Anda di halaman 1dari 4

Rontgen Thoraks

Pemeriksaan radiologi toraks merupakan upaya pengkajiaan untuk tujuan diagnosa gangguan sistem kardiovaskular dan respirasi. Pengenalan kelainan yang penting pada foto thoraks sangat bermanfaat bagi dokter hewan praktisi terutama dalam menghadapi keadaan akut sehingga dokter hewan mampu untuk memberikan interpretasi yang benar maupun tindakan yang tepat. Sarana radiologis adalah semua alat yang menggunakan sinar-X atau pengion lainnya sebagai sarana diagnostik, misalnya pesawat sinar-X dan isotop. Ada beberapa cara untuk mendapatkan hasil foto rontgen pada bagian thoraks antara lain; bagian dorsal terlihat sampai dengan os costae 6-8, bagian ventral terlihat sampai dengan costae 8-10. Dalam membaca foto rontgen, hal pertama yang perlu diperhatikan adalah densitas atau derajat tebalnya bayangan hitam pada film. Para radiolog menggolongkan adanya empat densitas yaitu: gas atau udara, air, lemak dan logam.

Macam Pemeriksaan : 1. Pemeriksaan Tanpa Kontras Pemeriksaan ini dipakai rutin dan sebagai pendahuluan yakni pembuatan radiografi thoraks dengan proyeksi dorsoventral, ventrodorsal, dan lateral. Pemeriksaan lainnya yaitu pembuatan radilologi thoraks proyeksi oblique kanan dan kiri, dengan esofagus diisi barium, dan pemeriksaan tembus (fluoroskopi). Pemeriksaan tembus berguna untuk menilai pulsasi jantung dan gerakan diafragma. Pemeriksaan ini harus dibatasi penggunaannya karena besarnya radiasi yang dipancarkan.

2. Pemeriksaan Dengan Kontras Kontras dimasukkan melalui pembuluh darah ke dalam jantung diikuti pembuatan serial radiografi. Pemeriksaan ini berguna untuk melihat kelainan-kelainan yang terdapat dalam jantung seperti: dinding jantung sebelah dalam, katub jantung dan pembuluh darah besar, serta gambaran sirkulasi jantung dengan paru. Pemeriksaan ini juga berguna untuk memberikan informasi keadaan jantung dan pembuluh darah sebelum dilakukan pembedahan.

Interpretasi Dasar Foto Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan interprestasi foto thoraks yaitu: 1. Identitas: nama, nomor RM, tangal dan jam pembuatan foto, tindakan selanjutnya. 2. Ketajaman sinar, apabila terlalu radiopaque (terlalu terang) atau terlalu gelap (radiolusen), maka foto harus diulang karena akan terjadi salah interprestasi.

Tujuan Pemeriksan Foto Rontgen pada bagian Toraks : 1. Menilai adanya kelainan jantung, misalnya : kelainan letak jantung, pembesaran atrium atau ventrikel, pelebaran dan penyempitan aorta (posisi dorsoventral). 2. Menilai kelainan paru, misalnya edema paru, emfisema paru, tuberkulosis paru (posisi ventrodorsal). 3. Menilai adanya perubahan pada struktur ekstrakardiak.

Macam macam proyeksi foto toraks Posisi Ventrodorsal Posisi pengambilan ini biasanya dilakukan di bagian radilogi. Skapula tidak akan menutupi daerah paru. Besar jantung dapat diperkirakan dengan lebih mudah. Tulang rusuk ventral tidak tampak jelas, sedang rusuk di bagian belakang semuanya menuju ke arah tulang punggung. Pada posisi ini kamera berada di belakang pasien.

Posisi Dorsoventral Pengambilan foto ini yang paling sering dilakukan pada pasien gawat, misalnya di ruang rawat darurat atau rawat intensif. Cara mengambil pasien ditidurkan dalam posisi 450 dan pemotretan dilakukan saat inspirasi.

Posisi Lateral Pengambilan posisi lateral tergantung atas indikasi apakah lateral kiri atau lateral kanan. Posisi ini dipakai pada pemeriksaan angiografi (untuk melihat kebocoran septum jantung, aneurisma aorta dan sebagainya).

Penilaian Pembuluh Darah Paru Hilus adalah tempat arteri pulmonalis, vena pulmonalis, bronkus dan saluran limfe masuk ke dalam paru. Hilus kanan letaknya kira-kira di pertengahan dari jarak apeks paru ke diafragma kanan. Hilus kiri letaknya lebih tinggi sedikit. Dari hilus ini dapat diikuti cabang-cabang dari arteri pulmonalis di dalam paru-paru yang makin kecil ke arah perifer. Vena pulmonalis tidak selalu terlihat pada radiografi polos, kecuali pada mitral stenosis. Pembuluh darah paru di lapangan bawah tampak lebih banyak dari pada lapangan paru atas. Trakea tampak jelas

sebagai garis tengah dengan densitas film yang lebih sedikit. Percabangan trakea terdapat pada torkal ke-5.

Perubahan pada Trachea 1. Hypoplastic trachea 2. Tracheal stenosis 3. Collapsed trachea 4. Tracheal tumor 5. Tracheal rupture 6. Bronchial collapse 7. Bronchitis 8. Bronchiectasis 9. Bronchial obstruction

Perubahan pada paru 1. interstitial pneumonia 2. Aspiration pneumonia 3. Broncopneumonia 4. Eosinophilic pneumonia 5. Pulmonary abscess 6. Parasitic pneumonia 7. Mycotic pneumonia (pneumonomycosis) 8. Edema pulmonum 9. Asthma-like disease 10. Pulmonary haemoragica 11. Pulmonary Neoplasia

12. Emphysema pulmonum 13. Atelectatis 14. Lung torsion 15. Chronic obstruktive lung disease