Anda di halaman 1dari 8

RANGKUMAN BAB III DAN IV

Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teknologi Pembelajaran yang diampu oleh Drs. CHUMDARI, M.Pd Disusun oleh :

RAHMAT ISNADI K 2509053

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK MESIN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK DAN KEJURUAN FAKULTAS KEGURUAN dan ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA

BAB III LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI


A. Pendahuluan Banyak kendala yang dihadapi dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang diamanatkan undang-undang. Kendala-kendala itu antara lain: 1) masalah pemerataan dan perluasan akses pendidikan; 2) peningkatan mutu, rele-vansi, dan daya saing pendidikan; 3) peningkatan governmance dan akuntabilitas pengelolaan pendidikan.Salah satu alternatif pemecahan masalah pendidikan ini melalui penerapan teknologi pembelajaran yaitu dengan mendayagunakan sumber-sumber belajar yang dirancang, dimanfaatkan, dan dikelola untuk tujuan pembelajaran. Salah satu bentuk sumber belajar yang bisa digunakan untuk pemecahan masalah ini adalah dengan memanfaatkan hal yang dikembangkan melalui teori komunikasi dan teknologi komunikasi. B. Teori Komunikasi Komunikasi merupakan peristiwa sosial dan terjadi ketika manusia berinteraksi dengan manusia lainnya.Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal. Komunikasi memiliki banyak manfaat dalam kehidupan manusia dan memainkan peranan sentral dalam segala aspek kehidupan manusia baik secara sempit maupun luas. Beberapa definisi komunikasi: Websters New Collegiate Dictionary (1977) suatu proses pembentukan, penyampaian, penerimaan, dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang dan/atau diantara 2 orang atau lebih. The International Commision for the Study of Communication Problem (1980) proses dalam mempertukarkan berita, data, pendapat, dan pesan antara perseorangan dan masyarakat. Beberapa karakteristik pokok komunikasi: a) komunikasi sebagai proses; b)upaya yang disengaja dan memiliki tujuan; c) menuntut adanya partisipasi dan kerjasama pelaku yang terlibat; d) bersifat simbolis; e) bersifat transaksional; f) menembus factor waktu dan ruang. Komunikasi melibatkan sedikitnya empat faktor yaitu: sumber (sources) pesan (message) media atau saluran (channel) penerima (receiver). Faktor-faktor yang memengaruhi kelancaran berkomuniksi antara lain: pengeetahuan, pengalaman, intelegensi, kepribadian dan biologis. Selain komunikasi verbal dan non verbal, komunikasi bisa juga dibedakan menjadi a) komunikasi persona (personal communication) dibagi komunikasi intrapersona dan antarpersona.; b) komunikasi kelompok group komunikasi kelompok kecil dan besar; c) komunikasi massa. Ilmu komunikasi dari waktu ke waktu makinberkembang dengan pesat, ditandai dengan munculnya berbagai model dan teori komunikasi, antara lain: a) Claude Shannon and Warren Weaver (1949); b) Charles Osgood andOthers (1957); c) Bruce Westly and Malcolm MacLean (1957); d) Model SMCR oleh David K. Berlo (1960); e) Wilbur Schramm (1973); f) Teori Konvergensi D. Laurence Kincaid (1979). C. Teknologi Komunikasi Teknologi komunikasi adalah sarana dan prasarana strukutur kelembagaan dan nilai-nilai social yang dikumpulkan, diolah, disimpan, dan dipertukarkan informasi sehingga memungkinkan untuk terjadinya persamaan persepsi dan/atau

1.

2.

tindakan.teknologi komunikasi sebgai proses meliputi hal-hal sebagai berikut: 1) proses itu harus rasional dan efisien; 2) harus mensistem karena semuanya mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya; 3) harus bersistem mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar efektif, efisien, dan serasi; 4) melibatkan berbagai pihak yang bersangkutan; 5) mengarah pada pemecahan masalah bersama; 6) memadukan berbagai prinsip, konsep dan gagasan; 7) mem-pertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan. Perkembangan teknologi komunikasi telah mengalami 4 revolusi bidang komunikasi yaitu dalam hal kemampuan berbicara manusia, ditemukannya tulisan ,penemuan percetakan, dan ditemukannya cara untuk berkomunikasi jarak jauh atau telekomunikasi. Berbagai jenis dan bentuk teknologi komunikasi yang sering digunakan dalam bidang pendidikan antara lain: Siaran Radio Pendidikan Secara umum, radio dapat dipandang sebagai media komunikasi massa yang penyerapannya melalui indera pendengaran (audiktif). Radio dipilih sebagai salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi karena kemampuan media ini dapat menjangkau populasi pendengar yang banyak dengan biaya relative murah. Radio sangat efektif sebagai media karena jaringannya bisa mencapai taraf nasional dan mengesampingkan hambatan geografis dan dapat menjangkau pendengar dari semua kalangan. Contoh pemanfaatan radio ini antara lain program pendidikan dan pelatihan guru SD melalui siaran radio pendidikan (Diklat SRP) sebuah diklat jarak jauh bagi guru SD dengan memanfaatkan siaran radio. Tujuan program ini adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya tingkat sekolah dasar melalui peningkatan kualitas dan profesionalisme guru. Selain itu, contoh pemanfaatan radio ini adalah program D-2 SP (Siaran Pendidikan) adalah program penyetaraan program D2 PGSD di daerah terpencil. Sedangkan pemanfaatan siaran radio untuk murid SD disebut program SRPM SD. Tujuan program ini adalah meningkatkan mutu pendidikan di SD melalui pengembangan system pembelajaran yang memanfaatkan program media audio instruksional yang interaktif secara terpadu dalam proses pembelajaran di kelas. Siaran Televisi Pendidikan Dari berbagai jenis dan bentuk teknologi yang ada, televisi dirasa paling ampuh untuk menyebarkan informasi karena selain daya jangkaunya yang luas, televisi juga menyajikan gambar sekaligu suara sehingga lebih menarik dibanding media lain. Penerapan teknologi komunikasi dalam penggunaan televisi ini misal-nya saja adalah TVRI, televisi milik pemerintah yang sebagian besar acaranya adalah berita dan informasi dan juga siaran pendidikan mendapat porsi yang lebih tinggi. Selain TVRI, masih ada satu lagi televisi yang menayangkan program pendidikan, yaitu TVE ( televisi edukai ), di mana semua program di dalamnya adalah khusus untuk pendidikan. Visi TVE adalah menjadikan stasiun Televisi Pendidikan yang santun dan mencerdaskan. Sedangkan misinya untuk mencerdas-kan masyarakat, menyajikan keteladanan, menyebarluaskan informasi, dan kebijakan pendidikan serta memotivasi masyarakat untuk gemmar belajar. Setiap teknologi pasti memiliki dampak. Positif dan juga negative. Dampak positif teknologi komunikasi antara lain adalah memberi kemudahan dan kenyamanan bagi kelangsungan transaksi bisnis sehingga roda perekonomia berjalan lancar (bidang ekonomi); memungkinkan seseorang belajar tanpa terikat ruang dan waktu (bidang

pendidikan); memelihara dan mempertahankan integritas serta aktivitas hankam suatu bangsa (bidang politik). Sedangkan dampak negatifnya adalah terjadinya monopoli dalam bidang penyediaan informasi beserta pemanfaatannya; tidak meratanya distribusi informasi; kurangnya isi pesan yang edukatif; terjadinya polusi informasi; terjadi invasi atas privasi, dll. D. Landasan Teori Komunikasi dalam Teknologi Pembelajaran Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari medium yang berarti perantara atau pengantar. Media pembelajaran adalah media yang dirancang secara khusus untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga terjadi proses pembelajaran. Akibat adanya pengaruh teknologi komunikasi, media tidak hanya berfungsi sebagai sekadar alat bantu guru saja, tetapi bergeser menjadi medium penyalur pesan /informasi dari pemberi pesan ke penerima pesan. Karakteristik media sebagai sarana komunikasi adalah perlunya feedback dan dapat terjadinya interaksi. Media pembelajaran adalah media yang yang memungkinkan terjadinya interaksi antara karya seseorang pengembang mata pelajaran (program pembelajaran) dengan peserta didik. Bagan penggolongan media OHP, slide, peta, gambar, poster, model, grafik, flip, chart, dan benda sebenarnya, lingkungan

Med ia

Alat Bantu bbbbbbBaa

Televisi, Film, CAI, Modul, Slide, dan program audio.


Media pembelajaran

Media sebagai bagian dari system pembelajaran memiliki nilai-nilai praktis anatara lain membuat konsep abstrak menjadi nyata, membawa objek yang sulit didapat atau berbahaya ked lam kelas, menampilkan obyek yang terlalu besar atau kecil, menampilkan gerak yang terlalu cepat jadi agak lambat, memungkinkan terjadinya keseragaman pengamatan, menyajikan informasi yang konsisten, mengatasi keterbatasan waktu dan ruang, dan memberi kesempatan pengguna mengontrol arah maupun kecepatan belajar. Peranan media dalam pendidikan antara lain: sebagai penyampai pesan khusus; sebagai pembentuk lingkungan perantara, di mana media membantu peserta didik melakukan eksplorasi dan membentuk pemahaman atas suatu pengetahuan; pengembangan kemampuan kognitif, di mana media dipergunakan sebagai model atau perluasan mental kemampuan. Untuk mendapat proses pembelajaran yang baik dan bermutu, kita butuh suatu komunikasi aktif di mana pesan yang disampaikan oleh komunikator sama dengan pesan yang ditangkap oleh komunikan. Pendidik juga dianjurkan menggunakan komunikasi banyak arah atau komunikasi sebagai transaksi, yaitu komunikasi yang tidak hanya melibatkan pembicara dan peserta tapi juga melibatkan interaksi antara peserta didik satu dengan peserta didik lain. Teori dan model-model komunikasi dan dunia pendidikan saling memengaruhi satu sama lain, anatara lain: pendidikan seumur hidup; pendidikan gerak cepat dan tepat;

pendidikan yang mudah dicerna dan diresapi; pendidikan yang menarik perhatian; pendidikan yang menyebar pelayanan maupun peranan-nya; pendidikan yang mustari (tepat saat). Implikasi teori komunikasi dalam teknologi pembelajaran telah mengubah peran guru dan peserta didik. Peran guru telah berubah dari: 1) penyampai pengeetahuan, sumber informasi, dan sumber jawaban menjadi fasilitator pembelajaran, pelatih, kolaborator, mitra belajar dan navigator; 2) dari mengendalikan dan mengarahkan segala aspek pemeblajaran menjadi lebih banyak memberikan alternative dan tanggung jawab pada peserta didik. Sementara itu, peran peserta didik telah berubah dari: 1) penerima informasi pasif menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran; 2) dari mengungkapkan kembali pengetahuan yang didapat menjadi menghasilkan berbagai macam pengetahuan; 3) dari pembelajaran sebagai aktivitas individual menjadi pembelajaran berkolaboratif dengan peserta didik lain. Pendidikan tradisional menitikberatkan pembelajaran dengan guru sebagai pusatnya, akan tetapi, pembelajaran modern lebih menitikberatkan pendidikan yang berpusat pada peserta didik.

BAB IV LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI INFORMASI


A. Pendahuluan Masyarakat dunia sekarang telah berada dalam era masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society). Era informasi ini ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi , khususnya radio, televisi, komputer dan internet. Perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi yang semakin pesat sangat mempengaruhi pelaksanaan pendidikan. Mungkin akan timbul permasalahan baru, dan teknologi informasi juga berperan dalam memecahkannya. Prospek teknologi informasi menuju era globalisasi memiliki peluang yang sangat besar karena informasi merupakan komoditas yang penting. B. Pengertian Teknologi Informasi Teknologi informasi adalah sarana dan prasarana system dan metode untuk memperoleh , mengirim ,mengolah ,menafsir ,menyimpan ,mengorganisasikan dan menggunakan data secara bermakna. Adapun fungsi teknologi informasi dalam pendidikan : Sebagai gudang ilmu , Sebagai alat bantu pembelajaran , Sebagai fasilitas pendidikan , Sebagai standar kompetensi , Sebagai penunjang administrasi , Sebagai alat bantu manajemen sekolah , Sebagai infrastuktur pendidikan (Indrajit ,2004). Teknologi yang dimaksud disini adalah segala bentuk pemanfaatan computer dan internet untuk pembelajaran 1. Pembelajaran berbasis computer Pembelajararan berbantuan komputer (computer assinted instructional / CAI) adalah salah satu media pembelajaran yang memanfaatkan seluruh kemampuan komputer . Hendrich dkk (1986) mengemukakan sejumlah kelebihan dan kelemahan yang ada pada media komputer atau komputer sebagai media pembelajaran. Kelebihan komputer antara lain : 1) Memungkinkan peserta didik untuk belejar sesuai dengan kemampuan. 2) Penggunaan komputer dapat meningkatkan prestasi dengan penggunaan waktu dan biaya yang relative kecil., 3) Mampu

mengintregrasikankomponen warna, music dan animasi grafik. 4) Dengan kapasitas memori komputer memungkinkan peserta didik untuk menanyangkan kembali hasil belajar yang sudah dicapai. Kelemahan komputer antara lain : 1) Hanya berfungsi untuk hal-hal yang telah diprogam. 2) Memerlukan peralaan multimedia. 3) Tidak punya sentuhan manusiawi Hendrich juga mengemukakan 6 format pembelajaran yaitu a. Tutorial b. Praktek dan latihan c. Simulasi d. Permainan e. Penemuan f. Pemecahan masalah 2. Pembelajaran berbasis internet Internet adalah gabungan dari jaringan-jaringan komputer di seluruh dunia yang saling terhubung. Aplikasi internet sangat berguna dalam bisnis , militer bahkan pendidikan. Lima aplikasi standar yang digunakan dalam proses pembelajaran ( Purbo, 1996 ) yaitu a. Email Merupakan surat elektronik yang memungkinkan seseorang untuk mengirim atau menerima pesan. b. Mailing list Prinsipnya sama dengan email tapi kita bisa mengirim pesan ke beberapa orang sekaligus yang sudah tergabung menjadi anggota. c. File transfer protocol Fasilitas internet yang member kemudahan seseorang untuk dapat mengirikan dan mengambil arsip file di suatu server yang terhubung ke internet dengan alamat tertentu. d. News group Fasilitas untuk melakukan komunikasi antara dua orag atau lebih secara serempak dalam pengertian waktu yang sama e. World wide web Merupakan kumpulan koneksi besar tentang berbagai macam dokumentasi yang tersimpan dalam berbagai server di seluruh dunia . C. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pendidikan Secara umum ada tiga pendekatan penggunaan atau pemanfaatan teknologi informasi yaitu :Learning about computer and internet ,Learning with computer and internet ,Learning through computer and internet . Sedangkan menurut Fryer (2001) ada dua macam pendekatan yang dapat dilakukan guru dalam memanfaatkan atau menerapkan teknologi informasi yaitu : pendekatan topik dan pendekatan software. Secara umum ada tiga cara memanfaatan teknologi informasi untuk kegiatan pembelajaran yaitu : 1. Web Course yaitu penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pendidikan , baik bahan ajar atau evaluasi. 2. Web Centric Course yaitu penggunaan internet pada penyampaian bahan ajar saja, evaluasi tetap menggunakan tatap muka.

3. Web Enchanced Course yaitu pemanfaatan internet untuk pendidikan , untuk menunjang kualitas peningkatan kegiatan pembelajaran secara tatap muka. 1. Pemanfaatan progam multimedia pembelajaran interaktif Kelebihan progam multimedia antara lain : Fleksibel Self pacing yaitu bersifat melayani kecepatan belajar individu. Content rich yaitu bersifat kaya isi ,maksudnya menyediakan isi informasi yang cukup banyak. Interaktif yaitu bersifat komunikasi dua arah Individual yaitu bersifat melayani kecepatan belajar individu. 2. Pemanfaatan E-dukasi.net Tujuan E-dukasi.net dikembangkan antara lain : tersedia berbagai bahan ajar berbasis web yang sesuai dengan tujuan , terjadi komunikasi dan kolaborasi antarkomunitas pendidikan , terbentuk budaya belajar. Beberapa aplikasi yang dibutuhkan untuk dapat mengakses E-dukasi.net minimal sebagai berikut : 1. System operasi yang dipakai Windows 2000, ME ,XP dll. 2. Internet explore min 5,0 , Netcape navigator atau browser lainya yang menyediakan plugin untuk Flash Player. 3. Flash player versi 6 keatas ,adapun langkah download dan install flash player versi 6 di internet explore : buka alamat flash player download center di alamat URL, http://www.macromedia.com/go/getflash player/. kemudian untuk download silakan klik install now. Beberapa alternative pola pemanfaatan E-dukasi.net antara lain : 1. Pola pemanfaatan pada laboratorium komputer. 2. Pola pemanfaatan di kelas. 3. Pola penugasan , untuk sekolah yang belum memiliki sambungan internet dapat memanfaatkan situs ini dengan pola penugasan. 4. Pola pemanfaatan individual , peserta didik diberi kebebasan untuk memanfaatkan dan mengeksplor seluruh materi yang ada di E-dukasi.net . D. Landasan Teori Teknologi Informasi Dalam pengembangan sistem dan model pembelajaran berbasis teknologi informasi baik bersifat offline maupun online diperlukan pertimbangan dan penilaian atas beberapa hal sebagi berikut: 1. Keuntungan ,sejauh mana sistem memberikan keuntungan bagi berbagai pihak. 2. Biaya pengembangan infrastuktural dan serta pengadaan peralatan dan software. 3. Biaya operasional dan perawatan. 4. Sumber daya manusia. Selain hal diatas dalam pengembangan sistem dan model pembelajaran berbasis internet perlu memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: 1. Institusi atau lembaga Institusi berperan dalam mengambil kebijakan atau komtmen tentang pemanfaatan internet disekolah. Selain itu juga berperan memberikan kesadaran baik kepada guru atau peserta didik tentang pentingnya teknologi informasi. 2. Karakteristik guru atau pendidik

Keberhasilan pembelajaran ini secara signifikan ditentukan oleh karakter guru. Oleh karena itu perlu diperhatikan: 1)Guru memberikan pemahaman tenyang keuntungan dan kelemahan tentang penggunaaan internet. 2)Guru harus dibekali tentang wawasan atau keterampilan tentang internet. 3)Guru harus memiliki komitmen dan keseriusan. 3. Kondisi peserta didik Yang harus diperhatikan adalah sejauh mana kesiapan peserta didik untuk mengikuti pembelajaran dengan memanfaatkan internet. 4. Faktor teknologi Faktor teknologi adalah suatu hal mutlak harus tersedia dan harus memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan yang berkaitan dengan peralatan , infrastuktur , pengoperasian ,dan perawatannya. E. Kontribusi Teknologi Informasi dalam Teknologi Pembelajaran Kontribusi teori teknologi informasi ini mencakup aspek infrastuktur , informasi dan telekomunikasi ,sumber daya manusia ,dan acuan produk telematika. 3 cara pengembang sistem pembelajaran dengan internet: 1) Menggunakan seluruh fasilitas internet yang sudah ada seperti email , milis , ftp ,www dll. Keuntungan yang didapat yakni murah akantetapi sulit mengelolanya karena tidak terintegrasi. 2) Menggunakan software pengembang program pembelajaran / Web Course Tools. Adapun keuntungannya mudah dalam pengembangan dan pengelolaan akantetapi lebih mahal. 3) Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai kebutuhan (tailor made) dengan menggunakan bahasa pemprograman seperti Active Server Pages.