Anda di halaman 1dari 46

LAPORAN KEGIATAN BERNUANSA KEAGAMAAN DI BULAN RAMADHAN

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG Sekolah telah menempatkan Pendidikan Agama sebagai salah satu prioritas untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia, khususnya siswa-siswi SMA Negeri 1 Prambanan. Program ini bukan sekedar menekankan pada kesempatan memperoleh pendidikan tetapi juga penghayatan serta pengamalan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Agar para siswa memilki iman yang kuat serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, maka pendidikan dan pelatihan harus berorientasi pada pada peningkatan ketaqwaan dan penghayatan ajaran agama sebagai kecakapan hidup. Upaya peningkatan kualitas para siswa melalui sistem kegiatan bernuansa moral dan pengumpulan serta pengelolaan zakat berkaitan erat dengan upaya sekolah untuk merespon secara pro aktif terhadap terjadinya pengikisan iman, krisis akhlak dan degradasi moral yang mulai merebak di masyarakat, serta untuk lebih peduli terhadap fakir miskin yang ada di sekitarnya. Kegiatan bernuansa moral serta pengumpulan dan pengelolaan zakat merupakan salah satu upaya konkrit dari kesiswaan untuk meningkatkan kualitas siswa SMA Negeri 1 Prambanan yang diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi masyarakat sekitarnya.

B. DASAR Program kerja kesiswaan tahun pelajaran 2012-2013.

C. TEMA Motivasi belajar, beribadah, beramal dan berkarya.

D. TUJUAN 1. Tujuan Umum Program ini bertujuan untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadhan.

2. Tujuan Khusus Secara khusus kegiatan ini bertujuan: a. Menigkatkan pengetahuan dan pemahaman norma-norma agama.

b. Meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. c. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya yang masih membutuhkan bantuan dan pertolongan.

3. Hasil yang diharapkan a. Iman dan taqwa terhadap Tuahan Yang Maha Esa.

b. Mempunyai jiwa yang besar. c. Peka dan peduli terhadap penderitaan orang lain.

d. Toleransi kepada orang di sekitarnya.

E. WAKTU DAN TEMPAT Kegiatan bernuansa moral serta pengumpulan dan pengelolaan zakat SMA Negeri 1 Prambanan ini berlangsung pada: 1. Bagi yang beragama Islam, pada hari Senin tanggal 6 Agustus 2012 sampai dengan hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2012 di SMA Negeri Prambanan, dengan perincian : Kelas X A, B, C, D Kelas X E, F, G, H Kelas XI IPA : hari Senin tanggal 6 Agustus 2012 : hari Selasa tanggal 7 Agustus 2012 : hari Rabu tanggal 8 Agustus 2012

Kelas XI IPS, Bahasa : hari Kamis tanggal 8 Agustus 2012 Kelas XI IPS, Bahasa : hari Jumat tanggal 10 Agustus 2012 Kelas XI IPS, Bahasa : hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2012 Pembagian zakat dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 11 Agustus 2012 (terlampir). 2. Bagi yang beragama Kristiani dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 Agustus 2012. 3. Bagi yang bergama Hindu dilaksanakan pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2012 sampai dengan Rabu tanggal 3 Agustus 2012.

F. SASARAN

Sasaran kegiatan ini adalah siswa: Agama Islam, Kelas X Kelas XI : 249 : 247

Kelas XII : 239 Agama Kristen Agama Katholik Agama Hindu Agama Budha : 18 : 18 :3 :1

G. PENDEKATAN DAN METODE Kegiatan ini menggunakan beberapa pendekatan, antara lain pendekatan komunikatif dan praktis operasional. Adapun metode yang diterapkan meliputi: 1. Ceramah 2. Tanya jawab 3. Penugasan

H. PENYAJI / PEMBIMBING Penyaji materi atau pembimbing kegiatan ini antara lain: 1. H. NG. Muchtar, S.Ag, MM 2. Drs. Dasimin 3. Drs. H. Sarbani 4. Drs. H. Tartono 5. Masruro, S.Pd.I 6. Trisno Pandoyo 7. Drs. Sri Purwanta, M.Pd 8. Sutrisno, BA 9. Heri Wuryanto, S.Pd 10. Dra. Siti Nurrachamah 11. Hj. Supadmi, S.Pd 12. Drs. HM. Indardi

13. Dra. Hj. Endang Susila 14. Ambar Satiwi, S.Ag 15. Drs. Edhi Subroto 16. Ngatini, S.Ag. K 17. Ig. Rinawan, SIP

PENUTUP Diucapkan terimakasih kepada: 1. Bapak Kepala SMA Negeri 1 Pramabanan 2. Bapak/Ibu Guru dan Karyawan SMA Negeri 1 Pramabanan 3. Bapak/Ibu Guru Penyaji Materi atau Pembimbing Kegiatan 4. Pengurus OSIS 5. Semua pihak yang telah meluangkan waktu untuk membantu kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

Semoga laporan ini bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Saran dan kritik yang konstruktif dari pembaca sangat diharapkan. Akhir kata, kami mohon maaf atas segala kekurangan.

Mengetahui,
Kepala Sekolah

Prambanan, September 2012 Wakasek Kesiswaan

Drs. Suwito NIP. 19600828 198803 1 003

Drs. Sumardi NIP. 19650912 200604 1 003

Nb. Data yang lain seperti Susunan Panitia, Pemateri, Daftar Hadir, Penerima Zakat dan lain-

lain dilampirkan. Demikian contoh Laporan Kegiatan Bernuansa Keagamaan di Bulan Ramadhan. Semoga bermanfaat.

Contoh Laporan Kegiatan


11:14 AM Contoh Surat , Sosial Pendidikan Contoh laporan kegiatan - Buat sobat pembaca yang sedang membutuhkan contoh laporan kegiatan, berikut contohnya.

Organisasi siswa intra sekolah ( osis ) smk 2 jakarta islamic school Jl. Raya pkp kelapa dua wetan, kelapa dua wetan, ciracas, kota jakarta timur 13730a. Telp ( 021 )8700113

A. Pendahuluan untuk melahirkan seorang pemimpin yang berdedikasi tinggi, tahu serta cepat tanggapterhadap tiap-tiap persoalan yang timbul, tidaklah mudah, dikarenakan mereka bukan sekedar dituntutmemiliki kecerdasan serta kecakapan, namun juga mesti mempunyai jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab yang besar, bisa jadi panutan serta mengayomi pada penduduk yang dipimpinnya. Demikianlah juga dengan pengurus organisasi siswa intra sekolah ( osis ) smk 2 jakarta islamic school pada bln. Ini sudah habis periode jabatannya serta mesti diganti dengan kepengurusan yang baru. Untuk membuahkan pemimpin yeng sesuai dengan harapan tersebut diatas, maka digunakanlahsuatu mekanisme penentuan pemimpin yang demokratis serta legitimit hingga bisa di terima olehsemua anggotanya. Dengan momentum ini diinginkan dapat lahir kader-kader pengurus osis yang berpotensidan dapat membawa osis smk 2 jakarta islamic school ke arah yang tambah baik, kreatif, inofatif serta penuh dengan kegiatan- aktivitas yang berguna untuk anggotanya.

B. Basic kegiatan 1. Pancasila sila ke-4 2. Uud 1945 pasal 28 3. Ad /art osis smk 2 jakarta islamic school 4. Rapat kerja osis tanggal 8 februari 2012 C. Tujuan 1. Melatih siswa untuk berorganisassi 2. Menyalurkan ketertarikan siswa untuk berorganisasi 3. Menambah kreativitas pengurus osis 4. Kaderisasi personil pengurus osis 5. Menambah rasa persatuan serta kesatuan

D. Tehnik pelaksanaan

rapat kelas mempunyai tujuan untuk menentukan 2 orang wakil dari tiap-tiap kelas yang dapat mewakili kelasnya didalam pembentukan pengurus osis serta rapat-rapat osis setelah itu.

Rapat perwakilan kelas mempunyai tujuan untuk menentukan serta mengajukan calon pengurus osis serta majelis perwakilan kelas periode 2012 / 2013 manfaat mengulas aturan serta tata cara penentuan, mengulas serta mengesahkan laporan pertanggung jawaban ( lpj ) pengurus osis lama / periode 2011 / 2012.

Pemungutan nada dikerjakan oleh seluruh bagian osis smk pkp 2 dki jakarta, ketua umum, ketua 1, ketua 2, sekretaris umum, sekretaris 1, sekretaris 2, bendahara 1 serta bendahara 2. Panduan tehnis serta tata langkah pemungutan nada dibikin serta disepakati berbarengan oleh majelis perwakilan kelas. Pelaksanapemungutan nada dari persiapan s/d hasil akhir dikerjakan oleh pengurusharian mpk dibantu oleh seksi-seksi yang ditunjuk dari bagian mpk.

Seksi-seksi didalam susunan organisasi osis di tunjuk serta diangkat oleh ketua umum osis memperhatikan anjuran dari pengurus harian osis yang lain yang jumlahnyadisesuaikan dengan keperluan organisasi

pelantikan serta serah terima jabatan untuk mengesahkan kepengurusan yang baru terbentuk diselenggarakan pelantikan pengurusoleh kepala sekolah sekalian diselenggarakan serah terima jabatan dari pengurus lama ke pengurus baru.

E. Hasil kegiatan 1. Senin, 1 maret 2012 terbentuk pengurus mpk disepakati aturan penentuan pengurus osis sosialisasi serta koordinasi hasil musyawarah mpk memastikan wakil kelas untuk akan calon kandidat pengurus osis. 2. Selasa, 2 maret 2012 pengisian formulir pendaftaran 3. Rabu kamis, 3-4 maret 2012 melengkapi berkas pendaftaran seleksi tes tertulis wawancara untuk mendapatkan 8 calon yang dapat duduk didalam pengurusan harian yangakan dipilih didalam pemungutan nada.

4. Jumat, 5 maret 2012 pengumuman hasil seleksi calon pengurus osis 2012/2013. 5. Sabtu-selasa, 6-9 maret 2012 persiapan kampanye untuk 8 calon pengurus inti osis 2012/2013. 6. Rabu, 10 maret 2012 calon pengurus osis ( 8 orang ) berkampanye mengemukakan visi misi serta program kerjanya 7. Kamis, 11 maret 2012 pemungutan nada untuk menentukan ketua umum serta susunan pengurus harian dilaksanakn oleh seluruh bagian osis menurut aturan serta tata langkah yang disepakatioleh mpk. Penghitungan nada untuk menentukan ketua umum, ketua 1, ketua 2, sekretaris umum, sekretaris 1, sekretaris 2, bendahara 1 serta bendahara 2 8. Jumat, 12 maret 2012 ketua umum terpilih serta pengurus harian terpilih membentuk seksi-seksi sesuai dengan keperluan organisasi. 9. Sabtu, 13 maret 2012 Pelantikan seluruh pengurus osis baru oleh kepala sekolah serta serahterima jabatan. Demikian contoh laporan kegiatan, semoga berguna buat anda. Sebenarnya ada banyak sekali jenis-jenis laporan kegiatan, dan salah satunya adalah laporan kegiatan OSIS. Read more: http://teksdrama.blogspot.com/2013/03/contoh-laporankegiatan.html#ixzz2dhLJVoIR

Contoh Bentuk Laporan Kegiatan: Laporan Kegiatan Pelaksanaan Perkemahan Sabtu - Minggu (Persami) SMA Negeri 2-Bantaeng a. Nama Kegiatan: Perkemahan Sabtu - Minggu (Persami) b. Tujuan Kegiatan:

Melatih kemandirian siswa Mempererat tali silaturahmi antar siswa Memberi pembekalan tentang sikap yang bijak terhadap alam dan lingkungan

c. Peserta: 400 orang, terdiri dari:


15 regu putri dan 13 regu putra, tiap regu 13 orang 25 siswa pendamping 11 guru pembina

d. Penyelenggara: Osis SMA Negeri 2-Bantaeng e. Pelaksanaan:


Hari/Tanggal: Sabtu-Minggu 27 s.d 28 Juli 2012 Waktu: Sabtu, puku114.00 WITA s.d Minggu, pukul 15.00 WITA Tempat: SMA Negeri 2-Bantaeng. Jalan Elang Bantaeng .

f. Laporan Pelaksanaan:

Persami dibuka dengan upacara pada hari Sabtu tanggal 27 Juli 2012 pukul 14.30 WIB oleh Kepala Sekolah selaku pembina upacara Hari Sabtu, 27 Juli 2012: Pukul 15.00 s.d 21.30 WITA: telah terlaksana agenda 1 (jadwal terlampir). Pukul 24.00 WlTA: dilaksanakan renungan malam. Hari Minggu, 28 Juli 2012: Kegiatan Persami dimulai pad a pukul 04.30 dengan acara salat Shubuh berjamaah (bagi siswa muslim) dan doa pagi (bagi siswa nonmuslim). Pukul 05.30 s.d 07.00: mandi dan makan pagi. Pukul 07.00 s.d 11.00 WITA: Agenda 2. Pukul 11.30 s.d 13.00 WIB: Ishoma. Pukul 13.00 s.d 14.00 WITA: Persiapan penutupan. Persami ditutup pada pukul 14.30 WITA

g. Penutup: Demikian laporan pelaksanaan Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami). Semoga Persami ini dapat membekali siswa tentang kemandirian, kebersamaan dan kepedulian.

Bantaeng, 29 Juli 2012 Hormat Kami

Ketua Panitia Contoh laporan kegiatan yang kami tampilkan diatas tentunya masih sangat sederhana. Report dari setiap kegiatan berbeda-beda, namun setidaknya contoh laporan kegiatan di atas dapat dijadikan sebagai acuan. Sekian materi tentang Contoh Bentuk Laporan Kegiatan, semoga bermanfaat.

contoh laporan kegiatan


BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kehidupan perekonomian indonesi bias di katakana sangat menyedihkan melihat tingkat kesejahteraan masyarakat sangatlah rendah. Lapangan kerja semakin sempit dan kemampuan pemerintah untuk menciptakan lapangan pekerjaan sangatlah kecil. Bahkan tidak sedikit jumlah pengangguran karena semiptnya lapangan pekerjaan, dank arena para msyarakat masih banyak sekali yang belum mampu menciptakan usaha sendiri. Salah satu kegiatan yang dapat menjawab tuntutan masyarakat adalah dengan melakukan suatu USAHA KECIL. Yang diharapkan dengan usaha kecil tersebut dapat memberikan inspirasi bagi pembaca untuk melakukan suatu usaha yang bersekala kecil. Dalam menjalankan usaha kecil pembaca dituntut untuk lebih mengembangkan fikiran fikiran yang kiranya dapat menghasilkan suatu usaha , dan nantinya akan memberikan keuntungan.

1.2

Tujuan Penulisan Laporan Berdasarkan uraian dia atas penulis bertujuan agar pembaca dapat terinspirasi dalam meciptakn lapangan lapangan pekerjaan atau usaha yang dapat menghsilkan laba.

1.3

Profil Penulis adalah seorang pelajar smk yang mendapatkan tugas untuk melaksanakan usaha kecil dalam bidang pelajaran kewirausahaan. Penulis memiliki anggota kelompok yang terdiri atas 4 orang. 1. Amin surhman 2. Fajar kustianto 3. Yeni kusmawati 4. Musrifah (ketua kelompok) (anggota kelompok) (anggota kelompok) (anggota kelompok)

BAB II PEMBAHASAN 2.1 TINJAUAN MASALAH 2.1.1 Usaha Kecil

Usaha kecil adalah kegiatan ekonomi rakyat yang bersekala kecil dan memenuhi kriteriakekeyaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagai mana diatur dalam Undang undang No. 9 tahun 1995. Tujuan utama usaha kecil dicapai dengan cara melakukan kegiatan penyediaan barang atau jasa yang dibutuhkan masyarakat. Agar tujuan tersebut dapat tercapai secara efisen dan efektif, maka kegiatan kegiatan usaha kecil perlu dikelola. 2.1.2 Perencanaan Usaha (planning)

Secar sederhana yang di maksud dengan perencanaan adalah pola perbuatan yang menggambarkan hal hal yang harus di kerjakan dan csra mengerjakannya. Perencanaan usaha merupakn proses pengambilan keputusan yang menjadi dasar atau tindakan yang akan dating. Dengan demikian perencanaan usaha dalam suatu usaha adalah menentukan terlebih dahulu tindakan tindakan yang perlu diambil agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan proses yang berkesinambungan untuk menetapkan kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang di tetapkan. 2.1.3 Faktor-faktor yang harus diperhatiakn dalam derencanaan usaha Adapun factor yang harus di perhatikan antara lain: a. Tujuan atau posisi usaha/bisnis yang diinginkan pada waktu mendatang. b. Adanya keyakian bahwa tujuan yang dikehendaki akan di capai dengan mempertimbangkan factor factor lingkungan ekstrim yang mungkin terjadi. c. Adanya keyakinan bahwa perusahaan dapat mengarahkan atau mengorganisasikan atau melaksanakan tindakan tindakan di masa dating yang di rencanakan untuk mencapai tujuan tujuan dan sekaligus menghindarkan atau mengatasi kondisi yang merintangi kemajuan. d. Suatu pengertian atau pengakuan bahw perubahan yang tidak ada putusnya dan perkembangan posisi yang tidak di harapkan mengharuskan adanya penilaian kembali secara tetap.

2.1.4 Pendekatn yang dapat digunakan untuk pengambilan keputusan

Dalm perencanaan usaha kita harus mengambil sebuah keputusan, diman dalam pengambilan keputusan tersebut dapat dilakukan dengan tiga pendekatan yaitu : a. Lebih berorientasi pada pendekatan rasional. b. Lebih berorientsi pada naluri atau insting. c. Pendekatan kombinsi antara rasio dan naluri. Pendekatan kombinasi antara rsio dan naluri merupakan caara yang lebih banyak dipki dalam praktik, karena cara tersebut lebih praktis dan juga lebih cepat . 2.1.5 Panfat perencanan usaha dalam melakukan usaha kecil Dalm melakukan usaha baik yang bersekala kecil maupun besar perencanan merupakn hal yang sangat penting untuk memulai suatu kegiatan usaha. Manfaat perencanaan antara lain; a. Memudahkan pembuatan program kerja. b. Memudahkan pelaksanaan kerja. c. Pelaksanaan akan lebih terarah dan efisien. d. Sebagai acun dalam pengambilan keputusan.

2.1.6

Hal-hal yang memperbesar peluan keberhasilan. Agar suatu perencanaan mudah di capia dan dapat memperbesar peluang keberhasilan

dalam berusaha maka perlu diperhatikan hal-hal berikut: a. Suatu perencanaan harus realistis, artinya dalam membuat rencana tidak boleh yang muluk dan di dukung oleh keterampilan atau kemampuan dana yang ada. b. Berpegang teguh pada tujuan, artinya c. tetap berusaha untuk tidak terlepas dari tujuan semula.

Pertumbuhan rencana harus direncanakan untuk menghindari kesulitan dalam mengatur penggunaan uang (cash flow).

d. Ikuti perubahan yang tyerjadi, dengan demikian dapat dengan cepat menetapkan strategi perencanaan berikutnya.

2.1.7

Penyusunan rencana usaha Dalam penyusunan rencana usaha langkah langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:

1.

Bidang apa yang akan kita usahakan. Kita menentukan bidang usaha ini dengan berorientasi pada kesempatan atau peluang yang ada. Kejelian memilih peluang merupakan factor penting dalam menentukan macam kegiatan yang akan dilakukan. Setelah menentukan peluang kita analisis terlebih dahulu dan di sesuaikan dengan kemampuan kita untuk mengusahakannya.

2. Usaha apa yang sebaiknya kita lakukan. Setelah diputuskan bidang kegiatan apa yang akan di usahakan kita menentukan bagian dari bidang usaha tersebut. Misalnya bidang usaha yang dipilih adalah perdagangan. 3. Bagaimana proses dan strategi yang harus dilakukan ? 4. Memilih lokasi. Memilih lokasi harus mengacu pada kedekatan dan kemudahan dengan pembeli. Pemilihan lokasi dipengaruhi oleh hal-hal berikut. a. Banyaknya pembeli. b. Arus lalu lintas tempat kemungkina pembeli dapat berhenti. c. Dekat dengan usaha-usaha yang menjual kebutuhan pokok masyarakat. d. Dekat dengan fasilitas transportasi umum. e. Lokasi mudah di capai. f. Mudah mendapatkan tenaga usaha yang sesuai. g. Tingkat upah yang memadai. h. Keadaan penduduk. i. j. Usaha yang telah ada. Dukungan dari pemerintah daerah.

5. Tempat usaha. Lahan sesuai dengan rencana, kamanan dan kenyamanan lingkungan yang terjamin 6. Perlengkapan usaha. Perlengkapan usaha harus di tetapkan jenis, jumlah dan kualitasnya, selain bahan bakar dan sumber daya manusianya. Perlengkapan dan alat usaha akan menentukan produk yang dihasilkan.

7. Penggunaan sumber daya manusis (SDM). Perlu diperhatikan kesedian tenaga kerja di daerah tersebut yang meliputi kemapuan dalam kualitas dan kuantitas sehingga dapat dipat diperoleh tenaga kerja yang memadai dengan upah relative mudah. 8. Menentukan saluran distribusi. Distribusi menyangkut bagaiman barang supaya dapat dikonsumsi konsumen. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut. a. Setiap mata rantai distribusi akan menambah biaya. b. Berpengaruh pada kemasan atau jenis alat angkut yang akn digunakan untuk menentukan system distribusi. 1. Barang apa yang akan dijual, sifatnya cepat rusak atau/tidak, harga dapat terjangkau/tidak. 2. Jenisnyta disukai konsumen/tidak dan ukurnnya berapa. 3. Siapa konsumen barang tersebut. Usia anak-anak,dewas, orang tua dan lain lain. 4. Tingkat penghasilan konsumen, lembaga yang mengonsumsi dan sebagainya. c. Dimana pembeli atau konsumen berada? d. Cara penjualan, langsung atau tidak langsung. e. Tempat penjualan melalui pasar, took, warung, dan sebagainya. f. Banyaknya orang-orang yang membantu dalm melakukan penjualan. 9. Menentukan alur produksi. Alur produksi untuk usaha kecil dalam penggunaan peralatan disesuaikan dengan jumlah, jenis, dan klasifikasinya. a. Membuat alur produksi, mulai dari persiapan bahan baku, proses produksi, finishing , dan pengiriman barang kepada pembeli. b. Menetapkan pekerjaan yang harus dilakukan dalam setiap tahapan dalam alur terebut. Perincian pekerjaan yang hasus dilakukan misalnya; a. Tahap persiapan proses produksi, kemudian pemasaran. b. Setiap tahap dibuat dengan tta ruang (plan lay out) sehingga proses kerja akan lebih akurat dan rinci. 10. Rencana pemsaran. Rencan pemasaran adalah bagai mana cara memenuhi suatu kebutuhan

pembeli. Kegiatan pemasaran sangat berpengaruh pada keberhasilan usaha. Oleh karna itu diperlukan strategi yang tepat dalam pemasaran. Adapun rencan yang dapat dilakukan dalam pemasaran ; a. Melakukan surfe pasar dan meneliti hasil surfe yang dilakukan tersebut. b. Mengenal persaingan yang dihadapi, perhatikan siapa pesaing kita, berpa lam mereka telah berusaha dan berapa persen mereka menguasai pasar.

11. Rencana perluasan.

Hal-hal yang diperhatikan dalam rencana perluasan adalah kemungkinan laku

atau tidaknya, barang yang akan kita jual di daerah tersebut, berapa banyak konsumen yang membutuhkannya, derta pertimbangan biaya yang akan dikeluarkan dalm rangka perluasan usah tersebut. 12. Perncanaan biaya. adalah; a. Rincian harga tetap, misalnya tanah, peralatan, dan bangunan yang akan kita butuhkan dalm menjalankan suatu usaha, dariman adiperoleh dan berapa harganya. b. Berapa banyak dana yang kita butuhkan untuk modl kerja, yaitu modal untuk mengolah bahan baku menjadi barang jadi. Atau bila kita bergerak dalam bidang perdagangan, yaitu dana yang kita butuhkan untuk membeli dari pemasok, termasuk di dalamnya gaji pegawai, sewa tempat sert biaya lainnya. c. Berapa total biaya yang kita butuhkan untuk daoat menjalankan isaha yang akan kita kelola. d. Dariman kita memperoleh dana yang kita butuhkan tersebut. 13. Perencaan harga pokok dan harga jual. Hal ini sangat penting agar konsumen mampu membeli barang yang kita tawarka. Hal yang harus dipertimbangkan antara lain; biaya-biay usaha , besarnya keuntungan yang mungkin diperoleh dan daya beli konsumen serta perusahaan pesaing. Rumus yang dapat digunakan untuk menentukan harga jual yaitu : Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyusun perencanaan biaya (anggaran)

2.2

PELAKSANAAN PRAKTIK USAHA KECIL 2.2.1 Penyusunan rencana usaha (planning)

a.

pemilihan bidang usaha: bidang ; perdagangan (menjual makanan ringan).

b. Usaha yang dilakukan Membuat kripik pisang. c. Strategi penjualan Strategi yang kami gunkan adalah dengan menawarkan barang yang kami jual kepada konsumen. d. Lokasi usaha Lokasi usaha yang kami pilih adalah lingkungan SMKN 1 Tapung. e. Tempat usaha Tempat usaha ; ruangan XII AKUNTANSI. f. Perlengkapan usaha. Alat alat yang digunakan pada proses pembuatan sampai dengan penjualan antara lain: 2 panic (wajan), 3 buah ember, 4 buah pisau, 1 pasang kompor gas, 2 pisau khusus pemotong pisang, 2 buah wadah (baskom), 2 buah spatula (sutil), 2 buah peniris, 1 alat perekat plastic . g. Sumber daya manusia (SDM). Sumberdaya manusia meliputi tenaga kerja pada proses pembuatan dan pemasaran, sumber daya manusianya terdiri atas seluruh personil kelompok sling bekerja sama dalam pembuatan produk dan pemasaran. h. Alur produksi Menyiapkan bahan bahan yang akan digunakan, yaitu; 1 tandan buah pisang mentah 1 bungkus kapur sirih Minyak goreng secukupnya

Royko (penyedap rasa) Gula pasir Asam jawa Air bersih Menyiapkan alat atal yang dibutuhkan ; 2 panic (wajan), 3 buah ember, 4 buah pisau, 1 pasang kompor gas, 2 pisau khusus pemotong pisang, 2 buah wadah (baskom), 2 buah spatula (sutil), 2 buah peniris, 1 alat perekat plastic . Proses pembuatan kripik pisang; 1. Pertama-tama, campur dan larutkan kapur sirih ke dalam air. 2. Kupas buah pisang . Rendam selama lebih kurang 15 menit ke dalam larutan air kapur. 3. Setelah merendamnya, angkat dan cuci irisan pisang hingga bersih lalu tiriskan. 4. Panaskan minyak goreng. 5. Masukan pisang sambil di iris tipis menggunakan pisau khususa kedalam wajan yang berisi minyak, tujuannya adalah agar pisang tidak berubah warna. 6. Goreng hingga matang dan renyah. 7. Pada saat menggoreng untuk menambah rasa gurih tambahkan royko (penyedap rasa) yang telah di larutkan dengan air panas sesua selera. Jika menginginkan rasa asin gurih. 8. Detelah rasanya pisang cukup matang dan warna menguning, angkat pisang dan tiriskan terlebih dahulu agar minyak hilang. 9. Jika anda menginginkan rasa manis gurih, setelah pisang ditiriskan anda dapat membuat bumbu manis dengan cara , masukan sedikit airpada wajan panaskan di atas api kecil, setelah mendidih masukan gula pasir sesuai selera, masukan asam jawa, aduk hingga adonaan sedikit menental, matikan api dan campurkan kripik pisang yang telah ditirskan hingga rata, kemudian biarkan bumbu manis mongering. 10. Setelah dingin kripik asin & manis, kripik siap di kemas. i. pemasaran. Pemasaran akan dilakukan dengan menawarkan produk pada seluruh guru dan siswa. Dengan saling membagi tugas antara anggota kelompok, agar mempercepat dalam proses pemasarannya. j. Pembiayaan Pembiayan yang di gunakan pada proses produksi yaitu ;

a. Biaya peralatan = gratis b. Dana yang digunakan untuk menolah bahan baku. Minyak goreng 2 kg Margarine 1 bks Royko 12 bks Gula pasir kg Asam jawa 1 bks Gas Kapur sirih 2 bks Pisang 1 tandan Total biaya produksi c. Modal Dan yang digunakan diperoleh dari iuran anggota kelompok masing masing Rp.25.000/ orang. Total iuran ( modal) Rp.100.000,. d. Jumlah produk yang dihasilkan Produk yang dapt dihasilkan 160 bungkus. e. Laba yang di harapkan Laba yang diharapkan adalah Rp.60.000 f. Harga pokok = modal/ jumlah produk =Rp.100.000/160 bks =Rp.625 g. Harga jual Harga jual yang kami sepakati adalah 1000/ bks. h. Laba yang diperoleh Harga jual x jumlah prduk = laba bruto (1000 x 160 bks = 160.000) Laba bruto modal = laba neto (160.000 100.000 = 60.000) Total uang yang diterima anggota setelah di tambah laba dengan iuran = 25.000 + 15.000 = Rp. 40.000/orang 23.000 6.000 5.000 7.000 2.000 16.000 1.000 40.000 Rp.100.000

2.3

MASALAH YANG DIHADAPI Adapun masalah yang dihadapi selama melakukan usaha antara lain;

1. Pada saat mengupas pisang pisau yang sedang di gunakan patah. 2. Pisau khusus pemotong pisang masuk kedalam wajan panas sampai tidak bias digunakan kembali. 3. Karena kurang teliti kripik yang sedang di goreng gosong. 4. Kehabisan bahan bakar di tengah pembuatan. 5. Ada konsumen yang tidak jujur. 2.4 CARA PENYELESAIAN MASALAH 1. 2. 3. 4. Mencari penggati pisau yang patah, pinjam tetangga. Mencari penggati pisau yang patah, pinjam tetangga. berhati hati dan focus pada saat menggoreng, agar tidak gosong. membeli bahan bakar.

BAB III

PENUTUP 3.1. Kesimpulan Demikian lah uraian hasil usaha yang dapat kami laporkan, kesimpulan yang dapat saya ambil adalah usaha kecil sangat membantu perekonomian rakyat, namun usaha tersebut harus yang unik dan kreatif agar dapat menarik konsumen, usaha kecil harusa dilakukan dengan kerja keras dan kemauan keras. 4.1. Saran Adapun saran yang dapat kami sarankan diantaranya adalah : 1. Teruslah berusaha jangan pernah putus asa. 2. Giat dan tekunlah dalam melakukan suatu usaha apapun itu. 3. Agar usaha kita tetap lancar ikutilah perkembangan rkyat agar produk yang kita ciptakan tidak ketinggalan mode. 4. Kejasama dan kritik orang harap sealau di terima karena itu membangun jiwa kita.

LAPORAN KEGIATAN PERKEMAHAN JUMAT SABTU (PERJUSA )


November 6, 2012 Admin Kegiatan Tinggalkan Komentar LAPORAN KEGIATAN PERKEMAHAN JUMAT SABTU (PERJUSA) PANGKALAN SEKOLAH DASAR ISLAM AL FIRDAUS Bersama Kita Menuju Pribadi yang Berani, Mandiri dan Berbudi A. Persiapan Awal kegiatan sebelum pelaksanaan perjusa terlebih dahulu pemberian pembekalan kepada siswa-siswi. Pembekalan dilakukan dengan pemberian materi untuk kegiatan perjusa, persiapan perlengkapan dan diskusi yang dilakukan anak untuk persiapan masing-masing regu.

B. Pelaksanaan 1) Check in dan check out a) Landasan Pemikiran : pengkondisisn peserta yang lebih dari 200 anak. Hal tersebut dilakukan agar memudahkan panitia dalam mendata peserta, untuk kebutuhan makanan, tempat istirahat dan pertanggungjawaban kepada orang tua bahwa anak datang dan pulang kembali ke rumah sesuai data. b) Sasaran : siswa dan pembina c) Tempat : ruang kelas 2A d) Waktu Pelaksanaan : Jumat 13.30 dan Sabtu 13.00 e) Hasil : terlaksana f) Faktor pendukung: peserta datang tepat waktu g) Faktor penghambat: pembina tidak tepat waktu

2) Upacara pelantikan

a) Landasan Pemikiran : pelatihan kedisiplinan dengan serangkaian upacara yang harus peserta ikuti. Upacara pelantikan adalah untuk melantik mereka yang beralih jenjang menjadi siaga, siaga menjadi penggalang. b) Sasaran : siswa c) Tempat : lapangan tengah sekolah d) Waktu Pelaksanaan : Jumat 14.00 e) Hasil : terlaksana f) Faktor pendukung: siswa tepat waktu dan petugas upacara yang sudah berpengalaman mempercepat pe;aksanaan g) Faktor penghambat: siswa kelas 3 yang masih baru dalam pramuka sulit terkondisikan

3) Ishoma a) Landasan Pemikiran : waktu jeda dari satu kegiatan dengan kegiatan lain digunakan untuk beristirahat, bersih diri, makan dan beribadah, dan juga untuk persiapan kegiatan selanjutnya. b) Sasaran : siswa c) Tempat : arena sekolah d) Waktu Pelaksanaan : sesuai jadwal e) Hasil : terlaksana f) Faktor pendukung: anak-anak sabar mengantri g) Faktor penghambat: kurang fasilitas kamar mandi

4) Api Unggun a) Landasan Pemikiran : unjuk keberanian dengan tampil di depan umum merupakan prosese pembelajaran bagi peserta. Dalam acara api unggun, peserta dituntut untuk mampu menampilkan kreativitas mereka di depan umum yang tidak dibatasi macamnya. b) Sasaran : siswa

c) Tempat : lapangan belakang sekolah d) Waktu Pelaksanaan : Jumat, 19.30-21.30 e) Hasil : terlaksana f) Faktor pendukung: antusias anak-anak mempercepat dalam mengkondisikan mereka g) Faktor penghambat: kurang persiapan perlengkapan api unggun

5) Renungan malam a) Landasan Pemikiran : refleksi tentang diri, sebagai wujud koreksi dan mewujudkan rasa ingin menjadi lebih baik. b) Sasaran : siswa c) Tempat : lapangan tengah d) Waktu Pelaksanaan : Jumat, 21.30-22.30 e) Hasil : tidak terlaksana f) Faktor pendukung: g) Faktor penghambat: kelelahan siswa dan pembina

6) Jelajah medan a) Landasan Pemikiran : melatih bekerja sama, melatih kemampuan bersosilisasi dengan teman yang lain untuk menyelesaikan tugas. Melatih bersaing secara sehat untuk layak menjadi pemenang b) Sasaran : siswa c) Tempat : kompleks SD Islam Al Firdaus d) Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 07.00-11.00 e) Hasil : Terlaksana

f) Faktor pendukung: semangat anak yang antusias menjadi pemenang dalam kegiatan jelajah medan g) Faktor penghambat: cuaca yang terlalu panas

7) Tanam Pohon Adiwiyata a) Landasan Pemikiran : wujud dukunan kepada sekolah bahwa akan menjadi sekolah adiwiyata. Gudep SD Islam Al Firdaus yang menjadi bagiannya, sedikit berperan dengan mengikutsertakan peserta untuk menanam pohon, sebagai pembelajaran untuk cinta kepada alam. b) Sasaran : siswa c) Tempat : lapangan belakang sekolah d) Waktu Pelaksanaan : Sabtu, 13.00-selesai e) Hasil : terlaksana f) Faktor pendukung: persiapan yang baik mempercepat kegiatan g) Faktor penghambat: cuaca yang terlalu panas

C. Analisis Hasil Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan PERJUSA di SD Islam Al Firdaus berlangsung dua hari satu malam. Hampir semua rencana kegiatan yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar, tetapi ada juga program yang tidak dapat dilaksanakan. Kelancaran dan keberhasilan setiap program sangat dipengaruhi oleh kedisiplinan dan pemanfaatan potensi individu masing-masing dalam melaksanakan program kerja. Selain itu semangat serta dukungan dari berbagai pihak sangat berpengaruh terhadap terselesaikannya kegiatan PERJUSA yang telah direncanakan. Dari ketepatan mengatasi situasi dan kondisi sekolah dan kejelasan tujuan, program yang telah dilaksanakan dapat mencapai sasaran dengan tepat. Program-program tersebut memiliki aspek kebermanfaatan yang berkelanjutan. Seperti misalnya memiliki kepribadian yang lebih kuat dan menjadi insan yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang selanjutnya dapat memanfaatkan ilmu bagi kepentingan agama, keluarga bangsa dan Negara. Dalam pelaksanaan program juga mengalami beberapa hambatan diantaranya adalah masalah belum terbiasa dari anak-anak kelas 3 sehingga kurang bisa cepat mengikuti seperti kakak-kakak kelas mereka. Hambatan yang lain yaitu waktu pelaksanaan kegiatan sedikit mengalami perubahan dari apa yang telah direncanakan. Hal ini disebabkan dalam pelaksanaan program harus disesuaikan

dengan situasi dan kondisi saat itu. Hal ini menyebabkan salah satu kegiatan renungan malam gagal dilaksanakan, karena faktor kelelahan..

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Dari serangkaian pelaksanaan kegiatan PERJUSA di SD Islam Al Firdaus pada hari jumat-sabtu tanggal 19-20 bulan Oktober dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. PERJUSA merupakan wahana yang tepat untuk peserta bermain sekaligus belajar. Tidak hanya belajar ilmu secara teori tetapi juga praktik lapangan yang menuntut mereka bekerja sama dengan orang lain. 2. Kegiatan PERJUSA dapat digunakan sebagai sarana untuk memperoleh pengalaman yang faktual sebagai bekal untuk peserta dalam mengikuti kegiatan dalam bermasyarakat. 3. PERJUSA merupakan pengembangan untuk pribadi peserta, tidak hanya sebagai pribadi yang mandiri, tetapi juga mampu bekerjasama dalam bersosialisasi, tanggap akan situasi dan tetap memenuhi kebutuhan rohani. 4. PERJUSA merupakan pengalaman menambah bekal di luar pelajaran formal di sekolah

B. SARAN Berdasarkan pelaksanaan PERJUSA selama dua hari satu malam ada beberapa saran yang praktikan sampaikan yang mungkin dapat digunakan sebagai masukan, antara lain:
1. Untuk Peserta:

Lebih berani dan mandiri dalam berkegiatan, tidak usah takut kotor apalagi bermanja-manjaan kepada orang tua Tangkas dalam bergerak, sehingga tekesan lincah dan selalu gembira Kompak dengan regu, sebagai wujud kejasama dengan teman satu kelompok

2. Untuk Pembina

Lebih tanggap dengan situasi dan kondisi, tidak melulu harus terpancang dengan jadwal yang sudah dibuat. Lebih cekatan dalam berkoordinasi ketika suatu kegiatan tidak bisa terlaksana sehingga harus diganti dengan kegiatan lain. Mempersiapkan peralatan harus jauh hari sebelumnya dengan juknis yang jelas dengan penanggungjawabnya sehingga tidak ada yang merasa bekerja terlalu berat atau bahkan terlalu santai.

Demikian laporan kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA) SD Islam Al-Firdaus kami laporkan, susunan panitia, jadwal, daftar hadir, lembar penilaian dan foto-foto kegiatan telah terlampir. Selanjutnya kami selaku Pembina mengharap bantuan, dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait agar kegiatan berikutnya dapat terlaksana dengan lebih baik dan lancar.

CARA MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN

Pengertian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai pertanggungjawaban.

Pentingnya Laporan Kegiatan Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk : a. b. c. d. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Macam Laporan Kegiatan a. Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat : 1) Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya.

2) Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan. b. Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat : 1) Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu. Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis.

2)

c.

Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan :

1)

Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda.

2) Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya. 3) Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang.

Sistimatika Laporan Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ). Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut :

1. Pendahuluan Pada pendahuluan disebutkan tentang : a. Latar belakang kegiatan. b. Dasar hukum kegiatan. c. Apa maksud dan tujuan kegiatan. d. Ruang lingkup isi laporan.

2. Isi Laporan Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain : a. Jenis kegiatan. b. Tempat dan waktu kegiatan. c. Petugas kegiatan. d. Persiapan dan rencana kegiatan.

e. Peserta kegiatan. f. Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya).

g. Kesulitan dan hambatan. h. Hasil kegiatan. i. Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang.

3. Penutup Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan Laporan diusahakan agar : a. b. c. d. e. f. g. Singkat dan padat. Runtut atau sistimatis. Mudah dipahami isinya. Isinya lengkap. Menarik penyajiannya. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya. Tepat pada waktunya.

Lain lain. a. Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti, surat-surat keterangan dan sebagainya ( copy ) b. Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang pernah diajukan.

c. Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor dll )

Sumber : Materi KML Lemdikanas (dengan sedikit penyempurnaan)

contoh laporan kegiatan


LAMPIRAN I

JADWAL KEGIATAN
No Hari Kegiatan Berangkat dari SMAN I CIKIDANG Tiba di kantor TNGHS-kabandungan Menyaksikan penayangan TNGHS Berangkat menuju BUPER Citalahab Tiba di BUPER Citalahab Mendirikan tenda ISOMA Pembukaan Kegiatan oleh pembina Pangwanoh Pengukuhan anggota baru dan pengurus Jalan-jalan ke Taman Impian Bangun pagi, shalat shubuh dan sarapan Konservasi Alam ISOMA Refreshing ke Curug Macan Pemantauan Elang Jawa ISOMA Relung Senja Jalan-jalan ke Taman Impian Bangun,shalat dan sarapan Fun game Ramah tamah Bongkar tenda dan packing Shalat dan makan Persiapan pulang Waktu 10.00 11.00 11.30 11.45 14.30 15.00 15.30 19.00 20.00 21.00 22.00 04.00 08.00 12.00 13.00 14.00 15.30 19.00 21.00 04.00 07.00 08.00 10.00 12.00 12.30

Sabtu

Minggu

Senin

Lampiran II

Daftar Nama Peserta Kegiatan


No 1 Nama Eeng Suherman Angkatan I

2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Dede Suryana Sutandi Hada Rustandar Dewi Anisa Nolis Ujang Suhandi Indra Gunawan Yadih Sutisna Indra Lesmana Intan Purnama Alam Andi Novi Zakaria Taufik Abu Bakar Tri Ramdani Yusuf Abdurrahman Rian Feri Irawan Lusi Susanti D. Nurma Laras Pepi Kurnia Ayu Yuhaemi Lela Nurlela Hatifah Maya Astri Sinta Lestari Reynaldi Rizki Gumilar Asep Saepul Bambang Saepul Malik Deden Dimas Ilham

I II II II II III IV IV VI VI VI VII VII VII VII VII VII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII VIII

Lampiran III BIODATA GUIDE Nama Pekerjaan Usia Tempat tinggal : Ade Suryadi : Guide / kader TNGHS : 33 tahun : Citalahab

Nama Pekerjaan Usia Tempat tinggal Nama Pekerjaan Usia Tempat tinggal

: Odih : Guide / kader TNGHS : 42 tahun : Pelabuhan Ratu : Ahmad Munawar Sidik, S.Pd.I : Guide / kader TNGHS, Tenaga pengajar : 37 tahun : Cibatu - Cikidang

LAPORAN

KEMAH KONSERVASI ALAM YANG DI ADAKAN DI BUMI PERKEMAHAN CITALAHAB TAHUN 2010

Di susun oleh :

GASPALA

SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI ( SMAN) I CIKIDANG CIKIDANG SUKABUMI 2010 BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Seiring dengan perkembangan zaman dan tekhnologi yang semakin berkembang pesat, dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat serta pola fikir yang semakin berkembang dapat kita rasakan dampak yang di timbulkan. Dampak positif yang kita rasakan dari perkembangan tersebut yaitu adanya moderenisasi dimana kita di beri kemudahan dalam segala hal, baik di bidang barang dan jasa, serta sumber daya manusia yang semakin berkualitas, selain dari dampak positif yang di timbulkan, moderenisasi juga berdampak negatif, seperti global warming (pemanasan global) yang di sebabkan dari limbah kimia dan polusi udara yang di timbulkan dari industri pabrik, dan kerusakan lingkungan yang di sebabkan oleh ulah manusia seperti illegal logging (penebangan liar), polusi yang disebabkan dari kendaraan bermotor. Dari berbagai hal diatas kita dapat merasakan dampak nyata dari kerusakan lingkungan yang terjadi, banyak terjadi bencana alam yang tidak dapat diprediksi oleh manusia sehingga banyak korban berjatuhan dari bencana tersebut. Berangkat dari hal tersebut kami GASPALA tergugah dan berinisiatif untuk melaksanakan kegiatan pendidikan lingkungan. Tujuan dari pendidikan lingkungan tersebut supaya kami paham betapa pentingnya peranan alam bagi kelangsungan hidup manusia. Selain itu kegiatan tersebut juga dalam rangka ulang tahun GASPALA serta mengisi liburan yang bersifat mendidik.

1.2

Tujuan

Tujuan dari kegitan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 ini untuk : 1. Memberikan gambaran kepada peserta betapa pentingnya menjaga kelestarian alam 2. Melaksanakan pendidikan lingkungan dan bagaimana cara menjaga lingkungan tersebut tetap lestari 3. Memberikan motovasi dan menanamkan rasa cinta terhadap lngkungan tempat tinggal.

1.3

Sasaran

Yang menjadi sasaran dalam kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 ini ditujukan bagi semua peserta kegiatan yaitu semua anggota GASPALA baik yang masih aktif maupun yang sudah tidak aktif di sekolah.

1.4

Hasil yang di harapkan

Dari pelaksanaan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 ini diharapkan: 1. Peserta dapat lebih memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian alam 2. Peserta mendapatkan pendidikan lingkungan dan mampu menerapkan terhadap kehidupan sehari-hari di lingkungan sekitar 3. Peserta dapat termotivasi dalam menanamkan rasa cinta dan rasa memiliki terhadap lingkungan.

BAB II PELAKSANAAN

2.1

Waktu Pelaksanaan.

Kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 ini dilaksanakan pada tanggal 25-27 Desember 2010.

2.2

Strategi Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan dengan pola komunkasi secara tertulis, yaitu dengan memetakan, merencanakan, dan menyusun elemen-elemen yang dibutuhkan dalam

merencanakan dan mendukung kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010. Dalam memetakan dan merencanakan melalui beberapa tahap, yaitu wawancara dengan guide penelitian dari kader Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), serta kegiatan penelitian secara langsung yang di pandu oleh kader dari TNGHS tentang populasi tumbuhan seperti jenis-jenis pohon, jamur, lumut, dan tanaman obatobatan, adapun penelitian mengenai jenis-jenis satwa tertuju pada elang jawa, macan tutul, dan surili. Selain itu, data yang diperoleh dari kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 juga di analisa dan di fasilitasi oleh Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Oleh sebab itu, data yang telah di rencanakan dan disusun merupakan hasil penelitian dan wawancara dari kader TNGHS. Proses penyusunan laporan tentang kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 melalui beberapa tahap diantaranya: pengumpulan data, pengolahan, dan penyajian data. Pada kegiatan ini dilakukan juga penelitian secara langsung terkait upaya konservasi alam BAB III HASIL KEGIATAN

3.1 3.1.1

Hasil yang dicapai Informasi Umum

Taman Nasional Gunung Halimun Salak ( TGHS ) merupakan salah satu taman nasional yang sebagian besar kawasannya berupa ekosistem hutan hujan tropis pengunungan.

Berdasarkan SK Menteri Kehutanan No. 175/ Kpts II / 2003, luas kawasannya113.357 Ha dan terletak di provinsi jawa barat dan banten meliputi kabupaten sukabumi, bogor dan lebak, Halimun berasal dari bahasa sunda yang dalam bahasa indonesia berarti kabut. Ekosistem TNGHS berperan penting dalam kehidupan, antara lain sebagai pengatur tata air dan iuklim mikro, konservasi kehidupan liar, tempat penelitian, pendidikan lingkungan, kegiatan ekowisata dan pelestarian budaya setempat. Hutan TNGHS ini juga merupakan sumber air bagi masyarakat di sekitarnya termasuk kota- kota besar seperti bogor, sukabumi, tangerang, rangkasbitung dan Jakarta.

3.1.2

Tumbuhan Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Diperkirakan lebih dari a1.000 jenis tumbuhan terdapat dikawasan TNGHS. Berdasarkan ketinggiannya di atas permukaan laut ( Dpl ), ekosistem hutan pengunungan dapat diklarifikasikan dalam tiga zona, yaitu : 1. Zona colline, pada ketinggian 500 1000 m dpl, didominasi oleh pohon Rasamala (altingia excelsa) yang diameternya mencapai 1,5 meter. 2. Zona sub-montana, pada ketinggian 1000 1500 m dpl, di dominasi oleh pohon puspa (schima walichii) dan beberapa jenis tanaman fagaceae. 3. Zona montana, pada ketinggian 1500-2211 m dpl, di dominasi oleh fagaceae, antara lain: Castanopsis spp., Lithocarpus spp., dan Quercus spp. Kantung semar (Nepenthes spp.) dan parahlar (depterocharpus hasseltii) merupakan jenis tumbuhan unik dan langka yang terdapat TNGHS. Khusus di gunung salak juga terdapat vegetasi kawah. Selain itu juga tercatat anggrek (258 jenis), bambu (12 jenis), rotan (13 jenis), dan berbgai jenis tanaman pangan, hias dan tanaman obat.

3.1.3

Satwa Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

Satwa yang hidup di TNGHS sangat beragam dan beberapa jenis diantaranya adalah jenis langka dan dilindungi. Beberapa jenis mamalia yang terancam punah antara lain : Macan tutul jawa (panthera pardus melas), Kucing hutan (prionailurus bengalensis), Surili (presbytis comata), Lutung (trachypithecus auratus), Ajag (cuonalphinus), dan Sigung (mydaus

javanensis). TNGHS juga menjadi habitat yang baik bagi populasi primata langka dan endemik pulau jawa (hylobates moloch) yang suaranya sering terdengar bersahut-sahutan di pagi dan sore hari. untuk mengamati owa jawa, beberapa tempat yang dianjurkan dikunjungi adalah cikaniki, gunung botol, gunung andan, atau gunung panenjoan. Kawasan TNGHS juga merupakan surga bagi berbagai jenis serangga yang unik dan indah seperti kupu-kupu dan kumbang. Selain itu juga tercatat 244 jenis burung di kawasan ini dan 32 diantaranya adalah endemik ppulau jawa, seperti elang jawa (spizaetus bartelsi), Ciung mungkal jawa (cochoa azurea), Celepuk jawa (otus angelinae), dan lutung gunung (reinwardtii) yang merupakan jenis langka dan terancam punah.

3.1.4

Stasiun Penelitian Cikanki

Stasiun penelitian Cikaniki dibangun untuk mendukung kegiatan penelitian di TNGHS dan juga digunakan untuk kegiatan ekowisata. Peneliti atau pengunung di Cikaniki dapat menginap di wisma. Wisma ini mempunyai 5 kamar yang masing-masing berkapasitas 4 orang.

3.1.5

Jembatan Kanopi

Jembatan kanopi (Canopy Trail) terletak sekidar 200 m dari Stasiun penelitian Cikaniki. Canopy trail ini terdiri dari 5 jembatan yang digantung diantara tajuk pepohonan, dengan panjang sekitar 100 m, dan tinggi 25-30 m. Selain digunakan sebagai sarana penelitian, jembatan ini juga di manfaatkan untuk wisata alam. Pesona Cikaniki Citalahab Saat ini, salah satu tempat yang dapat di kunjungi adalah Cikaniki Citalahab dikembangkan untuk mendulung kegiatan penelitian, pendidikan dan ekowisata. Pengunjung dapat menukmati kegiatan alam bebas, misalnya berkemah, lintas alam, fotografi, atau pengamatan burung. Perkebunan Teh Nirmala, Pabrik Teh, dan tempat pembuatan Gula Aren

3.1.6

juga dapat dikunjungi. Dikawasan ini juga terdapat air terjun yang indah, antara lain : Curug Macan dan Curug Piit.

3.1.7

Buper dan Wisma Tamu Citalahab

Bumi Perkemahan Citalahab terletak sekitar 2 km dari Stasiun Penelitian Cikaniki dan telah di lengkapi kamar mandi.tidak jauh dari Bumi Perkemahan erdapat Wisma Tamu Citalahab yang terdiri dari 6 kamar, masing-masing berkapsitas 3 orang. Wisma ini dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat Warga Saluyu. Selain Wisma Tamu, pengunjung juga dapat menyewa kamar di rumah masyarakat (homestay) untuk lebih mengenal budaya setempat.

3.1.8

Jalur Pengamatan

Jalur pengamatan ( Loop Trail) yang panjangnya 3,8 km ini merupakan jalan setapak yang sudah dilengkapi oleh pal HM ( Hekto Meter), papan petunjuk dan Shelter. Kegiatan interpretasi dapat lebih dekat mengenal hutan dan alam Cikaniki-Citalahab.

3.2

Kendala yang dihadapi

Adapun kendala yang di hadapi : a. Cuaca yang kurang mendukung di karenakan bertepatan dengan musim penghujan sehingga menghambat kegiatan yang sudah di rencanakan. b. Jalan yang cukup terjal karena kondisi geografis yang berbukit dan curam sedikit menghambat perjalanan kami saat melakukan penelitian tumbuhan dan satwa. Di tambah lagi ada diantara peserta ada yang di hisap pacet. c. Suhu yang dingin mengakibatkan sebagian peserta mengalami demam karena peserta masih pemula.

3.3

Tindak Lanjut Kegiatan

Upaya pengawasan dan evaluasi dilakukan dengan melakukan pendampingan kepada para peserta oleh pihak Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung program kegiatan yang telah direncanakan. Selain itu, perlu adanya bimbingan yang berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan para peserta. Sebagai wujud keseriusan para peserta dalam melaksanakan tugas yang telah direncanakan

BAB IV ANGGARAN

4.1

Pemasukan

a.

Iuran peserta Rp 40.000 x 29 orang

= Rp 1.160.000,= Rp = Rp 320.000,80.000,= Rp 1.560.000,-

b. Iuran Senior c. Kas Jumlah

4.2 a.

Pengeluaran Transportasi = Rp = Rp 800.000,40.000,= Rp = Rp = Rp 50.000,-

b. Simaksi Rp 1.250 x 32 orang c. Penayangan film TNGHS

d. Guide Rp 75.000 x 2 orang e. f. g. h. Sewa Tempat Rp 20.000 x 9 tenda Konsumsi P3K Dokumentasi Jumlah

150.000,180.000,= Rp 180.000,-

= Rp = Rp

120.000,40.000,= Rp 1.560.000,-

4.3 a.

Rekapitulasi Pemasukan = Rp 1.560.000,= Rp 1.560.000,-

b. Pengeluaran

Saldo

= Rp

0,-

BAB V KEPANITIAAN

Ketua Wakil Ketua Bendahara - Fery Irawan Sekretaris - Taufik Abu Bakar Seksi Event Organizer - Sutandi - Firmansyah Nurul Anwar Seksi Perlengkapan - Rian - Andi Riana Seksi P3K Seksi Dokumentasi Seksi Keamanan - Indra Lesmana - Nopi zakaria - Yusup Supriadi - Abdul Rahman

: : :

Eeng Suherman Dede Suryana - Intan Purnama Alam

- Dewi Anisa Nolis

- Ujang Suhandi

- Hada Rustandar

: : :

Tri Ramdani Yadih Sutisna - Indra Gunawan

BAB VI PENUTUP

6.1

Kesimpulan

Terdapat bebarapa hal yang dapat disimpulkan dalam kegiatan ini, banyak ilmu dan hikmah yang didapat oleh para peserta, peserta diharapkan lebih memahami fungsi dari alam dan lingkungan serta peserta dapat menerapkan apa yang telah diperoleh selama kegiatan dalam kehidupan sehari hari terutama di lingkungan tempat tinggalnya, dan dapat memotivasi terhadap orang lain yang belum menyadari betapa pentingnya lingkungan terhadap kelangsungan hidup manusia. Tak bisa dibayangkan jika manusia sudah lupa akan sang pencipta yang telah menciptakan alam beserta isinya, yang bertujuan untuk diambil manfaatnya oleh manusia dengan konsekuensi kita harus menjaganya supaya tetap lestari dan mensyukurinya.

6.2

Saran

Dalam mewujudkan tercapainya tujuan dari kegiatan Kemah Konservasi Alam yang Diadakan di Bumi Perkemahan Citalahab tahun 2010 maka perlu di lakukan langkah-sebagai berikut : a. Perlu adanya dukungan dari berbagi pihak terkait tentang konservasi alam Perlu adanya keseriusan dan kerjasama para peserta.

CARA MEMBUAT LAPORAN KEGIATAN Pengertian Laporan Kegiatan Laporan kegiatan adalah suatu ikhtisar tentang hal ikhwal pelaksana suatu kegiatan, yang harus disampaikan oleh pembina kepada pihak yang memberi tugas sebagai pertanggungjawaban. Pentingnya Laporan Kegiatan Laporan kegiatan merupakan alat yang penting untuk : 1. 2. 3. 4. Dasar penentuan kebijakan dan pengarahan pimpinan. Bahan penyusunan rencana kegiatan berikutnya. Mengetahui perkembangan dan proses peningkatan kegiatan. Data sejarah perkembangan satuan yang bersangkutan dan lain-lain.

Macam Laporan Kegiatan 1. Ditinjau dari cara penyampaian, terdapat : 1) Laporan lisan, disampaikan secara lesan, biasanya dilakukan hal-hal yang perlu segera disampaikan laporan lisan dapat dengan tatap muka, lewat telepon , wawancara dan sebagainya. 2) Laporan tertulis, disampaikan secara lengkap dalam bentuk tulisan. 1. Ditinjau dari bahasa yang digunakan, terdapat : 1) Laporan yang ditulis secara populer, yang menggunakan kata-kata sederhana, kadang-kadang diselingi dengan kalimat humor / lucu. 2) Laporan yang ditulis secara ilmiah, sebagai hasil peneliti. Biasanya isinya singkat tetapi padat dan sistimatis serta logis. 1. Ditinjau dari isinya, dapat dibedakan : 1) Laporan kegiatan, misalnya pelaksanaan perkemahan, pelaksanaan ujian SKU, SKK, Pramuka Garuda. 2) Laporan perjalanan, misalnya laporan wisata, pengembaraan, penjelejahan dan sebagainya. 3) Laporan keuangan, menyangkut masalah penerimaan dan penggunaan uang. Sistimatika Laporan Hendaknya laporan lengkap, dapat menjawab semua pertanyaan mengenai : apa ( what ), mengapa ( why ), siapa ( Who ), dimana ( where ), kapan ( when ), bagaimana ( how ).

Urutan isi laporan sebaiknya diatur, sehingga penerima laporan dapat mudah memahami. Urutan isi laporan antara lain sebagai berikut : 1. 1. Pendahuluan Pada pendahuluan disebutkan tentang : 1. 2. 3. 4. Latar belakang kegiatan. Dasar hukum kegiatan. Apa maksud dan tujuan kegiatan. Ruang lingkup isi laporan.

1. 2. Isi Laporan Pada bagian ini dimuat segala sesuatu yang ingin dilaporkan antara lain : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Jenis kegiatan. Tempat dan waktu kegiatan. Petugas kegiatan. Persiapan dan rencana kegiatan. Peserta kegiatan. Pelaksanaan kegiatan (menurut bidangnya, urutan waktu pelaksanaan, urutan fakta / datanya). 7. Kesulitan dan hambatan. 8. Hasil kegiatan. 9. Kesimpulan dan saran penyempurnaan kegiatan yang akan datang. 1. 3. Penutup Pada kegiatan ini ditulis ucapan terima kasih kepada yang telah membantu penyelenggaraan kegiatan itu, dan permintaan maaf bila ada kekurangan-kekurangan. Juga dengan maksud apa laporan itu dibuat. Hal-hal yang perlu diperhatikan Laporan diusahakan agar : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Singkat dan padat. Runtut atau sistimatis. Mudah dipahami isinya. Isinya lengkap. Menarik penyajiannya. Berpegangan pada fakta, data dan persoalannya. Tepat pada waktunya.

Lain lain.

a. Dalam laporan dapat dilampirkan : photo-photo kegiatan, tanda bukti, surat-surat keterangan dan sebagainya ( copy ) b. Untuk mempermudah penyusunan laporan sebaiknya tetap mengacu pada proposal yang pernah diajukan. c. Memberikan Laporan kegiatan dengan tembusan kepada satuan/ lembaga yang terkait. ( Mabi, Kwartir, Sponsor dll ) Sumber : Materi KML Lemdikanas (dengan sedikit penyempurnaan)