Anda di halaman 1dari 2

ABSTRACT

IDENTIFICATION OF Trichomonas vaginalis AMONG FEMALE SEX WORKERS AT JONDUL AREA PEKANBARU AND FACTORS THAT INFLUENCED IT

By Ummatul Khairiyah

Sexually transmitted disease is a health problem around the world not only at developed countries but also at developing countries. During these decades, the incidence and prevalence of sexually transmitted disease is rapidly increasing in some countries around the world. In Riau province, one of sexually transmitted diseases which is having high prevalence is trichomoniasis. The purpose of this research is to identificate Trichomonas vaginalis among female sex workers at Jondul area Pekanbaru and factors that influenced it such as condom using and vaginal antiseptic using. Identification is done by using Giemsa staining of female sex workers vaginal swab. The research was descriptive and already done on December 2012 until January 2013. The result of this research shows that from 35 respondents, there are 17,14 % of them were infected Trichomonas vaginalis. The respondents who are using vaginal antiseptic often daily is 88,6%, and using condom with sexual partner is 62,9 %.

Keywords : Sexually transmitted disease, Trichomonas vaginalis, female sex workers.

ABSTRAK IDENTIFIKASI Trichomonas vaginalis PADA PEKERJA SEKS KOMERSIAL DI KAWASAN JONDUL KOTA PEKANBARU DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA

Oleh Ummatul Khairiyah

Infeksi Menular Seksual merupakan masalah kesehatan masyarakat di seluruh dunia, baik di negara maju maupun di negara berkembang. Selama dekade terakhir ini insidensi dan prevalensi infeksi menular seksual meningkat cukup pesat di berbagai negara di seluruh dunia. Salah satu infeksi menular seksual yang cukup tinggi prevalensinya di provinsi Riau yakni trikomoniasis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi parasit penyebab infeksi menular seksual yakni Trichomonas vaginalis pada pemeriksaan swab vagina pekerja seks komersial di kawasan Jondul kota pekanbaru dan faktor yang mempengaruhinya. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan teknik pewarnaan Giemsa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dan telah dilaksanakan pada bulan Desember 2012 hingga Januari tahun 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan dari 35 sampel didapatkan sampel positif terinfeksi Trichomonas vaginalis yakni sebanyak (17,14 %). Responden yang menggunakan antiseptik vagina setiap hari yakni sebesar 88,6 %. dan yang tidak menggunakan kondom yakni sebersar 62,9%.

Kata kunci : Infeksi menular seksual, Trichomonas vaginalis, pekerja seks komersial.

vi