Anda di halaman 1dari 1

Obat Obat paten : sudah dilakukan berbagai riset (pengembangan) utk mmbuktikan obatnya makanya mahal, riset dan

pengembangannya lengkap Obat generik : obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam FI untuk zat berkhasiat yang dikandungnya (bahan baku sudah memenuhi standar kualitas), Obat generik ada 2 yaitu : Obat generik berlogo : obat paten yang sudah hbis masa patennya, kemudian industri lain mmproduksi obat yg sama (obat copy), dan dijual dg bahan awal dg kuallitas biasa (tapi tetap lulus uji BE/sesuai standar), eksipien (yg bisa mmbantu penghantaran zat aktif) beda formulasi, tapi biasanya kualitas bhn awal sama antara generik dan paten, yg beda formulasi eksipiennya sehingga penghantaran efeknya pun akan beda, kemasan biasa, dan tanpa promosi biasanya murah, tidak melakukan riset, HET ditentukn pemerintah. OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan "Generik" di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garisgaris putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat Obat generik bermerk : obat copy yang dibuat dg kualitas bhn awal yg tinggi (lulus uji BE), kemasan bagus, dan perlu promosi sehingga agak mahal, melakukan pengembangan

Biasanya kualitas/spek bahan awal obat bermerk lebih tinggi drpada obat generik (baik bahan aktif maupun eksipiennya). Biasanya untuk obat bermerk dari eropa bahannya sedangkan generik dari india/cina. Obat generik biasanya sering direproses krn tidak memenuhi syarat sedangkan obat bermerk langsung hasilnya bagus.

Obat inovator perlu uji BA, sementara obat kopi perlu uji ekivalensi (uji BE atau UDT). Obat yg perlu uji BE dicantumkan dalam POM, selain obat yg dicantumkan tersebut tapi dengan kelas terapi sama perlu uji UDT. Kelas terapi lain untuk obat kopi pertama perlu uji BE, sementara obat kopi selanjutnya mungkin UDT. Uji ekivalensi digunakan untuk registrasi obat ke BPOM