P. 1
Komunikasi Penolong Pertama

Komunikasi Penolong Pertama

|Views: 10|Likes:
Dipublikasikan oleh Tristiani Utari

More info:

Published by: Tristiani Utari on Sep 25, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/23/2014

pdf

text

original

Komunikasi Penolong Pertama

B.P. Suryosubianto
Bagian Bedah FK-Unjani / RS Dustira
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 1

Hasil Terapi

Paramedik Terapi Awam Definitif Awam Terlatih Paramedik Terlatih Penolong
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 2

Tujuan Instruksional Umum
Stlh kuliah ini, Mhs mampu menjelaskan cara:

Menguasai tempat kejadian Berkomunikasi di tempat kejadian, dgn:
Orang di sekitar pasien Pasien, pd survei primer

Menghubungi petugas medik:
Ambulans gawat darurat medik IGD rumah sakit yg sesuai

Merujuk pasien dgn aman
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 3

Tujuan Instruksional Khusus
Mhs mampu menjelaskan cara:
Memroteksi diri, mengenali bahaya thd penolong & pasien, berkomunikasi utk minta bantuan Berkomunikasi dgn orang disekitar tempat kejadian dan dgn pasien, utk:
 Mengenali penyebab dan jumlah / jenis pasien  Mengenali dan mengatasi gangguan jalan napas, pernapasan, sirkulasi, sist.saraf pusat (ABCD)

Berkomunikasi dgn rumah sakit, utk:
 Transportasi ke IGD RS yg sesuai  Pemberitahuan awal sekaligus konsultasi

Merujuk dgn menjaga jalan napas & imobilisasi
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

4

Pendahuluan

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

5

Sistem Terpadu pada Pelayanan Kedaruratan Medik Kasus Darmed
Penolong Pertama

Pasien Darmed dlm < satu jam telah mendpt T/ definitif

Komunikasi Stabilisasi Transportasi

Terapi definitif
6

PelayananAmbulans
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Pada kuliah ini, dipelajari
Konsep mengelola kedaruratan medik dgn mengidentifikasi ancaman jiwa diikuti pertolongan pertamanya Keterampilan berkomunikasi yg perlu dikuasai oleh seorang penolong pertama Mhs perlu menyiapkan diri, kelak sbg dokter akan menghadapi pasien darurat medik yg mengharapkan penerapan asuhan kedokteran yg menunjukkan:
Perhatian yang penuh belas kasih Praktik seorang ilmuwan terapan Karya perekayasaan dan seniman Pengayoman bagi pasiennya
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 7

Konsep Mengelola Kasus Darurat Medik
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 8

Prioritas Mengatasi Ancaman Jiwa
Konsep dasar ATLS kini diterapkan pada darmed trauma maupun nontrauma:
     Pendekatan ABCD pd penilaian & terapi Atasi yg paling mengancam jiwa >dahulu Diagnosis definitif tidak penting pd fase awal Waktu berperan amat penting Jangan memperburuk kondisi pasien

Survei primer & survei sekunder
 Diidentifikasi & diatasi yg mengancam jiwa, dgn urutan prioritas ABCD  rujuk ke T/def.  Reevaluasi ABCD, kmdn hanya di tempat T/definitif dilakukan survei sekunder: berurutan, teliti BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Nov 2010

9

Sistem Terpadu pada Pelayanan Kedaruratan Medik
Cooley RA: EMSS The Golden Hour The Platinum 10’ Pusponegoro AD: SPGDT Ambulans 118 Musibah massal/Bencana RS rujukan Tk.I – Tk.IV
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 10

The Platinum Ten Minutes

15’ – 20’
15’ – 20’

10’

11

Pelayanan Ambulans
Cermati gambar ini baik-baik

Kesimpulan2 apa yg dapat Anda buat?
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 12

Survei Primer:

Airway & Breathing
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 13

Takipnea:
Kausa: ggn airway &/ breathing Suara tambahan: pd ggn airway Dengar, inspeksi/palpasi , auskul Suction app, Oksigen, oksimeter

Pembunuh tercepat I:
Tanpa alat Dgn alat Definitif

Jalan napas definitif:

Definisi: terhubungnya trakea.. Pembunuh Indikasi: Perlindungan jalan napas tercepat II: Perlu ventilasi (<10, >29) Torakosentesis Evaluasi. Insp/palp, ausk: jarum Leher & toraks Tube toraks  Waspadai pneumotoraks tension
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 14

Membebaskan jalan napas tanpa alat
Chin lift, jaw thrust Miringkan pasien dgn logrolling

Membebaskan jalan napas dengan alat
Suction apparatus Jalan napas nasofaringeal Jalan napas orofaringeal Jalan napas definitif
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 15

Jawthrust: Airway + C-spine control

Chin-lift + head-tilt Pd kasus trauma: Kontra-indikasi
Pneumotoraks iatrogen krn membalut rapat dgn kasa bervaselin
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

16

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

17

Menyisakan satu sudut:
Pertolongan pertama pada pneumotoraks terbuka, dgn bahan kedap udara

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

18

Survei Primer:

Circulation
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 19

Tanda syok:
Pucat, berkeringat, takikardia, kesadaran turun Patofisiologi: oksigenasi sel inadekuat  metabolisme anaerob. Kompensasi: katekolamin* Prinsip terapi: Balut-tekan perdrhan eksternal, Ops/definitif RL hangat, dua jalur iv, resusitasi hipotensif Transfusi /komponen darah, sesuai kebutuhan Monitor: kesadaran, frekuensi nadi, akral, produksi urine*

Perdarahan internal:

Hentikan perdrhan secepatnya: damage control Perbaikan homeostasis, atasi sepsis, second look
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 20

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

21

Syok hemoragi krn trauma
Bila ada takikardi, pucat, berkeringat, akral dingin  dianggap syok sampai terbukti lain Evaluasi tingkat kehilangan darah (I – IV)
Kesadaran, nadi, tensi, produksi urine (RT) Ringan (15%), sedang (30%), berat (> 40%) Singkirkan tamponade jantung & tension-pnTx Resusitasi hipotensif: RL hangat iv di lengan (2)

Evaluasi respons: sadar,nadi, akral,(T) ProU
Baik: tak perlu transfusi, mungkin perlu operasi Transien: perlu transfusi, perlu operasi Buruk: (?) pasti perlu tranfusi, operasi resusitatif 22
BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Nov 2010

Membalut & Membidai: Fase awal

23

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

24

Membidai: diakhiri dgn re-evaluasi AVN

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

25

Survei Primer:

Disability & Event
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 26

Anamnesis:

Disability: Ggn SSP

Riwayat premorbid, sesuatu disekitar pasien Trauma: multipel, jejas >kranial dr klavikula
Kesadaran menurun, lateralisasi Jatuh dr ketinggian, deformitas / nyeri spine

Pem. Neurologi Mini:
GCS (E – M – V) dan Pupil Pemeriksaan motorik&sensorik pd survei sekunder

Event/Environment: Kejadian, lihat sekitar
Cegah hipotermia, segera selimuti Trauma: buka pakaian seperlunya (cedera lain?) Logroll
BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Nov 2010

27

Memeriksa GCS
Pemeriksa pegang senter Rangsang verbal tanpa sentuhan Rangsang nyeri di batas kuku jari tangan Bila buka mata  pupil Respons verbal: usahakan pasien membuat kalimat

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

28

Memeriksa Pupil
Ukuran Normal, miosis, midriasis Kesamaan / Ekualitas Bandingkan ki/ka Reaksi thd cahaya Mengecil dgn kecepatan normal Kecepatan melambat
29

Pemeriksaan Pupil
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 30

Nov 2010

Dikutip dari ATLS Manual, ACS-COT
BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

31

Survei Sekunder:
Stlh re-evaluasi survei primer Teliti, urut, from head to toe Di tempat T/definitif,
atau bila rujukan tertunda lama
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 32

Berurutan, teliti, lembut
Inspeksi diperkuat gentle palpation, justru
harus ekstra hati2 bila pasien tidak sadar

Kepala mulai vertex,kalvaria,oksiput,telinga. Wajah,mata,zygoma, hidung,maksila,mandibula,gigi,

Leher anterior et posterior, trakea & spine Toraks, abdomen, ekstremitas  logroll*
Waspadai ggn breathing, jantung Ada tanda peritonitis / cairan intra-abdomen? Tanda fraktura pelvis? Ggn sensorik / motorik pd ekstremitas / trunkus *Punggung: dgn logroll (reevaluasi KU, tube / iv) Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

33

Cedera Nn.Ulnaris, Radialis, Medianus

Pemeriksaan sensorik & motorik

34

Ringkasan
Penolong pertama menjadi awal sistem terpadu pelayanan kedaruratan medik
Berpengaruh pd hasil-akhir pertolongan

Perlu menguasai teknik berkomunikasi dan teknik mengidentifikasi serta mengatasi ancaman jiwa
Terbagi  survei primer & survei sekunder Berdasarkan konsep urutan prioritas ABCD

Meningkatnya pemahaman ilmu biomedik dasar + ilmu klinik sistemik pd blok pembelajaran selanjutnya  tingkatkan mutu Longma
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 35

36

Penutup
Penolong pertama pd kedaruratan medik:
Memahami konsep terlebih dahulu Baru kemudian memahirkan keterampilan

Peran komunikasi pd Kedaruratan Medik:
Mengidentifikasi kedaruratan medik Mencegah / menggatasi ancaman jiwa Mengusahakan transportasi ke RS

Usahakan pasien darurat medik mendpt terapi definitif secepat mungkin
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 37

Apendiks #1:

Keterampilan Penolong Pertama
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 38

Ciri Penolong Pertama
Fisik penolong: sehat & bugar, tubuh lentur
Tajam penglihatan dekat & jauh harus baik Sedapat mungkin tidak buta warna Pendengaran baik dan berbicara jelas

Kepribadian penolong menyenangkan, dan:
Bersungguh hati & tulus; Cerdik & panjang akal Penuh inisiatif; Emosi stabil Mampu memimpin; Bersih dan rapi Jujur & bermoral tinggi; Kebiasaan yg baik Berbicara terkontrol dan mampu mendengar Bukan perokok, peminum, pengguna narkoba
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 39

Sistem Terpadu pada Pelayanan Kedaruratan Medik Kasus Darmed
Penolong Pertama

Pasien Darmed dlm < satu jam telah mendpt T/ definitif

Komunikasi Stabilisasi Transportasi

Terapi definitif
40

PelayananAmbulans
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Akses ke Pelayanan Darurat
Telepon fasilitas darurat:
Polisi 112 Dinas Kebakaran: 113 Ambulans: 118 Basarnas 115 PLN 123 KA 121 Polres Cibabat

Telepon RS2 trtm krn lokasi & tingkatnya
RS Dustira 6630932 RSHS 2033925 RS Cibabat 6652025

Komunikasi Ambulans : Radio, HP
Ambulans – Direktur Medik Ambulans – RS Rujukan Ambulans – Ambulans
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 41

Komunikasi antara Penolong – Pasien Darurat Medik
Tujuan komunikasi
 Identifikasi ancaman jiwa  Ketahui mekanisme cedera / kausa penyakit  Tenangkan pasien: kata jelas, bahasa sederhana

Di tempat terbuka, sedapat mungkin wajah penolong terlihat jelas oleh Pasien Respons pasien thd pertanyaan:
 Kata jelas  airway baik  Kalimat bernalar  normal breathing, no disability  Tak mampu selesaikan kalimat tanpa sesak  B !  Semula terpejam kmdn membuka mata  E = 3
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 42

Menguasai Tempat Kejadian
Keamanan • Proteksi diri • Bahaya /Ancaman Penolong • Bantuan? & Korban Kejadian Penyakit / Cedera
Nov 2010

• Mekanisme / penyebab • Jumlah/Jenis • Bantuan?
43

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Contoh Ancaman utk Penolong
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 44

Mekanisme cedera
Trauma tumpul:
Intensitas rendah: dipukul, terjatuh Intensitas tinggi: tabrakan ranmor kec.tinggi, jatuh dr ketinggian, pukulan bertenaga / alat

Trauma penetrans:
Senjata tajam: tusuk, sayat, bacok Senjata api / proyektil: Velositas rendah mis. pistol; Vel.tinggi mis.senpi tempur, ledakan bom

Trauma khusus: tenggelam, kombustio / kimiawi / sengatan listrik, trauma dingin, hewan / tumbuhan (beracun)
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 45

Mekanisme cedera:

Akibat Ledakan

Fase Pertama: getaran udara akibat ledakan
Ruptura membrana timpani Cedera alveoli pulmousus  Cedera usus

Fase Kedua: lontaran benda2 bagai proyektil
Benturan benda tumpul Luka penetrans

Fase Ketiga: terlontar  benturan / penetrasi Lain2: terpapar asap, debu, panas  kombustio.
Trauma inhalasi. Jatuh dari ketinggian
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 46

Setelah menguasai TKP (15 – 20 m)
Memastikan jumlah & keadaan pasien Perlu bantuan: pers.kes, alat ekstrikasi transportasi

Mendekati Pasien ( 5 m)
Gerak Spontan / duduk / berbaring Sadar / Tidak Responsif Sesak napas

Disamping Pasien
Napas Efektif
Nov 2010

Nadi & Kulit
BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

GCS & pupil
47

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

48

Apa saja tindakan Anda sebelum pasien dievakuasi dari TKP ke RS?
Pembebasan jalan napas tanpa alat
 Menutup luka terbuka toraks, dekompresi dgn jarum pd pneumotoraks jenis tension

Balut tekan perdarahan eksternal
 Pembidaian fraktur, termasuk spine  Stabilisasi benda yang menancap

Semua tindakan di TKP berfungsi penyelamatan jiwa  evakuasi tidak terhambat
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 49

Stabilisasi benda yg menancap

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

50

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

51

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

52

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

53

Ringkasan
Penolong Pertama

Paham konsep:
SPGDT ABCD Cari Kausa ABCD

Mahir berkomunikasi: Pada Survei Primer
Dgn Yan Ambulans/ RS

Di tempat kejadian

Terampil:

Jaga jalan napas & pernapasan Stabilisasi / Balut-bidai Resusitasi & Periksa neurologi-mini Transportasi
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Transportasi Beri tahu Konsultasi

54

Konsep Pertolongan Pertama pada Kedaruratan Medik

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

55

Konsep Pertolongan Darmed

Konsep ABCD: prioritas
pd ancaman jiwa; abaikan D/

Survei Primer/Sekunder Do no further harm Membidai:
Survei primer (C)

Di Rumah Sakit:

Protap IGD, Disaster Kelas RS rujukan Prarumahsakit: Protap T/definitif The Platinum 10 minutes

T/Definitif Departemen:
The Golden Period
Nov 2010

Indikasi membidai:
Fraktura & Dislokasi Luka jar.lunak yg luas
56

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Prarumahsakit: fungsi selamatkan jiwa prioritas ABCD  evakuasi tidak terhambat
KI bidai Bebaskan jalan napas Tidak ada Tutup luka terbuka toraks, dekompresi tension pneumothorax Manfaat bidai Balut tekan perdarahan eksternal Kurangi nyeri Tekan perdarahan Bidai fraktur Cegah cedera jarStabilkan benda tertancap Penyulit:
Sindroma Kompartemen Cegah: balut erat, tidak cekik D/: nyeri, bengkak...  5Ps T/: buka bidai, reevaluasi 5Ps
Nov 2010

lunak >lanjut

Balut luka terbuka Evaluasi AVN Bidai + Kesegarisan Re-evaluasi AVN
57

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

58

Penutup:
Pentingnya Peran Penolong Pertama
Usahakan T/ definitif secepat mungkin
Perhatikan pertolongan sejak di TKP Prosedur terbakukan: pra-RS  T/definitif

Implementasikan konsep ABCD:
Survei Primer: selamatkan jiwa  merujuk Survei Sekunder: hanya di tempat terapi definitif, sebelum dilakukan terapi definitif

Kuasai teknik pertolongan pertama:
Identifikasi ancaman jiwa  stabilisasi Transportasi ke T/definitif dgn aman dan cepat
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 59

“Remain calm and think. Your knowledge, training, and concern are the most important tools you will always carry”
Donna Hastings, EMT-P
in John Emory Campbell
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 60

Terima kasih atas perhatian Para Mahasiswa

Selamat menikmati hari yang mencerahkan
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 61

Apendiks #2:

Manuver Heimlich
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 62

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

63

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

64

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

65

Apendiks #3:

Sindoma Kompartemen

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

66

Kausa Sindroma Kompartemen
Konstriksi kompartemen Cairan intrakompartemen meningkat Kompresi eksternal
67

Gejala Sindroma Kompartemen:

5P

Pain Paresthesia Pallor Paresis Pulseless

68

Apendiks #4:

Mengangkat Pasien oleh Satu atau Dua Orang
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 69

Fireman’s Lift
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 70

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

71

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

72

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

73

Apendiks #5:

Short & Long Spine Board
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 74

Short Spine Board

Nov 2010

Lateral View

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

Side View

75

Vacuum Mattress

Long Spine Board
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 76

Apendiks #6:

DCAPBTLS
Berbagai Lesi Akibat Trauma
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 77

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

78

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

79

Apendiks 7:

START
Simple Triage And Rapid Treatment
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 80

Simple Triage & Rapid Treatment
Able to walk?: Yes  Delayed. No  breathing Breathing?: Yes Resp.rate? No: Position airway Breathing? No Expectant. YesImmediate Respiratory rate: > 30 Immediate. < 30  Capillary refill: > 2 sec  Control bleeding Immediate. < 2 sec  Follows commands? Yes  Delayed No  Immediate
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 81

START:

Four Level System
Immediate (I): life-threatening injuries that probably are survivable with immediate T/ Delayed (II): require definitive T/, but no immediate threat to life exists Minimal (III): minimal injuries, ambulatory, can self-treat or seek alternative T/ independently Expectant (0): lethal injuries and will die despite T/
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 82

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

83

Nov 2010

BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama

84

Referensi
American College of Surgeons, Committee on Trauma, 2008: Advanced trauma life support for doctors, 8th Ed. Chicago Austin M, Crawford R, Armstrong VJ, 2009: First aid manual, 9th Ed. Dorling Kindersly, London. Campbell JE, 2008: Brady Intern’l Trauma Life support, 6th Ed. Pearson Educational Inc. Upper Saddle River, NJ. Greaves I, Porter K, Hodgetts T & Woollard M, 2008: Emergency care, 2nd Ed. Saunders-Elsevier, London: 3-79 Limmer D, O’Keefe MF, & Dickinson ET, 2009: Introduction to emergency medical care, in Brady emergency care, 11th Ed., Pearson Educational Inc, Upper Saddle River: 4 – 18.
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 85

Referensi (lanjutan)
Martin RS & Meredith JW 2008: Introduction to trauma care, in Petzman AB, Rhodes M, SchwabCW, YealyDM & FabianTC: The trauma manual, 3rd Ed. Lippincott, Philadelphia: 4–9. Pusponegoro AD & Soedarmo S 2000: Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT), Komisi Trauma Ikabi Pusat, Jakarta: 1 – 13. Stone CK & Humphries RL, 2008: Current diagnosis & treatment, Emergency Medicine, 6th Ed. Lange, New York: 1 – 10 Wiseman JL 2009: SAS survival handbook. Revised Ed. HarperCollins, New York: 434 – 438.
Nov 2010 BP Suryosubianto: Komunikasi Penolong Pertama 86

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->