Anda di halaman 1dari 8

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi Pertanian Menurut Dimas dalam http://www.pasarpetani.com/2013/01/definisi-usahatanidan-contoh-kasus.html menyatakan bahwa pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang termasuk dalam pertanian biasa difahami orang sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam (bahasa Inggris: crop cultivation) serta pembesaran hewan ternak (raising), meskipun cakupannya dapat pula berupa pemanfaatan mikroorganisme dan bioenzim dalam pengolahan produk lanjutan, seperti pembuatan keju dan tempe, atau sekedar ekstraksi semata, seperti penangkapan ikan atau eksploitasi hutan. Pertanian erat kaitannya dengan ilmu biologi dan ekonomi. Pertanian merupakan suatu yang kompleks karena pertanian berhubungan erat dengan semua bidang ilmu seperti meteorologi, fisika, permesinan pertanian, biokimia, dan statistika, juga dipelajari dalam pertanian. Menurut anonim yang dikutip dari

http://ernawati27.wordpress.com/agribisnis/definisi-pertanian-menurut-beberapaahli/ Definisi pertanian dibagi menjadi dua yaitu secara sempit dan luas. Dalam arti sempit pertanian diartikan sebagai suatu proses becocok tanam di suatu lahan yang telah di siapkan sebelumnya serta mengunakan cara manual dalam skala kecil pola perdagangan lokal, tanpa terlalu banyak memakai menejemen.

Pertanian merupakan terjemahan bahasa indonesia dari kata agriculture dimana agriculture berasal dari 2 kata ager dan cultura Ager artinya tanah, atau ladang, atau lapangan. Cultura artinya mengamati, memelihara, membajak.

Sedangakan dalam arti luas, menurut beberapa ahli seperti yang dikutip dari http://ernawati27.wordpress.com/agribisnis/definisi-pertanian-menurut-beberapaahli/ definisi pertanian secara luas adalah sebagi berikut: Menurut A T Mosher (1966)

Pertanian adalah sejenis proses produksi yang didasarkan atas proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Menurut Kaslan Tohir (1952) Pertanian adalah cabang produksi dimana terdapat perubahan bahan-bahan

anorganik menjadi bahan organik dengan bantuan tumbuh- tumbuhan dan hewan. Proses ini bersifat reproduktif yang artinya usaha Menurut Minderhoko (1948) Pertanian adalah penggunaan tenaga manusia atas alam dengan mengarahkan perkembangan tumbuh-tumbuhan dan hewan yang manusia sedemikian rupa sehingga akan lebih baik dalam manusia. Indianto Muin Pertanian adalah kegiatan ekonomi utama penduduk Indonesia, 80% penduduk bekerja pada sektor pertanian. Karwan A. Salikin. Pertanian merupakan bagian agroekosistem yang tak terpisahkan dengan subsistem kesehatan dan lingkungan alam, manusia dan budaya saling suatu proses produksi untuk kelangsungan hidup bersama. Y.W. Wartaya Winangun Pertanian adalah hal yang substansial dalam pembangunan, yaitu sebagai mengait dalam sebab lebih dari tujuan untuk memperbaharui.

berguna bagi

memenuhi kebutuhan

pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja, dan penyumbang devisa Negara. Sri Sulestari Pertanian adalah jenis usaha yang menenkankan pada pengolahan tanah dan tanaman yang ditanam berupa tanaman pangan. World Bank Pertanian merupakan pemakai air terbanyak yang mempunyai andil pada terjadinya kelangkaan air. Pertanian merupakan salah satu pelaku utama dalam pengurasan air tananh, polusi agrokimia, keletihan tanah, dan perubahan iklim global, serta penyumbang hingga 30% dari emisi gas rumah kaca. David Ray Griffin

Pertanian adalah masalah yang paling disalahpahami, rumit, terabaikan, dan tidak diinginkan. Dwi Haryanti Pertanian merupakan suatu usaha manusia dalam bercocok tanam dimana objeknya merupakan sebuah lahan kosong. Saat Sulaiman Pertanian adalah bidang penting dan mampu memberi peluang yang lumayan kepada peniaga. Menurut Winangun dalam http://www.lepank.com/2012/08/pengertian-pertanianmenurut-beberapa.html pertanian adalah hal yang substansial dalam

pembangunan, yaitu sebagai pemenuhan kebutuhan pangan, penyedia bahan mentah untuk industri, penyedia lapangan kerja, dan penyumbang devisa negara. 2.2 Definisi Agribisnis Riyanti dalam
kata Agribisnis yang
http://riyanti.lecture.ub.ac.id/files/2013/02/MA_1_Sistem-Agribisnis.docx menyatakan

berangkat berorientasi

dari profit.

kata Agribusiness, Jadi secara

dimana sederhana

Agri=Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau kegiatan Agribisnis (agribusiness) adalah usaha atau kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi profit. Istilah agribusiness untuk pertama kali dikenal oleh masyarakat Amerika Serikat pada tahun 1955, ketika John H. Davis menggunakan istilah tersebut dalam makalahnya yang disampakan Davis pada "Boston Conference on Disiribution". Kemudian John H.

dan Ray Goldberg kembali lebih memasyarakatkan agribisnis melalui buku mereka yang berjudul "A Conception of Agribusiness" yang terbit tahun 1957 di Harvard University. Ketika itu kedua penulis bekerja sebagai guru besar pada Universitas tersebut. Tahun 1957, itulah dianggap oleh para pakar sebagai tahun kelahiran dari konsep agribisnis. the Dalam buku tersebut, Davis dan Golberg mendefinisikan and distribution of farm supplies: Production agribisnis sebagai berikut: "The sum total of all operation involved in manufacture operation on farm: and the storage, processing and distribution of

farm commodities and items made from them".

Berikut pengertian

agribisnis sebagai suatu sistem menurut beberapa ahli : Arsyad dan kawan-kawan menyatakan Agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegitan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatn pertanian. E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi berbagai sub-sistem. Koordinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah sistem. Wibowo mengartikan agribisnis mengacu kepada semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan penanganan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi, pengolahan masukan dan keluaran produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. Yang dimaksud dengan berhubungan adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. (Downey and Erickson. 1987) Pengertian Agribisnis menurut Cramer and Jensen Agribisnis adalah suatu kegiatan yang sangat kompleks, meliputi industri pertanian, industri pemasaran hasil pertanian dan hasil olahan produk pertanian, industri manufaktur dan distribusi bagi bahan pangan dan serat-seratan kepada pengguna/konsumen. Pengertian agribisnis menurut Wikipedia adalah : Agribisnis adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan "hulu" dan "hilir" mengacu pada pandangan pokok bahwa agribisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Pengertian Agribisnis menurut Austin: Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan usahatani, pengolahan bahan makanan, usaha sarana dan prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan pangan dan kegiatankegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan seratseratan kepada konsumen. Agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis makro memandang agribisnis sebagai

unit sistem industri dan suatu komoditas tertentu, yang membentuk sektor ekonomi secara regional atau nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis, baik hanya satu atau lebih subsistem dalam satu lini komodias atau lebih dari satu lini komoditas. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Pengertian Agribisnis menurut Austin: Agribisnis adalah kesatuan kegiatan usaha yang meliputi kegiatan usahatani, pengolahan bahan makanan, usaha sarana dan prasarana produksi pertanian, transportasi, perdagangan, kestabilan pangan dan kegiatankegiatan lainnya termasuk distribusi bahan pangan dan seratseratan kepada konsumen.

Agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis makro memandang agribisnis sebagai unit sistem industri dan suatu komoditas tertentu, yang membentuk sektor ekonomi secara regional atau nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis, baik hanya

satu atau lebih subsistem dalam satu lini komodias atau lebih dari satu lini komoditas. Sebagai subjek akademik, agribisnis mempelajari strategi memperoleh keuntungan dengan mengelola aspek budidaya, penyediaan bahan baku, pascapanen, proses pengolahan, hingga tahap pemasaran. Secara konsepsional sistem agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri, yang saling terkait satu sama lain. Agibisnis terdiri dari berbagai subsistem yaitu: Subsistem Agribisnis/Agroindustri Hulu, Subsistem Budidaya atau usaha tani, Subsistem Agribisnis/agroindustri Hilir meliputi Pengolahan dan Pemasaran (Tata niaga) produk pertanian dan olahannya dan Subsistem jasa layanan pendukung agribisnis (kelembagaan) Sumber: Manajemen Agribisnis 2012, FP, UB

Gambar 1. Sistem Agribisnis 2.3 Definisi Usaha Tani

A.T.Mosher (1968: hal 57) dalam http://www.pps.unud.ac.id/thesis/pdf_thesis/unud125-818544967-bab%20ii.pdf menyatakan bahwa usaha tani adalah himpunan dari sumber-sumber alam yang terdapat di tempat itu yang diperlukan untuk produksi pertanian seperti tubuh tanah dan air, perbaikan-perbaikan yang dilakukan di atas tanah itu, sinar matahari, bangunan-bangunan yang didirikan di

atas tanah tersebut dan sebagainya berupa bercocok tanam atau memelihara ternak. Shinta (2011) mengutip dari Kadarsan (1993), Usahatani adalah suatu tempat dimana seseorang atau sekumpulan orang berusaha mengelola unsur-unsur produksi seperti alam, tenaga kerja, modal dan ketrampilan dengan tujuan berproduksi untuk menghasilkan sesuatu di lapangan pertanian. Menurut Soeharjo dan Patong (1973) dalam

http://www.pasarpetani.com/2013/01/definisi-usahatani-dan-contoh-kasus.html : usahatani adalah proses pengorganisasian faktor-faktor produksi yaitu alam, tenaga kerja, modal dan pengelolaan yang diusahakan oleh perorangan atau sekumpulan orang untuk menghasilkan output yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga ataupun orang lain disamping bermotif mencari keuntungan. Menurut Shinta (2013) Usahatani kecil diusahakan oleh petani
kecil yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Berusahatani dalam lingkungan tekanan penduduk lokal yang meningkat 2. Mempunyai sumberdaya terbatas sehingga menciptakan tingkat hidup yang rendah

2.4 Trilogi Usaha Tani