PEDOMAN PEMELIHARAAN SARPRAS RS.pdf

BATAN PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR: 177/KA/IX/2011 TENTANG PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN/ATAU

PERAWATAN SARANA DAN/ATAU PRASARANA PENDUKUNG INSTALASI NUKLIR

KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL,

Menimbang:

a.

bahwa untuk ketertiban dan kelancaran pemeliharaan dan perawatan sarana dan prasarana di lingkungan BATAN, telah ditetapkan Keputusan Kepala BATAN Nomor 037/KA/II/2009 tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir;

b.

bahwa dalam pelaksanaan Peraturan Kepala BATAN sebagaimana dimaksud dalam huruf a terdapat beberapa kendala, sehingga perlu untuk disempurnakan;

c.

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir;

Mengingat

:

1.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1997 tentang Ketenaganukliran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1997 Nomor 23, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3676);

2.

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002, tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 134, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4247);

3.

Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 83, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4532);

4.

Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia

BATAN -2Tahun 2006 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4609); 5. Keputusan Presiden Nomor 71 Tahun 2001 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; 6. Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi dan Tata Kerja

Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2005; 7. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4212) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 53 Tahun 2010; 8. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 75, Tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5136); 9. 10. Keputusan Presiden Nomor 16/M Tahun 2007; Peraturan Menteri Keuangan Nomor 120/PMK.06/2007 tentang Penatausahaan Barang Milik Negara; 11. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara; 12. Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir; 13. Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN; 14. Peraturan Kepala BATAN Nomor 211/KA/XII/2010 tentang Pedoman Penyusunan, Pelaksanaan, Pelaporan, dan Pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Badan Tenaga Nuklir Nasional;

BATAN -3MEMUTUSKAN:

Menetapkan

: PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL TENTANG PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN/ATAU PERAWATAN SARANA

DAN/ATAU PRASARANA PENDUKUNG INSTALASI NUKLIR.

Pasal 1

(1) Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir yang selanjutnya disebut Pedoman

sebagaimana dimaksud dalam Lampiran I merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan ini. (2) Pedoman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertujuan untuk memberikan acuan dan pemahaman yang sama dalam pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana pendukung instalasi nuklir di BATAN sehingga dapat berlangsung secara efektif dan efisien.

Pasal 2

(1) Dalam pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana pendukung instalasi nuklir setiap satuan kerja (satker) wajib membuat prosedur/instruksi kerja sesuai dengan kondisi sarana dan/atau prasarana yang dimiliki dan struktur organisasi masing-masing satker. (2) Pembuatan prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana khususnya yang melibatkan pihak ketiga harus memperhatikan petunjuk pembuatan prosedur sebagaimana dimaksud dalam Lampiran II merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Peraturan ini.

Pasal 3

Pada saat Peraturan Kepala BATAN ini mulai berlaku, Keputusan Kepala BATAN Nomor 037/KA/II/2009 tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau

-ttdHUDI HASTOWO Salinan sesuai dengan aslinya. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 26 September 2011 KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL. dan Hubungan Masyarakat Ferhat Aziz .BATAN -4Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 4 Peraturan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Hukum. Kepala Biro Kerja Sama.

Dengan realitas tersebut. yang mencakup bangunan dan fasilitas pendukung. jenis.BATAN -1LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 177/KA/IX/2011 26 September 2011 TANGGAL : PEDOMAN PEMELIHARAAN DAN/ATAU PERAWATAN SARANA DAN/ATAU PRASARANA PENDUKUNG INSTALASI NUKLIR BAB I PENDAHULUAN A. Dalam pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan diperlukan suatu kartu kendali yang dapat digunakan langsung oleh pelaksana untuk mencatat kondisi dan tindakan yang telah dilakukan terhadap sarana dan/atau prasarana. Kartu kendali dibuat sesuai dengan kondisi lingkungan. pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras mempunyai peran yang sangat penting guna menjaga kehandalan Sarpras untuk mendukung pelaksanaan tugas suatu organisasi. Pihak pabrikan memberikan pedoman pengoperasian/pemakaian dan pedoman pemeliharaan dan/atau perawatan terhadap Sarpras untuk menjaga umur rencana dan fungsi sarpras . sehingga opini masyarakat menjadi negatif dan dapat menggangu perkembangan iptek nuklir di Indonesia. akan menyebabkan penurunan unjuk kerja Sarpras sehingga tidak tercapainya sasaran suatu organisasi dan kadang kala dapat menyebabkan kecelakaan yang mempunyai dampak nasional dan internasional. Apabila Sarpras tidak memadai (mengalami kerusakan). Laju penurunan unjuk kerja bergantung pada cara pemakaian dan pemeliharaan yang dilakukan. sesuai dengan perjalanan waktu (umur) serta upaya pemeliharaan dan/atau perawatan yang dilakukan. Kartu kendali dapat berupa cek list seperti contoh-contoh dalam pedoman ini. . dan lain-lain. Sarpras akan mengalami penurunan unjuk kerja. beban penggunaan. Latar Belakang Sarana dan/atau prasarana (Sarpras) adalah unsur penunjang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik negara dan diadakan dengan sumber pembiayaan y ang berasal dari APBN dan/atau perolehan lain yang sah. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan. Pemeliharaan adalah suatu usaha mempertahankan kondisi Sarpras agar tetap memenuhi persyaratan laik fungsi atau dalam usaha mempertahankan keandalan Sarpras serta menjaga terhadap pengaruh yang merusak. crane. dan lainlain. Kapitalisasi adalah perawatan yang membutuhkan penambahan nilai sarana dan/atau prasarana 8. gudang. umumnya adalah kurangnya perhatian penanggung jawab pemeliharaan dan/atau perawatan. . dan petunjuk pelaksanaan pembuatan prosedur/instruksi kerja pemeliharaan yang harus diikuti oleh semua satuan kerja. belum tersedianya prosedur/instruksi kerja dan standar teknis yang memadai. 6. Dengan latar belakang tersebut. Kerusakan adalah tidak berfungsinya Sarpras akibat:  penyusutan/berakhirnya umur sarana dan/atau prasarana. 2. gedung bengkel. kompetensi pelaksana pemeliharaan dan/atau perawatan. seperti : gedung kantor. gedung laboratorium. dipandang perlu ada pedoman pemeliharaan dan/atau perawatan yang mengatur tentang manajemen pemeliharaan dan/atau perawatan dan ketentuan teknis. 7. Perawatan adalah suatu usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi agar Sarpras dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya dan/atau suatu kegiatan mengganti bagian komponen Sarpras agar tetap laik fungsi dalam rangka menambah panjang umur pemakaian dan terjaminnya keselamatan dalam pemanfaatan.BATAN -2Dalam pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi. Pesawat angkat/angkut adalah peralatan yang digunakan untuk mengangkat/mengangkut barang/orang antara lain: lift. B. 4. 5. lemahnya perencanaan pemeliharaan dan/atau perawatan. forklift dan kendaraan bermotor. 3. Pengertian Umum Dalam pedoman pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras ini yang dimaksud dengan: 1. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. rumah negara.

14. Memperkecil kesalahan pelaksanaan yang dapat menimbulkan kecelakaan kerja kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan. Instalasi Pendukung adalah fasilitas yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan organisasi. Renovasi adalah perubahan/peremajaan/penyempurnaan gedung bangunan. Pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras memenuhi persyaratan teknis. C. 3. Restorasi adalah pengembalian/pemulihan kepada keadaan semula. 10. bencana alam (gempa bumi. Pembangunan adalah kegiatan mendirikan bangunan gedung yang diselenggarakan melalui tahap persiapan. kebakaran. 11. . Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Satuan Kerja adalah pejabat yang bertanggung jawab sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi atau yang ditunjuk oleh kepala satuan kerja atas pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan. teknis. dan/atau perawatan (rehabilitasi/renovasi/restorasi). Rehabilitasi adalah pemulihan kepada kedudukan/keadaan yang dahulu. perencanaan. dan /atau lanjutan pembangunan bangunan gedung yang belum selesai. 2. menguasai dan mengelola Sarpras pendukung instalasi nuklir. Memberikan acuan bagi satker dalam melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras di lingkungan BATAN sehingga tercipta standar/ prosedur/instruksi kerja yang sama dalam melaksanakan pemeliharaan dan/atau perawatan. 15. perbaikan sebagian atau seluruhnya maupun perluasan bangunan gedung yang sudah ada. 2. 12. baik merupakan pembangunan baru.BATAN -3  salah penanganan (beban fungsi yang berlebih. Mempermudah pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras di lingkungan BATAN. fisik maupun fungsi. 9. Tujuan disusunnya Pedoman Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras adalah: 1. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya Pedoman Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras adalah: 1. dsb). tanah longsor dsb). 13. administrasi dan keselamatan. Memperpanjang umur operasi instalasi sehingga dapat menghemat/mengatasi kendala anggaran dan meningkatkan keandalan sarpras . Kepala Satuan Kerja adalah pejabat yang bertanggungjawab atas pelaksanaan kegiatan sebagaimana ditetapkan dalam DIPA. pelaksanaan konstruksi dan pengawasan konstruksi/manajemen konstruksi (MK). baik dari segi keuangan.

3. Terbangunnya citra positif dalam pengelolaan sarpras D. petunjuk dan dan pesawat angkat/angkut. contoh-contoh pemeliharaan pemeriksaan dan/atau sarpras. 4. . sistem keamanan dan keselamatan. 5. BATAN -4Menjamin keandalan Sarpras untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas organisasi. instalasi listrik. prosedur/instruksi prosedur/instruksi kerja kerja pembuatan perawatan. instalasi sistem pendingin ruangan (air condition). instalasi air. sistem komunikasi. Lingkup Pedoman ini mengatur pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan bangunan gedung. contoh-contoh pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras yang dilakukan oleh pihak ketiga di lingkungan BATAN. Meningkatkan peran Sarpras untuk menunjang kegiatan penelitian.

b. diperlukan organisasi dengan struktur yang mencakup dari pimpinan tertinggi yaitu Kepala BATAN sampai dengan teknisi pelaksana dalam bentuk tim. kondisi. 2.A. program. Struktur organisasi pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran I. Pemeliharaan selama pemakaian dan penyimpanan untuk mempertahankan kondisi dan fungsi. Pemantauan operasi. Tugas dan tanggung jawab masing-masing pejabat/tim adalah sebagai berikut: a. f.BATAN -5BAB II MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN/ATAU PERAWATAN SARPRAS A. . Tugas. Kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan mencakup antara lain: a. Penyediaan dan pengelolaan sumber daya serta peralatan pemeliharaan/ perawatan sarana dan/atau prasarana. 1.  Mengendalikan pelaksanaan kebijakan Kepala BATAN di bidang pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras oleh Sekretaris Utama. Organisasi. g. Penyusunan dan pengelolaan dokumentasi pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana. Perawatan dalam hal kerusakan dan penggantian komponen untuk memulihkan fungsi. dan program. dan perencanaan. Kepala BATAN Menetapkan Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarpras Pendukung Instalasi Nuklir BATAN. e. c. dan Tanggung Jawab Dalam mengelola kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras di BATAN. Perumusan kebijakan. d. Pelaporan dan evaluasi pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana. Sekretaris Utama/Deputi  Merumuskan kebijakan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras sesuai dengan lingkup tugasnya. b.

 Melakukan pembinaan terhadap satuan kerja dalam hal pemeliharaan/ perawatan sarana dan/atau prasarana.  Melaporkan hasil monitoring dan evaluasi beserta usulan tindak lanjut kepada Kepala BATAN.  Memberikan masukan dalam penyusunan dokumen teknis pemeliharaan dan/atau perawatan untuk keperluan proses pengadaan barang/jasa. Kepala Satuan Kerja  Menetapkan tim pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras tingkat satuan kerja bagi yang tidak mempunyai bidang/subbidang pemeliharaan.  Melakukan evaluasi terhadap kinerja pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras di lingkungan BATAN.  Melakukan koordinasi pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja.  Memberikan penjelasan teknis tentang pemeliharaan dan/atau perawatan untuk keperluan proses pengadaan barang/jasa.  Memeriksa konsep prosedur pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja.  Menyediakan sumber daya satuan kerja yang diperlukan untuk melaksanakan pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana.  Melakukan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana.  Memastikan bahwa kondisi Sarpras satuan kerja selalu laik fungsi. Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarana dan/atau prasarana  Menyusun prosedur baku bagi pelaksanaan monitoring dan evaluasi pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana. e.  Melakukan monitoring pelaksanaan program pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja tahunan. . d.BATAN -6c. Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Satuan Kerja  Menyusun program pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja tahunan.  Menetapkan prosedur pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja.  Menetapkan program pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja tahunan.  Melakukan monitoring atas implementasi Pedoman Pemeliharaan/ Perawatan sarana dan/atau prasarana.

Selalu tersedia di tempat penggunaan. Dokumentasi dan Perekaman Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dilaksanakan berdasarkan pedoman dan prosedur yang terdokumentasi. Seluruh dokumentasi pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras disusun dan dipelihara dengan mengikuti persyaratan berikut: a.  Melaksanakan barang/jasa. c. Perekaman kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dilakukan dalam format yang telah disepakati dalam prosedur. b. e. f. f.BATAN -7 Menyusun basis data Sarpras satuan kerja. Rekaman dan laporan disimpan dalam kondisi yang pengawasan pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia . Seluruh sumber daya manusia yang terlibat dalam kegiatan pemeliharaan/ perawatan Sarpras harus memiliki kompetensi dibidangnya. Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarana dan/atau prasarana  Membuat konsep prosedur pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja.B. Distribusi dikendalikan. d. Dalam kondisi dapat dibaca dan mudah dikenali Mengandung identifikasi berupa nomor dokumen.  Melaporkan kepada Kepala Satuan Kerja berkaitan dengan pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarana dan/atau prasarana. Alur proses pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran I. nama dan logo instansi “Badan Tenaga Nuklir Nasional” g. B. Prosedur disusun dengan mengacu pedoman ini dan berisi uraian pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras secara lebih rinci sedang instruksi kerja adalah dokumen pokok bagi pelaksana pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dalam melaksanakan pekerjaan berisi langkah-langkah kegiatan yang harus dipatuhi.  Melaksanakan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras satuan kerja sesuai dengan program dan prosedur yang berlaku. Selalu tersedia dalam status yang termutakhir. Perubahan dan status revisi ditunjukkan. Disahkan sesuai dengan tingkat penggunaan.

mudah ditemukan kembali dan ditetapkan masa simpannya. dibutuhkan peralatan yang memadai. serta lokasi penggunaan. Kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras yang membutuhkan kompetensi khusus harus dilakukan oleh petugas pemeliharaan dan/atau perawatan yang tersertifikasi. C. dan kebutuhan biaya. pentingnya terhadap keselamatan. Daftar Induk Dokumen Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus disusun dan disimpan oleh Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Satuan Kerja. Daftar Induk ini sekurang-kurangnya berisi nomor dan nama dokumen. dan skala prioritas dengan prinsip “preventive and predictive maintenance”. fungsi dan aspek keselamatan. Perencanaan Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Perencanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras tahunan disusun oleh Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Satuan Kerja dan disahkan oleh Kepala Satuan Kerja. Rekaman sedapat mungkin disimpan pada lokasi yang terdekat dengan sumber data atau pengguna. Perencanaan ini sekurang-kurangnya mencakup lingkup. serta status dimutakhirkan secara berkala. Peralatan Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarana dan/atau prasarana Untuk menjamin terlaksananya program pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. Daftar inventarisasi peralatan dipelihara sesuai dengan prosedur pengelolaan dokumen yang berlaku. Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja memastikan bahwa peralatan yang disediakan oleh penyedia barang/jasa telah memadai dalam jumlah. . Dalam hal pemeliharaan dan/atau perawatan yang dilakukan oleh penyedia barang/jasa. jadwal kerja. data pemeliharaan sebelumnya. kebutuhan peralatan pemeliharaan dan/atau perawatan serta pengelolaannya menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa. Inventarisasi peralatan dilakukan secara berkala setiap tahun dan disesuaikan dengan frekuensi penggunaan. Kebutuhan peralatan pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras ditetapkan oleh Kepala Satuan Kerja berdasarkan masukan dari Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja.BATAN -8memadai. Kepala Satuan Kerja bertanggung jawab dalam pengelolaan peralatan dengan membuat daftar inventarisasi peralatan beserta status dan kondisinya. Perencanaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras disusun dengan memperhatikan umur pakai. status revisi dan tanggal penerbitan. Peralatan yang disediakan harus sesuai dengan jumlah dan fungsi Sarpras yang tercakup dalam program pemeliharaan dan/atau perawatan. D. personel yang terlibat.

Kaji ulang ini dilakukan dengan memperhatikan hasil evaluasi Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras dan besarnya sumber daya yang diperlukan. Dalam hal ini. suku cadang dan jasa. baik untuk menangani Sarpras yang baru maupun untuk mengikuti perkembangan teknologi pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. RMK ini mencakup prosedur dan instruksi kerja yang harus dipatuhi. Rekaman pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dipelihara sesuai dengan prosedur pengelolaan dokumen yang berlaku. E. Apabila dalam pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras perlu dilakukan pengadaan komponen. Setiap Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras bertanggung jawab dalam pembuatan dan pengelolaan rekaman pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras dengan mengisi formulir yang berlaku secara akurat dan memadai. Selanjutnya Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja melaporkan hasil pelaksanaan pekerjaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen dan Kepala Satuan Kerja. pengadaan harus mengikuti prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Program pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras beserta kaji ulang dipelihara sesuai dengan prosedur pengelolaan dokumen yang berlaku. dan harus melakukan pengawasan lapangan serta melaporkan kepada Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja. Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras tetap bertanggung jawab atas hasil pekerjaan. Pengawasan dapat dilakukan oleh konsultan atau tenaga ahli terkait namun demikian hasil . RMK ini harus disahkan Kepala Satuan Kerja sebelum diterapkan. Jasa pemeliharaan dan/atau perawatan dapat dilakukan oleh penyedia barang/jasa. Program pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras dikaji ulang secara berkala berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi.BATAN -9Program peningkatan keterampilan sumber daya manusia seharusnya direncanakan secara berkala melalui pelatihan. Data ketersediaan suku cadang harus dicatat dan diperbarui setiap ada penggunaan suku cadang. Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras harus menyiapkan dan menyimpan suku cadang yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perawatan sesuai dengan program pemeliharaan/perawatan tahunan. Kepala Satuan Kerja bertanggung jawab melakukan monitoring dan evaluasi internal untuk memastikan tercapainya RMK. Pelaksanaan Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Sebelum melakukan pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. termasuk pembuatan dan pengelolaan rekaman yang diperlukan. Rencana Mutu Kerja (RMK) disusun oleh Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras sesuai dengan Program Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras Tahunan.

Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan memeriksa. Perkembangan pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras beserta statusnya dilaporkan secara berkala. Setiap ketidaksesuaian yang ditemukan dalam monev dari program pemeliharaan harus segera ditangani dan direkomendasikan tindak lanjutnya. Program monev disusun oleh Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras dan disahkan oleh Kepala BATAN.BATAN . Namun. Hal-hal yang diperiksa antara lain kesesuaian dengan rencana mutu kerja. Selama proses pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana. Program pemeliharaan dan prosedur merupakan acuan yang digunakan dalam monitoring dan evaluasi. dan lain-lain. Pemeriksaan dilakukan oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan. survailen lapangan (onsite). Seluruh satuan kerja yang melakukan pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras harus menyusun rencana dan melakukan monitoring dan evaluasi internal serta melaporkan kepada Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. tanggung jawab monitoring dan evaluasi tetap berada pada Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja. dan mengevaluasi serta menganalisis terhadap implementasi kebijakan BATAN dalam hal pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. memantau. audit pelaksanaan serta kendali mutu pemeliharaan dan/atau perawatan. . kajian manajemen. Pemeriksaan hasil pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras dilakukan oleh Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja sebelum serah terima kepada pengguna.10 pekerjaan tetap menjadi tanggung jawab Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana. Penetapan tindak lanjut dilakukan melalui analisis kegagalan. komponen yang rusak diidentifikasi dan dipisahkan untuk menghindari kesalahan penggunaan serta disimpan secara baik guna kebutuhan pemeriksaan oleh pihak auditor. evaluasi program. F. Apabila dalam pelaksanaan monitoring internal ditemukan indikasi kerusakan sarpras yang membahayakan maka Koordinator pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras Satuan Kerja dapat menunjuk tenaga ahli/konsultan di luar tim untuk melakukan kegiatan ini. Bentuk monitoring dapat berupa monitoring dokumen (off-site). ketepatan fungsi dan pemenuhan lingkup serta jadwal pekerjaan. Apabila diperlukan perubahan Rencana Mutu Kerja harus dimintakan persetujuan Kepala Satuan Kerja.

.BATAN .11 Rekaman program monitoring dan evaluasi. hasil kegiatan monitoring dan evaluasi. rekomendasi tindak lanjut beserta penetapannya dikendalikan sesuai dengan prosedur pengelolaan dokumen yang berlaku.

spesifikasi teknis.BATAN . waktu pelaksanaan.  Jadwal Pelaksanaan Penyusunan jadwal pelaksanaan dibuat dengan mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk persiapan.  Perkiraan Biaya Perkiraan biaya pemeliharaan dibuat berdasarkan analisis komponen kegiatan yang dibutuhkan dan harga satuan tiap komponen. Harga satuan harus berdasarkan standar harga satuan setempat yang berlaku.  Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarana dan/atau prasarana Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus menetapkan kompetensi pelaksana pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras untuk menjamin pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan persyaratan teknis yang direncanakan. . waktu operasi kegiatan.  Spesifikasi Teknis Dalam menyiapkan spesifikasi teknis. 2. jadwal pelaksanaan.12 BAB III TEKNIS PEMELIHARAAN DAN/ATAU PERAWATAN SARPRAS Metode Pelaksanaan 1. buku petunjuk pemeliharaan dan/atau perawatan. gambar terbangun. Koordinator Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarpras Satuan Kerja harus menyiapkan dokumen teknis untuk keperluan proses pengadaan barang/jasa yang mencakup lingkup pekerjaan. dokumentasi. dan perkiraan biaya yang dibutuhkan dan disahkan oleh Kepala Satuan Kerja sebelum dilaksanakan. Proses Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Dokumen teknis untuk keperluan proses pengadaan diajukan kepada Kepala Satuan Kerja untuk selanjutnya diproses sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Koordinator Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarpras Satuan Kerja harus berdasarkan persyaratan teknis alat/bahan/suku cadang yang ada. pelaksana pemeliharaan dan/atau perawatan. dan masa berlaku anggaran. Persiapan Sebelum melakukan pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. penunjukan/pelelangan bila menggunakan pihak ketiga. dan petunjuk operasional serta harus berkoordinasi dengan pengguna Sarpras dan Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras.

Data Perencanaan Pemeliharaan dan/atau perawatan Sebelum pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dimulai. Besarnya biaya indeks pemeliharaan bangunan berdasarkan luas bangunan yang ada sedangkan biaya pemeliharaan peralatan berdasarkan jumlah peralatan yang dimiliki. Data kartu kendali dapat digunakan untuk mengevaluasi unjuk kerja dan kondisi Sarpras dari waktu ke waktu. biaya pekerjaan. Pelaksanaan pemeliharaan dilakukan secara periodik dan direncanakan untuk 1 (satu) tahun anggaran. tim pelaksana harus mengidentifikasi kondisi Sarpras fasilitas termasuk peralatan/barang yang memerlukan tindakan pemeliharaan dan/atau perawatan. sehingga dapat dibuat perencanaan tahunan pelaksanaan perbaikan atau revitalisasi. baik yang dilaksanakan sendiri maupun oleh pihak ketiga. Kondisi ini diperoleh dari hasil monitoring dan evaluasi yang dituangkan dalam kartu kendali dan tindakan. Beberapa hal yang harus dilakukan. b.BATAN . keselamatan dan keamanan. Setiap satuan kerja harus membuat kartu kendali untuk Sarpras yang berbeda sesuai dengan manual teknis yang dikeluarkan oleh pabrikan. sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran I. 2) Kegiatan Perawatan dibiayai dari belanja modal kapitalisasi. antara lain: a. Besarnya biaya kapitalisasi disesuaikan dengan tingkat kebutuhan perawatan dan usulan anggaran yang dialokasikan.13 3. Pelaksanaan Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarpras Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dapat dikelompokan menjadi 2 kategori : 1) Kegiatan Pemeliharaan dibiayai dari belanja barang berdasarkan indeks bangunan dan peralatan yang dimiliki oleh satker.C. spesifikasi teknis. selain itu Kegiatan Perawatan dapat juga dibiayai dari belanja modal prasik. Besarnya biaya prasik berdasarkan tingkat kerusakan yang direkomendasikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. jadwal pelaksanaan. standar teknis dan peraturan perundang-undangan. . Pelaksanaan Kegiatan Pemeliharaan dan/atau perawatan Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus dikendalikan meliputi lingkup.

baik gambar maupun spesifikasi teknis. harus terdokumentasi dengan merevisi gambar/spesifikasi teknis . f. dan setiap tahap harus sesuai dengan prosedur. Jika dalam dan pelaksanaan pekerjaan tersebut terjadi perubahan yang berpengaruh terhadap biaya. Pelaporan Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus membuat laporan hasil pelaksanaan kegiatan yang berisi kemajuan pekerjaan dan masalah teknis kepada PPK dan Kepala Satuan Kerja secara berkala. BATAN . instruksi kerja. Dokumen Terbangun Hasil pelaksanaan perawatan yang mengubah kondisi awal. kemajuan pelaksanaan.c. Koordinasi Pelaksanaan Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus mengkoordinasikan seluruh aktivitas pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan dengan pihak yang terkait. Dengan demikian. Kepala Satuan Kerja membuat laporan kepada Tim Pembina Pemeliharaan dan/atau perawatan meliputi rencana tahunan. pihak yang berkepentingan harus menyampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen. g. Semua kegiatan pengawasan dikoordinasikan oleh Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. masalah teknis dan administrasi. karena akan mengganggu program pengguna dan masalah administrasi. e.14 Pengawasan Pelaksanaan Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Setiap pelaksanaan kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus diawasi oleh Pelaksana Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dan/atau konsultan pengawas. apabila ada pihak yang berkepentingan dengan hasil kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras harus disampaikan kepada Koordinator Pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. teknis pelaksanaan dan hal-hal lain yang berpengaruh terhadap unjuk kerja hasil pemeliharaan dan/atau perawatan. Pengendalian Jadwal Pelaksanaan Jadwal pelaksanaan harus dikendalikan secara terus menerus agar tidak terjadi keterlambatan. meliputi jadwal pelaksanaan. spesifikasi teknis yang telah ditentukan. d.

BATAN .15 yang ada. h. Format Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan ini sesuai dengan ketentuan Peraturan mengenai pengadaan Barang/jasa. penyedia barang/jasa menyerahkan hasil pelaksanaan pekerjaan kepada Pejabat Pembuat Komitmen yang dituangkan dalam berita acara serah terima yang sekurang-kurangnya meliputi lingkup pekerjaan. Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa sekurang-kurangnya terdiri dari pelaksana. . waktu pelaksanaan. Pejabat Pembuat Komitmen wajib melaporkan/menyerahkan hasil pekerjaan pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras kepada Kepala Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran. pelaksana penyedia barang/jasa. dan spesifikasi teknis yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan Hasil Pekerjaan. Pemeriksaan Hasil Pemeliharaan dan/atau Perawatan Pemeriksaan hasil pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras dilakukan oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa. Serah Terima Hasil Pekerjaan Setelah pekerjaan selesai dilaksanakan. nilai pekerjaan. untuk mempermudah pelaksanaan pemeliharaan dan/atau perawatan di masa datang dan pemeriksaan auditor. Beberapa hal yang diperiksa antara lain kesesuaian dengan lingkup pekerjaan. pengguna. dan penata/pengatur inventaris. i.

Kepala Biro Kerja Sama. KEPALA BADAN TENGA NUKLIR NASIONAL. Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Instalasi Nuklir ini dapat ditinjau kembali untuk penyempurnaan. monitoring dan evaluasi terhadap kegiatan pemeliharaan/ perawatan. baik struktural maupun fungsional dalam melaksanakan berbagai aspek kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan. -ttdHUDI HASTOWO Salinan sesuai dengan aslinya. serta petunjuk pembuatan prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan. pengawasan. Pemeliharaan dan/atau perawatan Sarpras memuat petunjuk dalam garis besar tentang perencanaan.BATAN . Pedoman ini disusun untuk memberikan acuan bagi semua pelaku kegiatan pemeliharaan dan/atau perawatan pada semua tataran jabatan. dan Hubungan Masyarakat Ferhat Aziz . Pedoman ini disusun secara sistematik untuk mendukung terwujudnya visi BATAN yaitu meningkatkan peran BATAN dan kontribusi iptek nuklir bagi peningkatan kesejahteraan dan perbaikan kualitas kehidupan masyarakat dengan cara yang efisien dan efektif. Mengingat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta situasi dan kondisi di masa depan. pelaksanaan. dan contohcontoh prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras. Hukum.16 BAB IV PENUTUP Pedoman ini mempunyai ruang lingkup untuk menata dan mengelola pemeliharaan dan/atau perawatan sarana dan/atau prasarana instalasi nuklir.

STRUKTUR ORGANISASI PEMELIHARAAN/PERAWATAN SARANA/PRASARANA PENDUKUNG INSTALASI NUKIR Kepala BATAN Sestama/Deputi Tim Pembina Pemeliharaan/Perawatan Kepala Satuan Kerja /KPA Pejabat Pembuat Komitmen Koordinator Pemeliharaan/ Perawatan Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa Tim Penerima Barang/Jasa Pelaksana Pemeliharaan/ Perawatan .BATAN . A.17 ANAK LAMPIRAN I PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR : 177/KA/IX/2011 TANGGAL : 26 September 2011 I.

BATAN . Program dan Perencanaan Penyediaan Sumberdaya Pemeliharaan Perawatan Monitoring Evaluasi & Pelaporan Dokumentasi .I.18 PROSES PEMELIHARAAN/PERAWATAN INSTALASI NUKIR SARANA/PRASARANA PENDUKUNG Perumusan Kebijakan. B.

Balok √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 3. karat tulangan dan Kebocoran Kemiringan dan Keretakan Mur. 2. Dinding Struktur Baja Tiang Kolom Balok Plat Lantai Kelendutan.19 I. Keretakan. Plat Lantai 4. II. Plat Atap 5.C. Lendutan dan kondisi cat Mur.BATAN . karat tulangan dan Kebocoran Kelendutan. Penambahan beban tidak boleh melebihi beban rencana 1. 3. Penurunan dan karat tulangan Kelendutan. baut. CONTOH-CONTOH FORMAT KARTU KENDALI Contoh 1 KARTU KENDALI PEMERIKSAAN BANGUNAN Pemeriksaan Setiap ada penambahan beban Setiap ada Gempa Kebocoran Deformasi 3 Bulanan No Komponen Bangunan Unsur Pemeriksaan Keterangan I. 2. Keretakan. Rangka Atap . baut. korosi. 1. korosi dan kondisi cat Mur. korosi dan kondisi cat 4. baut. Keretakan dan karat tulangan 1. Keretakan. korosi dan kondisi cat Mur. baut. Struktur Beton Kolom √ √ √ √ Penurunan.

Penyelesaian sesuai dengan hasil analisis - Bocor Ket 1. Penyelesaian 1. Penyelesaian 2. Perbaiki waterprofing . Bersihkan/ dikerok 2. Penyelesaian 2. Balok 1. Bersihkan/ dikerok 2. Analisis retak sesuai retak sesuai struktur hasil analisis dengan hasil 2. Dicat Deformasi Tembus 1. - 2. Analisis retak sesuai retak sesuai struktur hasil analisis hasil analisis 2. Analisis struktur Lendut - Miring 1. Analisis 1. Keretakan diisi 3. Analisis struktur 2. Keretakan diisi 3. Analisis Jika melebihi struktur struktur batas normal : 2. Analisis struktur 2. Analisis 1. Penyelesaian sesuai dengan hasil analisis Analisis struktur harus dilakukan oleh tenaga ahli/ konsultan 2. Periksa kondisi tulangan 2. Penyelesaian 2. Perbaikan tulangan dan pelindung tulangan 3. Analisis struktur No Sampai Tulang 1. Penyelesaian 1. Analisis Jika melebihi struktur struktur batas normal : 2. Penyelesaian retak sesuai retak sesuai hasil analisis dengan hasil analisis 1. Penyelesaian analisis sesuai dengan hasil analisis 1. Finishing - 3 Pelat Lantai - - Kamar mandi 1.BATAN .20 Contoh 2 TINDAKAN HASIL PEMERIKSAAN BANGUNAN Konstruksi Beton Kolom Retak Rambut 1. Penyelesaia n sesuai dengan hasil analisis - Turun 1.

BATAN . Perbaiki waterprofing - - .21 4 Pelat Atap 1. Analisis struktur 2. Periksa kondisi tulangan 2. Penyelesaian retak sesuai hasil analisi Jika melebihi batas normal : 1. Analisis struktur 2. Penyelesaian sesuai dengan hasil analisis 1. Penyelesaian retak sesuai hasil analisis 1. Perbaikan tulangan dan pelindung tulangan 3. Analisis struktur 2.

ganti bila bila berkarat Bersihkan bagian dalam bersih Bersih suara normal bersih √ √ √ √ √ .motor fan kondensor Kriteria Harian Tindakan 1.Filter dryer . > 1/2 + 85 % √ √ √ √ √ + 50 psi 20 psi diatas tekanan hisap < ½ tambah refrigerant Lakukan troubleshooting *) bila tidak memenuhi syarat nilai kriteria Lakukan troubleshooting *) bila tidak memenuhi syarat nilai kriteria Lakukan troubleshooting *) bila tidak memenuhi syarat nilai kriteria Ganti oli kompresor Dibersihkan Dibersihkan ganti bearing/ belt bila suara tidak normal . Pompa Chiller Motor pompa Getaran normal Tetesan air normal Getaran normal Suara normal Dudukan kokoh bersih √ √ √ Seal Coupling Bearing √ √ √ √ Panel Listrik .kondensor .Ganti Filter dryer Dibersihkan Ganti/bersihkan kontaktor/relay2 dengan contact cleaner Kencangkan baut-baut pengikat bila getaran tidak normal Setel ulang posisi/ ganti seal bila tetesan air tidak normal lakukan alignment coupling bila getaran tidak normal ganti bearing bila suara tidak normal Kencang baut baut.Ganti seal bila terjadi rembesan oli .compressor .refrigerant Periksa % beban motor Periksa tekanan hisap (PISG) Periksa Tekanan Oli (PSID) Periksa tekanan kompresi (PSIG) .BATAN .22 Contoh 3 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN AC SENTRAL 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan Tahunan Bulanan No Komponen/ yang diperiksa Unit Chiller .Panel kontrol dan listrik bersih 2.

Tangki air .Panel Listrik bersih √ √ .Grill air fresh .Pulley . relay2 Kencangkan baut2 bantalan motor Cek kedalaman pulley.Fan Kuras tangki air berkala Kencangan baut2 bila tangki bergetar tidak normal kencangkan baut2 bantalan bila getaran tidak normal *) dilakukan oleh pelaksana jika tidak memiliki.Blower Suara normal Suara normal Getaran normal Grill terbuka Suara normal bersih Tidak ada air menggenang bersih √ √ √ √ √ √ √ √ √ Bersihkan kontaktor.Filter . dilakukan oleh penyedia barang/jasa .BATAN .Baki penampung air kondensasi .23 panel 3. Ducting .Fan Belt .Cooling coil 4. Cooling Tower . bersihkan bila kotor √ √ √ . Unit AHU . ganti bila perlu Bersihkan saluran air pembuangan bila air tergenang Dibersihkan dengan bahan kimia pembersih Periksa outlet. bersihkan ganti belt bila suara tidak normal Bersihkan bila kotor.Outlet grill Bersih Hembusan angin normal Air bersih Tangki tidak bergetar Getaran normal 5. ganti bila perlu Ganti bearing bila suara tidak normal kencangkan baut2 bantalan bila getaran tidak normal Periksa posisi.

2. 4.getaran. 7. interpon dan Stop kontak Temperatur dan Ventilasi (exhaust Fan) Detektor asap dan pemadam kebakaran Sistem Kerja Kontaktor Bunyi. Bersih Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Normal Tidak Bocor Bersih Basah Karat Normal Bersih Bersih Bersih Bersih Bersih √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Kotor dibersihkan Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Oli kering ditambah/diganti Seal Rusak diganti Kotor dibersihkan / rusak diganti Diberi oli agar basah Diamplas halus Oli kurang ditambah/ berbusa diganti Kotor dibersihkan dan pelumasan bearing Kotor dibersihkan dan pelumasan bearing Kotor dibersihkan dan pelumasan bearing Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan dan beri pelumas .24 Contoh 4 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN LIFT 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan No Komponen/yang diperiksa Standar Tahunan Bulanan Harian Tindakan Ruang Mesin Pemeriksaan : Keadaan ruangan Lampu penerangan. 15. 11. pen dan bearing 1. 14. 6.BATAN . 16. 12. 13.temperature Traction mesin Seal Oli Kerja magnet break Garis standart dan bagian F. 5. Oli gear reduksi Kerja Governor Putaran Beam pully Putaran pully CW (pully sangkar) Pengukuran Stroke Plunger Bagian Sepi. 9. segment.CTR Gerak dan keausan finger. 10. 3. 8.

24. 43. 34. 36. 41. 26. 21. roller & excentric roller Stroke GS Kabel safety shoe dan switch Sekitar safety shoe Tangan-tangan pintu Kerja door motor Vent belt door motor Rantai door motor Level oli door motor Pen guide roller sangkar Rel Basah Basah Kencang > 25 Cm Basah Basah Berfungsi Berfungsi Basah √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Oli kurang ditambah Oli kurang ditambah Dikencangkan Oli kurang ditambah Oli kurang ditambah Rusak diganti Rusak diganti Diberi Oli/grezze 25. 35. 40. 19. Hoist Way Pemeriksaan : Silinder Giude Rail Bagian yang berputar dan meluncur Rantai dan tegangan rantai Pen Guide Roller CW Oli Sangkar CW Kerja limit switch Kerja final limit switch Subselector tape Car Pemeriksaan: Emergency Telepone Lampu emergency Push button. 33.25 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan Tahunan Bulanan Harian No Komponen/yang diperiksa Standar Tindakan 17. 44. 28. 38. 23. OPB dan tutup Mur & lantai Sangkar Fan Keadaan diatas Sangkar Alur Sill pintu dalam dan luar Kerja door closer dan door lock switch Kondisi Door Soe Buka tutup pintu Car Hand rail. 18. 32. Berfungsi Berfungsi Berfungsi Kencang Bersih Bersih Bersih Normal Fungsi Normal Bersih Berfungsi Berfungsi Bersih Bersih Berfungsi Berfungsi Basah Normal Normal Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Dikencangkan Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan Ajuster dan pengamplasan Rusak diganti Ajuster dan pengaplasan Hand rail diamplas dan roller dilumasi Rusak diganti Rusak diganti Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan Rusak diganti Rusak diganti Diberi oli Oli kering ditambah/diganti Oli kering ditambah/diganti . 22. 31.BATAN . 30. 29. 39. 37. 42. 27. 20.

51. 52.26 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan Tahunan Bulanan Harian No Komponen/yang diperiksa Standar Tindakan 45. 48. 46.kerja buffer Kabel tail cord Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi √ √ √ √ √ Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti/diperbaiki Bersih Bersih Normal √ √ √ Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan . 49. 47. 50.BATAN . Entrance Pemeriksaan: Push button. OPB dan tutup Lampu CPI dan push button Lampu indikator & push button tiap2 lantai Kerja push button Pembukaan pintu dengan push button Pit Pemeriksaan : Keadaan ruang pit Oil buffer.

Ganti bila rusak .Periksa Temperatur <30oC √ .Kencangkan baut-baut pengikat.Dibersihkan .Kencangkan bila kendor .Periksa Pulley . ganti bila perlu . Ruang .27 Contoh 5 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN SISTEM VENTILASI TEKANAN NEGATIF 3 Bulanan 6 Bulanan Mingguan No Komponen/ yang Diperiksa Kriteria Tahunan Bulanan Harian Tindakan 1.Periksa Sambungan Ducting Fleksibel . ganti bila perlu .Periksa Impeler Getaran . Lakukan balance impeler bila perlu .Periksa Dudukan Karet dudukan .≥1 atm.Periksa Motor <80% √ Suara normal Temperatur normal √ √ √ .Periksa Baut-baut . Atur kembali kapasitas aliran dan temperatur air chiller/pendingin ruang .Periksa Kelembaban 2.Atur kekencangan v-belt.Periksa V-Belt Kotor Suara normal Suara normal Kencang Rapat √ √ √ √ √ √ .≥80%. ganti bila perlu .BATAN .Cek kedalaman pulley.Tambal bila bocor. Atur kelembaban ruang .Ganti Bearing bila temperatur tidak normal . Blower .≥30oC.Ganti Bearing bila suara tidak normal .Periksa Tekanan < 1 atm √ . Atur tekanan ruang melalui katupkatup kontrol .

ganti bearing bila perlu √ 3.Periksa Bearing < Suhu ruang + 50oC √ . ganti dengan filter baru .4 mbar.P > 5 mbar. ganti dengan filter baru 4.28 Baik .P > 2.P > 10 mbar. Tambahkan pelumas/ganti pelumas. ganti dengan filter baru .4 mbar P < 5 mbar P < 10 mbar √ √ √ . Valve Pengatur Tekanan Periksa Valve Berfungsi .BATAN .>Suhu ruang + 50oC. Filter .Periksa Pre Filter . Bila rusak perbaiki .Periksa Charcoal Filter P < 2.Periksa Absolut Filter (HEPA) .tambahkan pelumas pada bearing.

periksa limit switch.Jika tidak dapat bergerak. ganti baru √ .Jika tidak bergerak. ganti karet pembatas Berhenti otomatis . ganti bila perlu √ .Bila tidak berhenti.Jika jalur terlalu dalam. ganti karet pembatas .Dibersihkan √ √ .Periksa pembatas gerak Trolley .Jika tidak berhenti pada ketinggian maksimal.Bila rusak.BATAN . periksa motor penggerak .Bila rusak. ganti bila perlu . periksa kontrol motor .Bila <5mm. periksa limit switch.Periksa Bentangan Fungsi/gerak √ √ √ √ . lumasi .29 Contoh 6 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN CRANE 3 Bulanan 6 Bulanan Mingguan No Komponen/ yang Diperiksa Kriteria Tahunan Bulanan Harian Tindakan 1. periksa motor penggerak .Periksa Drum .Jika ada kawat yang putus segera diganti √ .Periksa Tali kawat .Jika tidak bergerak.Jika tidak berhenti. periksa limit switch √ √ Kencangkan semua bautbaut .Periksa Pulley . ganti sabuk rem dengan yang baru Berhenti otomatis .Periksa Kait Pengangkat Utama Baik Baik Baik Bergerak naik/turun Berhenti otomatis √ √ Kekencangan baut-baut Tebal Sabuk rem >5mm √ . 3.Periksa pembatas gerak Bentangan Jalur Crane Periksa jalur Trolley .Periksa Trolley Fungsi/gerak Baik Baik 2.Jika alur drum kering. Bentangan Crane . bersih √ .

Periksa tegangan .Ganti bila perlu . Kelistrikan .Periksa Jalur Penghantar .Periksa Sikat Karbon Motor .Jika tidak berhenti pada ketinggian maksimal.Atur pengaman beban lebih .Periksa tegangan .30 Uji Beban : Beban Nominal + 10 % Level oli sesuai batas Bergerak naik/turun Berhenti otomatis √ .Pemeriksaan Kait Pengangkat Pembantu (Apabila ada) Kekencangan baut-baut Tebal Sabuk rem >5mm Uji Beban : Beban Nominal + 10 % Level oli sesuai batas Permukaan silinder baik √ √ √ .Periksa Silinder Rem 4.Uji fungsi 5. Level oli sesuai batas Pabrikan √ √ Penggantian oli dan gemuk (penggantian gemuk setiap 4 tahun) .Periksa oli dan gemuk .Tambahkan oli bila di bawah level √ √ .Jika tidak dapat bergerak.Atur pengaman beban lebih . ganti dengan yang baru .Dibersihkan . periksa limit switch .Bila <5mm. periksa kontrol motor .Periksa kabel penghantar .BATAN .Tambahkan oli bila di bawah level Ganti silinder jika permukaan rusak Bersih Baik Baik On/off √ √ √ √ .Kencangkan semua bautbaut √ √ .Periksa Tombol ‘emergency stop’ Motor Pengangkat Utama .

Periksa terminal Termometer . 6.BATAN . Sistem Pentanahan . oli harus ditreatment/ganti 9. Silicagel .Periksa kebocoran Kering 8. 3.Periksa drain Kering Bersih Bersih Bersih Tidak aus √ √ √ Basah diganti Dibersihkan Debu dibersihkan Dibersihkan Aus diganti 2.Periksa tahanan pentanahan < 5 Ohm < 30 KV √ √ > 5 Ohm diperbaiki > 30 KV.Periksa packing . Terminal Bushing .Periksa Kontak magnit 4.Periksa warna oli Warna terang √ Warna berubah Uji tegangan tembus 5.31 Contoh 7 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN TRANSFORMATOR 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan No Komponen/yang diperiksa Kriteria Tahunan Bulanan Harian Tindakan 1. Tanki .Periksa terminal Reley Bucholz . Terminasi . Tegangan Tembus .Periksa terminasi .Periksa suhu Sesuai pabrikan √ Melebihi standar Periksa kwalitas oli √ Jika lembab/bocor diperbaiki Bersih √ Dibersihkan dari korona 7. Tap Changer .

32 Contoh 8 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN PANEL TEGANGAN MENENGAH 3 Bulanan 6 Bulanan Mingguan No Komponen/yang diperiksa Kriteria Tahunan Bulanan Harian Tindakan 1.Periksa terminal Bersih √ Dibersihkan dari korona Tidak sesuai diganti -Kalibrasi -Periksa Sumber PLN Drop tegangan +10% -Volt meter tidak sesuai diganti 6.Periksa tegangan 20 KV/380 Volt/ 220 Volt √ Sesuai beban √ 8.Periksa tahanan pentanahan < 5 Ohm √ > 5 Ohm diperbaiki 5. 4.Periksa kuat arus Volt Meter . 7. Ampere Meter . Tahanan Isolasi .Periksa tahanan isolasi Jenis /ukuran bersih berfungsi √ √ √ Uji Tahanan Isolasi (Merger) Cukup dibersihkan (Freemaintenance) Periksa kontak hubung. Gas SF 6 Mekanik Switching Periksa pisau hubung Sistem Pentanahan . Ruang Panel Bersih √ Kotor dibersihkan . 2.BATAN . 3. Terminasi .

8.Accu .Periksa terminasi kabel kontrol Sistem Pengaman .33 Contoh 9 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN GENERATOR SET 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan No Komponen/ yang diperiksa Tahunan Bulanan Harian Kriteria Tindakan 1. 6. Bersih Jenis & ukuran Exhaust/ven tilasi Bersih Sesuai standar pabrikan √ √ √ Dibersihkan dari korona -Merger -Tidak laik fungsi diganti Rusak diganti Kotor dibersihkan Tidak sesuai lakukan perbaikan 7 .Bahan Bakar . *) Disesuaikan dengan pemakaian/kebutuhan .Air Radiator 2.Periksa kondisi fisik Ruang GENSET -Periksa sirkulasi udara -Periksa kebersihan Pemasanasan Genset -Periksa semua parameter √ √ √ 3. < 5 Ohm 5. Uji tombol tekan emergency > 5 Ohm diperbaiki 4.Periksa terminal Sistem Pengkabelan . Mesin Diesel . AMF .Periksa tahanan pentanahan Terminasi .Periksa oli Warna Volume Kekentalan Cukup Berfungsi Cukup Bersih Baik & bersih Pabrikan √ Warna berubah diganti Volume kurang ditambah Encer diganti Kurang ditambah *) Air accu kurang ditambah Kurang ditambah Kotor diganti √ √ √ √ √ Kencangkan terminasi .Periksa tombol tekan Sistem Pentanahan .BATAN .

6. 3. 8. 7. Heat Detector Smoke Detector Photo Electrik Detector Audible Alarm Usual Alarm Manual Break Glass Sprinkler -Drain Pengujian √ Valve dibuka Rusak diganti .34 Contoh 10 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN FIRE ALARM SYSTEM Tiga bulannan 6 Bulanan Mingguan No Komponen/ yang diperiksa Tahunan Bulanan Harian Kriteria Tindakan 1. Control Fire Alarm -Card Modul -Battery Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi Berfungsi √ √ √ √ √ √ √ Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti 2. 4.BATAN . 5.

Check valve Berfungsi .Impeler *) √ .Seal Baik Catatan: *) Pemeriksaan tambahan bila ada suara aneh atau berbau Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak/Karat diperbaiki Bocor diganti Seal rusak diganti √ √ Bocor diganti Bocor/rusak diganti .35 Contoh 11 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN HYDRANT SYSTEM 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan Tahunan Bulanan No Komponen/ yang diperiksa Pompa Hydrant Pompa Diesel .Flexible joint Berfungsi . Tanki Tekan -Fisik Baik √ 6. 2. Pompa Jockey .Bearing *) 3.Gate valve Berfungsi .Slang hydrant Baik √ .Foot valve Berfungsi .Barometer 4.Seal Baik √ .Bearing *) Baik .Bahan Bakar .Nozzle Baik √ 7. √ Warna Volume Kekentalan Cukup Berfungsi Cukup Bersih Baik Baik Baik √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ Uji Fungsi Warna berubah diganti Volume kurang ditambah Encer diganti Kurang ditambah Air accu kurang ditambah Kurang ditambah Kotor diganti Rusak diganti Bocor diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Dibersihkan Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti √ √ .Automatic Pressure Berfungsi √ Switch Berfungsi √ . Siemes -Seal Baik 8.Accu .Impeler *) Baik .Air Radiator .Ball valve Berfungsi .Motor Pompa Berfungsi √ 5. Box Hydrant .Seal .Strainer Bersih . Pilar Hydrant .Pressure Safety valve Berfungsi .Periksa oli Harian Tindakan Kriteria 1. Instalasi pipa hydrant .BATAN .

Hanset -Periksa kondisi fisik Berfungsi √ Rusak diganti . Terminal Box .Accu Berfungsi Berfungsi √ √ Kotor dibersihkan Rusak diganti Air accu kurang ditambah 2. Sistem pengkabelan -Periksa kondisi fisik Jenis/ukuran √ Tidak laik fungsi diganti 4.BATAN .Card Module .36 Contoh 12 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN SISTEM TELEPON 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan No Komponen/ yang diperiksa Tahunan Bulanan Harian Kriteria Tindakan 1. PABX .Konektor MDP .Konektor MDF .Konektor Junction Box Bersih Bersih Bersih √ √ √ Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan Kotor dibersihkan 3.

Periksa Tekanan Rusak/karat diperbaiki Rusak diganti Rusak diganti Rusak diganti Kotor dibersihkan Normal √ Tidak normal/tinggi flushing/ganti . 3.BATAN . 4.Periksa Oli Warna Volume Kekentalan . Unit kompresor .37 Contoh 13 KARTU KENDALI PEMELIHARAAN/PERAWATAN AIR COMPRESOR SYSTEM 6 Bulanan Mingguan 3 bulanan No Komponen/ yang diperiksa Tahunan Bulanan Harian Kriteria Tindakan 1.Uji Fungsi Motor Berfungsi Baik Berfungsi Berfungsi Berfungi Bersih √ √ √ √ √ √ √ Warna berubah diganti Volume kurang ditambah Encer diganti Rusak diperbaiki 2. 5. 6. 7. Tanki udara tekan Pressure Safety Valve Ball Valve Check Valve Filter Air Dryer .

8. 4. PETUNJUK UMUM 1. Pengadaan barang jasa dalam rangka pemeliharaan/perawatan harus mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010. 5. Pelaksanaan pembayaran hasil pekerjaan dapat dilakukan setelah pekerjaan diterima yang dibuktikan dengan berita acara serah terima hasil pekerjaan. PEMBUATAN PROSEDUR/INSTRUKSI KERJA Pembuatan prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras meliputi Pembuatan Prosedur Perencanaan. hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemeliharaan sarpras. Pembuatan Instruksi Kerja Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Perawatan. Perencanaan. Kepala Satker wajib memonitor pelaksanaan kegiatan pemeliharaa/perawatan sarpras sesuai dengan prosedur/instruksi kerja yang telah ditetapkan. Pembuatan Prosedur Pelaksanaan Perawatan. Pembuatan Instruksi Kerja Ketidaksesuaian Pelaksanaan. pelaksanaan dan monitoring/evaluasi pemeliharaan/perawatan harus sesuai dengan Pedoman ini. Perencanaan harus didasarkan pada basis data. Setiap prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras harus mengatur keterkaitan peran dan tanggung jawab seluruh pemangku kepentingan. 6. Pembuatan Instruksi Kerja Persetujuan Material. . 9.38 LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR TANGGAL : 177/KA/IX/2011 : 26 September 2011 PROSEDUR/INSTRUKSI KERJA PEMELIHARAAN DAN/ATAU PERAWATAN SARANA DAN/ATAU PRASARANA A. Kondisi kesiapan sarpras dalam mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan adalah sebagai indikator kinerja pemeliharaan/perawatan. 2. dan rencana strategis. Kepala Satker harus menyediakan anggaran yang cukup guna pelaksanaan pemeliharaan sarpras. B. keselamatan dan administrasi. 3. Pembuatan Instruksi Kerja Perubahan Lapangan. 7.BATAN . Pembuatan prosedur/instruksi kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras harus berdasarkan standard teknis.

LINGKUP : Perencanaan perawatan Sarana dan/atau prasarana di lingkungan satker BATAN 3. teknis dan keselamatan kerja...... tanggung jawab..4 Dst. 5. 2.BATAN .1 Kepala Satuan Kerja bertanggung jawab atas penetapan program perencanaan perawatan sarana dan/atau prasarana....1 3.. CONTOH PROSEDUR PERENCANAAN 1..39 Prosedur dan Instruksi Kerja pemeliharaan dan/atau perawatan sarpras antara lain memuat tujuan ruang lingkup... definisi.. C. DEFINISI 3......... dan urutan kerja... ..2 Kepala Bagian/Koordinator Perawatan bertanggung jawab atas perencanaan perawatan sarana dan/atau prasarana. Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan.. 4.. 3.1 Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 45/PRT/M/2007 tentang Pedoman Pembangunan Bangunan Gedung Negara.3 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab atas proses perencanaan perawatan sarana dan/atau prasarana bangunan...... 3.2 Perencanaan adalah .... 4.. acuan.. TUJUAN : Prosedur perencanaan perawatan sarana dan/atau prasarana untuk menentukan langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam perencanaan perawatan sarana dan/atau prasarana agar diperoleh hasil yang mendukung program BATAN serta memenuhi persyaratan administrasi.3 Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses. 4. ACUAN 5. TANGGUNG JAWAB : 4......

Data dukung usulan kegiatan seperti surat penawaran dari penyedia barang/jasa. price list. 6. Data dukung perawatan (brosur. Data usulan perbaikan sarana dan/atau prasarana dari pengguna dan program lima tahunan. Usulan kegiatan (USKEG).1. 4. Rencana program perawatan tahunan sarana dan/atau prasarana untuk usulan pengajauan anggaran. 3. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir. 6.1. 6. PROSEDUR 6.2 Kepala Bagian/Koordinator Perawatan mengevaluasi dan membuat program perencanaan perawatan tahunan: 1. Spesifikasi teknis sarana dan/atau prasarana yang harus dilakukan perawatan sesuai butir 1 dan 2.2 PELAKSANAAN (setelah DIPA ditetapkan) 6. Data kerusakan berdasarkan Kartu Kendali dan prediksi kerusakan berdasarkan standar pabrikan. 6.2.1 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan menyiapkan data teknis sarana dan/atau prasarana: 1. Melakukan koordinasi pembuatan program rencana tahunan. 5. 7.1. 2. 6. 8. Program rencana perawatan tahunan sarana dan/atau prasarana sesuai pagu indikatif dan skala prioritas.1 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan menyusun rencana kegiatan tahunan perawatan sarana dan/atau prasarana: .40 5. Rencana kegiatan yang dibuat oleh Kasubbag/Pelaksana Kegiatan. 5. gambar rencana).2 Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. Usulan kegiatan (USKEG).BATAN .3 Kepala Satuan Kerja menetapkan program perencanaan perawatan tahunan. Analisa biaya yang diperlukan untuk usulan pengajuan anggaran perawatan sarana dan/prasarana.1 PERSIAPAN 6. 3. Menyusun prioritas rencana perawatan sarana dan/atau prasarana. 2. 4.

Mendata ulang kerusakan sarana dan prasarana. 4. Data dukung lelang perawatan sarana dan/atau prasarana (brosur. 3. Merinci biaya perawatan sarana dan/atau prasarana. .A.2 Kepala Bagian/Koordinator Kegiatan mengevaluasi dan membuat rencana tahunan perawatan sarana dan/atau prasarana: 1. 6.2. Penggunaan alokasi dana dan kegiatan yang disetujui dalam DIPA 3. spesifikasi. Alokasi dana dan kegiatan yang disetujui dalam DIPA 2. Usulan rencana tahunan pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana kepada Kepala Satuan Kerja.41 1.3 Kepala Satuan Kerja selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menetapkan program tahunan perawatan sarana dan/atau prasarana sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.BATAN .2. Dokumen teknis untuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa. 5. 2. 5. Mengkoordinasikan pembuatan rencana pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana tahunan. 6. Menetapkan prioritas kegiatan pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana tahunan. gambar) 6. Memeriksa rincian biaya pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana. Jadwal pelaksanaan kegiatan perawatan sarana dan/atau prasarana 4.

.2 Sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat dalam mencapai maksud dan tujuan.3 Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.1 Kepala Satuan Kerja bertanggung jawab atas penetapan prosedur perawatan sarana dan/atau prasarana.42 D. 2. 4.. .. CONTOH PROSEDUR PELAKSANAAN PERAWATAN 1. teknis dan keselamatan kerja.. 4. 4.. TUJUAN : Prosedur pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana ini untuk menentukan langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam melaksanakan perawatan sarana dan/atau prasarana agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan administrasi.......5 Kepala Subbagian/Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab atas proses pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana.... DEFINISI 3.. 3.... 3. TANGGUNG JAWAB : 4. LINGKUP : Sarana dan/atau prasarana di Satker .4 Kepala Bagian/Koordinator bertanggung jawab atas perencanaan dan pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana..6 Panitia Penerima Hasil Pekerjaan bertanggung jawab atas kebenaran hasil pelaksanaan kegiatan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.4 Dst...BATAN ...1 Perawatan adalah suatu usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi agar sarana dan/atau prasarana dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan/atau suatu kegiatan mengganti bagian komponan ..3 Unit Layanan Pengadaan (ULP)/Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa bertanggung jawab atas proses pemilihan penyedia barang/jasa 4. 3...2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bertanggung jawab atas pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana. 3. 4.. 4.

mengusulkan perawatan sarana dan/atau prasarana kepada Kepala Satuan Kerja dan jadwal pelaksanaan kepada PPK.1.3 Kepala Satuan Kerja menetapkan pelaksanaan perawatan sarana dan/atau prasarana dan organisasi pelaksanaan. 6.43 5. . 6. 6. gambar dan personil pelaksana perawatan.B. hasil perhitungan kebutuhan anggaran pelaksanaan perawatan sebagai bahan penetapan HPS. spesifikasi teknis. 6.1 Kepala Subbagian/Pelaksana Kegiatan menyampaikan data sarana dan/atau prasarana yang akan dilakukan perawatan. 6.1 PERSIAPAN 6.1 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah 5. Harga Perkiraan Sendiri (HPS).BATAN .5 Jika perencanaan dilakukan oleh Konsultan Perencana.1.1.1.7 PPK menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada Konsultan Perencana sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.6 PPK melakukan penunjukan Konsultan Perencana sesuai dengan hasil penetapan Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa. dan spesifikasi teknis. jadwal pelaksanaan. PROSEDUR 6.1.1.4 Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. usulan kegiatan perawatan sarana dan/atau prasarana kepada Kepala Bagian/Koordinator.2 Keputusan Kepala BATAN Nomor 360/KA/VII/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja STTN 5. ACUAN 5. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir. Panitia/Pejabat Pengadaan Barang/Jasa melakukan pemilihan konsultan perencana.3 Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN 5.1.2 Kepala Bagian/Koordinator sarana melakukan evaluasi usulan kegiatan kegiatan perawatan dan/atau prasarana. 6.4 PPK menetapkan paket pekerjaan. 6.

2.5 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator menetapkan: jadwal pelaksanaan yang diajukan oleh kontraktor setelah dilakukan pengecekan oleh konsultan pengawas.10 Cara pembayaran hasil pekerjaan Konsultan Perencana dilakukan bedasarkan prestasi pekerjaan dan diatur dalam kontrak. perubahan lapangan. dan/atau .8 BATAN .D. 6. dan prosedur pengamanan kepada konsultan pengawas dan kontraktor yang harus diikuti dalam pelaksanaan kegiatan.9 Penyerahan dokumen perencanaan yang sudah disetujui oleh Koordinator/Kepala Bagian/Bidang dari Konsultan Perencana kepada PPK menggunakan Berita Acara sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. besarnya pembayaran pekerjaan perencanaan maksimal sebesar 90% sisa pembayaran 10% dilakukan setelah pekerjaan kontruksi selesai.44 Koordinator/Kepala Bagian/Bidang melakukan koordinasi pelaksanaan perencanaan dan memberikan data kepada konsultan guna kebutuhan perencanaan. 6.2.4 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator melakukan rapat koordinasi teknis pelaksanaan kegiatan dan menyampaikan instruksi kerja persetujuan material. 6.6. 6.2 PELAKSANAAN 6.2. ketidaksesuaian lapangan. 6.1.2.C. struktur organisasi dan personil pelaksana yang diajukan oleh kontraktor dan konsultan pengawas. serta menyerahkan dokumen kontrak.1 PPK menunjuk penyedia jasa (Kontraktor dan Konsultan Pengawas) dan menandatangani kontrak setelah dilakukan proses pemilihan penyedia barang/jasa sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010.1. pelaksana kegiatan dan user.1.E 6. 6. dan kepada Kontraktor sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.2.3 PPK melakukan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kegiatan dengan konsultan pengawas dan kontraktor.2 PPK menerbitkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada Konsultan Pengawas sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.

masalah-masalah teknis pelaksanaan di lapangan. bagian yang dikerjakan.F 6. jumlah tenaga yang dipekerjakan. Apabila pada tahap pemasangan atau pengetesan ditemukan ketidaksesuaian. material yang ada di pasaran dan/atau atas permintaan user/konsultan pengawas/pelaksana harus mendapatkan pesetujuan sebagaimana diatur dalam instruksi kerja perubahan lapangan.8 Setiap perubahan pelaksanaan kegiatan yang timbul akibat kondisi lapangan.2.2. dan hasil rapat harus didokumentasikan dalam bentuk risalah rapat mingguan sebagai bahan pelaksanaan pekerjaan dan laporan . 6.7 Setiap tahap pelaksanaan kegiatan (mulai material datang. dan kondisi cuaca seminggu terakhir dalam bentuk Laporan mingguan yang disetujui oleh Kasubbag/pelaksana kegiatan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.12 Rapat koordinasi mingguan wajib dilakukan antara Kepala Bagian/Koordinator.2.9 Penyedia barang/jasa harus membuat laporan harian. material yang didatangkan. 6. Konsultan pengawas. 6. 6. maka harus ditangani sesuai dengan instruksi kerja ketidak sesuaian lapangan.2. pemasangan dan pengetesan) harus diawasi oleh konsultan pengawas/Kepala Sub Bagian/Sub Bidang.2. kendala pelaksanaan.11 Bahan rapat sebagaimana dimaksud butir 6. diketahui oleh konsultan pengawas dan pelaksana kegiatan.45 persetujuan metode pelaksanaan yang dibuat oleh kontraktor yang terkait dengan pekerjaan yang dapat mempengaruhi kualitas hasil pekerjaan dan keselamatan.- BATAN . isi laporan meliputi: tenaga kerja. 6.6 Material yang akan digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan harus mendapat persetujuan sebagaimana yang diatur dalam instruksi kerja persetujuan material. 6. kendala pelaksanaan dan kondisi cuaca sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. dalam rapat mingguan tersebut membahas tentang kemajuan pelaksanaan pekerjaan.10 disampaikan 1 (satu) hari sebelum rapat.10 Bahan rapat yang dibuat oleh konsultan pengawas meliputi laporan kemajuan pelaksanaan pekerjaan.G. jumlah material yang didatangkan.2. penyedia barang/jasa dan user.2.2.

2. 6.3.46 bulanan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.3.1 Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan melaporkan ketidaksesuaian (apabila ada) pelaksanaan kegiatan kepada PPK.J berdasarkan Berita Acara Serah Penerimaan Hasil Pekerjaan yang dibuat oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.2 PPK meminta penyedia untuk memperbaiki/menyelesaikan hasil pekerjaan apabila terdapat kekurangan dan/atau cacat hasil pekerjaan. 6.I 6.6 PPK melaporkan dan menyerahkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang/Penanggung Jawab Kegiatan. 6.5 PPK membuat Berita Acara Serah Terima I (Pertama) Pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.3.K.3 Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan membuat Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan.H 6. 6.13 Penerimaan hasil pelaksanaan pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam Instruksi Kerja Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Perawatan dan cara pembayaran hasil pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. 6.BATAN .L.3.3.7 PPK membuat Berita Acara Serah Terima II (Kedua). .4 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada PPK dan Kepala Satker.3.3. setelah selesainya masa pemeliharaan dan semua perbaikan sebagaimana tercantum dalam Anak lampiran II.3 PENERIMAAN HASIL PEKERJAAN 6. 6.

2 Dst.. 4.M. CONTOH INSTRUKSI KERJA PERSETUJUAN MATERIAL 1. DEFINISI 4. alat dan mesin yang akan digunakan dalam pelaksanaan perawatan.1 Penyedia barang/jasa mengusulkan secara tertulis penggunaan material serta contoh/brosur kepada Kepala Bagian/Koordinator sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II.1 Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN. 6.47 E.. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir.2 Kepala Bagian/Koordinator bertanggung jawab atas penetapan material yang akan digunakan 3.3 Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. 4. 5.. TUJUAN Instruksi Kerja Persetujuan Material ini bertujuan untuk melakukan langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja. . LINGKUP Penggunaan bahan. 3.1 Kepala Satker bertanggung jawab atas penetapan Instruksi kerja Persetujuan Material .3 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab atas pembuatan pertimbangan teknis material yang akan digunakan. 2. dan mesin di satker BATAN 3. 6. TANGGUNG JAWAB 3.1 Material adalah bahan. INSTRUKSI KERJA 6.BATAN . alat. ACUAN 5..

maka harus diselesaikan sesuai dengan ketentuan instruksi kerja perubahan lapangan.4 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator melakukan klarifikasi persetujuan material dengan Kepala Sub Bagian/Sub Bidang/Pelaksana Kegiatan. 6. Persetujuan terhadap ususlan penggunaan material. . 6.48 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator menginstruksikan Kepala Sub Bagian/Sub Bidang/Pelaksana Kegiatan/Konsultan Pengawas untuk melakukan pengkajian usulan.3 Kepala Sub Bagian/Sub Bidang/Pelaksana Kegiatan/Konsultan Pengawas melakukan kajian terhadap kesesuaian bahan. Konsultan Pengawas/Penyedia Barang/Jasa. alat dan mesin yang diajukan dengan spesifikasi teknis dan gambar yang telah ditetapkan dalam kontrak kemudian menyampaikan data-data teknis dan pertimbangan teknis kepada Kepala Bagian/Koordinator. 6. hasil klarifikasi dan kesepakatan penyelesaian didokumentasikan.6.2 BATAN .5 Jika material yang digunakan tidak sama dengan ketentuan dalam kontrak.

ACUAN 5. mesin. LINGKUP Bahan.3 Pejabat Pembuat Komitmen bertanggung jawab atas pengendalian jadwal. 5. 5.2 Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. gambar. CONTOH INSTRUKSI KERJA PERUBAHAN LAPANGAN 1. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir. 6.1 Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN.2 Kepala Bagian/Koordinator bertanggung jawab atas pengendalian perubahan lapangan sesuai dengan persyaratan teknis 3.1 User/Pengelola Kegiatan/Penyedia barang/jasa/Konsultan Pengawas/Konsultan Perencana dapat mengusulkan perubahan lapangan dengan menyertakan . TUJUAN Instruksi Kerja Perubahan Lapangan ini bertujuan untuk melakukan langkah- langkah yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja. 2. alat. jadwal dan biaya pada suatu pelaksanaan pekerjaan. 3.49 F. DEFINISI Perubahan Lapangan adalah perubahan pelaksanaan pekerjaan dari ketentuan kontrak.BATAN .4 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab atas kajian usulan perubahan lapangan dari segi teknis dan biaya serta fungsi 4. INSTRUKSI KERJA 6. TANGGUNG JAWAB 3.1 Kepala Satker bertanggung jawab atas penetapan Instruksi Kerja Perubahan Lapangan 3. teknis dan biaya pelaksanaan akibat perubahan lapangan 3.

6.8 Dokumen Perubahan/Adendum Kontrak harus didistribusikan kepada pelaksana terkait (PPK.6 Perubahan lapangan sebagaimana dimaksud butir 6.7 Perhitungan biaya perubahan lapangan mengikuti harga satuan yang ada dalam kontrak. dan konsultan pengawas). kemudian menyampaikan data-data teknis dan pertimbangan teknis kepada Kepala Bagian/Bidang/Koordinator.50 perubahan yang diinginkan (spesifikasi teknis/gambar) dan alasan perubahan kepada Kepala Bagian/Bidang/Koordinator.9 Dokumen perubahan lapangan harus dijadikan dasar pembuatan as built dokumen.2 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator menginstruksikan Kepala Sub Bagian/Sub Bidang/Pelaksana Kegiatan/Konsultan Pengawas untuk melakukan pengkajian perubahan lapangan. 6.3 Kepala Sub Bagian/Sub Bidang/Pelaksana Kegiatan/Konsultan Pengawas melakukan kajian terhadap perubahan lapangan yang diajukan dengan spesifikasi teknis dan gambar. 6. maka perubahan tersebut harus disetujui oleh PPK yang dituangkan dalam bentuk permintaan perubahan lapangan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. penyedia jasa. jika tidak ada dalam kontrak maka menggunakan standar harga satuan yang dikeluarkan instansi yang berwenang.4 Kepala dengan Bagian/Bidang/Koordinator Kepala Sub Bagian/Sub mengkoordinasikan Bidang/Pelaksana usulan perubahan Kegiatan/Konsultan Pengawas dan penyedia barang/jasa untuk penyelesaian masalah.5 Jika perubahan lapangan mengakibatkan perubahan pada waktu.N. dan gambar. 6. 6. . 6. 6. 6.BATAN .5 yang berdampak pada perubahan waktu dan biaya harus dibuat adendum kontrak serta jaminan pelaksanaan harus disesuaikan baik nominal maupun waktu penjaminan. Kepala Bagian/Bidang/Koordinator. biaya. spek teknis.

4 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan bertanggung jawab atas proses penyelesaian laporan ketidaksesuaian pelaksanaan. ACUAN 5. 2. mesin.BATAN . DEFINISI : Ketidaksesuaian pelaksanaan adalah hasil pelaksanaan pekerjaan penyedia jasa yang tidak sesuai dengan ketentuan kontrak.1 Kepala Satker bertanggung jawab atas penetapan Instruksi Kerja Laporan Ketidaksesuaian Pelaksanaan. 3. LINGKUP Bahan. 5. dan bangunan pada suatu pelaksanaan pekerjaan. 3. 3. TANGGUNG JAWAB 3. alat. 4.1 Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN. INSTRUKSI KERJA 6. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir.1 Pelaksana pelaksanaan Kegiatan/Konsultan pekerjaan Pengawas melaporkan ketidaksesuaian kepada Kepala (kondisi penyimpangan) .2 Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. 6. CONTOH INSTRUKSI KERJA KETIDAKSESUAIAN PELAKSANAAN 1.51 G. 5.2 Kepala Bagian/Koordinator bertanggung jawab atas koordinasi Penyelesaian Laporan ketidaksesuaian pelaksanaan. TUJUAN Instruksi Kerja Ketidaksesuaian Pelaksanaan ini bertujuan untuk melakukan langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan perawatan sarana dan prasarana agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan kerja.3 Pejabat Pembuat Komitmen bertanggung jawab atas pengendalian ketidaksesuaian pelaksanaan. 3.

6. dan waktu pelaksanaan dan mengusulkan alternatif penyelesaiannya kepada Kepala Bagian/Koordinator. fungsi. serta memberikan teguran dan sanksi kepada Penyedia barang/jasa. mesin dan bangunan yang dimasalahkan (spek/gambar). alat.5 PPK menetapkan tindak lanjut atas ketidaksesuaian yang terkait waktu dan biaya. bahan. . 6. 6.52 Bagian/Bidang/Koordinator yang meliputi lokasi. 6.O.2 Kepala Sub Bagian/Sub Bid/Pelaksana Kegiatan/Konsultan Pengawas menganalisa dampak yang ditimbulkan akibat dari ketidaksesuaian tersebut meliputi teknis.6 Apabila ketidaksesuaian pelaksanaan dapat diterima dan biaya pelaksanaan tersebut lebih kecil dari kontrak maka penyedia barang/jasa harus mengembalikan selisih biaya kepada negara. Format Laporan Ketidaksesuaian sebagaimana tecantum dalam Anak Lampiran II. 6. apabila biaya pelaksanaan lebih besar dari kontrak maka menjadi tanggung jawab penyedia barang/jasa.4 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator mengkoordinasikan dan menetapkan tindak lanjut atas ketidaksesuaian pelaksanaan yang terkait dengan teknis atas ketidaksesuaian pelaksanaan.3 Penyedia Barang/Jasa mengajukan usulan perbaikan pelaksanaan kepada Kepala Bagian/Bidang/Koordinator.BATAN .

3. CONTOH INSTRUKSI KERJA PANITIA/PEJABAT PENERIMA HASIL PEKERJAAN PERAWATAN 1. LINGKUP Penerimaan Hasil Pekerjaan Perawatan di lingkungan satker BATAN 3.2 Kepala Bagian/Bidang/Koordinator bertanggung jawab dalam hal : . .Menandatangani Pakta Integritas . TANGGUNG JAWAB 3.Penetapan Instruksi kerja Penerimaan Hasil Pekerjaan . 2. DEFINISI Tidak ada tenaga ahli kepada Kuasa Pengguna Anggaran (jika 5.3 Kepala Sub Bagian/Pelaksana Kegiatan bertanggungjawab dalam hal : .53 H. ACUAN 5.Pelaksanakan pemeriksaan dan penerimaan hasil pekerjaan .1 Kepala Satker selaku Kuasa Pengguna Anggaran bertanggung jawab dalam hal: .Pelaksanaan perbaikan atas kekurangan hasil pekerjaan 3.Memeriksa Instruksi kerja pelaksanaan Penerimaan Hasil Pekerjaan.Mengusulkan diperlukan).Penetapan Tenaga Ahli/Tim Ahli. TUJUAN Instruksi Kerja Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan Perawatan ini bertujuan untuk melakukan langkah-langkah yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan penerimaan barang/jasa agar diperoleh hasil yang memenuhi persyaratan kontrak. . 4. 3.Penetapan Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan .4 Panitia/Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan bertanggungjawab dalam hal : .BATAN .Pelaksanaan koordinasi perbaikan atas kekurangan hasil pekerjaan.1 Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Penyusunan Instruksi kerja Penerimaan Hasil Pekerjaan .

6. gambar. volume. jaminan pemeliharaan. 6. 6.7 Membuat laporan hasil pelaksanaan penerimaan barang/jasa kepada Pejabat Pembuat Komitmen. untuk penyelesaian pekerjaan kurang dari 100 % sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. jaminan purna jual hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan kontrak. laporkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk tindak lanjut pemenuhan persyaratan kontrak. 6. petunjuk penggunaan dan perawatan.P.1 Mempelajari dokumen kontrak meliputi spesifikasi teknis. __________________________________________________________________________ KEPALA BADAN TENGA NUKLIR NASIONAL. Peraturan Kepala BATAN Nomor ……. kelengkapan barang.Q. 6. volume.5.4 Jika terjadi ketidaksesuaian. dan Hubungan Masyarakat Ferhat Aziz . dan membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. INSTRUKSI KERJA 6.5 Melakukan pemeriksaan ulang setelah perbaikan dilakukan. uji fungsi. 6.2 BATAN . BQ dan administrasi (as built dokumen.54 Peraturan Kepala BATAN Nomor 392/KA/XI/2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja BATAN. uji fungsi. Kepala Biro Kerja Sama. dan untuk pekerjaan yang mencapai 100% membuat berita acara hasil pemeriksaan pekerjaan sebagaimana tercantum dalam Anak Lampiran II. -ttdHUDI HASTOWO Salinan sesuai dengan aslinya.6 Membuat berita acara hasil pemeriksaan barang/jasa setelah semua persyaratan kontrak terpenuhi. kelengkapan barang.3 Periksa spesifikasi teknis.3 6. jaminan purna jual.2 Buat daftar simak/ceklis untuk pelaksanaan pemeriksaan hasil pekerjaan meliputi spesifikasi teknis. buku manual operasi dan perawatan). Hukum. 5.P. petunjuk penggunaan dan perawatan. tentang Pedoman Pemeliharaan dan/atau Perawatan Sarana dan/atau Prasarana Pendukung Instalasi Nuklir.

.........55 ANAK LAMPIRAN II PERATURAN KEPALA BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL NOMOR TANGGAL II... ………………………………… ( ………………………………………...... Disetujui oleh : Kepala Sub Bagian/Bidang ……… Uraian Kegiatan Jan Rp Feb Rp Mar Rp Apr Rp Mei Rp Jun Rp Jul Rp Agts Rp Sept Rp Okt Rp Nop Rp Des Rp Jml Rencana Rp Realisasi Rp Keteranga n (Saldo) 2. Kode Program : MAK : Output : Sub Output : Pagu Anggaran: Program : MAK : Output : Sub Output : Pagu Anggaran: Dst..... . Disetujui oleh : Kepala Satker …………… Diperiksa oleh : Kepala Bagian/Bidang . ………………………………… ..A...) Nip. …… Jumlah Rencana Total Kumulatif Rencana ………………………... Program/Rencana Tahunan Perawatan Sarana dan/atau Prasarana : : 177/KA/IX/2011 26 September 2011 PROGRAM/RENCANA TAHUNAN PERAWATAN SARANA DAN/ATAU PRASARANA No 1. Total Pagu Anggaran ( ……………………………………….......) Nip.) Nip.. 20. ………………………………… ( ………………………………….. 3...BATAN .

56 II.. 05027/PL 04 01/IV/2011 Pekerjaan Perencanaan Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………. dan kepada Pihak Kedua akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku... *) Penanggung Jawab Perusahaan . Apabila dalam jangka waktu tersebut di atas Pihak Kedua belum juga memulai Pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. …………………… PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ……………………. yang selanjutnya disebut Pihak Kedua.BATAN . 2. maka Pihak Pertama berhak melakukan pemutusan hubungan kontrak secara sepihak tanpa tuntutan dari Pihak Kedua.. Surat Perintah Mulai Kerja ini diperintahkan oleh pihak Pertama kepada Pihak Kedua. …………………… NIP : …………………… ……………………. PIHAK KEDUA CV/PT. yang selanjutnya disebut Pihak Pertama.. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen ………. NIP : ………………………. Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini di tandatangani oleh kedua belah pihak di ……. Nama Jabatan Alamat : : : …………………………. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. …………………………. Pihak Pertama memerintahkan kepada Pihak Kedua untuk memulai melaksanakan kegiatan pekerjaan Perencanaan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal ……… sesuai dengan Kontrak Pekerjaan Perencanaan/Manajemen Kontruksi Nomor : ………… tanggal …………. MEMERINTAHKAN KEPADA II. dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama Jabatan Nama Badan Usaha Alamat Badan Usaha : …………………… :…………………….B.. Berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Nomor : …. : …………………… : …………………… Selaku konsultan Perencana Pekerjaan ……………. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) kepada Konsultan Perencana SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR TANGGAL : ……………………. dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua.…………tanggal ……… bulan …… tahun …………. …………………………. *) ………………. : …………………….

.57 II. Berita Acara Serah Terima Pekerjaan Perencanaan Dari Konsultan Perencana Kepada PPK BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN BERITA ACARA SERAH TERIMA PEKERJAAN PERENCANAAN Nomor : …………………… SATUAN KERJA : ………………………. Tanggal : …………………………… . …………………. dan pihak pertama menerima dari pihak kedua seluruh hasil pekerjaan perencanaan untuk : a. bertempat di ………………..C.. tanggal ….… Tanggal : …………………………… …………………………………………………………. Nomor : …………………….. Alamat Kantor Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA Kedua belah pihak berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan Nomor : ……………….BATAN . Alamat Kantor : Yang selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA II. kami yang bertanda tangan di bawah ini : I. …. NIP : ……………………… Pejabat Pembuat Komitmen :…………………………… Berdasarkan Surat Keputusan : ………………………. Pada hari ini.…. Jl.……. bulan …..…..... Nama Jabatan : : ………………………………….. Satker : …………………………… d. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran : ……………………. …………………… Tanggal : …………………….. Lokasi : …………………………… c. DIPA Nomor Tanggal DIPA Program Kegiatan Kode Kegiatan Sub Kegiatan Kode Sub Keg. Nomor : ……………………. Nama Jabatan : ………………………… :…………………………… Berdasarkan Akte Notaris : …………………………… Nomor : …………………………… Tanggal : …………………………… Bertindak untuk dan atas nama PT/CV …………… : ………………………….. Pekerjaan : …………………………… b. Tanggal : …………… Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan Serah Terima Pekerjaan Perencanaan dengan ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 Pihak Kedua menyerahkan kepada pihak pertama.. tahun …. AKUN : : : : : : : : …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………….

*) ………….58 Pasal 2 Penyerahan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 1. ( sesuai dengan lingkup pekerjaan dalam kontrak ) Demikian Berita Acara Penyerahan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap ……. Dokumen konsep perencanaan : ……………. (……. Seterusnya …………….) dan ditanda tangani di ……………. ( …………… ) rangkap b.BATAN ... ( …………… ) rangkap c. …………………… PIHAK PERTAMA Kepala Satuan Kerja/Pejabat Pembuat Komitmen ………………………. Dokumen Pra Rencana : ……………. PIHAK KEDUA CV/PT. *) Penanggung Jawab Perusahaan …………………… NIP : …………………… . Di atas termasuk meliputi ( sesuai Surat Perjanjian Pekerjaan Perencanaan ) : a. pada tanggal dan tahun tersebut di atas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

*) Penanggung Jawab Perusahaan . …………………… NIP : …………………… ……………………. : ……………………. Selaku Kepala Satuan Kerja/ Pejabat Pembuat Komitmen ……. Surat Perintah Mulai Kerja Kepada Pengawas SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR TANGGAL : ……………………. Pihak Pertama memerintahkan kepada Pihak Kedua untuk memulai melaksanakan kegiatan pekerjaan Pengawasan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal ……… sesuai dengan Kontrak Pekerjaan Pengawasan/Manajemen Kontruksi Nomor: …………… tanggal …………. : ………………………….59 II. yang selanjutnya disebut Pihak Pertama. Berdasarkan Surat Perjanjian Pekerjaan Pengawasan Konstruksi Nomor : ……………… tanggal ……… bulan …… tahun …………………. : …………………….D. : ……………………. Selaku Konsultan Pengawas Pekerjaan ……………. dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. MEMERINTAHKAN KEPADA II. …………………… PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen ……………………. maka Pihak Pertama berhak melakukan pemutusan hubungan kontrak secara sepihak tanpa tuntutan dari Pihak Kedua. dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Apabila dalam jangka waktu tersebut di atas Pihak Kedua belum juga memulai Pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Nama Jabatan Nama Badan Usaha Alamat Badan Usaha : ……………………. : …………………………. PIHAK KEDUA CV/PT.. : …………………….. dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua.. 05027/PL 04 01/IV/2011 Pekerjaan Pengawasan Konstruksi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………. dan kepada Pihak Kedua akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. yang selanjutnya disebut Pihak Kedua. *) ………….…. 2. NIP : ……………………….BATAN .. Surat Perintah Mulai Kerja ini diperintahkan oleh pihak Pertama kepada Pihak Kedua. Nama Jabatan Alamat : …………………………. Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini di tandatanani oleh kedua belah pihak di …….

: …………………………. NIP : ……………………….. dengan ini kami yang bertanda tangan dibawah ini : I. Nama Jabatan Nama Badan Usaha Alamat Badan Usaha : …………………. Demikian Surat Perintah Mulai Kerja ini di tandatanani oleh kedua belah pihak di ……. PIHAK KEDUA Kontraktor Pelaksana Konstruksi CV/PT. maka Pihak Pertama berhak melakukan pemutusan hubungan kontrak secara sepihak tanpa tuntutan dari Pihak Kedua. Apabila dalam jangka waktu tersebut di atas Pihak Kedua belum juga memulai Pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.. *) Penanggung Jawab Perusahaan …………………… NIP : …………………… . Surat Perintah Mulai Kerja Kepada Kontraktor SURAT PERINTAH MULAI KERJA NOMOR TANGGAL : ……………………. dan kepada Pihak Kedua akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku. E..BATAN . yang selanjutnya disebut Pihak Pertama.. Nama Jabatan Alamat : …………………………. Selaku Pejabat Pembuat Komitmen ……. ……………………. 05027/PL 04 01/IV/2011 Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi Pembangunan/Rehabilitasi/Renovasi/Restorasi …………………………. MEMERINTAHKAN KEPADA II. yang selanjutnya disebut Pihak Kedua. : ……………………. Surat Perintah Mulai Kerja ini diperintahkan oleh pihak Pertama kepada Pihak Kedua.. : ……………………. : …………………………. …………………… PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen …………………….60 II.. dan mulai berlaku sejak tanggal ditandatanganinya oleh Pihak Pertama dan Pihak Kedua. Pihak Pertama memerintahkan kepada Pihak Kedua untuk memulai melaksanakan kegiatan pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sejak tanggal ……… sesuai dengan Kontrak Pekerjaan Pelaksanaan Konstruksi Nomor: …………… tanggal …………. dengan ketentuan sebagai berikut: 1. Selaku Penyedia Jasa Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan …………….… :……………………. : ……………………. *) …………. Berdasarkan Surat Penetapan Pemenang Pelelangan/Pemilihan Langsung nomor : ………tanggal …… bulan …… tahun ……. 2.….

……………………….. Kontraktor Pelaksana PT/CV......... ) ( ……………………………… ) ( …………………………. Catatan : ( .......…… ) ... Hari sepenuhnya dapat / sebagian tidak dapat digunakan bekerja Karena ……………………………………………. Jakarta........... F. ……………………....... Laporan Harian LAPORAN HARIAN Hari/tanggal Hari ke Pekerjaan Lokasi : : : : TENAGA KERJA Keahlian Jumlah CATATAN HARIAN Bahan Yg Digunakan Jumlah ALAT YANG DIPAKAI Jenis Alat Jumlah Pekerjaan yang diselenggarakan hari ini Jumlah Pekerjaan dimulai pukul……….....61 II..BATAN ... Hingga pukul …………... Kasubbag/subbid/pelaksana kegiatan: Konsultan Pengawas PT/CV ……………………………...

Laporan Mingguan LAPORAN MINGGUAN REKAPITULASI BOBOT PRESTASI KEMAJUAN PEKERJAAN KONSULTAN PENGAWAS ……………………………… MINGGU KE : TANGGAL KONTRAKTOR ………………………………… : Nama Pek. hari kalender : . 3... % : ... ……………………… ( ……………………………….BATAN . JENIS PEKERJAAN % 1.....G... % : .. % : ...... 2... ) ( ………………………………. hari kalender Dibuat oleh : Kontraktor PT/CV. S/D MINGGU LALU % MINGGU INI % S/D MINGGU INI Rencana % Realisasi % Total Rencana bobot prestasi s/d minggu ini Realisasi bobot prestasi s/d minggu lalu Realisasi bobot prestasi s/d minggu ini Kemajuan/kelambatan bobot prestasi Jangka waktu pelaksanaan Waktu yang telah digunakan Sisa waktu pelaksanaan Mengetahui : Pelaksana Kegiatan Satker ……………..62 II. ……………………… Diperiksa oleh : Konsultan Pengawas PT/CV. Dst... % : .... ) . ) ( …………………………….... : Lokasi : BOBOT No......... hari kalender : ..……… : .

.. ( ...................................... H Risalah Rapat Mingguan RISALAH RAPAT MINGGUAN Nama pekerjaan Lokasi : : Hari/tanggal : Rapat ke : Lampiran : daftar hadir Target penyelesaian Perhatian untuk Status No............ Masalah yang dibahas Dibuat oleh : Konsultan Pengawas PT/CV.BATAN ..........63 II.. ) ......

Tagihan IV setelah masa pemeliharaan berakhir = 5% 100% . Cara Pembayaran Hasil Pembayaran Cara Pembayaran: 1.Tagihan III . Pembayaran dengan termijn dapat dilaksanakan setelah penyedia barang/jasa menyelesaikan pekerjaan minimal sama dengan kesepakatan dalam kontrak yang dibuktikan dengan Berita Acara Kemajuan Pekerjaan.Uang muka setelah penyedia barang/jasa menyerahkan Jaminan Uang Muka = 30% .Tagihan I sebesar 30% .Tagihan I .Uang muka .(30% x 30% UM) = 21% .Tagihan II .Tagihan IV 30% 50% 15% 5% 100% Cara pembayaran termijn : .Tagihan IV 30% 30% setelah bobot prestasi 35% 50% setelah bobot prestasi 85% 15% setelah bobot prestasi 100% 5% dibayarkan setelah masa pemelihanaan berakhir atau setelah pihak penyedia barang/jasa menyerahkan Jaminan Pemeliharaan dari Bank Umum sebesar 5%. 2.(20% x 30% UM)= 14%-5% = 9% .Tagihan III sebesar 20% .Tagihan III .(50% x 30% UM) = 35% .Tagihan I . Pelaksanaan pembayaran: .Tagihan II sebesar 50% .Tagihan II sebesar 50% .Tagihan I sebesar 30% . I. Contoh : Ketentuan bobot prestasi tagihan dalam kontrak (harus disesuaikan dengan pentahapan pelaksanaan kegiatan) .(20% x 30% UM) = 14% (setelah menyerahkan jaminan pemeliharaan) = 100% Cara pembayaran tanpa jaminan pemeliharaan: .Tagihan III sebesar 20% .(30% x 30% UM) = 21% . Pembayaran hasil pelaksanaan pekerjaan Cara pembayaran hasil pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara termijn/sekaligus sesuai kesepakatan dalam kontrak.Tagihan II . Pembayaran Uang muka: Uang muka dapat diberikan maksimal sebesar 30% untuk penyedia barang/jasa usaha kecil dan maksimal sebesar 20% untuk penyedia barang/jasa usaha non kecil setelah penyedia barang/jasa menyerahkan proposal penggunaan uang muka dan jaminan uang muka yang dikeluarkan oleh Bank Umum.Uang muka setelah menyerahkan jaminan UM = 30% .BATAN .64 II.(50% x 30% UM) = 35% .

AKUN : : : : : : : : …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… ……………………. Pihak Kedua dalam kedudukannya seperti tersebut di atas telah menyelesaikan pekerjaan ……………………………………………. berdasarkan Akte Pendirian No…. dengan ketentuan sebagai berikut : Pasal 1 1. untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua. Alamat : ………………………………………………… II. DIPA Nomor Tanggal DIPA Program Kegiatan Kode Kegiatan Sub Kegiatan Kode Sub Keg.. ……………………………. ……………… No: …………………. …………….. No: ……………………. tanggal ………………. tanggal ………………. …………………. ……………………. untuk Program …………. tanggal …. tanggal ………………. Nama Jabatan Alamat : : : …………………………. Pada hari ini. ……………………………. ... tanggal …………….. J. Selaku Kuasa Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Barang/Penanggung Jawab Kegiatan/Kepala Satuan Kerja Kantor …………………… No. Jl. . Pejabat Pembuat Komitmen …………………………… …………………………………………………………..BATAN . dan Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan No: ………………………. Jl. …………………… Nomor BERITA ACARA PENYERAHAN PEKERJAAN : …………………… Tanggal : ……………………. yang selanjutnya disebut Pihak Pertama. bulan …. dengan ini kedua belah pihak sepakat melakukan serah terima pekerjaan ……………………………… pada Satuan Kerja ………………………... tanggal ……………… dari Notaris ……………. ……………………...... ……………………. tanggal ……………… dan menyerahkan pekerjaan tersebut di atas kepada Pihak Pertama. tahun ……. …………. Bank ……………………. sebagai penyedia Barang/Jasa dengan NPWP: …………………… dan Rekening No. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama ………………………. NIP : ……………………. Berita Acara Serah Terima I Pekerjaan Pelaksanaan BERITA ACARA SERAH TERIMA I PEKERJAAN PELAKSANAAN SATUAN KERJA ………………………... pada Satuan Kerja ……………………………………….. Dana tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja ………… No:………………. di ………. bertempat di ………………. tanggal ……………. dan Surat Penawaran CVPT. tanggal ………….. kami yang bertanda tangan di bawah ini : I. dengan baik (prestasi 100%) berdasarkan Surat Perintah Kerja No. Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama CV/PT..65 II. ……………………. dengan Surat Perintah Kerja No.. dan Surat Penawaran CV/PT... sebagai Pejabat Pembuat Komitmen Pada Satuan Keja Kantor Pusat BATAN Tahun Anggaran ……….. Jabatan : Direktur CV/PT. Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan No : ……………………. …. Nama : ……………………………. tanggal …………………. Pada Satuan Kerja ………………………………….... . berdasarkan Surat Keputusan Kepala ……………....

.dan Surat Penawaran CV/PT. tanggal ………………. ……………………. Pada Satuan Kerja …………………….. tanggal ………………. terhadap segala kerusakan dan kekurang sempurnaan pekerjaan serta segera melaksanakan perbaikan/penyempurnaan tersebut... ……………………………………………. No.. …………………… PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Program ……….. maka Pihak Kedua berhak menerima pembayaran sebesar Rp. …………………………………. s/d ……………. Direktur …………………… NIP : …………………… . ……………………….…………….66 2. pada tanggal dan tahun tersebut di atas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.(……………………………………………………………. Pihak Pertama dalam kedudukannya seperti tersebut di atas telah menerima pekerjaan ……………………………………………. Pihak Kedua menjamin pekerjaan ……………………………………………. Pasal 2 Dalam jangka waktu pemeliharaan selama … (…………………) hari kalender terhitung sejak tanggal …….... yang telah diselesaikan dengan baik (prestasi 100 %) oleh Pihak Kedua sesuai dengan Surat Perintah Kerja No. PIHAK KEDUA CV/PT. pada Satuan Kerja ……………………………………. tanggal ………………………….. Demikian Berita Acara Penyerahan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (Tiga) dan ditanda tangani di ……….) dan sudah termasuk pajak-pajak. Pasal 3 Berdasarkan diktum ke 3 (tiga) dan dictum ke 5 (lima) dari Surat Perintah Kerja No. pada Satuan Kerja …………………………………… Jl. . ………………….BATAN . ………………………..

tanggal …. …………………………………… 3. ………………………… Direktur 1. bulan …. NIP : ………………………… . Lokasi : Jl. Surat Penawaran CV/PT. AKUN : : : : : : : : …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………….. K. Berdasarkan Surat Perintah Kerja No. Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan BERITA ACARA PENERIMAAN HASIL PEKERJAAN SATUAN KERJA ………………………. Departemen/Instansi : Badan Tenaga Nuklir Nasional. 2. Surat Perintah Kerja Nomor : ……………………………………. ………………………. kami yang bertanda tangan di bawah ini: 1. : ……………………. tanggal …………………. Pada hari ini. Harga Barang/Jasa : Rp. tanggal …………………...BATAN . Jl. …………………… BERITA ACARA PENERIMAAN HASIL PEKERJAAN Nomor : …………………… Tanggal : ……………………. Dengan ini kami Menerima Hasil Pekerjaan .. 5. ……………………. 4. …………………………… NIP : …………………………. ……………….. 2. Jabatan Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa. Penyedian Barang/Jasa : CV/PT. Berdasarkan . 6.. tanggal ……………………. ……………. 1..67 - II.... II... bertempat di ……………. …………………………………… Demikian Berita Acara Penerimaan Hasil Pekerjaan dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan ditanda tangani di Jakarta pada tanggal dan tahun tersebut di atas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. I. tahun …. DIPA Nomor Tanggal DIPA Program Kegiatan Kode Kegiatan Sub Kegiatan Kode Sub Keg. Pekerjaan : ………………………………………………………… pada Satuan Kerja …………………………………… 2.. N a m a : ……………………. …. ……………………. Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan Nomor : …………….. tanggal ………………. 3.. …………… No. 1. Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa Satuan Kerja …………………….(……………………………………) dan sudah termasuk pajak-pajak. …………………. N a m a 2. Jabatan Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa. Penyedia Barang/Jasa CV/PT.

Dengan ini telah setuju dan sepakat untuk melakukan serah Terima kedua Pekerjaan Pelaksanaan dengn ketentuan-ketentuan sebagai berikut : Jabatan Pasal 1 Pihak Kedua menyerahkan kepada Pihak Pertama dan pihak pertama menerima dari pihak kedua seluruh hasil pekerjaan pelaksanaan untuk : a... L. Berita Acara Serah Terima II Pekerjaan Pelaksanaan BERITA ACARA SERAH TERIMA II PEKERJAAN PELAKSANAAN BERITA ACARA PENYERAHAN PEKERJAAN Nomor : …………………… SATUAN KERJA ……………………….. kami yang bertanda tangan di bawah ini : I.... Surat Perjanjian Pekerjan Pelaksanaan Nomor :………. Laporn Pekerjaan Pelaksanaan Nomor ……… Tanggal ……………. ……………………………. Tanggal : ……………………………………. Pada hari ini.. 4.. DIPA Nomor Tanggal DIPA Program Kegiatan Kode Kegiatan Sub Kegiatan Kode Sub Keg.… Alamat Kantor : ………………………………………………………….. …. : yang selanjutnya disebut Pihak Pertama.…. bulan ….. II... Tanggal : ………………………………………. Berdasarkan Akte Notaris ………………….. : …………………………….BATAN . Tanggal ….. tanggal ….... Kementrian/Lembaga : ………………………………… . ……………………. Addendum Surat Perjanjian Pekerjaan Pelaksanaan Nomor ……... : . Alamat Kantor : ……………………………….68 - II... c.… Berdasarkan Surat Keputusan ……………………..... b.. …………………… Tanggal : …………………….. 3.…… Bertindak untuk dan atas nama PT/CV …………………. Pejabat Pembuat Komitmen ……………………... Kedua belah pihak berdasarkan : 1. Nama : ………………………….…. tahun …… bertempat di ……………... Pekerjaan : ………………………………….. NIP : ……………………. Surat Keputusn Penunjukan dan Perintah Mulai Kerja Nomor : …….…….... Lokasi : ………………………………….………… Nomor : ……………………………………………. AKUN : : : : : : : : …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… ……………………. Jl.….. tanggal …..… Nomor : ………………………………………...……………………… Nama Jabatan yang selanjutnya disebut Pihak Kedua.. Tanggal …….. 2.

BATAN - 69 d. Daftar isian Pelaksanaan Anggaran Nomor Tanggal :……….. : ……………. : ……………… Pasal 2 1. Pihak pertama telah menerima dengan baik segala perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak kedua selama masa pemeliharaan terhitung sejak tanggal ………..sampai dengan tanggal………… 2. Selanjutnya pihak kedua tetap bertanggung jawab atas cacat-cacat tesembunyi selama …..(……) tahun, terhitung sejak tanggal serah terima kedua pekerjaan pelaksanaan, sesuai ketentuan pasal ………….. Surat Perjanjian Pelaksanaan Nomor :………….. tanggal………… Pasal 3 Sebagai kelengkapan Berita Acara Serah Terima Kedua ini dilampirkan dokumen administrasi bangunan yang terdiri dari : 1. Dokumen kelengkapan untuk pendaftaran bangunan gedung Negara 2. As-built drawing 3. Dokumen pedoman operasional dan pemanfaatan (bila disyaratkan) 4. ………….. 5. Dan seterusnya,

Demikian Berita Acara Serah Terima Kedua pekerjaan pelaksanaan ini dibuat dan ditandatangani di……… pada tanggal tersebut diatas, untuk dipergunakan seperlunya.

PIHAK KEDUA CV/PT. ……………………

PIHAK PERTAMA Pejabat Pembuat Komitmen Program ………. Pada Satuan Kerja …………………….

………………………. *)……………………... Catatan *) Penanggung jawab perusahaan

…………………………. NIP : ……………………

BATAN - 70 II.M. Persetujuan Penggunaan Material

PM No. ……….. Halaman 1 PERSETUJUAN MATERIAL (PM) Pekerjaan Kontrak Nomor Penyedia Barang/Jasa Konsultan Pengawas Kontrak Nomor Data Material : : : : : Ketentuan Spek Usulan

Garansi Contoh Brosur Penyedia Barang/Jasa Yang Mengajukan

: : : Nama Jabatan Tanggal

BATAN - 71 -

II. N. Perubahan Lapangan
PPL No. : Tanggal :

PERMINTAAN PERUBAHAN LAPANGAN (PPL) Pekerjaan : Penyedia Jasa : Konsultan Pengawas : Inisiator Perubahan Nama : Jabatan : Organisasi : Gambar, Spesifikasi, Dokumen Yang Dipermasalahkan

Kontrak No. : Kontrak No. :

Sebab-sebab Perubahan

Perubahan Yang Diusulkan

Akibat

- Desain ………… - Biaya ………….. - Waktur ………… Nama Tanda Tangan Tanggal

Persetujuan Penyedia Jasa Konsultan Kasubbag/subbid Kabag/bidang PPK

O.BATAN . Kontrak ……………………………. LKS Tanggal Hal Lokasi : : : : : Masalah Spesifikasi Gambar Perbaikan Yang Diajukan Persetujuan Penyedia Jasa Konsultan Pengawas Kasubbag/subbid Kabag/bidang Nama Tanda Tangan Tanggal . Kondisi Penyimpangan Dibuat Oleh No. Laporan Ketidaksesuaian LAPORAN KETIDAKSESUAIAN (LKS) Penyedia Barang/Jasa …………………………….72 II.

kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. tanggal ………………. Bahwa pekerjaan telah diselesaikan dengan baik (prestasi 100 %) sebagaimana mestinya sesuai dengan Surat Perintah Kerja No. …………..pada Satuan Kerja …………. ………………. Jl. 2. atas segala kerusakan dan kekurangsempurnaan pekerjaan wajib segera memperbaikinya/menyempurnakannya... … tanggal …… bulan …. 1.) dan sudah termasuk pajak-pajak : CV/PT. P. ………………….. menjamin pekerjaan Pemeliharaan/Perawatan …………………… selama … (…………………) hari kalender terhitung sejak Penyerahan Pekerjaan. Penyedia Barang/Jasa CV/PT.. No. : …………………….. tanggal …… : ……………………………………………. AKUN : : : : : : : : …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… …………………… ……………………. ………………. Jabatan Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa.. Dengan ini menyatakan : 1... …………….. N a m a : …………………….. …………………… BERITA ACARA PEMERIKSAAN PEKERJAAN Nomor : …………………… Tanggal : …………………….. telah melakukan pemeriksaan atas penyelesaian pekerjaan pada : Pekerjaan Lokasi Departemen/Instansi Surat Perintah Kerja Nomor Harga Barang/Jasa Penyedian Barang/Jasa : …………………………………….. : Rp. …………………. DIPA Nomor Tanggal DIPA Program Kegiatan Kode Kegiatan Sub Kegiatan Kode Sub Keg. Jabatan Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa. ………………………… NIP : …………………………...... NIP : ………………………… ………………………… Direktur . ………………. dan Surat Penawaran CV/PT.. tanggal ………………………. tanggal ………………….(…………………………………. No.. CV/PT. Berita Acara Hasil Pemeriksaan Pekerjaan SATUAN KERJA ………………………. N a m a 2.BATAN . Pada hari ini. ………. : Badan Tenaga Nuklir Nasional.. tahun . ……. bertempat di …………………. : ………………………. .73 II. ………………………. Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan Barang/Jasa Satuan Kerja ……………………. 2. …………………. Demikian Berita Acara Pemeriksaan Pekerjaan ini dibuat dalam rangkap 3 (tiga) dan ditanda tangani di Jakarta pada tanggal dan tahun tersebut di atas untuk dipergunakan sebagaimana mestinya. sesuai Surat Penawaran CV/PT.

....6 diisi dengan tanda (˅) Penyedia Barang/Jasa Pelaksana Kegiatan (……………………........... (......................) Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan 1..................... 3.......... Catatan : a... ... 2.. Berita Acara Hasil Pemeriksaan Barang/Jasa BERITA ACARA HASIL PEMERIKSAAN BARANG/JASA DAFTAR SIMAK/CEKLIS Nama Barang/Jasa : .........) Konsultan Pengawas (…………………………...BATAN ... ........74 II...... ....... 3.. 1 1.. 4..... 5............. Pengisian kolom 5.. Kesesuaian No... Hari/Tanggal : ....................Q .) ...... Obyek pemeriksaan disesuaikan dengan persyaratan kontrak b...... Obyek Pemeriksaan 2 Spesifikasi Teknis Volume Kelengkapan Barang Uji fungsi Administrasi Ketentuan Kontrak 3 Pelaksanaan Sesuai 4 5 Tidak sesuai 6 Keterangan 7 2...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful