Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN BIOLOGI PRAKTIKUM ENZIM KATALASE

DISUSUN OLEH :
Andi Tendri Apriliani Fahmi Nur Alfiyan Ismy Muchtar Mia Elvina Damima Nur Indah Lestari Rizky Maharani Rustam

SMA NEGERI 1 KENDARI 2012/2013

Kata Pengantar Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya khususnya bagi penulis yang telah menyelesaikan makalah yang berjudul Praktikum Enzim Katalase Dalam menulis makalah ini, Alhamdulillah penulis tidak mendapatkan kendala kendala, sehingga penyelesaiannya dapat dikerjakan dengan baik. Selain itu penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Orang tua dan semua orang yang terlibat yang telah memberikan dorongan dan motivasi sehingga makalah ini dapat terselesaikan. Disini penulis juga sampaikan, jika seandainya dalam penulisan makalah ini terdapat hal hal yang tidak sesuai dengan harapan, untuk itu penulis dengan senang hati menerima masukan, kritikan dan saran dari pembaca yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga apa yang di harapkan penulis dapat di capai dengan sempurna,

Kendari,26 Agustus 2013 Penulis

ii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................................. ii BAB I : PENDAHULUAN A. B. C. D. E. Latar Belakang .........................................................................................................1 Tujuan Penelitian .....................................................................................................1 Rumusan Masalah ....................................................................................................1 Waktu dan Tempat Penelitian ..................................................................................1 Metode Penelitian ....................................................................................................2

BAB II : PEMBAHASAN A. Landasan Teori.........................................................................................................3 B. Tabel Pengamatan ....................................................................................................5 C. Pembahasan..............................................................................................................5 BAB III : PENUTUP A. Kesimpulan ..............................................................................................................7 B. Saran ........................................................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................9 LAMPIRAN .......................................................................................................................10

iii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Setiap organisme memerlukan makanan untuk tetap dapat menjaga hidupnya. Aktivitas makan dilakukan setiap makhluk hidup tidak memandang usia, spesies, dan jenis kelamin. Makanan yang dikonsumsi selanjutnya akan dicerna oleh tubuh melalui beragam proses. Hasil dari proses tersebut selanjutnya akan berguna untuk pertumbuhan maupun aktivitas makhluk hidup. Namun dari proses pencernaan makanan di dalam tubuh tentunya tidak hanya menghasilkan zat atau senyawa tetapi juga dihasilkan zat-zat yang bersifat racun (toksin) bagi tubuh. Misalnya senyawa Hidrogen peroksida (H2O2) yang berbahaya bagi tubuh. Namun tubuh manusia telah dilengkapi dengan organ hati (hepar) yang memiliki jutaan peroksisom. Organel sel ini menghasilkan enzim katalase yang mampu menguraikan H2O2 menjadi senyawa yang tidak berbahaya. Dalam proses metabolisme, enzim merupakan biokatalisator yang bertugas mempercepat laju reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup.

B. Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini : 1. Mengetahui kerja enzim katalase 2. Mengetahui faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase. 3. Mengetahui ada tidaknya enzim katalase selain pada hati. C. Rumusan Masalah 1. Bagaimanakah kerja enzim katalase ? 2. Apakah faktor faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase ? 3. Apakah organ yang mengandung enzim katalase selain hati ? D. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada : Hari : Selasa Tanggal : 17 September 2013
1

Tempat

: Di Laboratorium SMAN 1 Kendari

E. Metode Penelitian 1. Menentukan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Alat : - 4 tabung reaksi - Tabel pengamatan - Penggaris dan alat tulis - Pipet tetes - Lidi dan korek api - Termometer - Gelas kimia Bahan : - Hati ayam - Jantung ayam - Air dingin - Air panas - KOH - H202

2. Cara Kerja 1. Membuat ekstrak hati ayam 2. Memasukkan ekstrak hati ayam ke dalam 4 tabung reaksi dengan jumlah yang sama. 3. Memasukkan KOH ke dalam salah satu tabung reaksi 4. Memasukkan H2O2 ke dalam salah satu tabung reaksi 5. Memasukkan tabung reaksi tanpa H2O2 dan KOH ke dalam air panas dan air dingin yang suhunya telah diukur terlebih dahulu. 6. Mengamati gelembung gas yang terjadi pada masing-masing tabung reaksi. 7. Menaruhkan lidi yang telah dibakar ke dalam tabung yang ditetesi H2O2 segera setelah ditetesi. 8. Mengulang percobaan dengan menggunakan ekstrak jantung ayam 9. Menulis hasil pengamatan dalam tabel pengamatan.

BAB II PEMBAHASAN A. Landasan Teori

Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh sel tubuh organisme. dalam sel enzim ini diproduksi oleh organel badam mikro peroksisok. Kegunaan enzim katalase adalah menguraikan Hidogen Peroksida (H2O2), merupakan senyawa racun dalam tubuh yang terbentuk pada proses pencernaan makanan. Hidrogen peroksida dengan rumus kimia bila H2O2 ditemukan oleh Louis Jacquea Thenard pada tahuna 1818. Senyawa ini merupakan bahan kimia organik yang memiliki sifat oksidator kuat dan bersifat racun dalam tubuh. Senyawa peroksida harus segera di uraikan menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) yang tidak berbahaya. Enzim katalase mempercepat reaksi penguraian peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). Penguraian peroksida (H2O) ditandai dengan timbulnya gelembung Bentuk reaksi kimianya adalah: H2O --> H2O + O2 Enzim tertentu dapat bekerja secara optimal pada kondisi tertentu pula. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut : a. Suhu Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Protein akan mengental atau mengalami koagulasi bila suhunya terlalu tinggi (panas). b. Derajat keasaman (pH) Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat. c. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim

dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi sub strat dapat menetukan laju reaksi. d. Inhibitor enzim Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi. Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh , terletak dalam ronggaperut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma . Berdasarkan fungsinya, hati juga termasuk sebagai alat ekskresi. Hal ini dikarenakan hati membantu fungsi ginjal dengan cara memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia , urea , dan asam urat dengan memanfaatkannitrogen dari asam amino . Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi .Lobus hati terbentuk dari sel parenkimal dansel non-parenkimal . Sel parenkimal pada hati disebut hepatosit , menempati sekitar 80% volume hati dan melakukan berbagai fungsi utama hati. 40% sel hati terdapat pada lobus sinusoidal. Hepatosit merupakan sel endodermal yang terstimulasi oleh jaringan mesenkimal secara terus-menerus pada saat embrio hingga berkembang menjadi sel parenkimal. Selama masa tersebut, terjadi peningkatan transkripsi mRNA albumin sebagai stimulan proliferasi dan diferensiasi sel endodermal menjadi hepatosit. . Jantung adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang. Istilahkardiak berarti berhubungan dengan jantung, dari kata Yunani cardiauntuk jantung. Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.

B. Tabel Pengamatan

Tabung Reaksi H2O2 KOH Dingin Panas

Ekstrak Hati Ayam Keadaan Gelembung ++++ +++ Keadaan Bara Api ++++ +++ -

Tabung Reaksi H2O2 KOH Dingin Panas

Ekstrak Jantung Ayam Keadaan Gelembung +++ ++ -

Keadaan Bara Api +++ ++ -

C. Pembahasan Dari data yang telah diperoleh, menunjukkan bahwa pada ekstrak hati reaksi yang terjadi jauh lebih cepat dan produk yang dihasilkan juga jauh lebih banyak, berbeda dengan ekstrak jantung dan kentang. Hal tersebut membuktikan bahwa di dalam hati terdapat suatu enzim yang telah menjalankan fungsinya yaitu mempercepat reaksi kimia (biokatalisator). Karena di hati terjadi perombakan zat yang tidak diinginkan oleh tubuh, yang dalam hal ini adanya Hydrogen Peroksida, maka enzim yang digunakan pada proses tersebut tidak lain adalah enzim katalase. Faktor yang mempengaruhi kerja enzim katalase adalah suhu dan pH, hal ini telah dibuktikan pada percobaan di atas. Reaksi di atas dapat dituliskan : H2O2 H2O + O2 Pada saat ekstrak hati dan jantung ditetesi dengan H2O2 maka akan menghasilkan H2O2 dan O2. Terbukti bara api akan menyala dan muncul gelembung gas. Ada tidaknya gelembung merupakan indikator adanya air dalam wujud uap. Sedangkan menyala atau tidaknya bara api merupakan indikator adanya gas oksigen dalam tabung tersebut. Ekstrak ditetesi NaOH dahulu (suasana basa) maka H2O dan O2 yang dihasilkan masih banyak (meski tidak sebanyak jika ditetesi H2O2 saja) terbukti dari bara api dan

gelembung gas yang ada. Berari enzim katalase masih dapat bekerja optimum pada pH netral (7) sampai sedikit basa. Namun jika ekstrak diletakkan dalam suhu yang terlalu tinggi (diatas 60 derajat celcius) maupun di bawah suhu kamar (20 derajat celcius) maka bara api tidak menyala dan gelembung udara tidak muncul. Hal ini karena enzim (katalase) mengalami denaturasi (kerusakan pada sisi aktif enzim sehingga tidak bisa lagi mengikat substrat). Berarti enzim katalase bekerja secara optimal pada suhu kamar (30o 40oC) dan tidak bekerja pada suhu lebih besar atau sama dengan 60o C

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Dari percobaan diatas didapat kesimpulan : 1. Katalase memecah senyawa berbahaya, seperti Hydrogen peroksida (H2O2) di dalam sel hati. Dalam hal ini Hydrogen peroksida bertindak sebagai substrat. Hydrogen peroksida merupakan senyawa reaktif dan dapat merusak sel, kemudian akan didegrasi oleh katalase. Katalase mendegrasi Hydrogen peroksida (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2). 2. Beberapa faktor yang mempengaruhi kerja enzim adalah sebagai berikut : a. Suhu Enzim menjadi rusak bila suhunya terlalu tinggi atau rendah. Gelembung gas tidak ditemukan bila suhunya terlalu tinggi (panas) maupun terlalu rendah (dingin). b. Derajat keasaman (pH) Enzim menjadi nonaktif jika diperlakukan pada asam dan basa yang sangat kuat. Sebagian besar enzim bekerja paling efektif pada kisaran pH lingkungan yang sedikit sempit (pH = 7). Di luar pH optimal, kenaikan atau penurunan pH menyebabkan penurunan aktivitas enzim dengan cepat. c. Konsentrasi enzim, substrat, dan kofaktor Jika pH dan suhu suatu sistem enzim dalam keadaan konstan serta jumlah substrat berlebihan, maka laju reaksi sebanding dengan jumlah enzim yang ada. Jika pH, suhu dan konsentrasi enzim dalam keadaan konstan, maka reaksi awal hinga batas tertentu sebanding dengan substrat yang ada. Jika enzim memerlukan suatu koenzim atau ion kofaktor, maka konsentrasi substrat dapat menetukan laju reaksi. d. Inhibitor enzim Kerja enzim dapat dihambat, baik bersifat sementara maupun tetap oleh inhibitor berupa zat kimia tertentu. Pada konsentrasi substrat yang rendah akan terlihat dampak inhibitor terhadap laju reaksi. e. Konsentrasi substrat, jika konsentrasi substrat ditambah maka kecepatan reaksi pun semakin lambat.

3. Organ yang banyak mengandung enzim Katalase adalah hati sedangkan jantung hanya sedikit.

B. Saran 1. 2. Pengamatan dilakukan dengan teliti Dalam penulisan hasil penelitian harus sesuai dengan data yang ada (objektif).

DAFTAR PUSTAKA Kusumawati, Rohana & Wigati Hadi Omegawati . 2013 . Biologi untuk SMA/MA Kelas XII . Klaten : PT. Macanan Jaya Cemerlang Anonim . 2006 . Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan . Jakarta : depdiknas Prawirohartono, Slamet . 2004 . Sains Biologi 2A . Jakarta : Bumi Aksara Yatim, Wildan . 1991 . Biologi Modern . Bandung : Tarsito

LAMPIRAN A. Proses Praktik Enzim Katalase

10

11

12

13