Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH FILSAFAT SAINS SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT SAINS DARI ZAMAN YUNANI KUNO HINGGA ZAMAN KONTEMPORER

NAMA NIM

: PUNGKY DILAKA PUTRI : 123654240

PRODI / JURUSAN : PENDIDIKAN SAINS FAKULTAS : FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2013

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu. Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul Sejarah Perkembangan Filsafat Sains dari Zaman Yunani Kuno hingga Zaman Kontemporer. Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.

Surabaya, 23 September 2013

Penulis

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL.........................................................................................................i KATA PENGANTAR.....................................................................................................ii DAFTAR ISI...................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN................................................................................................1 A. Latar Belakang....................................................................................................1 B. Rumusan Masalah...............................................................................................1 C. Tujuan.................................................................................................................1 BAB II PEMBAHASAN................................................................................................2 A. B. C. D. E. F. Zaman Pra-Yunani Kuno...................................................................................2 Zaman Yunani Kuno...........................................................................................2 Zaman Pertengahan............................................................................................4 Zaman Renaissance.............................................................................................6 Zaman modern.....................................................................................................7 Zaman Kontemporer...........................................................................................8

BAB III PENUTUP........................................................................................................9 A. Kesimpulan.........................................................................................................9 DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................10

iii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pemikiran yang kritis diungkapkan oleh para filsuf berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan dimana masih ditemukan ketidakpuasan atas setiap jawaban yang ada, bahkan berusaha sendiri menemukan jawaban terbaik sehingga tidak bisa terbantahkan lagi. Pertanyaan-pertanyaan dan hasil pemikiran-pemikiran yang dihasilkan sangat beranekaragam karena manusia adalah makhluk yang unik. Manusia harus dapat berpikir dan menjelaskan secara jelas menurut pemikirannya agar dapat dimenegrti oleh orang lain. Perkembangan filsafat sains saat ini memiliki proses yang sangat panjang dari zaman Yunani kuno hingga zaman kontemporer. Saat ini setiap orang harus semakin kritis dengan keadaan dan apapun yang terjadi dalam hidup agar memiliki kualitas hidup yang baik dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat dinamis. Kita harus menemukan cara untuk berpikir shingga menghasilkan pemikiran-pemikiran yang dapat menjadi landasan atau bahkan pedoman dalam menjalankan hidup ini. Dengan wujud yang masih bersifat abstrak dalam pikiran sehingga perlu dilaksanakan sebuah langkah konkret dalam bentuk menjelaskan baik itu berbentuk deskriptif atau implementasi sehingga dapat dengan mudah dipahami dan dimengerti oleh orang lain. B. Rumusan Masalah 1. Bagimana proses perkembangan filsafat sains dari zaman Yunani kuno hingga zaman kontemporer? C. Tujuan 1. Mengetahui proses perkembangan filsafat sains dari zaman Yunani kuno hingga zaman kontemporer 2. Memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen mata kuliah Filsafat Sains

BAB II PEMBAHASAN

A. Zaman Pra-Yunani Kuno Zaman batu tua yang berlangsung 4 juta tahun SM sampai 20.000/10.000 tahun SM. Pada zaman ini telah mempunyai beberapa ciri khas, di antaranya adalah menggunakan alat-alat sederhana yang dibuat dari batu dan tulang, mengenal bercocock tanam dan berternak, dan dalam kehidupan sehari-hari didasari dengan pengamatan primitif. Zaman Batu Muda yang berlangsung tahun 10.000 SM sampai 2000 SM atau abad 100 sampai 20 SM. Di zaman ini telah berkembang kemampuankemampuan yang sangat signifikan. Kemampuan itu berupa tulisan (dengan gambar dan symbol), kemampuan membaca (bermula dari bunyi atau suku kata tertentu), dan kemampuan menghitung. Dalam zaman ini juga berkembang masalah perbintangan, matematika, dan hukum. Zaman Logam. Zaman ini berlangsung dari abad 20 SM sampai abad 6 SM. Pada zaman ini pemakaian logam sebagai peralatan sehari-hari, bahkan sebagai perhiasan, peralatan masak, atau bahkan peralatan perang. B. Zaman Yunani Kuno Zaman ini berlangsung dari abad 6 M sampai dengan sekitar abad 6 M. Zaman ini menggunakan sikap aninquiring attitude (suatu sikap yang senang menyelidiki sesuatu secara kritis), dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap receptve attitude mind (sikap menerima segitu saja). Sehingga pada zaman ini filsafat tumbuh dengan subur. Yunani mencapai puncak kejayaannya atau zaman keemasannya (zaman Hellenisme) di bawah pimpinan Iskandar Agung(356-323 SM) dari Macedonia, yang merupakan salah seorang murid Aristoteles. Pada abad ke- 0 M, perkembangan ilmu mulai mendapat hambatan. Hal ini disebabkan oleh lahirnya Kristen. Pada abad pertama sampai abad ke- 2 M mulai ada pembagian wilayah perkembangan ilmu. Wilayah pertama berpusat di Athena, yang difokuskan dibidang kemampuan intelektual. Sedangkan wilayah kedua berpusat di Alexandria, yang fukos pada bidang empiris. Setelah Alexandria di kuasai oleh Roma yang tertarik dengan hal-hal abstrak, pada abad ke- 4dan ke- 5 M ilmu pengetahuan pegetahuan benarbenar beku. Hal ini di sebabkan oleh tiga pokok penting :

1). Penguasa Roma yang menekan kebebasan berfikir. 2). Ajaran Kristen tidak disangkal. 3). Kerjasama gereja dan penguasa sebagai otoritas kebenaran.

Walaupun begitu, pada abad ke-2 M sempat ada Galen (bidang kedokteran) dan tokoh aljabar, Poppus dan Diopanthus yang berperan dalam perkembangan pengetahuan. Pada zaman ini banyak bermunculan ilmuwan terkemuka. Ada beberapa nama yang popular pada masa ini, yaitu : (a) Thales (624-545 SM) dari Melitas, adalah filsuf pertama sebelum masa Socrates. Menurutnya zat utama yang menjadi dasar segala materi adalag air. Pada masanya, ia menjadi filusuf yang mempertanyakan isi dasar alam. (b) Pythagoras (582 SM496 SM) adalah seorang filusuf yang juga seorang ahli ukur namun lebih dikenal dengan penemuannya tentang ilmu ukur dan aritmatik. Beliau juga di kenal sebagai Bapak Bilangan, dan salah satu peninggalan Pythagoras yang terkenal adalah Teorema Pythagoras. Selain itu, dalam ilmu ukur dan aritmatika ia berhasil menyumbang teori tentang bilangan, pembentukan benda, dan menemukan antara nada dengan panjang dawai. (c) Socrates (470 SM -399 SM) adalah filsuf dari Athena. Dalam sejarah umat manusia, Socrates merupan contoh istemewa selaku filsuf yang jujur dan berani. Socrates menciptakan metode ilmu kebidanan yang dikenal dengan Maicutika Telenhe , yaitu suatu metode dialektiva untuk melahirkan kebenaran. (d) Democritus, dikenal sebagai bapak atom pertama yang memperkenalkan konsep atom, bahwa alam semesta ini sesungguhnya terdiri atas atom-atom. Atom adalah materi terkecil yang tidak dapat di bagi-bagi lagi. (e) Plato (427 SM- 347SM), ia adalah murid Socrates dan guru dari Aristoteles, filsuf yang pertamakali membangkitkan persoalan being (hal ada) dan mempertentangkan dengan becoming( hal menjadi). (f) Aristoteles (384 SM- 322 SM) adalah seorang filsuf yunani, murid dari Plato dan guru dari Alexander. Ia memberikan kontribusidi bidang metafisika, Fisika, Etika, Politik, Ilmu kedokteran dan ilmu alam. Dibidang ilmu alam, ia merupakan orang pertama yang

mengumpulkan dan mengklasifikasikan spesies biologi secara sisitematis. Selain di Yunani, astronom dan ahli matematika juga berkembang di india. Aryabatha (476 M) melahirkan hitungan desimal sederhana. Di bidang astronomi ia juga memperkenalkan sejumlah fungsi trigonometri (termasuk sinus, versine, kosinus, dan invers), table trigonometri, teknik-teknik dan algoritma dari aljabar. C. Zaman Pertengahan Zaman ini masih berhubungan dengan zaman sebelumnya. Karena awal mula zaman ini pada abad 6 M sampai sekitar abad 14 M, maka tampillah para theology di lapangan ilmu pengetahuan. Segala aktifitas keilmuan harus berdasarkan atau mendukung agama. Dengan kata lain aktifitas ilmiah terkait erat dengan aktifitas keagamaan. Ketika bangsa eropa mengalami kegelapan, kebangkitan justru milik islam. Hal ini dimulai dari lahirnya nabi Muhammad SAW pada abad ke 6M. Perluasan wilayah, pembinaan hukum serta penerjemahan filsafat Yunani, dan kemajuan ilmu pengetahuan pada abad ke 7 M sampai abad ke-12 M. Pada masa ini islam mendapat masa keemasannya (golden age). Selain itu, pada abad ini terjadi abad perkembangan kebudayaan di Asia Selatan dan timur, seperti, ajaran Lao Tse (menjaga keharmonisan dengan alam) dan Confucius (konsep kode etik luhur mengatur akal sehat). Sepanjang Eropa mengalami masa kegelapan, di sebelah selatan Laut Tengah berkembang kerajaan bangsa Arab yang di pengaruhi oleh budaya islam. Dengan berkembanganya pengaruh islam, maka semakin banyak pula tokoh-tokoh ilmuwan yang berperan dalam perkembangan ilmu. Mereka adalah sebagai berikut : Al Farabi (870 M -950 M). Adalah seorang komentator filsafat Yunani yang sangat ulung di dunia islam. Kontribusinya terletak di berbagai bidang matematika, filosofi, pengobatan, bahkan musik. Al- farabi telah membuat berbagai buku tentang sosiologi dan sebuah buku penting dalam bidang musik, kitab Al-musiqa. Selain itu, karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Alfadhilah (kota atau Negara utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara razim yang paling baik menurut pemahaman dengan hukum ilahian Islam.

Al-Khawarizmi (780 M 850 M), hasil pemikiran berdampak besar pada matematika, yang terangkum dalam buku pertamanyanya, Al-jabar, selain itu karyanya adalah Al-kitab Almukhtasar fi hisab Al-jabr waal muqalaba (buku rangkuman untuk kulturasi dengan melengkapkan dan menyeimbangkan), kitab surat Al-ard (Pemandanganan Bumi). Karyanya tersebut sampai sekarang masih tersimpan di Strassberg, Jerman. Al Kindi (801 M 873 M), bisa dikatakan merupakan filsuf pertama yang lahir dari kalangan islam. Al-kindi menuliskan banyak karya dalam bidabg goemetri , astronomi, aritmatika, musik (yang dibangunya dari berbagai prinsip aritmatis), fisika, medis, psikologi, meteorology, dan politik. Al-Ghazali (1058 M 111 M) adalah seorang filsuf dan theolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat. Karya beliau berupa kitab-kitab, antara lain kitab Al munqidih min adh dalal, Al risalah al quadsiyyah, dan mizan al Amal. Ibnu sina ( 980 M 1037 M ). Ia di kenal sebagai A Vicenna di dunia barat. Ia adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter. Bagi banyak orang beliau adalah bapak pengobatan modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang berkaitan dengan karya karyanya di bidang kedokteran. Karyanya merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad abad. Ibnu Rusyd (1226 M 1198 M), yang bahasa latin di sebut dengan Averroes, dan dia adalah filsuf dari spanyol (Andalusia). Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fiqih dalam bentuk karangan, ulasan, essai, dan resume. Ibnu Khaldun (1332 M 1406 M), adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah ( pendahuluan ). Jabir Ibnu Hayyan atau Gebert ( 721 M 815 M ), dia adalah seorang tokoh islam yang mempelajari dan mengembangkan ilmu kimia. Al razi ( 856 M 925 M ), yang dikenal dengan nama Razes. Seorang dokter klinis ynag terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan suatu penelitian Al-kimi atau lebih dikenal dengan sebutan ilmu kimia. Beliau mengarang Ensiklopedia ilmu kedokteran yang berjudul Contenens. Ibnu Haitam dikenal dalam kalangan cerdik pandai di barat, dengan nama Alhazen, Dia adalah seorang ilmuwan islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan, dan filsafat. Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan telah memberiakn ilham kepada ahli sains

barat seperti Boger, Bacon, dan Kepler dalam menciptakan mikroskop dan teleskop. AlBattani (850 M 929 M), memberikan kontribusi untuk astronomi dan matematika. Dalam astronomi, alBattani juga meningkatkan ketepatan pengukuran presesi sumbu bumi. Dalam bidang fikih ada Imam Hanafi ( 699 M 767 M ), Imam Malik ( 712 M 798 M ), Imam SyafiI (767 M 820 M ) dan Imam Hanbali ( 780 M 855 M ), yang besar dengan kitab masing masing. Dalam bidang sosial, terdapat nama Yaqut bin Abdullah al Hamawi ( 1179 M 1229 ), yang mengarang kitab Mujam al buldan (kamus Negara). Ibnu Yunis, Umar Al- khayyam , Will Durant, Feilding H. Gorrison, dan Abu Rayhan al Biruni, di bidang sains dan antropologi. Shen Kou ( 1031 M 1095 M ), sorang ilmuwan cina yang pertama kali menggambarkan magnet jarum-kompas yang digunakan untuk navigasi. Su Song (1020 M 1101 M), juga seorang astronom yang menciptakan langit bintang pada Atlas. Jamal Aldin, mendirikan observatorium ikhtiar Aldin yang merancang pembangunan istana raja di laut utara. D. Zaman Renaissance Zaman ini berlangsung pada awal abad 14 M sampai dengan abad 17 M. Renaissance sering diartikan denagn kebangkitan, peralihan, atau lahir kembali (rebirth), yaitu di lahirkan kembali sebagai manusia yang bebas untuk berpikir , dan jauh dari ajaran ajaran agama. Tokoh tokoh ilmuwan yang berpengaruh di masa ini ialah sebagai berikut : 1. Nicolaus Capernicus ( 1473 M 1543 M ), adalah seorang astronom, matematikawan, dan ekonom yang berkembangsaan Polandia. Ia mengembangkan Teori Heliosentris (Tata Surya berpusat di matahari). 2. Galileo Galilei ( 1564 M 1642 M ), adalah seorang astronom, filsuf, dan fisikawan Italia yang memiliki peran besar dalam revolusi ilmiah. Sumbangannya dalam keilmuan antara lain adalah penyempurnaan teleskop ( dengan 32 x pembesaran ) dan berbagai observasi astronomi. Dia adalah orang pertama yang melukiskan tata surya seperti yang kita kenal sekarang. 3. Tycho Brahe ( 1546 M 1601 M ), adalah seorang bangsawan Denmark yang terkenal sebagai astronom/astrolog dan alkimiawan. Tycho adalh astronom pengamat paling
6

menonjol di zaman pra teleskop. Akurasi pengamatannya pada posisi bintang dan planet tak tertandingi pada masa itu. 4. Johannes Kepler (1571 M 1630 M), adalah astronom jerman, Matematikawan dan astrolog. Ia paling di kenal melalui hukum gerakan planetnya. Kepler juga ahli optic dan astronomi. Penjelasannya tentang pembiasan cahaya tertuang dalam buku supplement to witelo , expounding the optical part of astronomy. Ia orang pertama yang menjelaskan cara kerja mata. 5. Fancies Bacon ( 1561 M 1626 M ), adalah seorang filsuf, negarawan dan penulis Inggris. Karya karyanya antar lain membangun dan mempopulerkan motodologi induksi untuk penelitian ilmiah, sering kali disebut metode Baconian. 6. Andreas Vesalius ( 114b M 1564 M ), adalah ahli anatomi. Ia memperkenalkan tentang anatomi tubuh manusia. Ia juga menulis sebuak teks mengenai tumbuhan obat. E. Zaman modern Zaman ini sudah dimulai sejak abad 14 M. zaman ini juga dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh di zaman modern karena munculnya berbagai penemuan ilmu pengetahuan. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan JJ. Thompson. Keterangan lebih lengkap sebagai berikut :

(1) Isaac Newton ( 1643 M 1727 ), adalah seorang fisikawan , matematikawan, ahli astronomi, filsuf alam, alkimiawan, dan theolog. Dia di katakana sebagai Bapak ilmu fisika klasik. Karyanya yang berjudul Philosophiae Naturalis Principia Mathematica menjabarkan tentang hukum gravitasi dan tiga hukum gerak yang mendominasi pandangan sains mengenai alam semesta selama tiga abad ini. (2) Rene Descartes ( 1596 M 1650 M ), ia di kenal sebagai Renatus Cartesius, adalah seorang filsuf dan matematikawan Perancis. Descartes kadang di panggil Penemu filsafat Modern dan Bapak matematika modern. Pemikirannya yang menggunakan revolusi adalah semuanya tida ada yang pasti , kecuali kenyataan bahwa seseorang berfikir. (3) Charles Robert Darwin ( 1809 M 1882 M ) adalah seorang naturalis yang teori revolusionernya meletakkan landasan bagi teori evolusi modern dan prinsip garis keturunan yang sama (common Descent) dengan mengajukan seleksi alam sebagai mekanismenya. Teorinya yang

paling menggemparkan adalah Nenenk Moyang Manusia Adalah Kera . (4) Joseph John Thompson ( 1856 M 1940 M ) adalah seorang ilmuan dengan penelitiannya yang membuahkan penemuan Elektron. Thompson mengungkapkan bahwa gas mampu mengantarkan listrik. Ia menjadi seorang perintis ilmu fisika nuklir. Dia juga menemukan sebuah metode untuk memisahkan jenis atom dan sinar molekul yang berbeda dengan menggunakan sinar positif. F. Zaman Kontemporer Zaman ini bermula dari abad 20 M dan sebagian besar aplikasi ilmu dan teknologi di abad 21 merupakan hasil penemuan mutakhir di zaman ini. Bidang fisika menjadi tiitk perkembangan ilmu pada masa ini. Hal ini di sebabakan karena fisika di pandang sebagai dasar ilmu pengetahuan yang subjek materinya mengandung unsurunsur fundamental yang membentuk alam semesta. Tokoh yang terkenal pada masa ini adalah Albert Enstein (1879 M 1955 M), dia adalah ilmuan Fisika. Dia mengemukakan teori relativitas. Semenjak tahun 1905 M sampai 1917 M, saat ia menerbitkan tulisan revolusionernya tentang teori Relativitas, pandangan umat manusia tentang dunia dan alam semesta pun berubah selamanya, tahap terakhir dari zaman modern telah lahir, dan cakrawala pun bergeser. Masih ada lagi ilmuwan yang mempunyai ide besar lainnya, antara lain seperti Linus Pauling, James D. Watson, Miller Urey, Werner Heinsenberg dan Erwin Schrodinger, Edwin Hubble, Alfred Wegener.

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Periodisasi perkembangan ilmu pengetahuan zaman pra-Yunani kuno terbagi menjadi 3 yaitu Zaman Batu Tua, Zaman Batu Muda dan Zaman Logam. Zaman Yunani merupakan zaman filsafat, karena pada zaman ini para filsuf menggunakan sikap Aninquiring Attitude dan tidak menerima pengalaman yang didasarkan pada sikap Receptive attitude. Dan di zaman ini banyak bermunculan filsuf terkenal seperti Thales, Phytagoras, Socrates, Demokritus, Plato, dan Aristoteles. Zaman pertengahan merupakan zaman kemajuan pesat bagi agama islam, dimana banyaknya bermunculan para ilmuwan islam dari theologtheolog islam seperti Al Farabi, Al Khawarizmi, Al Kindi, Al Ghazali, Ibnu Shina, Ibnu Rusdy, Ibnu Khaldun, Jabir Ibnu Hayyan, Al razi, dll. Zaman Rennaisance merupakan kebangkitan para filsuf yang bebas berfikir tanpa adanya pengaruh ajaran agama. Tokoh tokohnya yang terkenal seperti Nicolaus Copernicus, Galilio Galilei, Johanes Kepler, dan Frasisco Bacon. Zaman modern dikenal sebagai masa rasionalisme yang tumbuh dizaman modern karena munculnya berbagai ilmu pengetahuan yang berkembang dengan baik. Tokoh yang menjadi pioner pada masa ini adalah Rene Decrates, Isaac Newton, Charles Darwin, dan J.J. Thomson. Zaman kontemporer merupakan zaman kemajuan ilmu pengetahuan, di mana fisika menjadi titik pusat perkembangannya. Tokoh yang sangat populer di masa ini adalah Albert Eintein yang mengemukakan teori relatifitas.

Daftar Pustaka Hamersma, Harry. 1990. Tokoh-Tokoh Filsafat Barat Modern Cet. IV. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Magee, Bryan. 2008. The Story of Philosophy. Yogyakarta: Kanisius. Poejawidjatna. 1998. Pengantar ke Ilmu dan Filsafat. Jakarta: Rineka Cipta.
Ramadhan, Arief. 2012. Sejarah Perkembangan Filsafat Dunia.http://arieframadhan.blogspot.com/2012/10/sejarah-perkembangan-filsafat-dunia.html. Diakses pada 23 September 2013

10