan berani tidur sewaktu piket jaga.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sambil berpikir, dia merasa sangat senang. Dia membalikkan badan dan tertawa. Terlihatlah orang ini kurang lebih berumur 50 tahun, jenggot hitamnya panjang mencapai dada, sehelai kain terikat di kepalanya dan tertiup angin seperti bendera yang sedang berkibar. kemudian wajahnya dengan cepat berubah menjadi berat lagi karena dia teringat akan Wisma Shi Jian. Begitu teringat Wisma Shi Jian, hatinya menjadi tidak tenang. Sekarang di dunia persilatan, satu-satunya yang bisa melawan Chang Xiao Bang adalah Wisma Shi Jian dan Biao Feng Yun. Tapi Biao Feng Yun letaknya sangat jauh dari sini, mereka tidak merupakan ancaman bagi Chang Xiao Bang. Hanya Wisma Shi Jian yang letaknya berada di kota Chang An dan Shi Tu ke 12 adalah seorang yang berwibawa dan ternama di dunia persilatan, hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun Anggota Chang Xiao Bang semakin banyak tapi Wisma Shi Jian pun semakin kuat dan besar. Hal ini bisa mengancam posisi Chang Xiao Bang karena itu Wisma Shi Jian harus dimusnahkan, sesudah musnah Chang Xiao Bang baru bisa menguasai dunia persilatan. Orang ini berpikir terus, tiba-tiba dia berkata, "Qu Lei?" Tiba-tiba dari belakangnya datang seseorang. Dia seperti sebuah paku besar, terpaku di tanah dan memberi hormat, "aku menghadap Ketua!" Zheng Bai Shui tidak membalikkan badan tapi kedua alisnya mengerut kemudian berkata, "apakah tangan kirimu putus?" Dengan hormat Qu Lei menjawab, "betul!" Tapi dalam hati dia merasa kaget. Bagaimana ketua Zheng bisa mengetahui tangan kirinya putus meskipun dia berada di belakangnya. Tanya Zheng Bai Shui, "semua perbuatan siapa?" Dengan marah Qu Lei menjawab, "Fang Zhen Mei, Wo Shi Shui dan Guo Ao Bai." Tanya Zheng Bai Shui, "mereka mengeroyokmu seorang diri? Tidak mungkin." Jawab Ou Lei dengan marah, "bukan! Mereka bertiga tidak
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berjanji menyerang bersama-sama tetapi mereka sama-sama mengeluarkan serangan serentak. Guo Ao Bai mengalihkan perhatianku, Fang Zhen Mei mencengkram tanganku dan Wo Shi Shui satu kali mengeluarkan telapak...." Zheng Bai Shui segera membalikkan badan. Kedua matanya seperti mengeluarkan api. Walaupun Qu Lei sudah lama berkelana, melihat keadaan Ketua Zheng seperti itu dia merasa kaget. Terdengar Zheng Bai Shui bertanya, "apakah Wo Shi Shui juga berani melukaimu?" Qu Lei berkata, "Dia masih mengatakan kepada Feng Zhen Mei bahwa dia akan memusnahkan Chang Xiao Bang!" Sepertinya tulang-tulang Zheng Bai Shui berderak, kedua matanya mengeluarkan api kemarahan, tapi itu hanya sebentar, api itu sudah menghilang. Dia berkata lagi, "tidak apa-apa, orang seperti mereka pasti ingin menjadi pahlawan, mereka pasti tidak akan menepati janji. Besok dia akan bertarung dengan Fang Zhen Mei, pasti dia tidak akan kembali hidup-hidup." Qu Lei terpaku dan bertanya, "Ketua tahu dari mana bahwa Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui akan bertarung?" Zheng Bai Shui dengan santai berkata, "bagaiman dengan orang yang akan kau tangkap?" Qu Lei segera berkata, "aku harus mati untuk ini, karena...." Zheng Bai Shui tertawa dan berkata, "kau tidak perlu menjelaskannya lagi, aku sudah tahu semuanya. Putra putri Shi Tu ke 12 sudah berada dipenjara di Tie Xue Tang (nama tempat). Malam ini Shi Tu ke 12 dan Fang Zhen Mei akan datang mengantarkan kematian mereka!" Qu Lei merasa aneh, dia berkata, "Ketua, bukankah putra putri Shi Tu ke 12 baru diantar pulang oleh Fang Zhen Mei ke Wisma Shi Jian? Mengapa sekarang...." Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "kau kira Wisma Shi Jian adalah tempat paling aman bagi Shi Tu ke12?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Qu Lei baru mengerti dan tertawa, "ternyata ini semua karena dia. Kali ini jasanya sangat besar. Pak tua itu sungguh kasihan, dia masih tidak tahu." Tiba-tiba di luar ada suara yang berkata, "Fang Zhong Pin ingin bertemu dengan Ketua Bang!" Belum Zheng Bai Shui menjawab. Terlihat seorang berbaju putih melayang masuk. Begitu melihat Qu Lei, dia terkejut dan berkata, "Wakil ketua, tanganmu kenapa...." Qu Lei dengan cepat menjawab, "selama setahun aku terus membunuh burung, kali ini burung mematuk mataku, jangan katakan lagi!" Tiba-tiba Zheng Bai Shui bertanya, "selama beberapa hari ini, orang-orang yang datang dari Wisma Shi Jian dan Han Ying Bao sudah berhasil membunuh berapa orang Chang Xiao Bang?" Jawab Fang Zhong Pin, "menurut penyelidikan, Ma Er sudah membunuh ketua panji hijau, Sun Yu Tang, ketua panji putih, Zhao Kun, ketua panji merah Shen Si. Guo Ao Bai berhasil membunuh panji biru, Xiu Chao Yuan, ketua panji hitam, Xie An Zheng, dan ketua panji putih Ni Xiang Tian. Masih ada murid-murid Chang Xiao Bang sebanyak 70 orang lebih, murid panji putih pun ada yang mati dan terluka." Zheng Bai Shui berkata, "Musuh yang datang hanya satu tapi dia berhasil membunuh dan melukai banyak orang kita, apa tanggung jawabmu?" Fang Zhong Pin menunduk dan menjawab, "betul, aku harus mati. Kalau bukan karena Fang Zhen Mei yang datang menolong, Guo Ao Bai pasti sudah mati di tanganku." Zheng Bai Shui berkata, "bila bukan kau yang kalah di tangan Fang Zhen Mei, aku sudah menuruti peraturan Chang Xiao Bang yaitu menghukummu." Hati Fang Zhong Pin bergetar. Zheng Bai Shui berkata lagi kepada Qu Lei, "dalam radius ratusan kilometer dekat sini apakah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ada perkumpulan yang tidak menurut kepada kita? Dan apakah ada perkumpulan yang mendukung Wisma Shi Jian? Coba katakan!" Kata Qu Lei, "Mereka adalah Han Ying Bao, Han Bi Lou dan markas Biao Qing Yun." Kata Zheng Bai Shui, "teruskan!" Qu Lei berkata lagi, "di bagian timur adalah Han Ying Bao. Ketua Bao nya adalah Guo Tian Ding. Ilmu pedang Qi Chong Tian Jian Fa sudah sangat sempurna. Kemampuannya melebihi semua orang yang menguasai ilmu pedang ini. Setiap kali Wisma Shi Jian berada dalam kesulitan, Han Ying Bao -pasti akan membantu dengan sekuat tenaga. Setiap kali Han Yirig Bao berada dalam kesulitan, Wisma Shi Jian juga akan menyuruh orang untuk membantu mereka. Jika ingin memusnahkan Wisma Shi Jian, harus memusnahkan Han Ying Bao terlebih dahulu." Zheng Bai Shui dengan santai berkata, "baik." Kata Qu Lei lagi, "yang berada sebelah selatan adalah Han Bi Lou. Kelihatannya Han Bi Lou seperti rumah biasa, tapi kemampuannya sangat kuat. Yang mengurus rumah ini adalah Ou Yang Sao Yue. Dia seorang perempuan dan dia pun seorang pendekar perempuan. Dia melindungi semua pelacur lemah.. Dia adalah teman baik Shi Tu ke 12. walaupun mereka jarang saling berkunjung tapi mereka selalu saling mendukung. Kedua anak angkat putri Gong Sun Yue Lan dan Gon Sun Yu Lan, sangat cantik dan terpelajar. Walaupun dalam bidang sastra dan ilmu silat mereka sama-sama mahir, teman baik Gong Sun Yue Lan adalah Wo Shi Shui...." Setelah menceritakan ini, wajah Qu Lei tampak marah sekali. Kata Zheng Bai Shui, "teruskan!" Kata Qu Lei, "di sebelah utara adalah markas Biao Qing Yun. markas Biao Qing Yun adalah antara satu cabang dari merkas Biao Feng Yun. Cabang lainnya adalah markas Biao Fei Yun dan markas Biao Chi Yun. Kedua markas Biao ini sudah kita musnahkan, yang tersisa hanya markas Biao Qing Yun. Ketua Biao Yan Yi Ding,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dijuluki Jin Bian Wu Di (Pecut Emas Tidak Terkalahkan). Dia tinggal bersama dengan ketua Biao Fei Yun yang sudah kita hancurkan, dia bernama Xue Zheng Ying dijuluki Fei Yun Shi Ba Zhang (Pukulan 18 Telapak Awan Terbang). Dan anak satu-satunya yang tersisa dari ketua markas Biao Chi Yun adalah Jiang Qing Feng dijuluki Xue Hua Shen Jian (Pedang Sakti Bunga Es). Di antara mereka bertiga, Jiang Qing Feng memiliki ilmu silatnya yang paling tinggi. Bila ketiga orang itu bergabung, kekuatan Biao Qing Yun sangat sulit untuk dimusnahkan. Apalagi Yan Yi Ding dengan Shi Tu ke 12 berteman baik. Jika di wisma terjadi sesuatu maka markas Biao Qing Yun pasti akan datang untuk membantu. Kami sudah menghancurkan markas Biao Fei Yun dan markas Biao Chi Yun secara berturut-turut. Xue Zheng Yin dan Jiang Qing Feng sudah lama ingin berbalik menyerang Chang Xiao Bang, karena itu jika ingin menguasai Zhong Yuan (Tionggoan) harus memusnahkan markas Biao Qing Yun, Han Bi Lao, dan Han Ying Bao." Kata Zheng Bai Shui, "betul, sekarang adalah waktunya untuk menghancurkan mereka." Qu Lei dan Fang Zhong Pin bergetar. Zheng Bai Shui dengan dingin berkata, "kita sudah menyiapkan semua rencana ini sejak lama. Sekarang adalah waktunya untuk bergerak. Tiga tempat yang menghalangi rancana ini, harus dimusnahkan. Guo Ao Bai datang terlebih dulu membunuh orang-orang kita, sekarang kita akan menghancurkan sarangnya. Di Han Ying Bao, semua yang berada di sana harus dibunuh. Ayam dan anjing pun tidak boleh tertinggal. Wo Shi Shui sudah memutuskan tanganmu. Kau bunuh orang yang paling dia cintai, kita musnahkan Wisma Shi Jian dan bertarung dengan kantor Biao Feng Yun." Tiba-tiba Zheng Bai Shui tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Wo Shi Shui besok akan bertarung dengan Fang Zhen Mei, malam ini dia pasti berada di Han Bi Lao. Hari baru terang, dia pasti sudah berangkat. Kejadiannya akan berlangsung seperti itu. Qu Lei, sekarang kau bawa pasukan ke Han Ying Bao, bunuh semua orang di sana dan jangan tertinggal apa pun di sana. Fang Zhong Pin, kau
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bawa iorang musnahkan markas Biao Qing Yun. Kemudian kalian berdua, begitu Wo Shi Shui meninggalkan Han Bi Lao, kalian bergabung untuk musnahkan Han Bi Lao." Qu Lei, Fang Zhong Pin dengan senang hati menjawab, "kami menurut perintah Ketua!" Zheng Bai Shui tertawa panjang and berkata, "malam ini aku akan menunggu Shi Tu ke 12 atau Fang Zhen Mei, Wisma Shi Jian tidak bisa kehilangan mereka. Apalagi Shi Tu ke 12 tidak bisa kehilangan Fang Zhen Mei yang sudah seperti tangan kanannya. Siapa pun yang datang ke sini, bisa datang tapi tidak bisa pulang." Qu Lei dan Fang Zhong Pin bersama-sama berkata, "Chang Xiao Bang nomor satu di dunia persilatan dan akan menguasai dunia persilatan." Diiringi tawa Zheng Bai Shui, Qu Lei dan Fang Zhong Pin mundur dari hadapan Zheng Bai Shui. Begitu berhenti tertawa, Zheng Bai Shui bertanya kepada Ou Lei, "apakah tangan kirimu masih terasa sakit?" Qu Lei menjawab, "terima kasih atas perhatian Ketua. Asal ada musuh yang bisa kubunuh dan ada hal yang harus kukerjakan, aku pasti akan melupakan sakitnya!" Zheng Bai Shui tertawa dan berkata, "baiklah kalau begitu! Kau memang selalu kuat." Kemudian dengan sombong Zheng Bai Shui berkata, "dalam satu hari kita harus bisa menghancurkan Han Ying Bao, merusak Han Bi Lao, memusnahkan markas Biao Qing Yun, membunuh Wo Shi Shui, cingcang Fang Zhen Mei, memotong tangan Shi Tu ke 12, menghancurkan Wisma Shi Jian. Aku akan menguasai dunia persilatan dengan segera. Dan aku adalah pemimpin dunia ini. Ha...ha...ha...." Suaranya seperti setan yang keluar malam, bergaung hingga ke mana-mana. ---ooo0dw0ooo--BAB 9
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Datang ke Chang Xiao Bang Malam jam 12, bulan terang seperti air. pada malam hari dimusim semi semua tampak begitu indah. Tapi malam ini begitu sepi. Di markas Chang Xiao Bang yang megah, di atas atap sepi dan tidak terdengar suara apa pun. Kucing pun tidak ada apalagi penjaga. Tiba-tiba ada seseorang yang berbaju putih dengan tenang dan diam lewat di sana. Dia berlari, kemudian setelah menentukan arah dan posisi dia berhenti sejenak. Orang ini tak lain adalah Fang Zhen Mei. Dari sarang yang penuh macan dan naga, di atap markas Chang Xiao Bang dia melihat ke atas langit. Bulan terang seperti air. angin berhembus membuat awan bergerak, semua ini benar-benar indah. Dia melihat ke bawah, halaman sangat sepi dan sunyi. Fang Zhen Mei melihat ke atas langit. Dia menarik nafas dan berpikir ini adalah malam yang paling tidak menyenangkan. Tiba-tiba ada angin yang berasal dari suara senjata datang dan terdengar, "lihat pedangku.'*. Senjata itu sudah memecahkan angin menuju ke arahnya. Fang Zhen Mei membalikkan badan untuk melihat. Terlihat di bawah sinar bulan, pedang panjang yang dimainkan dengan lancar seperti air terjun, terus menyerang ke pundak kirinya. Ilmu pedang orang itu sangat bagus, cepat dan gerakannya pun bagus. Fang Zhen Mei menarik nafas. Di dunia persilatan, dia jarang melihat orang yang begitu bagus memainkan pedang. Orang itu kemudian menarik pedangnya tapi tidak bisa, malah dia ditarik oleh Fang Zhen Mei naik ke atas atap ternyata pedangnya telah di cengkram oleh lawannya. Sinar bulan seperti air, seperti air danau terus menyebar begitu lembut dan ringan. Fang Zhen Mei melihat di depannya ada seseorang yang memakai baju hitam dan memainkan pedang, dia adalah seorang perempuan yang cantik. Gadis itu dengan ringan naik ke atas atap. Wajahnya takut, kedua matanya seperti air, mengeluarkan sorot kaget. Kulit yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

putih seperti salju, bahkan lebih putih daripada salju. Tapi itu pun tidak bisa menyaingi salju karena di dalam putih yang seperti salju ada sedikit warna merah. Tangannya yang putih memegang pedang, karena terlalu kencang, tangannya tampak gemetar. Fang Zhen Mei menarik nafas, tangannya pun dilonggarkan. Dan gadis itu kemudian menarik pedangnya, hampir terjengkang ke belakang. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "apakah Anda adalah Nona Zheng?" Gadis itu sama sekali tidak ? menyangka orang yang berada di depannya akan bersikap sikapnya begitu ramah, tubuhnya sehat dan masih muda pula. Orang itu tersenyum melihat dia. Hatinya bergetar, wajahnya memerah. Segera dia pura-pura bersikap sinis dan berkata, "siapa dirimu yang berani bertanya?" Kata-kata ini membuktikan bahwa dia adalah Zheng Dan Feng. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "di Chang Xiao Bang tidak sembarangan orang boleh masuk? Nona begitu cantik, di dunia ini siapa yang tidak akan iri kepadamu? Kecantikan Nona tidak ada duanya di Chang Xiao Bang?" Kata-katanya begitu memuji kecantikan Zheng Dan Feng, menjadikan Zheng Dan Feng sangat senang mendengarnya tapi dia tetap berpura-pura sinis dan berkata, "kata-kata yang manis, kau adalah orang yang tidak tahu malu! Kau Shi Tu ke 12 atau Fang Zhen Mei?" "Menurutmu, aku siapa?" "Aku sengaja menunggu di sini, menunggu kedatangan kalian." Dengan aneh Fang Zhen Mei berkata, "Oh?" Kata Zheng Dan Feng lagi, "kau jangan turun, ayahku sudah memasang perangkap jala di bawah, kau bukan tandingan ayahku, cepat kembalilah! Kalau tidak, kau tidak akan mempunyai kesempatan lagi!" Kata Fang Zhen Mei sambil tertawa, "ilmu silat ayahmu tinggi begitu pula dengan cita-citanya, aku tidak berani bersaing dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

beliau tapi kali ini aku datang untuk menolong orang. Aku tidak memikirkan keselamatanku. Aku sudah tahu ayahmu memasang perangkap di sekitar sini. Apakah aku akan selamat itu sudah diatur oleh Tuhan!'' Zheng Dan Feng dengan marah berkata, "tidak bisa! Malam ini sengaja aku menunggu di sini untuk menunggu kedatangan Shi Tu ke 12 atau kau. Aku ingin kalian kembali, aku juga tahu bagaimana kelakuan ayah, semua orang membencinya. Aku pun tahu orangorang Wisma Shi Jian adalah orang yang menjaga kebenaran dan keadilan di dunia persilatan, karena itu aku tidak ingin kalian terbunuh dengan sia-sia di sini. Baiklah, silahkan kembali. Masalah putra putri Shi Tu ke 12, aku akan mencari cara menolong mereka. Sedangkan Pedang Sakti Xue He bisa kucuri. Aku akan mengembalikannya kepada kalian." Kata Fang Zhen Mei, "Nona Zheng, terima kasih atas kebaikanmu. Walaupun kau hidup di Chang Xiao Bang, tapi kau sangat mengetahui kebenaran, ini membuatku kagum. Tapi masalahnya kau tidak bisa membantu kami. Coba kau pikir, dengan ketelitian Ketua Zheng, apakah kau bisa menolong putra putri Shi Tu ke 12 lolos dari mata Ketua Zheng? Dengan kepintaran ayahmu menjaga Pedang Sakti Xue He, apakah kau sanggup mencurinya? Ketua Zheng tidak mempunyai perasaan, bila kau sudah berbuat hal yang dianggapnya salah, kau juga tidak akan luput dari kemarahan beliau. Apakah kau akan melakukan perbuatan yang sangat tidak berarti ini? Aku pikir bila dilakukan oleh orang lain seperti malah tidak akan ada beban dan malah lebih pantas." Kata-kata ini benar-benar masuk ke hati Zheng Dan Feng. Membuat Zheng Dan Feng ingin menangis. Dia berkata, "aku tidak mau tahu,', apakah ayah berani membunuhku? Dia berlatih ilmu silat hingga hampir menjadi gila, dia ingin menguasai dunia persilatan. Ibuku yang memberi nasehati pun sudah tidak didengar. Suatu kali ibuku berpura-pura menjadi pembunuh, tidak disangka dia selalu bersikap waspada dan ibuku pun akhirnya terbunuh. Sejak itu ayah memang merasa menyesal, tapi hatinya tetap ingin
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menguasai dunia persilatan, dan tidak berkurang sedikitpun. Ayahku memang baik kepadaku, apa pun keinginanku pasti dia akan mengabulkannya. Apakah dia akan tega membunuhku? Sedang aku adalah putrinya!" Fang Zhen Mei menarik nafas. Dalam angin malam itu dengan suara yang kecil dia berkata, "karena kau adalah putrinya, kami malah lebih tidak ingin bila kau sampai bermusuhan dengan ayahmu. Keruwetan yang terjadi di dunia persilatan mana boleh mengganggu hubungan antara anak dan ayah? Demi kebenaran membasmi erang yang ada hubungannya dengan kita adalah sangat dipuji. Tapi jika orang yang berada di sisi masih sanggup, untuk apa harus membunuh orang yang memiliki hubungan darah? Aku pikir bila ada Ketua Shi Tu ke 12 di sini, dia pasti akan mengambil keputusan sama seperti keputusanku." Akhirnya Zheng Dan Feng menangis. Angin malam yang dingin, badannya gemetar, punggungnya menghadap ke arah Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei tampak ragu tapi dia tetap berjalan ke arah Zheng Dan Feng dan berkata, "Nona Dan Feng, putra putri Shi Tu ke 12 berada di penjara mana? Apakah aku boleh mengetahuinya?" Zheng Dan Feng terus menangis. Setelah lama dia baru berhenti menangis dan berkata, "mereka berada di sebelah timur, melewati kolam, melewati jembatan kecil. Ada 7 rumah kecil yang letaknya paling ujung adalah Tie Xue Tang. Ayah memenjarakan mereka di sana. Sepertinya Pedang Sakti Xue He pun berada di sana." "Terima kasih untuk informasinya." Kemudian dia menepuk pundak Zheng Dan Feng dan berkata, "jaga dirimu." Dia sudah melayang ke arah timur. Zheng Dan Feng membalikkan kepala. Di bawah sinar bulan, mata yang dipenuhi dengan air mata, membuatnya bertambah cantik. Dengan suara gemetar dia berkata, "Tuan Muda, jaga dirimu!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi Fang Zhen Mei sudah menghilang. ---ooo0dw0ooo--BAB 10 Han Ying Bao Bulan masih sama, malam musim semi pun sama dengan malam yang lainnya. Tapi ada tempat yang tidak sama dan terlihat penuh dengan hawa pembunuhan. Bulan masih terlihat di antara gunung seperti berwarna hijau muda. Awan pun ikut menjadi hijau, membuat perasaan membunuh yang tebal. Gunung yang satu menyambung dengan gunung yang lain. Puncak gunung diliputi oleh salju berwarna putih. Walaupun sekarang sudah memasuki musim semi tapi salju di Ying Zhao Yan (nama tempat) selama 4 musim berturut-turut tidak pernah mencair. Batu yang berbentuk aneh tergeletak di mana-mana. Di Ying Zhao Yan (Batu Elang Ketakutan) bila tidak berhati-hati akan terjatuh ke dalam jurang yang curam. Orang-orang yang lewat di sana merasa khawatir, begitu pun dengan elang. Tapi dengan ilmu pedang Qi Chong Tian Jian Fa yang menggegerkan dunia persilatan, Han Ying Bao berkedudukan di sana. Beberapa tahun ini banyak perkumpulan jahat yang ingin menyerang Han Ying Bao, tetapi karena tempat itu berbahaya, letaknya berada di tengah-tengah gunung. Yang bisa mencapai ke sana pun belum tentu bisa melawan orang-orang Han Ying Bao. Ketua Han Ying Bao, Guo Tian Ding bersifat gampang marah dan keras. Sekarang dia sedang berpikir, semakin dipikir dia merasa semakin senang. Han Ying Bao sudah berdiri selama 25 tahun, perkumpulan ini sudah memiliki dasar. Qi Chong Tian Jian Fa ( Jurus Tujuh Cara Pedang Terbang )sudah dia latih dengan sempurna dan dia telah menciptakan lagi 2 jurus Chong Jian Fa, karena itu jurus andalannya berubah menjadi Jiu Chong Tian Jian Fa (Jurus Sembilan Cara Pedang Langit), bagaimanapun musuh yang datang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pasti bisa dikalahkannya. Putranya yang bernama Guo Ao Bai tidak mengecewakannya. Di dalam perkumpulan Han Ying Bao yang berjumlah 317 orang, tua atau muda semua bisa ilmu silat. Tapi yang menguasai Qi Chong Tian Jian Fa hanya Guo Ao Bai saja. Kelihatannya Guo Ao Bai pun akan segera menguasai Jiu Chong Tian Jian Fa dengan cepat. Guo Tian Ding merasa walaupun dia sudah tua tapi Guo Ao Bai tidak pernah mengecewakan dia, hal ini membuatnya tidak merasa bersalah kepada ibu Guo Ao Bai yang sudah meninggal. Dia mengingat umurnya yang sudah lewat setengah abad. Istrinya sudah meninggal terlebih dulu, mungkin dalam waktu dekat dia juga harus mengundurkan diri dari dunia persilatan dan memulai hidup tenang selama beberapa tahun di dunia ini. Sebenarnya Guo Tian Ding adalah orang yang mempunyai citacita tinggi tapi selama beberapa tahun ini dia sudah berniat untuk mengundurkan diri dari dunia persilatan, dia sendiri pun tidak bisa menjelaskan alasannya. Yang paling membuatnya senang adalah selama puluhan tahun berkelana di dunia persilatan, dia sudah memiliki nama dan juga mempunyai teman seperti Shi Tu ke 12, dan yang lainnya. Hidup ini tidak sia-sia, tiba-tiba dia teringat kepada anak yang keras kepala dan pintar itu. Sedang apa dia di Wisma Shi Jian? Merpati pos yang datang dari Wisma Shi Jian mengabarkan bahwa saat ini masalah yang menyulitkan sedang terjadi di sana, apakah Guo Ao Bai bisa membantu mereka memecahkan masalah itu? Walau bagaimana pun dia berharap dengan kepergian Guo Ao Bai ke sana sambil melihat-lihat bagaimana keadaan dunia luar, apalagi ada Shi Tu ke 12, teman lamanya ini tidak akan merugikan anaknya, dia sangat mempercayai Shi Tu ke 12. Malah dia merasa malu, karena kabar yang dibawa oleh merpati pos, Shi Tu ke 12 berharap dia sendiri yang datang ke Wisma Shi Jian, tapi dia malah menyuruh anaknya turun gunung, semua ini dia lakukan karena dia menginginkan Guo Ao Bai banyak melihat keadaan luar dan menambah pengalamannya, tetapi setelah dipikir-pikir kembali, dia sungguh egois. Dia merasa malu kepada
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

teman lamanya. Tapi dia berusaha menenangkan dirinya, karena selama beberapa tahun ini, Chang Xiao Bang benar-benar telah berbuat kurang aajar, hal yang disampaikan oleh merpati pos pasti menyangkut tentang Chang Xiao Bang. Guo Tian Ding yakin Wisma Shi Jian pasti bisa menahan serangan Chang Xiao Bang karena di dalam pikiran Guo Tian Ding, Chang Xiao Bang adalah sebuah perkumpulan sesat dan juga rapuh, dengan mudah Wisma Shi Jian bisa mengalahkan mereka, Guo Tian Ding menganggap Shi Tu ke 12 terlalu membesar-besarkan masalah sehingga memusingkan dirinya. Chang Xiao Bang tidak sehebat yang dibicarakan oleh orang. Perkumpulan yang menjadi besar dan telah berdiri lama, dia sendiri melihat semua, melihat perkumpulan seperti itu berdiri dan juga musnah. Pada akhinya yang jahat tetap tidak bisa mengalahkan yang benar. Chang Xiao Bang hanya satu dari sekian banyak perkumpulan. Apalagi beberapa puluhan tahun lalu dia pernah berlatih cakar harimau. Karena selama musim semi dia kedinginan maka penyakit rematiknya pun kambuh lagi. Dia tidak bisa meninggalkan Han Ying Bao, maka dia tidak bisa pergi ke Wisma Shi Jian. Karena dia merasa banyak alasan yang membuatnya tersenyum. Tangan kirinya memegang alat untuk merokok. Tangan kanan memegang 2 lempengan besi. Dengan tenang dan nyaman dia berbaring. Dari asap rokok yang mengepul, dia seperti melihat kehidupannya yang dulu, seperti yang baru saja lewat. "Lapor Ketua!'' Tiba-tiba ada suara yang membuatnya terbangun dari lamunannya. Dengan cepat dia berdiri, ternyata ada murid Han Ying Bao yang melapor. Guo Tian Ding segera memarahi dirinya sendiri mengapa dia sangat terkejut. Dia bertanya, "ada apa?" "Lapor Ketua, di kaki gunung datang 3 orang yang meminta ingin bertemu dengan Ketua!" "Siapa mereka?" "Wakil ketua Chang Xiao Bang, Qu Lei, ketua panji hitam dan Ye
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Chang Zhou." Guo Tian Ding tertawa dingin, "ada apa mereka datang kemari? Apakah mereka pantas bertemu dengan Guo Tian Ding?" "Lapor Ketua. Mereka mengatakan bahwa ketua harus menemui mereka!" "Apa?!" "Karena mereka bertiga membawa satu orang lagi." "Siapa orang itu?" "Kata yang marga Qu, orang itu adalah...adalah Tuan Muda Guo." "Apa?!" "Mereka berkata seperti itu." "Apakah kau melihat sendiri bahwa orang itu adalah Tuan Muda? "Tidak, aku tidak bisa melihatnya! Kepalanya ditutup, tangannya pun diikat di belakang, sepertinya dia ditotok." "Mengapa Shi Tu ke 12 membiarkan mereka menangkap anak Bai?" Guo Tian Ding merasa aneh, tapi dia sangat menyayangi anaknya, membuat dia tergesa-gesa bergerak. Segera dia memerintahkan anak buahnya itu, "suruh mereka masuk!" Mereka berempat seperti ikan yang berenang masuk ke dalam ruangan, dengan cepat mereka berdiri di hadapan Guo Tian Ding. Bila mereka ingin menyerang ke Han Ying Bao sepertinya masuk ke gunung Ying Zhou Yan pun akan mendapat kesulitan. Tapi karena ada perintah dari atasan, maka mereka berempat dalam waktu singkat sudah berada di markas Han Ying Bao dan berada di tengah-tengah ruangan itu. Guo Tian Ding sangat mengkhawatirkan keadaan putranya, dia melihat putranya ditutup oleh kain hitam. Kedua tangannya diikat di belakang, dia pun ditotok. Hatinya terasa sakit melihat keadaan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

putranya, dia marah dan berkata, "kalian apakan putraku?" Dengan dingin kejahatan!" Qu Lei berkata, "putramu telah berbuat

Guo Tian Ding menenangkan hatinya dan bertanya, "dia telah melakukan kejahatan apa?" Jawab Qu Lei, "putramu mengumpulkan murid-murid Wisma Shi Jian kemudian menyerang Chang Xiao Bang dan membunuh muridmurid Chang Xiao Bang 60-70 orang. Ketua Ni, Ketua Xie dan Xiu pun dibunuh oleh anakmu. Ketua Guo, bagaimana kau bertanggung jawab terhadap semua ini?" Sebenarnya Guo Tian Ding ingin marah, tapi melihat putranya berada di tangan mereka, terpaksa dia menahan diri dan berkata, "aku sudah mendengar hal ini, aku akan menghukum dia sesuai dengan aturan dunia persilatan!" Kata Qu Lei dengan dingin, "putramu berhasil ditangkap oleh kami tapi kami tidak segera membunuhnya karena kami masih melihat muka Ketua Guo. Sekarang kami mengembalikan putramu tapi Ketua Guo, kau juga harus membayar semua ini kepada Chang Xiao Bang, kami minta keadilan." Dengan tegas Guo Tian Ding menjawab, "baiklah." Qu Lei berkata kepada Wan Man Tang, "kita ada jaminan darikata-kata Ketua Guo, kita bisa melepaskan orang ini!" Jawab Wan Man Tang, "baik!" Dia membuka totok nadi Guo Ao Bai dan mendorong Guo Ao Bai ke arah Guo Tian Ding dan berkata, "sana!" Guo Tian Ding melihat Wan Man Tang membuka totok nadi Guo Ao Bai, tapi Guo Ao Bai tidak langsung menyerang mereka, ini bukan sifat asli Guo Ao Bai. Dia merasa sedikit ragu, tapi dia segera berpikir mungkin Guo Ao Bai mengalami kesulitan dan tidak bisa melawan mereka. Pada waktu itu karena didorong Guo Ao Bai, dia berjalan dengan sempoyongan rriendekat ayahnya. Tangan kanan Guo Tian Ding memegang alat pengisap rokok, sedangkan tangan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kirinya sedang memegang lempengan besi. Dia mendengar Guo Ao Bai berteriak, "ayah!" Panggilan ini membuat hati Guo Tian Ding seperti diiris pisau. Ini adalah panggilan dari putranya. Guo Ao Bai jatuh ke tangan Chang Xiao Bang, dia pasti mengalami banyak kesulitan. Karena dia sendiri yang menyuruh Guo Ao Bai turun gunung maka bisa terjadi hal seperti itu. Guo Tian Ding dengan tangan kanannya berusaha memapah Guo Ao Bai. Dia ingin menghibur Guo Ao Bai tapi orang yang tangannya diikat di belakang itu sudah terbuka ikatannya. Guo Tian Ding terkejut ternyata orang itu hanya memiliki telapak dan tidak memiliki jari. Jari itu terpotong bukan karena dipotong oleh senjata tapi karena berlatih ilmu silat. Ini bukan telapak Guo Ao Bai! Guo. Tian Ding terkejut, tapi dia sudah tidak sempat bereaksi, orang itu sudah mendekat. Dia mengeluarkan serangannya. Kedua tangannya sudah menusuk dan mengarah ke tulang rusuk Guo Tian Ding juga memotong suara Guo Tian Ding yang dengan penuh perasaan memanggil putranya, "anak Bai...." Orang itu berhasil membunuh Guo Tian Ding dan terlihat kedua matanya melotot, dia segera menarik tangannya dan mundur ke belakang Qu Lei. Dia tertawa dan membuka tutup kepalanya. Dia adalah seorang pemuda yang mirip dengan Guo Ao Bai. Dengan bangga dia berkata, "Pak Tua, lihat siapa aku? Aku adalah ketua panji kuning, Zhan Yu Chan." Begitu Guo Tian Ding melihat dengan jelas, dia segera mundur dan terjatuh di dekat meja makan, membuat benda-benda yang berada di meja jatuh berantakan. Dengan dingin Qu Lei berkata, "ini adalah hadiah besar yang diberikan oleh Chang Xiao Bang kepadamu. Kami tahu kau sangat mahir ilmu pedang dan mempunyai sepasang lempengan besi. Jika dilepaskan 100% pasti akan mengenai sasaran. Tidak ada orang yang bisa mendekatimu. Kau pun memiliki ilmu sakti Tempurung Kura-Kura, sehingga senjata pun tidak bisa menusukmu. Tapi ketua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

panji kuning Zhan Yu Zhan berlatih ilmu Telapak Tanpa Jari merupakan jurus telapak tangan beracun. Jarinya sendiri pun hampir putus semua. Pak Tua Guo, sekarang kau sudah terkena racun Telapak Tanpa Jari, apa yang ingin kau katakan?" Semua anggota Han Ying Bao dengan marah menyerang Qu Lei dan si Telapak Tanpa Jari, Zhan Yu Chan. Tiba-tiba terlihat api menyala di mana-mana dan secara beruntun meledak di Han Ying Bao. Wan Man Tang sambil melemparkan senjata rahasia dia tertawa sinis dan berkata, "baiklah, kalian bisa melihat kelihaian obat peledakku!" Hanya dalam waktu singkat orang-orang yang berada di dalam ruangan banyak yang mati dan terluka. Tapi mereka yang belum mati tetap maju dan menyerang mereka. Zhan Yu Chan dan Wan Man Tang secara bersama-sama keluar dari ruangan, terdengar suara orang yang sedang bertarung. Guo Tian Ding tergeletak dilantai, tempat untuk membakar dupa terjatuh dari atas meja. Asap dupa menyengat mata. Asap obat peledak di mana-mana. Dalam asap yang berubah-ubah itu, dia seperti melihat dirinya di masa lampau, seperti sangat dekat, dan bisa dipegang oleh tangan, sepertinya anak kesayangannya, Guo Ao Bai sedang berjalan ke arahnya. Tapi dia, dimana putranya sekarang? Guo Tian Ding berteriak dengan suara keras dan berdiri. Tapi dia merasa langit seperti berputar dan dia hampir terjatuh. Terdengar Ye Chang Zhou tertawa dan berkata, "Pak Tua, aku akan membantumu kau supaya cepat mati!" Jarinya berubah seperti kaitan, dia siap mencakar kepala Guo Tian Ding. Tiba-tiba Guo Tian Ding melambaikan tangan, dengan alat pengisap rokok dia memukul wajah Ye Chang Zhou. Ye Chang Zhou terkejut. Dengan cepat dia menundukan badannya dan pada saat yang tepat dia bisa menghindar. Tapi dia tidak melihat pada waktu itu pula 2 lempengan besi sudah dilempar oleh Guo Tian Ding. Begitu Ye Chang Zhou tahii gerakan Guo Tian Ding, dia segera menghindar. Lempengan besi itu tidak mengenai sasaran dan saling beradu. Tapi lempengan sudah besi dilempar kembali oleh Guo Tian
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Ding ke kiri dan kanan kepala Ye Chang Zhou, dan tidak bisa dihindarinya lagi. Ye Chang Zhou pun mati. Guo Tian Ding berdiri dan mulai mencabut pedangnya. Qu Lei mendekati Guo Tian Ding dan berniat memukul. Pukulan pertama berhasil menghancurkan tulang bahu Guo Tian Ding, pukulan kedua mengenai kepala Guo Tian Ding hingga hancur seketika. Pukulan ketiga membuat tubuh Guo Tian Ding melayang dan menancap ke tembok. Mata Guo Tian Ding tampak melotot, sampai mati pun matanya tidak terpejam. Qu Lei tertawa dingin dan berkata, "Ketua Wan, keluarkan peluru api, supaya murid-murid Chang Xiao Bang tahu bahwa kita akan secara bersama-sama menyerang Han Ying Bao dari dalam dan luar. Bunuh semua orang, bahkan ayam dan anjing pun tidak terkecuali. Wan Man Tang tertawa dengan senang dan menjawab, "aku menuruti perintah!" ---ooo0dw0ooo--Tie Xue Tang, (Ruang Besi Berdarah) ketiga huruf ini seperti darah yang melayang di atas papan itu. Di bumi tidak ada suara, bulan pun terdiam. Tiba-tiba terdengar suara seruling. Di atas atap ruang Tie Xue Tang ada seseorang yang sedang meniup seruling, walaupun suara seruling itu kecil tapi dalam jarak 2.5 kilometer, terdengar dengan jelas. Orang itu duduk di atas atap, berbaju putih. Seusai meniup satu lagu, dia membaca puisi : Tanah seluas ribuan hektar sepi seperti ini. Tapi bila tiba-tiba ada gelombang datang, akan ada yang keluar untuk merebut kemenangan. Kemudian dia berjalan-jalan di
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

bubungan atap ruangan Tie Xue Tang. Di dalam atau di luar markas Chang Xiao Bang sepi seperti tempat mati. Tidak ada orang yang terbangun untuk melihat-lihat, akhirnya Fang Zhen Mei sambil berjalan dia tertawa dan berkata, "teman-teman, kalian sudah tahu aku datang, mengapa masih harus bersembunyi?" Begitu mengucapkan kata-kata itu, tetap tidak ada orang yang keluar. Di sudut-sudut ruangan Tie Xue Tang terlihat banyak bayangan yang bergerak. Kata Fang Zhen Mei, "bila kalian tetap tidak mau keluar, aku akan turun.'' Terdengar ada yang menjawab, "aku sudah menunggu kedatangan Tuan Muda. Tuan Muda hanya datang sendiri dan membaca puisi di atas bubungan atap, tidak masuk ke ruangan menjadi tamu, apakah merasa takut?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "apakah di ruangan sana ada arak? Tidak ada orang tidak menjadi jaminan, tidak ada arak bagaimana bisa menjamu tamu?" Orang itu tertawa dan berkata, "arak ada, pedang pun juga ada." Tanya Fang Zhen Mei, "apakah itu adalah Pedang Sakti Xue He?" Orang itu menjawab, "masih ada Shi Tu Qing Yan." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "semua ini adalah kemauanku. Walaupun ada gunung, pisau, dan wadah berisi minyak mendidih, sepertinya aku tetap harus turun." Selesai bicara, dia sudah berada di tengah-tengah Tie Xue Tang. Ruang yang berada tengah-tengah Tie Xue Tang, memiliki dinding yang bukan terbuat dari batu melainkan dari besi. Ruangan itu berbentuk persegi empat, sangat luas, tapi di dalamnya tidak ada satu benda pun. Di bagian depan ada 2 orang, kaki dan tangan mereka orang diborgol. Dengan sorot mata yang sangat dikasihani terus melihat dia. Karena sudah ditotok mereka tidak bisa bersuara. Mereka adalah Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin. Di dalam ruangan itu berdiri seseorang mengenakan baju
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berwarna merah; Tidak, sebenarnya orang ini memakai baju panjang berwarna putih, tapi terlihat ada semu kemerahan, ini disebabkan karena pedangnya berwarna merah. Pedang yang tergantung di pinggangnya adalah sebuah pedang pendek, pedang berwarna merah, membuat hati orang yang melihatnya merasa tidak enak. Orang itu tertawa dengan tenang, jenggotnya yang panjang, membuat dia terlihat lebih luwes lagi. Pembawaan penuh dengan wibawa, membuat orang-orang yang melihatnya tidak berani melihat langsung kepadanya. Terdengar orang ini tertawa dan berkata, "apakah yang datang ini adalah orang terkenal di dunia persilatan, Fang Zhen Mei?" Jawab Fang Zhen Mei dengan tertawa, "betul. Hari ini aku bisa bertemu dengan ketua Chang Xiao Bang yang terkenal merupakan suatu kebanggaan." Kata Zheng Bai Shui dengan serius, "Tuan Muda Feng, aku mendirikan Chang Xiao Bang sampai saat ini, sekarang perkumpulanku maju pesat, kau pasti sudah melihatnya aku tidak perlu banyak bicara lagi. Hanya saja Chang Xiao Bang sangat membutuhkan orang seperti Tuan Muda Fang. Bila Tuan Muda Fang ingin masuk menjadi anggota Chang Xiao Bang, kecuali harus menuruti tujuh peraturan perkumpulan kami, yang lainnya tidak perlu dan aku akan memberikan kedudukan ketua kepadamu, posisimu berada di bawah wakil ketua Bang. Apakah Tuan Muda berminat? Perlu diketahui walaupun kita menolong yang lemah dan membasmi kejahatan, kita akan mendapatkan nama baik. Tapi kehidupan hanya berlangsung sebentar dan akan lewat begitu saja. Nama hanyalah sekedar nama, bila kau membela orang lain demi nama, bagaimana bila kau terbunuh? Lebih baik selagi kau masih muda, buatlah masa depan yang lebih berkilau, menguasai dunia hingga terkenal ke mana-mana, bukankah itu lebih baik? Tuan Muda harus memikirkannya lebih seius."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei dengan sangat serius berkata, "ini adalah pujian dari Ketua. Sebenarnya orang berbakat seperti ikan yang berada di dalam sungai, sangat banyak. Ketua sayang kepadaku, tapi aku tidak bisa melakukan kehendak Ketua, aku tidak berani menerima ajakan Ketua. Sifatku tidak bisa diam di suatu tempat dan selalu berkelana. Aku tidak ingin menjadi terkenal. Seperti yang Ketua katakan, orang hidup di dunia hanya beberapa puluh tahun, hanya dalam sekejap sudah lewat. Kalau begitu mengapa tidak mengambil kesempatan ini, bukan karena nama, bukan juga karena jasa, tapi karena untuk orang-orang yang berada di dunia ini, kita melakukan hal yang lebih berarti? Bila kita sudah melakukan hal seperti itu kita baru bisa mengatakan, aku pernah hidup di dunia ini, bila tidak mau tahu hidup atau mati karena orang lain, semua hanya untuk mencari nama dan mengambil usaha orang lain. Aku adalah orang kecil di dunia persilatan, aku selalu merasa kekurangan. Ketua adalah tetua di dunia persilatan pasti lebih mengerti hal ini dibandingkan denganku." Kata-kata ini membuat Zheng Bai Shui tidak bisa menjawab. Dengan tertawa dingin dia tertawa, "mulut Tuan Muda sangat tajam!" Kata Fang Zhen Mei, "lebih baik tangan kita yang keras dari pada mulut kita yang tajam. Tangan Ketua Zheng sudah menguasai hidup dan mati dunia persilatan!" Zheng Bai Shui tertawa dan bertanya, "apa maksudmu?" Fang Zhen Mei tertawa dan menjawab, "bila Ketua mau mengembalikan pedang yang sekarang terselip di pinggang Ketua kepada Wisma Shi Jian. Bencana selama ratusan tahun yang belum pernah terjadi akan segera berubah kering menjadi kain sutra." Wajah Zheng Bai Shui berubah dari putih menjadi hijau. Ketahuilah kata-kata ini sangat membuat Zheng Bai Shui marah. Setelah lama dia baru berkata, "apakah Tuan Muda menganggap bahwa aku adalah anak yang berumur 3 tahun?" Kata Fang Zhen Mei, "Ketua terlalu berat mengatakan semua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

itu!" Zheng Bai Shui dengan dingin berkata, "bila Tuan Muda tidak segera sadar dan masih berani menginginkan pedang yang berada di pinggangku, terimalah Chang Xiao Ji (pukulan ]ku." Jawab Fang Zhen Mei, "baiklah, Chang Xiao Ji yang Ketua miliki tidak pernah ada orang yang bisa menerima hingga jurus keempat. Aku Fang Zhen Mei, merasa beruntung mendapat kesempatan kepada Ketua mencoba pukulan ini. Walaupun nanti aku mati, aku akan merasa sangat beruntung. Pedang sakti Xue He akan kembali ke pemilik asalnya, aku Fang Zhen Mei sampai mati pun tidak akan merasa menyesal.'' Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "kalau begitu kau sudah siap menerima serangan?" Dengan serius Fang Zhen Mei berkata, "walaupun ini seperti seekor belalang yang mencoba menahan kereta yang lewat, tapi tetap harus dicoba." Zheng Bai Shui menatap Fang Zhen Mei, matanya mengeluarkan hawa membunuh. Tiba-tiba terdengar suara perempuan, dengan suara lantang dan panjang, dia menyerang Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei dengan tenang menjepit pedang yang menyerang ke arahnya, dengan menggunakan 2 jari. Ternyata yang menyerangnya adalah Zheng Dan Feng. Dengan cepat Zheng Dan Feng berkata, "cepat totok aku, dan tukar dengan pedang!" Tangan kiri Fang Zhen Mei bergerak, dia sudah memegang tangan kanan Zheng Dan Feng dan berkata, "tidak, itu terlalu berbahaya!" kata-katanya belum habis, lengan baju Zheng Bai Shui sudah dilambaikan, seperti ada angin besar yang menyerangnya. Fang Zhen Mei tidak bisa berkata apa-apa lagi, terpaksa dia menggendong Zheng Dan Feng untuk menghindar. Terdengar suara gemuruh, ruangan itu bergetar dan berbunyi. Benar-benar tenaga dalam Zheng Bai Shui begitu dasyat hingga mengejutkan orang.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Satu kali serangan Zheng Bai Shui tidak mengenai sasaran, dia sudah bersiap-siap akan menyerang lagi. Tiba-tiba Zheng Dan Feng berteriak, "Ayah, dia menyanderaku, jangan menyerang lagi!" Ada pepatah yang mengatakan : harimau galak pun tidak akan tega melukai anaknya. Begitu Zheng Bai Shui mendengar teriakan Zheng Dan Feng, dia menarik nafas dan berhenti menyerang. Dia berkata, "Dan Feng, mengapa kau begitu bodoh? Mana bisa kau melawannya?" Kemudian Zheng Bai Shui berkata, Tuan Muda Fang, tidak kusangka, kau pun menggunakan jurus ini. Baiklah, aku akan mengembalikan pedang ini kepadamu, kembalikan putriku." Fang Zhen Mei segera melepaskan tangannya dan berkata, "Nona Zheng, silakan kembali ke tempatmu." Kata Fang Zhen Mei, "sekarang aku sudah mengembalikan Nona Zheng, harap kembalikan pedang kepadaku." Dengan suara berat Zheng Bai Shui berkata, "aku memang sudah berjanji, aku pasti akan mengembalikannya padamu." Belum selesai dia berkata, pedang yang diselipkan di pinggangnya sudah melayang keluar, seperti pelangi merah yang terus mengarah kepada Fang Zhen Mei. Dengan tenang Fang Zhen Mei menyambut pedang ini. Pelangi merah segera padam. Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "pedang ini bisa membelah borgol tangan Shi Tu bersaudara. Bila kau bisa memutuskan borgol di depanku, aku akan membiarkan kalian bertiga keluar hidup-hidup dari Chang Xiao Bang." Kata Fang Zhen Mei tertawa, "maaf, aku sudah melampaui permintaanku." Tiba-tiba dia sudah terbang ke dinding besi yang berada di sebelah kiri. Zheng Bai Shui terpaku karena di sebelah kirinya tidak ada orang. Dengan cepat Fang Zhen Mei tiba di dinding itu. Tiba-tiba dia mengikuti dinding terus naik hingga ke atas, kemudian dia meluncur ke tempat Shi Tu Qing Yan. Zheng Bai Shui pernah mendengar ilmu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Cecak Bermain di Dmding, tidak menyangka ada ofang bisa berlatih ilmu seperti itu dengan begitu bagus. Dia marah dan dengan cepat terbang menyusulnya Fang Zhen Mei. Zheng Bai Shui baru saja bergerak, Fang Zhen Mei tiba-tiba sudah turun dan secepat seperti kilat sudah terbang ke arah Shi Tu Qing Yang. Segera Zheng Bai Shui menyusul, tapi Fang Zhen Mei seperti segumpal awan putih melayang keluar. Zheng Bai Shui menyerang kembali dengan telapaknya. Tenaga telapaknya hanya setengah meter di belakang Fang Zhen Mei, dari arah pintu ruangan sampai ke dinding seberang, telapak Zheng Bai Shui setengah meter berada di belakang Fang Zhen Mei. Tapi Fang Zhen Mei tetap berada di depan. Dia meloncat ke arah Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin. Dalam waktu yang sangat singkat pedangnya sudah menggores. Pedang dikeluarkan dengan terburu-buru, sangat tepat dan cepat. Sebuah pedang memutuskan 2 pasang borgol. Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin berhasil dibebaskan dari borgolnya. Dalam waktu singkat Fang Zhen Mei melihat sorot mata Shi Tu Tian Xin dan Shi Tu Qing Yan. Mereka tidak bisa bicara, tapi sorot matanya begitu ketakutan, sedikit pun mereka tidak terlihat senang karena bisa terlepas dari bahaya. Hati Fang Zhen Mei terasa berat, tapi keadaan tidak mengijinkan dia berpikir banyak. Begitu pedang sudah berada di tangan, dengan cepat dia memanjat naik ke dinding besi, dia tidak bisa berhenti karena telapak Zheng Bai Shui berada setengah meter di belakangnya! Kemudian dengan cepat Fang Zhen Mei menekan putra-putri Shi Tu ke bawah, dia ikut berjongkok, tubuhnya baru saja turun, telapak tangan Zheng Bai Shui tidak mengenainya, tapi mengenai dinding besi. Begitu tenaga telapak Zheng Bai Shui mengenai tempat kosong.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dia segera menarik tenagannya kembali tapi tenaga sudah berkurang sebanyak 70%. Walaupun begitu, tenaga telapak yang mengenai dinding suaranya bergemuruh seperti gempa bumi. Walaupun dinding itu mengeluarkan suara keras, tapi sama sekali tidak ada bekas telapak tangan. Dari kejadian ini dapat diketahui bahwa dinding besi itu sangat kokoh. Tenaga telapak Zheng Bai Shui sudah menghabiskan banyak kekuatannya, tapi pukulan ini tetap bukan jurus Chang Xiao Ji. Begitu Fang Zhen Mei melihat ke arah dinding, dia langsung mengerti. Dia ingin segera mundur dari sana tapi Zheng Bai Shui sudah membuat dirinya tergetar. Dengan cepat Fang Zhen Mei meloncat, tangan kiri menjepit Shi Tu Qing Yan tangan kanannya menenteng Shi Tu Tian Xin. Dia ingin segera keluar dari sana, tapi semua sudah terlambat! Sebuah pintu besi yang berbentuk seperti pagar dan dinding besi membuat jalan menjadi buntu. Setiap jeruji pagar sebesar tangan. Pagar besi menghalangi mundurnya Fang Zhen Mei bertiga. Begitu pagar besi diturunkan, tubuh Fang Zhen Mei berhenti melangkah. Dia meletakkan Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin. Dengan santai dia berkata, "kalian jangan cemas, kita bertarung bukan berarti harus mati, betul kan?" Zheng Bai Shui tertawa dan berkata, "betul apa yang dikatakan oleh Tuan Muda Fang, terkurung di sini bukan berarti mati juga tidak berarti bisa hidup, apakah benar?" Fang Zhen Mei tersenyum dan menjawab, "aku tidak menyangka bahwa Ketua Zheng yang memiliki ilmu silat begitu lihai masih harus menggunakan perangkap." Zheng Bai Shui berkata, "sudah kukatakan, kalau kau bisa memutuskan borgol, kau boleh keluar hidup-hidup dari Chang Xiao Bang, tapi yang menjadi masalah adalah kau sudah memutuskan borgol, aku pun tidak akan melepaskanmu. Sekarang kalian akan terkurung di sini."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei malah menepuk tangannya memuji dan berkata, "cara yang ipagus dan tepat. Pertama, Ketua Bang menyuruhku memutuskan borgol tapi ternyata borgol ini merupakan tombol. Begitu borgol diputuskan maka pagar besi pun akan turun. Bila kami memiliki sayap pun belum tentu bisa terbang meloloskan diri, dan Ketua sedang menertawakan kami yang patut dikasihani." Zheng Bai Shui sama sekali tidak marah, dia berkata, "Tuan muda benar-benar sangat pintar berbicara. Tapi sayang orang yang hanya mengandalkan ketajaman lidah tidak bisa membereskan masalah. Sekarang Tuan Muda masih bisa memilih untuk masuk ke perkumpulanku, bagaimana?" Dengan sangat senang Fang Zhen Mei tertawa, "Ketua benarbenar suka bercanda. Tadi aku tidak setuju untuk masuk ke perkumpulanmu, sekarang setelah terkurung aku baru merasa menyesal, bukankah harga diriku akan turun? Bila Ketua ingin mengajakku masuk, harus menunggu hingga aku bisa keluar dari penjara ini, baru Ketua dengan leluasa bertanya." Kata Zheng Bai Shui dengan marah, "Tuan Muda, sampai akan mati pun kau masih tidak sadar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Pagar ini terbuat dari besi yang bagus dan kuat. Borgol terbuat dari kuningan yang sangat kuat, dinding besinya pun begitu. Walaupun ilmu silatmu tinggi, kau tidak akan sanggup memotongnya dan keluar dari sana. Tempat kalian berdiri hanya berjarak satu pagar. Di bawah sana adalah kobaran api. Di atas kepala kalian ada kompor panas yang bisa melumerkan kalian. Bila aku memberi perintah, api akan segera dikobarkan. Tidak sampai 3 jam, kalian akan menjadi bebek panggang. Waktu itu Tuan Muda Fang pasti tidak akan bisa tertawa lagi." Fang Zhen Mei tertawa, "Oh? Bebek panggang, apakah itu bebek panggang Shu Zhou atau bebek panggang Bei Jing?" Tapi wajah Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin sudah sangat ketakutan. Zheng Bai Shui membalikkan badan dan memerintah, "segera
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pasang api!" Dia berkata lagi kepada murid-murid Chang Xiao Bang, "tutup semua pintu Chang Xiao Bang. Waspada bila ada orang yang masuk, bunuh semua tidak ada pengecualian. Aku akan mengawal sendiri." Di luar segera terdengar suara, "kami menuruti perintah!" Zheng Bai Shui dengan kuat memegang tangan Zheng Dan Feng. Zheng Dan Feng berkata, "Ayah...." Dengan tertawa dingin Zheng Bai Shui berkata, "jangan mengatakan apa-apa lagi. Tadi kau sengaja melakukan semua itu supaya Fang Zhen Mei bisa menyanderamu, jangan kira ayah tidak tahu." Dengan wajah yang penuh amarah Zheng Bai Shui berkata, "ikut aku! Kau harus ada di sisiku, semenit pun tidak boleh pergi." Kemudian dengan langkah besar Zheng Bai Shui keluar dan berkata, "Tuan Muda Fang, selamat tinggal! Kalau kau sudah berubah menjadi bebek panggang matang, kau baru mengerti terkurung di sini berarti tidak bisa keluar hidup-hidup dari sini." Fang Zhen Mei juga tertawa dan berkata, "baiklah. Ketua Zheng, kau pun harus berhati-hati. Aku sudah mengatakannya, orang yang terkurung di sini bukan berarti orang itu sudah mati." ---ooo0dw0ooo--Bila kau bertanya kepada seorang pemuda kaya dengan masa depan cerah, "tempat apakah yang paling kau sukai?" Jawabannya pasti, "Han Bi Lou (nama rumah)". Bila kau bertanya kepada seorang pemuda miskin, "tempat apa yang paling kau sukai?" Jawabannya pasti "Han Bi Lou." Bila kau bertanya kepada pendekar yang berpengalaman, "kau paling suka tinggal di mana?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Han Bi Lou." Kalau kau bertanya kepada orang setengah baya dan terpelajar, "kau ingin pergi ke mana?" "Lebih baik aku tinggal di Han'-Bi Lou" Kalau kau bertanya kepada ibu-ibu yang penuh dengan rambut putih, jawabannya tetap, "Han Bi Lou." ---ooo0dw0ooo--BAB 11 Han Bi Lou Han Bi Lou tempat apakah itu? Apakah Han Bi Lou adalah rumah bordil? Mengapa Lou? semua lapisan masyarakat hormat kepada Han Bi

Benar, Han Bi Lou adalah sebuah rumah yang dipenuhi oleh perempuan muda dan cantik, tapi tempat itu tidak seperti rumah bordil lainnya. Pertama di sana hanya menjual kepintaran tidak menjual tubuh molek. Di Han Bi Lou banyak perempuan cantik dan juga berbakat. Ada yang berpengetahuan luas, ada juga yang mahir bernyanyi atau bermain alat musik, atau pandai meciptakan lagu dan menari. Ada yang mahir memanah, mahir menyulam, membuat arak atau yang lainnya. Tamu-tamu yang datang ke sana ada yang seperti bertemu dengan teman baik, ada yang hanya ingin sekedar melihat kecantikan para gadis di sana, ada yang bersenda gurau dengan mereka. Nona-nona di tempat itu hanya menjual kepintaran mereka dan tidak menjual tubuh. Mereka tidak akan mau meladeni tamu-tamu iseng, tapi untuk berpacaran akan cliijinkan. Kadangkadang setelah menikah mereka tetap kembali ke Han Bi Lou untuk mencari nafkah. Tapi kebanyakan perempuan di sana adalah gadisgadis yang cantik dan bersih.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kedua, di sana tidak menghina kalangan miskin dan menjilat orang kaya. Ini adalah perbedaan yang nyata dengan rumah bordil. Orang kaya bisa datang, orang miskin juga seperti itu. Bila dia adalah seorang pendekar, dia akan lebih disambut dengan baik, begitu pula dengan pelajar. Tapi jika kau mempunyai pikiran yang tidak benar, biasanya kau akan mendapatkan 2 akibat, kalau tidak diusir dari sana, kau pasti akan dipukul, semua ini dilakukan dengan tidak memandang bulu dan tidak terkecuali. Dari mana Han Bi Lou mendapatkan uang yang untuk membiayai hidup? Orang miskin yang datang ke sana sama sekali tidak dipungut biaya, sedangkan orang kaya yang datang pasti akan dimintai sumbangan. Bila ada yang berpura-pura menjadi miskin, semua ini tidak akan lolos dari mata jeli Qu Yang Sao Yue. Orang miskin memiliki beban pikiran yang sangat berat. Mereka datang ke Han Bi Lou dalam keadaan strees berat mereka sering diberi nasihat atau diberi motivasi hidup. Mereka bisa menjadi sukses atau berubah dari jahat menjadi baik. Orang yang berasal dari kalangan miskin sampai yang kaya, tidak ada yang melupakan kebaikan nona-nona yang berada di Han Bi Lou, mereka juga sangat berterima kasih kepada Han Bi Lou. Di antara mereka bahkan ada yang menjadi jenderal kerajaan, menjadi orang terkenal, polisi atau bahkan menjadi pegawai pemerintahan. Istri-istri yang lain selalu menghalangi suami mereka pergi ke rumah bordil tapi sikap mereka terhadap Han Bi Lou bila melihat suami atau putra mereka berbuat tidak baik, mereka malah berusaha mendorong suami atau putra mereka ke Han Bi Lou untuk belajar sesuatu di sana sehingga mereka berubah menjadi orang baik. Han Bi Lou sangat luas, pemandangan di sana pun sangat bagus. Han Bi Lou menghadap gunung dan laut, benar-benar tempat yang bagus untuk bertamasya, karena itu banyak juga orang yang datang untuk bertamasya. Orang yang memiliki Han Bi Lou bernama Qu Yang Sao Yue. Umu silatnya lihai, kemampuan menjahit, menyanyi, dan kemampuan lainnya pun sama mahirnya. Dulu dia sangat terkenal sekarang dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah memasuki usia setengah baya, tapi dia tetap dihormati oleh orang-orang dunia persilatan. Banyak perempuan-perempuan lemah yang meloloskan diri dari sarang penjahat, lolos dari bencana kelaparan atau melarikan diri dari tempat bordil lain, mereka akan mendatangi Han Bi Lou. Yang sudah ditolong oleh Han Bi Lou terhitung sudah ratusan orang. Dua orang anak angkat Qu Yang Sao Yue yaitu Gong Sun You Lan, dan Gong Sun Yue Lan yang tercantik di antara mereka berdua. Orang tua mereka sudah meninggal. Qu Yang Sao Yue lah yang membesarkan mereka, kakak beradik ini sangat senang membaca puisi, ilmu pedang, menyanyi, dan menari. Gong Sun You Lan sangat mahir bermain Pi Pa (alat musik Tiongkok yang dipetik). Gong Sung Yue Lan mahir bermain Gu Zheng (alat musik Tiongkok yang dipetik, seperti kecapi). Mereka menyimpan senjata mereka di dalam Gu Zheng dan Pi Pa, karena itu sewaktu alat musik dimainkan terdengar seperti suara naga dan lirik musiknya pun begitu bagus. Di dunia tidak ada yang bisa menyaingi kemampuan mereka. Di Han Bi Lou kecuali mereka bertiga yang merupakan pesilat tangguh, kemampuan orang yang lain hanya biasa-biasa saja. Perkumpulan-perkumpulan yang ada di dunia persilatan jarang membuat keributan di tempat ini karena hal ini akan menyebabkan orang-orang menjadi marah. Apalagi Qu Yang Sao Yue dan kakak beradik Gong Sun akan dengan sangat mudah mengatasi mereka. Karena itu semua perkumpulan tidak ada yang ingin bermusuhan dengan Han Bi Lou. Han Bi Lou tidak banyak ikut campur dengan masalah-masalah yang tidak ada hubungannya dengan mereka juga tidak pernah merebut kekuasaan dari tangan orang lain. Bagi orang-orang dunia persilatan pasti ada hari-hari di mana mereka mengalami kesialan, mereka akan dihibur oleh gadis-gadis Han Bi Lou. Mereka sangat akrab dengan Wisma Shi Jian dan markas Biao Feng Yun. Ketika tiga perkumpulan ini bersahabat dan bergabung, siapa pun tidak akan bisa mengalahkan mereka. Mereka pun tidak bisa dijilat oleh perkumpulan mana pun.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi tidak termasuk dengan perkumpulan paling besar di dunia persilatanChang Xiao Bang. ---ooo0dw0ooo--Begitu lampu dinyalakan, Han Bi Lou mulai ramai didatangi orang. Banyak pendekar yang muncul tapi situasi di sana sama sekali tidak terlihat kacau, malah boleh dibilang sangat teratur. Tapi tiba-tiba terdengar jeritan perempuan yang datang dari pintu. Qu Yang Sao Yue sedang mengobrol dengan 3 orang tamunya di ruang dalam. Mereka bukan tamu biasa, mereka adalah Ketua Kong Dong Pai, si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi, ketua perkumpulan Dan Feng, si Kapas Terbang, Shen Fei Fei dan orang markas Biao Feng Yun si Naga Melewati Sungai, Yang Ku Wei. Mereka sedang asyik mengobrol, begitu terdengar suara perempuan yang berteriak, Qu Yang Sao Yue sudah berada di pintu depan. Dia sudah terbiasa, bila ada keributan seperti itu dia dengan cepat menuju sumber keributan. Di depan pintu tampak tiga orang. Yang berada di tengah adalah seorang pak tua dengan perawakan tinggi dan besar, tapi dari wajahnya terlihat bahwa dia adalah orang licik. Yang berada di sisinya adalah seorang pelajar, wajahnya putih tidak berjenggot, dia terlihat cabul. Yang satu lagi adalah seorang laki-laki kasar, dia berdiri di sana seperti sebuah gunung kecil. Kedua mata orang tua itu mengeluarkan sorot galak. Tangan kirinya sedang menarik tangan seorang gadis. Gadis itu ketakutan, tapi dia tidak bisa meloloskan diri dari cengkraman orang itu. Wajahnya yang putih mulus ditampar beberapa kali hingga bengkak. Orang-orang sudah berkerumun dan mengelilingi mereka, bertanya, "ada apa? Ada apa?" Orang tua galak itu berkata, "perempuan jalang, meladeni tamu pun tidak bisa!" Ada tamu yang bertanya, "dia sudah melakukan kesalahan apa kepada Tuan?" "Salahnya apa? Aku memiliki uang banyak terserah aku ingin dia berbuat apa, dia harus menuruti perkataanku!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kawan, kau sudah salah tafsir, bila kau ingin bersenang-senang, pergilah ke tempat bordil yang lain, di sini bukan tempat yang kau duga." Orang itu baru saja selesai bicara, gigi-giginya sudah rontok karena dipukul dan langsung melayang keluar. "Kau berani memukul orang, kau berani memukul!" ada yang datang, kali ini yang datang adalah laki-laki kasar tadi, dia menenteng kedua orang itu kemudian dilempar keluar. Orang yang berkumpul semakin banyak, ada yang berkata, "pukul dia, pukul dia, biar dia tahu bagaimana aturan di sini!" Terdengar orang terpelajar itu berkata, "apakah kalian ingin bertarung, kami datang dari markas Biao Xue Hun, kami tidak mudah dihina!" Orang yang datang segera mundur lagi, ada yang segera ditarik oleh temannya dan berkata, "jangan cari mati!" "Kenapa?" "Karena mereka adalah orang-orang markas Biao Xue Hun, dia adalah ketua Biao Xue Hun, si Telapak Sakti Xue Hun, Luo Tian Chi, wakil ketua Shen Qi dan orang yang tinggi dan kuat adalah Ma Zhou Fu, kita tidak bisa mendekati mereka." Banyak orang yang mundur teratur tapi tampak beberapa orang yang masih marah, mereka berkata, "orang-orang Biao Xue Hun begitu jahat, kita harus memberi pelajaran kepada mereka." Ada yang mengatakan, "jangan lupa, pendukung Biao Xue Hun adalah Chang Xiao Bang." Begitu kata-kata ini diucapkan, hampir semua orang serentak mundur, hanya ada seorang yang mengenakan pakaian mewah masih berdiri di sana, dengan cepat dia membuka jubah panjangnya, dia membentak, "kalian semua takut kepada Chang Xiao Bang, tapi Dan Qing Feng tidak takut kepada mereka! Lihat kepalan tanganku!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dua kepalan tangan menyerang ke arah Luo Tian Chi, Ma Zhou Fum dari samping juga menyerang dan terjadilah pertarungan. Jurus yang dipakai oleh Dan Qing Feng adalah Fu Hu Quan (Kepalan Macan Telungkup). Ilmu silat Dan Qing Feng berada di atas Ma Zhou Fu, tapi kekuatan Ma Zhou Fu sangat besar, tubuhnya pun lebih tinggi dari Dan Qing Feng, satu kepala lebih, maka Dan Qing Feng tidak bisa mendekatinya, tapi karena serangan Dan Cjing Feng sangat berani, hal itu membuat Ma Zhou Fu agak kewalahan juga. Shen Qi tiba-tiba masuk ke arena pertarungan, hal ini mengejutkan Dan Qing Feng, dia menyerang lagi. Kata Shen Qi sambil melambaikan kipas lipatnya dan tertawa, "hentikan! Pahlawan Kecil, jangan menyerang lagi, dengarkan perkataanku." Dan Qing Feng menghentikan gerakannya, dia siap mendengarkan apa yang akan dikatakan oleh Shen Qi, Shen Qi malah menotoknya dengan cepat. Dan Qing Feng tampak marah dan berkata, "kau....." Dia sudah roboh dan Ma Zhou Fu mendekat, kepalan tangan sudah mengenai hidung Dan Qing Feng. Orang yang di pinggir berteriak, "mana boleh seperti itu...." Tanya Shen Qi tertawa, "mengapa tidak boleh? Siapa yang berani menghina markas Biao Xue Hun, aku akan mencabut semua giginya!" Segera kipas Shen Qi memukul mulut Dan Qing Feng. Tiba-tiba ada bayangan yang meloncat, secepat kilat mengenai mulut Shen Qi, masuk dan menancap ke dalam mulut Shen Qi. Shen Qi kaget, dengan cepat dia mengeluarkan barang yang berada di dalam mulutnya, ternyata itu adalah paha ayam dan 3 buah giginya yang copot! "Tidak perlu semua, cukup 3 saja aku meminta gigimu, tiga sudah cukup karena gigimu tidak ada gunanya." Terlihat seorang gadis berbaju hijau muda dan rambutnya terurai hingga ke pinggang, dia sangat cantik, sambil memeluk Pi Pa dia berjalan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pelan-pelan dan keluar dari kerununan orang. Ada yang berteriak, "Nona Besar Gong Sun!" Gadis cantik itu tertawa. Entah sejak kapan di lapangan1 muncul seorang gadis cantik, berbaju biru muda, poni yang tebal menutupi dahinya, kulitnya putih, jarinya lentik, senyum yang menawan. Dengan jentikan jarinya, dia sudah membuka nadi Dan Qing Feng dengan cepat. Dan Qing Feng segera meloncat berdiri, dengan hormat dia berkata, "terima kasih, Nona!" Gadis itu tertawa, tawanya seperti bunga musim semi yang baru mekar, membuat terpesona orang-orang di sana. Dengan suara kecil dan lembut" dia berkata, "Tuan Muda tidak perlu merasa berterima kasih, sikapmu yang membela kebenaran membuatku kagum sehingga aku tidak pantas menerima rasa terima kasihmu." Dan Qing Feng menarik nafas dan berkata, "Aapakah anda adalah nona kedua, Nona Gong Sun?" Gadis itu tertawa dan berkata, "benar, itu adalah kakakku." Kata Dan Qing Feng dengan kagum, "aku datang dari tempat jauh hanya ingin melihat wajah nona-nona yang cantik, tidak kusangkal tadinya mempunyai bermaksud tidak baik. Ada pepatah yang berkata : tuan menginginkan jodoh cantik itu biasa, tapi begitu melihat nona aku merasa malu, tidak pantas mempunyai pikiran seperti itu. Baiklah, aku pamit dulu." Dia ingin pergi tapi Gong Sung Yue Lan berkata, "Tuan Muda tunggu sebentar, siapa yang telah melukai Tuan Muda? Aku akan membalaskan untukmu." Kata-kata baru selesai, tangannya yang putih sudah melambai. Dia memainkan Gu Zheng dalam beberapa nada. Orang yang berada di sana merasa nada yang dimainkan oleh Nona Gong Sun sangat bagus, membuat orang-orang menjadi bersemangat. Tapi hanya Ma Zhou Fu merasa hatinya kacau dan bergetar. Telinganya seperti akan menjadi tuli, langkahnya pun tidak bisa seimbang.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gong Sung You Lan meloncat, dengan cepat kepalan tangannya memukul hidung Ma Zhou Fu. Ma Zhou Fu adalah orang yang tinggi dan besar, dia sudah melayang keluar, bersamaan waktu itu terdengar suara tulang hidung yang patah. Gigi Shen Qi baru saja dipukul hingga rontok, dia merasa malu. Dia mencari sasaran untuk melampiaskan kemarahannya. Melihat Gong Sung You Lan melancarkan serangan, dia membentak, "perempuan jalang, biar aku yang membereskanmu!" Gong Sun You Lan menghindar. Dia menghadang di depan Gong Sun You Lan dan berkata, "kau sangat cantik" Hanya berkata 3 kata, dia merasa pipinya ditampar 3 kali. Entah sejak kapan lawannya bergerak, Shen Qi belum sempat melihatnya. Karena pipinya tampak bengkak dan terlihat sangat jelek, membuat semua orang di sana tertawa terbahak-bahak. Luo Tian Chi marah besar, dia dihina oleh 2 orang perempuan muda. Dia berteriak, "suruh tuan rumah keluar!' "Tidak perlu berteriak, bukankah aku sudah berada di depanmu?" Seorang perempuan cantik setengah baya sudah berada di depan Luo Tian Chi. Luo Tian Chi kaget dan mundur beberapa langkah, kemudian dia menenangkan diri dan berkata, "apakah kau adalah Qu Yang Sao Yue? Lihat budakmu, dengan cara seperti ini mereka meladeni tamu!" Qu Yang Sao Yue berkata, "harus dilihat dulu, dengan sikap bagaimana kelakuan kalian terhadap tuan rumah?" Kemudian Qu Yang Sao Yue menunjuk gadis yang dicengkram oleh Luo Tian Chi. Wajah si Telapak Sakti Xue Hun memerah. Dia melepaskan perempuan itu dan menunjuk Qu Yang Sao Yue. Dia berteriak, "perempuan jalang, kali ini kau cari mati! rasakan Telapak Sakti Xue Hun milikku!" Di sisi Qu Yang Sao Yue ada si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi dan si Kapas Terbang, Shen Fei Fei serta si Naga Melewati Sungai, Yang Ku Wei, mereka siap bertarung. Qu Yang Sao Yue menahan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mereka dan tertawa, "Anda bertiga istirahatlah dulu, biar aku yang menghadapi pak tua ini. Bila dia bisa menerima 5 jurus pedangku, aku yang akan mencopot papan nama Han Bi Lou. Bila dia tidak bisa lolos dari 3 jurus pedangku, dia akan kembali ke markas Biao Xue Hun dengan pincang." Akhirnya seperti yang dikatakan sebelumnya. Membuat keributan di Han Bi Lou bila bukan diusir ya orang itu akan dipukul sampai keluar dari sana. Ma Zhou Fu termasuk orang yang dipukul keluar. Shen Qi Shan termasuk yang diusir, bagaimana dengan ketua Biao Xue Hun? Dia sudah mengeluarkan Telapak Sakti Xue Hun, tapi kakinya bertambah satu lubang tusukan pedang. Kalau bukan karena Qu Yang Sao Yue dengan sengaja menusuk dengan miring, mungkin sekarang bukan bukan hanya pincang mungkin dia tidak akan hidup lagi. ---ooo0dw0ooo--Zheng Bai Shui menarik Zheng Dan Feng keluar. Di ruangan itu sudah tidak ada satu barang pun dan keadaan di sana sangat sepi seperti mati. Tapi di dalam ruangan itu udara terasa semakin panas, apalagi di tempat mereka berdiri papan besi yang berada di atas kepala mereka, terasa semakin panas. Tapi Fang Zhen Mei tetap tertawa, dia berusaha mengajak ngobrol Shi Tu Cdng Yan dan Shi Tu Tian Xin. Dia sengaja membuat kedua anak itu merasa senang, dia bertanya, "mengapa kalian bisa ditangkap?" "Kami pun tidak tahu." jawab Shi Tu Qing Yan, "pada saat kami berjalan di depan tiba-tiba dari belakang ada yang menotok kami. Sejak itu kami sama sekali tidak tahu apa-apa lagi." "Kami ditotok di bagian Qu Chi Xue. Walaupun aku tidak bisa bergerak, tapi aku masih sadar. Hanya pada saat aku jatuh dengan posisi tengkurap, aku tidak bisa melihat apa-apa." Kemudian Shi Tu Tian Xin kemudian teringat sesuatu, "tapi penjaga yang berjalan bersama-sama dengan kami sepertinya tidak sempat bertarung dan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

langsung roboh saat itu. Berarti ilmu silat orang itu sangat tinggi." "Apakah sama sekali tidak memberontak?" tanya Fang Zhen Mei. "Betul!" Shi Tu Tian Xin takut Fang Zhen Mei tidak percaya dengan perkataannya karena itu dia menjawab dengan tegas. "Oh?" Fang Zhen Mei berpikir dan terdiam. "Sekarang kita harus bagaimana?" Shi Tu Qing Yan sangat gelisah. Tanya Fang Zhen Mei, "apa yang kau maksud?" Kata Shi Tu Qing Yan, "dia ingin membakar kita hingga mati, apakah benar kau ingin menjadi bebek panggang?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Sekarang kita kan belum matang, betul kan? Bila belum matang, rasanya tidak akan enak." Shi Tu Qing Yan mondar mandir di sana, akhirnya matanya memerah dan dia mulai menangis, "Tuan Muda Fang, kami berdua lah mencelakakanmu, sekarang kau harus mati bersama-sama dengan kami." Papan besi tempat mereka berpijak sudah mulai terasa panas. Shi Tu Tian Xin meloncat dan berkata, "aku akan membelah pagar besi ini!" Beberapa kali dipukul pun keadaan pagar besi tetap sama, tidak bergoyang sama sekali, malah telapak tangannya terasa sakit. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "bila pagar besi ini bisa dengan mudah dibelah atau dipotong, Zheng Bai Shui tidak akan bersusah payah mengurung kita. Ketua Chang Xiao Bang ini kecuali galak juga banyak akalnya. Dia menggunakan Pedang Sakti Xue He sebagai umpan, supaya kita masuk ke dalam perangkapnya. Dia mengurungku di sini tidak perlu membunuhku dengan bersusah payah, dia juga tidak perlu khawatir karena kita tidak akan bisa lolos dari sini. Dia hanya menggunakan api, dengan cara lambat dia akan membakar kita sampai mati." Hati Shi Tu Tian Xin bergetar dan bertanya, "Kalau begitu, sekarang kita harus bagaimana?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu Qing Yan berkata, "Adik, apakah kau takut mati?" Shi Tu Tian Xin menegakkan dadanya yang kecil dan berkata, "takut mati? Keluarga Shi Tu tidak takut mati!" Tapi sepasang kakinya tetap gemetaran. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "bila tidak mau mati, lebih baik kita mengobrol saja." Tanya Shi Tu Tian Xin, "apakah kita akan menunggu kematian di sini?" Fang Zhen Mei tertawa dan bertanya, "bila tidak menunggu kematian, apa yang bisa kita kerjakan?" Jawab Shi Tu Tian Xin, "paling sedikit kita berusaha berpikir mungkin masih ada cara lain?" Fang Zhen Mei mengerutkan dahi dan bertanya, "cara?" Kata Shi Tu Tian Xin, "benar, ada cara kan?" Jawab Fang Zhen Mei, "cara, ya memang sudah ada." Kakak beradik ini sangat senang dan secara bersama-sama mereka mendekat juga bertanya, "cara apa? Coba Paman katakan!" "Tapi masih belum terpikir." Shi Tu Qing Yan sangat kecewa, tapi mata Tian Xin berkilau menatap Fang Zhen Mei. Tiba-tiba dia merasa tertarik, "Paman Fang, apakah kau tidak takut mati?" "Siapa bilang?" tanya Fang Zhen Mei mengerutkan dahi. "Semua orang berkata seperti itu. Paman Fang, aku ingin menjadi seorang pendekar, ajarkan kepadaku bagaimana cara supaya tidak takut mati?" Shi Tu Qing Yan juga dengan aneh mendekati Fang Zhen Mei untuk mendengar jawaban Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei tertawa terbahak-bahak dan berkata, "mereka hanya sembarangan bicara. Pendekar lebih menyayangi nyawanya, tapi nyawa orang lain lebih penting. Banyak nyawa lebih penting dibanding dengan nyawa
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sendiri. Boleh mengorbankan nyawa sendiri untuk melindungi nyawa orang lain." "Kalau begitu, Paman sebenarnya juga takut mati?" Shi Tu Tian Xin seperti tidak mempercayainya. "Takut, takut bukan main." Shi Tu Tian Xin terpaku dan berkata, "aku tidak percaya, Paman bohong kepadaku. Paman, harus bagaimana supaya tidak takut mati?" Fang Zhen Mei marah tapi juga ingin tertawa, terpaksa dia berkata, "seperti saat ini kau harus belajar supaya tidak takut mati dan belajar menempuh bahaya. Agar pikiranmu tidak kacau dan juga tidak mudah kaget." Shi Tu Tian Xin tertawa dan berkata, "Paman bisa merasa tenang dan tidak kaget, berarti Paman tidak takut mati? Aku tidak takut mati, tapi aku takut setan. Paman takut apa?" Anak ini usianya masih kecil, dia terus bercerita sepertinya dia sudah lupa dengan keadaan akan dipanggang hingga mati. Fang Zhen Mei seperti tertawa tapi sepertinya juga tidak. Melihat Shi Tu Qing Yan yang terus melihat dirinya, dia tertawa kecut dan menjawab, "belalang." ---ooo0dw0ooo--Malam semakin larut. Sekeliling tempat itu sangat sepi. Sinar bulan seperti air menyiram ke halaman Han Bi Lou. Puluhan gadis sedang berjalan naik ke loteng dan kembali ke kamar mereka masing-masing. Hanya tinggal 2 orang gadis cantik. Yang satu sedang memeluk Pi Pa, dia berbaju hijau. Yang satu membawa Gu Zheng, dia berbaju biru muda. Mereka adalah kakak beradik Gong Sun You Lan dan Gong Sung Yue Lan.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu naik ke loteng lantai 3 dari pagar yang tinggi mereka melihat bulan yang menggantung di atas lanngit. Bulan terlihat tenang sehingga membuat hati menjadi tenang. Sinar bulan seperti sehelai sutra tipis menutupi halaman. Kakak beradik ini melihat bulan yang terlihat begitu sedih, mereka terpaku menatap langit. Gong Sun You Lan berkata, "sinar bulan begitu indah!" Tanggap Gong Sung Yue Lan, "sekarang sudah bulan purnama lagi." Gong Sun You Lan tertawa dan berkata, "Adik, kau mengira aku tidak tahu apa yang sedang kau pikirkan?" Wajah Gong Sung Yue Lan memerah dan berkata, "apa maksudmu?" Dengan senang Gong Sun You Lan berkata, "sudah bulan purnama, mengapa pendekar yang bernama Wo Shi Shui, belum berkunjung ke sini?" Wajah Gong Sung Yue Lan segera memerah dan berkata, "jangan menertawakanku, aku tidak sedang memikirkan dia." Kata Gong Sun You Lan, "ternyata kau tidak menaruh hati kepada Wo Shi Shui. Lain kali jika dia bertanya seperti ini : Kak You Lan, apakah Adik Yue Lan ada? Aku akan menjawab : adikku tidak ingin bertemu denganmu. Dia mengatakan bahwa dia tidak rindu kepadamu." Gong Sung Yue Lan segera berkata, "Kakak jangan bercanda dan mempermainkanku." Sambil berjalan sambil mengangkat Gu Zhengnya. Gong Sun You Lan dengan cepat mengambil Pi Pa nya dan berlari, "aku tidak berani bermain Gu Zheng denganmu. Bila tadi kau berhasil menghancurkan hidung orang itu, aku tidak mau hidungku hancur. Belum menikah kau sudah berani memukul kakakmu. Bila sudah menikah pasti kau memukul suamimu. Ha! Ha! Bila Wo Shi Shui datang, aku akan memberitahukan hal ini kepadanya." Sambil tertawa dia masuk ke dalam kamar dan menutup pintu. Tapi suara tawa terdengar dari luar. Begitu Gong Sun You Lan kembali ke tempatnya. Wajah marah Gong Sun Yue Lan langsung hilang. Sinar bulan menyinari
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

wajahnya. Begitu tenang, begitu putih. Gong Sung Yue Lan menarik nafas dan senar Gu Zheng dipetiknya. Kemudian dia kembali ke kamar tidurnya. Dari jendela kamarnya terlihat bulan. Angin sepoi-sepoi bertiup dengan pelan. Gong Sung Yue Lan menarik nafas dan tiba-tiba ada sesosok bayangan yang masuk. Gong Sung Yue Lan tiba-tiba merasakannya, dia membentak, "siapa!" Hanya dalam waktu singkat dia sudah mengeluarkan 7 serangan. Tujuh kali memukul berhasil mengenai orang itu. Orang itu berbaju hitam. Di tengah-tengah udara, dia bersalto tapi tetap terkena 7 pukulan. Dia tertawa dan dengan ringan mendarat. Terdengar suara yang dikenal. Dia terpaku, dengan kaget sekaligus senang dia berteriak, "kau datang juga?" Orang berbaju hitam itu membalikkan badannya. Dia adalah Wo Shi Shui. Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "Yue Lan, maaf, aku masuk dengan lancang sehingga membuatmu terkejut." Dengan penuh perhatian Gong Sun Yue Lan berkata, "aku tidak tahu yang datang adalah kau, apakah terasa sakit?" Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "aku terkena pukulanmu, itu sudah pantas, karena memang aku yang mencari penyakit sendiri." Karena senang wajah Gong Sun Yue Lan memerah. Dengan tertawa dia bertanya, "mengapa tidak masuk melalui pintu? Kau seperti pencuri." Wo Shi Shui tertawa dan berkata, "tadinya aku memang ingin masuk dari pintu. Kemudian aku mendengar percakapan kalian...." "Apakah kau sudah mendengar semuanya?" tanya Gong Sun Yue Lan. Wo Shi Shui mengangguk sambil tertawa. Gong Sun Yue Lan memukulnya dengan lembut dan berkata, "Kau jahat telah mendengarkan obrolan kami...." Bulan masuk ke balik awan.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mengapa? Apakah bukan tidak ada jodoh untuk bermesraan? Atau bulan tiba-tiba teringat dengan matahari? Gong Sun Yue Lan menarik nafas dan bertanya, "mengapa kau datang kemari?" Wo Shi Shui menjawab, "aku datang untuk berpamitan." "Berpamitan?" "Besok pagi aku akan bertarung antara hidup dan mati dengan Fang Zhen Mei." "Fang Zhen Mei, pendekar berbaju putih dan orang berbakat dari Jiang Nan?" "Betul." "Mengapa kalian harus bertarung?" "Karena aku sudah berjanji dengannya." "Berjanji?" "Benar. Lima tahun yang lalu ibuku sakit berat. Ibuku dirawat oleh paman. Sewaktu aku pulang ibu sudah hampir meninggal.. Dia ingin aku berjanji sesuatu kepadanya, aku harus membalas budi besar paman (adik ibu). Waktu itu paman tidak jahat seperti sekarang." "Kau sudah berjanji apa kepadanya?" "Demi menghibur ibuku, aku menyetujuinya. Waktu itu Zheng Bai Shui tidak menyuruhku melakukan sesuatu. Dia hanya berkata, balas budi satu kali saja sudah cukup. Sekarang aku baru tahu, itu adalah akal dia saja. Karena aku setuju melakukan satu hal untuknya, sekarang apa yang diminta olehnya termasuk semuanya." "Oh!" "Tiga bulan yang lalu, Fang Zhen Mei masuk ke Zhong Yuan, Zheng Bai Shui ingin aku segera membunuhnya."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Fang Zhen Mei adalah orang yang dalam beberapa ratus tahun ini hanya satu-satunya pendekar yang tangannya tidak pernah ternoda darah. Apakah kau tega membunuh dia?" tanya Yue Lan. "Tidak tega. Tapi aku juga malu kepada ibuku yang sudah meninggal." Hati Wo Shi Shui sangat sedih. Dia menarik nafas nematap langit dan berkata, "apalagi beberapa kali aku bertarung dengannya, aku lebih banyak kalah daripada menang. Karena itu, aku mengambil keputusan bila aku mati di tangannya, aku akan menerima semuanya dengan senang hati. Bila aku bisa membunuhnya, aku akan memusnahkan Chang Xiao Bang untuk menghibur dia yang berada di surga." "Itu bukan cara yang baik." kata Gong Sung Yue Lan. 'Tapi itu adalah satu-satunya cara yang ada," kata Wo Shi Shui tidak ada ekspresi, "aku adalah laki-laki. Kata-kataku yang sudah kuucapkan, aku harus menepatinya." Bulan muncul lagi dari balik awan. Demi apa? Apakah dia ingin bersinar dengan terang? Di dunia ini banyak hal yang tidak diinginkan yang harus dilakukan. Wo Shi Shui menepuk pundak Gong Sun Yue Lan yang masih berdiri di depan jendela dan berkata, "Yue Lan, karena inilah maka aku pamit kepadamu." Gong Sung Yue Lan tidak membalikkan badannya. Dia bertanya, "apakah kau harus bertarung?" "Benar!" "Tolong beritahu kepadaku, di mana kalian akan bertarung?" "Tidak!" jawab Wo Shi Shui dengan tegas. "Mengapa?" tanya Yue Lan. "Aku tidak ingin kau melihat pertarungan ini. Jangan khawatir, jika kau masih hidup, aku pasti akan datang ke sini untuk
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menengokmu." Gong Sun Yue Lan membalikkan badan, kedua matanya sudah bersimbah dengan air mata. Sinar bulan menyinari air mata ini. Dengan suara gemetar dia bertanya, "mengapa kau harus pergi? Mengapa kau harus bertarung?" Wo Shi Shui menarik nafas panjang. Dengan penuh kasih sayang dia mengusap wajah Gong Sun Yue Lan. Dan berkata, "Yue Lan...." Bulan masuk lagi ke balik awan. Apa sebabnya? Apakah bulan pun tidak mau melihat perpisahan ini? "...ini adalah malam terakhir sebelum bertarung." "Karena itu kau harus istirahat yang cukup." "Tidak, aku akan bersamamu sampai besok pagi." "Kapan kau akan pergi?" "Sebelum hari terang." "Sebelum hari terang?" "Ya." "Ah!" "Jangan merasa sedih, sebenarnya orang yang tidak bersalah adalah Fang Zhen Mei." "Sekarang dia sedang apa?" "Entahlah...mungkin...aku sangat kagum kepadanya. Dia sering menolong orang tapi tidak sombong, dia sangat setia tapi tidak ingin berkuasa...sekarang dia sedang apa?" "Mungkin dia seperti kita...mungkin juga sedang menatap bulan, mungkin juga sedang makan bebek panggang...." Nafas mereka semakin berat. Bulan muncul lagi dari balik awan. Bulan bersinar terang, bumi pun terang, cinta memenuhi bumi dan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

langit. ---ooo0dw0ooo--Bebek panggang? Makan bebek panggang adalah hal yang paling menyenangkan tapi bila dia dianggap bebek oleh orang lain dan dipanggang, itu sungguh tidak menyenangkan. Kakak beradik Shi Tu beranggapan demikian. Anehnya Fang Zhen Mei masih terlihat sangat santai. Dia seperti sedang makan bebek panggang dengan araknya dan juga seperti sedang menikmati cahaya bulan. Terkurung di sini, sedikit cahaya bulan pun tidak terlihat. Shi Tu Tian Xin mencoba mendobrak pagar besi. Malah badannya yang sakit. Dengan marah dia berkata, "kandang burung, akan kuhancurkan kau!" Shi Tu Qing Yan tertawa dan berkata, "kalau ini adalah kandang burung, apakah kita akan menjadi burung?" Tapi dia tahu besi pagar ini mulai panas. Dia tidak tertawa lagi. Dia meloncat ke depan Fang Zhen Mei dan berkata, "Paman Fang, sekarang kita harus bagaimana?" Fang Zhen Mei tersenyum, 'aku sedang mencari akal." Suhu semakin memanas. Baju mereka mulai basah. Kata Shi Tu Tian Xin, "Paman Fang, begitu idemu keluar, kami sudah matang dipanggang." Shi Tu Oing Yan marah dan berkata, "jangan ganggu Paman! Pikir cara yang baik." Shi Tu Tian Xin meminta, "Kakak, kau juga bantu mencari akal." Shi Tu Qing Yan menjawab, "baiklah, aku akan membantu...." Tiba-tiba dia berteriak, "Oh!"

EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu Tian Xin dengan senang bertanya, "apakah sudah ada?" Jawab Shi Tu Qing Yan, "aku tidak punya!" Dia balik bertanya, "Paman Fang, apakah kau sudah terpikir cara lain?" Fang Zhen Mei tersenyum dan menjawab, "belum." Suhu semakin panas. Pagar dan ubun-ubun kepala semakin panas membuat baju mereka makin basah, duduk pun tidak bisa. ---ooo0dw0ooo--BAB 12 Markas Biao Qing Yun Markas Biao Qing Yun berada di dalam kota Chang An. markas Biao Qing Yun adalah Biao terbesar di kota itu. Sekarang sudah malam jam satu. Pintu markas Biao sudah tutup, tapi di dalam markas Biao masih ada 3 orang sedang minum arak. Mereka adalah ketua Biao Qing Yun, Hu Yan Yi Ding dan ketua Biao Fei Yun, Xue Zheng Yin dan Biao Chi Yun, Jiang Oing Feng. Terdengar Xue Zheng Yin dengan tertawa berkata, "Hari ini aku sudah pergi ke Han Bi Lou..." Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Apakah Kakak Xue ingin memberitahu kepada kami bahwa dia berkenalan dengan seorang wanita cantik..." Xue Zheng Yin dengan cepat berkata, "bukan, bukan. Hari ini aku ke Han Bi Lou untuk mencari Qi Yang Sao Yue untuk menanyakan masalah Chang Xiao Bang, yang dekat-dekat ini sudah membunuh beberapa orang-orang dunia persilatan, tidak disangka, baru sampai di Han Bi Lou sudah ada 3 orang dilempar keluar dari Han Bi Lou..." Hu Yan Yi Ding dengan aneh berkata, "Oh?" Hu Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Sudah lama orang-orang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tidak berani membuat keributan di Han Bi Lou. Kali ini siapa yang diusir itu?" Xue Zheng Yin dengan senang tertawa, "Mereka adalah ketua Biao Xue Hun Luo Tian Chi dan Shen Qi Shan. Masih ada si kasar Ma Zhou Fu." Hu Yan Yi Ding tertawa dan berkata, "Ternyata adalah mereka bertiga, ha...ha...ha" Jiang Qing Feng tertawa dan berkata, "Biao Xue Hun didukung oleh Chang Xiao Bang. Mereka selalu menghina yang lemah, itu sudah melewati batas. Dia harus menerima pembalasan." Xue Zheng Yin juga terus berbicara karena dia sudah tua maka sedikit terbatuk. Kemudian dia berkata, "Kalian tunggu sebentar, aku akan ke kamar kecil." Dengan tergopo-gopo dia berjalan keluar ruangan tamu. Mungkin dia sudah mabuk begitu keluar ditiup angin, dia merasa dingin dan gemetar. Begitu melihat bulan, bulan purnama terasa sangat aneh, warnanya kuning dan hijau. Dia gemetaran juga merinding. Pada waktu itu juga paling sedikit 60 senjata rahasia sudah ditujukan kepadanya. Xue Zheng Yin sudah tua. Begitu dia tahu keadaan, sudah terlambat. Dia berteriak dengan suara keras. Dua telapak digerakan. Tapi tetap sudah ada 7-8 macam senjata rahasia menancap di badannya. Xue Zheng Yin berteriak dan berlari ke depan. Dia berusaha kembali ke ruangan tamu itu. Tiba-tiba di dalam kegelapan, ada cahaya pedang dan dalam cahaya pedang itu, Xue Zheng Yin melihat orang itu. Pemuda yang gagah dan kejam. Xue Zheng Yin berteriak, "Fang Zhong Pin!"

EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dia merasa dadanya sakit dan roboh tidak bisa bangun lagi. Di ruangan, Hu Yan Yi Ding dan Jiang Qing Feng masih terus minum. Tiba-tiba mendengar di luar ruangan ada yang marah dan berteriak. Mereka terpaku, kemudian ada suara yang sangat keras masuk dari luar. Mereka berdua sudah mengenal itu adalah suara Xue Zheng Yin. Segera mereka berdiri. Dari suara Xue Zheng Yin terdengar dia berkata nama Fang Zhong Pin. "Fang Zhong Pin?" Badan Jiang Qing Feng bergetar. Nama Fang Zhong Pin untuk dia terlalu dia kenal. Dulu sewaktu ayahnya memimpin Biao Chi Yun selalu aman dan makmur. Pada suatu hari tengah malam, semua orang di dalam pekarangan bertarung, mereka berteriak, "Chang Xiao Bang sudah menyerang." "Fang Zhong Pin aku akan membunuhmu!" Dia melihat paman guru satu persatu roboh di dalam cahaya api. Dia dengan sekuat tenaga berlari ke arah lain. Sesudah membunuh puluhan murid Chan Xiao Bang, dia baru bisa melarikan diri. Sesudah keluar dari sana dia baru tahu dalam Biao Chi Yun, hanya dia sendiri yang beruntung bisa kabur. Yang lain seekor anjingpun tidak bisa lolos. Kemudian dia berlari ke markas Biao Fei Yun. Xue Zheng Yin masih terus berkata ingin membalas dendam untuk Biao Chi Yun. Tapi belum satu tahun, pada suatu pagi hari di dalam suatu gang, Biao Fei Yun dan Chang Xiao Bang bentrok. Yang terluka dan mati sangat banyak. Tapi Chang Xiao Bang tetap menyerang Biao Fei Yun. Biarpun orang Biao menahan serangan ini tapi orang semakin banyak tumbang. Tiba-tiba ada seorang pemuda yang berbaju merah berjalan sambil membunuh. Begitu pemuda itu masuk, segera 4 guru Biao tumbang. Kekuatan Biao Fei Yun segera hancur. Pemuda itu masih tertawa dan berkata, "Ingat budiku, namaku adalah Fang Zhong Pin." Xue Zheng Yin dengan marah menyerang, hanya beberapa kali menyerang dia sudah roboh. Dengan susah payah dia memapah Xue Zheng Yin bisa keluar dari sana dan lari ke markas Biao Qing Yun. Dalam Biao Fei Yun hanya dia sendiri yang masih hidup. Sekarang yang bernama Fang Zhong Pin datang lagi ke markas
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Biao Qing Yun? Orang-orang di sini yang berilmu silat paling tinggi adalah 'pecut emas tanpa musuh' Hu Yan Yi Ding. Tapi apakah dia bisa menahan serangan Fang Zhong Pin? Biarpun Jiang Qing Feng sangat berpengalaman, tapi dia terpaku dan badanpun bergetar. Hu Yan Yi Ding sudah marah, dengan cepat dia sudah seperti seekor bangau terbang keluar dari ruangan. Begitu Hu Yan Yi Ding terbang keluar ruangan, sudah ada satu jala yang besar dari atap turun menutup Hu Yan Yi Ding. Ternyata di atas atap, 4 sudut sudah ada orang berbaju hitam bersembunyi di sana. Hu Yan Yi Ding ingin menghindar, tapi sudah tidak sempat. Dia sudah terkurung di dalam jala. Tapi Hu Yan Yi Ding bukan memutuskan jala, sebaliknya dia loncat ke atap sambil membawa jala. Kemudian pecut emas keluar dari jala. Terdengar sudah ada yang terkena pecut dan roboh. Segera Hu Yan Yi Ding berputar dan menyerang, ada yang roboh lagi. Karena dua orang roboh, jalapun tidak kuat dipegang lagi. Hu Yan Yi Ding sudah lolos dari jala itu. Tapi bersamaan waktu itu juga 40-50 senjata rahasia sudah dilepaskan dari atap rumah. Hu Yan Yi Ding turun lagi, senjata rahasia itu malah membuat mati orang yang tersisa di atas atap. Tapi merah telapak Hu Yan kaki Hu Yan Yi Ding belum berdiri benar, seorang berbaju dengan cepat dan tergesa-gesa sudah datang dan dua tangan sudah keluar. Satu Yin dan satu Yang, menyerang Yi Ding. Dia adalah ketua panji merah Tie Jiao Jiao.

Hu Yan Yi Ding di tengah udara, segera kembali lagi loncat ke


EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

atap dan berteriak, "Anah buah markas Biao cepat bangun! Chang Xiao Bang sudah datang menyerang" Kata-kata dia belum habis, di depan sudah ada kilauan pedang. Cepat, tidak bisa dilukiskan lagi. Karena Hu Yan Yi Ding masih di udara dan tenaganya terkuras, dia tidak bisa menghindar lagi, pedang sudah menusuk ke dalam perut. Badan Hu Yan Yi Ding pun di tengah-tengah udara turun kemudian dengan keras jatuh ke bawah. Pemuda itu tangannya memegang pedang menusuk ke perut Hu Yan Yi Ding. Dia juga ikut turun. Hu Yan Yi Ding dengan suara serak berteriak, "Kau" Pemuda itu tertawa dingin dan berkata, "Aku adalah Fang Zhong Pin." Kemudian pedang dicabut. Darah seperti hujan bermuncratan. Diapun kembali terbang ke atap membiarkan Hu Yan Yi Ding jatuh ke bawah. Jiang Qing Feng dan puluhan guru Biao keluar dari ruangan, tibatiba sudah melihat benda yang terjatuh. Itu adalah mayat Hu Yan Yi Ding yang sudah mati dengan mata tidak dipejam. Semua orang kaget. Terdengar di atas atap ada suara tawa seperti setan dan berkata, "Bunuh! Satupun tidak boleh tersisa!" ---ooo0dw0ooo--Di dalam kurungan semakin panas, dudukpun sudah tidak bisa, berdiripun sudah tidak, bisa lama. Udara panas datang dari telapak kaki juga datang dari atas kepala membuat 3 orangyang di dalam berkeringat. Shi Tu Tian Xin berteriak, "Bagaimana ini? Habislah kami! Habislah!" Shi Tu Qing Yan dengan cemas bertanya, "Paman Fang, apakah kau sudah mempunyai cara?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Sudah ada!" Adik kakak Shi Tu segera senang dan mereka bertanya, "Dengan cara apa? Cara apa?" Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Cara ini sekarang belum bisa terpakai." Tian Xin berkata, "Kapan baru bisa dipakai?" Fang Zhen Mei menjawab, "Harus menunggu sebentar." Kali ini Shi Tu Qing Yan juga sudah cemas. Dia berkata, "Kalau menunggu lagi, kita semua akan matang." Fang Zhen Mei tersenyum dan berkata, "Betul, pada waktu itu kita lolos." ---ooo0dw0ooo--Hari hampir terang. Hari subuh. Angin paling dingin, kabutpun paling lembab, langitpun paling gelap. Bulan sudah tidak ada, angin kencang dan awanpun sangat rendah, angin tetap terasa dingin. Di dalam Han Bi Lou bagian barat, Seseorang berbaju hitam dengan cepat keluar dari jendela. Dia masih terus menerus melihat Han Bi Lou. Di dalam jendela ada seorang perempuan sedang dengan sepenuh hati memandang bayangan orang itu. Air mata Gong Sun Yue Lan, di dalam angin malam dan angin pagi seperti sudah membeku menjadi es. Wo Shi Shui sudah pergi jauh. Dengan sedih Yue Lan masih berpikir dan melihat. Tidak ada bulan, tidak ada bintang, angin meniup awan. Tiba-tiba dia sudah melihat di atas atap banyak orang yang berbaju hitam. Mereka
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sedang menuju Han Bi Lou. Dia ingin berteriak, tapi jendela sudah dipukul hancur. Seseorang yang kuat dengan langkah besar masuk. Gong Sun Yue Lan membentak, "Siapa?" Orang itu menjawab dengan dingin, "Chang Xiao Bang Qu Lei." Dengan cepat Yue Lan sudah maju. Dia mengambil Gu Zheng. Dari dalam mengeluarkan sebilah pedang. Pedang cepat seperti kilat terus menyerang Qu Lei. Qu Lei sudah mulai mengeluarkan kepalan tangan. Gu Zheng hancur. Yue Lan mundur beberapa langkah. Qu Lei mendekat, Yue Lan segera memukul dengan bangku. Tapi bangku tetap hancur dipukul Qu Lei. Yue Lan sudah mundur sampai pinggir tempat tidur. Dia mengangkat meja dan melempar meja itu kepada Qu Lei. Dia tidak berharap meja ini bisa menyerang mundur Qu Lei. Dia hanya berharap bisa menghadap dia sebentar supaya dia ada kesempatan untuk melarikan diri. Tapi Qu Lei tidak menghindar, dia tetap memukul, mejapun hancur. Yue Lan sudah mendengar di luar suara sangat ribut. Suara perempuan-perempuan * berteriak. Suara bertarung juga terdengar, dia ingin lari dari pintu. Tapi Qu Lei sudah dengan cepat mendekat. Dengan dingin dia berkata, "Lebih baik kau mendengar perintahku!" Qu Lei memecahkan pintu tapi dia menghadang di pintu. Yue Lan dengan marah berkata, "Aku memilih mati!" Dia ke depan, 2 jari menusuk mata Qu Lei. Qu Lei memukul.

EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Gong Sun Yue Lan sudah terbang keluar, mulut mengeluarkan darah. Qu Lei dengan suara keras berkata, "Semua menyerang ke Han Bi Lou, tidak ada orang yang boleh lolos." Suaranya memenuhi Han Bi Lou. Begitu kamar Gong Sun Yue Lan ada suara yang aneh, Qu Yang Sao Yue sudah bangun. Dia dengan cepat keluar membawa pedang. Tiba-tiba ada cahaya pedang mendekat, cepat dan tepat. Dengan pedang Qu Yang Sao Yue bisa menahan serangan ini. Segera dia menyerang 7 jurus pedang, orang itu mundur 7 langkah, tapi dia dapat menyambut 7 pedang ini. Hanya sebentar orang itu sudah menyerang 7 pedang Qu Yang Sao Yue juga menghindar 7 pedang itu tapi dia sudah mulai sedikit terengah-engah. Begitu dia melihat lawan adalah seorang pemuda yang dingin dan sombong juga cabul. Qu Yang Sao Yue sangat marah dan berkata, "Kau siapa?" Pemuda itu tertawa dan berkata, "Chang Xiao Bang Fang Zhong Pin!" Qu Yang Sao Yue sangat kaget. Kalau Chang Xiao Bang datang menyerang, tadi ada suara aneh datang dari kamar Yue Lan. Dia sekarang pasti dalam bahaya, karena itu dia marah dan membawa pedang dan berkata, "Minggir!" Fang Zhong Pin tertawa dan berkata, "Kenapa harus minggir? Biarpun umurmu sedikit tua tapi masih cantik. Aku tidak mau jauhjauh darimu" Belum habis dia berkata, Qu Yang Sao Yue sudah menyerang dengan ilmu pedang dan memaksa Fang Zhong Pin keluar dari pintu menuju pekarangan. Han Bi Lou di mana-mana sudah terdengar suara teriakan dan suara pertarungan. Qu Yang Sao Yue berteriak, "Kalian jangan gugup, bergabunglah untuk melawan." Dan pada waktu itu juga Fang Zhong Pin menyerang kembali. Qu Yang Sao Yue membentak dan berkata, "Cari mati!" Pedang yang di
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangan sudah bergetar. Dia ingin dengan tenaga dalam yang sudah dia latih puluhan tahun menggetarkan pedang yang dipegang supaya bisa lepas dari tangan Fang Zhong Pin. Begitu 2 pedang saling beradu, tangan Fang Zhong Pin dibuat kesemutan. Qu Yang Sao Yue pun menyerang lagi 3 jurus dan membuat pedang yang dipegang Fang Zhong Pin terlepas. Qu Yang Sao Yue sangat senang, dia menyerang lagi dan ingin mengambil nyawa Fang Zhong Pin. Fang Zhong Pin tidak menghindar tapi malah maju, biarpun di tangan tidak ada pedang tapi dia menggunakan tangan menjadi pedang. Pedang tangan sudah terlatih. Tedang telapak' yang Fang Zhong Pin latih kecuali pedang tangan baju, yang lebih lihai adalah "pedang telapak'. Begitu Qu Yang Sao Yue menggetarkan pedang Fang Zhong Pin dan pedang Qu Yang Sao Yue ikut terlepas juga, dia mengira kemenangan sudah di pihak dia. Oleh karena itu dia kurang waspada. "Pedang telapak' sudah sampai ke dada Qu Yang Sao Yue. Qu Yang Sao Yue tiba-tiba berteriak, "Anak-anak cepat kabur! Jangan bertarung lagi!" Dengan tertawa dingin Fang Zhong Pin berkata, "Sayang, ingin kabur juga sudah tidak ada kesempatan lagi." Dia menarik kembali tangannya. Darah seperti gunung muncrat keluar dari dada Qu Yang Sao Yue. Qu Yang Sao Yue segera roboh. Fang Zhong Pin berteriak, "Semua orang Han Bi Lou dengar, kalian tidak perlu bertarung lagi. Ketua kalian, Qu Yang Sao Yue sudah mati di tanganku." Gong Sun You Lan begitu mendengar Qu Yang Sao Yue keluar dari pintu, dia sudah terbangun. Begitu bangun sudah ada murid Chang Xiao Bang masuk. Dengan Pi Pa dia menyapu, 2 orang tadi segera mati. Baru keluar dari pintu kamar bayangan telapak sudah datang. Seseorang yang seperti mayat hidup sudah ada di depan. Dengan cepat You Lan menghindar serangan telapak ini dan membentak, "Kalian siapa?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Orang itu tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Aku adalah Zhan Yu Chan dari Chang Xiao Bang. Hai perempuan lebih baik kau menurut apa yang aku perintah!" You Lan melihat orang ini ada telapak tangan, tapi tidak ada jari. Tapi menyerang sama sekali tidak ada suara, cepat dan tepat. You Lan tahu yang dia latih adalah telapak tangan beracun. Hatinya sangat benci. Diapun bertarung lagi. Tangan memegang Pi Pa, dengan satu jurus dia sudah menyapu. "Wu Zhi Zhang' (Telapak Tanpa Jari) Zhan Yu Chan membentak, segera menghindari serangan Pi Pa. Kemudian dua telapak tangannya mengeluarkan serangan yang kuat ke arah You Lan. You Lan melihat api Han Bi Lou sudah terbakar, hatinya kaget, pada waktu itu kata-kata Qu Lei keluar dari kamar Yue Lan. You Lan sudah tahu Yue Lan sudah terbunuh, diapun tidak ingin bertarung lagi. dia mengangkat Pi Pa dan memukul Zhan Yu Chan. Dengan 2 telapak tangannya, Zhan Yu Chan memecahkan Pi Pa. waktu Pi Pa hancur dan membuat mata Zhan Yu Chan buram, dari dalam Pi Pa You Lan mencabut pedang dan menusuk. Zhan Yu Chan berteriak, "Pedang sudah menembus tenggorokan." sesudah membereskan Zhan Yu Chan, You Lan ingin menolong adiknya tapi di belakang sudah ada yang menyerang. Untung You Lan segera tahu, dia menghindar ke pinggir tapi pundak sudah terkena dan terluka. Yang menyerang adalah anak buah Biao Xue Hun telapak sakti' Luo Tian Chi. Dia dengan galak berdiri di sana, tangannya masih memegang golok. Kata Gong Sun You Lan, "Tadi pagi kau kuberi hidup, sekarang kau masih tidak tahu malu berani melukai orang dari belakang!" Luo Tian Chi mengangkat golok tinggi-tinggi dan tertawa, "aku menyerangmu diam-diam, tidak ada yang tahu kau sudah menjadi daging di mulutku. Lebih baik aku menikmati dulu dirimu..." Tibatiba tenggorokannya berbunyi dan dua mata sudah membelakak kemudian roboh karena dua bilah pedang sudah menancap di dadanya.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Begitu dilihat oleh You Lan, ternyata yang datang adalah orang dari markas Biao Feng Yun Yang Ku Wei. Yang Ku Wei berkata, "Nona cepat lari! Kita sudah dikepung musuh..." kata dia belum habis, sudah mendengar kata-kata Fang Zhong Pin mengenai Qu Yang Sao Yue. Yang Ku Wei marah dan berkata, "Kurang ajar..." Tapi tiba-tiba kepalanya sudah pecah dan darah bermuncratan. You Lan menjerit. Terlihat ada satu orang berbaju hitam juga pendek mendekat. Dia tertawa dan berkata, "nona bagaimana obat peledak ini?" Kemudian dia dengan senang tertawa. Dia adalah ketua panji hitam Wan Man Tang, dia juga penyerang Han Bi Lou. Tapi dia baru tertawa setengah, suara tertawa menjadi teriakan kesakitan karena punggungnya sudah tertanjap 3 ekor kaki seribu yang berwarna merah. "Kaki seribu terbang' Cui Yi Zhi berdiri di belakang dia. Dengan dingin dia berkata, "Yang terkena racun seribu kaki, 3 langkah dia akan mati. Terimalah nasibmu!" Wan Man Tang berteriak tapi dia tidak berani bergerak. Tiba-tiba ada orang datang dari belakang mendekap Cui Yi Zhi dengan erat. Dengan cara apapun Cui Yi Zhi berusaha tetap tidak bisa lepas dari dekapan itu. Ternyata orang itu adalah Shen Qi Shan. Dia berteriak kepada Wan Man Tang, "Ketua Wan, cepat bunuh dia!" Sayang dia tidak tahu tentang Wan Man Tang. Wan Man Tang membunuh Cui Yi Zhi dengan melemparkan obat-obat peledak ke badannya Cui Yi Shi. Shen Qi Shan juga terkena peledak dan mati. Wan Man Tang juga roboh dan mati. Waktu Shen Qi Shan sedang memeluk Cui Yi Zhi, You Lan ingin menolong tapi sudah dihalang oleh seseorang yang tinggi dan besar. Biarpun mengeluarkan jurus yang lamban tapi tenaga sangat besar. Dia adalah Ma Zhou Fu. * You Lan marah juga kaget. Dia melemparkan pedang sebagai senjata rahasia, pedang melewati dada Ma Zhou Fu. You Lan melihat semua Han Bi Lou sangat kacau. Banyak gadis-gadis tidak mau dihina, mereka melawan. Dia merasa sedih tidak tertahan, dia ingin membantu tapi sudah ada seseorang meleyang masuk. Lampu-lampu pun sudah dipukul mati. Sebelum lampu mati You Lan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

melihat seorang pemuda yang gagah tapi cabul sudah berdiri di depan dia. Begitu .lampu mati, orang itu dengan cabul berkata, "Aku adalah Fang Zhong Pin, apakah kau adalah nona besar Gong Sun?" You Lan ingin menyerang, tapi tangan sudah dicengkram. Di telinga sudah terdengar suara tawa Fang Zhong Pin yang cabul. Langit mendung, bumi gelap, api dimana-mana, suara teriakan dimana-mana. ---ooo0dw0ooo--Di ruangan itu panas sudah sampai tidak bisa ditahan lagi. Mereka bertiga terus berjalan mondar mandir. Tanah yang panas, sama sekali langkah kaki tidak bisa berhenti. Dalam hati Shi Tu Tian Xin berpikir, "Habislah! Biarpun sekarang sudah ada cara juga sudah terlambat!" Kata Shi Tu Qing Yan, "Ilmu silat kita tidak baik tidak apa harus mati, tapi Paman Fang" Tiba-tiba Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Sekarang kita belum mati, apakah betul?" Shi Tu Qing Yan menarik nafas dan berkata, "Sekarang sama nanti, apa bedanya?" Shi Tu Tian Xin masih bisa meneliti Fang Zhen Mei, dia berkata, "Paman Fang, sekarang dalam keadaan begitu, kau masih bisa tertawa, kapan dan dalam keadaan apa kau baru tidak tertawa?" Kata Fang Zhen Mei, "Waktu makan." Baru berkata itu, adik kakak Shi Tu tertawa. Tiba-tiba Fang Zhen Mei berdiri tegak dan berkata, "Sekarang adalah waktu kita menerobos keluar." Adik kakak Shi Tu kaget sampai mulut ternganga dan bersamaan berkata, "Menerobos keluar?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Betul, menerobos keluar." Kata Fang Zhen Mei. Tangan sudah dilambaikan dan pedang sakti Xue He sudah ada di tangan. Fang Zhen Mei sangat bersemangat dan berkata, "Zheng Bai Shui sudah menghitung kita tidak bisa keluar dari kurungan ini, maka itu dia memberikan pedang sakti Xue He ayahmu. Tapi dengan pedang inilah kita bisa tertolong. Tadi Nona Dan Feng ingin menolong kita tapi tidak terlaksana. Karena dia juga pedang sakti Xue He jatuh di tangan kita, berarti dia sudah menolong kita." Kata Shi Tu Qing Yan, "Aku tahu pedang sakti Xue He bisa memotong besi seperti tanah, memutuskan emas seperti batu, tapi apakah bisa memotong besi yang tidak biasa ini?" Kata Fang Zhen Mei dengan tegas, "Tidak bisa." Adik kakak Shi Tu terpaku. Kemudian Fang Zhen Mei berkata, "Karena itu aku harus menunggu sampai sekarang. Zheng Bai Shui menyangka cara yang paling jitu adalah memanggang kita, itu juga bisa menghindar orang-orang Chang Xiao Bang berkorban. Siapa tahu cara paling aman malah ada celahnya. Api membakar, besi pasti leleh. Papan besi juga akan melebur. Dengan pedang kita memotong pagar pasti tidak ada gunanya, lebih baik kita mencari akal dari bawah yang panas. Kita akan keluar dari bawah. Di bawah ada api, pasti ada lubang, ada lubang pasti ada jalan, di atas kepala kita ada api tapi kita tidak bisa menabrak ke atas. Jika di atas langit-langit dipotong, api dan arang akan turun. Kita bisa tidak beruntung." Dengan senang Shi Tu Tian Xin meloncat. Shi Tu Qing Yan berpikir sebentar dan berkata, "Jika kita memotong bawah, api akan naik? Bukankan kita sendiri yang masuk ke dalam kobaran api? Bagaimana bisa keluar?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Aku ada cara. Pertama aku akan turun, begitu hitungan 10 kalian baru turun meloncat. Ingat 10, jangan terlalu telat atau terlalu cepat. Biarpun di bawah ada apa, mata kalian dipejam dan loncat. Sekarang kalian' mulai berhitung." Mata Fang Zhen Mei seperti kilat melihat mereka berdua. Mereka berdua segera bersemangat. "Sudah, jangan telat! bersiaplah aku akan memulai."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Baru habis bicara, dia sudah meloncat dan jatuh di tempat yang paling panas. Kemudian dengan sepenuh tenaga dia menusuk papan besi itu dan memotong sekelilingnya. Terdengar suara papan besi berbunyi, papan besi itu sudah dipotong 2.5 meter lingkaran bulat. Benar saja, dari lubang itu kobaran api terus baik. Fang Zhen Mei berteriak dan dua telapak sudah menutup ke bawah, karena api ditekan oleh telapak, apinya melebar ke sisi. Arang beterbangan, api juga jatuh ke mana-mana. Fang Zhen Mei sudah meloncat ke bawah dan dia berteriak, "Mulai hitung!" Fang Zhen Mei turun ke tumpukan api. Segera badan miring ke kiri dan loncat dari kobaran api, segera tubuhnya juga sudah ada yang terbakar, orang-orang yang mengurus api dibawah, melihat papan besi di gergaji. Dan ada yang turun, mereka kaget dan ingin menyerang, tapi api malah menyerangnya, panasnya membuat mereka berteriak seperti babi dipotong. Begitu kaki Fang Zhen Mei menginjak bumi, dengan cepat dia sudah mendekati mereka berempat. Dengan cepat memadamkan api yang membakar. Mereka sangat beruntung tidak mati terbakar. Sesudah menolong mereka berempat, dia dengan cepat menggerakan telapak tangannya lagi, membuat kobaran api bergerak ke pinggir dan bersamaan waktu, adik dan kakak Shi Tu sudah berpengangan tangan dan mata dipejamkan bersamaan melayang turun. Sekali lagi Fang Zhen Mei menggerakan telapak tangannya membuat adik kakak Shi Tu melayang jauh dari api 3-4 meter. Kemudian dengan cepat dia berlari memadamkan api yang ada di badan mereka. Dua pekerjaan dilakukan dalam waktu yang singkat. Begitu sudah menolong adik kakak Shi Tu, dia baru merasa tubuhnya juga ada beberapa tempat yang terbakar. Mungkin dia ingin menolong orang lain sehingga melupakan keadaan sendiri. Segera dia memadamkan apinya tapi sudah beberapa tempat terluka oleh api. Bajupun beberapa bagian ada
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang terbakar, benar-benar tampak tidak seperti Fang Zhen Mei yang biasa. Diantara beberapa orang Chang Xiao Bang yang tertolong ada yang berkata, "Kami ingin membakar mati dirimu, kenapa kau malah menolong kami?" Fang Zhen Mei tertawa santai, tapi karena tubuhnya sudah ada beberapa tempat yang terbakar membuat dia sakit. Untung tenaga dalamnya sangat tinggi, dia bisa menahan kesakitan ini. Salah satu anak buah Chang Xiao Bang bertanya, "apakah anda adalah Tuan Muda Fang?" Fang Zhen Mei tertawa dan mengangguk. Orang itu menarik nafas dan berkata, "Kalau tahu itu adalah Tuan, matipun aku tidak mau membakar." Yang satu orang lagi berusaha bangun dan berkata, "Kalian cepat pergi! Ketua Bang akan datang sebentar lagi. Kalian keluar dari barat. Jika bertemu 7 pohon cemara segera belok ke kiri. Begitu sudah keluar pintu, cepat berjalan ke selatan. Begitu bertemu satu rumah kecil, kalian ke barat timur. Sesudah itu Tuan sudah diluar wilayah Chang Xiao Bang. Cepat! Cepat! Cepat!" Fang Zhen Mei memberi hormat dan berkata, "Terima kasih!" dia segera membawa adik kakak Shi Tu, seperti angin dengan cepat pergi. ---ooo0dw0ooo---

Bab 13 Ketepel Besi, Peluru Perak, Lu Ying Feng. Begitu Fang Zhen Mei keluar dari ruangan itu, dia sudah merasa ada angin meniup wajahnya dan kepala mereka. Dengan menarik nafas yang dalam, Fang Zhen Mei mengisap udara segar. Langit bagian timur sudah mulai memutih. Malam akan lewat, pagi akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

datang. Dia segera mengambil arah selaran dan sambil membawa adik kakak Shi Tu, dia sudah terbang diatas puluhan atap rumah. Tibatiba dia melihat ada satu pekarangan. Ada seseorang dengan pelanpelan sedang berjalan, dia menuju pintu Chang Xiao Bang. Sikapnya santai tapi ragu-ragu. Shi Tu Tian Xin begitu melihat, segera berkata, Ttu adalah Paman Lu." Fang Zhen Mei mengangguk dan berkata, "Kita turun dan lihat!" Ketapel besi peluru perak Lu Ying Feng benar-benar adalah seorang yang berpengalaman di dunia persilatan, begitu mendengar di atas ada suara yang berbunyi, dia segera membalikkan badan, mencabut panah dan memasang kepada busurnya dan dengan waspada bersiap-siap. Fang Zhen Mei seperti seekor burung besar lewat dan dengan tenang turun di depan Lu Ying Feng. Shi Tu Tian Xin seperti bertemu dengan keluar, dengan senang dia memanggil, "Paman Lu." Begitu Lu Ying Feng melihat Fang Zhen Mei dan adik kakak Shi Tu muncul di depannya, wajahnya langsung berubah, lama tidak bisa berkata. Dengan tertawa paksa dia berkata, "Oh...ha, kenapa kalian bisa ada di sini? Ha...ha..." Shi Tu Qing Yan juga dengan aneh bertanya, "Kenapa paman juga bisa ada di sini?" Kata Lu Ying Feng tertawa, "Karena...karena aku mendengar kalian tertangkap dan Tuan Muda Fang juga terkurung, karena itu aku ingin...ingin menolong kalian, biarpun sangat berbahaya..." Shi Tu Qing Yan menarik nafas dan berkata, "Hari itu kami tidak hati-hati, membuat paman khawatir." Lu Ying Feng tertawa dan berkata, "Kalau aku tahu Tuan Muda Fang sudah lepas dari kurungan itu, aku tidak perlu datang lagi ke sini." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Apa? Lepas dari kurungan? Tuan Lu tahu dari mana aku tadi terkurung?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wajah Lu Ying Feng berubah dan menjawab, "Karena...karena..." Tiba-tiba panah dipegang di tangan dilepaskan. Panah seperti kilat menuju ke Fang Zhen Mei. Begitu mendadak, adik kakak Shi Tu tidak menyangka bahwa Lu Ying Feng akan membunuh Fang Zhen Mei. Mereka terpaku. Dua jari Fang Zhen Mei bergerak menjepit dan panahpun terjepit. Kemudian Lu Ying Feng berturut-turut menembakkan 4 butir peluru perak. Kali ini dia menyerang adik kakak Shi Tu, kemudian dia membalikkan badan dan lari. Dia menyerang adik kakak Shi Tu untuk membagi perhatian Fang Zhen Mei dan supaya bisa melepaskan diri. Asal ada orang Chang Xiao Bang datang, dia akan tertolong. Tapi sepertinya Fang Zhen Mei sudah ada persiapan, panah yang dijepit di tangan tiba-tiba terbang. Panah itu sudah bisa menahan 4 peluru. Kemudian Fang Zhen Mei seperti seekor bangau terbang dan mencegat perginya Lu Ying Feng. Lu Ying Feng berteriak, kemudian dua tangan dibalikkan, 2 pisau pendek sudah menusuk ke perut Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei menghindar. Sepasang tangan Lu Ying Feng sudah dicengkram, pisau pendekpun dirampas oleh Fang Zhen Mei. Badannya terasa diangkat melewati kepala dan dilempar ke bawah. Lu Ying Feng merasa langit dan bumi berputar. Dia tidak bisa bangun lagi. Shi Tu Tian Xin terpaku dan berkata, "Kenapa..." Shi Tu Qing Yan dengan kaget berkata, "Apakah..." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Tuan Lu, sebenarnya dari awal aku sudah curiga kepadamu. Aku ingat waktu aku di Wisma Shi Jian dan mengobrol dengan ketua Shi Tu, ada orang di hutan bambu mendengar percakapan kami. Kami berusaha menangkap orang itu, tapi orangnya sudah lari. Keadaan Wisma Shi Jian sangat rumit, apakah orang lain bisa datang dari pergi semaunya? Karena
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

itu aku curiga itu adalah orang dalam Wisma. Aku ingat orang itu meninggalkan telapak kaki di tanah yang basah, besarnya seperti kakimu sekarang, semenjak itu aku sudah memperhatikanmu..." Lu Ying Feng yang terjatuh ditanah, dengan susah payah baru bisa bangun. Dengan marah dia melotot kepada Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei dengan pelan berkata, "Kemudian aku dari tangan Qu Lei menolong Shi Tu Tian Xin dan Shi Tu Qing Yan, aku merasa lebih aneh lagi, kenapa seluk beluk Wisma Shi Jian selalu diketahui jelas oleh musuh. Seperti Qing Yan dan Tian Xin mengunjungi Hu Yan Yi Ding, kenapa Qu Lei bisa tahu...kemudian kau membawa Qing Yan dan Tian Xin mengganti baju, tapi tidak lama kau melapor bahwa Qing Yan dan Tian Xin sudah diculik lagi. Tapi aku curiga kepadamu paling sedikit 3 hal. Pertama, Wisma Shi Jian bukan tempat orang biasa bisa masuk dan keluar semaunya, tapi terkecuali orang itu mempunyai ilmu silat tinggi. Seperti Wo Shi Shui dia pasti bisa, tapi apakah dia mau melakukan ini? Kedua, katamu yang datang adalah Wo Shi Shui dan dengan golok membunuh orang-orang Wisma Shi Jian, tapi menurutku Wo Shi Shui jarang memakai golok. Dia juga bukan tipe orang yang membunuh orang untuk menutup mulut. Ketiga, jika orang yang menculik adik kakak Shi Tu dia bisa membunuh 3 orang untuk menutup mulut, kau sudah pasti pasti bukan tandingannya. Kenapa dia tidak sekalian membunuhmu dan menyisakanmu sebagai saksi dan menunjukkan dia bahwa yang melakukan ini adalah Wo Shi Shui?" Kata-kata ini membuat Lu Ying Feng menundukkan kepala, kemudian Fang Zhen Mei berkata lagi, "Karena itu aku merasa di dalam Wisma Shi Jian sudah ada pengkhianat. Tapi aku tidak mempunyai bukti yang cukup. Pertama, aku tidak mau salah sangka kepada siapapun. Kedua, aku tidak mau membuat ketua Wisma Shi Jian sedih. Aku hanya melihat dari pinggir, aku kira kau akan tahu batas dan meru bah kelakuanmu. Aku mengotot ingin pergi ke Chang Xiao Bang untuk menolong orang, untuk menghindari bahwa sebelumnya kau akan memberitahu dulu kepada Zheng Bai Shui.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sekarang kau ada di sini, sepertinya kau dengan susah payah datang untuk memberitahu rahasia ini. Yang datang adalah aku Fang Zhen Mei tapi bukan ketua wisma. Pantas ketua Zheng Bai Shui sudah tahu aku akan datang dan dia sudah memasang semua perangkap yang kokoh." Lu Ying Feng menundukkan kepala dan diam tidak berkata. Tibatiba dia meloncat, dari sepatunya segera keluar 2 bilah pisau belati, bersamaan dirinya dan pisau dia menubruk kepada Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei tertawa dan menghindari 2 pisau belati terbang dan Lu Ying Feng diputar berkeliling. Kemudian seperti layanglayang putus terbang beberapa meter dan diapun jatuh lagi. Lagilagi dia tidak bisa bangun. Fang Zhen Mei tertawa dingin dan berkata, "Aku menasehatimu, jangan seperti seekor binantang yang terkurung dan mengajak bertarung, biarpun aku terkurung di Chang Xiao Bang tapi aku juga dari adik kakak Shi Tu membuktikan satu hal. Mereka ditotok dari belakang, ini sama sekali bukan kelakuan Wo Shi Shui dan muridmurid Wisma Shi Jian mereka dalam keadaan tidak siap dan terbunuh. Waktu itu kau ada di lapangan, kenapa tidak melawan? Tidak melapor? Qing Yan dan Tian Xin bukan diculik oleh mereka tapi diculik olehmu. Sekarang kau sudah berjasa besar, kau pulang lagi ke Wisma Shi Jian dari Chang Xiao Bang. Secara tidak langsung, kau sudah menjadi orang baik dan kau sangat senang. Tapi kau tidak terpikirkan roh-roh murid Wisma Shi Jian yang kau bunuh dan kepercayaan ketua Wisma Shi Tu ke 12 kepadamu, dan kau selalu dihormati oleh tingkatanmuda dunia persilatan, kelakuanmu sekarang apakah pantas terhadap mereka?" Lu Ying Feng terengah-engah dan tengkurap di bawah, dia seperti seekor anjing. Fang Zhen Mei tertawa dingin dan berkata, "Aku tidak mau membunuhmu, aku ingin kau bisa sadar. Pulanglah ke Wisma Shi Jian, minta maaf kepada ketua Shi Tu. Hanya demikian, lebih hidup senang daripada seperti sekarang."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

---ooo0dw0ooo--Sesudah meninggalkan Chang Xiao Bang, Fang Zhen Mei dan adik kakak Shi Tu hatinya terasa sangat berat. Hari sudah mulai pagi, merekapun sudah ada dalam wilayah Wisma Shi Jian. Kata Shi Tu Qing Yan, "Aku benar-benar lelah..." Shi Tu Tian Xin juga berkata, "Aku juga lelah." Tanya Shi Tu Qing Yan, "Paman Fang, apakah kau mau pulang bersama kami?" Fang Zhen Mei berhenti melangkah dan tertawa kecut, "Tidak, aku sedang menunggu sebentar atau orang lain akan mengantar kalian pulang? Aku tidak tenang kalian pulang sendiri." Shi Tu Tian Xin merasa aneh dan bertanya, "Kalau begitu, kita akan kemana dulu?" Jawab Fang Zhen Mei, "Di sini saja." Shi Tu Qing Yan bertanya, "Di sini?" Fang Zhen Mei menarik nafas dan berkata, "Betul, di sini aku akan bertarung dengan Wo Shi Shui, menentukan hidup dan mati. Siapa yang bertahan hidup, orang itu akan bertanggung jawab mengantar kalian pulang. Lihat, dia sudah kemari!" Adik kakak Shi Tu melihat ke depan. Terlihat di kejauhan, ada seseorang berbaju hitam dengan cepat mendekat. Hari baru terang, orang itu hanya sebentar sudah mendekat. Dia memberi hormat, "Apa kabarnya kalian?" Fang Zhen Mei balas menjawab, "Kau juga apa kabar?" Wo Shi Shui segera memberi kode dengan tangan dan berkata, "Silakan." Fang Zhen Mei juga mengangguk dan berkata, "Silakan!" Tibatiba dari arah timur ada suara tawa yang seperti orang gila. Seorang laki-laki berbaju mewah dan setengah baya, sebadan penuh darah.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dia memainkan pedang di tangan. Dengan keras berteriak, "Fang Zhong Pin, aku akan membunuhmu, membunuhmu..." Shi Tu Qing Yan kaget dan berkata, Tunggu, tunggu, itu adalah Paman Guru Jiang yang dari markas Biao Chi Yun!" Wajah Fang Zhen Mei segera berubah dan berkata, "Celaka!" mungkin dia terlalu kaget juga lelah, kapan dia menjadi gila badannya bergerak seperti seekor bangau lewat, dia sudah ada di depan Jiang Qing Feng. Terlihat sorot mata Jiang Qing Feng sangat marah, mulut mengeluarkan budah putih. Dia dalam keadaan setengah gila. Begitu melihat Fang Zhen Mei datang, segera pedang diayunkan. Jari Fang Zhen Mei menjepit pedang dan menotok nadi untuk pingsan dan berkata, "Terlalu banyak menggunakan tenaga, harus ditambah tenaga kalau tidak dia akan mati kelelahan." Dengan suara rendah Wo Shi Shui berkata, "Biarlah aku yang mencoba." Shi Tu Qing Yan berteriak, "Paman Jiang, kau kenapa? Paman Jiang..." Fang Zhen Mei membuka totokan Jiang Qing Feng. Dengan tenaga dalamnya dia menyalurkan ketubuh Jiang Qing Feng. Dengan pusah payah Jiang Qing Feng baru membuka mata. Begitu melihat Qing Yan sepertinya dia masih mengenali, kemudian melihat Shi Tu Tian Xin. Dia masih bisa meraba kepala Shi Tu Tian Xin. Kemudian dia berkata, "...Qing Yan...Tian Xin...kalian...hai, Chang Xiao Bang...sudah menyuruh orang menghancurkan...kantor Biao Qing Yun..." Dia sudah dengan terengah-engah dan tidak bicara lagi. Wo Shi Shui marah, "Lagi-lagi kelakuan Chang Xiao Bang!" Kata Fang Zhen Mei berpikir sebentar, "Kalau begitu berarti Chang Xiao Bang sudah mulai menyerang markas Biao Qing Yun, Han Bi Lou, Han Ying Bao. Dinamakan 3 teman baik Wisma Shi Jian, sepertinya Chang Xiao Bang tidak akan melepaskan Han Ying Bao atau Han Bi Lou."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba Wo Shi Shui berdiri. Wajahnya pucat, dia dengan pelan berkata, "Han Bi Lou, Han Bi Lou." Fang Zhen Mei dengan heran melihat Wo Shi Shui. Kenapa begitu mendengar Han Bi Lou, Wo Shi Shui begitu emosi? Tiba-tiba ada seseorang dengan langkah yang cepat datang dan kemudian dia terjatuh. Begitu dia akan jatuh, Wo Shi Shui sudah lari ke depan orang itu dan memapah dia. Orang itu adalah perempuan setengah baya, dia dengan susah payah bernafas. Belakang punggung dan dada ada 5 lubang kecil. Darah masih menetes dari lubang itu. 5 lubang di dada adalah telapak 5 jari. Di luka itu dagingnya ternganga, sepertinya dia dilukai oleh orang yang berlatih 'cakar elang'. Punggung juga ditusuk oleh 5 jari. Lukanya lurus dan dalam. Ini adalah orang yang berlatih Ilmu vampir'. Begitu melihat perempuan setengah baya ini, dia kaget bukan main karena dia pernah bertemu dengan orang ini di Han Bi Lou. Orang ini adalah teman baiknya, tuan rumah Han Bi Lou, Qu Yang Sao Yue ketua perkumpulan Dan Feng, Shen Fei Fei. Dengan nafas terengah-engah, dia berusaha menyampaikan maksudnya, "Aku...aku ingin...ke Wisma...Shi Jian..aku...ingin bertemu...Shi Tu..." Wo Shi Shui sudah melihat 2 mata Shen Fei Fei sudah membalik putih, sepertinya sulit menahan hidup. Segera dia dengan cepat berkata, "Ada perlu apa tetua Shen ke sana? Apakah boleh memberitahu kepadaku?" Shen Fei Fei melihat Wo Shi Shui, dengan lemah dia mengangguk. Tiba-tiba sakit sudah menyerang ke jantung, dia berteriak dan berkata, "Aku sudah...tidak...tahan.. .lagi, aku... dibunuh...oleh Chang Xiao Bang...dua ketua...panji...mayat kering, Qu Li Ren dan elang sakti Bu Qing Yun...Chang Xiao Tu...suruh...ke sana...aku...hati-hati..." Sesudah ini dia sudah tidak bisa bicara lagi. Hati Wo Shi Shui dengan cepat seperti dibakar api, dengan cepat dia memasukkan tenaga dalam, ke dalam badan Shen Fei Fei dan bertanya keadaan Han Bi Lou bagaimana? Bagaimana? Shen Fei Fei dua mata membuka dan berkata, "Mati, luka, diperkosa, dibunuh...
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

semua." Habis berkata ini, dia sudah menutup mata dan meninggal. Wajah Wo Shi Shui sangat pucat. Fang Zhen Mei sedikitnya sudah mengetahui apa yang terjadi. Dia segera berkata, "Kalau ada perlu, kau pergi dulu ke Han Bi Lou. Han Bi Lou tidak bisa menahan kekuatan Chang Xiao Bang, cepatlah pergi untuk menolong. Aku membantu guru Biao Jiang dulu. Aku dan adik kakak Shi Tu akan menyusul ke sana untuk membantumu!" Kata Wo Shi Shui, "Baik!" orang sudah lari dengan cepat. Chang Xiao Bang. Karena Fang Zhen Mei dan adik kakak Shi Tu lolos dari kurungan, Zheng Bai Shui sedang marah, membuat Chang Xiao Bang geger. Dia sudah memenggal beberapa orang Chang Xiao Bang. Pada waktu itupun Lu Ying Feng datang melapor, Qu Lei dan Fang Zhong Pin sudah kembali. x Segera Zheng Bai Shui memerintahkan, "Suruh mereka masuk!" Qu Lei dan Fang Zhong Pin dengan muka yang cerah melangkah masuk. Kata Zheng Bai Shui dengan dingin, "Bagaimana keadaan di luar?" Qu Lei menjawab, "Han Ying Bao sudah hancur." Bang... sudah.. .menyerang.. .Han Lou.. .suruh.. .Wisma.. .Shi Jian...ketua Bi Shi ---ooo0dw0ooo--Fang Zhong Pin pun segera menjawab, "markas Biao Qing Yun pun sudah musnah." Qu Lei tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Kami sudah memasang perangkap terlebih dahulu kemudian menyuruh orangorang markas Biao Xue Hun mencoba dan mereka mengatakan semua perangkap itu sudah berjalan sesuai dengan rencana. Pukul
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

3 dini hari kami mulai menyerang, begitu Wo Shi Shui meninggalkan Han Bi Lou, kami langsung menyerang ke sana. Ha...ha...ha...." Fang Zhong Pin dengan senang tertawa dan berkata, "Ayam dan anjing pun tidak tersisa sama sekali!" Tanya Zheng Bai Shui, "dari pihak kita telah jatuh berapa orang korban?" Segera Fang Zhong Pin memberi keterangan, "Lapor. Sewaktu Kakak Qu menyerang Han Bi Lou, Ye Chang Zhou berhasil dibunuh oleh Pak Tua Guo dan aku menyerang markas Biao Oing. Sama sekali tidak ada yang mati atau terluka. Hanya waktu kami bergabung untuk menyerang Han Bi Lou, ketua panji kuning Zhan Yu Chan, Wan Man Tang mati, dan dari pihak markas Biao Xue Hun, Luo Tian Chi, Shen Qi Shan dan Ma Zhou Fu seluruhnya mati." Kata Zheng Bai Shui dengan senang, "Bagus, bagus sekali, hasil yang sangat bagus. Jasa kalian benar-benar besar dan bagus. Lain hari jika perkumpulan kita bisa menguasai dunia persilatan dan terkenal di mana-mana, kalian akan menjadi wakil ketua dari seluruh perkumpulan dunia persilatan atau pengawas dunia persilatan, seorang laki-laki jika memiliki usaha setinggi itu, apa yang harus dicari lagi?" Qu Lei dan Fang Zhong Pin saling pandang, wajah mereka terlihat senang dan mereka menjawab, "Terima kasih Ketua sudah mau menghargai kami." Zheng Bai Shui berkata dengan santai, "Sekarang bagaimana rencana kita menyerang Wisma Shi Jian?" Qu Lei dan Fang Zhong Pin bergetar dan bertanya, "Apakah sekarang ini sudah waktunya?" Zheng Bai Shui bertanya, "Zhong Pin, beritahu kepadaku bagaimana kekuatan Chang Xiao Bang?" Dengan senang hati Fang Zhong Pin berkata, "Siap!" Kemudian dia berpikir sebentar dan berkata lagi, "Kali ini dari pihak Chang Xiao Bang yang mati adalah Ni Xiang Tian, Wan Man Tang. Dan yang masih hidup adalah Chen Guan Chai, Zhou Liao
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fen. Sedangkan yang sudah mati terlebih dahulu adalah Shen Si, Xie An Zheng dan lainnya. Setelah membereskan Han Bi Lou, Han Ying Bao dan markas Biao Qing Yun, sekarang yang masih tersisa sekitar 163 orang, tapi semangat juang mereka masih sangat tinggi." Wajah Zheng Bai Shui berubah, setelah agak lama terdiam dia berkata lagi, "Begitu banyak yang mati dan terluka. Bagaimana keadaan Wisma Shi Jian, bagaimana cara orang kita berlatih?" "Ketua tidak perlu merasa khawatir, sudah ribuan kali mereka berlatih, Anda tinggal menurunkan perintah, maka kami akan segera meratakan Wisma Shi Jian." Zheng Bai Shui tertawa panjang dan berkata, "Murid-murid panji merah dibawa oleh Ketua Tie. Panji hijau dibawa oleh Ketua Chen, panji biru dibawa oleh Ketua Zhao. Panji hitam dibawa oleh ketua Ou. Panji putih dibawa oleh Ketua Shang. Hanya tinggal Ketua Mu yang akan ikut denganku. Malam ini begitu hari gelap, Qu Lei yang akan bertanggung jawab menyerang di barisan paling depan, Fang Zhong Pin berada di tengah menyerang Wisma Shi Jian." Qu Lei dan Fang Zhong Pin bersamaan menjawab, "Siap!" Kemudian dia berkata, "Aku akan membereskan Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui. Mereka pasti akan datang." Fang Zhong Pin bertanya, "Bukankah tadi pagi mereka berjanji untuk bertarung?" Jawab Zheng Bai Shui dengan dingin, "Kalian membunuh orang tidak bersih dan tuntas. Jiang Qing Feng dari markas Biao Qing Yun dan Shen Fei Fei dari Han Bi Lou masih bisa melarikan diri. Sebelum mereka bertarung, dua orang ini bertemu dengan mereka. Kalian pikir, apakah akan terus bertarung?" Qu Lei dan Fang Zhong Pin saling pandang dan terpaku. Kemudian secara bersama-sama mereka berkata, "Kami minta maaf sudah membunuh tidak bersih!" Dengan santai Zheng Bai Shui tertawa dan berkata, "Kalian
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

jangan mengira aku tidak tahu keadaan di luar, kalian membunuh orang di sana pun akan merasakan manisnya. Tapi kesalahan kalian tidak fatal, aku masih bisa memaafkan kalian. Kalian harus bekerja lebih berat lagi untuk menebus kesalahan. Yang kalian harus waspadai adalah Wo Shi Shui." Qu Lei dan Fang Zhong Pin terkejut hingga mengeluarkan keringat dingin dan berkata, "Terima kasih atas budi Ketua!" Qu Lei dengan heran bertanya, "Ketua, Anda tahu dari mana bahwa mereka berdua tidak jadi bertarung?" Fang Zhong Pin juga bertanya, "Ketua, apakah Anda sendiri bisa menghadapi Wo Shi Shui dan Fang Zhen Mei, aku takut...." Zheng Bai Shui tertawa terbahak-bahak. Suara menembus awan. Suara tawanya membuat Qu Lei dan Fang Zhong Pin bergetar. Setelah lama Zheng Bai Shui baru berhenti tertawa dan berkata, "Di dunia persilatan kalian dijuluki Kepalan dan Pedang yang paling tinggi tingkatnya, tapi di mata orang dunia persilatan, siapa yang disebut Kepalan Selatan Kaki Utara?" Qu Lei terdiam, Fang Zhong Pin berpikir kemudian berkata, "Nan Quan Bei Dui (Kepalan Selatan Kaki Utara) sekarang ditujukan kepada 2 orang pemuda dunia persilatan. Nan Quan adalah Wo Shi Shui, Bei Dui adalah Huo Wu Yong." Zheng Bai Shui berkata, "Benar, dia adalah Huo Wu Yong." Qu Lei terpaku dan berkata, "Apakah Huo Wu Yong akan masuk menjadi anggota Chang Xiao Bang?" "Benar." Fang Zhong Pin dengan heran bertanya, "Huo Wu Yong bukan penjahat juga bukan pendekar, tapi sifatnya sangat dingin dan sombong. Dia tidak suka berhubungan dengan orang-orang dunia persilatan dan dia paling tidak peduli dengan nama baik dan keuntungan. Kenapa dia bisa...." Zheng Bai Shui tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Siapa yang mengatakan dia tidak menginginkan nama baik dan keuntungan....Dia masih muda tapi ilmu silatnya sudah begitu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tinggi, masa dia tidak ingin menonjolkan diri? Yang disebut tidak menginginkan nama dan kepentingan karena tidak ada yang bisa mengerti tentang dirinya dan hanya mengandalkan kekuatan sendiri, tidak akan menjadikan dia menonjol. Karena itu dia tidak mau bertemu dengan orang dunia persilatan dan terus bersembunyi. Jika mendapatkan keuntungan di dunia persilatan, apakah dia tidak mengingmlannya?" Wajah Qu Lei tampak tidak senang. Dia berkata, "Apa? Huo Wu Yong harus disembah-sembah?" Suara tawa Zheng Bai Shui lebih keras lagi. Dia berkata, "Qu Lei, apakah kau melihat aku dengan begitu mudah memberikan sesuatu kepada orang lain?" Qu Lei terpaku, kemudian dia mengerti. Zheng Bai Shui terus tertawa dan berkata, "Aku hanya memperalat dia untuk membunuh Fang Zhen Mei. Bila Wo Shi Shui tidak mati, aku ingin dia yang bergerak ke markas Biao Feng Yun. Begitu Long Fei Hua mati, dia juga akan mati. Ingin mempersembahkan burung kecil? Ha..ha. .ha...." Qu Lei pun ikut tertawa dan berkata, "Cara Ketua benar-benar sangat bagus, sangat bagus...." Fang Zhong Pin ikut tertawa dan berkata, "Katanya yang bernama Huo Wu Yong itu sangat lincah dan pintar tapi dia pun terkena tipuan Ketua. Ha...ha...ha...." Kata Ou Lei, "Aku juga pernah mendengar bahwa kemampuan kaki Huo Wu Yong tidak ada yang bisa menandingi. Kakinya bergerak cepat dan lihai. Jika menyerang, tendangannya tidak bisa dibaca hingga orang tahu-tahu mati ditendang olehnya. Sepertinya Fang Zhen Mei juga bukan tandingannya...." Zheng Bai Shui sangat senang dan dia tertawa lagi. Dia berkata, "Aku akan memerintahkan dia agar ikut dengan kalian menyerang Wisma Shi Jian. Bila terjadi ada apa-apa kalian bisa saling membantu bila melihat Wo Shi Shui dan Fang Zhen Mei sedang bertarung, lebih baik Fang Zhen Mei dibereskan terlebih dulu."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kemudian Zheng Bai Shui melihat Qu Lei dan Fang Zhong Pin. Dia berkata, "Baiklah, kalian istirahat dulu. Nanti siang jam 1 lebih 45 menit nanti, semua berkumpul 'di lapangan dan pada sore hari bersiap-siaplah untuk berangkat. Sekalian bawa Lu Ying Feng. Begitu Wisma Shi Jian hancur, aku akan memberi kedudukan kepadanya yaitu sebagai pengurus dunia persilatan." Kemudian Zheng Bai Shui berkata, "Sepertinya Huo Wu Yong sudah mulai bersaing dengan Fang Zhen Mei." ---ooo0dw0ooo--Pagi sudah lewat, sekarang adalah siang hari. Kedua telapak Fang Zhen Mei ditempelkan ke punggung Jiang Qing Feng. Mereka duduk bersila, keringat terus menetes membasahi baju. Shi Tu Qing Yan yang sejak tadi terus melihat Fang Zhen Mei tanpa sadar dia menjadi bengong. Shi Tu Tian Xin menarik baju kakaknya dan Shi Tu Qing Yan dengan kesal bertanya, "Ada apa?" Dengan suara kecil Tian Xin berkata, "Sekarang Paman Fang sedang mengobati Paman Jiang dengan tenaga dalam. Aku pernah mendengar, sewaktu sedang berada dalam pengobatan itu adalah saat dimana orang kehilangan tenaga untuk bertarung, bila ada yang datang mengganggu, dia bisa menjadi gila atau mungkin dia akan sesak nafas dan mati. Kakak, apakah kita berdua harus menjaga Paman Fang?" Shi Tu Qing Yan mendengar semua ini, dia menjadi kaget. Dia melihat ke sekelilingnya kemudian berkata, "Benar, sekarang aku akan menjaga Paman Fang." Shi Tu Tian Xin berteriak, "Kakak, bukan hanya kau saja, aku juga mempunyai hak untuk menjaga Paman Fang." Tanya Shi Tu Qing Yan, "Bila kau ingin berjaga-jaga, kau bisa melindungi siapa?" Segera Shi Tu Tian Xin dengan jari menutup mulutnya dan berkata, "Ssst, jangan ribut. Aku mendengar bila sedang menjalani
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pengobatan tidak boleh diganggu dengan teriakan atau suara yang keras." Tanya Shi Tu Qing Yan, "Apakah semua ini betul?" Dengan sombong Shi Tu Tian Xin berkata, "Memang ilmu silatku lebih rendah darimu tapi pengetahuanku lebih banyak darimu." Shi Tu Cjing Yan berteriak, "bohong...." Kata Shi Tu Tian Xin, "Ssst, jangan berteriak...." Tiba-tiba wajahnya berubah dan berkata, "Kakak, di belakangmu ada orang...." Shi Tu Qing Yan marah dan berkata, "Kau bohong lagi, mana ada orang? Mana....?" tapi dia melihat wajah Shi Tu Tian Xin tidak seperti biasanya. Dia segera membalikkan kepalanya untuk melihat. Dia berteriak karena seseorang sudah hampir menempel di punggungnya. Dengan gugup dia bertanya, "Siapa kau?" ---ooo0dw0ooo--Bab 14 Si Kaki Utara, Huo Wu Tang Seorang pemuda berumur kira-kira 20 tahun, raut mukanya biasa-biasa saja dan dia terlihat sangat pendiam. Dia berbaju hitam, tidak membawa pedang. Kedua kakinya seperti 2 tiang besi. Dia lebih tinggi dibandingkan dengan orang biasa, lebih tinggi satu kepala. Dia hanya tertawa dingin dan terus berjalan ke arah Fang Zhen Mei. Shi Tu Qing Yan melihat orang itu. Dia merasa ingin marah, melihat orang itu berjalan ke arah Fang Zhen Mei, segera Shi Tu Qing Yan berteriak, "Berhenti kau!" Tangan Qing Yan sudah mencoba mencengkram pundak orang itu. Ketika dia hampir terkena cengkraman itu, tiba-tiba orang itu berjalan lebih cepat lagi, sejauh 4-5 langkah, pundak dan pinggang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tetap tidak berusaha untuk menghindar. Dengan gerakan tadi dia terus berjalan ke arah Fang Zhen Mei. Shi Tu Qing Yan takut dia sudah salah melihat. Dia hanya terpaku di tempatnya, Shi Tu Tian Xin yang berada di sisinya terus berkata, "Kakak, cepat lindungi Paman Fang, lindungi dia!" Melihat kakaknya masih terpaku, dia membentak. Segera dia mencabut pedang dan menusukkannya ke pundak kiri orang itu. Shi Tu Qing Yan pun tersadar. Dia tahu Shi Tu Tian Xin bukan lawan orang itu. Dia pun segera mencabut pisau dan mengayunkan ke arah pundak kanan orang itu. Kali ini mereka berdua sangat kompak. Bila orang itu tidak mau terkena pisaunya, dia pasti harus membalikkan badannya untuk menahan. Tapi ketika diserang dengan pedang dan pisau malah mereka berdua yang terjatuh! Ternyata sewaktu kakak beradik Shi Tu membacok dan menusuk, orang itu tidak membalikkan kepala. Dia menggerakan kaki kirinya dan dengan tepat menyapu kaki Shi Tu Tian Xin dan saat itu pula dengan ujung jari kakinya dia mengait kaki kanan Shi Tu Qing Yan. Karena itu mereka berdua secara bersama-sama terjatuh! Orang itu tidak membalikkan kepalanya. Dengan tertawa dingin dia terus berjalan ke arah Fang Zhen Mei. Shi Tu Tian Xin terjatuh lebih dekat dengan Fang Zhen Mei, melihat keadaan seperti itu dengan cepat dia bangun dan menyerang kaki kiri orang itu dengan pedangnya. Orang itu tetap tidak melihat ke arahnya, dia mengangkat kakinya dan bersiap akan menginjak, kemudian dia menginjak tangan Shi Tu Tian Xin. Karena merasa sakit akhirnya pedang terlepas dari tangannya. Orang itu tertawa dingin. Kaki kanan seperti terbang saat menendang Fang Zhen Mei yang sedang duduk bersila untuk mengobati Jiang Qing Feng.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu Qing Yan meloncat sambil memegang pisau. Begitu dekat dengan orang itu dengan cepat pisau dan telapak tangannya sudah menyerang. Tapi bagaimanapun juga gerakan Shi Tu Qing Yan tidak mungkin lebih cepat dari orang itu. Saat kaki orang itu hampir mengenai Fang Zhen Mei, orang itu tiba-tiba melihatnya. Fang Zhen Mei sudah membuka matanya dan tertawa kepadanya. Orang itu terpaku. Kaki yang akan menendang segera diturunkan. Begitu orang itu terpaku, Shi Tu Qing Yan sudah sampai di sana dan terdengar suara PAK, telapak Shi Tu Qing Yan sudah mengenai orang itu. Tapi tubuh orang itu sama sekali tidak goyah, sebaliknya Shi Tu Qing Yan lah yang terlempar sejauh beberapa meter. Orang itu tetap memelototi Fang Zhen Mei. Shi Tu Tian Xin melihat orang itu berhenti menyerang. Dia berusaha bangun dan melihat Fang Zhen Mei. Dia berteriak, "Paman Fang, kau sudah sadar?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Siapa bilang tadi aku tidur?" Kata Shi Tu Tian Xin, "Bukankah Paman sedang mengobati Paman Jiang?" "Itu adalah pengobatan menyalurkan tanaga untuk Paman Jiang, karena tenaganya sudah terkuras. Kalau pengobatan ini belum selesai dan terganggu maka aku bisa tersesat." "Oh!" "Aku lihat teman kita- ini tidak bermaksud melukai kalian, karena itu aku puri tidak ingin menyerangnya, dia sudah mengetahui keadaanku, sayangnya dia sudah salah mendengarkan percakapan kalian, dan dia mempercayainya." Shi Tu Qing Yang berusaha bangun dari tempat jatuhnya yaitu 2EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

3 meter dari tempat Fang Zhen Mei, dia berkata, "Paman Fang, kau tega melihat kami dipukul sampai seperti ini?" Fang Zhen Mei tertawa tapi dia tidak menjawab. Tiba-tiba orang itu bersuara, dan dia berkata, "Benar-benar seperti yang dikatakan oleh orang-orang." Fang Zhen Mei bertanya, "Apakah kau adalah Huo Wu Yang?" Orang itu terpaku mendengar pertanyaan Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata lagi, "Kecuali Huo Wu Yang tidak ada yang memiliki kecepatan kaki begitu cepat." Dengan dingin Huo Wu Yang berkata, "Mendengar kata-katamu itu, lain kali aku pasti akan langsung membunuhmu, dan mayatmu pun akan kuterlantarkan." Sambil memejamkan matanya Fang Zhen Mei berkata lagi, "Sayang seribu kali disayangkan." Huo Wu Yang menatap Fang Zhen Mei dan bertanya, "Apa yang disayangkan?" Fang Zhen Mei menghela nafas dan menjawab, "Sebenarnya kau adalah seorang pendekar, mengapa sekarang kau malah menjadi seorang pecundang?" Huo Wu Yang marah dan berkata, "Apa maksud perkataanmu?" Dengan perlahan dan diucapkan kata demi kata, Fang Zhen Mei menjawab, "Tuan memiliki ilmu silat yang begitu tinggi, tidak perlu menjadi kaki tangan Zheng Bai Shui." Huo Wu Yang tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Aku bukan kaki tangan Zheng Bai Shui, aku adalah dewa Chang Xiao Bang yang harus disembah." Fang Zhen Mei mengerutkan dahinya dan bertanya, "Apakah Zheng Bai Shui sudi menyembahmu? Apakah kau pernah mendengar cerita tentang Zheng Bai Shui 20 tahun yang lalu?"

EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Cerita tentang apa?" "Dua puluh tahun yang lalu, Zheng Bai Shui ketika itu masih angkatan muda di dunia persilatan tapi dia sudah sangat menonjol, kemampuan ilmu silatnya tinggi, dia ingin selalu senang dan menang pada saat bertarung, sewaktu dia menyerang kuil Shao Lin seorang diri, dia ditaklukkan oleh seorang biksu tua yang tidak memiliki nama, tapi dia memiliki nama Budha yaitu Wu Ming (Tanpa Nama), dan juga ada nama Lao Seng (Biksu Tua), jadi namanya adalah Wu Ming Lao Seng, dalam 3 jurus dia telah mengalahkan Zheng Bai Shui, karena dia tidak bisa menerimanya begitu saja, kemudian dia pun menjadi murid Wu Ming Lao Seng, dan dia mendapatkan ilmu pedang Chang Xiao Qi Jie (Tujuh Jurus Mematikan Sambil Tertawa). Dia sangat menghormati Wu Ming Lao Seng dan juga sangat menurut dan setia kepada biksu ria itu. Begitu Wu Ming Lao Seng telah menurunkan semua ilmunya kepada Zheng Bai Shui, dengan jurus Chang Xiao QI Jie dia juga membunuh Wu Ming Lao Seng. Setelah mendengarkan cerita ini, dalam pikiranmu terpeta bagaimana?" Mata Huo Wu Yang memelototi Fang Zhen Mei dan berkata, "Aku sudah mengerti maksudmu...." "Kau sudah mengerti apa?" "Kau berusaha mengadu domba kami, sepertinya tidak akan ada gunanya," dengan tertawa Huo Wu Yang berkata lagi, "Hari ini adalah hari kesmatianmu." Fang Zhen Mei tertawa dan menghela nafas, "benar-benar keras kepala." Dengan pelan Huo Wu Yang berkata, "kau sudah menolong orang ini dan tenagamu sudah terkuras, kau tidak akan pulih dalam waktu singkat, karena itu kau mengulur waktu dengan cara menceritakan kisah ini." Fang Zhen Mei sepertinya tidak bisa tertawa lagi, dia berkata, "Teruskan ucapanmu."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dengan dingin Huo Wy Yang berkata, "Tidak akan kuteruskan." Fang Zhen Mei mengangkat kepalanya dan bertanya, "Mengapa?" Wajah Huo Wu Yang berubah menjadi hijau, dia berkata, "Karena aku segera akan membunuhmu." Karena kaget Shi Tu Qing Yan dan Shi Tu Tian Xin terpaku, segera Shi Tu Qing Yan berteriak, "Paman Fang kau sudah pulih seperti semula!" Tawa Huo Wu Yang seperti setan malam dan berkata, "Aku tahu kau hanya membutuhkan waktu yang lamanya seperti makan nasi, agar kau bisa pulih seperti sedia kala, sekarang bila Kau mempunyai tenaga untuk menghancurkan batu, aku akan segera pergi dari sini, aku tidak akan menunggu hingga kau mati." Fang Zhen Mei menghela nafas dan memejamkan matanya. Huo Wu Yang tertawa terbahak-bahak dan dia siap akan menendang. Tiba-tiba terlihat kilau pedang ada di tenggorokan Huo Wu Yang. Kaki Huo Wu Yang sudah mengangkat dan menendang pedang panjang itu. Jiang Qing Feng yang berada di bawah berteriak, "Demi diriku dia menghabiskan tenaga dalamnya, sampai mati pun aku tidak akan mengijinkan kau membunuhnya!" Dengan kepalan tangannya dia memukul Huo Wu Yang. Shi Tu Qing Yang pun berteriak, "Paman Fang, aku tidak akan menyalahkanmu karena membiarkan setan ini menghina kami!" Huo Wu Yang tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Tenaga belalang ingin menahan laju kereta?" Kedua kaki dia sudah melayang, tapi di tengah udara kakinya tersandung oleh tangan kiri Jiang Qing Feng. Dengan sekuat tenaga Huo Wu Yang mendorong Jiang Qing Feng. Terdengar Jiang Qing Feng berteriak. Tulang tangannya patah, kemudian dia mengangkat Jiang Qing Feng dan melemparkannya, tepat mengenai Shi Tu Qing Yan yang sedang berjalan ke arahnya. Sehingga
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mereka berdua jatuh bersamaan. Shi Tu Tian Xin berada di bawah segera menarik tangan yang sejak tadi diinjak oleh Huo Wu Yang. Dia segera mendekati Fang Zhen Mei dia ingin membawa Fang Zhen Mei lari dari sana. Fang Zhen Mei dengan lemah menarik nafas. Shi Tu Tian Xin belum sempat memegang Fang Zhen Mei, Huo Wu Yang sudah menendang Jiang Qing Feng dan Shi Tu Qing Yan dengan sebelah kakinya. Kaki yang satu menendang Shi Tu Tian Xin dan terlempar sejauh beberapa meter kemudian jatuh berdebum. Huo Wu Yang tertawa seperti orang gila dan berkata, "Marga Fang, akuilah kekalahanmu!" Kedua kakinya sudah siap menendang kepala Fang Zhen Mei, tiba-tiba terdengar suara orang yang marah membentak, "Marga Huo, mampuslah kau!" Kepalan tangan sudah dilayangkan. ---ooo0dw0ooo--Wo Shi Shui terus menerus berlari hingga sampai di Han Bi Lou. Hari sudah pagi. Tapi pada saat Wo Shi Shui tiba di sana, hatinya terasa sakit. Han Bi Lou benar-benar sudah hancur lebur, hanya tinggal reruntuhan. Wo Shi Shui menahan kepedihan hatinya, seperti orang gila dia terus berlari ke belakang Han Bi Lou. Sepanjang jalan, dia melihat banyak mayat para gadis yang bergelimpangan. Ada yang setengah telanjang, ada yang bajunya sobek, orang melihatnya pun tidak akan tega. Di antara mayatmayat itu ada juga mayat anak buah Chang Xiao Bang. Hati Wo Shi Shui terasa sakit seperti terbakar api. dia naik ke loteng. Dia melihat mayat Gong Sun You Lan yang telanjang. Wo Shi Shui sangat kaget, marah, sedih, dan bengong. Dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tirai dia menutupi Gong Sun You Lan. Dia melihat di bawah ada 3 huruf "Fang Zhong Pin." Tiga huruf ini ditulis dengan darah. Ini pasti tulisan Gong Sun You Lan pada waktu dia sedang sekarat. Wo Shi Shui mengangguk. Dengan sedih dan sakit hati dia berkata, "Kakak You Lan, kau tenang saja, aku akan membalaskan dendammu!" Tiba-tiba dia teringat sesuatu. Dia berlari lagi ke atas atap. Dia melihat mayat Ou Yang Sao Yue yang terbaring. Dia mati tapi matanya tidak tertutup. Wo Shi Shui berteriak, "Yue Lan, Yue Lan!" Dia membuka pintu dan menyibakkan tirai. Dia terpaku dan bengong. Orang yang dia cintai mati seperti Gong Sun You Lan. Di sisi ada 2 haruf yang ditulis dengan darah, Qu Lei'. Wo Shi Shui dengan bengong melihat dan terus melihat, melihat dan melihat lagi.... Qu Lei! Dengan perlahan Wo Shi Shui membungkus mayat Gong Sun Yue Lan dengan tirai. Dengan penuh kasih sayang dan lembut dia mencium rambut Gong Sun Yue Lan. Dengan suara yang kecil dia berbicara, seperti air hujan yang tidak berhenti. Langit mulai gelap, tapi suara ini tidak berhenti. Qu Lei! Tiba-tiba Wo Shi Shui berdiri dan seperti orang gila berteriak, "Aku harus balas dendam! Balas dendam! Balas dendam! Qu Lei! Dengan kepalan tanganku ini, aku akan menghancurkan kepalanmu dan juga kepalamu! Aku akan membasmi Chang Xiao Bang!" Wo Shi Shui seperti orang gila, keluar dari Han Bi Lou. Dia melewati tangga kayu, tangga itu roboh. Dia melewati tiang kayu, tiang itu pun sudah runtuh. Melewati kamar peristirahatan, kamar itu pun sudah hancur. Melewati tangga batu, tangga batu itu pun sudah terbelah.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sewaktu Wo Shi Shui berlari keluar dari Han Bi Lou, dia melihat ada seseorang yang berbaju hijau yang tertinggal di Han Bi Lou. Dia sedang melepas perhiasaan dari para perempuan Han Bi Lou yang sudah mati dan dia memasukkan semuanya ke dalam kantongnya sendiri. Wo Shi Shui seperti seekor harimau marah, tapi dia segera terdiam dan melihat semua perbuatan orang itu. Karena di sisi orang berbaju hijau itu masih ada sekitar 4-5 orang yang juga berbaju hijau. Mereka pun melakukan hal yang sama. Orang berbaju hijau itu melihat Wo Shi Shui, dan seketika itu mereka menjadi bengong. Wo Shi Shui dengan satu kata per satu kata bertanya, "Kalian siapa?" Orang berbaju hijau itu dengan bangga dan tertawa menjawab, "Chang Xiao Bang, panji hijau, ketua Chen Guan Cai, dijuluki Jala Langit." Wo Shi Shui berteriak, "Aku beritahu kepada kalian, namaku adalah Wo Shi Shui!" Kata 'Shui' yang terakhir berubah menjadi teriakan seperti orang gila. Sebelum orang-orang berbaju hijau itu sadar, Wo Shi Shui sudah seperti seekor harimau dengan marah menerjang. Biasanya si Jala Langit, Chen Guan Cai masih bisa bertahan beberapa jurus dengan Wo Shi Shui, sifatnya selalu ingin mengambil keuntungan dari keadaan yang terjepit, tidak disangka hari ini dia bertemu dengan Wo Shi Shui. Dia belum tahu apa yang terjadi, perutnya sudah terkena pukulan. FENG! "Auw..!" Karena merasa sakit Chen Guan membungkukkan badannya, air liurnya terus keluar. Murid-murid Chang Xiao Bang yang berbaju hijau segera marah dan mengeluarkan golok.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Orang pertama mencabut golok, kepalanya segera pecah. Orang kedua mencabut golok, segera ikut roboh. Orang ketiga mencabut golok, wajahnya langsung hancur. Orang keempat mencabut golok, golok belum keluar, tulang dadanya sudah hancur. Orang kelima, dia tidak mencabut golok, tapi 'mencabut' kaki kabur dari sana. Baru 3 langkah berlari, tulang punggungnya pun patah. Begitu orang kelima roboh, si Jala Langit baru bisa melihat Wo Shi Shui. Dia memperhatikan Wo Shi Shui sepertinya dia pernah melihatnya. Kemudian terdengar suara PENG, Wo Shi Shui memukul lagi. Chen Guan Cai berteriak dan dia berjongkok langsung muntah darah. Wo Shi Shui mencengkaram tangannya dan berteriak, "Siapa yang membunuh ketua Han Bi Lou?" "Dia...adalah...Fang, Ketua...Fang." Sekali lagi terdengar suara PENG. Tulang Chen Guan Cai benar-benar dipukul hingga lembek, keringat sebesar biji kacang jatuh bertetesan di wajahnya. "Siapa yang memimpin kalian ke sini membunuh orang?" "Dia adalah...Qu..Qu..wakil ketua...Qu Lei." PENG terdengar lagi suara pukulan. Chen Guan Cai mengeluarkan air liur dan darah keluar dari hidungnya. Tidak ada makanan yang bisa dimuntahkan lagi. "Sekarang mereka berada di mana? Ada di mana?" "Mereka... sudah.. .kembali.. .kembali.. .ke.. .Chang Xiao Bang." Dengan marah Wo Shi Shui membentak, "Aku akan mencari mereka sekarang." Dia ingin melepaskan Chen Guan Cai tapi dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

langsung teringat sesuatu. Dia menjepit leher Chen Guan Cai dan berkata, "Kenapa kalian masih berani berada di sini?" Chen Guan Cai ingin menjelaskan tapi karena lehernya dijepit terlalu kencang membuat mata Chen Guan Cai membelalak. Wo Shi Shui segera melonggarkan pegangannya dan berteriak, "Cepat katakan! Kalian di sini sedang melakukan apa?" "Menunggu...orang suci...Chang Xiao Bang...Huo." "Siapa yang disebut Orang Suci Huo?" "Huo...Wu...Yong...yang kita...sembah." Kepala Wo Shi Shui segera menjadi dingin. "Huo Wu Yang pergi ke mana? Apa yang akan dilakukan?" "Aku.. tidak.. tahu, sepertinya.. sepertinya, dia akan membunuh.. .Fang.. .Fang. .Zhen. ..Mei.. .semua.. .sudah.. .k uceritakan... aku berharap.. Pendekar.. tidak.. tidak.. akan.. membunuhku. aku....mohon...mohon...." Wo Shi Shui dengan kepala dingin berpikir, "Sebelum aku ke sini, Fang Zhen Mei mengatakan dia ingin menolong Jiang Qing Feng dengan tenaga dalamnya. Bila sekarang Huo Wu Yang sedang menuju ke sana dan menyerang Fang Zhen Mei, dia berada dalam keadaan bahaya." Segera Wo Shi Shui menenteng si Jala Langit, Chen Guan Cai. Dengan dingin dia berkata, "Sekarang aku akan pergi ke sana. Kalau semua kata-katamu benar, aku akan mengampunimu!" Dengan sekuat tenaga dia berlari ke arah Wisma Shi Jian. Dia berlari dengan kencang, dia melihat Fang Zhen Mei sedang duduk bersila di bawah, ada seseorang yang sedang menendang Jiang Qing Feng, Shi Tu Qing Yang, dan Shi Tu Tian Xin. Sekarang sepasang kakinya menendang kepala Fang Zhen Mei dan orang itu sedang tertawa sinis, "Fang Zhen Mei, akuilah kekalahanmu!" Begitu melihat tendangan orang itu, dia segera tahu bahwa orang ini dijuluki dengan si Kaki Utara, Huo Wu Yang. Segera dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berteriak dengan sekuat tenaga, "Marga Huo! Mampuslah kau!" Dia melempar Chen Guan Cai. Dengan cepat menyerang dengan kepalan tangannya dan berteriak, "Aku datang!" Huo Wu Yang melihat serangannya begitu cepat. Hatinya bergetar, sepasang kakinya diayunkan menendang kepada Wo Shi Shui. Wo Shi Shui melihat kedua kaki ini begitu hebat dan ganas. Kepalan berikutnya keluar lagi. PING, PING. Kaki dan kepalan tangan saling beradu dan mereka berdua turun ke bawah. Huo Wu Yang terpental beberapa meter, Wo Shi Shui pun mengalami kejadian yang sama. , Mereka berdua saling pandang dengan marah dan saling melotot. "Siapa kau?" "Namaku Wo Shi Shui." "Kau adalah Wo Shi Shui?" "Betul, aku adalah Wo Shi Shui." "Apakah kau tahu Wo Shi Shui?" "Aku tahu. Sekarang kau adalah Huo Wu Yang hidup, sebentar lagi kau akan menjadi Huo Wu Yang mati!" "Baiklah, Kepalan Selatan dan Kaki Utara akan bertarung untuk mempertaruhkan hidup dan mati." "Itu sudah jelas. Kau ingin lari pun tidak akan bisa." "Baiklah, kalau hari ini aku tidak bisa membunuhmu, aku bukan marga Huo." "Aku akan memberitahumu sebuah rahasia. Apakah kau ingin mendengarkannya?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Mengenai apa?" "Sebenarnya kau bukan bermarga Huo. Waktu ibumu melahirkanmu, dia melihat kau merangkak ke sini dan ke sana, karena itu dia mengubah margamu menjadi Wang, bernama Ba Dan (Wang Ba Dan biasa untuk memarahi orang yang kurang ajar)." Wo Shi. Shui sengaja mengatakannya seperti itu. Biasanya pada saat pesilat tangguh sedang bertarung tidak boleh marah. Begitu marah maka dia akan dengan mudah dikalahkan oleh lawannya. Wo Shi Shui sangat berpengalaman, dia mengerti hal ini. Dia sendiri pun sedang sedih dan hampir menjadi gila. Dia sudah tidak bisa menguasai diri. Hanya bisa berkata dengan cara seperti ini membuat Huo Wu Yang marah. Pertarungan ini baru bisa seimbang. Kata-katanya belum selesai, Huo Wu Yang berteriak dengan sekuat tenaga, kemudian menendang. Kata-kata Wo Shi Shui ternyata membuahkan hasil. Tapi begitu kaki Huo Wu Yang menyerang, dia tidak akan berhenti. Kalau tidak menendang orang itu hingga roboh, dia tidak akan berhenti. Karena itu orang kalangan dunia persilatan banyak yang tidak bisa menerima serangan tendangan kakinya yang bertubi-tubi itu. Wo Shi Shui juga sama, dia tidak bisa menerima tendangan ini. Tapi dia mempunyai cara. Dia tidak mundur, juga tidak menyambut. Dia sama sekali tidak menyambut serangan itu. Tidak menyambut, tapi berbalik menyerang! Kepalan tangan Wo Shi Shui sangat cepat dan tepat. Bila kau sudah melihat dia mengeluarkan kepalan gerakannya lebih cepat daripada yang bisa kau lihat. Walaupun bisa melihat kecepatannya, tapi kau tidak akan bisa mengimbangi kecepatan tangannya, tidak ada orang yang mempunyai tenaga sebesar dia. Kau ingin menghindar kemanapun, kepalan tangannya tetap akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mengenalmu. Di dunia ini yang bisa menerima kepalan tangan Wo Shi Shui bisa dihitung dengan jari. Huo Wu Yang sendiri tidak bisa! Tapi dia juga mempunyai cara! Satu-satunya cara adalah, sebelum kepalan tangan Huo Wu Yang mengenai dia, dia harus menendang Wo Shi Shui hingga roboh. PING, PING, PING, PING PING, PING, PING, PING 4 kali tendangan mengenai Wo Shi Shui. 4 kali pukulan mengenai Hub Wu Yang. Dua orang turun, berdiri, meloncat dan mengeluarkan serangan. PING, PING PENG, PENG Wo Shi Shui terkena tendangan sebanyak 2 kali. Huo Wu Yang pun terkena pukulan 2 kali. Mereka berdua terjatuh. Mulut Wo Shi Shui mengeluarkan darah, hidung Huo Wu Yang pun mengeluarkan darah banyak. Mereka berdua saling pandang dan bersiap-siap untuk serangan ketiga. Pukulan yang akan menentukan hidup dan mati. Jiang Qing Feng, Shi Tu Qing Yang, dan Shi Tu Tian Xin melihat kejadian itu hingga terbengong-bengong. Mereka lupa berdiri. Ketegangan membuat hati Shi Tu Tian Xin seakan-akan hampir meloncat keluar dari mulut. Tiba-tiba ada orang yang memanggil dia, "Adik kecil." Shi- Tu Tian Xin terkejut, dia melihat ada seseorang berbaju hijau sedang melihat ke arahnya. Shi Tu Tian Xin kesal, dia marah, "Kau ribut apa? Mengagetkan orang saja!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Oran berbaju hijau itu tertawa dan berkata, "Adik kecil, maaf bila aku mengejutkanmu, apakah kau bisa menolongku?" Shi Tu Tian Xin merasa aneh dan bertanya, "Bagaimana aku bisa menolongmu? Siapa namamu?" Dengan suara kecil Chen Guan Cai menjawab, "Namaku adalah Chen Guan Cai." Shi Tu Tian Xin berkata, "Apa? Chen Guan Cai (guan cai=peti mati)?" "Adik kecil, apakah kau tidak lihat bahwa aku sedang ditotok, tolong buka totokanku ini, itu sudah cukup," Chen Guan Cai terus meminta. Shi Tu Tian Xin tampak berpikir sebentar, kemudian dia berkata, "Aku ingat kau datang bersama dengan Paman Wo Shi Shui, mengapa Paman Wo bisa menotok nadimu? Kau pasti bukan orang baik-baik, aku tidak mau membuka totokmu." Chen Guan Cai terus meminta dia berkata lagi, "Adik kecil, kau sudah salah paham kepadaku, aku bukan orang Chang Xiao Bang yang jahat, kau lihat sendiri kan, aku lah yang membawa Paman Wo Shi Shui ke sini untuk menolong Paman Fang, karena Pendekar Wo melihat ada musuh dia menjadi sangat marah, tidak sengaja dia sudah menotok nadiku, aku benar-benar malang." Shi Tu Tian Xin bertanya lagi, "Betulkan semua itu? Kalau begitu aku akan tanya dulu kepada kakakku." Chen Guan Cai sangat pintar dengan cara licik dia melihat Shi Tu Tian Xin mulai goyah pendiriannya, dia merasa senang, kemudian dia berkata lagi, "Adik kecil, mengapa masalah kecil seperti ini harus ditanyakan dulu kepada kakakmu? Adik kecil, bila kau melepaskan aku, bila aku membuat keributan, aku pun tidak akan bisa melawanmu." Shi Tu Tian Xin tertawa dan berkata, "Kau memang bukan lawanku, mendengar perkataanmu tadi aku akan membuka totokmu, di sebelah mana tempat yang ditotok?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Chen Guan Cai sangat senang dia berkata lagi, "Adik kecil, asal kau membuka nadi Chen Xue dan Tian Qu Xue dengan tepukan, itu sudah cukup." Shi Tu Tian Xin mengikuti perintah Chen Guan Cai si Jala Langit, sekarang totokan sudah terbuka dan dia langsung meloncat ke langit, dia menggerakkan tangannya, dengan tertawa dingin dia berkata, "Terima kasih." Tiba-tiba dia mengeluarkan serangan dan memukul ke dada Shi Tu Tian Xin, Shi Tu Tian Xin terlontar jauh kemudian pingsan. Shi Tu Qing Yang mendengar ada suara aneh, dia melihat Shi Tu Tian Xin membuka totokan Chen Guan Cai, dia ingin berusaha untuk mencegahnya tapi terlihat Chen Guan Cai sudah meloncat ke atas dan berhasil melukai Shi Tu Tian Xin. Shi Tu Oing Yang sangat menyayangi adiknya, segera dia berlari menghampiri Shi Tu Tian Xin. Jiang Qing Feng sudah waspMa, terlihat si Jala Langit, Chen Guan Cai berlari ke arah Wo Shi Shui dan Huo Wu Yang, sambil menahan rasa sakit Jiang Qing Feng dengan tangan kanannya yang sakit menghalangi Chen Guan Cai. Chen Guan Cai adalah ketua panji hijau di Chang Xiao Bang, ilmunya sangat tinggi, karena tadi bertemu dengan Wo Shi Shui yang sedang emosi, dia kalah dan menjadi sasaran kemarahan Wo Shi Shui, sekarang dia sudah terlepas dari kesulitan, walaupun tubuhnya masih terasa sakit, kaki dan tangannya terasa pegal linu, tapi ilmu silatnya tetap kuat. Hadangan dari Jiang Qing Feng tidak berhasil menghalangi langkahnya, sekarang Chen Guan Cai berada di belakang Wo Shi Shui, tiba-tiba tangannya melingkari pinggang Wo Shi Shui dan melemparkan sebuah jala besar, seluruh tubuh Wo Shi Shui sehingga benar-benar terkurung. Karena Wo Shi Shui sedang berkonsentrasi penuh menghadapi Huo Wu Yang, dia tidak menyangka bisa ada sebuah jala menutupi tubuhnya, dia benar-benar terkurung. Wo Shi Shui sangat marah, dia melambaikan tangan berusaha
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

merobek jala itu! Jala itu terbuat dari Tian Zhu Can Si (Laba-laba Langit Berbenang Ulat Sutra), sekalipun dipotong oleh pedang atau pisau pun tidak akan putus, tapi karena Wo Shi Shui sangat marah, dia berhasil juga merobek jala itu. Tapi-Wo Shi Shui sebelum berhasil melepaskan diri dari jala itu, Huo Wu Yang sudah dekat dengannya, kedua kakinya yang kuat sudah menendang dengan kekuatan penuh ke arahnya. Tendangan kematian dimulai. Wo Shi Shui tidak bisa menghindari tendangan itu lagi. Kaki Huo Wu Yang yang hampir mengenai Wo Shi Shui tiba-tiba terhalang oleh baju putih yang melambai, seseorang telah melindungi Wo Shi Shui. Sepasang kaki Huo Wu Yang menendang ke dada orang itu, gerakannya cepat seperti kilat, serangan ini tidak dapat ditahan, tapi gerakan orang itu lebih cepat lagi, dia berhasil mencengkram kaki Huo Wu Yang dan melemparkannya. Huo Wu Yang membalikkan badannya dan turun dengan marah sambil melihat siapa yang berani melakukan semua itu kepadanya. Orang itu tersenyum dan dengan tenang dia melihat ke arah Huo Wu Yang, ternyata orang itu tak lain adalah Fang Zhen Mei. Tenaga Fang Zhen Mei sudah pulih kembali. Huo Wu Yang sangat marah dan mendekatinya. Wo Shi Shui berhasil keluar dari jala itu, dengan sorot mata marah dia mencari keberadaan Chen Guan Cai, tapi Chen Guan Cai begitu melihat Fang Zhen Mei menolong Wo Shi Shui, dia sudah melarikan diri entah ke mana. Wo Shi Shui berteriak panjang dan dia menyerang Huo Wu Yang kembali. Tiba-tiba Fang Zhen Mei menghalangi perbuatannya dan berkata,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Kali ini biarkan aku yang melayaninya.'' Wo Shi Shui masih melotot, akhirnya dia menjawab, "Baiklah!" Saat itu Huo Wu Yang telah menendang dengan delapan kali tendangan berantai, dia mengarah Fang Zhen Mei! Fang Zhen Mei sudah mempunyai dua pilihan dalam menghadapi Huo Wu Yang, yang pertama adalah balik menyerang dan melukai Huo Wu Yang, kedua adalah mundur, menghindar dari serangannya yang kuat, sekarang yang menjadi masalah adalah bila hanya menghindar dari Huo Wu Yang dia tidak akan memiliki kesempatan untuk menyerang, karena bila Huo Wu Yang melakukan serangan tidak akan berhenti hingga lawannya roboh, karena itu dia lebih memilih cara kedua, dia meloncat ke belakang sejauh 4 meter untuk menghindari tendangan beruntun dari Huo Wu Yang, kemudian Fang Zhen Mei berkata, "Huo Wu Yang, apakah kau akan terus diperalat oleh Zheng Bai Shui?" Baru saja Fang Zhen Mei menyebutkanl2 kata, Huo Wu Yang sudah mengeluarkan 26 tendangan. Fang Zhen Mei seperti kilat, terus mundur, dia terus menasihati Huo Wu Yang tapi tidak berhasil, dia mundur hingga ke atas gunung. Fang Zhen Mei berteriak, "Huo Wu Yang, aku tidak akan melukaimu, berhentilah!" Kali ini Fang Zhen Mei hanya mengeluarkan 8 kata tapi tendangan Huo Wu Yang sudah bergerak sebanyak 36 kali, lagi-lagi Fang Zhen Mei mundur, kesempatan untuk bicara sekarang sudah tidak ada! Dia terus menghadapi Huo Wu Yang yang terus menyerangnya, waktu untuk mebalikkan tubuhnya pun tidak ada, karena itu dia memutuskan untuk naik ke atas gunung. Fang Zhen Mei tidak berusaha untuk membalas. Sekarang adalah siang hari. Di tengah gunung.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wo Shi Shui, Jiang Cjing Feng, dan Shi Tu Qing Yan yang menggendong Shi Tu Tian Xin ikut naik ke atas gunung, serangan Huo Wu Yang tidak berkurang sedikit pun malah terlihat serangannya lebih galak lagi, dia seperti setan galak yang menyerang manusia, dia terus menggunakan sepasang kakinya. Fang Zhen Mei masih berusaha untuk menghindar, keringat sudah membasahi bajunya. Wajah Huo Wu Yang pun bersimbah dengan keringat, dia tetap menyerang dengan ganas, bila Fang Zhen Mei tidak berhati-hati dia bisa mati karena tendangan itu. Tapi Fang Zhen Mei tetap tidak membalas serangan itu. Jiang Qing Feng berteriak, "Tuan Muda Feng, terhadap orang seperti itu harus melakukan perlawanan supaya bisa terlepas darinya?" Fang Zhen Mei mundur sejauh puluhan meter, sambil mundur dia berkata, "Huo Wu Yang kau adalah seorang yang pintar, tapi Huo Wu Yang, kepintaranmu harus digunakan pada tempatnya, kau tetap tidak mau sadar, kelak kau tidak akan menjadi orang yang berguna!" Jiang Qing Feng terlihat sangat gelisah, setelah memeriksa luka Shi Tu Tian Xin, Wo Shi Shui berkata kepada Shi Tu Qing Yan, "Aku akan mengobati luka adikmu dulu, lukanya cukup berat, pukulan telapak tadi sudah melukai organ dalamnya, aku yang membawa orang itu ke sini, karena itu aku yang harus bertanggung jawab, aku akan mengeluarkan racun di dalam tubuhnya, dan mengobati akibat dari pukulan tadi, sekarang tolong lindungi aku, Tuan Jiang, tolong kau lihat keadaan di sana, jangan biarkan Huo Wu Yang menipu Fang Zhen Mei, bila keadaan sangat berbahaya, cepatlah kembali ke sini, sebisa-bisanya aku tidak akan menghabiskan seluruh tenagaku sehingga aku bisa membantu Tuan Fang." Fang Zhen Mei dan Huo Wu Yang sudah jauh puluhan meter dari tempat mereka, Jiang Qing Feng segera menyusul agar bisa melihat keadaan di sana.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Baju Huo Wu Yang dan Fang Zhen Mei sudah basah oleh keringat, tapi Huo Wu Yang tetap menyerang dengan gencar. Mereka sudah berada di puncak gunung, punggung Fang Zhen Mei menghadap ke gunung, sepertinya dia tidak sadar dengan keadaan ini, dia mundur hingga ke tempat teratas. Tapi Huo Wu Yang sangat jelas melihatnya. Gunung itu tidak begitu tinggi, tapi jurang itu dalamnya ada ratusan meter, batu di gunung itu pun banyak yang terjal, bila terus memaksa Fang Zhen Mei mundur hingga ke puncak, Fang Zhen Mei bisa jatuh ke dalam jurang yang terjal, dan Fang Zhen Mei pasti akan langsung mati seketika. Huo Wu Yang berteriak, tubuhnya berada di atas tapi sepasang kakinya menendang ke kiri dan ke kanan membentuk kincir angin, bergerak sangat cepat seperti roda, dia terus menendang Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei masih terus mundur, punggungnya tetap menghadap ke jurang, jaraknya dengan jurang itu tinggal puluhan meter lagi, begitu kaki Huo Wu Yang mendarat ke tanah, dengan kakinya dia kembali menyapu Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei meloncat Huo Wu Yang mengikutinya, sepasang kakinya masih terus menendang ke arah Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei menghela nafas, dia meloncat ke belakang beberapa meter. Huo Wu Yang sangat senang, dia terus mengejar, menendang ke kiri dan ke kanan, mengarah ke kepala Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei masih berusaha menghindar, dia mundur satu langkah lagi maka dia akan langsung masuk jurang. Fang Zhen Mei sepertinya masih tidak menyadari keadaan itu. Huo Wu Yang merasa niatnya ini akan segera terlaksana, hatinya merasa sangat gembira, sekarang kakinya kembali menyerang Fang Zhen Mei.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Jiang Qing Feng yang berhasil menyusul mereka, dia merasa kelelahan dan nafasnya pun terengah-engah, begitu melihat keadaan mereka, ah! Fang Zhen Mei sudah berada di sisi jurang, tapi Fang Zhen Mei sendiri sepertinya tidak menyadari keadaan ini. Jiang Qing Feng benar-benar terkejut, dia berteriak, "Pendekar Fang, hati-hati di belakangmu adalah" Tapi semua ini sudah terlambat! Begitu sebelah kaki Huo Wu Yang menendang, Fang Zhen Mei kembali mundur satu langkah. Fang Zhen Mei merasa tubuhnya menjadi ringan, dia jatuh ke dalam jurang! Hal ini benar-benar sangat berbahaya. Sewaktu Fang Zhen Mei terjatuh, kedua ujung kakinya dikaitkan dengan erat ke sebuah batu yang berada di sisi jurang, kaitan kakinya ternyata masih kuat menahan berat tubuhnya dan dia pun tidak jatuh ke dasar jurang, tapi sekarang ini posisinya adalah kepala berada di bawah sedangkan kakinya masih mengait di sisi jurang, dia benar-benar dalam keadaan tergantung. Waktu itu terdengar suara teriakan, ternyata Huo Wu Yang ingin segera memenangkan pertarungan, sewaktu dia menendang dia mengeluarkan segenap tenaganya, tubuhnya menjadi tidak seimbang, Fang Zhen Mei terjatuh ke dalam jurang disusul oleh Huo Wu Yang. Tapi Fang Zhen Mei dengan ujung kedua kakinya telah mengait batu yang berada di sisi jurang, akhirnya dia tidak terjatuh ke dalam jurang. Terlihat Huo Wu Yang akan terjun ke dasar jurang, Huo Wu Yang sudah menarik tenaga kakinya, See YanTjinDjin 193 tenaganya terasa sangat berat, dia akan jatuh ke dalam jurang. Tapi Huo Wu Yang masih sanggup berdiri di sisi jurang, dia berdiri dengan jarak tepat satu kaki dari sisi jurang. Huo Wu Yang ingin menyaksikan kematian Fang Zhen Mei, tapi dia baru sadar
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tempat di mana dia berdiri tanahnya rapuh dan terus berjatuhan, otomatis dia pun terjatuh. Dia lupa seharusnya dia tidak boleh berdiri di mulut jurang, tanah tempat dia berdiri begitu rawan mana bisa menahan berat tubuhnya yang besar. Huo Wu Yang berteriak, dia sudah terjatuh ke bawah jurang, itu semua terjadi hanya dalam waktu yang begitu singkat. Kaki Fang Zhen Mei masih mengait di sisi jurang, dia baru saja ingin meloncat ke atas, tiba-tiba dia melihat Huo Wu Yang terjatuh ke jurang dengan posisi kaki turun terlebih dahulu disusul kepalanya. Segera Fang Zhen Mei mengambil keputusan dan berteriak, "Aku akan memegangmu." Dengan cepat kepala Huo Wu Yang yang melewati pundak Fang Zhen Mei dan terjatuh, Fang Zhen Mei mengeluarkan tangannya, menarik tangan Huo Wu Yang, tangannya berhasil dipegang. Tapi dengan begitu bobot Fang Zhen Mei bertambah, tanah di mulut jurang masih berjatuhan, ternyata tanah ini tidak sanggup menahan beban 2 orang, tiba-tiba Fang Zhen Mei berteriak, "Naik!" Tangannya mengangkat dan kakinya pun diayunkan, dia melempar Huo Wu Yang ke atas jurang, kemudian dia pun menyusul dengan mengayunkan dirinya ke atas jurang. Jantung Jiang Qing Feng seperti akan keluar dari tempatnya! Huo Wu Yang sepertinya baru berpesiar sebentar di depan pintu neraka, dia terlihat masih shok, dia tidak bisa mengatakan apa pun jantungnya masih berdegup dengan kencang. Fang Zhen Mei menghela nafas beberapa kali, kemudian dia tertawa dan berkata, "Kau tidak apa-apa bukan?" Huo Wu Yang melihat Fang Zhen Mei kemudian dia berlutut. Fang Zhen Mei segera memapahnya bangun dan berkata, "Jangan berbuat seperti itu."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wajah Huo Wu Yang tertempel tanah, dia menarik nafas dan berkata, "Aku ingin membunuhmu, tapi kau malah menolongku. Aku...." Fang Zhen Mei ingin menghiburnya dengan beberapa kata, Fang Zhen Mei sama sekali tidak menyangka kalau tiba-tiba Huo Wu Yang mengangkat kedua kakinya, dia siap menendang Fang Zhen Mei. Kali ini orang seperti Fang Zhen Mei pun tidak menyangkanya sama sekali, Huo Wu Yang membalas budi dengan cara begitu! Karena semua ini terjadi begitu tiba-tiba, di belakang Fang Zhen Mei adalah jurang, dia sudah tidak bisa mundur lagi. Jiang Qing Feng yang berada dipinggir melihat dengan begitu jelas, gerakan Huo Wu Yang yang cepat dan tiba-tiba, dia tidak bisa menolong Fang Zhen Mei. PENG, PENG. Tendangan sebanyak dua kali mengenai dada Fang Zhen Mei. Sebelum tendangan ini mengenai dadanya, Fang Zhen Mei sudah mengumpulkan seluruh tenaganya ke bagian dadanya, dia siap menerima tendangan itu! Masalahnya Fang Zhen Mei tidak bisa meminjam tenaga tendangan Huo Wu Yang untuk mundur dan menghilangkan tenaga tendangan itu karena di belakangnya adalah jurang. Terpaksa Fang Zhen Mei menahan tendangan itu! Begitu menerima dua tendangan ini, tubuh Fang Zhen Mei goyah, darahnya bergejolak, tapi dia berusaha menahannya dia masih berdiri dengan tegak, tapi sudut bibirnya sudah mengeluarkan darah. Kali ini Fang Zhen Mei benar-benar marah, kedua telapak tangannya dirapatkan! Karena satu tendangannya berhasil, Huo Wu Yang sangat senang, dia mengira di dunia ini tidak ada yang bisa menahan tendangannya, walaupun Fang Zhen Mei tidak mati, tapi dia akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tertendang dan masuk ke dalam jurang, tak disangka Fang Zhen Mei masih bisa berdiri tegak, dia benar-benar sangat terkejut, kedua kakinya sudah dijepit, kemudian didorong ke depan, Huo Wu Yang terlempar beberapa meter jauhnya. Fang Zhen Mei marah dan berkata, "Aku tidak menyangka kau adalah orang seperti ini, begitu picik!" Walaupun Fang Zhen Mei sangat marah tapi dia tetap tidak mau membunuh Huo Wu Yang, dia hanya melempar Huo Wu Yang ke tempat jauh, tapi tenaga yang dikeluarkan oleh Fang Zhen Mei sangat kuat, Huo Wu Yang hanya melihat sekelilingnya bergerak dengan cepat, ingin berhenti pun sudah tidak bisa, dia akan terjatuh dengan keras. Tiba-tiba di tengah udara dia berhenti. Fang Zhen Mei pun terpaku. Terlihat dari dada Huo Wu Yang keluar sepotong pedang yang berlumur darah, Huo Wu Yang tertusuk pedang. Huo Wu Yang sangat marah tidak percaya dan kecewa, dengan sedih dia melihat pedang di dadanya. Fang Zhen Mei berteriak, "Tuan Jiang, kau...." Tangan Jiang Qing Feng tetap memegang pedang dan tertawa dengan dingin, "Kau adalah orang picik yang tidak mempunyai perasaan, untuk apa kau hidup di dunia ini?" Fang Zhen Mei menarik nafas kemudian mengangkat kepalanya, kemudian berteriak, "Hati-hati Wajah Huo Wu Yang menjelang kematiannya terlihat penuh dengan dendam, tiba-tiba dia menendang kakinya ke belakang. Fang Zhen Mei ingin menolong tapi sudah terlambat karena posisi Jiang Qing Feng yang sedang menusuk Huo Wu Yang, dia tidak melepaskan pegangan pedangnya. Dia salah tidak melepaskan pegangan pedangnya, Huo Wu Yang terkenal dengan gerakan kedua kakinya yang cepat dan tidak bisa dihindari, tendangan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sebanyak dua kali membuat tulang rusuk Jiang Qing Feng langsung patah seketika dan menusuk ke paru-parunya, kemudian dia pun terlontar ke tempat jauh. Jiang Qing Feng menghembuskan nafas terakhirnya. Jiang Qing Feng berhasil ditendang oleh Huo Wu Yang, dia sendiri pun berada dalam keadaan yang tidak menguntungkan, karena hingga mati Jiang Qing Feng tetap memegang pedangnya dengan erat, orang tertendang hingga melayang, pedangnya pun ikut terlontar, dada Huo Wu Yang seperti keluar panah darah, walaupun Huo Wu Yang berusaha bertahan, tapi dia tetap limbung. Fang Zhen Mei dengan cepat menghampirinya dan berkata, "Cepat tutup nadi-nadimu, kalau tidak kau akan kehilangan banyak darah dan kau akan mati!" Huo Wu Yang dengan wajah seram menatap Fang Zhen Mei dia berkata, "Tidak perlu....aku tidak akan tertolong. Fang.. .Zhen.. .Mei.. .aku.. .mengaku.. .kalah.. .kak akku...akan membalas dendam kepadamu." Setelah bicara seperti itu dia pun roboh, nafasnya pun berhenti. Matahari yang akan terbenam tampak begitu bulat, Fang Zhen Mei melihat langit yang begitu luas, hatinya terasa berat dan juga kosong. ---ooo0dw0ooo--Matahari mulai terbenam. Sore akan segera tiba, awan tampak berwarna merah, memenuhi langit, seperti darah encer dan kental yang menyusun di atas atap Wisma Shi Jian. Awan merah memenuhi Wisma Shi Jian yang kuno dan megah, juga menyinari sejarah ratusan tahun Wisma Shi Jian yang berdiri dengan kokoh yang sudah ratusan kali mengalami perang, tapi dia tetap berdiri dengan bangga. Awan pun sepertinya ikut merasa sedih, dia seperti menyanyikan lagu duka.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Hari ini siapa yang menjaga jalan masuk ke Wisma Shi Jian?" "Dia adalah Yin Yang Hei," jawab Lu Ying Feng. "Baiklah, sekarang ketua panji biru berada di mana?" Qu Lei dengan dingin bertanya. "Hamba ada di sini," si Mayat Kering, Qu Li Ren menjawab. "Pergilah kau ke sana, bereskan orang yang menjaga di sana "Siap!" ---ooo0dw0ooo--BAB 15 Menerjang Wisma Ketua ketiga Wisma Shi Jian yaitu si Kepalan Sakti Lei Shan, Yin Yang Hei, dengan termenung menatap langit dengan awan yang berwarna merah dan juga awan hitam yang ditutupi oleh awan merah, sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu. Dia adalah si Kepalan Sakti Lei Shan, Yin Yang Hei, biasanya jarang diam dan berpikir seperti sekarang, dia bertemperamen cepat marah, jarang mempunyai waktu untuk diam dan duduk dengan tenang, karena sifatnya yang selalu terburu-buru maka itu dari pagi hingga malam dia tidak mempunyai waktu untuk diam beristirahat. Tapi hari ini entah mengapa, tiba-tiba dia teringat dengan masa lalunya, pada saat hujan badai, di Wisma Shi Jian, Ketua Shi Tu ke 12 selalu mendidiknya, membuatnya dengan tenang belajar ilmu silat dan menjadi ternama di dunia persilatan, dia teringat dengan kehidupan masa lalunya yang menyedihkan, begitu dia lahir dia sudah dibuang oleh orang tuanya dia tinggal di tempat kumuh yang gelap, badannya kurus dan lemah. Kemudian ada seorang tuan muda yang kaya dan melihatnya, kemudian mendidiknya, mengajarinya ilmu silat, membantunya berkelana di dunia persilatan. Orang yang membantunya itu tak lain adalah Lao Da nya, ketua wisma yang sangat dihormati oleh orang-orang, Shi Tu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ke 12. Dengan sebenarnya Shi Tu ke 12, He Bu Le, dan dia menjadi saudara angkat, disusul Lu Ying Feng masuk ke Wisma Shi Jian, lalu Ma Er dan Yin Jie Ya. Dia teringat dengan perubahan-perubahan yang terjadi selama beberapa tahun ini di dunia persilatan, mereka berenam bersama-sama membunuh lawannya, mereka tidak pernah merasa takut Mereka tidak pernah berpisah. Tapi keadaan sekarang membuatnya merasa sedih, orang yang selama ini selalu bersama dan cocok dengannya, telah mati terbunuh di Chang Xiao Bang. Dia ingin segera pergi ke Chang Xiao Bang untuk membalaskan dendam Ma Er. Dia tahu Shi Tu ke 12 dan He Bu Le pasti tidak akan mengyinkannya, beberapa tahun ini Yin Yang Hei tahu dia selalu berbuat sesuatu dengan tergesa-gesa dan mulutnya pun tidak bisa direm bila sudah bicara, karena itu kata-katanya selalu membuat orang-orang merasa sakit hati. Sehingga masalah pun berubah menjadi rumit, hal ini membuat kakak tertuanya, dan kakak keduanya selalu bersusah payah membereskan masalahnya, semua ini mereka lakukan untuk melindungi dirinya. Tapi karena mereka sudah berkawan selama 22 tahun, kesalahan ini akan terlupakan bersama berlalunya angin. Tapi ada satu-satunya angin yang tidak bisa hilang, angin macam apakah itu? Yin Yang Hei menatap matahari terbenam, dia sulit mendapatkan jawabannya. Persahabatan. Persahabatan membuat hidupnya menjadi lebih berarti, dia melihat langit yang luas, sinar matahari yang terbenam membuatnya merasa silau, seperti darah yang bercampur dengan awan, bulan mulai muncul, tapi belum berbentuk bulat, dia masih bersembunyi di langit yang biru, ada seekor burung yang terbang, sepertinya burung itu tertinggal dari kawan-kawannya, dia berteriak sambil terbang melewati langit sore, juga bulan yang akan segera
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

muncul, burung itu terbang ke arah matahari yang terbenam. Dia menatap langit, mata Yin Yang Hei mulai basah, orang-orang hanya tahu sifatnya yang keras, perasaannya pun pasti seperti itu, keras. Tidak disangka dia pun bisa bingung. Dia menertawai dirinya sendiri. Waktu itu dia mendengar sada suara aneh, suara itu adalah suara orang terjatuh,dan roboh, walaupun suara itu jaraknya sangat jauh, tapi dia bisa mendengarnya, dengan cepat dia mencari sumber suara itu, dia bergerak seperti seekor cheetah. Selama puluhan tahun ini tidak ada yang bisa memburu cheetah yang sedang marah ini. Setelah dia menemukan sumber keributan itu, ternyata itu adalah suara 6 orang yang roboh. Begitu Yin Yang Hei melihat, ternyata ada seseorang yang berbaju biru, bentuknya seperti mayat kering, kesepuluh jarinya penuh dengan darah. Dia sedang tertawa, di bawahnya tampak 6 orang murid Wisma Shi Jian yang roboh, tubuh mereka terdapat 5 lubang jari, darah masih keluar dari lubang itu. Waktu itu sudah ada 7-8 orang murid-murid Wisma Shi Jian yang datang untuk membantu, wajah mereka tampak marah dan mereka siap mengayunkan golok masing-masing, ada yang berteriak, "Cepat beri tanda bahaya!" Dengan dingin Yin Yang Hei berkata, "Tidak perlu, biar aku yang mengurus semua ini!" Begitu murid-murid Wisma Shi Jian melihat Yin Yang Hei mereka langsung menjadi tenang, Selama mereka ikut Yin Yang Hei menjaga Wisma Shi Jian, belum pernah melihat ada orang yang tidak bisa dibereskan oleh Yin Yang Hei. Bila ada ketua ketiga, semua masalah akan beres! Dengan dingin Yin Yang Hei melihat mayat murid-murid Wisma Shi Jian yang bergelimpangan, dia bertanya, "Apakah kau berlatih
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ilmu setan?" Si Mayat Kering, Qu Li Ren segera tertawa dan menjawab, "Ternyata kau sudah tahu, lebih baik sekarang kau bunuh diri saja di depanku." Yin Yang Hei bertanya lagi, "Apakah mereka dibunuh olehmu?" Si Mayat Kering, Ou Li Ren tertawa da menjawab, "Benar, aku membunuh 3 orang, sedangkan yang 3 lagi tidak tahu diri berani melawanku, lalu kubunuhjuga menurutku, melawan atau tidak, toh hasilnya sama saja, mereka akan mati." Kata Yin Yang Hei, "Bagus!" Qu Li Ren terpaku dan bertanya, "Bagus apanya?" "Karena kau sendiri pun akan mati!" Dia sudah memukul dengan kepalan tangannya. Jarak mereka hanya beberapa meter, kepalan tangan sudah digerakan, Qu Li Ren merasa ada angin kencang, dia menundukkan kepalanya, pukulan itu mengenai dinding di belakangnya, dinding itu berlubang dan batu pun tampak hancur. Qu Li Ren sangat terkejut, seumur hidupnya belum pernah dia melihat kepalan tangan yang begitu kuat, dia ingin mundur dari sana tapi semua sudah terlambat. Yin Yang Hei seperti seekor cheetah mengamuk dan akan membunuhnya. Qu Li Ren segera meloncat dan melayang keluar tembok, tapi Yin Yang Hei sempat menarik kakinya, membuat Qu Li Ren kembali lagi ke tempat semula, dia terkena satu kali pukulan. Tenaga yang mengenainya terasa meledak di dalam perutnya, si Mayat Kering, dari mulut, telinga, dan hidung Qi Li Ren mengeluarkan darah, dia mati seketika. Begitu dilepaskan mayat Qu Li Ren terlempar dan jatuh di luar tembok Wisma Shi Jian. Tanya seseorang, "Ketua Ketiga, mengapa tidak menangkapnya hidup-hidup? Biar kita bisa menanyakan dia diperintahkan oleh siapa datang ke Wisma Shi Jian."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kata Yin Yang Hei, "Siapa pun yang menyuruhnya, bila dia membunuh anak buah Wisma Shi Jian, dia harus mati dan tidak perlu ditanya lagi." Matahari terbenam, dinding yang tinggi, rumput liar tumbuh di mana-mana, matahari sore menyinari Wisma Shi Jian yang kuno dan megah, semua menjadikan wisma itu terlihat misterius, tapi juga tampak anggun dan suci. Orang-orang pun tidak berani menyerang ke sana. ---ooo0dw0ooo--Qu Lei dan Fang Zhong Pin melihat Qu Li Ren memanjat dinding tembok yang tinggi, kemudian dalam waktu yang singkat terlihat dia terjatuh kembali.... Si Mayat Kering, Qu Li Ren jatuh terbanting, seperti seekor anjing. Qu Lei marah dan berkata, "Kelihatannya ilmu silat Yin Yang Hei sangat kuat." Fang Zhong Pin tertawa dan berkata, "biarpun ilmu silatnya lebih tinggi, pun percuma, Tuan Lu, maaf jadi merepotkanmu ke sana." Lu Ying Feng menjawab, "Siap! ---ooo0dw0ooo--Yin Yang Hei menatap matahari terbenam, dia kembali terdiam, tidak mengatakan apa pun, tiba-tiba di bawah dinding yang tinggi terdengar ada orang yang bicara, Yin Yang Hei mngerutkan dahi dan bertanya, "Apakah Tuan Muda Fang sudah kembali?" Jawab seorang murid Wisma Shi Jian dengan hormat, "Bukan, yang datang adalah ketua keempat, Lu Ying Feng dan ada 3 orang lainnya yang tidak kami kenal." Kata Yin Yang Hei, "Oh!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Si Panah Besi dan Peluru Perak, Lu Ying Feng naik tangga dan masuk, begitu melihat Yin Yang Hei dia segera tertawa dan memanggil, "Kakak Ketiga." "Lao Si, ada apa?" Lu Ying Feng mendekat dan menjawab, "Mereka bertiga berasal dari Perkumpulan Qing Zheng, mereka ingin merundingkan suatu rahasia dengan kita." Yin Yang Hei melihat ketiga orang itu, yang pertama masuk terlihat kuat dan gagah, sikapnya tenang. Yang kedua terlihat sangat santai, dan sedikit sombong. Orang yang ketiga, tidak mirip laki-laki dan juga tidak mirip perempuan. Setelah Yin Yang Hei menatap dengan tatapan selidik, dia berkata, "Kalau bukan hal yang penting, jangan membuatku pusing." Dengan suara kecil Lu Ying Feng berkata, "Mereka benar-benar ada perlu, katanya semua ini ada hubungannya dengan Pedang Sakti Xue He." "Baiklah, kita bicarakan sekarang." Kata Lu Ying Feng sambil tertawa, "Karena ini sangat rahasia, lebih baik kita bicara di hutan Tao (semacam bunga)." "Baiklah!" Di depan Wisma Shi Jian adalah kebun Tao yang luas. Terllihat di sana sini adalah hamparan berwarna merah muda, di sebuah pohon Tao tampak sebuah tunas berwarna hijau, kebun Tao itu luasnya ada puluhan kilometer persegi, bila musim semi tiba, semua bunga Tao akan mekar, bila bunga Tao mekar di dekat sungai, kelihatannya air sungai pun berubah menjadi merah muda, bila mekar di gunung, maka gunung itu pun akan terlihat menjadi merah muda. ---ooo0dw0ooo--Yin Yang Hei mengenakan baju berwarna hitam seperti besi yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kokoh, berjalan di hutan Tao Hua yang bunganya sedang mekar. Matahari terbenam, sinarnya tertinggal di ufuk barat. Berpuluh bunga Tao diam dan menunggu di bawah matahari yang akan tenggelam, seperti sedang menikmati saat dia akan mekar setiap menit dan setiap saat. Tampak sebagian bunga sudah gugur, dengan ringan terjatuh dari pohonnya dan mengenai bahu Yin Yang Hei. Yin Yang Hei segera merasa ada dua jari yang mengambil bunga Tao yang gugur itu dan dia tertawa kepada Lu Ying Feng, "Tak disangka, hari ini Tao Hua akan jatuh ke pundakku." Lu Ying Feng tidak membalas tawanya, dengan dingin dia berkata, "Tak disangka orang yang hitam dan jelek seperti dirimu bisa juga memegang Tao Hua!" Yin Yang Hei terpaku, di belakangnya terasa ada satu tenaga Yin dan satu tenaga Yang yang menyerangnya. Ketua panji merah, Ties Jiao Jiao yang adalah setengah laki-laki dan perempuan sudah menyerangnya. Yin Yang Hei yang merasa, segera dia membalikkan badan untuk menyambut serangan itu, karena hal ini terjadi begitu tiba-tiba, tenaga yang dikeluarkan Yin Yang Hei tidak sepenuhnya, akhirnya dia tergetar dan mundur satu langkah. Yin Yang Hei membalikkan badan dengan marah dia berkata, "Boleh juga, coba kau _ menyambut seranganku." Dia maju selangkah, jurus Kepalan Sakti Lei Shan dikeluarkan. Seperti langit yang dihiasi dengan guntur berbunyi dua kali, tenaga kepalan tangannya menerjang Tie Jiao Jiao. Tie Jiao Jiao terkejut, dia mengeluarkan keahliannya dengan sepenuh hati. PENG. Terdengar bunyi yang sangat keras, Tie Jiao Jiao digetarkan oleh
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tenaga itu, dia melayang beberapa meter jauhnya, kemudian dia terjatuh dengan posisi duduk. Yin Yang Hei tertawa dan berkata kepada Lu Yin Feng, "Kau tertipu, mengapa bisa membawa orang-orang seperti itu ke sini?" Lu Yin Feng menjawab dengan tertawa, "Benar, aku sudah salah membawa mereka ke sini." Kemudian dengan gerakan yang tidak diduga-duga cepat dia mencabut pisau belati, dan menusukkannya di tulang rusuk Yin Yang Hei, seluruh mata pisau itu masuk ke tubuh Lu Yin Feng. Yin Yang Hei berteriak, dalam mimpi pun dia tidak menyangkanya sama sekali, bahwa Lu Ying Feng akan mengkhianatinya, dia mundur beberapa langkah, dengan suara serak dia berkata, "Kau...kau...." Di belakangnya segara ada sunar pedang tampak berkilauan, pedang bergerak secepat kilat menusuk Yin Yang Hei kembali. Ini adalah gerakan Fang Zhong Pin. Tapi sambil menahan rasa sakit, Yin Yang Hei masih bisa menghindari tusukan ini. Muka Lu Ying Feng memancarkan hawa membunuh, dua pisau belatinya dicabut. Qu Lei mendekat, dia langsung memukul. PENG, PENG. Punggung Yin Yang Hei menjadi gepeng dan dia terlempar jauh, menabrak pohon Tao Hua. Baju hitam yang berwarna besi penuh dengan darah, di bawah pohon pun tampak darah yang mengalir, sekali lagi Yin Yang Hei terlempar dan menabrak pohon Tao Hua, terlihat darah yang menempel di pohon itu dan tampak berkilat. Tubuh Yin Yang Hei gemetar, dia memberontak, kemudian dia membalikkan kepala, darah sudah memenuhi bajunya yang berwarna hitam. Tao Hua berguguran ke atas tubuhnya, Tao Hua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berguguran karena Yin Yang Hei menabrak pohonnya, sekarang Tao Hua dengan ringan melayang lepas dari pohonnya, semua itu tampak seperti salju, walaupun Tao Hua indah tapi bunga yang gugur tetaplah bunga gugur, tak lama bunga pun akan layu. ---ooo0dw0ooo--Bunga layu seperti matahari terbenam, walaupun matahari terbenam tapi semua itu terlihat sangat indah, tapi malam yang gelap akan segera datang, Shi Tu ke 12 duduk sendiri di halaman yang luas, dia sedang berpikir dan dahinya tampak berkerut. Lipatan kekhawatiran di dahinya bertambah lagi. Shi Tu ke 12 teringat pada temannya, saudaranya. Begitu memikirkan mereka, dia merasa sangat senang. Yang dia miliki hanya saudara dan teman, karena dia orang-orangn ini rela mati, demi orang-orang itu pula dia melakukan semua hal untuk kepentingan mereka, walaupun entah hari ini matahari akan terbenam atau tidak, tapi dia tetap akan berkilau. Malam sudah tiba, di sekeliling'Wisma Shi Jian sangat sunyi. Malam ini suasana sangat aneh, sepi dan sunyi. Suara serangga pun tidak terdengar di halaman, hanya terdengar suara daun yang dihembus angin, bulan berada di atas langit. Orang berada di halaman. Di kedua sisi kursi Shi Tu ke 12 ada dua orang murid Shi Tu ke 12 yang berbaju putih, mereka mengenakan baju berwarna putih, mereka tampak gagah dan tampan. Mereka duduk dengan diam di sisi orang tua itu. Mereka kagum dan hormat kepada orang tua ini. Dan pak tua yang rambutnya mulai memutih itu masih tampak sedang berpikir. Memikirkan saudaranya, teman-temannya. Seperti tuan rumah Han Bi Lou, Ou Yang San Yue, ketua Biao Qing Yun, Hu Yan Yi Ding, ketua Han Ying Bao, Guo Tian Ding, si Pedang Sakti, Jiang Qing Feng, si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi, Naga Melewati Sungai, Yang Ku Wei, dan Kipas Terbang, Shen Fei
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fei. Mereka adalah teman seperjuangan, tapi sayang saudara angkatnya, Tuan Ma Er, demi dirinya, mati di Chang Xiao Bang, Bila kembali mengingat hal ini hatinya merasa sedih, bulan mulai terbentuk di kegelapan malam, dan bayangan-bayangan yang nampak seperti perangkap yang dipasang, menyerang orangorang.Tapi pak tua yang kesepian dan sombong ini tidak akan pernah tunduk apalagi dia mempunyai teman baik seperti Fang Zhen Mei, Pendekar Muda Guo Ao Bai...Tiba-tiba ada terdengar suara langkah, terdengar seorang pemuda sedang tertawa kepadanya dan berkata, "Paman, maaf aku ganggu sebentar" Shi Tu ke 12 tidak membalikkan kepalanya, setelah tertawa dia berkata, "Keponakan Guo, kau tidak perlu merasa sungkan, duduklah di sini." Guo Ao Bai sambil tertawa dia duduk dan berkata, "Tadi aku mengobrol dengan Pendekar He, aku baru tahu Pendekar He adalah tetua yang menguasai ilmu yang sangat tinggi, dia baru mengeluarkan sebuah jurus pisau, aku baru mengerti apa yang disebut dengan Yi Dao Duan Hun (pisau pemutus nyawa), kelihatannya Qi Chong Tian Jian Fa yang kumiliki masih kalah jauh dengan jurus beliau...." Shi Tu ke 12 memotong kata-katanya dan berkata, "Keponakan Guo, mengapa kau begitu rendah hati? Ilmu silat Adik He memang sudah mencapai tingkat tinggi. Sewaktu dia masih muda dia memang sudah terkenal, tapi bila dibandingkan dengan Keponakan Guo, dia masih kalah jauh...." Guo Ao Bai juga tertawa dan berkata, "Aku ingat ayah pernah bercerita kepadaku, semenjak Pendekar He mulai berkelana di dunia persilatan, memasuki tahun ketiga, dia sudah berhadapan banyak penjahat yang berada di golongan hitam, pesilat golok nomor satu Hong Bi Ming yang dijuluki Jue Xin Tian Mo Dao (Setan Golok Langit Pemutus Hati) sempat bertarung dengannya, akhirnya mereka bertarung sebanyak 300 jurus, Pendekar He hanya menyerang satu jurus, dalam satu jurus dia bisa mengalahkan lawannya, benarbenar sangat hebat, hebat sekali!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kata Shi Tu ke 12, "Benar, waktu aku baru bertemu dengannya, dia berada dijalan San Gan. Waktu itu di sana ada 3 orang penjahat, yang pertama ada Yu Yu Tian, yang kedua ada Yu Fei Tian, dan yang ketiga adalah Yu Guan Tian. Mereka bertiga sedang berbuat kekacauan, namun tak ada seorang pun yang berani memprotes atau melawan mereka. Tapi Pendekar He malah mendatangi mereka, dia tidak gentar sedikit pun walau waktu itu lawannya adalah tiga orang yang lihai, namun Adik He sangat yakin dengan kelincahannya, dia sanggup menghadapi mereka hingga 300 jurus tanpa mengalami kekalahan sedikit pun. Waktu itu kebetulan aku lewat di sana dan menghentikan pertarungan itu." Kata Guo Ao Bai sambil tertawa, "Pendekar He sangat berpengalaman, sangat pintar, dan banyak akal. Aku sudah mendengarnya sejak dulu. Menurut cerita ayah, Pendekar Yin Yang Hei juga adalah pesilat tangguh dan terkenal tapi selama ini kami selalu tidak sempat mengobrol, apakah dia...." Shi Tu ke 12 tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Adik Yin Yang sifatnya memang keras, mungkin Keponakan Guo sudah mengetahuinya. Sifatnya memang seperti itu. Kepalan Sakti Lei Shan miliknya benar-benar dahsyat" "Oh, apakah semua itu benar?" Dalam gelapnya langit dan bumi dan sinar bulan tidak bias menembusnya. Di halaman sangat sepi. Di luar dinding tembok yang tinggi tiba-tiba ada suara yang dingin. Tidak ada angin, pohon pun tidak bergoyang, rumput pun tidak bergerak sama sekali. Sunyi dan sangat sepi. Guo Ao Bai melihat kepada Shi Tu ke 12. Dengan suara keras Shi Tu ke 12 berkata, "Siapa dan berasal dari mana? Pesilat tangguh sudah masuk ke wismaku, aku belum melihat bahkan belum mempersilakannya masuk, mohon maaf!" Tidak ada yang menjawab. Tiba-tiba dari luar tambok, melayang 2 benda panjang yang berwarna hitam. Lemparan yang kencang dan melayang ke arah Shi Tu ke 12.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mata Shi Tu 12 berkilau, baju panjangnya yang berwarna putih tampak melambai. Dua benda itu sudah disambar oleh lengan bajunya. Di bawah sinar bulan, Shi Tu ke 12 melihat benda itu dengan teliti. Dua buah benda yang berwarna hitam dan panjang, ternyata itu adalah 2 buah tangan orang. Tangan itu memegang baju hitam berwarna seperti besi, hitam dan kurus, tapi kedua tangan ini masih meneteskan darah dan sepertinya baru dipotong. Bukankah itu adalah tangan Yin Yang Hei? Terdengar suara dari luar yang dingin dan sadis, dan berkata, "Si Kepalan Sakti Lei Shan pun berakhir nasibnya seperti ini, apa yang harus ditakuti dari Pedang Sakti Xue He?" Air mata Shi Tu ke 12 sudah menetes. Dia hanya terpaku melihat sepasang tangan hitam ini. Begitu Guo Ao Bai melihat tangan ini, dia marah dan berteriak, "Tikus dari mana? Cepat keluar!" Di luar pagar ada suara tawa dingin dan berkata, "kau pernah dikalahkan olehku, kau masih mengaku pahlawan?" Begitu mendengar suara ini, ternyata itu adalah musuh yang Guo Ao Bai sangat benci dan musuh yang dalam tidurnya pun tidak pernah akan terlupakan. Dia berteriak, "Fang Zhong Pin." Dia tahu ilmu silat Guo Ao Bai berada di bawahnya tapi dia tetap bersemangat. Guo Ao Bai tertawa dingin dan berkata, "Fang Zhong Pin, aku memang pernah kalah darimu dan kekalahan ini aku terima dengan rela. Tapi hari ini kau berani masuk ke Wisma Shi Jian. Aku, Guo Ao Bai, tetap akan bertarung denganmu. Bila kau tidak mati, aku tidak akan membiarkannya!*' Guo Ao Bai benar-benar seorang pendekar muda yang menonjol. Dia dengan jujur berani mengakui kekalahannya tetapi dia tetap ingin melawan Fang Zhong Pin. Shi Tu ke 12 menahan kesedihannya dan dengan tangan menghalangi keinginan Guo Ao Bai. Dia terbatuk dan berkata, "Teman yang berada di luar pagar,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

adik ketigaku, Yin Yang Hei memiliki ilmu silat begitu tinggi, sepasang kepalan besinya dini sak oleh kalian. Sekarang dia berada di mana? Aku harap kalian bisa melepaskannya. Dia terluka berat jangan membunuhnya, berilah dia kesempatan, aku akan merasa sangat berterima kasih." Sesudah mengatakan hal itu, Shi Tu ke 12 tidak berkata apa-apa lagi. Terdengar dari luar dinding tembok ada suara seseorang yang berwibawa, dan berkata, "Kau inginkan dia? Boleh, aku akan memberikannya kepadamu!" Terdengar suara PENG, ada seorang berbaju hitam melayang masuk dan terjatuh di hadapannya. Shi Tu ke 12 terkejut dan secara refleks dia meloncat. Terlihat punggung orang yang berbaju hitam itu hancur, tubuhnya bermandikan darah. Shi Tu ke 12 membalikkan tubuh orang itu. Terlihat orang itu mati dengan mengenaskan, sampai mati pun dia tidak menutup matanya. Antara perut dan dada ditusuk hingga menimbulkan 2 lubang besar. Kedua tangannya terpotong, dia sudah mati. Shi Tu ke 12 berdiri di bawah sinar bulan. Sinar bulan membuat bayangan badannya menjadi pendek dan menutupi mayat Yin Yang Hei. Hanya Shi Tu ke 12 yang bisa melihat wajah dan mata Yin Yang Hei yang sakit hati karena tertipu, antara kaget dari tidak percaya. Tubuh Shi Tu ke 12 gemetar. Dari luar tembok, terdengar suara tawa, masih terdengar dengan jelas, mereka benar-benar seperti sudah gila. Guo Ao Bai marah dan akan bergerak, dia berkata, "Orang jahat yang tidak tahu malu, mereka berani membunuh Pendekar Yin Yang. Jika berani keluarlah dan bertarung denganku!" " Ada suara tawa yang lain bercampur dengan suara tawa yang pertama. Tawa mereka seperti setan yang keluar di malam hari membuat pohon dan rumput yang berada di halaman ikut bergerak. Sambil tertawa dia berkata, "Kalian dengar, orang itu masih tidak tahu diri, masih berani berteriak-teriak. Ayo, kita berikan kepala ayahnya supaya dia bisa melihatnya."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

HUO, terdengar suara benda yang terbang. Kali ini yang menyambut benda melayang itu adalah Guo Ao Bai. Segera matanya membelalak kaget dan terbengong-bengong karena ternyata benda itu adalah kepala ayahnya, Guo Tian Ding. Sepasang tangan Guo Ao Bai tampak gemetar, dia tidak sanggup memegang kepala orang itu. Akhirnya kepala itu jatuh terguling dari tangannya. Rasa sakit dan sedih membuat Guo Ao Bai mencakar rambutnya sendiri dan juga menjambaknya. Dua suara itu terdengar sangat senang dan tertawa sekeraskerasnya. Shi Tu 12 melihat kepala Guo Tian Ding. Hatinya seperti diiris pisau. Dengan suara berat dia berkata, "Kalian melakukan apa kepada Han Ying Bao?" Suara yang berwibawa itu berhenti tertawa dan berkata, "Sebenarnya bukan Han Ying Bao saja yang kami gasak, masih ada Han Bi Lou, markas Biao Qing Yun. Sekarang mereka sudah tidak bisa menolongmu lagi. Temanmu Guo Tian Ding yang berada di Han Ying Bao, Ou Yang Sao Yue dari Han Bi Lou, kakak beradik Jing Jian, Gong Sun Yue Lan dan Gong Sun You Lan. markas Biao Qing Yun, Jin Bian Wu Di dan Hu Yan Yi Ding. markas Biao Fei Yun, Xue Zheng Yin. markas Biao Chi Yun, Jiang Qing Feng. Perkumpulan Dan Feng, si Kapas Terbang, Shen Fei Fei. Perkumpulan Kong Dong, si Kaki Seribu Terbang, Cui Yi Zhi. markas Biao Feng Yun, Naga Melewat Sungai, Yang Ku Wei dan keluarga mereka sudah menunggumu di jalan kematian." Setelah mengatakan semua itu, suara tawa mereka semakin lama semakin keras. Suara orang-orang pun semakin banyak. Suara itu datang dari luar tembok yang tinggi, seperti air bah dan juga seperti suara binatang buas datang menerjang wisma itu. Tubuh Shi Tu ke 12 seperti bertambah gemetar tapi bila mendengar dengan benar baru diketahui bahwa dia bukan gemetar melainkan tulang-tulangnya berderak. Dia sedang mengumpulkan tenaga. Sekali mengeluarkan tenaga itu, maka kekuatannya akan seperti sungai seperti gelombang laut, tidak akan ada yang bisa menahan gelombang kekuatan ini.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

---ooo0dw0ooo--Fang Zhen Mei sudah tiba di kaki gunung. Dia segera bertemu Shi Tu Qing Yan yang sedang celingak celinguk melihat ke sana sini. Hari sudah gelap. Angin malam menghembusi Shi Tu Qing Yan yang saat itu seperti seekor walet putih yang terbang di dalam hembusan angin. Melihat Fang Zhen Mei segera dia tertawa. "Paman...kau benar-benar kembali. Pendekar Wo Shi Shui mengatakan bahwa orang itu bukan lawanmu...aku sangat khawatir. Paman apakan orang itu?" Fang Zhen Mei melihat Shi Tu Qing Yan, melihat kelembutannya yang seperti angin malam. Matanya penuh dengan tawa tapi Fang Zhen Mei tetap menarik nafas dan berkata, "Jangan bicarakan itu lagi. Mana Wo Shi Shui? Bagaimana keadaan adikmu?" Mata Shi Tu Qing Yan segera memerah dan menjawab, "Menurut Pendekar Wo Shi Shui karena tenaga dalam adik tidak terlalu dalam, nyawanya hampir malayang karena dipukul oleh Chen Guan Cai. Untung Pendekar Wo Shi Shui segera mengobatinya dan itu juga merupakan suatu kebetulan. Chen Guan Cai tadinya berhasil dipukul dan ditotok dengan waktu yang cukup lama, yang dia inginkan hanya bertarung dengan Wo Shi Shui. Karena itu dia tidak memukul dengan seluruh kekuatannya. Tidak masalah besar bagi adikku...hanya saja dia terlalu ceroboh dengan melepaskan orang jahat dan dia tidak meminta ijin kepadaku terlebih dulu...." Fang Zhen Mei menghiburnya dan berkata, "Asalkan dia tidak mati, yang lain pasrahkan saja. Wo Shi Shui berada di mana?" Shi Tu Qing Yan menghapus air matanya dan menjawab, "Dia berada di bawah gunung. Pendekar Wo sudah mengeluarkan racun yang berada di dalam tubuh adik. Menurut Pendekar Wo paling sedikit membutuhkan beberapa jam baru dia bisa pulih kembali." Kata Fang Zhen Mei sambi tertawa, "Bila sudah memulai pengobatan harus meneruskan, bila dia merasa lelah akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kugantikan. Kami berdua akan secara bergiliran mengobati adikmu." Shi Tu Qing Yan dengan khawatir mengatakan, "Apakah terjadi sesuatu di wisma Shi Jian?" "Bila adikmu sudah agak sembuh, aku akan mengantarkan kalian pulang dan Pedang Sakti Xue He akan kukembalikan kepada ayahmu. Sekarang Chang Xiao Bang sedang melakukan tindakan bermacam-macam, kapanpun bisa terjadi pertarungan berdarah. Bila tidak ada Pedang Sakti Xue He, ketua Wisma Shi Jian akan berada dalam bahaya..." ---ooo0dw0ooo--Tulang-tulang Shi Tu ke 12 terus berderak. Dari tawa yang terdengar sepertinya di luar wisma ada banyak orang, paling sedikit mungkin ada 300-400 orang yang berbaju merah, hijau, biru, hitam dan putih. Mereka sudah berdiri di atas tembok dinding dan mengacung-acungkan senjata sambil berteriak. Mereka benar-benar terlihat ganas. Shi Tu ke 12 melihat keadaan itu. Ada seorang laki-laki yang sangat gagah berdiri di atas tembok pagar. Angin menghembusi bajunya. Baju itu melambai tertiup angin benar-benar seperti seorang monster yang membuat orang menjadi takut. Yang berdiri di pinggirnya adalah seorang pemuda berbaju merah, sikapnya santai, wajahnya tampan. Matanya terlihat sangat cabul dan sombong. Dia memimpin banyak orang datang ke sana dan terlihat sangat berlagak. Qu Lei melihat Shi Tu ke 12 dan tertawa, "Bagaimana dengan ke 41 orang prajuritmu yang menjaga wisma ini? Sekarang mereka berada di mana? Nih semua aku kembalikan kepada ketua wisma." Terdengar suara yang benda dilempar. Sebanyak 40 lebih mayat sudah dilempar ke halaman dan bertumpuk menjadi satu. Mereka semua sudah mati. Terlihat cara kematian mereka sangat mengenaskan membuat orang tidak tega melihatnya. Dua kepalan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tangan Shi Tu ke 12 terus berbunyi, dia menahan amarahnya. Fang Zhong Pin tertawa seperti orang gila dan berkata, "Sekarang semua penjaga wisma sudah mati semua. Secara diamdiam kami sudah mengambil alih wismamu, tapi dasar kau memang sudah pikun masih belum tahu keadaan ini. Jangan harap ke 52 orangmu bisa menolongmu sekarang ini. Mereka semua sudah dibunuh oleh murid-murid Chang Xiao Bang yang berjumlah 300 orang lebih. Ha...ha...ha...." Qu Lei tertawa lebih gila lagi, "Apakah kau merasa aneh? Mengapa kami bisa diam-diam masuk ke sini dan tidak diketahui olehmu? Tenang saja aku akan membuatmu mati dengan tenang! Ini adalah rahasia yang akan kau bawa sampai mati, dan rahasia ini tidak akan tertebak olehmu. Sekarang di luar pagar sudah ada 460 orang yang sedang menunggumu. Aku ingin lihat dengan cara apa kau bisa keluar dari kepungan kami?" Tawa Fang Zhong Pin terdengar aneh dan dia berkata, "Kami masih tahu asistenmu yang paling kuat yaitu Yi Dao Duan Huan, He Bu Le, berada^di luar kota untuk melatih murid-murid Wisma Shi Jian bagian kelompok elang. Dia tidak akan pulang dalam waktu dekat ini. Begitu dia kembali ke wisma, dia akan segera membereskan mayatmu. Dia pun tidak perlu terburu-buru melakukan semua itu sebab kami akan menunggunya karena sesudah membunuhmu, dia adalah sasaran berikutnya." Kata Qu Lei lagi, "Shi Tu ke 12, jangan berharap kau bisa keluar dari sini, kecuali 464 orang Chang Xiao Bang, masih ada 74 orang pemanah yang sedang menunggumu!" Shi Tu ke 12 hanya terpaku di halaman wisma yang luas. Sinar bulan menyinari badannya, bayangannya tampak pendek. Angin malam yang dingin terus menghembusi dirinya, membuat pak tua itu sangat bingung dan juga sedih. Dalam keadaan seperti itu Shi Tu ke 12 tidak perlu bertarung lagi karena, dia pasti akan kalah. Bila Shi Tu ke 12 kalah, bukankah Wisma Shi Jian pun akan segera hancur?
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Tu ke 12 tidak bergerak. Dia menundukkan kepalanya seperti sedang menunggu sesuatuapakah dia sedang menunggu kematian yang akan dating menjemputnya? Di dalam hembusan angin dingin itu, Qu Lei mengerutkan dahi dan memerintah, "Pemanah! Siapkan panah!" Di malam yang sepi itu, tidak terdengar ada suara sedikit pun hanya terdengar suara Qu Lei. Qu Lei melihat Fang Zhong Pin. Mata Fang Zhong Pin mengeluarkan sorot ingin membunuh. Dia membentak, "tujuh puluh empat orang pemanah mengapa belum muncul mendengar perintahku?" Tidak ada yang menjawab Qu Lei dan Fang Zhong Pin saling memandang. Wajah mereka berubah. Tiba-tiba terdengar keributan kecil tapi hanya berlangsung sebentar. Di atas tembok muncul 60-70 orang pemanah. Mereka mengarah pada Shi Tu ke 12 dan Guo Ao Bai serta 2 orang murid Wisma Shi Jian yang tersisa. Semua panah mengarah pada mereka. Meskipun Shi Tu ke 12 mempunyai kepandaian yang luar biasa, tapi dia juga tidak akan bisa menghindari semua panah itu. Shi Tu ke 12 terlihat waspada tapi juga seperti yang sudah putus asa. Dia ingin meminta mati. Fang Zhong Pin tertawa terbahak-bahak dan berkata, "Shi Tu ke 12, semua ini adalah murid-murid Chang Xiao Bang yang berada di bawah pimpinan panji hijau. Mereka berumlah 74 orang pemanah, mereka semua adalah pemanah jitu, mereka tidak pernah meleset dalam menembak panah. Sekarang pun bila kau mempunyai sayap, akan sulit untuk terbang. Qu Lei dengan dingin memerintahkan, "panah!" Shi Tu ke 12 sepertinya akan mati di bawah hujan panah ini. ---ooo0dw0ooo--Zheng Bai Shui menatap langit. Dia berpesan kepada satuEBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

satunya orang yang bersamanya yaitu Hei Sha (Pasir Hitam), Mu Shan Lu, "Sepertinya sekarang Qu Lei dan yang lainnya sedang bertarung dengan Shi Tu ke 12." Mu Shan Lu menjilat Zheng Bai Shui dan berkata, "Ya, ya, kekuatan Chang Xiao Bang sangat hebat. Bila Pak tua Shi Tu ke 12 berani bertarung dengan wakil ketua Chang Xiao Bang berarti dia hanya akan mengantarkan nyawanya saja." Zheng Bai Shui marah dan berkata, "jangan sembarangan bicara! Siapa itu Shi Tu ke 12 dari Wisma Shi Jian? Bila dia adalah orang yang mmiliki ilmu silat tidak tinggi, aku tidak akan mencuri Pedang Sakti Xue He. Aku juga tidak perlu menghabisi Han Bi Lou, Han Ying Bao, markas Biao Qing Yun, lalu Wisma Shi Jian. Ini benar-benar sangat merepotkan. Walaupun Pedang Sakti Xue He tidak berada di tangan Shi Tu ke 12, belum tentu Qu Lei bisa mengalahkannya" Mu Shan Lu terkejut dengan cepat dia berkata, "Betul, betul, Shi Tu ke 12 tidak bisa dianggap sebelah mata. Kecuali Qu Lei masih adat Fang Zhong Pin, mungkin dia bisa" Zheng Bai Shui berkata, "Betul bila Qu Lei dan Fang Zhong Pin bergabung, mungkin mereka bisa mengalahkan Shi Tu ke 12. Tapi di Wisma Shi Jian masih ada Yi Dao Duan Hu, He Bu Le, mungkin Tie Jiao Jiao bisa meladeninya. Masih ada Yen Jie Ya dan Kepalan Sakti Lei Shan, Yin Yang Hei. Dia akan dihadang oleh Chen Guan Cai dan Zhao Liao Fen dan yang penting kita mempunyai bidak catur andalanLu Ying Feng. Orang-orang Wisma Shi Jian bukan lawan Ou Li Ren dan Shang Bu Yun." Hei Sha, Mu Shan Lu tersenyum dan berkata, "Betul, bila ada mereka Ketua tidak perlu turun tangan. Wisma Shi Jian dengan mudah jatuh ke tangan Anda." Dengan dingin Zheng Bai Shui mengatakan aku tidak perlu ke sana?" bertanya, "Siapa yang

Mu Shan Lu terkejut dan berkata, "Anda...ada apa.. .kenapa...." Jawab Zheng Bai Shui, "Sekali Chang Xiao Bang bertarung harus
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menang. Walaupun Qu Lei dan Fang Zhong Pin sudah berada dalam posisi menang tapi mereka belum tentu menang. Bila aku tidak pergi ke sana, mereka akan merasa hidup, mati, mulia, dan hina, semua bercampur menjadi satu. Kalau secara kebetulan mereka gagal, maka aku akan datang membantu mereka. Ini sebabnya jalan kita terbagi dua." Mu Shan Lu baru mengerti strategi Zheng Bai Shui dan tertawa, "Ketua sangat pintar dan bisa menyusun taktik dengan sangat bagus. Kalau begitu, anak buah yang tersisa di sini sebanyak 80 orang, apakah aku harus membawa mereka ke sana?" "Tidak perlu, kau pun tidak perlu ke sana. Kau jaga Chang Xiao Bang saja." Mu Shan Lu kaget dan bertanya, "Tapi...Ketua apakah ketua yang akan pergi sendiri...." Zheng Bai Shui tertawa dan menjawab, "Betul, aku akan pergi sendiri." Tiba-tiba Zheng Bai Shui berteriak, Mu Shan Lu tergetar hingga tidak bisa berdiri. Dengan sombong Zheng Bai Shui berkata, "Lihat dengan jelas, orang yang bisa bertarung denganku sebanyak kurang lebih 300 jurus, sekarang sudah tidak banyak lagi maka itu aku harus pergi ke sana!" Mu Shan Lu menjawab, "Betul, betul." ---ooo0dw0ooo--Fang Zhong Pin tertawa seperti orang gila. Qu Lei dengan dingin memerintah, "Lepaskan panah!" Walaupun Shi Tu ke 12 berilmu silat tinggi, tapi dia juga tidak akan bisa menahan 74 buah panah. Terlihat Shi Tu 12 akan mati di bawah panah-panah itu. Tapi...? Tidak ada panah, sebuah panah pun tidak ada. Bahkan suara kentut pun tidak ada.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wajah Qu Lei tampak berubah, tiba-tiba dengan ringan Shi Tu ke 12 berkata, "lepaskan panah!" Wajah Qu Lei seperti disiram dengan air es. Dia benar-benar sangat kaget. Fang Zhong Pin berteriak, "Hati-hati!" Tujuh puluh empat panah itu bukan diarahkan kepada Shi Tu ke 12 melainkan ke arah Qu Lei dan kawan-kawannya. ---ooo0dw0ooo--BAB 16 Naga, Harimau, Elang, dan Merpati Perubahan besar sudah terjadi. Di lapangan itu kecuali Qu Lei, Fang Zhong Pin, Tie Jiao Jiao, Chen Guan Cai, Zhao Liao Fen, Shang Bu Yun dan yang lainnya, mereka masing-masing terkena satu panah. Sisa panah sebanyak 68 panah, mengenai 68 orang, 42 orang segera terpanah hingga mati, 26 orang terluka. Wajah Qu Lei wajah.orang mati. terlihat lebih jelek dbandingkan dengan

Kemudian dia melihat 74 orang pemanahnya. Mereka dilempar masuk ke halaman. Tenggorokan mereka terputus, sepertinya mereka diserang dari belakang dan tidak bisa melawan lagi dan leher mereka digorok. Fang Zhong Pin melihat Shi Tu ke 12 sedang tersenyum. Muncul wajah seorang pemimpin yang menghadapi beribu-ribu pasukan tapi terlihat tetap tenang dan teratur mengatur mereka. Fang Zhong Pin merasa panas dingin. Kemudian seorang murid yang berada di pinggir Shi Tu ke 12 dengan pelan keluar dari sisi Shi Tu ke 12 dan berkata, "Pemanah kalian berhasil ditaklukan oleh kelompok elang dari wisma kami. Di luar ada 52 orang dan di dalam ada 41 orang, tapi semua itu hanya
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

penjaga wisma saja. Pasukan kami yang sebenarnya ada 4 kelompok. Kelompok pertama, kelompok elang memiliki tangung jawab menjaga keamanan di luar dan di dalam wisma. Kelompok kedua adalah kelompok merpati, tugas mereka adalah menyelidiki dan memberi kabar. Kelompok ketiga adalah kelompok harimau, mereka mewakili ketua wisma melakukan semua hal di dunia persilatan. Kelompok keempat adalah kelompok naga, mereka jarang keluar kecuali bila wisma mengalami kesulitan, keahlian mereka adalah membunuh....'' Wajah Qu Lei dan Fang Zhong Pin menjadi pucat. "Aku diperintahkan untuk memberitahu kalian, orang-orang kalian yang berada di luar sudah dikepung oleh kelompok elang dan yang berada di dalam wisma, kelompok naga sudah memasang perangkap. Walaupun kalian bisa keluar, tapi di luar sana kalian sudah dikelilingi oleh kelompok harimau...." Rasa terkejut membuat mulut Guo Ao Bai ternganga. Dia sama sekali tidak menyangka bahwa Wisma Shi Jian adalah begitu kuat, dia benar-benar tidak mengetahuinya. Wisma Shi Jian adalah wisma yang terkenal. Wisma ini berdiri bersama-sama dengan Chang Xiao Bang dan markas Biao Feng Yun, kekuatan Wisma Shi Jian pasti tidak biasa, kalau tidak mungkin wisma ini sudah tertelan oleh angin badai dan gelombang besar. "Orang yang kalian kirim sudah membunuh 52 orang Wisma Shi Jian. Sekarang mereka dicegah oleh kelompok merpati dan mereka sudah dibunuh. Tapi kau tenang saja, sekarang anak buah perkumpulan kalian masih tersisa 150 orang. Guo Ao Bai merasa lebih aneh lagi, dia tidak menyangka murid Wisma Shi Jian ini walau masih begitu muda tapi perkataan dan penampilannya sangat tenang, teratur, dan sangat berwibawa. "Ou Lei, Fang Zhong Pin, mengaku lah kalah. Wisma Shi Jian bukan tempat untuk kalian berbuat seenaknya. Mengaku sajalah, dan tanggalkan senjata kalian. Yang menanggalkan senjata, tidak akan kami bunuh."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wajah Qu Lei seperti warna hati babi. Dia marah dan berteriak, "Hentikan omong kosongmu!" Fang Zhong Pin melihat orang itu lalu bertanya, "Siapa kau!" ; Murid itu balik bertanya, "Siapa aku?" Dia melepas topeng kulit dari' wajahnya. Topeng itu dirias dengan begitu sempurna dan ahli. Dia adalah Yi Dao Duan Hun, He Bu Le. Fang Zhong Pin dengan gugup berkata, "Bukankah kau...kau sedang keluar kota untuk melatih kelompok elang...?" Wajari He Bu Le sangat kasar tapi selalu tersenyum. Dia melihat ke arah Shi Tu ke 12. Dengan tenang Shi Tu ke 12 menjawab, "Dia adalah wakil ketua Wisma Shi Jian. Dia yang membereskan semua masalah besar. Mana mungkin dia pergi jauh dari wisma ini?" Fang Zhong Pin merasa aneh dan berkata, "Kalau...." He Bu Le tertawa dan berkata, "Tempat latihan murid-murid kelompok elang berada di tempat rahasia di bawah tanah tetapi tetap berada di Wisma Shi Jian. Kecuali ketua dan aku, orang lain tidak akan ada yang tahu." Wajah' Fang Zhong Pin sudah pucat dan tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Tiba-tiba di halaman ada yang berteriak, "Ketua, Kakak Kedua, celaka, Chang Xiao Bang sudah menyerang." Shi Tu ke 12 membalikkan kepala, ternyata dia adalah si Ketapel Besi Peluru Perak, Lu Ying Feng dengan terengah-engah berlari masuk. Begitu melihat Shi Tu ke 12, dia segera berkata, "Ternyata kalian berada di sini, kita harus melawan mereka!" Shi Tu ke 12 tersenyum dan berkata, "Adik Lu, jangan emosi, keadaan sudah bisa dikendalikan. Wisma sudah bisa diurus, tidak perlu tergesa-gesa." Wajah Lu Ying Feng terlihat senang dan dia tiba-tiba berkata,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Ketua, aku ingin melaporkan sesuatu!" Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi dan bertanya, "Apa yang akan kau laporkan sekarang ini?" Jawab Lu Ying Feng dengan tergesa-gesa, "Hal ini sangat penting, ada hubungannya dengan Kakak KetigaShi Tu 12 mengangguk dan berkata, "Kemarilah!" Dengan hormat Lu Ying Feng mendekat dan menjawab, "Ya!" Dia berjalan menuju Shi Tu ke 12, tidak ada yang melihat kalau tangannya memegang 2 buah pisau pendek yang tajam, setiap saat dia bisa menikam jantung Shi Tu ke 12. ---ooo0dw0ooo--Zheng Bai Shui memakai baju putih. Dia berjalan di gunung. Awan berada di atas kepala dan seperti terbang, bulan seperti tidak tenang. Dia berusaha bersembunyi di balik awan yang terus berlari. Bulan, bintang, angin kencang, orang pun berjalan dengan cepat seperti terbang seperti meluncur di padang rumput. Dia adalah ketua Chang Xiao Bang Zheng Bai Shui. Sambil berjalan Zheng Bai Shui berpikir. "Asalkan bisa menghancurkan Wisma Shi Jian, Chang Xiao Bang akan menjadi nomor satu di dunia persilatan. Hanya ada satu yang tertinggal dan itu adalah markas Biao Feng Yun. Tujuan berikutnya adalah menghancurkan markas Biao Feng Yun. Dia terus berjalan. Tempat di mana dia berjalan sekarang sudah sangat dekat dengan Wisma Shi Jian. Sesudah melewati gunung ini, akan terlihat Wisma Shi Jian. Di depannya adalah hamparan rumput-rumput yang tinggi dan lebat. Rumput-rumput ini setinggi orang. Bergoyang-goyang di bawah sinar bulan dengan tidak tenang seperti mengeluh dan merasa tidak senang. Zheng Bai Shui sedang berpikir, "Pertarungan antara Fang Zhen
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mei dan Wo Shi Shui entah berlangsung sampai bagaimana? Mengapa Wo Shi Shui tidak ada kabar sedikit pun? Kali ini siapa pun yang masih hidup, Huo Wu Yong, Wo Shi Shui atau Fang Zhen Mei, aku akan membuat mereka saling bunuh. Orang yang tersisa biar aku sendiri yang akan membereskannya. Perjanjian antara aku dan Wo Shi Shui selalu membuat pihaknya dirugikan, walaupun Huo Wu Yong mampu atau tidak bisa membunuh Fang Zhen Mei, siapa pun yang tersisa, akhirnya harus bertarung dengan Wo Shi Shui....'' Sesudah berpikir seperti itu, Zheng Bai Shui menjadi sangat percaya diri. Dengan kedua tangannya dia menyibakkan rumputrumput yang tinggi itu. Di bawah sinar bulan, baju putihnya terlihat dengan jelas. Dengan cepat dia berjalan di antara semak-semak itu. Karena rumput sangat tinggi dan lebat, dia tidak bisa melihat lurus ke depan. Kecuali suara rumput yang dia injak, dunia yang lain sepertinya sangat sepi. Zheng Bai Shui tetap tenggelam dalam pikirannya, "Sekarang Qu Lei dan Shi Tu ke 12 pasti sedang bertarung. Siapa pun yang menang, mereka akan merasa lelah, dan aku akan mengambil keuntungan ini. Kalau tujuan ini terlalu awal tercapai aku malah harus bertarung dengan Shi Tu ke 12. Sebelum Qu Lei dan Fang Zhong Pin bertarung, menurut laporan mata-mata, Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui belum kembali ke Wisma Shi Jian. Kalau mereka berdua tidak berada di sana, dan Shi Tu ke 12 tidak mempunyai Pedang Sakti Xue H. Fang Zhong Pin dan Qu Lei akan lebih mudah mengalahkan Shi Tu ke 12." Memikirkan semua itu Zheng Bai Shui menjadi sangat riang. Di bawah sinar bulan dengan tangan menyibak rumput setinggi orang dia terus berjalan. Di sekeliling sana rumput sangat tinggi dan lebat. Tiba-tiba di bawah rumput ada wajah seseorang yang sedang melihatnya dengan dingin. ---ooo0dw0ooo--Bab 17
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Senjata Rahasia yang Misterius Wajah ini dia tidak kenal. Dingin, muda, penuh kekuatan, pintar, seperti tidak mempunyai perasaan tapi bila diteliti dengan benar, masih ada setitik sinar kebaikan di wajah itu. Sekarang, wajah ini seperti seekor ular beracun melihat dia. Pemuda ini mengenakan baju berwarna hitam, tiba-tiba dia melambaikan tangannya. Zheng Bai Shui tidak mengenali orang itu. Begitu Zheng Bai Shui menyibak rumput dan melihat orang itu, dia melambaikan tangan, tiba-tiba dari seluruh penjuru keluar beberapa ratus senjata seperti lalat terbang menuju ke arahnya! Sebenarnya pemuda itu melepaskan senjata rahasia dari depan, tapi senjata itu bisa menyebar dari semua penjuru. Tentu dia adalah seorangg pesilat yang menggunakan senjata rahasia. Orang yang mempunyai keahlian senjata rahasia begitu hebat hanya yang berasal dari keluarga Tang. Hanya nyonya Besar Tang bisa menguasai senjata rahasia yang begitu hebat. Zheng Bai Shui terpaku. Senjata rahasia itu seperti kilat datang menyerangnya. Kalau Zheng Bai Shui menghindar ke kiri, dia pasti melepaskankan senjata ke sebelah kiri bila dia menghindar ke kanan maka dia tetap akan terkena. Bila dia mundur, hal serupa akan dialaminya, begitu juga bila dia ke depan dia akan bernasib sama. Bila dia berbaring untuk menghindar, senjata rahasia seperti lalat yang jumlahnya ratusan tetap akan mengarah ke bawah. Tubuhnya akan berlubang. Bila dia orang biasa, tidak akan bisa lolos dari semua senjata rahasia itu tapi dia adalah ketua perkumpulan terbesar Chang Xiao Bang, Zheng Bai Shui. Walaupun Zheng Bai Shui terkejut dan marah tapi dia tetap dengan tenang menghadapi semua itu. Dengan lengan baju dia mengibaskannya. Jurus pertama dari Chang Xiao Qi Ji yaitu jurus
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dong Hai Shui Yun Xiu (Lengan baju seperti awan di laut timur) sudah dikeluarkan olehnya. Di dunia ini siapa yang bisa memaksa Zheng Bai Shui mengeluarkan salah satu dari jurus Chang Xiao Qi Ji, pasti dia adalah orang yang berilmu silat tinggi tapi kali ini Zheng Bai Shui mengeluarkan jurus Dong Hai Shui Yun Xiu hanya bisa bertahan dari serangan senjata rahasia, membuat orang tidak percaya dengan semua ini. Zheng Bai Shui tidak percaya bahwa di dunia persilatan ada pesilat yang begitu mahir menggunakan senjata rahasia dan dia adalah seorang yang masih muda umurnya. . Senjata rahasia memenuhi langit, hanya tampak berkilau sebentar. Semua sudah menancap di lengan baju Zheng Bai Shui yang besar itu. Bulan berada di tengah-tengah, langit berwarna hitam. Orang itu melihat Zheng Bai Shui tidak terkena senjatanya, dia pun segera menghilang. Semua kembali menjadi sunyi dan sepi. Hati Zheng Bai Shui terasa dingin. Begitu lengan bajunya diturunkan, di bawah terdengar suara DING, DING, DING, sejumlah senjata rahasia seperti lalat berjatuhan. Senjata itu seperti lalat hidup dan kepalanya terpasang besi lancip. Sekarang semua senjata berhasil digetarkan oleh tenaga dalam Zheng Bai Shui dan lalat-lalat itu pun mati. Zheng Bai Shui belum pernah mendengar atau melihat di dunia persilatan ini ada orang yang bisa menggunakan senjata rahasia semacam itu. Rumput lebih tinggi dari tinggi badan orang. Zheng Bai Shui segera jongkok. Tiga kali jongkok kemudian 3 kali meloncat, seperti seekor kelinci. Dia sudah meloncat beberapa puluh meter. Dia berdiri dan tidak bergerak, dia tidak tahu siapa orang tadi? Apakah dia masih berada di sini? Berapa orangkah lawannya? Apakah mereka sedang menunggu kesempatan baik untuk menyerang Zheng Bai Shui lagi?
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi bulan pun tidak bisa memberikan jawaban. ---ooo0dw0ooo--Lu Ying Feng mendekati Shi Tu ke 12, dengan suara kecil dia berkata, "Kakak Ketiga Hei...." Shi Tu ke 12 mengerutkan dahi dan berkata, "Apa?" Kata Lu Ying Feng, "Kakak Ketiga Hei, dia sudah...." Shi Tu ke 12 berkata sambil menggelengkan kepala, "Aku tidak bisa mendengar dengan jelas." Ketepel Besi Peluru Perak, Lu Ying Feng segera menempelkan mulutnya di telinga Shi Tu ke 12,. tiba-tiba dia berkata, "Yin Yang Fei sudah menunggumu di kuburan!" Sekali mendengar badan Shi Tu ke 12 bergetar dan alisnya pun terangkat. Kedua tangan Lu Ying Feng sudah bergerak. Dua buah pisau belati secepat kilat dicabut. Sewaktu tangan Lu Ying Feng diputar, sepasang tangan Shi Tu ke 12 seperti baja bergerak lebih cepat dibandingkan kilat. Dia sudah mencengkram pundak Lu Ying Feng. DING, DANG! Dua buah pisau belati terjatuh ke bawah. Lu Ying Feng membentak, segera dia sudah menerjang ke belakang. Shi Tu ke 12 tertawa dingin. Dengan tenaga yang sangat kuat, sepasang tangan Lu Ying Feng dipaksa untuk berbalik ke depan. Rasa sakit menusuk hingga ke jantung, dia sama sekali tidak bisa bergerak. Wajah Lu Ying Feng langsung pucat, dia berteriak, "Ketua, hamba minta maaf! Tolong aku!" Shi Tu ke 12 membalikkan tangan Lu Ying Feng dengan paksa dan berkata, "Ying Feng, apa yang kau lakukan?" Lu Ying Feng sangat terkejut, hingga rohnya pun seperti sudah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tidak berada di tubuhnya. Dia meminta ampun, "Ketua, tolong selidiki dulu! Mana mungkin aku ingin membunuh Ketua?...Ketua sudah salah paham, salah paham...." Shi Tu ke 12 mengangkat alinyas dan membentak, "Diam! Kau dijuluki sebagai Ketapel Besi Peluru Perak, julukan itu kau dapat sesudah kau bergabung dengan Wisma Shi Jian dan kau pun dihormati oleh orang-orang, sebelum kau bergabung dengan Wisma Shi Jian, kau hanya seorang penjahat yang terkenal di dunia persilatan. Tidak disangka selama beberapa tahun ini sifatmu masih belum berubah. Sewaktu di Hua Shan kau hampir dibunuh oleh Guo Tian ping dengan lempengan besinya. Aku berbaik hati menolongmu, tidak disangka kau adalah orang yang tidak bisa membalas budi...." Wajah Lu Ying Feng memerah kemudian berubah menjadi pucat dan dia membela diri, "Tidak, Ketua...." Shi Tu ke 12 tertawa dengan sedih dan berkata, "Jangan memanggilku ketua lagi, aku sudah tidak mempunyai hak untuk menjadi ketuamu. Wisma Shi Jian juga tidak membutuhkan orang sepertimu lagi. Aku selalu merasa aneh, mengapa Pedang Sakti Xue He bisa menghilang dari Wisma Shi Jian? Kalau bukan karena Wo Shi Shui yang mencuri apakah Zheng Bai Shui datang sendiri untuk mencurinya? Kalau bukan, ini semua pasti perbuatan orang dalam Wisma Shi Jian. Aku sudah curiga kepadamu, kau mengkhianati teman hanya untuk mencari sebuah nama. perbuatanmu sangat memalukan...." Tubuh Lu Ying Feng gemetar. Dia terus berkata, "Bukan begitu, bukan...." Shi Tu ke 12 berkata sambil menarik nafas, "Ying Feng, kau adalah seorang laki-laki, kau berani melakukan semua itu maka kau harus berani mengakuinya. Tadi aku sudah memeriksa luka Yin Yang Hei, lukanya akibat ditusuk dengan pisau yang kau bawa sekarang. Dia mati pun tidak mau menutup matanya karena orang yang membunuhnya adalah kawannya sendiri. Kalau bukan kau, lalu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

siapa lagi? Lihat pisau yang dipegang olehmu, masih ada bekas darah. Ying Feng, kau terlalu kejam!" Lu Ying Feng berteriak, tiba-tiba dia menendang, dan sasarannya adalah dada Shi Tu ke 12. Kedua alis Shi Tu ke 12 terangkat, dia marah dan membentak, "Ying Feng, kau sudah tidak bisa sadar, jangan salahkan aku bila melakukan semua ini!" Dengan tenaga yang kuat, Lu Ying Feng merasakan tangannya sangat sakit dan sambungan tulang sudah keluar dari bongkolnya. Tendangannya sudah tidak bertenaga lagi. Qu Lei segera marah dan membentak, "Serang!" Badannya bergerak seperti harimau. Tiba-tiba dia meloncat ke hadapan Shi Tu ke 12. Semua perhatian orang tertuju pada Qu Lei, Fang Zhong Pin, dan si banci Tie Jiao Jiao. Bergerak ke kiri dan kanan, secepat kilat menyerang Shi Tu ke 12. Qu Lei masih belum bergerak, Fang Zhong Pin sudah mendekati Shi Tu ke 12, sekali mengibaskan tangan, pedang seperti kilat menyerangnya. Pedang hampir menusuk Shi Tu ke 12. tiba-tiba He Bu Le sudah berada di depan dan dengan pisau dia menahan serangan pedang cepat Fang Zhong Pin. Dan bersamaan waktu ini, badan Tie Jiao Jiao seperti setan mendekati Shi Tu ke 12 tapi dia segera berhenti karena Qu Lei dari belakang sudah datang terlebih dulu. Dengan kepalan tangannya dia menyerang Shi Tu ke 12. Serangan Qu Lei membuat perhatian orang tertuju padanya tapi yang mengeluarkan serangan sebenarnya adalah Fang Zhong Pin dan Tie Jiao Jiao. Begitu Fang Zhong Pin menyerang, Tie Jiao Jiao tiba-tiba berhenti dan yang menyerang adalah Qu Lei. Begitu kepalan tangan Qu Lei keluar, Chen Guan Cai dan Zhao
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Liao Fen secara bersama-sama menyerang Shi Tu ke 12. Di lapangan terjadi pertarungan seperti roda kereta. "Bunuh Shi Tu 12', baru merebut wisma, mereka bergerak begitu kompak. Tapi apakah Wisma Shi Jian akan begitu mudah mempersilakan orang masuk ke sana? Si Jala langit Chen Guan Cai sudah menyerang dan Qu Lei sudah mengeluarkan kepalan siap memukul Shi Tu ke 12. Tapi Shi Tu ke 12 dengari tenang masih berdiri dengan tegak di tempat tadi. Angin berasal dari kepalan seperti hujan lebat terus menyerang Shi Tu ke 12. Sewaktu kepalan tangan Qu Lei hampir mengenai Shi Tu ke 12, Shi Tu ke 12 mendorong dan membentak, "Pergi kau!" Lu Ying Feng seperti layang-layang yang putus dari benangnya, melayang terbang dan terjatuh keluar. Lu Ying Feng jatuh tepat ke arah Qu Lei datang! Kepalan Qu Lei melayang, kedua tangan Lu Ying Feng yang sudah hampir putus tidak bisa bergerak dengan lincah. Sekarang mana bisa Lu Ying Feng menyambut kepalan itu? Lu Ying Feng berteriak, "Jangan pukul, ini aku...." Tapi begitu Qu Lei melihat Lu Ying Feng yang melayang ke arahnya, dia tidak menghindar lagi karena bila tenaga kepalan itu ditarik, maka Shi Tu ke 12 akan mengambil, kesempatan ini. Qu Lei tidak mau menghilangkan kesempatan untuk memukul, dia terpaksa kehilangan Lu Ying Feng. kehilangan satu Lu Ying Feng, itu tidak apa-apa. Terdengar bunyi PING. Kepalan Ou Lei tepat mengenai Lu Ying Feng. Lu Ying Feng patut dikasihani, dia tidak kuat menahan pukulan ini. Dadanya segera melesak kedalam dan dia muntah darah! Meski kepalan Ou Lei masih menempel di dada Lu Ying Feng. Dia terus menerjang Shi Tu ke 12. Tadi maksud Qu Lei tidak terwujud karena tiba-tiba di antara mereka muncul Lu Ying Feng. Melalui tenaga kepalan dia
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyalurkan tenaganya ke tubuh Lu Ying Feng, ditujukan ke arah Shi Tu ke 12. Shi Tu 12 tidak bisa menghindar. Tenaga Ou Lei sangat besar, apakah Shi Tu ke 12 sanggup menyambut pukulan itu? PING! Tenaga kepalan Qu Lei yang disalurkan melalui tubuh Lu Ying Feng, kemudian menerjang Shi Tu 12. Shi Tu ke 12 tetap tidak bergeming, tapi wajahnya sudah tidak tersenyum. Pukulan Qu Lei tepat mengenai sasaran, tapi dia melihat Shi Tu ke 12 tidak roboh. Dia ingin menarik kembali kepalannya, tapi Shi Tu ke 12 tiba-tiba memukul mayat Lu Ying Feng. Qu Lei ingin menarik kepalan tangannya kembali tapi terlambat. Dia hanya merasakan tepukan ringan dari Shi Tu ke 12 tapi akibatnya seperti ada tenaga gunung dan laut yang menindihnya. Melalui mayat dan kepalan masuk ke dalam tubuhnya. PING. Qu Lei tergetar dan badannya melayang puluhan meter jauhnya. Dia hanya merasa langit seperti terbalik. Wajahnya tampak pucat, dia menekan jantungnya. Dia tidak bisa bicara apa-apa lagi karena dia sudah terpelanting jatuh. Mayat Lu Ying Feng terkena pukulan ini sehingga membuat jasad ini bergetar dengan kencang hingga biji mata pun keluar dari tempatnya. Jasad itu terpelanting. Begitu jatuh sudah tidak berbentuk lagi. Shi Tu ke 12 tetap dengan tenang berdiri di tempat tadi tapi batu tempat dia berpijak sudah hancur lebur. Mungkin ini dikarenakan tenaga Qu Lei memukul Shi Tu ke 12 dan dia menyalurkan tenaga itu ke bawah batu hingga menjadi hancur. Dapatkah terbayangkan seperti apa tenaga Qu Lei? Guo Ao Bai terkejut, dia ingin memapah Shi Tu ke 12 tapi Shi Tu ke 12 melambaikan tangan menolaknya. Dia tertawa dingin dan berkata, "Tenaga yang kuat...kuat....'' Dia tidak bisa meneruskan kata-katanya lagi.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Guo Ao Bai kembali untuk melihat Qu Lei yang diam. Tiba-tiba Qu Lei berteriak, "Baik" Belum habis perkataannya, dia sudah muntah darah. Darah seperti panah keluar dengan kencang dari tubuhnya. Bersamaan waktu itu, Tie Jiao Jiao, Chen Guan Cai, dan Zhao Liao Fen dengan suara keras menyerang Shi Tu ke 12. Zhao Liao Fen mengambil pasir hitam dan melemparkannya ke arah Shi Tu ke 12. Guo Ao Bai dengan dua tangarinya dan 7 buah pedang sudah mencegat Zhao Liao Fen dan mulai menyerang. Chen Guan Cai mengambil kesempatan ini, dia yang menyerang Shi Tu ke 12, tiba-tiba di sisi Shi Tu ke 12 ada seorang murid yang mengenakan baju berwarna putih. Dia mengelap wajahnya dengan tangan. Muncul seraut wajah yang gagah dan berumur setengah baya. Dia adalah salah satu adik angkat Shi Tu ke 12 yang bermarga Yin. Terdengar Yin Jue Ya membentak, "Penjahat kau hanya mengantar nyawamu ke sini!" Kedua tangannya digetarkan. Pedang dan golok sudah meghadang di depan Chen Guan Cai, pertarungan tidak dapat dihindari lagi dan mereka pun bertarung Hanya Tie Jiao Jiao yang sampai di depan Shi Tu ke 12, dengan sepasang tangan, yang satu bertenaga Yin dan yang satu lagi bertenaga Yang, kedua tangan yang saling berbeda tenaga ini sudah dilancarkan. Qu Lei yang telah digetarkan dan terbang melayang beberapa meter, pada saat yang hampir bersamaan seperti anak panah dilepaskan kembali melancarkan sebuah pukulan. Shi Tu ke 12 membalikkan badannya, dua buah telapak tangan dengan ringan menempel di telapak tangan Tie Jiao Jiao, namun hanya dalam waktu yang singkat, wajah Tie Jiao Jiao sudah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berubah, dia merasakan kedua tenaga yang berlawanannya masuk dan merambat melalui kedua tangannya, yang satu tenaga Yin dan yang satu adalah tenaga Yang. Setelah kedua tenaga itu masuk ke tubuh Shi Tu ke 12 tiba-tiba saja tenaga itu menghilang seperti tenggelam ke dalam lautan. Sewaktu Tie Jiao Jiao masih dalam keadaan terkejut, dia merasa tenaga dari kiri mengandung tenaga Yin menghilang tapi di sebelah kanan mengandung tenaga Yang merambat masuk, Shi Tu ke 12 sudah membalikkan tenaga yang berada dalam tubuhnya dan berbalik menyerang dirinya. Tenaga yang saling berlawanan ini membuat Tie Jiao Jiao terkejut, namun semua ini sudah terlambat. Pukulan ini adalah pukulan yang sangat mematikan. Tie Jiao Jiao merasakan tubuh, darah, dan nafasnya bergejolak, tak lama setelah itu dia memuntahkan darah segar, raut wajanya berubah mengerikan lalu roboh. Kejadian ini hanya berlangsung beberapa saat saja. kedua telapak tangan saling menempel, wajah Tie Jiao Jiao berubah 4 kali, dari pucat menjadi hijau lalu berubah menjadi merah hati kemudian menjadi ungu dan terakhir berubah menjadi hitam. Warna terakhir ini adalah warna kematian. Berhasil melumpuhkan Tie Jia Jiao, kedua telapak Shi Tu ke 12 belum sempat ditarik kembali namun kepalan besi milik Qu Lei sudah menghantamnya. "BLang!" Qu Lei menghantam dada Shi Tu ke 12, tapi dia merasa seperti memukul sebuah kayu busuk. Dan waktu itu telapak tangan Shi Tu ke 12 menepuk ringan bagian belakang Qu Lei namun suara yang terdengar seperti benturan besi dengan batu. Tepungan telapak Shi Tu ke 12 belum dikeluarkan, Qu Lei sudah jatuh terpental ke belakang, kemudian dia mengeluarkan suara yang membuat orang terkejut.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Mundur!" Qu Lei adalah orang pertama yang mundur, jalan mundur yang dia lalui penuh dengan darah sendiri yang keluar dari mulutnya. Shi Tu ke 12 kembali ke tempatnya, wajahnya pucat dan dari mulutnya mengalir darah. Dia tidak mengejar Qu Lei, namun dia berkata, " Kepalan tangannya sungguh lihai." ---ooo0dw0ooo--Bulan tidak bersuara. Zheng Bai Shui masih ada di balik semak-semak, tidak bisa maju juga tidak bisa mundur. Sebenarnya dia tidak mengetahui bahwa sudah datang beberapa orang, dia tidak mengerahui senjata rahasia apa saja yang dimiliki oleh lawannya, namun dia mengetahui dengan jelas jika dia tidak hati-hati maka dia akan terbunuh. Yang dia ketahui dengan lebih jelas lagi adalah waktu berlalu terasa sangat lama, tapi lawannya tetap tidak bersuara. Di tempat lain di Wisma Shi Jian, pertarungan pun pasti berlangsung dalam waktu yang lama. Apakah Qu Lei bisa merebut Wisma Shi Jian dengan lancar? Tapi dia malah terperangkap di sini. Langit dan bumi tidak bersuara, bulan pun seperti dingin tidak memiliki perasaan. Apakah orang yang akan menyerang dia hanya sendiri? Orang itu sudah menyerangnya namun tidak berhasil, tapi apakah orang itu sudah melarikan diri atau belum? Zheng Bai Shui sangat cemas, tapi dia sudah mengambil keputusan untuk menunggu sebentar lagi lalu dia akan keluar dari semak-semak ini. Dia tidak percaya, seorang pemuda yang tidak mempunyai nama bisa mengurung seorang ketua Chang Xiao Bang, yang lebih tidak
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dapat dipercaya adalah orang itu adalah musuh Chang Xiao Bang. ---ooo0dw0ooo--Sewaktu Ou Lei menyerang Shi Tu ke 12, Fang Zhong Pin sedang bertarung dengan He Bu Le, Yi Dao Hun. He Bu Le memengang sebilah pisau yang sangat tipis, setipis kertas. Dengan pisau tipisnya dia sanggup menahan pedang Fang Zhong Pin yang kecil dan panjang. Mereka berdua segera bertarung dengan sengit. Terdengar suara senjata saling beradu, gerakan mereka sangat cepat, bayangan pedang dan pisau sudah menutupi bayangan mereka sendiri. Begitu Ou Lei menyerang Shi Tu ke 12 untuk kedua kalinya, mereka tiba-tiba berhenti menyerang. Mereka sudah bertarung melewati jurus pedang yang ke 1.276 dan jurus pisau yang ke 1.276. Wajah mereka tidak merah dan nafas mereka pun sama sekali tidak terengah-engah. Tiba-tiba Fang Zhong Pin melemparkan pedang panjangnya. Tiba-tiba Fang Zhong Pin melemparkan pedangnya. Gerakan ini membuat Han Bu Le merasa aneh. Dengan gerakan yang sangat cepat Fang Zhong Pin sudah menyerang, menggantikan pedang dengan mengunakan telapak tangannya sendiri. "Zhang Jian!" (Pedang Tangan) . Jurus pedang yang sangat cepat dan tepat seperti angin. He Bu Le sangat terkejut karena pisaunya terlempar akibat benturan senjata. Senjata yang dipakai oleh Fang Zhong Pin sekarang adalah Zhang Jian. Dengan tertawa sinis dia berkata, "Kau tertipu, sebenarnya jurus yang aku kuasai adalah Zhang Jian." Pedangnya kembali menyerang.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

He Bu Le sudah tidak ada jalan mundur lagi. Tiba-tiba sekelebat cahaya pisau muncul, terdengar suara logam beradu. Tangan Fang Zhong Pin sudah melayang ke udara. Dengan gerakan cepat Fang Zhong Pin mundur, dia memegangi tangannya yang sudah putus. Dengan muka pucat dan rasa terkejut dia melihat tangan kanan He Bu Le. Tangan kanan He Bu Le sangat licin seperti sebilah pisau. Dengan tersenyum He Bu Le berkata, "Kau juga salah, ilmu andalanku adalah Pisau Tangan." Fang Zhong Pin berteriak, "Mundur! ---ooo0dw0ooo--Bulan bersinar dengan terang, sepertinya bulan ingin mencuci bersih semua bau darah di dunia ini, tapi di sini sudah tidak ada lagi bau darah, bila ada pun pasti sudah bersih. Seperti Shi Tu Tian Xin yang sedang membersihkan darah dengan lengan bajunya saat ini. Tubuh Shi Tu Tian Xin masih terasa sangat lemah. Dia hanya bisa membuka matanya dan melihat Wo Shi Shui, ketika dia ingin buka mulut Wo Shi Shui berkata, "Jika kau ingin membuka mulut kau tidak boleh mengucapkan terima kasih. Chen Guan Cai adalah orang yang aku bawa dari Chang Xiao Bang, dia sudah memukulmu, tentu saja sekarang aku harus menyembuhkan dirimu dulu. Aku sangat tidak suka dengan kata-kata terima kasih, maaf, senang bertemu denganmu, dan lain-lainnya. Walaupun ada niat baik atau tidak, bagiku itu semua sama saja." Fang Zhen Mei melihat Shi Tu Tian Xin dan berkata, "Jangan begitu, jika ada orang bersungguh-sungguh ingin berterima kasih padamu, bagaimanapun, kau tidak bisa menjahit mulut setiap orang."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kata Wo Shi Shui, "Benar juga." Shi Tu .Qing Yan tidak tahan lagi, dia pun ikut tertawa. Dia melihat salah satu pesilat tangguh di dunia ini memiliki sifat yang aneh-aneh. Tapi meskipun bersifat aneh dia bukan orang jahat, mempunyai sedikit rasa humor. Pastinya Fang Zhen Mei memiliki sifat seperti itu. Tiba-tiba Wo Shi Shui berkata lagi, "Baiklah sekarang kau sudah tidak apa-apa lagi, sekarang aku harus pergi ke Chang Xiao Bang untuk menyelesaikan hutang piutangku dulu dengan Zheng Bai Shui." Fang Shen Mei ingin mengatakan sesuatu tapi Wo Shi Shui mencegahnya dan berkata, "Kau jangan pergi bersama denganku, aku" sudah membuat janji dengan Zheng Bai Shui untuk membunuhmu jika kau ikut denganku maka kau akan membuatku sulit. Antarlah mereka pulang ke Wisma Shi Jian, aku akan pergi ke Chang Xiao Bang sendiri, apalagi sekarang Pedang Sakti belum diantarkan kepada Shi Tu ke 12. Hal ini sangat penting, siapa pun yang ikut denganku berarti orang itu adalah musuhku." Fang Shen Mei melihat wajah Wo Shi Shui yang keras, akhirnya dia menarik nafas dan berkata. "Kalau begitu, adakah cara lainnya?" ---ooo0dw0ooo--Qu Lei dan Fang Chong Pin berteriak mundur tetapi tidak bersama-sama, bila didengar oleh orangorang Chang Xiao Bang ini benar-benar sangat mengagetkan Guo Ao Bai memapah Zhao Liao Fen. Yen Jue Ya memapah Chen Guan Cai Qu Lei mundur dengan cepat, Fang Chong Pin juga mundur hingga ke tembok. Tiba-tiba di belakang Qu Lei ada sebuah pohon
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

besar dan dari dalam pohon itu keluar sepasang tangan yang memeluk Ou Lei, di sisi pohon lainnya tiba-tiba keluar tangan untuk membantu memegangi Qu Lei. Ternyata pohon-pohon itu adalah pohon tiruan yang didalamnya kosong. Kelompok naga dari Wisma Shi Jian ternyata sudah bersiap-siap dan bersembunyi di halaman. Fang Zhong Pin melihat kondisi itu, dia ingin menolong Qu Lei tapi dia merasa kakinya ada hawa pisau yang dibawa oleh angin, segera dia melompat untuk menghindari pisau itu, namun setelah itu dari arah kebun bunga melayang puluhan pisau terbang yang mengarah ke kakinya. Fang Zhong Pin merasa kaget dan marah, dia segera berteriak, "Semua mundur dan bunuh yang menghalangi!'' Dia bertarung sambil mundur untuk melarikan diri dari Wisma Shi Jian. Keadaan Qu Lei sudah terjepit oleh 3 orang, walaupun sudah terluka parah dan tangannya tinggal sebelah, dia masih mengeluarkan teriakan seperti harimau terluka. Siku tangannya masih berbahaya, dia masih sempat menyikut dada "pohon" hingga berlubang,orang itu terpaksa melepaskan pegangannya. Begitu terlepas dia segera dia memukul kepala orang yang ada di sebelah kanannya sampai pecah. Orang yang berada di sebelah kirinya 1 hanya bisa tertegun karena kaget, dia tidak sadar bahwa kepalan tangan itu sedang mengarah ke kepalanya akhirnya kepala orang itu pun pecah. Qu Lei merasa pandangannya menjadi kabur, Fang Chong Pin cepat-cepat melarikan diri dari Wisma Shi Jian. Kelompok Chang Xiao Bang mengalami kekacauan, ada yang melarikan diri, ada yang berteriak, dan ada juga yang sambil berteriak sambil mundur. Beberapa orang melemparkan senjata rahasia dan ada juga yang mengangkat tangannya. Hanya ketua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

panji hijau Chang Xiao Bang, Elang Sakti Zhong Yuan, Shang Bu Yun masih seperti seorang laki-laki sejati, dia masih memimpin 200 orang anak buah Chang Xiao Bang untuk menyerang ke halaman. Suasana lebih ramai lagi. Terdengar suara He Bu Le berteriak, "Kelompok Elang, Naga, Harimau serang semuanya!!'' Pertarungan sengit sedang berjalan, pertarungan ini cukup untuk mengubah keadaan dunia persilatan, pertarungan terbesar di dunia persilatan sedang terjadi. ---ooo0dw0ooo--BAB 18 Wo Shi Shui kembali ke Chang Xiao Bang Di depan markas perkumpulan terbesar yaitu Chang Xiao Bang, tiba-tiba muncul sebuah bayangan seseorang yang masuk. Bayangan itu terlihat dari jauh namun perawakannya yang besar dan tegap membuat orang merasa segan. Orang-orang yang berjaga di Chang Xiao Bang pun terkejut dengan kedatangan bayangan itu. Dalam sekejap sudah 4 orang yang mencegat bayangan itu untuk masuk lebih dalam lagi. Orang berbaju hitam itu terpaksa berhenti melangkah. Sorot matanya tajam seperti pisau menatap orang-orang yang mencegatnya. Salah satu dari orang Chang Xiao Bang itu bertanya, "Siapa kau?" "Wo Shi Shui." "Wo Shi Shui?" "Benar, aku Wo Shi Shui." "Untuk apa kau datang kemari?" "Suruh ketua kalian keluar!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Apakah kau pernah bertemu dengan ketua kami?" "Kalian tidak pantas menghalangiku seperti ini. Kalian masingmasing memakai tombak, kayu pemukul, trisula E Mei, dan yang satu lagi memakai Pena Hakim. Kelihatanya saja senjata itu bermacam-macam namun sebenarnya senjata kalian itu tidak ada gunanya. "Apa?" empat orang murid Chang Xiao Bang serentak berteriak. Dengan dingin Wo Shi Shui berkata, "Kau yang memakai senjata E Mei, sebenarnya kau sedang merasa ingin tidur dan di dalam hatimu tentu saja kau merasa sangat marah karena waktu tidurmu kuganggu. Apakah dengan pikiran seperti itu kau dapat berkonsentrasi dan apakah kau bisa menang dariku?" Orang yang bersenjata trisula itu menundukkan kepalanya dalam-dalam dan terdiam. Wo Shi Shui kemudian mengalihkan pandangannya ke orang yang bersenjata Pena Hakim, dan dengan dingin berkata, "Kau yang memakai Pena Hakim, dengan melihat senjata yang kau gunakan tentunya kau adalah Yan Ling Dao, tapi karena kau datang dengan terburu-buru untuk mencegatku dengan sembarangan mengambil senjata orang lain. Senjata yang kau ambil secara sembarangan tentunya kau tidak mahir menggunakannya. Bertarung bukan dengan menggunakan senjata sendiri apakah kau bisa memenangkan pertarungan?" Orang yang memegang senjata Pena hanya terbengong-bengong di sana dan dua tidak dapat menjawab. Pandangan Wo Shi Shui kembali berpindah ke orang yang bersenjata tombak, dengan nada yang dingin pula dia berkata, "Kau juga, kau memegang senjata tombak sepanjang 3 meter, semua temanmu memegang jenis senjata yang pendek, bagaimana kau bisa menyerangku tanpa melukai teman-temanmu sendiri? Jika tidak memiliki percaya diri yang tinggi, bagaiman kau bisa menang dalam pertarungan ini?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Orang yang bersenjata tombak itu pun hanya bisa terdiam tidak bisa membantah. Mata Wo Shi Shui menatap orang yang terakhir. Orang yang ditatap oleh Wo Shi Shui merasa hatinya tergetar tapi dia menguatkan diri dan berteriak, "Jangan hiraukan kata-kata orang ini hayo kita serang dia!" Dalam sekejap keempat senjata itu menyerang ke arah Wo Shi Shui. Wo Shi Shui marah tapi juga ingin tertawa, dia berkata, "Kau tidak mempunyai kesalahan, kau adalah orang yang paling kuat di antara kalian berempat, tapi begitu kau tertekan kau merasa hatimu kacau, kakimu pun tidak bisa berdiri dengan tegak. Sebelum kau menyerang kau sudah merasa ketakutan dulu, mana bisa kau menahan seranganku ini?" Kata-kata itu belum selesai diucapkan, keempat orang ini sudah tubuhnya melayang dan terbanting lalu tidak dapat bangun lagi. Keempat orang ini roboh, tapi dengan segera 10 orang lebih sudah berlarian menuju tempatnya. Wo Shi Shui berkata dengan marah, "Siapa yang menghalangiku, dia akan mati, yang aku cari adalah ketua kalian." Tiba-tiba seseorang yang mengenakan baju merah datang dengan kecepatan seperti kilat. Murid-murid Chang Xiao Bang segera memanggil orang ini, "Ketua Mu!" Orang itu telah sampai di depan Wo Shi Shui, orang itu mengamatinya sebentar dan berkata, "Aku kira siapa yang datang mengunjungi Chang Xiao Bang ternyata hanya anak kecil. Hai anak kecil, kembalilah kepada ibumu untuk menyusu. Aku adalah pembunuh hitam, Mu Shan Lan dan kau harus tahu itu." Wo Shi Shui dengan pandangan dingin tapi tidak menjawab. Mu Shan Lu merasa tidak suka ketika dia diamati oleh Wo Shi Shui. Hatinya sangat marah dan dia bertanya, "Siapa kau?" Dengan dingin Wo Shi Shui menjawab, "Kau tahu arti nama Wo
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Shi Shui!" (Wo=aku, shi=adalah, shui=siapa). Sesudah mendengar nama ini Mu Shan Lu tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada murid-murid Chang Xiao Bang yang lain, "Di dunia ini ada nama yang begitu aneh dan kurang ajar, seperti cmahirkan oleh seekor anjing saja. Namanya adalah Wo Shi Shui. Dia sendiri pun tidak tahu siapa dirinya? Ha..ha...." Murid-murid Chang Xiao Bang yang berada di pinggirnya juga ikut tertawa. Tapi baru saja tertawa sebentar suara Mu Shan Lu menjadi serak. Tawa murid-murid Chang Xiao Bang yang lain pun berhenti! Karena Mu Shan Lu tidak bisa tertawa. Wo Shi Shui sudah mengeluarkan kepalan i tangannya dan memukul. Mu Shan Lu merasa kepalan Wo Shi Shui semakin besar dan besar, kemudian mendekatinya dan dia pun terkena pukulan ini. Delapan1 gigi dan darah bersamaan menyembur keluar. Mu Shan Lu roboh ke bawah, dengan marah dan benci dia berteriak, "Kurang ajar! Bunuh dia!" Segera puluhan murid Chang Xiao Bang datang lagi. Mereka mencabut golok, mencabut pedang, mengeluarkan panah dan mengurung Wo Shi Shui. Terdengar Wo Shi Shui dengan marah berteriak, "Baiklah, kalian adalah kaki tangan Zheng Bai Shui dan sudah menghancurkan Han Ying Bao, merusak kantor Biao Qing Yun dan Han Bi Lou. Kalian sudah melakukan perbuatan yang tidak manusiawi. Aku akan membunuh kalian sampai habis baru bertemu dengan Zheng Bai Shui." Darah muncrat, orang bergerak, suara teriakan sudah terdengar. ---ooo0dw0ooo--Di Wisma Shi Jian. Suara bertarung sudah berakhir.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pendekar mengeluarkan darah. Laki-laki sejati juga mengeluarkan darah. Begitu banyak pendekar dan laki-laki sejati mengeluarkan darah. Kebenaran di muka bumi dan langit apakah akan terpancing keluar oleh bau darah ini? Apakah akan ada yang keluar untuk kebenaran di dunia persilatan? Di Dao Duan Hun, He Bu Le sedang mengatur murid-murid Wisna Shi Jian bertarung, dia bertemu dengan ketua panji hijau, Elang Sakti Zhong Yuan, Shang Bu Yun. Hanya satu kali mengayunkan pisau, Shang Bu Yun sudah terpojok dan ditangkap, tapi He Bu Le tidak membunuhnya. He Bu Le hanya membawa Shang Bu Yun bertemu dengan Shi Tu ke 12. Rambut perak Shi Tu ke 12 tergerai ditiup angin, di bajunya terlihat ada noda tetesan darah. Dia melihat Shang Bu Yun kemudian terbatuk kecil, sepertinya dadanya terasa sakit dan dia mencoba untuk menahannya. Tapi suara batuk itu sudah mengatakan semuanya. Sambil terbatuk, Shi Tu ke 12 berkata, "Hati dan pikiran orang Chang Xiao Bang sudah kacau, ada yang pergi, ada juga yang melarikan diri. Jujur saja ilmu silatmu sangat rendah tapi kau tidak pergi dan semua kesulitan ini kau sendiri yang menanggungnya, kau pun dengan sepenuh hati bertarung mempertahankan semua ini, kau memang benar-benar pantas menjadi salah satu dari ketua panji. Dibandingkan dengan orang lain di Chang Xiao Bang kau lebih bertanggung jawab, sangat setia, dan bertahan sampai titik penghabisan. Kau benar-benar laki-laki sejati. Kami dari Wisma Shi Jian tidak pernah mau membunuh seorang laki-laki sejati. Adik He, bebaskanlah dia!" Segera He Bu Le melepaskan Shang Bu Yun dan sambil tertawa dia berkata, "Pendekar Tua Shang, Chang Xiao Bang membunuh orang seperti membunuh semut dan semua ini sangat jahat tapi Pendekar Tua Shang dosamu lebih sedikit. Katanya sewaktu Chang Xiao Bang menghancurkan markas Biao Fei Yun, ketua markas Biao, Xue Zheng Yin kau yang sengaja melepaskannya. Jika kami melakukan kesalahan terhadap Pendekar Tua Shang, harap bisa
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dimaafkan." Elang Sakti Zhong Yuan memijat tangannya yang baru dilepaskan. Dia melihat langit dan juga melihat bumi, tiba-tiba matanya dipenuhi dengan air mata. Air mata ini mengalir ke jenggotnya yang sudah memutih. Dia menarik nafas dan berkata, "Aku hidup sudah 50 tahun lebih, hari ini aku baru mendengar ada yang memanggilku sebagai pendekar. Aku tidak tahu harus berkata apa lagi, tapi aku sendiri mengerti kalau aku tidak pantas dipanggil seperti itu. Aku hidup sampai saat ini baru benar-benar mengetahui tentang sedikit kebenaran. Pemimpin Chang Xiao Bang yang aku kagumi begitu ada kesulitan, hanya bisa melarikan diri dengan cepat. Mereka meninggalkan anak buah mereka untuk mati. Aku tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, aku hanya bisa berterima kasih atas budi kalian karena tidak membunuhku. Aku berpikir kembali, di usiaku yang sudah begitu tua, apa yang sudah aku lakukan? Terhitung mulai hari ini, aku tidak akan bermusuhan dengan Wisma Shi Jian lagi." Tiba-tiba dia naik ke sebuah pohon Tao dan berteriak, "Anak buahku, rencana Chang Xiao Bang menyerang Wisma Shi Jian sudah gagal. Pemimpin sudah melarikan diri, semua pasukan yang akan datang untuk membantu pun tercegat di belakang. Orang-orang kita mati dan terluka separuh.. Untuk apa kalian bertarung lagi?segera simpan senjata dan menyerahlah!" Karena teriakan Shang Bu Yun, anak buah Chang Xiao Bang yang tersisa ratusan berhenti bertarung seketika dan mereka menyerah. Di halaman itu yang tadinya ada 500 orang prajurit, yang tersisa kurang lebih tinggal 200 orang, yang lainnya kebanyakan mati atau terluka. Sebagian besar yang tersisa adalah orang panji hijau, panji biru dan panji merah. Yang menyerang kebanyakan adalah murid panji hijau karena ketua panji hijau mereka adalah Shang Bu Yun. Di pihak wisma anak buah Chang Xiao Bang membunuh murid Wisma Shi Jian kurang lebih ada 300-400, mereka musnah semua. Mereka adalah orang-orang panji hitam. Pasukan yang berada di luar wisma yang ingin membantu pun
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah habis diserang oleh murid-murid wisma kurang lebih ada 400 orang, mereka adalah murid-murid panji putih. Murid-murid Wisma Shi Jian yang mati atau terluka pun sangat banyak. Bertarung dengan perkumpulan terbesar di dunia persilatan, walaupun bisa menang tapi hampir separuh dari semua anak buah. Chang Xiao Bang sudah gugur. Perkumpulan ini tidak akan bisa bertahan lagi. Pertarungan masih terus berlangsung dan hampir selesai. Guo Ao Bai sedang bertarung dengan si Setan Pisau, Zhao Liao Fen. Pertarungan ini sangat seru dan sengit. Zhao Liao Fen berasal dari panji biru, ilmu silatnya berada di atas ketua panji putih, Ni Xiang Tian dan di bawah Tie Jiao Jiao. Bisa dikatakan dia adalah pesilat tangguh di dunia persilatan. Tapi sayang, yang dia hadapi sekarang adalah Tuan Muda Guo Ao Bai dari Han Ying Bao. Guo Ao Bai mempunyai ilmu Qi Chong Tian Jian Fa. Guo Ao Bai berhasil membunuh Ni Xiang Tian, dia juga pernah mengalahkan si banci, Tie Jiao Jiao. Ilmu silatnya sudah pasti berada di atas Zhao Liao Fen. Karena kematian ayahnya, Guo Ao Bai merasa sangat sedih, dia membunuh semua orang Chang Xiao Bang dengan gila-gilaan, Qu Lei dan Fang Zhong Pin sudah tidak bertarung malah melarikan diri. Murid-murid Chang Xiao Bang jumlahnya semakin sedikit karena itu Zhao Liao Fen semakin bertarung, dia semakin ketakutan. Jurus yang dia kuasai adalah 108 jurus Tian Mo Dao Fa (Setan Pisau Langit, fa=cara), tidak bisa dia keluarkan. Tapi julukan setan Pisau, Zhao Liao Fen bukan hanya nama saja. Guo Ao Bai sudah menusukkan pedangnya 98 kali, Zhao Liao Fen juga sanggup menerima 98 kali tusukan. Zhao Liao Fen menyerang 108 kali dengan jurus pisau, Guo Ao Bai pun bisa menyambut dengan baik 108 jurus pisau dengan sama baiknya. Tapi tiba-tiba Guo Ao Bai melemparkan ketujuh
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pedangnya! Zhao Liao Fen tidak pernah melihat jurus pedang yang begitu aneh, dia segera menghindar. Enam pedang berhasil dihindarinya, tapi pisau ditangannya terlepas dari tangannya, kemudian Guo Ao Bai mendekat. Dengan satu kali pukulan sudah membuat Zhao Liao Fen roboh. Sekali kali dia memukul, nyawa Zhao Liao Fen kemudian melayang. Ditempat lain ketua pelatih Wisma Shi Jian, Yin Jue Ya bertarung dengan si Jala Langit, Chen Guan Cai. Ilmu silat Yin Jue Ya tidak setinggi Tuan Ma Er. Tuan Ma Er dibunuh oleh Ni Xiang Tian di Chang Xiao Bang. Ilmu silat Chen Guan Cai lebih tinggi dari Ni Xiang Tian, tapi tetap berada di bawah Zhao Liao Fen dan Tie Jiao Jiao. Yin Jue Ya bertarung dengan Chen Guan Cai, sebenarnya Yin Jue Ya merasa pasti akan kalah, tapi ternyata kemampuan Chen Guan Cai tiba-tiba saja menurun. Pertama karena senjatanya adalah jala. Jala ini sudah dirusak oleh Wo Shi Shui. Karena dia telah terluka oleh Wo Shi Shui membuat kekuatannya belum pulih, apalagi dia belum beristirahat dengan benar, sudah diperintahkan untuk menyerang Wisma Shi Jian karena itu ilmunya menjadi berkurang banyak. Ditambah lagi Qu Lei dan Fang Zhong Pin telah kabur dari sana, murid Chang Xiao Bang sendiri yang masih tertinggal terkurung di sana dan tidak berdaya, karena inilah hatinya menjadi tidak tenang. Dia juga ingin kabur dan mundur dari sana. Semua ini membuat ilmu silatnya berkurang separuh. Sebaliknya, ketua keenam Wisma Shi Jian, Yin Jue Ya karena dia sangat ingin membunuh, lawan menjadi semakin ketakutan, dan semakin mundur. Dia semakin berani mengejar dan menyerang. Apalagi dia merasa sedih karena kehilangan ketiga putra tersayangnya. Dia marah dan benci, tenaganya berubah menjadi tenaga yang sangat dahsyat. Begitu mulai bertarung dia sudah berada di atas angin dan Jala Langit sudah kehilangan kesempatan untuk menang.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Sisa tenaga Chen Guan Cai sekarang sama dengan ketua panji merah, Shen Si. Tapi walaupun kekuatannya sama dengan Shen Si itu bukan berarti kekuatannya biasa-biasa saja. Yin Jue Ya menyerang dengan kencang, Chen Guan Cai menjadi kalang kabut. Yin Jue Ya berteriak, "Kau tidak memakai senjata, kalau aku membunuhmu dengan senjata itu tidak adil, kau sambut pisau ini!" Yin Jue Ya berhenti. Dia menendang sebilah golok ke arah Chen Guan Cai. Chen Guan Cai menyambut golok itu. Walaupun dia belum pernah berlatih ilmu golok tapi bila harus bertarung dengan tangan kosong, lebih baik memakai senjata itu. Karena ada senjata di tangannya dia menjadi berani, segera dia menyerang Yin Jue Ya. Dengan ada golok di tangannya, Chen Guan Cai langsung menyerang Yin Jue Ya. Dia ingin cepat membunuh Yin Jue Ya, kemudian kabur dari sana. Tapi Yin Jue Ya juga bukan sembarangan pesilat, pisau dan pedang diayunkan dengan kencang. Chen Guan Cai tidak bisa dengan gampang mengalahkannya. Pada waktu ini Shang Bu Yun sudah memerintahkan anak buah Chang Xiao Bang untuk menyerah. Jala Langit, Chen Guan Cai terkejut, dia tidak berkonsentrasi penuh. Tangannya bergerak dengan lamban, pisau dan pedang Yin Jue Ya sudah sampai di depannya. Golok pun digetarkan sehingga melayang dari tangannya, Chen Guan Cai terkejut tapi Yin Jue Ya tidak mengejarnya. Dia hanya dengan dingin berkata, "Karena kau tidak berkonsentrasi maka ini tidak termasuk pertarungan. Kita mulai lagi, kau ambil golok itu, kita bertarung lagi!" Chen Guan Cai marah besar, dia mengambil golok itu kemudian menyerang. Serangan Chen Guan Cai membuat Yin Jue Ya terus mundur kemudian Chen Guan Cai membalikkan badan dia ingin kabur. Yin Jue Ya berteriak. Dengan tangannya memegang pisau dan pedang, dia berlari menghadang Chen Guan Cai. Siapa yang tahu Chen Guan Cai adalah orang yang sangat licik.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dia kabur hanya untuk menipu Yin Jue Ya, begitu Yin Jue Ya menabrak, dia segera membalikkan badan. Pisau langsung menancap ke dada Yin Jue Ya. Kedua mata Yin Jue Ya melotot, dia terus menatap Chen Guan Cai. Chen Guan Cai tertawa dingin dan berkata, "Siapa suruh kau tadi tidak membunuhku?" Yin Jue Ya berteriak sekeras-kerasnya, tapi badannya tidak roboh. Pedangnya sudah menusuk Chen Guan Cai. Yin Jue Ya sudah terluka berat, pedangnya pun bergerak dengan lambat. Chen Guan Cai dengan tenang menyambut serangan ini. Dia memutar pisau yang menancap di dada Yin Jue Ya. Yin Jue Ya berteriak, badannya mulai tidak seimbang dan terjatuh. Pada waktu itu tiba-tiba ada orang yang berteriak. Suara ini sangat dikenal oleh Chen Guan Cai. Dia membalikkan badan untuk melihat ternyata Zhao Liao Fen terlihat berada di tengah-tengah udara. Guo Ao Bai seperti seekor naga sakti, satu kali memukul sudah membuat Zhao Liao Fen terjatuh. Chen Guan Cai melihat satu-satunya teman yang tertinggal juga telah dibunuh, dia sangat kaget. Yin Jue Ya menggunakan kesempatan ini membacoknya tapi Chen Guan Cai seperti tidak merasakannya. Yin Jue Ya mengandaikan sisa tenaganya yang terakhir, pisau bergerak agak lambat. Begitu teriakan Zhao Liao Fen terdengar untuk kedua kalinya, kepalan tangan Guo Ao Bai sudah mendarat di dada Zhao Liao Fen. Segera Zhao Liao Fen kehilangan nyawanya. Hati Chen Guan Cai lebih terkejut lagi. Tiba-tiba dia merasa ada angin pisau di lehernya, untuk menghindar pun sudah tidak sempat lagi. Kali ini pisau Yin Jue Ya tepat masuk kedalam lehernya. Kepala Chen Guan Cai hampir terlepas dari badannya. Jala Langit, Chen Guan Cai roboh, tapi sampai mati pun dia tidak lupa menarik pisau yang menancap di dada Yin Jue Ya. Dia sudah berhenti bernafas dan mati. Kematian Yin Jue Ya ditukar dengan nyawa ketua panji hijau,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Chen Guan Cai. Sepertinya keluarga marga Yin mati dengan begitu gagah dan berarti. Dulu Yin Shi San Xiong di markas Chang Xiao Bang membunuh musuh tapi akhirnya terkurung tapi mereka berhasil membunuh Shun Yu Tang. Walaupun terluka parah, salah satu dari 3 bersaudara Yin masih bisa berusaha bertahan dan kembali ke Wisma Shi Jian untuk melaporkan semuanya kepada Shi Tu ke 12. akhirnya dia meninggal juga. Sekarang marga Yin semuanya sudah mati di tangan Chang Xiao Bang. Tie Ouan, Qu Lei begitu keluar dari Wisma Shi Jian, dia segera berlari dengan kencang. Tapi Fang Zhong Pin dihadang oleh penjaga dari Wisma Shi Jian. Murid-murid Wisma Shi Jian yang mati semakin banyak tapi mereka terus berjuang, semakin berani dan semakin bersemangat. Karena Fang Zhong Pin mengeluarkan banyak darah, dia tidak bisa bertahan lama. Tenaganya semakin berkurang, kelihatannya dia akan segera tertangkap. Untung Elang Besi yang dia pelihara segera datang untuk menolongnya. Tapi Elang Besi peliharaannya pun akhirnya telah terbunuh, tapi Fang Zhong Pin bisa lolos dari kepungan murid-murid Wisma Shi Jian. Dia keluar dari Wisma Shi Jian. ---ooo0dw0ooo--Zheng Bai Shui sekarang bisa keluar dari semak-semak rumput yang tinggi itu. Wisma Shi Jian sudah tampak terlihat, pemuda itu akhirnya tidak muncul lagi. Zheng Bai Shui menatap langit. Bulan sudah semakin tenggelam dalam awan hitam. Dia mengambil nafas dalam dan siap untuk jalan lagi. Tiba-tiba dia melihat 2 bayangan orang yang lewat. Keadaan mereka sangat memalukan. Zheng Bai Shui terpaku karena kedua orang itu adalah Qu Lei dan Fang Zhong Pin. Melihat keadaan mereka, dia sudah langsung
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tahu bahwa pertarungan di Wisma Shi Jian, mereka sudah kalah dengan begitu memalukan. Semua ini sama sekali tidak terpikirkan oleh Zheng Bai Shui, dia hanya terlambat datang 2 jam tapi Wisma Shi Jian sudah bisa mengalahkan Chang Xiao Bang yang selalu tidak terkalahkan dan bisa menghancurka perkumpulannya! Zheng Bai Shui bersiul panjang. Kedua bayangan orang itu mendengar siulannya, mereka sedikit ragu tapi aldiirnya berhenti juga. Mereka ragu-ragu tapi terpaksa berjalan ke arah Zheng Bai Shui. Begitu Zheng Bai Shui melihat Qu Lei, dia sudah tahu luka dalam Qu Lei sangat parah dan tangan kanan Fang Zhong Pin sudah terpotong. Zheng Bai Shui sangat marah, Qu Lei dan Fang Zhong Pin nienundukkan kepala. Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Baiklah, sekarang kita sudah kalah total, apa yang akan kalian dikatakan? Bagaimana keadaan di sana sebenarnya?" Qu Lei dengan suara berat berkata, "Aku pantas mati, mohon Ketua mau memaafkanku. Sebelum sampai di dalam Wisma Shi Jian, kami berhasil membunuh Yin Yang Hei. Kami juga telah membunuh puluhan orangorang Wisma Shi Jian. Murid-murid panji putih yang berjumlah 400 orang telah bersiap-siap di luar untuk membantu murid-murid panji hitam. Aku, Zhong Pin, Chen Guan Cai, dan Zhou Liao Fen membawa murid-murid panji merah dan panji biru memasuki wisma untuk membunuh orang-orang yang tersisa di sana. Kami memburu Shi Tu ke 12, pertama kami menyerang dengan menggunakan mayat Yin Yang Hei dan juga mayat-mayat para penjaga Wisma Shi Jian. Kantor Biao Qing Yun, Han Ying Bao sudah kami hancurkan sesudah itu kami baru bertarung dengan Shi Tu ke 12." Kata Zheng Bai Shui, "Bagus, itu sangat bagus. Bukankah itu taktik yang sangat bagus tapi kenapa kita bisa gagal total?" Qu Lei hanya menunduk, dia meneruskan ceritanya, "Kemudian...kemudian kami sudah memperhitungkan segala
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

kemungkinan tapi ada satu yang kami lupakan sama sekali, yaitu He Bu Le. Orang itu ternyata tidak meninggalkan wisma untuk melatih murid-murid Wisma Shi Jian. Dia bersama Yin Jue Ya dan Guo Ao Bai selalu berada di samping Shi Tu ke 12. hal itu yang membuat kami sama sekali tidak menyangkanya. Orang-orang itu mempunyai ilmu silat yang tidak kami bayangkan sama sekali, ilmu silat mereka sangat lihai, ditambah lagi dengan persiapan mereka yang sempurna. Begitu kami memulai penyerangan, mereka segera membunuh para pemanah dan juga menyerang murid-murid kita yang berasal dari panji putih dan hitam...." Wajah Zheng Bai Shui berubah pucat, dia hanya bergumam, "Hmm." Fang Zhong Pin meneruskan cerita rekannya, "Satu hal lagi yang benar-benar tidak kami perhitungkan adalah setelah kami sepakat untuk menyerang Shi Tu ke 12 dari 5 arah yang berbeda, ternyata Chen Guan Cai berhasil dicegah oleh Yin Jue Ya, Zhou Liao Fen dicegah oleh Guo Ao Bai, dan aku sendiri dicegah oleh He Bu Le...." Sorot mata Zheng Bai Shui seperti mengandung aliran listrik dan dengan dingin dia berkata, "Dan kau melawannya sehingga kau kehilangan sebelah tanganmu?" Fang Zhong Pin hanya menundukkan kepalanya dengan gugup dia menjawab, "Ya...betul...." Zheng Bai Shui membalikkan badannya untuk melihat Qi Lei dan bertanya kepadanya, "Jika kau dan Tie Jiao Jiao bergabung untuk menghadapi Shi Tu ke 12 keadaan ini tidak mungkin terjadi." Qu Lei dengan takut-takut berkata, "Pada awalnya Lu Ying Feng yang memulai membokong Shi Tu ke 12 tapi orang tua itu sudah mengetahuinya. Sebelum serangannya sampai pada orang tua itu, Lu Yin Feng sudah kena cengkramannya, aku berusaha mendekat untuk menolongnya. Sepertinya orang tua itu mengalami luka parah, Tie Jiao Jiao segera maju untuk menghabisi Shi Tu ke 12. tidak disangka ilmu orang tua itu sangat lihai, sekali dia mengeluarkan serangan, Tie Jiao Jiao sudah mati terbunuh. Aku
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tidak tinggal diam melihat kejadian itu, setelah Tie Jiao Jiao terbunuh aku kembali menyerang Shi Tu ke 12 tapi malah aku sendiri yang terkena pukulan mautnya dan aku tidak dapat bertahan. Aku terpaksa meninggalkan arena pertarungan karena jika tidak aku juga pasti akan mati di tangan orang-orang Wisma Shi Jian. Aku beruntung dapat meloloskan diri karena ilmu silat murid Wisma Shi Jian tidak begitu tinggi...." Zheng Bai Shui terdiam, dia hanya mengeluarkan suara seperti tadi, "Hmm." Zheng Bai Shui mengalihkan pandangannya ke Fang Zhong Pin dan bertanya, "Bagaimana denganmu?" Fang Zhong Pin terbatuk sebentar kemudian dia menceritakan kejadian yang dialaminya, "Aku juga sama. aku hampir tidak bisa keluar dari Wisma Shi Jian hidup-hidup. Jika bukan Elang Sakti yang 'menolongku aku pasti tidak akan selamat, tapi dia sendiri tidak bisa keluar dari sana." Jenggot Zheng Bai Shui bergoyang-goyang padahal saat itu tidak ada angin sama sekali. Dia bertanya, "masih ada Chen Guan Cai, Shang Bu Yun, dan masih ada Zhao Liao Fen, ke mana mereka semua?" Dengari terpaksa Fang Zhong Pin berkata, "Sepertinya mereka pun tidak dapat keluar dari Wisma Shi Jian. Shang Bu Yun sudah menjadi pengkhianat dan yang lain sepertinya...." Tulang-tulang Zheng Bai Shui berderak, dia hanya memandang ke langit yang tinggi dan dengan dingin dia berkata, "Bagus, bagus sekali., setelah kau memukul 2 kali bagaimana dengan keadaan Shi Tu ke 12?" Qu Lei memegang dadanya dan berkata, "Lukanya tidak berat seperti yang aku alami, tapi tidak bisa disebut luka ringan. Dari sisi mulutnya ada sedikit darah yang keluar." Zheng Bai Shui melihat Qu Lei dan dengan perlahan dia bertanya, "Apakah Shi Tu ke 12 menggunakan Pedang Sakti Xue He? Apakah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei berada di Wisma Shi Tu?" Qu Lei menjawab pertanyaan ketuanya, "Shi Tu 12 tidak mempunyai Pedang Sakti dan Fang Zhen Mei juga tidak berada di tempat. Ketua...apakah kau ingin...." Wajah Zheng Bai Shui berubah menjadi kehitaman seperti besi dan dengan tegas dia berkata, "Fang Zhen Mei tidak berada di tempat dan Shi Tu ke 12 tidak mempunyai Pedang Sakti, ditambah Shi Tu ke 12 sedang mengalami luka. Ini adalah kesempatanku untuk membunuhnya, dia harus mati di tanganku!" Dengan tergagap-gagap Fang Zhong Pin berkata, "Tapi...Ketua... di sana masih banyak orang.... dan... dan kami tinggal bertiga...aku takut akan...." Zheng Bai Shui melihat Fang Zhong Pin dan bertanya, "Kenapa? Kau tidak berani ke sana?" Hati Fang Zhong Pin bergetar, keringat dingin pun sudah keluar dengan deras, dia berkata, "Pergi, aku pasti pergi.... Masa aku tidak berani pergi ke sana?" Dengan dingin Zheng Bai Shui melihat lagi kepada Qu Lei. Dengan cepat Qu Lei berkata, "Hingga mati pun Qu Lei tetap mengabdi kepada Ketua." Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Baiklah, sekarang di sana keadaan masih kacau. Kita ambil kesempatan ini untuk masuk dan membunuh mereka semua. Qu Lei, kau berhadapan dengan He Bu Le, Zhong Pin, kau berhadapan dengan Guo Ao Bai dan Yin Jue Ya. Aku yang akan menangkap Shi Tu ke 12. Wisma Shi Jian pasti akan bubar." Tiba-tiba dia berkata, "Ada yang datang, cepat sembunyi!" Ternyata Zheng Bai Shui tiba-tiba mendengar beberapa meter di kejauhan ada suara baju yang berbunyi. Mereka bertiga dengan cepat bersembunyi. Di bawah sinar bulan ada seorang pemuda memakai baju putih. Di tangan kiri dan tangan kanannya menuntun orang. Mereka dengan tenang berjalan tapi dengan cepat sudah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

lewat puluhan meter. Dapat diketahui bahwa ilmu meringankan tubuh orang ini sangat tinggi. Fang Zhong Pin berteriak, "Fang Zhen Mei!" Baru bicara, Fang Zhen Mei sudah berada di Wisma Shi Jian. Kecepatannya tidak dapat dilukiskan. Mungkin Fang Zhen Mei melihat ada yang aneh di wisma. Dengan cepat dia berjalan dan tidak memperhatikan di tempat yang gelap ada 3 pesilat tangguh sedang bersembunyi. Begitu bayangan Fang Zhen Mei menghilang, Zheng Bai Shui menarik nafas panjang dan berkata, "Tuhan sudah memutuskan jalanku. Fang Zhen Mei sudah kembali ke Wisma Shi Jian. Shi Tu ke 12 sudah mendapatkan kembali Pedang Sakti Xue He. Jika sekarang kita menyerang, kita tidak akan mendapatkan hasil apa pun." Tiba-tiba ada suara kuda berlari. Orang berbaju merah dengan cepat datang ke arah sana. Gerakannya tidak terkendali dan sangat tergesa-gesa. Zheng Bai Shui mengerutkan dahi dan berkata, "Itu orang kita!" Segera dia terbang dan mendarat tepat di depan kuda itu dan dia mengulurkan tangan. Tangan itu menarik kuda yang tadinya berlari dengan cepat. Kuda berhenti tiba-tiba. Orang yang menunggang kuda itu pun terkejut sampai matanya membelalak. Dia ingin mencabut pisau, begitu melihat yang menghadangnya adalah Zheng Bai Shui, dia segera terguling ke bawah dan berlutut, "Lapor...lapor Ketua...kabar yang kubawa sangat buruk. Ada seseorang yang bernama Wo Shi Shui masuk ke markas Chang Xiao Bang. Muridmurid Chang Xiao Bang...sudah tidak bisa-menahan serangannya!" Jenggot Zheng Bai Shui sudah berdiri semua. Dia bertanya dengan marah, "Yang menjaga markas, Mu Shan Lu ke mana?" Laki-laki itu terkejut dia tidak berani mengangkat kepalanya. Dengan pelan dia berkata, "Ketua Mu...dia digampar oleh Wo Shi Shui. Mulutnya penuh dengan darah, giginya pun copot...kemudian dia marah-marah. Wo Shi Shui melarang Ketua Mu memaki-maki
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

ibunya tapi Ketua Mu tetap marah, segera Wo Shi Shui masuk dan menerjangnya. Hanya beberapa jurus Ketua Mu sudah mati...karena itu aku cepat-cepat berlari ke sini...." Zheng Bai Shui marah dan membentak, "Kalian pengecut, hanya bisa minta tolong!" Dia ingin menendang orang itu tapi tiba-tiba dia mengurungkan niatnya. Tadinya Zheng Bai Shui marah besar tapi sekarang amarahnya segera menghilang dan kembali menjadi tenang. Angin pagi meniup baju Zheng Bai Shui yang panjang. Dengan pelan dia berkata, "Kunci utama masih berada di tanganku. Asalkan dia mau bertarung dengan Fang Zhen Mei, aku akan bertarung dengan Shi Tu ke 12. Dan pada akhirnya aku bisa membereskan yang tersisa di antara mereka." Dia membalikkan badan dan berkata kepada Qu Lei dan Fang Zhong Pin, "Kita kembali ke markas Chang Xiao Bang. Wo Shi Shui ingin membunuh kalian karena telah menghancurkan Han Bi Lou. Dia pasti akan menunggu kita kembali. Sekarang lebih baik kita cepat pulang." ---ooo0dw0ooo--Chang Xiao Bang. Di bawah sudah banyak orang roboh. Mereka saling tumpang tindih. Ada yang merintih. Tangan Wo Shi Shui mengepal dan dia berdiri tegak di sana. Zheng Bai Shui tiba-tiba turun dari langit seperti dewa langit. Wo Shi Shui melihat Zheng Bai Shui. Dia tidak bicara apa pun. Alis Zheng Bai Shui yang putih terangkat, dengan dingin dia bertanya, "Apakah kau yang melakukan semua ini?" Dengan santai Wo Shi Shui menjawab, "Aku hanya memberi satu pukulan kepada mereka. Mereka sudah sakit dan tidak bisa bangun lagi. Tenang saja, mereka tidak akan mati atau terluka." Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Yang kalah harus mati!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

"Aku sudah membunuh salah satu dari ketua Chang Xiao Bang, karena dia memarahi ibuku!" Zheng Bai Shui berkata, "Ibumu, ibumu, apakah kau masih teringat kepada ibumu? Kau sudah lupa sebelum ibumu meninggal, aku sudah menghabiskan banyak waktu dan uang untuk mengurusi dia? Kau sudah lupa waktu ibumu hampir meninggal dia pernah berkata apa? Kau juga lupa ibumu pernah menyuruhmu menyetujui apa?" Wajah Wo Shi Shui memerah, urat hijau sudah menonjol. Dia berteriak, "Kau anggap aku ini apa? Aku pasti ingat! Aku tidak akan melupakannya!" Dengan santai Zheng Bai Shui berkata, "Bagus, kau masih ingat. Coba katakan, ibumu menginginkan kau melakukan apa?" Kepalan tangan Wo Shi Shui dikencangkan. Dia berteriak, "Ibuku menyuruhku membantumu melakukan satu hal untuk membalaskan budimu yang sudah mengurus ibu. Aku selalu ingati" Zheng Bai Shui tertawa dan berkata, "Kau masih ingat itu, bagus. Tapi apa yang sudah kau lakukan? Apakah kau masih ingat?" Dengan sedih Wo Shi Shui berkata, "Membunuh Fang Zhen Mei." Dengan dingin Zheng Bai Shui bertanya, "Apakah kau sudah melakukannya?" Wo Shi Shui menunduk dan menjawab, "Belum, aku belum membunuhnya." Zheng Bai Shui bertanya lagi, "Apa yang sudah kau lakukan selama ini? Chang Xiao Bang telah berbuat baik kepadamu tapi kau malah memotong sebelah tangan Qu Lei dan melukai Chen Guan Cai, Ketua Ou, dan Ketua Shang. Sekarang malah melukai anak buah Chang Xiao Bang sebanyak 70-80 orang, kau juga membunuh Ketua Mu. Apakah begitu caramu membalas budi?" Wo Shi Shui dengan sedih menunduk. Dia berkata lagi, "Kalian tidak boleh mencuci Han Bi Lou dengan darah. Kalian benar-benar tidak berprikemanusiaan. Kalian seperti binatang, karena itu aku
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

harus balas dendam!" Kata Zheng Bai Shui, "Kau mau membalas dendam, aku tidak akan melarang. Tapi bagaimana dengan perjanjianmu?" Wo Shi Shui terdiam. Zheng Bai Shui berkata lagi, "Jika kau tidak bisa menepati perjanjian antara kau dan aku, kau telah bersalah kepada ibumu." Kemarahan membuat tubuh Wo Shi Shui gemetar. Dengan pelan Zheng Bai Shui berkata lagi, "Baiklah, kita tentukan sekarang, kita berjanji di satu tempat. Aku akan bertarung dengan Shi Tu ke 12 dan kau bertarung dengan Fang Zhen Mei. Jika kau bisa mengalahkan Fang Zhen Mei, aku akan menyerahkan Qu Lei dan Fang Zhong Pin kepadamu dan terserah kau mau melakukan apa terhadap mereka. Sesudah kau melaksanakan perjanjian kita putus hubungan dan kau bisa bertarung denganku untuk membalaskan dendam Fang Zhen Mei. Kau yang memilih hal ini. Yang pasti jika aku mati di tangan Shi Tu ke 12 atau kau mati di tangan Fang Zhen Mei, kita berdua tidak ada permusuhan, apakah kau setuju?" Wo Shi Shui melihat ke langit yang luas. Wajahnya bersimbah air mata. Zheng Bai Shui tertawa, "Ini adalah satu-satunya cara untuk memutuskan hubungan. Tidak perlu berbelit-belit lagi, dalam satu kali kita tentukan kalah atau menang. Sekarang kita lihat apakah kalian bisa memenangkan pertarungan ini?" Wo Shi Shui tidak bicara. Langit di ufuk timur sudah mulai terang. Angin bertiup terasa dingin. Akhirnya Wo Shi Shui dengan pelan berkata, "Perjanjian harus ditepati!" Zheng Bai Shui melihat langit dan tertawa panjang. Suara ini membuat langit bergetar. "Baiklah kau yang memberitahu Shi Tu ke 12 dan Fang Zhen Mei untuk bertarung. Hanya boleh membawa 2 orang yang ikut tidak boleh bertarung hanya datang untuk bersiap-siap mengangkut mayat! Atas nama Wisma Shi Jian, aku kira mereka pasti akan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menepati perjanjian ini. Kedua pihak bila sudah bertarung yang tersisa hanya dua orang, kalau orang yang menang adalah musuhnya maka dia harus bertarung lagi sampai tertinggal 1 orang, dan dendam ini akan selesai, tidak berbelit-belit dan akan hidup dengan tenang!" Wo Shi Shui dengan dingin dan suara berat dan terdengar sedih berkata, "Baiklah!" Begitu bayangan Wo Shi Shui menghilang, di belakangnya tampak bayangan gelap yang diam-diam keluar. Zheng Bai Shui tidak membalikkan kepala, dia hanya berkata, "Kalian berdua benarbenar keterlaluan! Kelihatannya dia benar-benar benci kepada kalian berdua!" Kata Qu Lei, "Ketua, kau akan mengajak Shi Tu ke 12 bertarung...." Zheng Bai Shui tertawa kecut dan berkata, "Kalau bukan sekarang kapan lagi? Sekarang kekuatan Chang Xiao Bang sudah habis. Kalau masih terus menerus bertarung dengan Wisma Shi Jian kita akan kalah total, lebih baik aku sendiri yang bertarung dengan Shi Tu ke 12. Shi Tu ke 12 sudah terluka,!-kalau besok mengajaknya bertarung mungkin dia akan menolak demi menjaga nyawanya. Kalau mengajak dia bertarung 3 hari kemudian, lukanya baru pulih. Orang seperti dia pasti akan menyetujuinya. Pada waktu itu aku hanya akan membuatnya kehabisan tenaga dan dengan mudah melukainya dan aku akan memenangkan pertarungan ini....*' Fang Zhong Pin sangat senang dan berkata, "Ketua benar-benar hebat...." Zheng Bai Shui sepertinya sudah menguasai semua dan dia berkata, "Mereka mengira kebenaran pasti tidak akan kalah. Siapa yang tahu bila dukun memiliki ilmu setinggi 1 meter, maka ilmu setan akan lebih tinggi 3 meter. Mereka tahu orang-orang kita sudah banyak yang mati dan terluka parah. Mereka tidak akan membawa banyak orang, Yang di bawa pastilah He Bu Le dan Yin Jue Ya. Kita juga akan membawa 2 orang, yaitu Qu Lei dan Fang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Zhong Pin. Waktu itu kalian harus berhati-hati dan cermat. Walaupun yang datang adalah Shi Tu ke 12 atau Fang Zhen Mei, asalkan bisa melenyapkan salah satu odari mereka maka ini adalah kemenangan kita. Aku akan menangkap Setan Tua Shi Tu ke 12 dan He Bu Le aku akan memberikan kepada kalian, apakah kalian suka dengan itu?" Qu Lei dengan telapak memukul kakinya. Dia tertawa terbahakbahak dan berkata, "Ketua, ini benar-benar akal yang bagus...." Zheng Bai Shui berkata, "Bagaimanapun juga ini adalah pertarungan yang bisa menggegerkan dunia persilatan...." ---ooo0dw0ooo--BAB 19 Jurang Hua Shan Mengubur Tulang Pendekar Hua Shan adalah sebuah gunung yang berdiri dengan kokoh. Puncak Hua Shan terlihat seperti menyambung dengan langit, tinggi dan indah. Angin berhembus, awan pun bergerak. Hari ini akan terjadi pertarungan besar yang menggetarkan yang terjadi di dunia persilatan, pertarungan yang menentukan keberuntungan atau kesialan, akan terjadi di sini. Angin pagi berhembus kencang. Awan berserakan di langit, matahari pun tertutup oleh awan. Di puncak Hua Shan, di suatu lapangan, sisi-sisinya adalah jurang yang dalam. Ada 2 panji sedang berkibar tertiup angin. Panji besar itu tertulis:

Chang Xiao Bang. Wisma Shi Jian.


Sunyi sepi. Tidak ada satupun makhluk hidup.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba di bagian timur, seseorang muncul dan semakin dekat mendekati tempat itu. Latar belakang tempat itu adalah langit yang berwarna abu. Angin bergerak awan pun berjalan. Orang itu datang dengan langkah besar tapi pembawaannya lugas seperti harimau dan cheetah. Zheng Bai Shui. Kemudian dari arah tengah datang seseorang dengan baju putih putih yang berkibar ditiup angin. Baju putih, berjenggot perak seperti naga dan gajah. Shi Tu ke 12. Dan di sebelah utara ada seorang laki-laki berbaju hitam. Dia melangkah seperti melayang. Baju hitam tertiup angin seperti awan terbang, berubah-ubah. Dia sangat gagah. Pendekar Wo Shi Shui. Bersamaan waktu dari arah selatan muncul seseorang dengan tenang mendekati tempat perjanjian. Baju putihnya berkibar seperti pohon Yang Liu yang tertiup angin. Wajah yang tersenyum, tubuhnya bergerak dengan cepat, seperti ada angin dengan cepat meniup ke wajahnya. Ada perasaan tapi bila dicari tidak akan terlihat. Si Baju Putih Fang Zhen Mei. Empat orang itu mendekat, terhalang oleh 2 panji besar. Berhenti dan saling memandang. Di sebelah Zheng Bai Shui ada 2 orang yang mendekat. Yang satu berbaju hitam seperti besi, yang satu lagi berbaju mewah seperti bunga, mereka adalah Qu Lei dan Fang Zhong Pin. Yang satu tangan kirinya sudah putus, orang yang satu lagi tangan kanannya sudah putus. Langkah mereka sempoyongan tapi wajah mereka menunujukkan perasaan galak dan kejam. Orang yang berada di belakang Shi Tu ke 12 adalah seorang lakilaki tegap dan seorang pemuda berbaju hijau. Mereka adalah He Bu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Le dan Guo Ao Bai! Yin Jue Ya tidak datang. Karena dia sudah gugur dalam pertarungan di Wisma Shi Jian. Orang yang menggantikan dia adalah ketua muda Han Ying Bao, Qi Chong Tian Jian, Guo Ao Bai. Mereka diam dan tidak saling menyapa. Pertarungan hidup atau mati segera akan dimulai. Hanya terdengar angin bertiup kencang dan awan berlarian di atas mereka. Zheng Bai Shui melihat Shi Tu ke 12, tiba-tiba dia berkata, "Kau tidak menepati janji." Alis perak Shi Tu ke 12 bergerak dan berkata, "Oh?" Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Kau membawa orang lebih dari satu." Shi Tu 12 berteriak, "Siapa yang berada di belakangku?" Terlihat di balik batu keluar bayangan seseorang yang kurus. Dengan suara kecil dia berkata, "Ini aku, Ayah." Shi Tu ke 12 marah dan berkata, "Ayah tadi sudah berpesan, kalian tidak boleh ikut, mengapa sekarang ikut!" Dengan takut Shi Tu Qing Yan berkata, "Ayah, aku sudah menasehati Adik Xin, supaya dia tidak bermain di luar wisma. Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Ayah...." Shi Tu ke 12 menarik nafas panjang. Zheng Bai Shui tertawa dingin. Shi Tu ke 12 marah. Tiba-tiba Fang Zhen Mei dengan santai berkata, "Ketua Zheng, kalian juga membawa lebih satu orang." Zheng Bai Shui marah dan berkata, "Oh?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Di balik pohon besar, mungkin dia adalah Nona Zheng?" Dari balik pohon besar muncul seorang gadis. Dia adalah Zheng
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Dan Feng. Zheng Bai Shui mengerutkan dahi dan menarik nafas, dia bertanya, "Mengapa kau ikut ke sini?" Pepatah mengatakan : walaupun harimau buas tapi dia tidak akan melukai anaknya sendiri. Zheng Bai Shui sangat menyayangi Zheng Dan Feng. Dia tidak akan memperlakukan anaknya seperti kepada anak buahnya, kejam dan tidak ada aturan, atau membunuh semaunya. Dengan takut Zheng Dan Feng berkata, "Ayah, putrimu sangat khawatir...." Zheng Bai Shui marah, tapi Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Sekarang kedua belah pihak sama-sama datang lebih dari satu orang. Ini sangat adil, perasaan antara ayah dan anak itu dalam seperti laut, semua orang pun akan seperti itu. Ketua jangan marahi putrimu." Zheng Bai Shui dengan dingin menjawab, "He." Kemudian dia terdiam. Kata Wo Shi Shui, *Apapun yang akan terjadi antara kedua belah pihak yarig bertarung, kita tidak boleh melukai kedua gadis ini." Kata-kata ini membuat Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui menjadi tenang. Tapi kata-kata ini tidak termasuk dalam pikiran Qu Lei dan Fang Zhong Pin. Dalam hati Qu Lei berpikir kalau bisa menyandera Shi Tu Qing Yan, Shi Tu ke 12 pasti tidak akan bisa berkonsentrasi. Ketua Zheng pasti mempunyai kesempatan untuk menyerang Shi Tu ke 12 dan Shi Tu pasti akan mati seketika. "Dia akan-mendapat jasa besar dan juga bisa membalas dendamnya. Hati Fang Zhong Pin pun mempunyai pikiran yang tidak benar. Dia melihat Shi Tu Qing Yan yang masih muda dan cantik seperti bunga. Jika Ketua Zheng bisa membunuh Shi Tu ke 12, dia akan menangkap Shi Tu Qing Yan dan menikmati kecantikannya.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

He Bu Le dan Guo Ao Bai sama sekali tidk mempunyai pikiran ingin melukai Zheng Dan Feng. Tapi He Bu Le sangatberpengalaman. Dia bisa melihat Qu Lei dan Fang Zhong Pin mempunyai niat yang tidak baik. Dengan suara kecil dia berpesan kepada Guo Ao Bai, "Pendekar Muda Guo, Qu Lei dan Fang Zhong Pin mempunyai niat tidak baik terhadap Nona Shi Tu. Kau harus berhati-hati kepada mereka." Dengan tegas Guo Ao Bai menjawab, "Aku akan berhati-hati. Qu Lei dan Fang Zhong Pin adalah musuh yang telah membunuh ayahku. Hari ini aku akan membunuh mereka berdua." Dengan pelan Shi Tu ke 12 bertanya, "Apakah pertarungan ini sudah bisa mulai?" Zheng Bai Shui dengan dingin menjawab, "Silakan, mari kita mulai sekarang." Dengan suara rendah Shi Tu ke 12 menjawab, "Silakan!" Zheng Bai Shui menjawab, "Silakan, Anda dulu." Suara Shi Tu ke 12 menjadi aneh, "Aku akan menuruti Kemauanmu." Suara Zheng Bai Shui juga aneh, "Tidak perlu merasa sungkan." Guo Ao Bai, He Bu Le, Fang Zhong Pin, dan Qu Lei merasa aneh. Kedua pesilat tangguh di dunia persilatan itu sebelum bertarung masih mengatakan hal yang tidak perlu, sepertinya mereka juga tidak berkonsentrasi penuh. Terdengar Shi Tu ke 12 berkata, "Maaf!" Jawab Zheng Bai Shui dengan suara tidak jelas, 'Tidak apa-apa." Qi Chong Tian Jian, Guo Ao Bai, Yi Dao Duan Hun, He Bu Le, Kepalan Besi, Qu Lei, Panah Lengan Baju, Fang Zhong Pin, hanya melihat Shi Tu ke 12 dengan sepenuh hati melihat Zheng Bai Shui tapi baju dia bergerak. Zheng Bai Shui terus memelototi Shi Tu ke 12. seluruh tulang di badannya terus berbunyi, tapi mereka berdua belum mengeluarkan satu jurus pun.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Terdengar Shi Tu ke 12 seperti bicara dalam mimpi, "Tenaga dalam yang dahsyat." Zheng Bai Shui dengan suara kecil menjawab, "Anda terlalu memuji." Mereka berdua berbicara tapi mulut mereka tidak terbuka. Guo Ao Bai merasa kepalanya pusing dan mengantuk. Dia merasa ada tenaga yang kuat yang datang dari kiri. Yang satu lagi tenaga besar datang dari arah kanannya tapi tidak ada suara apa pun. Dia terpental beberapa meter, barulah dia sadar bahwa dia sudah berada di sisi jurang. Guo Ao Bai terpental jauh, Fang Zhong Pin pun terpental hingga mundur beberapa langkah. Langkahnya belum seimbang, akhirnya dia terjatuh dengan posisi duduk di tanah. Dia terduduk ditanah. He Bu Le pun mundur 5 langkah, kemudian dia bersalto ke belakang baru bisa berdiri dengan tegak. Tenaga apa yang keluar dan begitu dahsyat? Membuat keempat pesilat tangguh di dunia persilatan melakukan hal yang begitu memalukan? Mereka segera sadar sewaktu Shi Tu ke 12 berkata, "Kita sudah bisa mulai." Kedua pesilat itu saling mengeluarkan tenaga dalam dan melalui kata-kata yang keluar dari mulut mereka, mereka menekan tenaga dalam mereka kepada lawannya masingmasing. Mereka saat itu sudah bertarung sengit membuat Guo Ao Bai, He Bu Le, Qu Lei dan Fang Zhong Pin yang memiliki tenaga dalam jauh di bawah Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui, mundur atau terjatuh. Dari sini kita bisa melihat bahwa Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui mempunyai tenaga dalam yang sangat tinggi. Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui berdiri tidak jauh dari Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui' tapi mereka berdua sama sekali tidak terganggu dengan serangan tenaga dalam itu. Mereka tetap berdiri di tempat masing-masing. Terdengar Wo Shi Shui berkata, "Kita juga bertarung!'' Fang Zhen Mei menarik nafas panjang dan berkata, "Baiklah!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wo Shi Shui berteriak, "Kalau aku mengatakan bertarung, benarbenar harus bertarung." Sebuah pukulan sudah dilancarkan! Waktu itu juga, Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui bersama-sama mengeluarkan suara serak. Shi Tu ke 12 menyerang Zheng Bai Shui. kedua telapak tangan Zheng Bai Shui dibuka dan memukul Shi Tu ke 12. Shi Tu ke 12 menyambut pukulan ini. Dua pasang tangan beradu. Telapak Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui saling menempel dan tidak bisa lepas. Dari dahi mereka keluar asap putih. Mereka sedang mengadu tenaga dalam. Qu Lei melihat keadaan itu, hatinya merasa sangat senang karena Zheng Bai Shui sedang menghabiskan tenaga dalam Shi Tu ke 12. membuat luka dalam Shi Tu ke 12 akan kambuh kembali kemudian baru membunuhnya. Tapi hati Fang Zhong Pin mempunyai pikiran lain, sekarang kedua ketua sedang bertarung, Wo Shi Shui dan Fang Zhen Mei juga sedang bertarung. Bila dia diam-diam melakukan sesuatu maka Shi Tu ke 12 akan mati. Dia akan mendapat jasa besar. Walaupun sangat berbahaya tapi pantas untuk dicoba. Begitu Wo Shi Shui mengeluarkan kepalan tangannya, dia sudah mengambil keputusan, dalam 3 jurus dia ingin membuat Fang Zhen Mei marah, kemudian dia akan tidak menghindar atau membalas, kemudian membiarkan Fang Zhen Mei memukul dirinya sampai mati. Lebih baik dia memilih mati daripada harus bertarung dengan Fang Zhen Mei. Karena dia tahu pertarungan ini bisa terjadi karena perjanjian Wo Shi Shui kepada Zheng Bai Shui, persoalan ini membuat Fang Zhong Pin merasa tidak adil. Dia berharap kalau dia mati, Fang Zhen Mei akan mewakilinya membunuh Qu Lei Begitu pukulan pertama dikeluarkan, Fang Zhen Mei tidak menghindar. Dia hanya melambaikan lengan bajunya yang besar dan menyambut pukulan ini. Kemudian membalikkan badan dengan lengan bajunya dia mengembalikan tenaga Wo Shi Shui kepada
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

orangnya! Wo Shi Shu menerima tenaga pukulannya sendiri cukup keras, kemudian dia mengeluarkan pukulan kedua! Fang Zhen Mei dengan cara yang sama mengembalikan pukulan Wo Shi Shui. Ini adalah jurus yang dinamakan dengan jurus Tenaga Sendiri Berbalik Memukul Diri Sendiri. Tidak ada yang tahu, Fang Zhen Mei juga sedang berpikir sesuatu. Begitu masuk jurus keempat, Wo Shi Shui terpaksa mengeluarkan semua tenaganya, dia tidak menyambut jurus ini dan dia membiarkan Wo Shi Shui memukulnya. Kalah atau tidak kalah, Wo Shi Shui akan selalu diancam oleh Zheng Bai Shui. Dia lebih memilih nyawanya sendiri melayang, dia tidak ingin melihat seorang laki-laki sejati selalu diancam. Karena itu Fang Zhen Mei lebih memilih berkorban dirinya. Wo Shi Shui pun berpikiran sama. Sudah melewati jurus kedua. Jurus ketiga dikeluarkan. Sekarang jurus keempat. Setelah memasuki jurus keempat, apa yang akan terjadi? Tidak ada yang tahu. Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui,. kedua telapak tangan mereka sudah saling menempel dan tidak bisa dilepas. Shi Tu ke 12 hanya merasa tenaga dalam Zheng Bai Shui begitu lihai seperti air terjun, kencang dan tidak pernah berhenti. Bila tidak berhati-hati dia akan mati karena tidak tertolong. Zheng Bai Shui juga merasakan tenaga dalam Shi Tu ke 12 begitu kuat seperti sungai Yang Zhi, begitu bergelombang tak putus-putus dan kencang. Bila dia tidak bisa'bertahan* organ dalam tubuhnya akan hancur berantakan. Karena itu mereka berdua sangat berhati-hati dan melakukan pertarungan itu dengan sepenuh hati. Harus ketahui jika pesilat tangguh sedang beradu tenaga dalam,
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

dia sama sekali tidak boleh terganggu. Kadang-kadang walaupun hanya lalat yang lewat, akan mengganggu pernafasan dan membuat orang yang terluka ringan akan menjadi berat, dan luka ringan akan menjadi luka parah. Mengenai hal ini Qu Lei dan Fang Zhong Pin pun sangat mengerti karena itu mereka berdua sekarang sedang bertukar pandang. Waktu itu tiba-tiba Shi Tu ke 12 merasakan ada tenaga dalam yang tidak bisa tersalurkan, dan saat itu juga Zheng Bai Shui merasakan tenaga dalamnya semakin berkurang. Mereka berdua sudah mencapai tahap terakhir tapi mereka tidak bisa berhenti. Shi Tu ke 12 merasakan tenaga dalamnya tidak bisa lancar, dia juga merasa luka dalamnya kambuh dan rasa sakit menusuk jantungnya karena jika mengeluarkan tenaga dalam pada saat dia belum pulih akan membuat dia merasa sakit. Dia tidak bisa bertahan lagi dan keringat pun mengalir seperti air hujan. Pada saat yang begitu tegang, terlihat Qu Lei dan Fang Zhong Pin meloncat terbang. Qu Lei menyerang ke arah Shi Tu ke 12, sedangkan Fang Zhong Pin ke arah Shi Tu Qing Yan! Mereka bergerak seperti kilat. He Bu Le melihat Shi Tu Qing Yan sangat kaget, waktu itu terdengar suara PING. Lengan baju Fang Zhen Mei menerima serangan ketiga dari Wo Shi Shui dan dia membalikkan tenaganya, Fang Zhen Mei menambahkan tenaga putaran. Dia sengaja membuat Wo Shi Shui marah sehingga dia akan mengeluarkan tenaga yang lebih besar lagi. Sehingga dia bisa mati lebih tenang dan cepat! PING. Wo Shi Shui menerima tenaga balik tangannya dan dia tergetar hingga mundur beberapa langkah. Hampir saja dia terjatuh menimpa Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui. Dari awal hingga akhir Fang Zhen Mei belum pernah menyerang tapi semua itu sudah membuat Wo Shi Shui kalang kabut, Wo Shi Shui menjadi sangat kagum kepada Fang Zhen Mei.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tapi ini juga membuat Wo Shi Shui memutuskan untuk mencoba satu kali lagi pukulan, dia ingin mencoba, sebenarnya setinggi apa ilmu Fang Zhen Mei? Qu Lei berlari ke arah Shi Tu ke 12. dia mengeluarkan pukulan tangannya. He Bu Le meloncat dan dengan cepat sambil mencabut pisaunya. Kemudian He Bu Le dan Qu Lei pun bertarung. Fang Zhong Pin membawa pedang berlari ke arah Shi Tu ke 12. Dalam waktu yang bersamaan, 3 orang secara bersamaan meloncat ke arah Shi Tu ke 12. Orang pertama yang menghadang adalah Guo Ao Bai, dia sudah melayang di udara, dan dia sudah mencegat Fang Zhong Pin. Tujuh pedangnya bersamaan dikeluarkan dan siap menusuk. Kedua adalah Zheng Dan Feng. Dia tidak menyangka Fang Zhong Pin benar-benar sangat tidak tahu malu. Pada waktu Shi Tu ke 12 sedang bertarung dengan ayahnya, dia malah menyerang Shi Tu ke 12. Zheng Dan Feng segera berteriak. Dia meloncat tinggi, pedang sudah menghadang Fang Zhong Pin. Yang ketiga adalah Shi Tu Qing Yan. Begitu dia melihat ayahnya berada dalam bahaya, dia sudah lupa bahwa dia sendiri pun berada dalam keadaan yang sangat berbahaya. Dia mencabut golok dan membacok Fang Zhong Pin yang berada di udara. Bila satu lawan satu, Guo Ao Bai hanya bisa menerima 3 jurus Fang Zhong Pin. Sedangkan Zheng Dan Feng paling hanya bisa menerima 2 jurusnya, sedangkan Shi Tu Qing Yan mungkin satu jurus pun dia tidak sanggup menerimanya. Tapi karena mereka bertiga secara bersama-sama menyerang, membuat berbeda lagi ceritanya. Apalagi jurus pedang Fang Zhong Pin mengarah pada Shi Tu ke 12, bukan kepada mereka bertiga maka pedangnya tidak bisa dimainkan dengan bagus. Terlihat di udara ada 9 kali putaran
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

pedang. Di sisinya terdengar 7 kali bunyian, kemudian terdengar suara JING dan DANG. Ketujuh pedang Guo Ao Bai sudah digetarkan kemudian terbang dan terjatuh ke bawah. Tenaga Fang Zhong Pin belum berhenti. Dia juga membuat pedang Zheng Dan Feng patah. Tenaga Fang Zhong Pin masih terus tidak tertahan. Golok Shi Tu Oing Yan pun terlepas dari pegangannya dan sisa tenaga Fang Zhong Pin masih terus meluncur. Karena beberapa kali dihadang, ujung pedang Fang Zhong Pin kehilangan arah. Ujung pedangnya malah mengarah pada Zheng Bai Shui. Karena perubahan yang terjadi sangat, membuat orang sama sekali tidak menyangkanya. Fang Zhong Pin ingin menarik kembali pedangnya dengan cepat tapi dia sudah berada di tengah-tengah udara. Dia sendiri pun sudah tidak bisa menahannya apalagi bila dia ingin menarik kembali pedangnya tapi tangan kanannya sudah putus, sekarang yang memegang pedang adalah tangan kirinya. Dia tidak terbiasa memegang dengan tangan kiri karena itu dalam waktu singkat, dia tidak bisa menguasai pedang dan tetap mengarah pada Zheng Bai Shui. Walaupun Zheng Bai Shui sedang bertarung, tapi matanya tetap bisa melihat ke sekelilingnya dan telinganya pun masih bisa mendengar apa yang terjadi di sekelilingnya. Dia melihat pedang Fang Zhong Pin menusuk ke arah Shi Tu ke 12 tapi tiba-tiba Fang Zhong Pin malah mengarah pada dirinya. Dia tidak bisa menghindar lagi, karena bila sekali saja tidak berkonsentrasi penuh maka dia akan mati oleh tenaga dalam Shi Tu ke 12. Zheng Bai Shui sangat terkejut. Begitu melihat Zheng Dan Feng menghadang Fang Zhong Pin dia tergetar beberapa meter jauhnya. Qu Lei masih bertarung dengan He Bu Le. Qu Lei tidak bisa menolongnya saat itu. Saat itu Wo Shi Shui mundur ke sisinya. Zheng Bai Shui berteriak, "Wo Shi Shui, cepat tolong aku!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wo Shi Shui sedang berpikir. Dia baru saja ingin mengeluarkan jurus keempat, dia mendengar teriakan Zheng Bai Shui yang begitu tergesa-gesa. Dia membalikkan kepala dengan cepat. Dia melihat Fang Zhong Pin seperti seekor bangau meluncur ke arah Zheng Bai Shui. Wo Shi Shui mengeluarkan siulan panjang dan berkata, "Baiklah!" Dia meloncat tinggi. Jarak pedang Fang Zhong Pin dengan dahi Zheng Bai Shui tinggal beberapa sentimeter lagi, Dengan kepalan tangannya yang kuat Wo Shi Shui memukul pedang itu. PING. Kepalan tangan Wo Shi Shui memukul ujung pedang Fang Zhong Pin. Kepalan tangan Wo Shi Shui sudah mengeluarkan banyak darah. Pedang Fang Zhong Pin terputus, pedang yang tersisa karena pukulan Wo Shi Shui begitu kuat, maka pedang itu berbalik menancap ke telapak tangan kirinya dan terus menembus tangannya. Karena sakit Fang Zhong Pin berteriak. Jurus pedang dibelokkan tapi jurus pedang masih berjalan melewati bagian atas kepala Zheng Bai Shui dan dia terjatuh ke jurang Hua Shan yang dalam. Terdengar di bawah jurang ada suara teriakan semakin lama semakin menghilang. Pemuda yang memiliki ilmu silat paling tinggi dan juga berbakat dari Chang Xiao Bang akhirnya mati masuk ke jurang gunung Hua Shan. Dari kepalan Wo Shi Shui masih meneteskan darah tapi dia tertawa dengan senang. Apakah karena dia berhasil membunuh Fang Zhong Pin dan sudah membalas dendam? Fang Zhen Mei ikut tertawa. Tadinya posisi Zheng Bai Shui sudah berada di atas angin tapi karena pedang Fang Zhong Pin membuatnya tidak bisa
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berkonsentrasi, ditambah lagi dia sudah membuka mulut untuk meminta tolong kepada Wo Shi Shui. Tenaga dalamnya segera terganggu. Shi Tu ke 12 juga menahan rasa sakit akibat luka dalam. Dengan sekuat tenaga dia mendorong. Terdengar suara Tlong Long' mereka berdua sama-sama mundur 3 langkah, akhirnya 4 telapak tangan bisa dipisahkan. Wajah Zheng Bai Shui sangat pucat. Dia ingin mengeluarkan jurus Chang Xiao Qi Jian tapi dia melihat Wo Shi Shui dengan tertawa berdiri di sana. Dia tidak menyerang Fang Zhen Mei. Tadinya Zheng Bai Shui akan memarahi Wo Shi Shui tapi dengan sengaja dia telah membuat Fang Zhong Pin mati dan jatuh ke dalam jurang. Karena ada musuh di depannya dia tidak bisa mengubar amarah. Sekarang dia mulai marah kepada Wo Shi Shui, "Kenapa kau tidak bertarung? Apakah Fang Zhen Mei sudah mati?" Dengan senang Wo Shi Shui menjawab, "Kita tidak perlu bertarung lagi!" Zheng Bai Shui berteriak dan berkata, "Sewaktu ibumu akan meninggal, dia pernah mengatakan apa? Apakah kau sudah lupa?" Dengan sungguh-sungguh Wo Shi Shui berkata, "Aku sudah melaksanakan semua perintah ibuku." Zheng Bai Shui merasa aneh dan bertanya, "Ibumu pernah menyuruhmu berjanji untuk melakukan satu hal!" Wo Shi Shui menjawab dengan serius, "Betul." Kata Zheng Bai Shui lagi, "Aku menyuruhmu membunuh Fang Zhen Mei, mengapa sampai sekarang kau masih diam di sini?" Wo Shi Shui tersenyum dan balik bertanya, "Ibuku hanya menyuruhku berjanji melakukan satu hal untukmu, hal apa pun benar kan?" Zheng Bai Shui terpaku dan menjawab, "Betul!" Dengan pelan Wo Shi Shui berkata lagi, "Betul, hal apa pun, hanya satu macam, betul kan?"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Wo Shi Shui seperti lepas dari beban yang berat dan dia berkata, "Tadi kau sudah menyuruhku menolongmu dan aku sudah melakukannya karena itu aku sudah menepati janjiku. Aku akan menuruti perkataanmu, kita memutuskan hutang piutang. Mengapa sekarang muncul lagi permintaan lainnya? Dan aku harus membunuh Fang Zhen Mei. Aku beritahu kepadamu, aku tidak mau melakukannya, mulai sekarang kita berdua tidak saling berhutang. Karena dulu kau benar-benar mengurus ibuku, maka hari ini aku tidak akan bertarung denganmu tapi aku juga tidak akan membantumu!" Zheng Bai Shui mendengar kata-kata ini, dia menjadi bengong. Fang Zhen Mei melihat Wo Shi Shui, Wo Shi Shui juga melihat Fang Zhen Mei. Mata mereka berdua berkilau dan juga tertawa. Semua kekhawatiran sudah tersapu bersih. Zheng Bai Shui sangat marah. Tiba-tiba terdengar 2 kali teriakan. Ternyata sewaktu Ou Lei menyerang Shi Tu Qing Yan, He Bu Le mencegat di tengah-tengah udara. Mereka berdua lalu bertarung, ilmu silat He Bu Le berada di atas Fang Zhong Pin tapi di bawah Qu Lei. Karena Ou Lei telah kehilangan satu tangannya dan luka belum sembuh benar, maka posisi He Bu Le berada di atas angin. Qu Lei sedang bertarung tiba-tiba dia mendengar teriakan Fang Zhong Pin. Qu Lei tahu bahwa Fang Zhong Pin terjatuh ke dalam jurang. Hatinya menjadi gelisah, begitu bertarung sebanyak puluhan jurus, dia membalikkan badan dan langsung melarikan diri! He Bu Le terus mengayunkan pisaunya. Begitu melihat Qu Lei lari, dia segera menyusul dan membacok Qu Lei. Qu Lei hanya berpura-pura, dia segera berjongkok karena He Bu Le tidak menyangka Qu Lei akan mengeluarkan serangan ini, segera He Bu Le meloncat ke atas kepala Qu Lei. Di depannya adalah jurang! He Bu Le segera menghentikan laju badannya tapi Qu Lei sudah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

berdiri. Terdengar PENG kepalan tangan Qu Lei sudah mengenai dada He Bu Le. Tapi pada saat itu He' Bu Le .juga sudah mengeluarkan bacokan dari tengah udara! Bacokan itu tepat mengenai punggung Ou Lei dan menancap ke dalam daging. Tubuh Qu Lei seperti terbuat dari besi, bacokan He Bu Le hanya menusuk daging beberapa centimeter dalamnya. Darah mengalir. He Bu Le mendarat di depan Qu Lei. Karena Qu Lei terluka, dia marah, pukulannya sudah dikeluarkan lagi. Pisau yang menancap di tubuh Ou Lei, bagaimana pun juga bila ditarik oleh He Bu Le pisau ini tidak akan tercabut. He Bu Le sudah tidak bisa menghindar lagi. Di belakang adalah jurang yang dalam, tidak ada jalan lain untuk mundur. Dia berteriak, segera 'dengan jurus pisau tangan' dia membacok Ou Lei. PENG. HEK. Pukulan Qu Lei mengenai perut He Bu Le. Saat itu pula pisau tangan He Bu Le juga mengenai wajah Qu Lei. Karena He Bu Le dipukul oleh Qu Lei, dia tidak menghentikan laju badannya. Tubuhnya terus melaju melayang ke belakang! Tapi pisau He Bu Le dan pisau tangannya masih menancap di tubuh Qu Lei. Begitu ditarik, Qu Lei juga ikut terbawa melayang dan terjatuh ke dalam jurang. Terdengar dua suara teriakan yang sangat panjang. Dua pesilat tangguh di dunia persilatan, yaitu wakil ketua Wisma Shi Jian Yi Dao Duan Hu, He Bu Le dan wakil ketua Chang Xiao Bang Kepalan Besi, Qu Lei, mereka mati bersama, masuk ke dalam
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

jurang Hua Shan. Shi Tu ke 12 terkejut dan juga merasa sedih. Dia berteriak, "Adik Kedua!" Zheng Bai Shui juga berteriak, "Qu Lei!" Tapi bayangan mereka yang bertarung sudah menghilang ke dalam jurang. Kabut menutupi mereka seperti dipisahkan dengan dunia nyata. Suara panggilan Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui masih bergaung di gunung itu. Di sisi jurang, suara mereka terus menerus terdengar dan semakin kuat semakin keras seperti sedang saling memanggil nama masing-masing. Zheng Bai Shui melihat ke jurang yang dalam itu. Dia mengangkat kepalanya lalu bersiul panjang. Kemudian dia berkata, "Baiklah, Ketua Shi Tu, pesilat tangguhmu sudah mati semua, hanya tersisa Wisma Shi Jian. Jika aku dan anak buahku sudah mati semua, Chang Xiao Bang juga akan ikut mati. Sudah tidak ada yang harus dikhawatirkan lagi. Sekarang kita bertarung di puncak Hua Shan ini. Kita bertarung untuk menentukan hidup dan mati!" Suara di langit yang luas terus bergema. Terdengar suara tenaga dalam masih kuat. Shi Tu ke 12 dengan suara lantang menjawab, "Baik. Bagaimanapun juga aku tetap akan menerima tantanganmu." Suara teriakan seperti bangau yang menggetarkan langit, sangat jelas dan keras. Zheng Bai Shui tertawa panjang, dia berkata, "Fang Zhen Mei, kalau aku bisa mengalahkan Shi Tu ke 12, maka berikutnya adalah kau dan Wo Shi Shui. Kau urutan ketiga, kalian tunggu saja!" Zheng Bai Shui benar-benar seorang ketua perkumpulan besar. Di depan musuh yang kuat dan anak buah sudah hampir habis, dia tidak merasa gentar dan masih terlihat gagah berani. Fang Zhen Mei menarik nafas panjang, "Zheng Bai Shui yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

gagah, asalkan Ketua Zheng masih sanggup melakukannya, aku akan memenuhi keinginan Ketua." Zheng Bai Shui tertawa dan membalikkan badan. Dia berkata kepada Shi Tu ke 12, "Terimalah jurusku!" ---ooo0dw0ooo--BAB 20 Chang Xiao Qi Ji, Xue He Si Shi Sepasang telapak tangannya diangkat. Tangan ini mengeluarkan cahaya aneh dan berwarna ungu keemasan, tampak licin seperti pisau. Guo Ao Bai yang melihat dari pinggir segera terkejut dan berteriak, "Xi Zhang Ci Jin Shou!" (Tangan Emas Ungu dari Tibet). Harus diketahui bahwa ilmu silat Ci Jin Shou ini sudah lama menghilang dari dunia persilatan. Dulu ada 3 orang La Ma (semacam biksu bangsa Tibet) menyerang ke Zhong Yuan (Tionggoan). Mereka ingin menguasai dunia persilatan. Dengan Ci Jin Shou mereka berhasil melukai banyak orang, seolah-olah di dunia tidak ada yang bisa mengalahkan telapak beracun Ci Jin Shou. Untung ada seorang biksu aneh yang bernama Da Shi Chan Shi berasal dari Shao Lin, dengan berani dia turun gunung. Di kaki gunung Shong Shan dengan menggunakan ilmu Da Shi Qi Gong (Ilmu Batu Besar) dia berhasil mengalahkan 3 orang biksu La Ma itu. Seorang La Ma dipukul hingga dia minta ampun dan kembali ke Tibet. Yang satu masuk ke dalam sungai. Yang satu lagi bertobat dan dengan suka rela masuk menjadi murid Shao Lin dan juga menjadi seorang biksu yang berkedudukan tinggi. Karena itu ilmu Ci Jin Shou langsung menghilang dari dunia persilatan. Sekarang tidak disangka pada jurus pertama Chang Xiao Qi Ji jurus yang dikeluarkan adalah jurus Ci Jin Shou. Zheng Bai Shui baru mengeluarkan ilmu Ci Jin Shou, tiba-tiba Shi Tu ke 12 bergerak menghampirinya, lincah dan cepat seperti seekor naga yang gagah. Tangannya pun tiba-tiba mengeluarkan cahaya keemasan.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Pedang Sakti Xue He sudah dikeluarkannya. Tadi Shi Tu ke 12 dan Zheng Bai Shui beradu telapak tangan, Shi Tu ke 12 kalah tapi dia adalah seorang yang sangat berpengalaman. Sekarang dia tidak akan memberi kesempatan lagi kepada Zheng Bai Shui lagi. Pedang Sakti Xue He segera mengeluarkan jurus pertama. jurusJin Shi Wei Kai (Batu Emas Terbuka). Ci Jin Shou milik Zheng Bai Shui tiba-tiba berubah menjadi telapak tangan yang banyak menjadi satu dan telapak tangan ingin menepak kepala Shi Tu ke 12. Jurus Pedang Sakti Xue He tidak berubah, terlihat ujung pedang agak menurun ke bawah. Xue He Shen Jian beradu dengan Ci Jin Shou. Terdengar suara DING. Xue He Shen Jian seperti menusuk batu emas. Bagaimanapun bentuk batu, Xue He Shen Jian tetap tidak akan meru bah gerakan Jin Shi Wei Kai! Tapi Zheng Bai Shui segera menarik tangannya dan menjadi kepalan. Itu adalah jurus Da Mo Mi Quan (Rahasia Kepalan Da Mo ). Orang yang benar-benar menguasai Da Mo Mi Quan hanya ada 2 orang yaitu ketua Shao Lin bagian utara dan selatan. Tapi mengapa Zheng Bai Shui bisa menguasai ilmu ini? Da Mo Mi Quan adalah jurus kedua dari ilmu Chang Xiao Qi Ji. Kepalan tangan digerakkan dan menggetarkan Xue He Shen Jian. Tubuh Shi Tu ke 12 ikut bergetar, jurus pedang tidak berubah, tibatiba dia memutar membentuk lingkaran dengan pedangnya. Jurus kedua Xue He Shen Jian adalah Tian Wai You Long (Naga Bermain di Luar Langit) pedang bergerak seperti kilat. Teriakan Zheng Bai Shui seperti harimau mengaum, untuk menghindar sudah tidak bisa, ingin mundur, itu pun sudah tidak bisa. Ujung pedang berada sudah di depan wajahnya. Orang-orang yang berada di lapangan pertarungan itu membelalak kaget. Perlu diketahui, mereka berdua mengeluarkan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

serangarlnya dengan sangat cepat. Hal ini sudah diketahui di duriia persilatan. Terlihat Pedang Sakti berada di langit. Baju putih tertiup angin, dengan lancar dan mahir juga bergerak dengan sempurna. Semua jurus terbaik yang ada di dunia persilatan sudah dipertunjukan. Jurus yang sangat berbahaya. Mereka sudah bertarung mencapai beberapa jurus, membuat orang yang berada di lapangan menjadi sesak nafas. Tapi Zheng Bai Shui dengan tenang mencondongkan pinggangnya ke belakang. Tapi pedang Shi Tu ke 12 pun mengikuti gerakannya turun ke bawah. Zheng Bai Shui melambaikan tangannya, Chang Xiao Qi Ji jurus ketiga sudah dikeluarkan, jurus Dong Hai Shui Yun Xiu (Lengan Baju seperti Awan di Laut Timur) menghalangi gerakan Shi Tu ke 12. Pedang menggores lengan baju, mengeluarkan suara SHIT, SHIT. Tapi pedang tidak bisa melubangi atau menyobek lengan baju yang lembut ini. Shi Tu -ke 12 terpaku, Zheng Bai Shui sudah meloncat tinggi. Kesepuluh jarinya bergerak seperti peluru, hanya dalam waktu sekejap di sekeliling terdengar suara SHI, SHI. Suara ini terus menyerang ke arah Shi Tu ke 12. Guo Ao Bai berteriak, " jurus Chang Tian Shen Zhi!" (Jari Sakti Langit Panjang). Harus diketahui Chang Tian Shen Zhi dulu digunakan oleh 7 orang pesilat tangguh di dunia persilatan. Mereka bersama-sama menciptakan ilmu silat ini. Ilmu ini khusus menyerang tenaga dalam musuh. Tenaga yang dikeluarkan sangat dasyat. Tidak disangka itu adalah jurus Chang Xiao Qi Ji yang keempat. Dapat dibayangkan bagaimana kehebatan ilmu silat Zheng Bai Shui yang terus menerus berubah. Chang Tian Shen Zhi adalah ilmu sangat dasyat, terlihat Shi Tu ke 12 tidak bisa menghindar lagi. Yang membuat orang tidak menyangka adalah Shi Tu ke 12 bukan mundur melainkan malah maju. Dia seperti seekor naga sakti yang bermain di atas awan. Pedang Sakti Xue He dimainkan dengan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sangat bagus. Sambil menyerang sambil berjaga. Pedang ini pun memutuskan tenaga jari Zheng Bai Shui dan terus menyerang ke arah Zheng Bai Shui. Pedang Sakti Xue He memasuki jurus ketiga. Jurus Feng Yu Xiao Xiao (Angin Hujan Air yang Dingin dan Dalam). Zheng Bai Shui berteriak aneh. Dia seperti seekor elang, terbang ke angkasa. Turun dan naik, kemudian dia sudah berada di atas kepala Shi Tu ke 12. Kedua telapak bertepuk, mengeluarkan Da Shi Shen Gong. Begitu mengeluarkan Da Shi Shen Gong, Pedang Sakti Xue He menjadi miring dan pada waktu itu Shi Tu ke 12 bersalto. Itu adalah jurus Pedang Sakti Xue He yang paling lihai dan juga yang paling dasyat. Katanya di dunia ini belum ada orang yang bisa memecahkan jurus ini. Shi Tu ke 12 sendiri pun jarang menggunakan jurus ini. Ini adalah jurus terakhir dari Xue He Shen Jian. Jurus Shi Po Tian Jing (Batu Pecah Langit Kaget). Jurus ini belum keluar, petir memenuhi langit. Orang-orang yang melihat pertarungan yang terjadi seperti Shi Tu Qing Yan dan Zheng Dan Feng jatuh dan terduduk di tanah. Guo Ao Bai pun silau oleh cahaya itu, matanya tidak bisa dibuka. Wajah Fang Zhen Mei dan Wo Shi Shui menjadi pucat. Mereka tidak bisa bicara tapi mata mereka tidak berkedip. Sepertinya hati mereka sangat berat dan juga bergejolak. Jurus terakhir dari Shi Tu ke 12, bila dia tidak menang, mana mungkin Zheng Bai Shui, ketua Chang Xiao Qi Ji akan melepaskannya! Zheng Bai Shui berada di tengah udara, seperti harimau yang memiliki sayap dan elang yang besar. Begitu memasuki jurus kelima Chang Xiao Qi Ji, jurus itu mulai dilancarkan. Dengan ilmu sakti Bu Bu Qing Yun, dia terbang ke atas beberapa meter kemudian tenggelam dan melayang ke arah Shi Tu ke 12.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Waktu itu Shi Tu ke 12 sedang bersalto dan ingin mengeluarkan jurus terakhir Shi Po Tian Jing. Tapi waktu Shi Tu ke 12 ingin 'membalikkan badan, dia merasa tenaga yang berada di dalam tubuhnya sudah tidak menyambung, dadanya pun terasa sangat sakit! Dua pukulan dari Qu Lei di bagian dada membuatnya terluka parah. Shi Tu ke 12 memaksa mengumpulkan tenaga Pedang Sakti Xue He yang terakhir yaitu Shi Po Tian Jing, jurus ini siap dikeluarkan! Tapi rasa sakit membuat Shi Tu ke 12 terlambat sedikit untuk bertindak. Walau hanya terlambat sebentar, Fang Zhen Mei sudah melihatnya. Dia berteriak, "Oh!" Dan pada waktu hanya selang beberapa detik, Zheng Bai Shui sudah mengambil kesempatan ini! Jurus keenam Chang Xiao Qi Ji Jurus Da Mo Shen Zhang (Telapak Sakti Da Mo). Kali ini giliran Wo Shi Shui yang berteriak karena terkejut! Begitu Da Mo Shen Zhang dikeluarkan sama sekali tidak terasa ada henbusan angin. Hanya terasa seperti pasir yang ditiup angin dan mengenai wajah, tidak ada tempat untuk menghindar lagi. Da Mo Shen Zhang dulu adalah ilmu perkumpulan Da Mo(Gurun Besar). Ilmu ini dilatih di gurun pasir selama 18 tahun baru bisa menjadi ilmu Da Mo Shen Zhang. Tapi sekarang sudah menjadi ilmu silat terkuat dari Zheng Bai Shui. Tepat saat itu Shi Tu ke 12 membalikkan badan! Begitu dia membalikkan badan, Pedang Sakti Xue He sudah mengumpulkan tenaga dan siap untuk dikeluarkan! Sewaktu dia membalikkan badan dan pedang hampir dia tusukkan, Da Mo Shen Zhang dengan 5 jari seperti besi dan baja siap menusuk.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

PES. Kelima jari Zheng Bai Shui menembus ke dalam perut Shi Tu ke 12. Sepasang mata Shi Tu ke 12 melotot keluar. Tubuh yang berada di tengah-tengah langit melipat. Dia merasa sangat sakit. Darah seperti hujan terus berjatuhan. Zheng Bai Shui memenangkan pertarungan. Segera jarinya ditarik kembali dari perut Shi Tu ke 12. Dia pun mendarat ke bawah. Hingga akan mati pun Shi Tu ke 12 masih mengeluarkan jurus terakhir. Shi Po Tian Jing. Jurus ini tetap dikeluarkan sekalipun dia sudah terluka parah. Tenaganya pun masih sangat dahsyat. Terlihat bayangan putih melewati langit seperti seekor naga sakti yang muncul dari balik awan. Bersamaan dengan itu pedang sakti Xue He terjun ke dalam jurang Hua Shan yang dalamnya ribuan meter. Ketua Wisma Shi Jian, Pedang Sakti Xue He, dan Shi Tu ke 12 karena hanya berbeda setengah jurus, dia mati bawah jurang Hua Shan. Shi Tu Qing Yang berteriak, "Ayah!" Pertarungan dahsyat yang menggegerkan dunia persilatan ini membuat hati setiap orang tergetar. Tapi sayang jurus Pedang Sakti Xue He belum sempurna di keluarkan. Dia sudah terbunuh oleh Chang Xiao Qi Ji milik Zheng Bai Shui yang hanya menggunakan 6 jurus. Yang membuat orang kaget adalah jurus ketujuh belum sempat dia keluarkan. Angin berhembus dengan kencang, awan pun bergerak dengan cepat. Zheng Bai Shui, Fang Zhen Mei, dan Wo Shi Shui, wajah mereka menghadap ke arah jurang. Tidak ada yang bergerak dan juga tidak ada yang bicara. Mereka seperti mengenang juga seperti memikirkan sesuatu dan mereka merasa tidak enak hati. Langit begitu gelap, setiap saat bisa turun hujan dan badai.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Zheng Bai Shui dengan dingin melihat Fang Zhen Mei dan berkata, "Tuan Muda Fang, sekarang antara kau dan aku." Fang Zhen Mei melihat dia dan berkata, "Tidak, sekarang aku tidak ingin bertarung denganmu." Shi Tu Qing Yan mendekat. Dengan sedih dia berkata, "Kau tidak berani membalaskan dendam ayahku, biar aku sendiri yang membalasnya!" Wo Shi Shui segera mendekat. Dia menghadang di depan Shi Tu Qing Yan dan berkata, "Nona Shi Tu, jangan berbuat seperti itu!" Shi Tu Qing Yan beberapa kali ingin melawan Zheng Bai Shui tapi Wo Shi Shui tetap menghalanginya. Shi Tu Qing Yan menangis dan berkata, "Kalian, kalian bersekongkol untuk menghinaku!" Wo Shi Shui mengerutkan dahi dan berkata, "Kau tidak bisa melawan Zheng Bai Shui." Shi Tu Qing Yan berteriak, "Biar! Biar saja!" Walaupun dia berteriak dan menerjang Wo Shi Shui tapi dia tetap tidak bisa melewati Wo Shi Shui. Air mata dan ingus bercampur menjadi satu, membuat Wo Shi Shui menjadi serba salah. Untung Guo Ao Bai datang. Dia segera menotok nadi Shi Tu Qing Yan. Kata Guo Ao Bai sambil menarik nafas, "Sekarang dia sedang sedih, biarkan dia tidur untuk sementara." Wo Shi Shui tertawa kecut dan berkata, "Kenapa aku tidak memikirkan hal ini?" Semua menjadi hening, Zheng Bai Shui melihat Fang Zhen Mei. Tiba-tiba dia tertawa dan berkata, "Aku berhasil mengalahkan Shi Tu ke 12. di dunia ini bila masih ada aku, Wisma Shi Jian pasti akan kalah dan Chang Xiao Bang akan bangkit kembali. Bila kau mau mengubah pikiranmu dan masuk ke perkumpulanku, apa yang kau lakukan dulu, tidak akan kuungkit lagi dan aku akan memberimu kedudukan sebagai wakil ketua Chang Xiao Bang. Bagaimana?" Fang Zhen Mei mengangkat alisnya dan tertawa. Dia berkata, "Umpan yang sangat bagus dan besar!"
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kata Zheng Bai Shui, "Bila umpanku tidak besar, mana bisa membuat seorang Tuan Muda Fang mau memikirkannya?" Fang Zhen Mei menarik nafas panjang dan berkata, "Tapi sayang, umpan besar pun tidak akan ada gunanya." Tanya Zheng Bai Shui, "Oh? Mengapa bisa begitu?" Fang Zhen Mei dengan serius menjawab, "Karena aku dan Ketua Shi Tu ke 12 adalah teman. Temanku terbunuh, aku harus membalaskan dendamnya." Wajah Zheng Bai Shui menjadi gelap. Dia berkata, "Mengapa tadi kau menolak bertarung denganku?" Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Bukan aku tidak berani melakukannya, tapi karena aku tidak tega melakukannya. Kau sudah bertarung dengan Ketua Shi Tu ke 12, tenagamu belum pulih, bila bertarung lagi denganku sepertinya ini tidak adil." Zheng Bai Shui terdiam dan dia berdiri. Akhirnya dia menarik nafas dan berkata, "Fang Zhen Mei memang seorang yang sangat jujur dan tidak mau mengambil keuntungan dari orang lain." Tapi dia segera melanjutkan lagi, "Tapi sayang, kau salah tafsir kepadaku. Bertarung dengan Shi Tu ke 12, aku hanya menyerang 6 jurus. Begitu bertarung, aku segera memakai Chang Xiao Qi Ji karena ini adalah cara untuk menghemat tenaga. Kau tidak perlu mengkhawatirkan tenagaku. Begitu aku berhasil membunuhmu, aku akan bertarung lagi dengan Wo Shi Shui. AkuZheng Bai Shui tidak perlu diberi waktu untuk memulihkan tenaga!" Fang Zhen Mei berpikir sebentar dan berkata, "Kalau begitu, aku akan mengikuti kemauanmu." Zheng Bai Shui tiba-tiba tertawa dan berkata, "Apakah kau pikir kau bisa menerima jurus-jurus Chang Xiao Qi Ji?" Fang Zhen Mei menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak!" Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Tadi aku hanya mengeluarkan lima setengah jurus Chang Xiao Qi Ji. Jurus yang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

terakhir adalah jurus yang paling dasyat. Bila kau bisa menyambut hingga jurus keenam, aku nasehati, kau harus berhati-hati karena begitu jurus ketujuh dikeluarkan, aku sendiri pun tidak tahu apakah kau masih bisa hidup atau malah mati." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Terima kasih Ketua sudah memperingatiku. Jurus-jurus Chang Xiao Qi Ji kuat dan hebat. Di dunia ini tidak ada orang yang bisa menerima jurus keempatmu, tapi tadi Ketua Shi Tu ke 12 berhasil menerima 5 jurusmu. Ini sudah memecahkan rekor. Tapi sayang, karena Ketua Shi Tu sudah terluka parah, dia tidak bisa mengeluarkan jurus keempat dari jurus Pedang Sakti Xue He. Bila jurus keenam Ketua Zheng sudah begitu dahsyat, jurus ketujuh bisa kubayangkan bagaimana hebatnya. Tapi aku akan berhati-hati dan akan mencobanya...." Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Kau sudah mengetahuinya, itu lebih bagus lagi. Aku menghormati ilmu silatmu, aku tidak tega kepadamu, maka aku memutuskan untuk memberitahumu dulu. Masalah lain, tidak perlu banyak cerita lagi." Tiba-tiba Zheng Dan Feng yang berada di pinggir berteriak dengan sedih, "Ayah! Apakah dosamu belum cukup banyak? Apakah Ayah tidak mau mendengarkan kata-kata putrimu. Jangan bertarung lagi!" Zheng Bai Shui marah dan berkata, "Diam kau!" Zheng Dan Feng masih menangis, Guo Ao Bai berkata kepada Zheng Dan Feng, "Nona tidak perlu merasa tegang, kami tidak akan memperalat Nona Zheng untuk mengancam ayahmu!" Wajah tua Zheng Bai Shui memerah, karena dia pernah menculik kakak beradik Shi Tu untuk dijadikan sandera dan mengancam Shi Tu ke 12 dan Wisma Shi Jian. Wo Shi Shui menghalangi Zheng Dan Feng dan berkata, "Jangan coba-coba untuk mendekat!" Zheng Dan Feng menangis dan berkata, "Mengapa aku tidak boleh mendekat? Aku harus mencegah pertarungan ini."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Zheng Bai Shui ingin marah lagi, tiba-tiba Fang Zhen Mei berkata dengan suara yang ramah, "Nona Zheng, kau jangan ke sini, kau sudah tahu bagaimana sifat ayahmu, bila beliau sudah mengambil keputusan seperti itu, dia tidak akan mengubahnya. Bila kau mendekat ke sini dan mencoba untuk menasihati ayahmu, ini hanya akan membuat ayahmu tidak bisa berkonsentrasi, hal ini akan berbahaya baginya. Lebih baik kau jangan ganggu ayahmu bertarung!" Zheng Dan Feng hanya terpaku setelah mendengar perkataan Fang Zhen Mei, dia tidak berniat untuk mencegah lagi, Zheng Bai Shui melihat Fang Zhen Mei dengan sorot mata berterima kasih. Tiba-tiba Zheng Bai Shui menyerang Fang Zhen Mei yang tidak ada persiapan sama sekali, Zheng Bai Shui sudah meloncat dan menyerang Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei seperti sudah memiliki firasat, tubuhnya pun ikut bergerak. Sepasang tangan Zheng Bai Shui terus digerakkan, tampak ada cahaya ungu yang keluar, kemudian ada cahaya berwarna kuning, terus menyerang ke arah wajah Fang Zhen Mei. Sewaktu cahaya ungu itu hampir mencapai ke tengah alisnya, tiba-tiba Guo Ao Bai berteriak, "Ya!" dan Fang Zhen Mei meloncat, baju putihnya tertiup angin dan tampak berkibar, benar-benar terlihat sangat indah. Pukulan Zi Jin Shou berhasil dihindari dengan mudah. Tapi pikiran Zheng Bai Shui sudah seperti setan, dia terus menempel Fang Zhen Mei, dua kepalan tangan sudah dikeluarkan, kepalan itu belum sampai, angin yang dihasilkan oleh kepalan bisa menghancurkan emas dan batu. Tubuh Fang Zhen Mei berada di tengah udara, karena terus dikejar dia tidak mempunyai kesempatan untuk menghindar, tapi walaupun Fang Zhen Mei berada dalam keadaan seperti itu, dia tetap bisa mendaratkan tubuhnya dengan cepat. Pukulan pertama tidak berhasil mengenainya, pukulan kedua
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

membuat tanah menjadi berlubang, pasir dan debu tampak beterbangan, langit pun menjadi gelap, tapi Zheng Bai Shui tetap masuk ke dalam kepulan debu itu, dia masih ngotot mengejar Fang Zhen Mei. Sepasang lengan baju seperti besi, seperti jala yang selalu ingin menutupi Fang Zhen Mei. Beberapa serangan dengan cepat dikeluarkan, sama sekali tidak memberi kesempatan kepada Fang Zhen Mei untuk bernafas. Wo Shi Shui yang berada di sini terus menyaksikan pertarungan iru, dia merasa sesak nafas, karena selama ini dia tidak pernah melihat ada pertarungan yang begitu membahayakan jiwa. Apalagi Zheng Bai Shui tidak akan menghilangkan kesempatan yang ada, walau itu hanya sedikit. Kedua lengan baju Zheng Bai Shui seperti awan, tiba-tiba Fang Zhen Mei pun ikut melambaikan kedua lengan bajunya. Kedua lengan baju itu begitu dilambaikan, segera terjadi angin kencang, tapi angin -ini tidak menyerang Zheng Bai Shui melainkan menyerbu ke arah pasir dan debu yang memenuhi udara. Karena angin begitu kencang, dan kibasan lengan baju Fang Zhen Mei membuat pasir-pasir menjadi beterbangan, pasir itu berubah menjadi panah, menyerang ke arah Zheng Bai Shui. Tubuh Zheng Bai Shui dikurung oleh pasir. Fang Zhen Mei terus mundur, sepertinya dia sudah tahu bahwa Zheng Bai Shui akan membuat tempat itu dikelilingi oleh pasir dan debu. Dan setelah itu dia akan masuk ke dalam kepulan pasir dan menyerang. Jurus ini sudah ada persiapannya. Zheng Bai Shui yang sudah sangat berpengalaman segera menarik kembali jurus Dong Hai Shui Yun Xiu, dan pasir yang memnuhi tempat itu segera menghilang. Sebenarnya Fang Zhen Mei bisa mengambil kesempatan ini untuk
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

menyerang Zheng Bai Shui, kedua lengan baju Zheng Bai Shui seperti ular yang terus melata dan mengeluarkan suara SHI, SHI... Jurus keempat dari Chang Xiao Qi Ji yaitu Xhang Tian Shen Zhi sudah mulai dikeluarkan. Jurus Chang Xiao Qi Ji semakin dasyat. Fang Zhen Mei seperti akan segera tertusuk di tengah-tengah udara. Kali ini Wo Shi Shui ikut berteriak. Mereka yang menyaksikan pertarungan ini tanpa terasa tangan mereka pun sudah berkeringat. Tiba-tiba tampak ada baju putih yang berkilau, Fang Zhen Mei terbang melayang ke atas seperti seekor bangau. Kesepuluh jari Zheng Bai Shui ikut mengarah ke atas langit. Tubuh Fang Zhen Mei melayang ke atas, tapi hati Wo Shi Shui malah tenggelam, perlu diketahui semakin dikeluarkan maka jurus Chang Xiao Qi Ji akan semakin dahsyat, bila Fang Zhen Mei terbang ke atas, maka Zheng Bai Shui tidak akan memberi kesempatan kepadanya untuk mendarat di bumi. Bila berada di tengah-tengah udara, Fang Zhen Mei mana ada tenaga untuk menghalau jurus kelima, jurus keenam, apalagi jurus ketujuh yang menggegerkan dunia persilatan. Wo Shi Shui terkejut dan juga merasa cemas, dia tidak menyangka orang sepandai dan berilmu silat tinggi seperti Fang Zhen Mei bila sedikit melakukan kesalahan, sehingga dia akan mati di tangan Zheng Bai Shui. Di darat menyambut jurus Chang Xiao Qi Ji saja sudah kewalahan apalagi bila harus menghadapi di tengah udara. Begitu jurus Chang Tian Shen Zhi tidak mengenai maka jurus kelima pun mulai dikeluarkan. sasaran,

Zheng Bai Shui meloncat ke atas untuk menghadang Fang Zhen Mei. Begitu jurus Da Shi Shen Gong dikeluarkan, pasir beterbangan, batu pun berguling-guling ke arah Fang Zhen Mei.
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei mengumpulkan tenaga dalamnya pada saat dia berada di udara, dia meloncat lebih tinggi lagi. Dengan ilmu meringankan tubuhnya, Zheng Bai Shui melayang 78 langkah di udara, jurus Da Shi Shen Gong terus diarahkan kepada Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei naik lagi, di udara seperti ada tangga yang tidak terlihat, dia naik beberapa meter lagi. Ini adalah ilmu meringankan tubuh dengan tingkat yang paling tinggi, dengan jurus yang dinamakan ilmu sakti bertingkat naik ke tangga awan'. Tiba-tiba Zheng Bai Shui membentak, suara bentakan ini seperti guntur di siang hari, membuat gendang telinga bergetar dan seakan-kkan sudah menjadi tuli, tapi tubuh Zheng Bai Shui bergerak seirama dengan suara yang dia keluarkan, dia naik lagi beberapa meter. Da Shi Shen Gong dengan mantap tetap diarahkan kepada Fang Zhen Mei! Zheng Bai Shui dengan teriakan seperti auman singa yang biasa digunakan dalam agama Budha untuk meningkatkan kemampuan ilmu meringankan tubuh. Kali ini Fang Zhen Mei tidak bisa menghindar lagi, tiba-tiba angin kencang berhembus, membuat baju Fang Zhen Mei berkibar-kibar, juga membuat tubuh Fang Zhen Mei menjadi sehelai kertas, tertiup oleh angin itu sehingga melayang-layang sejauh beberapa meter. Kali ini Zheng Bai Shui merasa heran karena ilmu ini dia ketahui, sudah lama menghilang dan katanya tidak ada orang yang pernah menguasai ilmu meringankan tubuh yang disebut Sui Feng Bai Liu Cao Shang Fei (Mengikuti Angin Bergoyang seperti Pohon Yang Liu dan Terbang Diatas Rumput). Kali ini Zheng Bai Shui mengaku kalah dan jurus kelima Chang Xiao Qi Ji akan diselesaikan, tiba-tiba Zheng Bai Shui memutar tenaga telapaknya, tenaga itu diturunkan ke bawah. Setelah diarahkan ke bawah, angin dari telapak meniup ke bawah dan
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mementalkan tenaga yang cukup besar, membuat tubuh Zheng Bai Shui naik lagi beberapa meter, sekarang posisi Zheng Bai Shui berada di atas dan Fang Zhen Mei berada di bawahnya. Terlihat ada dua baju yang berwarna putih, walaupun mereka bertarung dengan sengit, tapi baju-baju itu berkibar-kibar seperti dewa, mereka tiba-tiba menghilang, tiba-tiba muncul di atas awan membuat orang-orang yang melihat harus mengangkat kepalanya tinggi-tinggi. Hanya Wo Shi Shui saja yang merasa cemas, dia tahu Fang Zhen Mei sudah berada di ujung tanduk, dia sudah kehabisan jurus. Bila dia adalah Fang Zhen Mei, begitu memulai pertarungan dia akan memaksa Zheng Bai Shui tidak bisa mengeluarkan Chang Xiao Qi Ji, atau bertindak seperti Shi Tu ke 12, ada saat menyerang ada saat bertahan, tidak akan membiarkan jurus Chang Xiao Qi Ji yang semakin kuat dikeluarkan oleh Zheng Bai Shui. Jurus Chang Xiao Qi Ji baru memasuki jurus enam setengah sudah membuat Shi Tu ke 12 kehilangan nyawa, sekarang ini walaupun Fang Zhen Mei berilmu silat tinggi, belum tentu dia bisa menerima jurus ketujuh! Parahnya saat ini Fang Zhen Mei sama sekali tidak mempunyai kesempatan untuk membalas, dan tubuhnya masih berada di langit, bila Chang Xiao Qi Ji dikeluarkan, pasti kali ini Fang Zhen Mei akan mati. Setelah berpikir seperti itu, Wo Shi Shui merasa semakin gelisah, dia sangat ingin membantu Fang Zhen Mei, tapi dia tidak akan melakukannya karena dia sudah berjanji, dia juga tidak akan mengeroyok Zheng Bai Shui dengan cara dua lawan satu. Zheng Bai Shui sekarang turun dari posisinya yang lebih tinggi dari Fang Zhen Mei, dia tertawa panjang. Jurus keenam Chang Xiao Qi Ji yaitu Da Mo Shen Zhang sudah dikeluarkan. Tiba-tiba Fang Zhen Mei turun dari langit dengan cepat. Zheng Bai Shui dengan bersusah payah baru bisa ke atas, sekarang terlihat Fang Zhen Mei tiba-tiba turun, Zheng Bai Shui
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

tidak akan membiarkan dia lari atau kabur, dengan menggunakan jurus Qian Jin Duo (Jatuh Seribu Kilo), dengan cepat dia menyusul turun. Zheng Bai Shui marah dan bertindak tergesa-gesa, terlihat jaraknya dengan Fang Zhen Mei semakin jauh, dia mengambil nafas panjang, dia turun lebih cepat lagi. Hanya dalam waktu singkat jaraknya dengan Fang Zhen Mei semakin dekat. Mereka sejak tadi hanya turun naik, dan semua itu berlangsung hanya sebentar, semua ini memperlihatkan gerakan yang sangat indah, membuat orang-orang menahan nafas karena tegang, sekarang dengan tubuh turun dari atas langit, hal itu lebih cepat dilakukan dibandingkan saat ,naik ke atas langit. Kali ini Fang Zhen Mei mendarat terlebih dulu. Tak lama kemudian Zheng Bai; Shui pun mendarat, begitu kakinya menginjak bumi, Fang Zhen Mei segera melipat tubuhnya kepalanya berada di bawah, dia mengeluarkan jurus Tie Ban Qiao (Jembatan Papan Besi). Begitu kaki Zheng Bai Shui mendarat dan menginjak tanah, dia sudah mengeluarkan suara besar kemudian jurus Da Ma Shen Zhang sudah dikeluarkan. Wo Shi Shui yang berada di pinggir hampir saja berteriak karena terkejut, karena dia melihat Fang Zhen Mei berada di posisi yang tidak menguntungkan. Walaupun menggunakan jurus Tie Ban Qiao yang sangat bagus, untungnya dia bisa menhindari jurus keenam dari Chang Xiao Qi Ji. Apakah dia bisa menyambut jurus ketujuh? Fang Zhen Mei melipat pinggangnya ke belakang, dia siap menerima jurus ketujuh dari Zheng Bai Shui. Tapi semua sudah tidak sempat kagi. Sekalipun Fang Zhen Mei adalah seorang dewa, sepertinya dia tidak akan bisa menyambut jurus ketujuh dari Chang Xiao Qi Ji, karena ini adalah jurus terakhir. ---ooo0dw0ooo--EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

BAB 21 Jurus Ketujuh dari Chang Xiao Qi Ji Wo Shi Shui sangat menyesali Fang Zhen Mei karena dalam keadaan yang sangat berbahaya dia masih sempat mengeluarkan jurus Tie Ban Qiao. Bila dia dengan susah dapat menyambut jurus keenam dari Zheng Bai Shui, bagaimana bisa dengan baik menerima jurus ketujuhnya. Wo Shi Shui sangat aneh, mengapa dalam pertarungan ini Fang Zhen Mei selalu mengambil keputusan yang salah. Begitu kaki Zheng Bai Shui mendarat di bumi, dia sudah mengambil kesempatan. Begitu melihat Fang Zhen Mei berada di depannya, segera dia mengeluarkan jurus keenamnya. Tapi begitu kaki Fang Zhen Mei kaki mendarat di bumi, dengan jurus Tie Ban Qiao dia menyerang Zheng Bai Shui. Dia sepertinya sudah mengetahui kalau Zheng Bai Shui akan mengeluarkan jurus andalannya. Bila sekarang Zheng Bai Shui mengeluarkan jurus, jurus yang bagaimana pun akan membuat Fang Zhen Mei kalah! Orang seperti Fang Zhen Mei, mana mungkin tidak akan menyerang? Tapi Zheng Bai Shui hanya diam dia tidak menyerang. Begitu jurus keenam dikeluarkan, dia sudah terpaku dan pada saat dia terpaku, Fang Zhen Mei sudah membalikkan badan dengan jurus Li Yu Da Ting (Ikan Li Yu Meloncat). Dia sudah berada di atas kepala Zheng Bai Shui. Baju putihnya tampak* berkilauan, telapak tangannya dalam waktu singkat berhasil menekan nadi di kepala Zheng Bai Shui dan turun ke belakang Zheng Bai Shui. Nadi Bai Hui Xue adalah salah satu nadi di antara 8 nadi yang mematikan. Bila nadi itu dipukul dengan ringan maka orang itu akan terluka parah
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

atau bahkan mati. Fang Zhen Mei sudah menyerang nadi ini. Pertarungan antara Zheng Bai Shui dan Fang Zhen Mei, pihak Zheng Bai Shui yang selalu menyerang dan hingga jurus keenam, Fang Zhen Mei selalu mengelak dengan 6 jurusnya. Sekarang dia hanya menyerang dengan satu jurus, dan tepat mengenai sasaran. Ilmu silat seperti apakah ini? Anehnya Zheng Bai Shui juga tidak roboh. Siapa pun tidak akan sanggup menahan pukulan di Bai Hui Xue kecuali Fang Zhen Mei tidak menggunakan tenaganya. Zheng Bai Shui masih berdiri dengan tegak, tapi dia tidak membalikkan kepalanya. Bayangan punggung Zheng Bai Shui tiba-tiba seperti menjadi tua dan bungkuk, seperti tidak ada kehidupan, semua terjadi karena dia sudah kalah. Pendekar pun ada saatnya dia gagal. Zheng Bai Shui tidak bergerak, dia juga tidak membalikkan kepalanya. Hanya dengan tenang dia berkata, "Kau sudah memenangkan pertarungan ini." Fang Zhen Mei berdiri di belakangnya. Baju putihnya berkibar tertiup angin dan dia berkata, "Kau tidak kalah, kita masih bisa bertarung lagi." Zheng Bai Shui tiba-tiba marah dan berseru, "Diam! Kau tidak ingin membunuhku juga tidak memakai tenagamu, apakah kau mengira aku tidak tahu itu?" Bentakan ini tetap penuh dengan rasa wibawa, tapi dia segera terdiam lagi. Akhirnya dia berkata, "Mengapa kau bisa tahu bahwa aku tidak bisa menggunakan jurus Chang Xiao Qi Ji yang ketujuh?" Dengan santai Fang Zhen Mei menjawab, "Aku tidak tahu bahwa Ketua tidak memiliki jurus ketujuh, aku hanya mencoba-coba walaupun aku tahu itu sangat berbahaya."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Kata-kata ini membuat Wo Shi Shui, Guo Ao Bai, dan Zheng Dan Feng terkejut. Chang Xiao Qi Ji milik Zheng Bai Shui yang menggegerkan dunia persilatan tidak memiliki jurus ketujuh yang dikatakan sebagai jurus paling dasyat. Baju putih Zheng Bai Shui tampak bergetar. Hatinya masih bergejolak, dia berkata, "Teruskan perkataanmu." Fang Zhen Mei menarik nafas dan melanjutkan, "Tiga hari yang lalu sebelum aku bertarung dengan Huo Wu Yong, aku pernah mendengar bahwa Ketua Zheng mendapatkan ilmu Chang Xiao Qi Ji dari seorang biksu yang berilmu tinggi yakni Wu Ming Lao Seng ( biksu tanpa nama) dan, dia berteman baik dengan Da Shi Chan Shi. Dan Da Shi Han Shi berhasil mengalahkan 3 Dalai Lama dari Tibet. Salah satu dari La Ma itu malah bertobat dan masuk kuil Shao Lin dan menjadi teman baik Da Shi Chan Shi. Menurut perkiraanku Wu Ming Lao Seng pasti sangat mahir menggunakan jurus Zi Jin Shou, kemampuan Da Shi Shen Gong dan Wu Ming Lao Seng setingkat dengan ketua kuil Shao Lin. Dia pasti pernah belajar Da Mo Shen Zhang dan Chang Tian Shen Zi. Da Mo Shen Zhang diciptakan oleh 3 pendekar waktu itu. Wu Ming Lao Seng adalah salah satu di antara 7 pesilat tangguh di dunia persilatan dan dia pernah pergi merantau ke gurun pasir. Karena itu dia pasti bisa menguasai kedua ilmu itu. Ilmu silat Dong Hai Shui Yun Xiu adalah ilmu silat tertinggi dari kuil Shao Lin. Setiap biksu yang berilmu tinggi, biasanya dia harus menguasai salah satu dari ilmu Shao Lin yang orang lain tidak bisa menguasainya. Sepertinya Wu Ming Lao Seng berhasil menguasai ilmu Dong Hai Shui Yun Xiu. Keenam ilmu silat ini kemudian disusun menjadi Ci Jin Shou, Dong Hai Shui Yun Xiu, Da Mo Shen Zhang, Chang Tian Shen Zi, Da Shi Shen Gong. Enam jurus dasyat ini dinamakan dengan Wu Ming Liu Ji (Enam Jurus Tanpa Nama). Walaupun teknik-teknik ini sangat terkenal tapi belum diberi nama." *< Fang Zhen Mei dengan lancar '.menceritakan semua ini, membuat Wo Shi Shui dan orang-orang yang di sana menjadi kagum. Tapi apa hubungan semua ini dengan Zheng Bai Shui?
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Begitu Ketua Zheng masuk dan menjadi murid Wu Ming Lao Seng, Anda mendapatkan 6 jurus tertinggi ini. Kemudian kau membunuh dia sehingga kau terkenal di mana-mana dan kau memberi nama jurus ini Chang Xiao Qi Ji. Aku sudah mencari tahu ternyata Wu Ming Lao Seng hanya memiliki 6 jurus, dari mana ada jurus yang ketujuh? Apakah Ketua Zheng berkata seperti itu karena takut jika ada orang yang bisa menerima 6 jurus ini? Kau mengatakan masih ada satu jurus lagi. Ini akan membuat orang mundur dan tidak berani bertarung denganmu!" Zheng Bai Shui hanya berkata, "Hem." Artinya dia sudah mengakui semua perkataan Fang Zhen Mei. Fang Zhen Mei melanjutkan, "Hanya saja aku sendiri tidak yakin dengan semua ini karena itu aku tidak memberitahukannya kepada Ketua Wisma Shi Tu. Aku takut ini mencelakai dia. Tidak disangka...hai, Ketua Zheng dari pertarungan antara Shi Tu ke 12 dan dirimu, aku sudah melihat semuanya. Kau berani mengambil resiko dengan jurus Chang Xiao Qi Ji keenam kemudian menyerang Shi Tu ke 12 dan membunuhnya tapi kau tidak mau menahan jurus keempat Shi Tu ke 12 dan dengan jurus ketujuh untuk membununya. Dari sini aku berpikir Chang Xiao Qi Ji pada jurus ketujuh sama sekali tidak ada. Dengan melihat sifat Ketua Zheng yang sangat teliti, kau tidak akan mau begitu saja menempuh bahaya." Dengan dingin Zheng Bai Shui berkata, "Karena itu kau yakin aku tidak memiliki jurus ketujuh?" Fang Zhen Mei menghela nafas dan berkata, "Ketua Zheng, kalau aku belum bertarung denganmu, aku masih tidak yakin dengan kata-katamu. Pertama, kau takut bila aku sudah melihat pertarungan antara dirimu dengan Shi Tu ke 12, lalu aku pulang dan memikirkan kembali pertarungan yang telah terjadi antara Shi Tu ke 12 denganmu yang rada janggal. Karena itu kau mengambil keputusan untuk segera bertarung denganku. Kedua, kau sengaja memberitahu agar aku berhati-hati menghadapi jurus ketujuh Chang
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Xiao Qi Ji, sehingga aku akan takut dengan jurus ketujuh ini. Tapi Ketua Zheng, kau harus tahu bahwa Chang Xiao Qi Ji sejurus demi sejurus akan lebih dasyat, See YanTjinDjin 291 apakah aku tidak mengetahui hal ini? Dan Ketua selalu memperingatkan aku, ini membuatku merasa curiga. Ketiga, tiba-tiba saja Ketua menyerangku dengan Zi Jin Shou, ini tentunya sangat bertolak belakang, awalnya kau seperti seorang pendekar yang memperingatkanku, tapi mengapa kau dengan begitu licik menyerangku pada saat aku tidak siap? Bukankah di balik semua ini ada hal lain yang disembunyikan?" Zheng Bai Shui terdiam, dia tidak mengomentari apa pun. Pepatah mengatakan, orang selalu bersikap seperti itu, bila dia sudah mencintai seseorang, dia selalu berpura-pura tidak memperhatikan. Bila orang sudah mencuri uang, maka orang itu akan mengatakan bahwa itu adalah uang tabungannyasemua ini adalah contoh sifat orang yang selalu menutupi sifat aslinya. Zheng Bai Shui adalah seorang yang pintar dan kuat, tapi dia pun tidak terlepas dari contoh seperti tadi. Fang Zhen Mei berkata lagi, "Karena itu aku mencoba-coba menebak dengan menempuh resiko yang berbahaya, ternyata benar Ketua tidak memiliki jurus ketujuh. Karena orang lain tidak berani menerima jurus ketujuh ini maka mereka dengan terpaksa memilih menyambut satu per satu jurusmu. Sedangkan jurusmu sendiri sejurus demi sejurus akan bertambah kuat, tapi ilmu silat apa yang bisa lebih cepat, lebih galak, dan lebih kaut dari Chang Xiao Qi Ji? Karena itu pula semua orang yang bertarung denganmu termakan oleh tipuanmu." Mendengar itu Wo Shi Shui tertunduk malu, diam-diam dia merasa beruntung, bila tadi dia bertarung dengan Zheng Bai Shui, dia pun akan terkena tipu dayanya. i Pelan-pelan Fang Zhen Mei berkata lagi, "Karena itu aku mengambil keputusan untuk terus menghindari jurus-jurus Ketua Zheng, hingga pada jurus keenam, dan pada jurus keenam aku
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

sudah mendapatkan keuntungan." Zheng Bai Shui tetap berdiri di tempatnya, dia hanya melihat sepasang kakinya, pinggangnya seperti sudah tidak kuat menahan beban tubuhnya, dia seperti semakin bungkuk. Fang Zhen Mei menghela nafas dan berkata lagi, "Ketua Zheng, semua sudah kita lewati, sekarang Ketua Wisma Shi Tu ke 12 sudah meninggal, Ketua harus menebus kesalahan ini, Ketua harus mengembalikan perdamaian di dunia persilatan ini...." Zheng Bai Shui tiba-tiba berteriak, dan dengan suara berat memanggil, "anak Feng!" Zheng Dan Feng dengan sorot mata berterima kasih menatap Fang Zhen Mei sebab dia tidak membunuh ayahnya, dan Zheng Dan Feng pun mendekati ayahnya kemudian memanggil, "Ayah!" Suara Zheng Bai Shui terdengar tua dan dengan tenang dia berkata, "Chang Xiao Bang sudah musnah, ayahmu sudah kalah total, selama ini ayah selalu berbuat jahat tapi aku tidak merasa bersalah atau pun menyesalinya. Orang hidup di dunia ini hanya puluhan tahun, karena mencari nama dan menggapai cita-cita yang tinggi, maka dengan cara apa pun dia harus memperolehnya, ini semua harus dimaklumi, sekarang ayah sudah kalah, aku tidak mau dengan muka tebal menerima kebaikan orang lain sehingga aku bisa meneruskan kehidupan ini, bila aku ingin berubah dari jahat menjadi baik, bagaimana dengan keluarga dari orang yang pernah kubunuh, apakah mereka bisa menerimaku seperti Tuan Muda Fang? Apakah mereka akan membiarkanku tetap hidup? Sekarang semua sudah menjadi seperti ini, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi, satusatunya yang membuatku merasa tidak tenang dan selalu khawatir semenjak ibumu meninggal adalah aku tidak bisa mengurusmu dengan baik, sekarang pun aku tidak bisa mengurusmu lagi...." Zheng Bai Shui terdiam, tidak berkata apa-apa lagi. Zheng Dan Feng masih tidak mengerti, dia memanggil, "Ayah...." Dengan wajah serius Zheng Bai Shui menggoyangkan tangannya, "Kau jangan nasihati ayah lagi, aku sudah kalah untuk apa aku
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

hidup susah?" Dia membalikkan badan dan memberi hormat kepada Fang Zhen Mei, kemudian dia berkata, "Hormat ini kuberikan kepadamu sebagai tanda terima kasihku kepadamu karena kau tidak membunuhku dan kau membiarkanku mati bunuh diri," dia berkata lagi kepada Zheng Dan Feng, "Di gudang barang antik milik Chang Xiao Bang banyak barang berharga, cukup untuk bekalmu seumur hidup, kau harus terus maju, baru bisa mengembalikan kejayaan keluarga Zheng...." Tiba-tiba dia tertawa panjang dan dengan cepat berlari ke jurang yang dalam itu. Zheng Dan Feng berteriak, "Ayah..." Zheng Bai Shui berlari dengan cepat dan tidak peduli dengan teriakan putrinya. Fang Zhen Mei, Wo Shi Shui, dan Guo Ao Bai sudah merasakan kata-kata Zheng Bai Shui tidak seperti biasanya, mereka telah bersiap-siap, begitu mereka melihat Zheng Bai Shui ingin bunuh diri, mereka akan langsung meloncat untuk mencegahnya. Tapi diiringi dengan suara tawa panjang itu dia mengeluarkan jurus telapaknya. Telapaknya diarahkan ke Wo Shi Shui dan Fang Zhen Mei. Wo Shi Shui menyambut dorongan telapak itu, dan dia tidak bisa maju. Fang Zhen Mei meloncat ke atas dan dia agak sedikit terlambat mendekati Zheng Bai Shui, tangannya siap mencengkram! Guo Ao Bai pun berlari mendekat. Tapi semua itu sudah terlambat! Zheng Bai Shui terjatuh ke dalam jurang yang sangat dalam. Baju putihnya tampak berkibar, Fang Zhen Mei mencoba usaha terakhirnya menggapai Zheng Bai Shui tapi dia hanya mendapatkan baju putih di bagian pundaknya yang tercabik. i
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Guo Ao Bai berteriak, "Jangan begitu," Tapi semua itu tidak sempat menolong Zheng Bai Shui, tubuh Zheng Bai Shui semakin mengecil dari pandangan mereka, dan bayangan baju putih menghilang di dasar jurang yang penuh dengan kabut, Fang Zhen Mei hanya mendapatkan baju Zheng Bai Shui, dia menatap ke atas langit, dan dia tetap berdiri di sisi jurang, angin berhembus dengan kencang, baju Fang Zhen Mei tampak terus berkibar, dia hanya diam terpaku. Gunung dan salju begitu indah, beberapa pendekar sudah.. ..Gelombang pertarungan sudah selesai. Orang terkenal selalu seperti memecahkan batu dan awan, gelombang naik ke atas, menggulung salju yang bertumpuk.... ---ooo0dw0ooo--BAB 22 Penutup Di dalam keadaan mabuk terasa ada yang menggelitik sehingga ingin tertawa, sepertinya ingin merasa khawatir pun tidak ada waktu lagi. Sekarang membaca buku karangan orang jaman dulu sepertinya semua sudah tidak ada artinya. Kemarin mabuk di bawah pohon cemara. Aku bertanya kepada pohon cemara, aku harus mabuk sampai pada keadaan seperti apa? Aku mengira pohon cemara ingin aku sampai di tingkat apa. Dengan kibasan tanganku, aku berkata kepada pohon cemara, "Pergi...." Menggoyangkan kepala, tubuh pun ikut bergoyang. Wo Shi Shui telah menghabiskan 2 gentong arak. Satu kaki ditumpangkan ke meja. Satu kakinya ditumpangkan ke atas bangku. Wajahnya penuh dengan cambang. Dia melemparkan sebutir kacang dan mulutnya dibuka dengan lebar supaya kacang itu bisa masuk ke dalam mulutnya
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Tiba-tiba ada seseorang yang menyambar kacang itu dengan tangannya lalu dimasukkan ke mulutnya. Tapi mulut itu bukan mulut Wo Shi Shui melainkan mulut Guo Ao Bai. Melihat Guo Ao Bai yang memakan kacangnya, Wo Shi Shui marah karena makanan yang sudah hampir masuk ke dalam mulutnya disambar oleh orang lain. Ini adalah hal yang membuat orang marah. Kacang itu seharusnya masuk ke mulutnya sendiri sebaliknya malah masuk ke mulut orang lain. Untung hari ini Wo Shi Shui sedang bergembira dan dia mau mengupas lagi kacang untuk makan. Biasanya dia sangat malas untuk mengupas kacang, Dia akan memakan kacang dengan kulitnya. Wo Shi Shui bangun. Tiba-tiba Farig Zhen Mei tertawa dan berkata, "Kau sedang membaca puisi apa? Kemarin malam kau mabuk tapi bukan di bawah pohon cemara? Tapi di...." Fang Zhen Mei tertawa dan tidak bicara lagi. Wo Shi Shui menjadi malu. Kemarin malam dia memaksa Fang Zhen Mei minum arak, yang mabuk malah dia. Dia tidak ingin dipapah oleh orang lain. Dia berkata bisa kembali ke penginapan sendiri. Begitu bangun dia baru tahu dia mabuk dan tertidur di kamar mandi di sisi jalan, benarbenar hal yang memalukan. Guo Ao Bai juga ikut tertawa dan berkata, "Kau mengatakan sekarang kau merasa bahwa buku karangan orang jaman dulu tidak ada artinya lagi. Sebenarnya kau sudah membaca buku tentang apa? Mengapa begitu sombong?" Wo Shi Shui menggaruk-garuk kepalanya. Dia seperti teringat pada sesuatu dan berkata, "Baiklah, bocah tengik kau menghinaku seakan-akan aku belum pernah sekolah. Aku membaca cerita Kong Rong Rang Li apakah kau sudah pernah mendengarnya?" (Kong Rong Memilih Buah Pir). Fang Zhen Mei terpaku, dia tidak menyangka bahwa buku yang dibaca oleh Wo Shi Shui adalah Kong Rong Rang Li. Dia ingin tertawa, tidak disangka Guo Ao Bai pun mempunyai perasaan yang sama dengannya. Dia berkata, "Betul, betul, dulu aku pernah berpikir bila aku adalah Kong Rong, aku pasti akan memilih buah pir
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

yang besar. Kalau ada orang yang berada di sisi kita dan dia adalah seorang tetua, dia juga pasti akan memberikan buah pir yang besar untukku, mengapa kita harus berpura-pura?" Tapi Wo Shi Shui membantah, "Tidak benar, itu tidak benar." Guo Ao Bai merasa aneh dan bertanya, "Apakah jika dirimu memilih, maka kau akan memilih buah pir kecil untuk dirimu sendiri?" Wo Shi Shui marah dan berkata, "Aku tidak mau tahu apa itu buah pir yang besar atau kecil, aku tetap akan memakan semuanya." Kali ini Guo Ao Bai juga tidak tahan lagi, dia tertawa terbahakbahak. Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Untung aku bukan kakaknya Kong Rong." Wo Shi Shui juga menjawab, "Untung aku juga bukan Kong Rong." Guo Ao Bai dengan serius berkata, "Untung aku bukan buah pir." Mereka bertiga tertawa dengan senang dan gembira. Orang lain yang tidak tahu pasti mengira mereka bertiga adalah pemabuk atau orang gila. Tapi mereka adalah laki-laki sejati. Mereka tahu bila membicarakan hal yang serius mereka pun akan serius. Tapi pada saat santai, mereka pun akan bersikap santai. Mereka membuat diri mereka menjadi senang dan juga membuat orang lain merasa senang. Bila tidak seperti itu, hidup mereka akan tertekan oleh dunia persilatan yang selalu bergejolak. Penuh dengan darah, air mata, dan juga banyak angin dan gelombang. Mereka dengan cepat akan tua dan cepat marah, dan cepat merasa bosan atau merasa lelah. Mereka adalah pendekar dan juga manusia yang hidup, mereka juga teman yang penuh darah panas (suka membantu) karena itu mereka tertawa dengan sangat senang dan gembira. Mungkin juga karena hitam tidak bisa mengalahkan putih. Di dunia ini kebenaran tetap ada. Mereka harus menjaganya semampu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

mereka karena itu mereka tertawa dengan senang. Sebenarnya di lubuk hati mereka yang paling dalam, hati mereka pun tertusuk sangat dalam hingga merasa sakit. Ayah Guo Ao Bai meninggal dibunuh oleh Chang Xiao Bang, Wo Shi Shui kehilangan kekasih yang sangat dia cintai. Luka-luka ini sulit dilihat dari wajah mereka yang muda dan ceria. Sesudah puas tertawa Guo Ao Bai berkata, "Kakak Fang dan Kakak Wo, nanti siang aku akan kembali ke Han Ying Bao. Semenjak ayahku terbunuh, keadaan di sana sangat berantakan, aku harus pulang untuk menjalankan upacara duka. Setelah Duan Yang (bulan 5 tanggal 5 tahun China) aku akan terjun kembali ke dunia persilatan dan aku akan pergi mengunjungi kalian bedua." Wo Shi Shui terdiam dan tidak bicara, Fang Zhen Mei pun diam. Kemudian dia tertawa dan berkata, "Baiklah, kau harus jaga diri. Kita berkelana di dunia persilatan suatu waktu kita pasti akan bertemu lagi." Wo Shi Shui terus minum arak. Dia bersulang untuk Guo Ao Bai dan berkata, "Aku nasehati Tuan, lebih baik minum arak dulu, kalau sudah keluar dari sini kau sudah tutuk ada kenalan lagi untuk menemanimu minum... Ayu, mari...kita minum sampai mabuk, setelah itu lumi bubar." Fang Zhen Mei tertawa dan berkata, "Adik Ouo sedang berduka, tidak boleh banyak minum. Kau pun sama. Kau jangan membuat keributan di sini. Malam n n kita harus lebih awal beristirahat. Besok pagi kita Akan pergi ke Shu Zhou, bagaimana?" Wo Shi Shui meloncat tinggi dan berkala, "Membuat keributan? Aku adalah Wo Shi Shui, jika tidak membuat keributan, aku tidak bisa hidup. Ke Shu Zhou ada keperluan apa?" Fang Zhen Mei tertawa dan menjawab, "Yang paling penting, dunia persilatan selalu timbul banyak masalah. Apalagi selama beberapa tahun ini, banyak terjadi hal yang aneh-aneh di dunia persilatan. Banyak orang jahat yang datang dari perbatasan. Mereka muncul di dunia persilatan dan sering membunuh orang yang tidak bersalah. Beberapa hari yang lalu, sewaktu aku berada di Wisma Shi
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Jian, ada yang mengirim surai untuk Ketua Shi Tu. Mereka tidak tahu bahwa Ketua Shi Tu sudah meninggal. Begitu Qing Yan membuka surai itu dan membacanya, ternyata itu adalah surat dari markas Biao Feng Yun. Yang menulis surat itu adalah Tetua Long Fei Hua (Nama orang), di surat itu pun dia menanyakan apakah Ketua Shi Tu bisa berhadapan dengan Ketua Zheng? Dia tidak bisa datang karena diganggu oleh orang-orang Qian Shou Wang (Raja Tangan Seribu). Dia tidak bisa meninggalkan markas Biao...." Wo Shi Shui dan Guo Ao Bai terkejut dan berkata, "Apa? Qian Shou Wang? Zhuo Qian Zhen keluar lagi mengacaukan dunia persilatan?" . Fang Zhen Mei mengangguk dan berkata, "Benar, Zhuo Qian Zhen sangat jahat dan kejam tapi dia juga seorang pesilat tangguh. Dua puluh lima tahun yang lalu dia diburu oleh pendekar-pendekar Zhong Yuan. Dia melarikan diri. Tidak disangka 25 tahun kemudian dia muncul lagi di dunia persilatan. Katanya ilmu silat yang dia miliki sekarang sudah maju pesat. Anak buahnya Qiu Da Gui (Sembilan Setan Besar) semuanya berilmu silat sangat tinggi. Bila dia muncul lagi di dunia persilatan, maka ini akan menjadi musibah besar lagi" Wo Shi Shui marah. Dia menggebrak meja dan berkata, "Baiklah, aku akan membuat dia tahu siapa itu Wo Shi Shui." Fang Zhen Mei dengan berat berakta, "Katanya sewaktu Chang Xiao Bang menyerang Wisma Shi Jian, Zheng Bai Shui juga pergi ke Wisma Shi Jian nntuk bertarung tapi dia bertemu dengan seorang pemuda yang sangat mahir menggunakan senjata rahasia, karena itu dia terlambat datang jadi Qu Lei dan Fang Zhong Pin kalah dalam bertarung. Jika Zheng Bai Shui ikut dalam pertarungan waktu itu, akhir dari pertarungan antara Chang Xiao Bang dan Wisma Shi Jian pasti tidak seperti sekarang. Orang itu sanggup menahan Zheng Bai Shui dengan senjata rahasia dan dia masih muda, di dunia persilatan itu belum pernah mendengar namanya. Waktu itu Chang Xiao Bang dan Wisma Shi Jian sedang bertarung, kalangan dunia persilatan belum tahu bagaimana kekuatan Wisma Shi Jian. Mereka menyangka Chang Xiao Bang pasti akan menang karena itu
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

aku curiga bahwa pemuda itu pasti adalah salah satu di antara dua pemuda pengikut Qian Shou Wang. Tujuannya muncul di sekitar Wisma Shi Jian adalah untuk menghalangi Chang Xiao Bang menang dan mereka membiarkan Ketua Zheng dan Shi Tu ke 12 bertarung, membiarkan mereka berdua mati. Setelah itu Qian Shou Wang baru memiliki kesempatan untuk menguasai dunia persilatan. Aku mempunyai pikiran ini karena pemuda itu mahir menggunakan senjata rahasia. Alasan yang kedua adalah jurus pentungan. Pemuda ini sepertinya adalah murid dia. Muridnya saja begitu lihai, apalagi gurunya?" Wo Shi Shui berkata, "Pergi! Ayo pergi!" Tanya Fang Zhen Mei dengan aneh, "Pergi ke mana?" Wo Shi Shui berteriak, "Bila di dunia persilatan ada kesulitan, kita harus menunggu apalagi? Aku sudah tidak sabar, sekarang kita segera pergi ke markas Biao Feng Yun." Guo Ao Bai juga berkata, "Kalau saja aku bisa pergi, aku juga akan ikut sekarang!" Fang Zhen Mei menghela nafas dan melihat kedua temannya ini. Hatinya berpikir, "Di dunia tidak perlu khawatir tidak ada laki-laki sejati." Dengan tertawa senang dia berkata, "Kita minum arak dan membaca puisi lagi." Wo Shi Shui tertawa dan dia membaca puisi, "Melewati sungai dan langit bagian selatan. Apakah beberapa orang benar-benar pernah melakukan ini? Penduduk Chang An dan pemandangan dulu masih tetap ada...." Fang Zhen Mei juga ikut membaca puisi. "Dulu lahir di sini, sekarang melihat awan dan angin yang lewat. Pohon yang hijau, angin dan asap, rumput dan air, gunung pun berjanji. Begitu keadaan sudah aman dan selesai, baru kita bersulang untuk Tuan."
EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/

TIRAIKASIH WEBSITE http://kangzusi.com/

Mereka bertiga saling memandang dan tertawa. Mereka adalah tiga orang pendekar muda. Tamat Bandung, 03-04-2006 Salam Hormat (See Yan Tjin Djin)

EBOOK BY DEWI KZ http://cerita-silat.co.cc/