Anda di halaman 1dari 45

9/25/2013 1

Dinamika Partikel
9/25/2013 2
Dinamika (cabang mekanika), mempelajari mengapa benda menjadi
bergerak (diam), jika bergerak bagaimana lintasan gerak benda terse-
but.
Dinamika, membicarakan mengapa benda di sekitar permukaan bumi
selalu jatuh menuju bumi, benda bergerak lurus, melingkar dan lain
sebagainya.
Di alam benda selalu berinteraksi dengan benda lain.
Hasil interaksi, menyebabkan benda bergerak dan pada umumnya lin-
tasannya lengkung.
Pendahuluan.
9/25/2013 3
Konsep interaksi antar benda memunculkan konsep gaya (notasi F).
F inilah yang menjadi dasar pembicaraan dalam dinamika.
Gerakan benda-benda langit, akibat interaksi antar benda langit yang
satu dengan yang lain, hasil gerakannya berupa garis lengkung.
Bumi mengelilingi matahari dengan lintasan elips (lengkung ter-
tutup).
Bumi mengelilingi matahari merupakan hasil interaksi antara bumi-
matahari.
Lanjutan.
9/25/2013 4
Sir Isaac Newton (1642 - 1727) ilmuwan bangsa
Inggris, banyak berjasa dalam mengembangkan
mekanika.
- reaksi) III, (aksi
m a) II, (F
aman) I, (kelemb
g gerak) tan on (ten Hukum Newt
=
=


Lanjutan.
9/25/2013 5
Partikel bebas (partikel yang berdiri sendiri, konsep ideal) dianggap
partikel yang tidak melakukan (tidak memiliki) interaksi dengan
partikel lain.
Hukum Pertama Newton.
Benda bebas dibuat dengan cara benda/partikel dilindungi agar tidak
melakukan interaksi dengan benda lain (kita mengabaikan interaksi-
nya).
Hal tersebut sebenarnya sulit diperoleh, karena bagaimanapun par-
tikel di alam pasti melakukan interaksi dengan partikel-partikel lain.
9/25/2013 6
Sir Isaac Newton mendefinisikan hukum pertama dengan pernyataan
partikel (zarah) bebas selalu mempertahankan keberadaannya.
Sehingga, jika diam (v = 0) akan tetap diam dan jika bergerak (v 0)
akan bergerak lurus dengan kecepatan tetap (atau a = 0).
Hukum pertama Newton disebut juga hukum kelembaman (hukum
inersia).
Lanjutan.

=
=
=
=
z z
y y
x x
mv p
mv p
mv p
kartesian) koordinat (dalam komponen p p
9/25/2013 7
Momentum (= p) besaran vektor.
Momentum (dinotasikan p).
Benda yang bergerak selalu memiliki p.
Benda massa m bergerak dengan kecepatan (v) memiliki p yang di-
definisikan, sebagai,
p = m v
9/25/2013 8
Satuan p, kg m s
-1
dan dimensinya [MLT
-1
].
Besaran mv disebut p linier partikel untuk (membedakan dengan p
anguler L (nantinya kita kenal momentum sudut).
p dihubungkan dengan hukum inersial, partikel bebas selalu
bergerak dengan p tetap.
p menyatakan kualitas gerak benda dalam sistem.
p, sebuah partikel dapat dipandang sebagai ukuran kesulitan untuk
mendiamkan benda.
Lanjutan.
9/25/2013 9
Benda m = 4 kg, memiliki v = 50 i m s
-1
. Berapakah p-nya juga
besar p benda tersebut ?
Contoh.
p = m v
= (4 kg)( 50 i m s
-1
) = 200 i kg m s
-1
Penyelesaian.
Besar momentumnya, p = 200 kg m s
-1
dt
dm
dt
d
m
dt
m d
dt
d
v
v v p
F + = = =
) (
9/25/2013 10
Seandainya benda, memiliki p berubah, benda akan memiliki a
(percepatan penyebab perubahan v).
Hukum Kedua Newton.
Perubahan momentum (Ap) tiap satuan waktu (At) disebut F.
Pernyataan F (besaran vektor) dimunculkan oleh Newton sebagai
hukum kedua.
Satuan (F), kg m s
-2
atau newton (N) dimensi [M L T
-2
].
2
2
1
t
m
t
t
m
o o
o
F
v R R
F
v v
+ + =
+ =
9/25/2013 11
Sistem klasik (m tetap), dm/dt = 0 dan dv/dt = a, sehingga F = m a
Persm (F = m a), dikenal sebagai hukum Newton kedua.
Jika pada benda bekerja banyak F, (F lebih dari satu tetapi setitik
tangkap) sehingga formulasi hukum Newton kedua menjadi,
E F = m a.
Lanjutan.
2
1
2
1
a
a
m
m
=
9/25/2013 12
Massa benda dapat didefinisikan dengan menerapkan F (sama) yang
bekerja pada masing-masing benda dan membandingkan a-nya.
Perbandingan tersebut tidak tergantung pada jenis
Lanjutan.
2 2
2 2 1 1
1 1
tan berpercepa
, juga
tan berpercepa
pada dikerjakan Bila
a m
a m F a m F
a m
F

= =

Massa memperlihatkan karakteristik sifat benda pada suatu F.


9/25/2013 13
Lanjutan.
F yang digunakan (misal gaya pegas, atraksi gravitasi, atraksi listrik
atau magnet dan lain sebagainya)
1
2
s m 5 , 12
) s 5 ( s m 5 , 2 0 , Kecepatan

=
+ = + = t
m
F
v v
o
2
s m 5 , 2
kg 2
5
, Percepatan

= = =
N
m
F
a
9/25/2013 14
Benda m = 2 kg dikenai F = 5 N. Hitunglah besar a yang dihasilkan
oleh F tersebut ? Jika pada mulanya benda diam pada sistem
kerangka acuan tertentu. Hitunglah perpindahan dan v yang diper-
oleh saat t = 5 detik !
Contoh.
Penyelesaian.
m 25 , 31 ) s 5 (
kg 2
5
2
1
) s 5 ( 0 0
2
1
, n Perpindaha
2
2
=
|
|
.
|

\
|
+ + =
+ + =
N
t
m
F
t v r r
o o
9/25/2013 15
Johannes Kepler
1571 - 1630
Lanjutan.
2 -
s m ) 5 , 2 5 , 1 (
kg 4 , 0
N ) 6 , 0 (
j i
j i F
a
+ =
+
= =
m
9/25/2013 16
Contoh.
Sebuah partikel m = 0,4 kg dikenai dua F yaitu F
1
= (2 i - 4 j) N dan
F
2
= (- 2,6 i + 5 j) N. Jika partikel mulai dari keadaan diam (t = 0)
berada di titik asal, tentukan posisi dan v-nya pada t = 1,6 detik.
Gaya total (jumlahan dua F) akan menjadi,

F = F
1
+ F
2
= (2 i - 4 j) N + (- 2,6 i + 5 j) N

= (- 0,6 i + j) N.
Penyelesaian.
a partikel,
9/25/2013 17
Komponen percepatan, a
x
= - 1,5 m s
-2
dan a
y
= 2,5 m s
-2
.
Partikel saat t = 0, mula-mula diam, di titik asal koordinat (x, y) se-
telah t = 1,6 detik menjadi,
x = a
x
t
2
= (- 1,5 m s
-2
)(1,6 s)
2
= - 1,92 m,
y = a
y
t
2
= (2,5 m s
-2
)(1,6 s)
2
= 3,20 m
Posisi partikel setelah 1,6 detik (- 1,92 ; 3,20) m.
Kecepatan (v = a t) partikel setelah 1,6 detik,
Lanjutan.
9/25/2013 18
Komponen v
x
= a
x
t = (-1,5 m s
-2
)(1,6 s)
= - 2,40 m s
-1
dan

v
y
= a
y
t = (2,5 m s
-2
)(1,6 s) = 4,0 ms
-1
.
Dengan notasi vektor r dan v ber-persm:
Posisi, r = (- 1,92 i + 3,20 j) m
Kecepatan, v = (- 2,40 i + 4,00 j) m s
-1
.
Lanjutan.
9/25/2013 19
Nama Gaya
Jenis nama a memberikan bermacam jenis nama F.
Benda melakukan gerak melingkar padanya akan bekerja dua gaya
yaitu,
Contoh.
Gaya sentripetal (F
N
= m a
N
karena percepatan sentripetal)
Gaya tangensial (F
T
= m a
T
karena percepatan tangensial).
9/25/2013 20
Gaya Sistem Koordinat.
Kartesian, F = m (a
x
+ a
y
+ a
z
)
Kutub, F = m (a
r
+ a

)
Ada dua jenis percepatan yaitu : a
r
dan a

.
Ada tiga jenis percepatan yaitu: a
x
, a
y
, a
z
.
dt
r d
dt
dr
r
dt
r d
dt
d
dt
d
r
dt
d
r
dt
d
dt
dr
r
dt
dr
dt
d
r
dt
d

2
2
2
2
+ + + + =
|
.
|

\
|
+ =
u u
u
u
u
u
u
u
a
9/25/2013 21
Contoh.
Partikel ditarik menuju pusat sistem koordinat oleh F radial. Tunjukkan
berbanding terbalik dengan jarak kuadrat !
Dalam koordinat kutub terdapat dua a (dua jenis F yaitu radial (F
r
) dan
tangensial (F
T
) dinyatakan sebagai,
Penyelesaian.
e
u u
u u u
= = =
=
|
.
|

\
|
= +
2
2
2
2
2
tetapan
0
1
0 2
r
c
dt
d
dt
d
r
dt
d
r
dt
d
r dt
d
r
dt
d
dt
dr
u
u u
u
u
u
u



2
2
2
2
dt
d
dt
dr
r
dt
r d
r
dt
d
dt
d
r r
dt
d
dt
d
dt
dr
+ + + =
r
dt
d
r
dt
r d
dt
d
r
dt
d
dt
dr
r
dan

2
2
2
2
2
(
(

|
.
|

\
|
=
|
|
.
|

\
|
+ =
u
u
u u
u
F F
9/25/2013 22
Jika hanya F radial yang bekerja (diketahui) pada benda berarti F

= 0,
maka artinya memberlakukan
Lanjutan.
9/25/2013 23
0rang berada dalam lift berdiri di atas neraca pegas terbaca 120 N. Lift
yang dinaiki tersebut bergerak (dapat naik maupun turun) dengan
percepatan g. Berapakah w orang tersebut (yang terbaca oleh skala
neraca saat lift naik maupun turun) ?
Contoh.
m g + m A
o
= m a
!
atau g + A
o
= a
!

Penyelesaian.
Saat lift naik.
Diketahui percepatan A
o
= g, atau a
!
= 1,25 g.
Berat orang saat naik, (120 N)(1,25) = 150 N
9/25/2013 24
m g m A
o
= m a
!
atau g - A
o
= a
!

Saat lift turun.
Sehingga, a
!
= 0,75 g.
Berat orang saat turun, (120 N)(0,75) = 90 N
Lanjutan.
9/25/2013 25
Contoh.
Dua buah benda massa m dan M, (m < M) dihubungkan dengan tali
dilewatkan pada piringan. Piringan dapat berputar pada sumbunya se-
gala sesuatu yang berhubungan dengan piringan diabaikan. Hitunglah a
kedua benda tersebut, dan berapa besar tegangan talinya !
Penyelesaian.
Benda M bergerak turun (m naik), dengan percepatan sama (a).
Hukum Newton yang digunakan E F
i
= m
!
a. E F
i
dalam hal ini diwa-
kili oleh M g m g dan m
!
dalam hal ini diwakili oleh M + m sehingga
berlaku,
(M - m) g = (M + m) a
g
m M
m M
a
+

=
g
m M
m M
a
+

=
g
m M
m M
g
m M
m M
m mg T
+
=
+

+ =
2
2
9/25/2013 26
Percepatan,
Cara lain.
M
m
M g
m g
T
1

T
2

Benda M turun berlaku M g - T
1
= M a dan m naik ber-
laku T
2
- m g = m a (dalam hal ini T
1
= T
2
)
Kedua persm dijumlahkan dihasilkan,
Benda m naik berpercepatan a berlaku T
2
m g = m a
sehingga,
Lanjutan,
g
m M
m M
g
m M
m M
M g M T
+
=
+

=
2

1
9/25/2013 27
Benda M turun dengan percepatan a berlaku,
M g T
1
= M a sehingga menghasilkan,
Leonardo da Vinci
1452 - 1519
Lanjutan.
) ( - g ) ( 2


2 1
2
1
a m a M m M T
a m g m T
a M T g M
+ =
=
=
9/25/2013 28
Contoh.
Perhatikan gambar di samping. Batang bermassa M dan
bola m, (M > m). Pada awalnya bola berada pada ujung
bawah batang. Setelah t detik, bola sejajar ujung atas
batang. Bila panjang batang L tentukan tegangan tali
(ideal).
Penyelesaian.
L
M
m
T
Percepatan relatif m, terhadap M, A = a
1
+ a
2
= 2 a, (a
1
= a
2
= a).
g
m M
m M
a
+

=
( ) ( )
) (
2
) (
2
) ( 2 ) ( 2
2
2 2
m M t
L M m
T
a
m M
m M
m M
a m M
m M
a m M
T

+
=
9/25/2013 29
Panjang batang ditempuh oleh m, dengan waktu t sehingga,
L = A t
2
= a t
2
.
Lanjutan.
g
w
f
a
m
w f
a
|
.
|

\
|
+ =
+
=
1
9/25/2013 30
Contoh.
Sebuah batu berat w dilemparkan vertikal ke atas di udara dari lantai
dengan kecepatan awal v
0
. Jika, ada gaya konstan f akibat gesekan/
hambatan udara selama melayang dan asumsikan percepatan gravitasi
bumi (g) konstan, maka tentukan :
a). tinggi maksimum yang dicapai (nyatakan dalam: v
o
, g, f dan w )
b). laju batu saat menyentuh lantai kembali (nyatakan dalam: v
o
, f dan w)
Penyelesaian:
a). Batu ke atas, a (berupa perlambatan):
F = m a
a
v
h
o
2
2
=
a
v
t
o
=
|
.
|

\
|
+
=
1 2
2
w
f
g
v
h
o
m
9/25/2013 31
v
v
0

h
max

v= 0
f
w
w
f
Tinggi maksm dicapai batu: h = v
o
t a t
2


dengan , sehingga,
b. Gerak batu ke bawah, percepatan:
g
w
f w
a

=
Kecepatan saat menyentuh lantai :
|
|
|
|
.
|

\
|
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|

= =
w
f w
g
v
g
w
f w
v ah v
2
2 2
2
0 2 2
Lanjutan.
f w
f w
v v
f w
f w
v v o
+

=
+

=
0
2 2
9/25/2013 32
Lanjutan.
9/25/2013 33
Contoh.
Tiga buah massa dihubungan dengan tali lewat katrol dengan susunan
seperti dalam gambar di bawah ini. Massa tali, katrol dan gesekan tali-
katrol diabaikan. Tentukan percepatan (a) benda massa m !
m
1

m
M
a
- a
K
k
Penyelesaian.
m
1
berlaku T = m
1
a
1
, percepatan
turun K juga a
1

a
1

Dalam sistem K (diperoleh tegangan tali),
2 T
!
- T = m
K
a
1
,(m
K
= 0) T = 2 T
!
.
T
T
!

Misal M turun ( m naik) memiliki (a), sama.
E F
i
= m a, E F
i
dalam hal ini = (M m) g m = (M + m) g
m M
m M
a
+

=
?
p
e
r
c
e
p
a
t
a
n


s
i
s
t
e
m

m
a
s
s
a
-
k
a
t
r
o
l


i
d
e
a
l

9/25/2013
34
Contoh.
Benda m
1
bergerak (F = m a), percepatan m (atau M)
gerakan K, berlaku a + (- a
1
) = - (A + a
1
), A = a + 2 a
1

g
m M
m M
a
+

=
Percepatan m, T
!
m g = m a T = 2 m (g + a)
Percepatan M, M g - T
!
= M a T = 2 M (g - A) dalam hal ini a = - A
Dari T = 2 M (g + a)
Dari T
!
m g = m a dan M g T
!
= M A M g m g = m a + M A
) ( 2
1
1
a g
m
m
a + =
M g m g = m a + M (a + 2 a
1
)
( )
(

+ + + = a g
m
m
a M ma m M g
1
4 ) (
( ) | | ( ) | |a Mm m m M g Mm m m M 4 4
1 1
+ =
( )
( )
g
Mm m m M
Mm m m M
a
4
4
1
1
+

=
Percepatan benda m menjadi
9/25/2013 35
Contoh.
9/25/2013 36
Sebuah sistem terdiri atas dua buah balok masing-masing bermassa m
dan M (lihat gambar). Koefisien gesekan antara kedua balok
s
dan
balok M tidak ada gesekan dengan lantai. Tentukan besar gaya F yang
harus diberikan pada balok m agar tidak turun ke bawah (nyatakan
dalam : m, M, g dan
s
)
Contoh.
Penyelesaian.
Teori yang mendasari hukum Newton tentang gerak
Tinjau benda massa m.
Arah mendatar, F
x
= m a
x
F N = m a
x

9/25/2013
37
Arah vertikal,
Lanjutan.
M
m
f
F
N
Licin
F
y
= 0
m g = f =
s
N

.
s
g m
N

=
Tinjau benda massa M.
Arah mendatar, F
x
= M a
x
N = M a
x

M
N
a
x
=
(

+ = 1
.
M
m g m
F
s

Dari, F N = m a
x

9/25/2013 38
9/25/2013 39
Contoh.
Perhatikan sistem di bawah ini !
L
M
m
F

1
Ada dua balok, masing-masing bermassa m
dan M. Koefisien gesekan antara balok M de-
ngan lantai
1
, sedangkan koefisien gesekan
antara balok m dengan balok M adalah
2
.
Balok m diberi gaya mendatar F yang cukup besar sehingga balok m akan
bergerak dipunggung balok M. Balok M juga bergerak akibat gaya F ini
(asumsi
2
cukup besar). Jika balok m berpindah sejauh L relatif terhadap
balok M, maka berapa usaha yang dilakukan gaya F ? Untuk memudah-
kan hitungan anggap :
9/25/2013 40
Lanjutan.
M = 2 m, F = m g = 5,6 m g,
2
= 0,5 dan
1
= 0,1
Teori yang mendasari: Hukum Newton tentang gerak, GLBB, Usaha
mg
N
2

F
m
f
2

a
2

N
2
= gaya normal pada m karena M
balok m,
F
y
= 0 dan N
2
= m g dan F
x
= m a
2

m
mg F
a
2
2

=
F f
2
= m a
2
; f
2
=
2
N
2
F -
2
m g = m a
2
=
2
m g
a
2
percepatan m relatif terhadap lerangka lab.
| |
g
M
M m m
a
) (
1 2
1
+
=

9/25/2013 41
Lanjutan.
mg
M
N
2
!

N
1

a
1

f
1

f
2

N
2
!
= reaksi dari N
2
= m g
F
y
= 0
N
1
N
2
!
M g = 0
N
1
= (m + M) g
F
x
= M a
1

f
2
f
1
= M a
1
, f
2
=
2
m g

2
m g
1
(m + M) g

= M a
1
,

f
1
=
1
(m + M) g

| | ) (
2
) (
2
1 2
2
2
2
1 2
M m m
M
gt
mg F
m
t
S S + =
9/25/2013 42
Lanjutan.
Total pergeseran massa M setelah selang waktu t,
| |
2 1 2 2
1 1
) (
2
1

2
1
gt
M
M m m
t a S
+
= =

Total pergeseran massa m terhadap kerangka lab setelah selang waktu t,
2 2 2
2 2
2
1

2
1
t
m
mg F
t a S

= =
Selisih jarak, s
1
dan s
2

9/25/2013 43
Lanjutan.
| |
M
m
mg
F gt
M
m
M
m
mg
F gt
S S
= = + + =
(

+ + =

dan dimana ,
2

2
1 1 2 2
2
1
1 2
2
2
1 2
Setelah t = t
o
, selisih jarak = L, L = s
2
s
1
| |
1 1 2 2
2
0
1 1 2 2
2
0
2
2


+ +
=
+ + =
L gt
gt
L
Untuk waktu t
o
ini, massa m telah berpindah sejauh :
9/25/2013 44
Lanjutan.
| |
| |
1 1 2 2
2
2
2
0
2
2
0
2
0
2 2
0 2 2

2

2

2
1

2
1


+ +

=
=
(

= =
L
gt
mg
F gt
t
m
mg F
t a S
Usaha yang dilakukan oleh gaya F :
| |
| |
mgL
mgL
L
mg S F W
F
712 , 5
.
1 1 2 2
2
1 1 2 2
2
2
=
+ +

=
+ +

= =



9/25/2013 45