Anda di halaman 1dari 16

TAKE HOME 1 WSBM PIP KELAUTAN, VISI UNHAS DAN TUJUAN PEMBELAJARAN WSBB OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA

PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY 1. Jelaskan dengan singkat yang dimaksud bahwa Mk. WSBM sebagai ciri/identitas ke-Unhasan! Jawab : Maksudnya adalah bahwa Mk. WSBM adalah salah satu komponen mata kuliah berkehidupan bermasyarakat di UNHAS yang mengintroduksi materi-materi kemaritiman, antara lain potensi sumberdaya maritim, fakta demografi, dan sosial ekonomi maritime, masyarakat maritime beserta dinamikanya, nilai-nilai budaya maritim yang perlu dikembangkan dan dipromosikan yang kesemuanya mengarah pada karakteristik Benua Maritim dan pembangunannya. 2. Kemukakan dengan singkat dan jelas, mengapa kelautan dipilih oleh Unhas sebagai PIPnya! Jawab: UNHAS memilih kelautan didasari pertimbangan-pertimbangan rasional sebagai berikut : 1. Ketergantungan manusia kepada sumberdaya alam menghadapi kendala berupa semakin berkurangnya ketersediaan sumberdaya alam di daratan yang memaksa manusia untuk beralih memanfaatkan sumberdaya alam lautan. 2. Pergeseran kutub perdagangan dunia dari Eropa dan Amerika ke wilayah Pasifik yang akan melibatkan puluhan Negara yang secara geografis yang didominasi laut, maka dapat diramalkan perdagangan dunia di masa depan banyak memanfaatkan sumberdaya kelautan termasuk jasa lingkungan laut. 3. Peran lautan sangat penting sebagai regulator proses alamiah yang terjadi di atas permukaan bumi yang sering mengalami anomali iklim yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kehidupan umat manusia. 4. Laut adalah peluang, tantangan, dan harapan untuk masa depan persatuan, kesatuan, dan pembangunan Indonesia, menunjukkan posisi strategi laut bagi masa depan Indonesia dan UNHAS yang kental akan sejarah budan budaya baharinya. 3. Uraikan dengan singkat tujuan pembelajaran WSBM (WSBB) di Unhas! Jawab: Tujuan pembelajaran mata kuliah ini didesain untuk memberikan wawasan dan landasan pengetahuan serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyrakat selaku individu dan makhluk sosial yang beradab dan bertanggungjawab terhadap sumberdaya alam dan lingkungan Benua Maritim, serta menjadi ciri kepribadian sebagai luaran UNHAS.

TAKE HOME 2 WSBM BENUA MARITIM INDONESIA (BMI) OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY

1. Uraikan dengan singkat latar belakang lahirnya konsep Benua Maritim Indonesia (BMI) Jawab: Sejak berabad-abad lamanya lautan yang sangat luas oleh manusia hanya dipandang sebagai kawasan perburuan untuk menangkap ikan atau sebagai media lalu lintas pelayaran belaka. Namun, pada akhir abad ke-20, kawasan laut telah merupakan kawasan penjelajahan akhir (the last frontier) di bumi sebagai upaya menguasai dan memanfaatkannya untuk meningkatkan kehidupan yang lebih baik. Wujud wilayah kedaulatan dan yuridiksi Indonesia membentang luas di cakrawala khatulistiwa yang merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia terdiri dari zona pantai, landas benua, lereng benua, cekungan samudera di bawahnya dan udara di atasnya. Berdasarkan bangun wilayah laut yang sangat luas, adanya kesatuan alamiah antara bumi, laut dan udara di atasnya serta kedudukan global sebagai tepi benua (continental margin), maka wilayah nasional Indonesia mempunyai ciri-ciri benua, oleh karena itu sangat tepat bila disebut Benua Maritim Indonesia (BMI) 2. Konsep BMI memiliki beberapa dimensi. Kemukakan dan jelaskan minimanl dua diantara dimensi-dimensi tersebut! Jawab : 1. Dimensi kewilayahan, ditinjau dari kehidupan umat manusia, BMI dan planet bumi merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam kaitan ini, setiap negara memiliki tepi benua sebagai bagian dari wilayah kedaulatan. Maka, BMI dalam pendayagunaannya mempunyai nilai tertentu yang tidak sama setiap kawasan di bumi. 2. Dimensi kehidupan sosial, BMI sebagai aktualisasi wawasan nusantara dalam dimensi kehidupan nasional mencakup kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Aktualisasinya berupa interaksi, pihak yang saling berkepentingan mempunyai kewajiban satu sama lain. 3. Jelaskan menurut anda tentang keterkaitan antara jurusan/program studi anda dengan konsepsi benua maritime Indonesia! Jawab : Indonesia memiliki laut yang luas yaitu lebih kurang 5,6 juta km 2 dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, dengan berbagai potensi sumber daya, terutama perikanan laut yang cukup besar. Indonesia memiliki wilayah perairan laut yang sangat luas dan kurang terjaga sehingga mudah mendatangkan ancaman sengketa batas wilayah dengan negara tetangga.

Hal tersebut tidak terlepas dari semakin meningkatnya aktivitas pelayaran di wilayah perairan Indonesia, khususnya di laut teritorial. Peningkatan intensitas pelayaran, sebagian diantaranya kapal barang dan penangkap ikan, tidak menutup kemungkinan terjadinya kecelakaan laut. Selain itu Indonesia masih banyak mengalami sengketa perbatasan dengan Negara tetangga. Untuk itu diperlukan peraturan yang baku dan tegas mengenai hukum laut Indonesia khususnya dilaut teritorial yang sering dilalui oleh kapal asing dan banyak menimbulkan konflik yang berkepanjangan dengan negara tetangga. Sehingga dengan alasan tersebut, Indonesia perlu melakukan penguatan dari aspek hukum. Apalagi, berbicara konsep benua maritim berarti berbicara masalah sengketa, pencaplokan, pencurian kekayaaan alam, dan sumber perekonomian rakyat, dan hukum mengatur semua itu, sesuai dengan semboyan hukum ubi sociatas ibi ius dimana ada masyarakat disitu ada hukum.

TAKE HOME 3 WSBM POTENSI DAN SUMBERDAYA KEMARITIMAN INDONESIA OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY 1. Jelaskan menurut anda keuntungan apa yang dapat diperoleh Indonesia terkait dengan posisi dan letak geografis Indonesia sebagai negara maritime terbesar di dunia! Jawab : Indonesia terletak di antara dua benua (Asia dan Australia) dan dua samudra (Pasifik dan Hindia) memungkinkan menjadi persimpangan lalu lintas dunia, baik laut maupun udara. Indonesia sebagai titik persilangan kegiatan perekonomian dunia, antara perdagangan negara-negara industri dan negara-negara yang sedang berkembang. Karena letak geografisnya pula Indonesia mendapat pengaruh berbagai kebudayaan dan peradaban dunia. Secara alami dipengaruhi oleh angin musim, dan selanjutnya berpengaruh terhadap kondisi musim hujan dan kemarau. Selain itu, Indonesia juga disinari matahari sepanjang tahun Pertanian di Indonesia maju pesat dan banyak menghasilkan beras, jagung, sayursayuran, buah-buahan, karet, kopi, gula, tembakau, dan lain-lain yang sangat berguna bagi kemakmuran dan keberlangsungan penduduk Indonesia. 2. Uraikan secara singkat dan jelas tentang peluang dan tantangan pengembangan dan pemanfaatan potensi sumberdaya kemaritiman Sulawesi Selatan! Jawab : Sulawesi Selatan memiliki garis pantai sepanjang 1.973,7 km yang sangat potensial untuk penangkapan ikan, budidaya laut, potensi tambak dan sektor wisata yang pemanfaatannya terus mengalami peningkatan. Didukung dengan 72 sungai besar/kecil dan 4 danau besar serta 232 pulau kecil. Hal ini dimungkinkan dengan sumberdaya manusia nelayan yang besar sehingga potensinya menjadi salah satu sumberdaya kemaritiman yang bagus di Indonesia. Dengan tingginya peluang pengembangan dan pemanfaatan tersebut, perlu diperhatikan tantangan kedepannya bahwa kondisi wilayah Sulawesi Selatan cukup ekstrim bagi beberapa jenis biota perairan, sehingga tidak semua biota laut dapat hidup di wilayah Sulsel. Terjadi juga eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya hayati ikan dan sejenisnya sehingga terjadi penipisan sumber daya baik pesisir maupun laut. Selain itu, kondisi terumbu karang terus mengalami degradasi dan yang baik hanya 20 % saja.

3. Potensi pembangunan yang terdapat di wilayah pesisir secara garis besar terdiri dari tiga kelompok. Sebutkan dan berikan contoh masing-masing! Jawab : A. Sumberdaya Dapat Pulih (Renewable Resources) - Ikan Pelagis besar/kecil -Terumbu Karang - Ikan demersal - Hutan Mangrove - Udang/Crustacea lainnya - Pandang lamun dan rumput laut - Ikan hias dan ikan karang - Pulau-pulau kecil - dll B. Sumberdaya Tak Dapat Pulih (Non-Renewable Resources) a. Bahan Tambang dan Mineral - Bahan bangunanan - Garam - Pasir besi dan pasir kuarsa - Titanium - Batu apung - Lempung Koalim - Siderit - Kromit/kromium - Mineral radio aktif (zirkon) - Emas b. Minyak dan gas bumi C. Jasa-Jasa Lingkungan (Environmental Services) - Media transportasi dan komunikasi - Pengaturan Iklim - Keindahan alam - Penyerapan limbah - Wisata bahari

TAKE HOME 4 WSBM FAKTA DEMOGRAFI KEMARITIMAN OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY 1. Gambarkan dengan ringkas fenomena social demografi kebaharian di Indonesia! Jawab : Konsep sosial demografi kebaharian merujuk kepada kesatuan atau kumpulan manusia, baik yang mendiami daerah pantai dan pulau-pulau maupun yang berasal dari lingkungan perkotaan dan pedesaan atau tempat-tempat yang jauh dari daerah pesisir, yang menggantungkan sumber pendapatan ekonomi dan aktivitasnya pada pemanfaatan sumberdaya peraiaran dan jasa-jasa laut, yang dapat ditunjukkan dengan jumlah jiwa secara eksa atau dengan penaksiran semata. Dalam konteks Indonesia, fenomena demografi kebaharian terutama dapat digambarkan pada aspek-aspek kondisi populasi, pendidikan, sektor ekonomi kebaharian, kategori penduduk menurut sektor ekonomi dan aktivitas pengembaraannya. 2. Kemukakan dan jelaskan secara singkat kategori penduduk maritime! Jawab : a. Penduduk nelayan Menurut asal-usul tempat pemukiman, penduduk nelayan di Indonesia dapat dibedakan atas penduduk nelayan pesisir dan pulau-pulau dan penduduk nelayan yang berasal dari keluarga-keluarga yang tinggal secara terpisah-pisah di kawasan pemukiman perkotaan, pinggiran kota, dan daerah-daerah pedalaman. b. Pelayar/pengusaha transportasi laut merupakan kategori penduduk pemangku budaya bahari tulen. Ilmuwan dan sejarahwan menganggap mereka kelompok masayarakat maritim murni karena aktivitas pelayarannya yang intensif mengarungi lautan antar pulau, negara, bahkan benua. Terbagi atas, pelayar kawasan pesisir/pulau-pulau dan pelayar perkotaan/pedesaan darat. c. Pengguna sumber daya dan jasa-jasa laut yang lain termasuk didalamnya adalah para pedagang hasil-hasil laut, rentenir, pekerja di pasar/pelelangan ikan, pengelola dan pekerja industri hasil laut bahkan marinir, pemerintah, perguruan tinggi, LSM dan pemerhati lingkungan. 3. Buatlah suatu skema sederhana tentang mobilitas penduduk maritime! Jawab : Mobilitas geografi penduduk nelayan umumnya dengan pemanfaatan secara terbuka, memungkinkan nelayan selalu berpindah dari lokasi yang kurang stok sumber ke lokasi yang melimpah stoknya. Misalnya, nelayan Makassar memperluas penangkapan ikan terbang dan pencarian telur ikan ke perairan Maluku dan Fakfak (Papua).

Berbeda dengan nelayan, pelayar justru menjadikan pelabuhan kota untuk bongkar muat barang dan penumpang. Terdapat perbedaan dimensi hubungan dunia kebaharian dari nelayan dan pelayar. Nelayan melalui hubungan simetik dan internal dan eksternal secara simetrik dan asimetrik. Sementara pelayar hanya membentuk secara simetrik dan asimetrik. Bagi palayar, lautan hanyalah prasarana jaringan dan rute transportasi antar kota dst. Sementara nelayan, lautan adalah sumber tangkapan dan mencari spesies yang laris di pasar.

TAKE HOME 5 WSBM SEJARAH KEMARITIMAN INDONESIA OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY

1. Uraikan secara singkat visi kemaritimin yang dikembangkan dari salah satu kerajaan maritime yang pernah ada di Indonesia! Jawab: Kerajaan Maritim Goa membuat langkah-langkah dalam membangun negara maritim, yakni sbb: 1. Mengatur dan menguasai produksi pertanian dan hasil pedalaman untuk komoditi perdagangan maritim. 2. Menjadikan Somba Opu sebagai transit utama. 3. Menjalin hubungan kerjasama diplomatic. 4. Membangun angkatan perang dan benteng-benteng pertahanan pantai, 5, Meningkatkan penghasilan negara melalu perdagangan. 2. Jelaskan secara singkat yang dimaksud dengan Zaman Bahari! Jawab: Zaman Bahari merupakan zaman di masa lampau dimana kreativias kehidupan umat manusia mendapatkan rangsangannya dari bahari atau lautan. Bisa juga diartikan sebagai zaman keemasan atau kejayaan peradaban di lautan yang memberi semarak kepdaa negeri maritim. 3. Uraiakan dengan jelas yang termasuk kategori maritime great tradition dan maritime little tradition! Jawab: Maritime Great Taradition termasuk didalamnya tatanan dan perkembangan budaya maritim yang mencakup politik pemerintahan, ideologi, hukum, perdagangan, ilmu pengetahuan dan teknologi, astrologi, filsafat, seni dan arsitektiur kemaritiman. Maritime Little Tradition mencakup aktivitas penangkapan ikan di laut, perikanan tambak, pengelolaan hasil laut dan sistem pemasarannya.

TAKE HOME 6 WSBM KONSEP DASAR SISTEM SOSIAL DAN SISTEM BUDAYA OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY

1. Menurut Talcott Parsons, karakteristik lain dari suatu sistem sosial yaitu bahwa sistem sosial cenderung akan selalu mempertahankan keseimbangan. Jelaskan dengan singkat maksud pernyataan tersebut! Jawab: Maksudnya adalah, jika di dalam sebuah system sosial terjadi penyimpangan atau ketidakteraturan dari norma, maka system akan berusaha menyesuaikan diri dan mencoba untuk kembali ke keadaan semula. Sistem harus dilihat sebagai suatu totalitas unsur atau bagian yang saling berhubungan dan memiliki ketergantungan satu sama lain dan berada dalam satu kesatuan yang seimbang. 2. Uraikan dengan singkat salah satu unsur yang ada pada sistem sosial! Jawab: Salah satu unsur sistem sosial adalah interaksi sosial. Interaksi sosial merupakan hubungan yang dinamis, yang menyangkut hubungan antara orang-orang perorangan, antara kelompok-kelompok manusia, maupun antara orang perorangan dengan kelompok manusia. Faktor-faktor interaksi sosial dapat berupa tindakan sosial, kontak sosial, dan komunikasi. Bentuk Interaksi sosial menurut jumlah pelakunya dapat berupa Interaksi antara individu dan individu, interaksi antara individu dan kelompok, interaksi antara kelompok dan kelompok Bentuk Interaksi Sosial Menurut Proses Terjadinya dapat berupa Imitasi, Identifikasi, Sugesti, motivasi, Simpati, Empati 3. Uraikan dengan singkat salah satu unsur yang ada pada sistem budaya! Jawab: Salah satu unsur sistem budaya adalah norma. Norma adalah aturan/kaidah yang dipakai sebagai tolak ukur untuk menilai sesuatu. Norma dapat dibagi atas norma yang menyangkut tingkah laku manusa dan norma menyangkut benda. Disamping itu, wujud norma dapat berupa norma umum dan norma khusus (mis: kaidah bahasa). Norma umum dapat dibagi atas norma hukum, norma moral, norma kesopanan. norma hukum adalah norma yang mengatur tata tertib di masyarakat dan berisi sanksi tegas. Norma kesopanan tentang apa yang boleh dilakukan atau tidak. Norma moral menentukan perilaku itu baik atau buruk dari sudut etis.

TAKE HOME 7 WSBM MASYARAKAT MARITIM OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY

1. Sebutkan kelompok-kelompok etnis yang menjadi cikal bakal masyarakat maritime Indonesia dan mengapa mereka disebut demikian! Jawab: Kalau melacak cikal bakal masyarakat maritim di nusantara ini, maka diantara sekian banyak etnis pengelola dan pemanfaat sumber daya dan jasa laut. Maka, dapat disebut mereka adalah etnis Bajo (Sea gypsies), bugis (teluk bone), Makassar (galesong, Tallo, Pangkep), mandar (Sulawesi barat), Buton (Sulawesi tenggara), dan Madura (sedikit jawa timur). Dimungkinkan karena pengetahuan dan keterampilan formal dimilikinya, maka kelompok-kelompok masyarakat maritim tersebut terkahir inilah yang berpandang dinamis dan bersikap lebih terbuka dalam merespond unsur-unsur pengetahuan, kelembagaan, dan teknologi kebaharian modem dari luar, dari pada mereka yang berasal dari komunitaskomunitas pesisir dan pulau-pulau yang hanya memilki pengetahuan dan keterampilan informasi tradisional warisan nenek moyang dan pengalaman belaka. 2. Jelaskan dengan singkat karakteristik sosial masyarakat bahari, khususnya masyarakat nelayan dan pelayar! Jawab: Sekurang-kurangnya ada 6 karakteristik sosial mencolok masyarakat maritim, terutama masyarakat nelayan dan pelayar, yakni 1. Hubungan dengan dan ketergantungan secara pisik dan psiko-sosio-budaya pada lingkungan alamnya. 2. Pemanfaatan lingkungan dan sumber daya laut secara bersama 3. Hubungan dengan dan kebutuhan secara mutlak pada kelembagaan lokal 4. Hubungan dengan dan ketergantungan secara mutlak pada pasar lokal, regional, dan global 5. Hubungan dengan dan ketergantungan pada berbagai pihak berkepentingan dari luar 6. Mobilitas geografi yang tinggi dan jaringan kesukubangsaan yang luas. 3. Uraikan dengan singkat proses dinamika structural yang terjadi pada masyarakat maritime! Jawab: Kelompok kerjasama masyarakat maritim Sulsel dikenal dengan P-Sawi, struktur inti dari kelompok ini adalah P.Laut dan Sawi P.Laut berstatus pemimpin pelayaran dan pemilik alat-alat produksi. P.Laut memiliki keterampilan manejerial sementara Sawi keterampilan kerja semata.

Apabila terjadi penambahan jumlah unit perahu dan alat produksi oleh P.Laut maka P.Laut tidak lagi ikut memimpin pelayaran dan produksi di laut, melainkan tinggal di darat. Ia mengelola pinjaman modal pihak lain, mengurus biaya anggota, membangun jaringan pemasaran, dll. Disinilah pada awalnya muncul status baru pada strata tertinggi kelompok nelayan disebut P.Darat. Kemudian, P.Darat merekrut anggota baru dari Sawi-Sawi berbakat, yang dikenal dengan P.Caddi. Sedangkan P.Darat kini disebut P.Lompo.

TAKE HOME 8 WSBM KEBUDAYAAN MARITIM: SISTEM IDEANASIOANAL, KOGNITIF, DAN MENTAL OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY

1. Bedakan antar wujud gagasan, wujud tindakan/perilaku, dan wujud material/ kebendaan dari kebudayaan maritime! Jawab: 1. Wujud gagasan berupa klasifikasi pengetahuan, pendapat (wawasan, pemahaman, dan pemaknaan), nilai keyakinan/kepercayaan, pandangan hidup, ideologi, norma/aturan, moral/etika, emosi dan perasaan kolektif, refleksi/intropeksi diri, dan intuisi, yang kait mengait membentuk satu kesatuan menyeluruh disebut sistem budaya (cultural system). 2. Wujud tindakan/perilaku meliputi komponen-komponen interaksi manusia (pergaulan, berkawan, kerjasama, tolong-menolong), kelompok atau organisasi sosial, konflik dan integrasi sosial, dan lain-lain, yang kait-mengait membentuk satu kesatuan menyeluruh disebut sistem sosial (social system) 3. Wujud material berupa segala sarana dan prasarana fisik yang diciptakan dan diperlukan dalam berbagai bidang kehidupan manusia disebut budaya material (material cultural system). 2. Kemukakan secara sistematis unsur-unsur kebudayaan yang saudara ketahui! Jawab: 1. Sistem pengetahuan (knowledge) berfungsi sebagai pedoman bagi manusia dalam interpertasi lingkungan dan pengalaman serta pedoman bertingkahlaku. 2. Sistem bahasa (languages) berfungsi vital bagi berlangsungnya komunikasi. 3. Sistem organisasi sosial (social organization) sebagai lembaga atau wadah bekerjasama. 4. Sistem mata pencaharian hidup (economy) sebagai energi penggerak. 5. Sistem peralatan hidup (technology) merupakan unsur perangkat keras , setiap unsur kebudayaan memerlukan secara mutlak teknologi. 6. Sistem religi/agama dan kepercayaan (religion and belief)

memberi fungsi dan makna esensial yang berlebihan bagi kehidupan masyarakat manusia. 7. Sistem kesenian (arts) direkayasa manusia sebagai respon terhadap stimulus kebutuhan jiwa atau rasa akan keindahan. 3. Gambarkan secara singkat dan jelas keterkaitan antara satu unsur dengan unsur lainyya dalam kebudayaan maritime! Jawab: Setiap unsur kebudayaan saling keterkaitan membentuk satu kesatuan kebudayaan yang menyeluruh (holistic). Jadi, untuk mengkaji dan membanguan salah satu unsur harus dipahami dan dilihat dalam konteks keseluruhannya, bukan secara parisal. Lagi pula, setiap unsur kebudayaan mengandung dan dapat dianalisis dalam tiga wujud kebudayaan (sistem budaya, sistem sosial dan budaya material).

TAKE HOME 9 WSBM KEBUDAYAAN MARITIM: SISTME TEKNOLOGI, SENI DAN EKONOMI OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY 1. Uraikan pertimbangan-pertimbangan masyarakat maritime dalam merekayasa tipe-tipe perahu yang digunakan dalam melaut! Jawab: Dengan asumsi, bahwa kreasi diferistas dan variasi tipe teknologi kebaharian, terutama kapal/perahu dan alat produksi. Merupakan hasil dari kemampuan masyarakat maritim menggaggas pemanfaatan lingkungan dan sumber daya laut bagi keberlangsungan hidupnya. Gagasan cerdik berupa kemampuan rekayasa tipe perahu menurut pertimbangan volume/daya muat, kecepatan, ketahanan usia teknis, adaptasi kondisi arus dan ombak, kemudahan parker di tengah laut, kemudian memasuki daerah karang, kemudahan berlabu dan sebagainya. Gagasan cerdik juga berupa kemampuan rekayasa variasi teknik menurut jenis dan pola perilaku spesies-spesies tangkapan, pertimbangan volume tangkapan, kondisi habitat/ekosistem, dan kondisi laut (kedalaman dan dasar, ombak dan arus, pasang surut). 2. Tipe-tipe perahu atau kapal bukan hanya dicirkan dengan konstruksi atau desain semata, tetapi juga unsur-unsur seni yang melekat di perahu atau kapal tersebut. Kemukakan contoh unsur-unsur seni yang dimaksud! Jawab: Selain ciri konstruksi dan desain, unsur-unsur seni yang melekat adalah ukiran dan gambar dengan kombinasi warna cet. Di nusantara ini, perahu-perahu jawa dan bali yang mencolok dari unsur seni tersebut. Pinisi adalah salah satu tipe perahu bugis yang dinilai hebat dari segi desai konstruksi, namun kurang dari unsur ukiran, warna, dan motif-motif bermakna. Konstruksi ini rupa-rupanya lebih didasarkan pada pertimbangan nilai pragmatis berupa fungsi keseimbangan, daya muat, dan kecepatan, daripada nilai seni dan religius. 3. Terdapat lima bentuk pemilikan atau penguasaan wilayah atau sumberdaya laut. Kemukakan dan jelaskan secara singkat kelima bentuk kepemilikan tersebut! Jawab : 1. Pemilikan/penguasaan bersama komunitas (communal property right) 2. Pemilikan/penguasaan individu/keluarga (individual/family property right) 3. Pemilikan/penguasaan privat (private property right) 4. Pemilikan/penguasaan negara (state property right) 5. Penguasaan dan pemanfaatan secara bebas/terbuka (common property/open access/use)

TAKE HOME 10 WSBM PEMBANGUNAN BENUA MARITIM INDONESIA (PBMI) OLEH : MUHAMMAD MUBARAK CHADYKA PUTRA ASAS 2013 LAW FACULTY 1. Sebutkan dan jelaskan potensi pembangunan ekonomi kemaritiman menurut sektor kegiatan dalam rangka pembangunan benua maritime Indonesia! Jawab: (1) Perikanan tangkap : menghasilakn 6,4 jt ton/th potensi lestari (maximum sustainable yield) (2)Perikanan budidaya, untuk budidaya laut dengan luas 24 juta ha menghasilkan 47 jt/ton/th, Budidaya pantai dengan 1 jt ha (3) Pariwisata bahari dan pantai, dengan panjang pantai 95.181 jika dikelola dengan baik akan menghasilkan devisa yang cukup besar. (4) Perhubungan laut: devisa untuk pelayaran asing US $10 milyar/th memberi konstribusi Multiplier Effects ekonomi lannya. (5) Ekosistem pesisir dan laut, hutan pantai; padang lamun; terumbu karang (6) Benda benda berharga, berasal dari kapal tenggelam masa lampau. (7) Industri Pengolahan Produk Perikanan (8) Industri bioteknologi : menghasilkan US $ 14 milar/th (9) Pertambangan dan energi (10) Industri kapal, bangunan laut dan pantai (11) Pulau- pulau kecil untuk kegiatan Pertahanan, industri perikanan, pariwisata dll. 2. Identifikasi secara sistematis masalah-masalah yang dihadapi dalam pembangunan kemaritiman di Indonesia saat ini! Jawab: 1. Masing-masing pelaku pembangunan dalam menyusun perencanaanya sangat terikat pada sektornya tanpa adanya sistem kordinasi baku lintas sektor. 2. Belum adanya lembaga yang berwenang penuh baik di pusat maupun di daerah yang mempunyai wewenang penentu dalam pembangunan maritim secara utuh. 3. Belum lengkapnya peraturan perundang-undangan yang mengatur kewenganan pengelolaan sumber daya maritim. 4. Belum lengkapnya tata ruang yang mencakup wilayah pesisir dan laut nasional yang dapat dijadikan sebagai induk perencanaan bagi daerah 3. Dari permasalahan pembangunan kemaritiman yang saudara identifikasi pada soal no.2 di atas. Uraikan dengan singkat strategi apa yang menurut saudara yang dapat dilakukan untuk penanggulangan masalah-masalah tersebut! Jawab: 1. Penataan peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan pembangunan maritim yang bersifat lintas sektoral. 2. Pembentukan wadah untuk penyusunan dan penerapan mekanisme perencanaan dan pengawasan terpadu, pengelolaan yang dikordinasikan serta pengendaliaan yang sinkron 3. Penciptaan dan peningkatan sumberdaya mariti yang handal dan profesioanal.

4. Penataan peratuan perundang-undangan disertai upaya penegakan peraturan hukum yang konsisten. 5. Penetapan tata ruang maritim disertai pola pengelolaan, pemanfaatan, dan pendaya gunaan. 6. Sistem pengumpulan dan pengelolaan informasi maritim yang dapat diakses secara luas. 7. Memperbesar kemampuan pengadaan sumber dana yang dapat diserap dalam upaya pembangunan maritim dengan keindahannnya. 8. Pembentukan wadah untuk menyuburkan upaya penelitian dan pengembangan maritim untuk dapat mempermudah penerapan ilmu dan teknologi kelautan, utamanya bagi nelayan tradisional.