Anda di halaman 1dari 6

66 Analisis Ekonomi Teknik Proyek yang kurang memahami teori dan perhitungan detail ekonomi teknik dapat secara

mudah membuat suatu keputusan. Pembaca dipersilahkan pula untuk melihat bab IX dalam memutuskan, merekomendasikan dan memilih alternatif-alternatif yang diusulkan. Dalam hal ini perhitungannya tidak dipergaruhi oleh suku bunga komersil yang berlaku sehingga seing disebut dengan istilah IRR ( Internal Rate Of Return). Hanya saja yang perlu dicatat bahwa bila ternyata hasilnya lebih besar dari suku bunga komersil yang berlaku, maka sering disebutkan bahwa proyek tersebut menguntungkan, tetapi bila lebih kecil maka dianggap rugi. Prosedur perhitungan Rate of Return adalah sebagai berikut: PV Untuk semua biaya = PV untuk semua pemasukkan. Tulis persamaan di atas dengan i ( bunga ) sebagai bilangan yang tidak diketahui dan cari harga i dengan cara coba-coba ini tidak bisa dihindari dalam analisis perhitungan dengan permasalahan yang rumit. Riggs, dkk. (1986) memberikan petunjuk ( clue) untuk mengatasi kerumitan penggunaan trial dan error ini. Pertama-tama adalah menjumlahkan cash flows dari semua biaya pengeluaran dan pemasukkan. Bila hasilnya negative maka dapat diketahui bahwa proposal yang diajukan tidak layak karena sebenarnya dengan penjumlahan cash flows ini kita telah melakukkan prosedur perhitungan dengan besarnya IRR (atau nilai i) nol; sehingga pada tahap ini kita sudah langsung dapat memutuskan bahwa proyek ini tidak layak. Bila angkanya positif, dengan berdasar pada jumlah dan waktu investasi, maka secara kasar akan menunjuk berapa IRR tersebut. Dengan memakai peraturan 72 ( lihat BAB I) yaitu pendugaan nilai dua kali dari sekarang (2*PV) diwaktu yang akan datang (FV) dengan periode dan tingkat suku bunga tertentu dapat dipakai sebagai trial and error berikutnya. IRR dapat lebih mudah dicari dengan trial and error bila variasi permasalahannya tidak banyak. Artinya akan lebih muda bila: - Dominasi cash flow-nya ada pada periode awal (nilai sekarang), atau - Dominasi cash flow pada pembayaran tahunan, atau - Dominasi cash flow pada periode akhir ( nilai yang akan datang).

67 Analisis Ekonomi Teknik

Bila permasalahan merupakan variasi dari periode awal, periode tahunan dan periode akhir maka tebakan (guessing) untuk IRR akan semakin sulit.

5.2. Contoh Soal Contoh soal 1 : Seorang petani membeli 30 Ha tanah dengan harga Rp 100.000.000,- dan menjual 10 tahunn kemudian dengan harga Rp 259.000.000,- Berapa besar Rate of Return-nya ? Jawab: Rp. 100 juta i=? n = 10 tahun Rp. 259 juta

Prosedur PV biaya = PV pemasukkan 100.000.000 = 259.000.000 ( P/F, i, 10 ) dari cara coba-coba diperoleh i = 10 % jadi Rate of Return-nya = 10 % Dengan haraga awal i berapa kita mulai melakukan trial and error? Cash flow yang ada dengan i = 0% Rp.259 juta Rp.100 juta = Rp. 159 juta > dari Rp.100 juta ( nilai awal).

Sehinggal N* =

tebakan pertama kali kita i =

= 7,2%

Dari sini kita bisa memperkirakan bahwa I pasti lebih besar dari 7%, maka kita dapat memulainya dengan i = 8%.

68 Analisis Ekonomi Teknik

Contoh soal 2 : Seperti soal diatas, tetapi petani menjualnya setiap tahunnya 3 Ha dengan harga Rp. 5.900.000,- per Ha. Berapa besar IRRnya ? Jawab : Rp.100.000.000,i=? n = 10

3 ha Rp. 17,7 juta Rp. 100.000.000,- = Rp. 17.700.000 ( P/F, i, 10 ) Dengan cara coba-coba diperoleh i = 12 % IRR = 12 % Contoh soal 3 : Sama seperti soal di atas, tetapi petani menjualnya dengan cara seperti berikut : - 4 Ha dengan harga Rp. 6.000.000/Ha pada 5 tahun pertama. - 2 Ha dengan harga Rp. 6.000.000/Ha pada 5 tahun pertama. Berapa IRRnya? Jawab: 4 ha 0 Rp. 100.000.000,i=? Harga Rp. 6.000.000,- /Ha 2 ha 10

69 Analisis Ekonomi Teknik 100.000.000 = 4*6.000.000 ( P/A, i, 5 ) + 2*6.000.000 ( P/A, i, 5 ) ( P/F, i, 5 )

70 Analisis Ekonomi Teknik Dengan cara coba-coba diperoleh i = 15 % jadi Rate of Return-nya 15 % Dari ke tiga contoh soal di atas bisa diambil kesimpulan bahwa bila petani mendapat sejumlah yang sama lebih awal besarnya Rate of Return akan semakin bertambah. Contoh soal 1 petani mendapat uangnya sesudah 10 tahun. Besar IRRnya adalah yang paling kecil di antara contoh soal 2 & 3. Untuk contoh soal 3, petani mendapat uang lebih besar pada waktu yang sama, dari pada soal No. 2 hingga diperoleh Rate of Return yang terbesar.

71 Analisis Ekonomi Teknik