Anda di halaman 1dari 5

Buku pengantar manajemen,bumi aksara Jakarta Juni 2012 cetakan 8, Dr.H.B.Siswanto, M.

Si
Periode Waktu 1870-1930 Aliran Manajemen Manajemen Ilmiah Kontributor Fedrick w taylor Frank dan Lilian Gilbreth Henry Gannt Harington Emerson

Lebih dari 1400 tahun yang lalu teori tentang manajemen sudah mulai diterapkan oleh manusia. Terbukti dari berbagai proyek-proyek pembangunan yang dilakukan di berbagai belahan dunia seperti pembangunan di Mesir dan China juga di Venezia yang merupakan pusat perdagangan dan perekonomian yang penting. Sampai pada masa antara abad 18 dan 19 bermunculan teori-teori manajemen secara keilmuan yang dicetuskan oleh beberapa pemikir diantaranya R.Owen dan Charles Babage yang merupakan pionir dalam ilmu manajemen. Owen (1771-1858) merupakan seorang pembaru dan industrialis dari inggris yang pertama kali mencaetuskan perlunya sumber daya manusia di dalam organisasi dan kesejahteraan pekerja. Sedangkan Babage (1792-1871) adalah seorang ahli matematika yang juga dari Inggris yang merupakan orang yang pertama kali berbicara mengenai efisiensi dalam proses produksi. Pada tahun 1911 dikenal dengan tahun lahirnya manajemen modern. Karena pada saat itu Frederick Winslow Taylor (1856-1915) menerbitkan buku berjudul Principles Of Scientific Management. Awalnya, Taylor merasa tidak puas dengan ketidakefisien di perusahaannya ketika ia bekerja, karena para pekerja di perusahaan tersebut memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih kemampuan mereka sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sehingga, pada akhirnya Taylor mengusulkan manajemenlah yang harus mengambil alih pekerjaan dan melatihnya, manajemen juga disarankan untuk mengambil alih pekerjaan yang tidak sesuai dengan pekerja. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Manajemen ilmiah adalah sebuah teori analisis manajemen yang telah dianalisis dan disintesis alur kerja. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi ekonomi terutama produktivitas tenaga kerja. Atas kontribusinya yang begitu besar dalam manajemen ilmiah tersebut Taylor dikenal sebagai Father Of Scientific Management (Bapak Manajemen Ilmiah). Filsafat Taylor tersebut memiliki empat prinsip, yaitu : 1. 2. 3. 4. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan menempatkan pekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan. Adanya pendidikan dan pengembangan ilmiah dari para pekerja. Kerjasama yang baik antara manajer dengan pekerja.

Sehingga inti dari prinsip-prinsip yang telah ditetapkan oleh Taylor yaitu, rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerja dan semangat para pekerja. Dalam menerapkan keempat prinsip ini, beliau menganjurkan perlu revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Adapun prinsip-prinsip dasar menurut Taylor mendekati manajemen ilmiah adalah : 1. 2. 3. 4. 5. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok. Adanya kerja sarna sesama pekerja, dan bukan bekerja secara individual. Bekerja untuk hasil yang maksimal. Mengembangkan seluruh karyawan hingga taraf yang setinggi-tingginya untuk tingkat kesejahteraan maksimum para karyawan itu sendiri di perusahaan. Buku-buku Taylor yang terkenal adalah Shop Managemen (1930), Principles Of Scientific Management (1911), dan Testimory Befo Special House Comittee Dan pada tahun 1947, ketiga bu tersebut digabungkan dalam satu buku dengan judul Scientific Management.

Selain Taylor, kontributor lain yang berperan dalam perkembangan manajemen ilmiah ini adalah Henry Lawrance Gantt (1861-1919). Sumbangan Henay yang terkenal adalah sistem bonus harian dan bonus ekstra untuk para mandor. Beliau juga memperkenalkan sistem Charting yang terkenal dengan nama Gantt Chart yaitu bagan yang berfungsi untuk perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi. Gantt Chart merupakan

metode yang paling terkenal dalam proses perencanaan dan pengawasan yang berhubungan dengan waktu. Gantt Chart telah memberikan sumbangan yang cukup besar bagi semua bentuk manajemen operasi, serta digunakan secara meluas sebagai teknik pengawasan terutama dalam perubahan-perubahan dengan banyak proyek yang saling berhubungan Henry juga menekankan pentingnya mengembangkan minat hubungan timbal balik antara manajer dan para karyawan, yaitu kerja sarna yang harmonis. Henry beranggapan bahwa unsur manusia sangat penting sehingga menggarisbawahi pentingnya mengajarkan, mengembangkan pengertian tentang sistem pada pihak karyawan dan manajemen, serta perlunya penghargaan dalam segala masalah manajemen. Sehingga Henry Gantt memperkenalkan empat gagasan untuk peningkatan kegiatan manajemen, yaitu : 1. 2. 3. 4. Kerja sama yang saling menguntungkan antara manajer dengan pekerja. Seleksi ilmiah pekerja. Sistem insentif untuk merangsang produktivitas pekerja dan organisasi. Penggunaan instruksi-instruksi kerja yang terperinci.

Selain Taylor dan Henry, kontributor lain yang turut mengembangkan manajemen ilmiah ini adalah Frank Gilbreth dan Lillian Gilbreth (1868-1924 dan 1878-1972). Gilbreth menciptakan sistem yang terkenal dengan speed work, tapi sistem ini bukan menunjukkan kecepatan bekerja secara keseluruhan. Kecepatan yang dimaksud bukan karena adanya unsur terburu-buru, tapi dengan pengurangan jumlah pekerjaan dengan eliminasi gerakan-gerakan yang tidak perlu. Upah rata-rata dari pekerjaan Gilbreth secara keseluruhan lebih tinggi dari biasanya, Beliau dapat malakukan hal tersebut karena banyak yang dapat dicapai dalam waktu yang sangat singkat melalui sistem speed work. Meskipun Taylor menunjukkan kinerja yang baik melalui prinsip-primsip yang telah ditetapkannya, Gilbreth mencoba mencari satu cara terbaik untuk melaksanakan pekerjaan yang jauh lebih baik pencapaiannya dan merupakan dasar teknik studi gerak yang modern. Dia telah mengidentifikasi 17 elemen dasar dari teknik studi gerak modern, diantaranya : 1. Search 2. Find 3. Select 4. Grasp 5. Position 6. Assemble 7. Use 8. Disassemble 9. Inspect 10. Transport loaded, moving hand or body with a load 11. Pre-position 12. Release load 13. Transport empty 14. Wait-unavoidable 15. Wait-avoidable 16. Rest-necessary for overcoming fatigue 17. Plan Gilbreth juga menciptakan flow process chart yang tidak hanya satu gugus namun juga temasuk operasinya. Dengan catatan tertulis dari persis apa yang dilakukan dalam menghasilkan produk atau komponen sangat memungkinkan untuk menemukan beberapa langkah yang akan dihilangkan atau disingkat atau dilakukan perubahan pada langkah-langkahnya yang akan menghilangkan kemunduran. Frank Gilberth, seorang pelopor pengembangan studi gerak dan waktu, menciptakan berbagai teknik manajemen yang diilhami Taylor. Dia sangat tertarik terhadap masalah-masalah efisiensi, terutama untuk menemukan cara terbaik pengerjaan suatu tugas. Sedangkan Lillian Gilberth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam bekerja, seperti seleksi, penempatan dan latihan personalia. Baginya, manajemen ilmiah

mempunyai satu tujuan akhir yaitu membantu para karyawan mencapai seluruh potensinya sebagai makhluk hidup. Salah satu persoalan yang seringkali dialami dalam organisasi adalah pemborosan dan ketidakefisienan atau inefisiensi. Ketidakefisienan sesungguhnya akan menghambat tercapainya tujuan. Berdasarkan hal ini, seorang bernama Harrington Emerson (1853-1931) memberikan kontribusi berharga dalam dunia manajemen dengan memperkenalkan 12 prinsip-prinsip efisiensi, yaitu : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas. Kegiatan yang dilakukan harus masuk akal dan realistis. Adanya staf yang memiliki kualifikasi yang tepat. Adanya ketidakdisiplinan. Diberikannya pemberian kompensasi yang adil. Perlu adanya laporan dari setiap kegiatan secara tepat, akurat, dan terpecaya, sehingga diperlukan sistem semacam sistem informasi atau akuntansi. 7. Adanya kejelasan dalam pemberian perintah, perencanaan dan pembagian kerja. 8. Adanya penetapan standar dari pekerjaan, baik dari segi kualitaas kerja maupun waktu pengerjaan. 9. Kondisi pekerjaan perlu distandarisasi. 10. Kegiatan operasional harus distandarisasikan. 11. Instruksi-instruksi praktis tertulis harus dibuat secara standar. 12. Sebagai kompensasi atas efisiensi, perlu dibuat rencana pemberian insentif. Pengembangan manajemen ilmiah mambuat kemungkinan yang besar untuk perusahaan dalam mendapatkan efisiensi, yang tidak akan menyebabkan perusahaan tersebut tenggelam. Taylor telah memberikan kontribusi utama berupa Mental Revolution yang akan mengakhiri perselisihan antara manajer dan pekerja dengan meyakinkan bahwa kepentingan dan tujuan keduanya adalah sama.

Setelah revolusi mental yang dicanangkan Taylor terjadi dalam praktek, timbul masalah-masalah sebagai keterbatasan penerapan manajemen ilmiah. Kenaikan produktivitas sering tidak diikuti kenaikan pendapatan. Perilaku manusi ayang bermacam-macam menjadi hambatan. Pendekatan rasional hanya memuaskan kebutuhan ekonomis dan phsisik, tidak memuaskan kebutuhan-kebutuhan social karyawan. Manajemen ilmiah juga mengabaikan keinginan manusia untuk kepuasan kerja.

MANAJEMEN ILMIAH Aliran manajemen ilmiah ( scientific management ) ditandai konstribusi-konstribusi dari Federick W. Taylor,Frank dan Lillian Gilbreth,Henry L. Gantt,dan Harrington Emerson,yang akan diuraikan satu persatu. Frederick W. Taylor ( 1856-1915 ) Manajemen ilmiah mula-mula dikembangkan oleh Federick Winslow Taylor sekitr tahun 1900 an. Karena karyanya tersebut,Taylor disebut bapak manajemen ilmiah. Dalam buku -buku literature,manajemen ilmiah sering diartikn berbeda. Arti pertama,manajemen ilmiah merupakan penerapan ilmiah meode studi,anlisa dan pemecahan masalah-masalah organisasi. Arti kedua ,manajemenilmiah adalah seperangkat mekanisme - mekanisme atau teknik - teknik a bag of trick untuk meningkatkan efisiensi kerja organisasi. Taylor menuangkan gagasan-gagasannya dalam tiga judul makalah,yaitu:Shop Management,The Principle of Scientific Management,dan Testimony Before the Special House Committee,yang dirangkum dalam sebuah buku yang berjudul Scientific Management. Toylor memberikan prinsip prinsip dasar dalam penerapan pendekatan pada manajemen , sbb: Pengembangan metoda-metoda imiah dalam manajemen,agar,sebagai contoh,metoda yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan. Seleksi ilmiah untuk karyawan,agar setiap karyawan dapat diberikan taggung jawab atas sesuatu tugas sesuai dengan kemampuannya. Pendidikan dan pengembangan ilmiah para karyawan. Kerjasama yang baik antara manajemen dan tenaga kerja.

Frank dan Lillian Gilbreth ( 1868-1924 dan 1878-1972). Contributor utama dalam aliran ini adalah pasangan suami istri Frenk Bungker dan Lilian Gilbreth. Dalam aliran ini Frank lebih cenderung t erhadap masalah yang sangat efisien, terutama untuk menemukan cara yang terbaik untuk mengerjakan suatu tugas. Sedangkan istrinya Lillian Gilbreth lebih tertarik pada aspek-aspek manusia dalam kerja ,seperti seleksi,penempatan dan latihan personalia.Dia menuangkan gagasannya dalam buku yamg berjudul The Psychology of Management. Henry L. Gantt ( 1861-1919 ) Seperti Taylor, Henry L. Gantt mengemukakan gagasan-gagasan,yaitu : Saling menguntungkan antar tenaga kerja dengan manajemen. Seleksi kerjasama ilmiah tenaga kerja Sistem insentif (bonus) untuk merangsang produktivitas. Pengunaan-pengunaan,instruksi-instruksi kerja yang terperinci. Harrington Emerson (1853-1931) Emerson mengemukakan 12 (dua belas) prinsip-prinsip efisiensi yang sangat terkenal, yang secara ringkas adalah sebagai berikut: Tujuan-tujuan dirumuskan dengan jelas. Kegiatan yang dilakukan masuk akal. Adanya staf yang cakap. Disiplin. Balas jasa yang adil.

Laporan-laporan yang terpercaya, segera, akurat dan ajeg sistem informasi dan akuntansi. Pemberian perintah-perencanaan dan pengurusan kerja. Adanya standar-standar dan skedul-skedul metoda dan waktu setiap kegiatan. Kondisi yang distandardisasi. Operasi yang distandarisasi. Instruksi-instruksi praktis tertulis yang standar. Balas jasa efisiensi-rencana intensif.