Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS STANDAR PROSES

Komponen
I. PERENCANAAN 1. Silabus Silabus dikembangkan berdasarkan Standar Isi (SI), Standar Kompetensi Lulusan (SKL), dan panduan KTSP. Silabus yang dikembangkan di SMK Negeri 1 Martapura berdasarkan Standar Isi sesuai Permen No. 22 Tahun 2006, Standar Kompetensi Lulusan sesuai Permen No. 23 Tahun 2006, serta sesuai dengan panduan pengembangan kurikulum dan silabus oleh BNSP. Silabus di sekolah kami di susun dalam TIM Pengembang Kurikulum SMK Negeri 1 Martapura melalui IHT / Workshop, dengan komponen identitas mata pelajaran atau tema pelajaran, SK, KD, materi pembelajaran, Kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. Di sekolah kami telah dilaksanakan pengembangan Silabus dilakukan oleh kelompok Guru Mata Pelajaran sesuai dengan kompetensinya melalui IHT / Workshop RPP yang dirancang dijabarkan dari silabus untuk mencapai pembelajaran efektif sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai kompetensi dasar. Setiap guru di sekolah kami menyusun RPP secara lengkap dan sistematis. RPP disusun oleh setiap guru untuk setiap kompetensi dasar berdasarkan prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran sebagai berikut : a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik b. Mendorong partisipasi aktif peserta didik c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis d. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut. Keterkaitan dan keterpaduanf. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi Pelaksanaan review RPP yang sudah dibuat maupun dilaksanakan oleh guru belum optimal. Pada Tahun Pelajaran 2011/2012, sekolah mengupayakan untuk menfasilitasi kegiatan pengembangan silabus hasil melalui IHT / Workshop, dengan penambahan unsur pendidikan karakter pada setiap mapel.

Kondisi Ideal

Kondisi Riil

Rencana Tidak Lanjut

2. RPP

Pengembangan Silabus dilakukan guru secara mandiri atau berkelompok. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun berdasarkan pada prinsip-prinsip perencanaan pembelajaran.

Sekolah kami perlu membuat rencana revisi kurikulum pada setiap tahun Sekolah kami akan mereview RPP yang telah disusun sebagai acuan untuk penyusunan RPP pada Tahun Pelajaran 2011/2012 sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik

II. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

2.1. Persyaratan Pelaksanaan

RPP memperhatikan perbedaan gender, kemampuan awal, tahap intelektual, minat, bakat, motivasi belajar, potensi, kemampuan sosial, emosional, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai-nilai, dan lingkungan peserta didik. Siswa dapat mengakses buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran dengan mudah.

Di sekolah kami RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. Pelaksanaan review RPP yang sudah dibuat maupun dilaksanakan oleh guru belum optimal.

Sekolah kami akan mereview RPP yang telah disusun sebagai acuan untuk penyusunan RPP pada Tahun Pelajaran 2011/2012 sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik menambahkan unsure pendidikan karakter.

Untuk membantu dan memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran, di sekolah kami menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah dipilih melalui rapat guru dan berpedoman pada buku-buku teks pelajaran yang ditetapkan oleh Mendiknas RI. Sekolah kami cukup tersedia beragam buku sumber, buku panduan guru, buku pengayaan, buku referensi untuk guru. Sekolah kami juga memfasilitasi kepada guru untuk membuat modul pembelajaran Ketersediaan buku teks di sekolah kami sudah memadai. Sumber belajar lain di luar sekolah belum dimanfaatkan secara optimal dalam pembelajaran. Untuk membantu dan memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran guru-guru di sekolah kami menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran. Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah adalah buku-buku yang telah disediakan di perpustakaan sekolah. Sumber belajar lain di luar sekolah belum dimanfatkan secara optimal dalam pembelajaran

Sekolah lebih mengoktimalkan pembuatan sumber belajar oleh guru yang sesuai dengan kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik

2.2. Pelaksanaan Pembelajaran

Guru menggunakan buku panduan, buku pengayaan, buku referensi, dan sumber belajar lain selain buku pelajaran secara tepat dalam pembelajaran untuk membantu dan memotivasi peserta didik.

Sekolah kami perlu mengoptimalkan pembuatan modul oleh guru

Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan yang rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup.

Para guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup, hal ini terlihat pada RPP yang telah disusunnya dengan kegiatan pendahuluan yang meliputi : menyiapkan fisik dan mental siswa untuk belajar, penyampaian tujuan pembelajaran dan rambu-rambu kegiatan, sedangkan kegiatan inti meliputi tahapan ekplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, sedangkan pada kegiatan penutup meliputi kegiatan evaluasai, refleksi dan tindak lanjut berupa pemberian tugas / PR. Pelaksanaan kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD yang dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik Dalam kegiatan penutup, guru: a. Bersama-sama dengan peserta didik dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran; b. Melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran; d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar peserta didik; e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya. Ada sebagaian guru yang belum mampu melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana pembelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, dan menantang mencakup kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup

Pada Tahun Pelajaran 2011/2012 sekolah kami akan mengusahakan mengadakan workshop dengan menggunakan metode yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, kreatif, menantang dan memotivasi peserta didik

III. PENILAIAN HASIL PEMBELAJARAN Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi. Para peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi dalam kegiatan inti yang dirancang dalam proses pembelajaran yang menggunakan multi metode dengan kegiatan Hanya sebagian guru di sekolah kami yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melakukan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi Sekolah kami pada Tahun Pelajaran 2011/2012, mengharuskan pada semua guru untuk memberi kesempatan kepada peserta didik dalam memperoleh kesempatan yang sama untuk melakukan ekplorasi dan elaborasi, serta mendapatkan konfirmasi, melalui IHT.

Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan pada setiap tahap meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian hasil pembelajaran. Supervisi dan evaluasi proses pembelajaran dilakukan secara berkala dan berkelanjutan oleh Kepala Sekolah dan Pengawas.

Di sekolah kami sudah memiliki program supervise Di sekolah kami sudah dilaksanakan supervise pembelajaran oleh pengawas dan kepala sekolah Supervisi yang dilakukan di sekolah kami mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan penilaian hasil pembelajaran

Sekolah kami perlu menindaklanjuti hasil supervisi

Di sekolah kami sudah memiliki program supervise untuk proses pembelajaran Di sekolah kami sudah dilaksanakan supervise proses pembelajaran oleh pengawas dan kepala sekolah Supervisi proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah kami belum secara berkala dan berkelanjutan

Sekolah kami perlu memaksimalkan supervise secara berkala dan berkelanjutan